[ONESHOT] XING GEGE! WO AI NI

9677_305928666175836_1311938252_n

Title                Xing Gege! Wo Ai Ni

Author            : @RinhoRinhae

Main Cast      : Zhang Yixing (LAY), Choi Haerin (OC)

Length            : Oneshoot

Genre             : Romance

Ratting           : PG-13

 

A/N                  : Annyeonghaseyo~ setelah sekian lama hasrat membuat FF muncul lagi alhasil terciptalah FF yang penuh dengan ketidak sempurnaan ini :’) . maafkan saya apabila kurang dapat feel dalam cerita tapi ide cerita murni dari otak khayalanku sendiri. Dan, terimakasih buat @astridvitaa yang sudah mau menyempatkan waktunya untuk mengoreksi FF serta masukan-masukannya.  Serta buat @LIDERONYU terimakasih telah memperkenankan saya buat memporak-porandakan WPnya selalu kkkk~ jeongmal gamsahanibda :* . Komen kritik dan saran sangat saya butuhkan di FF ini untuk meningkatkan  FF saya kedepannya. Akhirkata ~ Happy Reading J

 

 

“Ge, apa kau tidak lelah, em?” tanya gadis manis berperawakan sedikit tomboy itu dengan menyembunyikan wajahnya di antara kedua kakinya yang dilipat kepada satu-satunya sosok lelaki yang berada dalam ruangan itu. Gadis itu benar-benar hampir mati kebosanan, belum lagi dengan rasa kantuk yang amat sangat yang tengah membelitnya, Bahkan untuk sekedar mengangkat kepalanya saja sudah terasa sangat berat baginya. Bagaimana tidak? Gadis itu telah menunggui kekasihnya yang notabennya adalah seorang idol dari group boyband ternama EXO yang terkenal memiliki julukan sebagai Scary Rookie terhitung sudah enam, delapan jam – lebih bahkan – lamanya gadis itu menemani kekasihnya melakukan Dance Practice. Bahkan ketika semua member sudah kembali ke dorm, kekasihnya masih saja betah meliuk-liukkan tubuhnya di depan kaca yang melapisi dinding ruangan tersebut dengan diiringi dentuman music yang menghentak seisi ruangan itu. Siapa lagi kalau bukan Lay.

“Sebentar lagi Haerin-a” jawab lelaki yang di panggil gege itu ngos-ngosan dengan logat khasnya, belum lagi dengan peluh yang telah membajiri sekujur tubuhnya namun tak menghentikan gerak tubuhnya untuk terus bergerak mengiringi dentuman lagu yang menggema dalam ruangan penuh kaca itu.

“Daritadi jawabanmu hanya‘sebentar lagi, sebentar lagi, sebentar lagi’. Aku mengantuk, ge” rengek gadis bernama Haerin itu. Haerin tahu dengan sangat baik jika kekasihnya ini tidak akan pernah bisa menolak apapun permintaannya jika ia sudah merengek. Namun sepertinya keyakinan Haerin itu patut diragukan kali ini.

“Sebentar lagi. Gege janji ini yang terakhir. Setelah itu gege akan mengantarmu pulang. Oke?” ucap lelaki itu tak lupa dengan mengeluarkan senyum manisnya belum lagi dengan lesung pipit yang tergores jelas dimasing-masing sudut bibir lelaki itu. Membuat siapapun pasti akan luruh melihatnya takterkecuali Haerin yang bisa menangkap ketulusan dibalik senyuman manis kekasihnya ini.

“huh! Baiklah” jawab Haerin kesal dan kembali menelungkupkan kepalanya diantara kedua kakinya. Dalam hati sedikit merutuki pertahanan dirinya yang lemah karena selalu dapat luruh ketika melihat senyuman manis Lay. Sementara Lay hanya bisa terkekeh mendengar jawaban kekasihnya dan menghentikan aktivitasnya untuk menghampiri Haerin.

Lay sedikit berjongkok untuk menyamakan tinggi tubuhnya dengan Haerin yang tengah meringkuk disudut ruangan. Dengan gemas mengacak-acak rambut hitam kelam milik gadisnya itu, tahu dengan pasti hal itu hanya akan membuat gadisnya kesal dan menampakkan ekspresi yang membuatnya terlihat makin menggemaskan.

Baru saja Haerin mengangkat kepalanya dan hendak melayangkan protesnya pada Lay ketika ia merasakan sesuatu yang hangat menyentuh dahinya.

Cup!

Lay buru-buru menjauhkan wajahnya dan melihat wajah Haerin. Dan benar saja yg ditatapnya kini hanya bisa termangu atas kelakuan yang baru saja dilakukan kekasih yang paling disayanginya ini.

“Mianhae Haerin-ah, maaf karena telah membuatmu menunggu lama. Aku janji ini yang terakhir, setelah itu aku akan mengantarmu pulang arachi?” lagi lagi Lay mengembangkan senyum manisnya hingga terpampang jelas kedua lesung pipitnya yang membuat ketampanan namja itu semakin bertambah.

Bisa dikatakan bahwa itu merupakan satu dari berjuta alasan mengapa banyak sekali gadis yang menggilai Lay dan menjadi fansnya. Ia sangat lembut dan tulus belum lagi senyumnya yang mampu menghangatkan hati siapapun yang melihatnya. Tambahkan pula sikapnya yang dewasa dan sifatnya yang pengertian selalu mampu membuat Haerin merasa nyaman tiap kali mereka bersama.

The Luckiest Girl in the World mungkin patut diberikan kepada gadis bermarga Choi itu. Entah bagaimana awal mulanya hingga ia dapat berkenalan dengan Lay pada suatu hari yang terik di Seoul yang kemudian berlanjut pada hubungan mereka yang telah terajut hingga sekarang.Aneh? Mungkin. Tapi, hey bukankah memang cinta itu selalu rumit dan terlalu aneh untuk dijabarkan menggunakan kata-kata dan dijelaskan dengan nalar? Cukup mengikuti apa yang hati mereka katakan dan yakini, bukankah itu adalah peraturan cinta yang tengah dijalankan oleh kedua anak manusia ini.

“Tapi, gege harus menggendongku! Harus! Aku tidak menerima penolakan darimu untuk kali ini, ge!”

“keke~ arasseo. As your wish my lady.” ucap Lay yang masih terkekeh melihat tingkah gadisnya dan kembali melanjutkan latihannya

Melihat Lay yang selalu berusaha keras berlatih membuat Haerin berpikir bahwa Lay terlalu memaksakan dirinya. Jika diingat-ingat kembali sejak jaman trainee, Lay selalu pulang paling akhir di antara para trainer yang lain terutama ketika sedang berlatih menari. Sudah takterhitung berapa banyak cedera di kaki dan punggungnya ketika melakukan latihan. Namun ia tetaplah Lay yang akan tetap memaksakan dirinya untuk menampilkan dance yang terbaik bagi para fans yang telah mendukungnya.

“Ge, tak bisakah kau pikirkan mengenai dirimu sendiri sekali saja eoh? “, bisik Haerin tertahan pada Lay.

***

“Ge~ apa kau tidak lelah?” Haerin mengulangi pertanyaan yang ia lontarkan ketika masih berada di ruang latihan tadi. Entah sudah keberapa kalinya gadis itu menanyakan yang sama pada kekasihnya ini.

“Ani~ aku sangat menikmatinya” jawab Lay masih dengan senyum yang menghiasi wajahnya. “hah.. sudah kuduga jawabanmu pasti akan seperti itu” Haerin mendengus kesal. Mencoba  mengeluarkan seluruh kekesalannya dalam satu hembusan nafas. Bukannya ia tidak mau mendukung kekasihnya itu dengan apa yang ia jalani sekarang, hanya saja Haerin terlalu mengakhawatirkan kesehatan Lay. Haerin hanya tidak ingin Lay jatuh sakit karena terlalu memforsir tenaganya.

“Ya! Ya! jangan mendengus seperti itu di leherku Haerin-a!” Lay memutar kepalanya hingga ia bisa sedikit melirik wajah kekasihnya. Haerin terkekeh geli melihat raut wajah kekasihnya yang telah berubah menjadi merah padam ketika tanpa sengaja ia menyentuh daerah paling sensitive dari tubuhnya.

Haerin mencoba untuk membalikkan posisi kepalanya diatas pundak Lay dan mengeratkan pengangan pundaknya di leher laki-laki itu. Menikmati sepanjang jalan perjalanan mereka pulang dalam gendongan Lay. Entah mendapat kekuatan darimana Lay yang masih sanggup untuk menggendong tubuh mungil gadis itu walaupun sudah lebih darienam jam ia berlatih dance.

Dengan Hoodie ditambah dengan cap hitam menyelubungi kepalanya membuat penyamaran Lay sangat sempurna. Takkan ada seorangpun yang dapat mengenalinya sekarang terlebih lagi dengan keadaan yang sudah larut malam seperti ini.

“Ge, jangan terlalu memforsir tenagamu. Kau itu juga manusia, kau butuh istirahat. Kau sudah bekerja keras setidaknya berilah waktu bagi tubuhmu untuk beristirahat sebentar. Lagi pula kau kan baru sembuh dari cederamu itu. Kau harus lebih berhati-hati lagi menjaga kondisimu.” ucap Haerin panjang lebar. “Arasseo, Arasseo. Gomawo” balas Lay santai kemudian mengusap pucuk kepala Haerin. Seulas senyuman penuh kebahagiaan terlukis diwajahnya. Sebenarnya dalam hati Lay senang atas segala bentuk perhatian yang Haerin berikan padanya walaupun terkadang lebih sering keluar dalam bentuk omelan namun ia bahagia. Setidaknya ia tahu jika kekasihnya ini memikirkannya, mengkhawatirkannya.

“Haerin-a” panggil Lay memecah keheningan yang menyelimuti mereka. “hmm?” jawab Haerin.“Mianhae” ucap Lay dengan nada sangat bersalah. Sebersit rasa penyesalan muncul didalam benaknya.

“Wae? Kenapa kau tiba-tiba meminta maaf ge? Aku rasa kau tak melakukan kesalahan apapun” tanya Haerin bingung mendengar kekasihnya yang tiba-tiba meminta maaf padanya. “Maaf, karena selama ini kau terlalu banyak berkorban untuk ku. Tak hanya perasaanmu tapi juga waktumu. Harusnya hari ini aku mengajakmu kencan bukannya mengajakmu untuk menemaniku latihan. Pasti sangat membosankan keuchi?” terdengar kekehan yang menggores hati Haerin terlolos begitu saja dari bibir Lay. Haerin diam dan menunggu sampai Lay selesai berbicara. Menunggu lelaki itu untuk mengeluarkan semua yang ingin ia katakannya.

Lay menarik nafas dalam sebelum kembali melanjutkan kata-katanya. “Maaf juga karena aku jarang mempunyai waktu untuk mu, I don’t know what do you feel about this but really feel sorry about that since I can’t change anything about it. Tapi satu hal yang harus kau tau dan yakini. Gege sangat menyayangimu”. Lay sedikit memberi tekanan ketika mengucapkan pada kata sangat.

Haerin masih mencerna kata-kata Lay dengan seksama. Terbersit rasa syukur yang membuncah dalam dirinya akan kebaikanTuhan yang memberikannya seorang pria yang luar biasa baik dan tulus seperti Yixing-genya. Rasa haru tak urung membanjiri hati dan pelupuk mataga disitu.

“Kau terlalu banyak berkata maaf untuk sesuatu hal yang tidak perlu ge” ucap Haerin dengan gayanya yang sedikit cuek. Berusaha menahan lelehan air mataharu yang ingin menjebol pertahanannya. Perlu diketahui selama ini Haerin tidak pernah menunjukkan sisi lemahnya dihadapan Lay. Seakan dengan begitu ia dapat meyakinkan Lay bahwa ia adalah gadis yang kuat untuk bersanding mendampingi Lay apapun yang terjadi. Menjadi cukup kuat untuk menjadi penyangganya dan tempat Lay untuk bersandar ketika laki-laki itu merasa lelah. Dengan sedikit membersihkan kerongkongannya, Haerin kembali melanjutkan“Aku mengerti bagaimana profesi yang saat ini tengah kau jalani, ge. Bahkan aku sudah tahu resiko apa yang akan aku dapat ketika kita memulai hubungan ini. Aku mengerti bahwa ini adalah impianmu. Dan aku sudah cukup senang melihatmu perlahan mulai mewujudkan impianmu menjadi nyata. Menemanimu ketika kau sedang latihan, melihat wajahmu di layar kaca dan mengetahui bahwa kau baik-baik saja sudah cukup membuatku bahagia, ge.”. seberkas senyuman tulus tersungging di bibir Haerin. Dalam hatinya pun Haerin bertanya-tanya darimana datangnya semua kata-kata sok dewasa seperti itu datang. Namun kata-kata itu seolah mengalir dari dalam hatinya dan tercurah melalui bibirnya.

Lay tersenyum mendenga rucapan Haerin. Gadisnya telah tumbuh dewasa, pikirnya dan hal itu tak dipungkirinya menambah rasa bahagianya karena berhasil memiliki gadisitu. Demi Tuhan Lay berjanji akan mencintai dan menjaga gadis dalam gendongannya ini sebaik mungkin. Karena ia menyayangi gadisitu, mencintai gadis itu bahkan kata-katapun tak akan cukup untuk melukiskan perasaannya padaHaerin.

“Dan soal kau sangat menyangiku, aku tau itu! . Yah aku tau kalau kau sangat tergila-gila padaku, ge! Hahaha” ucap Haerin dan meniup-niup udara kesekitar leher Lay.

“Ya! Ya! Choi Haerin Hentikan!! Atau kau akan jatuh!! Ya!!“ pekik Lay kegelian. Berusaha menekuk lehernya dan menjauhkannya dari kegiatan usil Haerin. Haerin hanya terkekeh melihat tingkah kekasihnya itu. Suasana hening lagi lagi menyelimuti mereka hingga mereka sampai tepat di depan rumah Haerin.

Dengan enggan Haerin turun dari gendongan Lay. Ia masih ingin bercanda, tertawa dan merasakan hangat tubuh kekasihnya ini menggendong tubuh mungilnya kemanapun ia inginkan.

“Gomawo” ucap Lay dan Haerin bersamaan. Mereka berdua mendengus geli ketika mendengarnya. Sepi lagi. Kali ini mereka berdua masih seperti remaja yang baru dimabuk cinta. Saling memandang satusama lain dengan senyum malu-malu.

“Saranghae” lanjut Lay memecah keheningan diantara mereka berdua . Haerin hanya bisa menundukkan kepalanya makin dalam. Menahan keinginan yang membuncah dalam hatinya yang ingin berteriak kegirangan.

Cup!

Haerin mencium Lay cepat dan singkat. Tepat ketika namja itu tengah tertunduk malu. Hanya sebuah kecupan manis yang diberikan Haerin di pipi Lay yang putih itu.

Lay sedikit tersentak dari lamunannya namun sedetik kemudian ia tersenyum bahagia ketika merasakan kedua pergelangan tangan Haerin telah berhasil merangkul erat punggungnya.

“Xing gege~ Wo Ai Ni “ ucap Haerin seiring merapatkan pelukannya.

Dan kali ini ia tidak dapat menahan dirinya untuk tertawa bahagia dan membalas pelukan erat kekasih mungilnya ini. Menciptakan belenggu hangat namun menyenangkan untuk tetap menjaga kekasihnya disisinya, selamanya.

Cinta…

Bagiku, Cinta itu sederhana.

Aku mencintaimu. Dan Kau juga mencintaiku. –Choi Haerin-

——————————————————-FIN—————————————————–

9 thoughts on “[ONESHOT] XING GEGE! WO AI NI

    • hahahhahaha… iya ty gag tau. orang cina gtu klo kakak gege… makasih btw udah bca hhiihii..
      kkkk~ gweanchana. km jarang nulis sih skrg readers km pasti kngen dah tuhhh xD buruan gih nulis lg gtyuu hhhe

  1. suka bgt sm ceritanya, so sweet🙂.. wo ai ni unicorn healing lay :-*.. aq jg sk sm sifatnya yg polos n jg lucu terutama dimplenya😀.. kalo liat senyumnya itu bikin tenang n jd bahagia aja apalagi denger dia ngomong polos bgt😀.. pantesan kris snng bgt merhatiin lay ngomong hehe😄..

  2. bagus bgt eonni, meskipun aq g tw lay yg mana, aq belom apal exo m,*mianhae lay gege* tp ff sweet bgt, jd pengen punya co kyk lay gege…

  3. aah ini mah bagus bgt. ya emang gitu sih lay kalo udah latian susah abisnya(?)
    aa maaf aku gk bisa komen byk nih. terlalu bagus soalnya *kasijempol
    keep writing ya🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s