[FF/DRABBLE] December 14, The World With You

546934_450018685035724_1083708184_n copy

Author : Lideronyu

Cast : Choi Jinhya (YOU), Lee Onew (Shinee Leader)

Genre : Fluff gagal

Length : 771 words

Rating : G

A/N : Holla! FF ini lanjutan dari ‘Chicken Music Box’ dan  ‘What Happens During Onew Hiatus?’, tadinya mau di publish langsung abis cerita sebelumnya, tapi karena tidak ada penghubung antara aku dan wordpress(?) jadinya dipending sampe sekarang haha. Kebetulan uri leader hari ini ulang tahun, HAPPY B’DAY MY OLD MAN^^ FF ini juga aku ubah berhubung pas sama ultah onew haha~ Happy Reading~~

Hari itu sore, deburan ombak dapat terdengar di telinga dua manusia yang sedang menikmati hembusan angin darat. Meski mata mereka terpejam, namun keduanya tahu bahwa sang mentari dengan perlahan meninggalkan timur.

Cuaca yang tak biasa di akhir tahun, tidak ada satupun salju yang turun. Jinhya merasakan suhu hangat di tengah sisa-sisa energi matahari yang tertinggal. Ia juga tak tahu mengapa orang yang kini berada di sebelahnya tiba-tiba membawanya ke pantai. Lelaki itu menyenderkan kepalanya ke bahu Jinhya dengan posisi badannya yang agak merosot. Raut wajahnya melukiskan ketentraman yang tak bisa Jinhya gambarkan. Jinhya tahu itu karena sesekali ia membuka matanya untuk melihat lelaki itu. Ia heran pada apa yang terjadi selama 10 bulan kebelakang. Rasanya waktu berjalan begitu cepat ketika bulan februari lalu Jinhya mengetahui bahwa ia bertetangga dengan lima orang idolanya, dan hari ini adalah hal yang tidak biasa terjadi.

Jinhya kembali membuka mata untuk seperkian kalinya. Ia tersenyum kecil. Sudah dua jam terlewati mereka habiskan waktu di pantai hanya untuk mendengarkan musik. Satu headseat menjadi penghubung antar keduanya. Kali ini terputar lagu In Your Eyes, dimana sang penyanyi adalah lelaki di sebelahnya. Ia ingat pertama kali Jinki memberikan lagu pengisi soundtrack dalam drama Minho itu kepadanya, tepat ketika satu jam setelah rekaman.

Entah Onew tertidur atau bagaimana, mata Jinhya hanya melihat lelaki itu benar-benar terlihat tenang. Sebuah paras tampan yang dapat menyejukan hati. Jinhya tak tahu apa ia hanya sekedar mengagumi atau lebih, yang pasti melihat seorang Lee Jinki sudah menjadi kepuasan tersendiri. Ia tahu bahwa ada perbedaan antara Onew dan Jinki, walau sebelumnya mereka tidak terlalu dekat, namun Jinhya dapat melihat sisi lain seorang shinee leader.

Onew yang terlihat konyol dan sopan di depan layar memang suatu kenyataan, namun kedewasaan yang sesungguhnya kini dapat dilihat langsung oleh Jinhya. Gadis itu sendiri merasa mungkin ia tidak salah untuk mengagumi Onew selama ini. Suara lembut Onew, kecerdasan yang tak ditampakan, sifat ramah yang dimiliki, dan beberapa lainnya yang kini Jinhya tahu.

Tangan kiri Jinhya terangkat ke udara, ia mencoba mendaratkannya ke pemukaan wajah Onew. Lancang memang dalam kesempatan kecil yang ada. Kulit putih tahu tersentuh oleh jari telunjuk Jinhya, dan seketika itu mata Onew terbuka membuat Jinhya terlonjak kecil dan menurunkan tangannya.

Jinki membenarkan posisi duduknya seraya memperjelas penglihatannya. Ia menengok ke arah Jinhya yang sedang menatapnya kaget.

“Apa yang terjadi?”

“Eoh?”

Onew mengerutkan kening namun sedetik kemudian tersenyum.

“Ah, mianhada. Apa aku tertidur lama?” tanyanya pada Jinhya

Jinhya hendak membuka mulut namun ia tak tahu harus berkata apa.

“Rasanya nyenyak sekali walau tertidur sebentar di tengah jadwal yang padat,” Jinki beranjak dari duduknya, menghadap ke pantai memandangi langit jingga. Keadaan yang sunyi karena hanya mereka berdua di pantai itu. Jinhya sendiri berpikir dari mana Onew menemukan pantai sepi ini.

Jeda keheningan untuk beberapa menit. Tak ada pembicaran, hanya suara angin dan ombak yang terdengar. Jinhya hanya melihat punggung Onew dari belakang. Badan tegap itu berbalik dan berjalan mendekati Jinhya.

“Kajja, kita pulang,” ucap Onew, ia lalu berjalan lebih dulu meninggalkan Jinhya yang masih terduduk di bangku pantai.

“Onew-ssi,” panggilan Jinhya menghentikan langkah Onew. Kaki Jinhya bergerak mendekat ke arah lelaki yang lebih tua 4 tahun darinya. Ia menatap Onew yang kini mengkerutkan keningnya. “Saengil chukkahamnida, Onew-ssi,”

Onew tersenyum mendegar ucapan selamat dari Jinhya dengan ekspresinya yang polos. Kemudian ia mengacak kecil rambut hitam gadis itu.

Gomawo, Jinhya-ssi,” tersenyum lagi. Jujur saja untuk detik ini mungkin Jinhya lupa cara bernapas. Ia tak tahu mengapa senyum lelaki di hadapannya membuatnya sesak dan ingin mengeluarkan air mata. Sosok Lee Jinki terlalu sempurna, ia tidak bisa menampik itu.

Onew dengan tiba-tiba menarik Jinhya ke dalam pelukannya. Kali ini Jinhya benar-benar hampir dibuat mati, bahkan ia tak tahu seberapa kencang jantungnya berdetak. Apakah Jinki ingin benar-benar membunuhnya?

Gomawo untuk ucapannya, gomawo untuk hari ini,” Onew semakin mengeratkan pelukannya. Oh Tuhan, tolong sadarkan Jinhya. “Jika kau mau, aku ingin kau tidak memanggilkan Onew, melainkan Jinki.”

Onew melepaskan pelukannya kemudian menumpukan kedua tangannya pada bahu Jinhya “Untuk memasuki dunia Lee Jinki, mengenal lebih diriku,”

Jinhya tercengang, ia bertanya apa yang sedang dibicarakan oleh Onew. Lelaki itu menatap Jinhya dalam, membuat gadis itu benar-benar melemas.

“Kau mau, kan?”

Jinhya tidak membalas karena bibirnya terasa ngilu untuk berucap, sedetik kemudian ia jatuh terduduk di pasir pantai.

Ya~ Jinhya-ssi,” rajuk Onew

Hening…

“Jinhya-ssi, YA!!!”

“Choi Jinhya-ssi!”

DUGG..

Awww..” Jinhya meringiris saat merasakan ada benda tumpul mendarat di kepalanya. Perlahan ia membuka mata menerawang keadaan sekitar. Saat penglihatan menemukan sosok Kim saem yang menatapnya murka, ia tercengang. Heol… jadi sekarang adalah kelas bahasa?

“Choi Jinhya-ssi, jika kau menginginkan nilai C, kau bisa tidur sepuasnya di luar!”

Well, dan Jinhya kini sadar tak ada salju yang tak turun di bulan desember.

 ——————————END———————————

31 thoughts on “[FF/DRABBLE] December 14, The World With You

  1. Jiahhhh thyaaaa T^T
    Kenapa harus mimpi? Tapi emang kalo beneran terjadi agak sulit sih ya, kesannya jadi diem2 gitu hubungan mereka *maafkan saya yang absurd*
    Dan itu baru nyadar kalimat terakhir yang masalah salju2 itu. Lama loh aku loading nya baru ngeh artinya XDD

    Ada masukan sedikit sih:
    1. shinee leader diatas kayaknya kebalik deh. Bukannya harusnya ‘seorang leader shinee’? Etapi kok aku jadi bingung juga😄
    2. “Kulit putih tahu tersentuh oleh jari telunjuk Jinhya”
    Entah kenapa aku baca ini berasa aneh thy. Mungkin lebih enak kalo ditambahin jadi gini: “Kulit seputih tahu milik pemuda itu tersentuh oleh jari telunjuk Jinhya.” gitu hehehe. Lagian thy, kalo mau deskripsiin warna kulit yang putih, pake ungkapan tahu itu kurang enak. Kayak terkesan ngejek gitu. Yang kerenan dong ungkapannya, misalnya seputih pualam ato apa kek. Kalo mau deskripsiin pake ‘tahu’ mending deskripsiin tentang teksturnya aja. Misalnya “kulit selembut permkaan tahu yang rapuh.” ato gimana gitu terserah sih hhe. *duh ini nangkep ga? bahasaku susah bener sih*
    3. “Rasanya nyenyak sekali walau tertidur sebentar di tengah jadwal yang padat” Jinki beranjak dari duduknya.
    Nah yang ini lupa tanda baca sebelum tutup petik😄
    4. “Kali ini Jinhya benar-benar hampir dibuat mati, bahkan ia tak tahu seberapa kencang jantungnya berdetak.”
    Aku ga ngerti thy, yang kalimat dibuat mati itu loh. Kok kesannya kayak bahasa gaul ya?😄 mungkin enakan “Jantung Jinhya benar-benar berhenti berdetak karenanya.” ato gimana ya. Yg pasti si kata2 yg tadi agak kurang baku /apasih
    5. Yang pas Jinhya dipeluk tuh lebih dahsyat kalo dideskripsiin ttg gimana rasa pelukan itu. Misalkan gimana bahunya onew yg lebar kerasa pas saat meluk Jinhya, ato aroma Jinki kerasa sangat maskulin, ato rambut Jinki menggelitik telinga Jinhya. Pokoknya something like that. Karena kalo dijelasin gitu tuh kerasanya reader kayak bener2 ngerasain gimana rasanya dipeluk Jinki😄

    Eh udah ah kebanyakan ntar. Yang pasti itu cuman masukan ya, boleh ga dipake juga kok😀

    • Kekekee kalo bukan mimpi kecepetan bgt hub jinki sama jinhya haha 1. Shinee leader sebenernya aku ngambil dari bahasa inggris, kurang cocok ya? 2. Kulit putih tahu kan si onew dubu eon, jadi aku sengaja umpamain warna tahu sama kulitnya onew yg putih and mulus 3. Ah iya typo mian abis ngetik dari hp hahaa 4. Ahh maksudnya kayak gitu sih sama, aku susah ngerangkai kata emang. Yang dibuat mati itu maksudnya dengan hanya pelukan dari jinki, jinhya kayak mau dibunuh soalnya spot jantung wkwkk 5. Kyaaaaaaaaaaaa gak kepikiran sumpah yg ini. OMG eon!!!! Greaattt bgt kata2nya. Maskulin kyaaaaaa

      Gomawo ya eonni udah baca dan sarannya makasih banyak :***

      Sent from Andoid

      • Aku ngerti sih sebenernya alesan kamu bikin 1-4 itu, yang ku kasih tadi cuman saran aja. Hahaha.
        Sama-sama thya >3<
        Ohya lupa, kalimat ini "Jika kau mau, aku ingin kau tidak memanggilkan Onew, melainkan Jinki." kayaknya lebih efektif kalo ditulisin langsung aja
        "Jika kau mau, aku ingin kau memanggilku Jinki." karena udah tau kalo sebelumnya Jinhya manggil Onew bukan Jinki. Err, maksudnya biar enak aja kalimatnya. Soalnya denger kata melainkan tuh berasa formil semacam buku teks book kuliah😄

        Hehehehe, awas melting kalo Jinki emang aromanya beneran maskulin😄

        Lha ini si rahmi juga treak2 dikomen bawah XDD

    • “gimana bahunya onew yg lebar kerasa pas saat meluk Jinhya, ato aroma Jinki kerasa sangat maskulin, ato rambut Jinki menggelitik telinga Jinhya.”
      aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa

  2. aku tertipu lagi.. oh oh uwo uwo.. ku tertipu lagi.. sama endingnya… lol

    Hari itu sore, (?)
    kok aneh thy… knp gak ‘Sore itu’ aja?

    Badan tegap itu terbalik dan berjalan mendekati Jinhya.
    ‘berbalik’ thya.. bukan terbalik.. klo terbalik mah bkin ngakak jdinya.. lol

    “Jika kau mau, aku ingin kau tidak memanggilkan Onew, melainkan Jinki.”
    memanggilkan atau memanggilku?

    bnr2 gagal fluffynya gara2 adegan terakhir itu.. lol ^^v

    • Ciyeeeee duo ratu xDD

      ‘Hari itu sore..’ sengaja sih, jadi ngasih tapi keadaan pas hari yang sedang diceritakan pada sore.

      Aaaaaaa banyak typo kan gegara nulis lewat hape dan ngedit sekali doang. Kenapa aku ngetik terbalik dan memanggilkan? Haduuhh typo. Makasih ya eon koreksinya😀

      Hahahahaha iya kan fluff gagal wkwkwk 

      Sent from Andoid

  3. Gue dataaaang~~~~~~~~~~ *dan gak ada yang nungguin juga*

    Masalah typo, EYD, dan efektivitas kalimat yang dipake itu kan udah sama Rahmi Eon dan Aikyung eon, jadi gue fokus ke hal lain aja yaaaa.
    Menurut gue sih diksi lo makin ke sini makin oke ty dan gue juga ngerasa tulisan lo makin kerasa feel-nya. Ini kayanya udah semakin maju dari pada tulisan sebelumnya. Cieeeee upgrade nih yaaaaa. Dan gue sukaaaaaaa banget ty.

    Terus ini tuh bukan fluff gagal. Ini namanya twist. Lo inget kan fiksi yang gue bikin dalam rangka ikut proyek UIMenulis itu? Ada kan yang gubrak banget endingnya. Nah dari situ gue tau itu namanya twist, dimana author emang sengaja mengecoh reader dengan pembuka/awalan yang sangat berbeda jauh dengan endingnya. Bikin twist itu susah lho menurut gue, susah nyambunginnya itu biar tetep smooth dan gak patah jadinya. Nah tulisan lo ini menurut gue twistnya mulus banget. Oke deh pokoknya ^^

    • Aaahh jinja ada peningkatan?? Alhamdulilah hehehe.. Sebenernya gue sering ngerasa tiap nulis berakhir dengan kata ‘kok kayaknya gue gak puas ya?’ Gak terlalu yakin gitu sama apa yg gue tulis takutnya bikin jenuh pembaca.

      Hohoho namanya twist ya? Aah tapi nanti kalo gue nulis genre twist malah ketebak mau ngejebak hahaha..

      Makasih sarannya dan udah baca^^

      • twist itu bukan genre ty, tapi semacam… apa ya? komponen gitu? atau alur? gue gak yakin sih. genre sebenernya tetep fluff kok. cuma fluff-nya itu ber-twist (gak jelas pula bahasa gue duh) dan emang kalau ada twistnya lo gak mungkin ngasih tau lah. gak seru itu mah haha.

        nah di saat lo mikir kaya gitu dan ngerasa gak puas itu lah secara gak sadar lo akan terus cari cara untuk memperbaiki dan meningkatkan kualitas tulisan lo. jadi pemikiran seperti itu bisa jadi sebuah motivasi jug hehe

    • Ohahaha bukan genre ya, okesip tambah ilmu!
      Iya.. makanya itu juga gue harus terus buat memperbaiki kira-kira apa yang kurang di tulisan gue.. makasih udah jadi reader yang baik dan terus nyemamgatin haha (҂’̀⌣’́)9 

      Sent from Android

  4. jeduuuug…
    aigooooo.. jadi si Jinhya ini mimpi… kkeekekekekekke…😄
    padahal itu udah sweet bgt… berduaan di pante bareng onew pula…
    gak cuma itu… dapet pelukan + diajakin mengenal lebih jaauh…
    ige mwoyaaa~~~~ itu udah bikin Ge-Er aja lho… ciyuus…

    aku ketipu… hahhhaahhaha😄

  5. Yg kali ini emang gak pingsan tapi cuma ngimpi wkwkwk
    Gue kira itumah beneran kan mereka udah tetanggaan terus yahh ada suatu kedekatan yg terjadi gataunya si jinhya ngarep doang sampe ngimpi😄
    Kirainnya pas si jinhya jatoh itu dia bakalan pingsan lagi trus digendong kek sama onew kemana gitu biar makin so sweet wkwk

  6. *cengo
    jadi itu cuma mimpi? sompretossss…..
    padahal udah bayangin gimana gantengnya onew pas di deskripsiin awal awal, pendeskripsiannya itu loh berasa manis banget. suer… enak banget dibaca, berasa dari hati #tsahhhh apalagi backsound blog ini mendukung banget sama suasana yang digambarin. tenang n damai gimana gitu… eh taunya #gedubrakkkk
    eonni, akhirnya aku bisa mampir kesini juga kkkkkkk~
    salam super ! !

  7. haloooooooooo thyaaaaaaaaaaaaa~
    udah lama aku gak mampir ke sini dan langsung baca ff ini setelah liat cast nya hohoho
    ciyee si thya eh maksudnya si jinhya curi2 kesempatan dalam kesempitan ini..
    tapi ternyata cuma mimpi wkwk
    nice fluff thya ini bikin aku cengengesan sendiri ngebayanginnya..

  8. OMO that’s just a dream..aigoooooooooooo……..*poor jinhya*
    kirain bneran gak tw’a cuma mimpi disiang bolong doang..ckckckckck

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s