[FF/ONESHOT] What Happens During Onew Hiatus??

Author : LIDERONYU

Cast : Choi Jinhya (YOU) , Lee Onew (SHINee’s Leader)

Support Cast : SHINee member, Choi Haerin, Jung Jihyun, Song Chaerin, Park Michan, Shin Minkyun, Choi Jino, Jinhya’s Mother, Ahjumma ayam *buseeeettt se-RT*

Genre : Unknown *failed author* anyone tell me leh xDD

Rating : General

Length : > 4500 words

A/N : annyeong yorobun~ annyeong yorobun~~ Ini adalah sekuel dari ‘Chicken Music Box’, have you read it??? FF ini terinspirasi ketika Onew hiatus dari bulan januari sampai pertengahan maret. Maaf atas segala typo atau apapun yang kurang jelas. Ini hanya sebuah cerita FIKSI yang terlahir dari otak saya, jadi sesuatu hal mustahil dalam FF ini harap dimaklumi(?). Untuk Cast kecuali SHINee itu hanya imaginary caracter okey?! Happy Reading~~ ^^


“Haaaaah..” Jinhya menatap haru sebuah gedung besar di depannya “benarkah aku telah menjadi mahasiswi Seouldae?” perlahan kakinya melangkah memasuki universitas terkenal itu.

Jinhya tak menyangka kalau kini dirinya di terima di Seoul University. Itu adalah impiannya sejak dulu. Tak sia-sia ia belajar keras dan melupakan shinee sejenak demi mempersiapkan suneung untuk masuk ke universitas impiannya itu. Dan sekarang Jinhya akan daftar ulang di sekolah barunya. Kali ini dia bukan lagi seorang murid berseragam, ia sudah resmi menjadi mahasiswi jurusan Hubungan Internasional di kampus itu.

Gadis itu masih memandang takjub keadaan di Seouldae, ini rasanya seperti mimpi! Bayangkan saja Seouldae adalah universitas favorit di Korea Selatan, dan Jinhya sangat bangga bisa diterima sebagai mahasiswa di sana.

Jinhya menelusuri beberapa gedung di tempat itu, ia masih bingung letak ruang registasi mahasiswa baru. Seouldae sangat luas, mau tak mau Jinhya harus bertanya pada orang-orang yang berada di sana. Kemudian Jinhya berjalan menghampiri dua orang senior yang sedang berbincang di sebuah koridor.

Annyeonghaseyo sunbae. Chogi, aku mahasiswa baru di sini dan ingin bertanya letak ruang regristasi di kampus ini” tanya Jinhya sopan pada dua orang gadis yang sedang mengobrol.

Ah, ruang registrasi ada di ujung timur sana” salah satu dari gadis itu menunjukan arah kepada Jinhya. Jinhya mengangguk seakan mengerti.

“O’ arraseo, gamsahamnida sunbaenim” Jinhya berbungkuk pada kedua gadis itu sebelum akhirnya dia berjalan.

“Eoh? Chakkaman!!”

Langkah Jinhya terhenti ketika suara gadis tadi memanggilnya, otomatis ia berbalik dan mendapati gadis tadi menghampirinya.

OMO.. kau shinee world juga?” tanya gadis itu membuat Jinhya terbelakak. Darimana gadis itu tahu kalo Jinhya itu shawol?

“Eoh? Ne sunbae” jawab Jinhya seraya tersenyum. Mata gadis di depan Jinhya tampak berbinar. Ia mengulurkan tangannya pada Jinhya yang kini tengah terheran.

“Jung Jihyun imnida, aku juga shinee world!! Kyaaaa… akhirnya aku menemukan shawol juga di kampus ini” serunya girang sambil memeluk Jinhya secara tiba-tiba. Omo.. ada juga sunbae yang sok akrab pada hoobae nyaO_o

Jinhya tampak bingung atas kelakuan Jihyun. Dari di sudut lain, Jinhya melihat sunbae yang satu lagi hanya mengelengkan kepalanya. Gadis itu lebih tampak cuek dibanding Jihyun.

Ah, siapa namamu?” Jihyun melepaskan pelukannya

Eh? Choi Jinhya imnida” sahut Jinhya seraya membungkuk.

Jihyun mengeluarkan sesuatu dari tasnya. “Igeo, aku juga punya strap handphone sepertimu!” ujar Jihyun memperlihatkan strap ‘shinee’ miliknya. Jinhya baru sadar ia menggantungkan strap yang sama di bagpacknya. Rupanya tadi Jihyun melihat benda itu saat Jinhya berjalan membelakanginnya.

“Ah aku melupakan sesuatu, Chaerin-a kemari!” Jihyun memanggil seorang gadis di belakangnya. Gadis itu tampak berdecak kecil sambil menghampiri Jihyun dan Jinhya “Igeo, nae chinguya

Annyeong, Song Chaerin imnida” seru gadis itu sambil tersenyum

Annyeong Chaerin sunbae, Choi Jinhya imnida” sapa Jinhya seraya tersenyum juga

“Kau tahu Jinhya, sangat langka rasanya shawol di kampus ini. Ah maksudku selama yang aku temui baru kau. Ah jinja aku sangat senang!” ujar Jihyun sangat antusias, sedangkan Jinhya hanya bisa membalasnya dengan senyuman “Dan Chaerin ini Sparkyu, dia mengidolakan Kyuhyun oppa! Iya kan Chaerin?”

“Eoh? ne” jawab Chaerin singkat

“Ah.. geurae sepertinya aku harus daftar ulang dulu sunbae. Senang bisa berkenalan dengan kalian” Jinhya berbungkuk pamit kepada dua sunbaenya

Ne, sampai ketemu lagi Jinhya-ssi

****

Pukul 13.00, cukup lama juga rupanya Jinhya daftar ulang. Ia keluar dari kampus besar itu, selesai juga akhirnya kegiatan hari ini. Sekarang tinggal pulang menuju rumah. Ah Jinhya lupa, mulai hari ini dia akan tinggal di apartement dekat kampus. Ini hari pertama Jinhya menempati apartement barunya, ia ingin tinggal mandiri setelah lulus sekolah. Untung saja kedua orang tuanya memberi ijin.

Drrrrtt… drrrttt…

Ponsel Jinhya bergetar, ia mengambil beda segi empat itu dari sakunya. Layar menampakan sebuah panggilan dari seseorang. Langsung saja Jinhya mengusap layar ponselnya untuk mengangkat panggilan itu.

Yoboseyo Jinhya-a, kyaaaaaaaaaaaaaa aku sangat merindukanmu!!!” seru lantang seseorang di balik ponsel Jinhya

Yoboseyo Haerin-a, nado bogoshipo~ bagaimana kabarmu?”  sahut Jinhya. Orang yang ada di sebrang sana adalah sahabat SMA nya, Choi Haerin. Mereka berdua adalah shawol, namun Haerin sekarang mengambil kuliah di Busan sehingga ia terpisah dari sahabatnya.

“Aku baik-baik saja, bagaimana denganmu? Huuaaa, sudah lama kita tidak bertemu” ujar Haerin masih dengan suara antusiasnya. Jinhya yang mendengar hanya tersenyum, ia merindukan sahabatnya. Memorinya teringat masa-masa fangirling bersama Haerin. Terakhir mereka jalan bersama mungkin sekitar tiga bulan lalu. Semenjak masing-masing sibuk mempersiapkan diri menjadi calon mahasiswa, mereka mengurangi aktivitas fangirling seperti dua tahun lalu.

Ne haerin-a, kapan-kapan kau harus ke Seoul arra?!” ujar Jinhya

“Pasti! Aku merindukan Shinee oppadeul juga huhu. Sudah berapa abad aku tak menghadiri konser mereka” ucapnya hiperbola

Jinhya terkekeh. Tahun kemarin pun Jinhya dan Haerin jarang melihat shinee secara langsung. Desember lalu Haerin sempat menghadiri pesta perayaan Minho dan Onew yang seharusnya Jinhya juga bisa ikut merayakannya. Namun sialnya Jinhya mendadak tidak bisa datang ke gedung SM karena suatu alasan. Dan seminggu setelah itu, kejadian menakjubkan datang pada Jinhya. Jinhya merasa itu seperti mimpi, entahlah dia juga tidak terlalu yakin itu terjadi atau tidak ketika seorang namja bermasker membawanya ke taman ria hingga Jinhya tak percaya kalau dirinya dibawa juga ke tempat singgah idolanya, dorm shinee.

“Ah ye, bagaimana kabar mereka? Aigoo, setelah lulus sepertinya aku menjadi shawol gagal” canda Jinhya pada Haerin. Bahkan untuk browsing pun Jinhya tak sempat, ia sudah bertekad fokus untuk mempersiapkan masuk universitas impiannya, dan sekarang terkabul sudah.

“Kau sudah tahu kalau Onew menghilang selama sebulan ini?” tanya Haerin

“Eoh? Jinja?”

Ne! Kau ingat saat graduation kita? Saat itu shinee pergi ke Paris tanpa Onew. Lalu aku dengar kabarnya filming maypole juga dia tidak ikut dan CF etude pun hanya berempat. Aigoo, kemana dia? Aku merindukan sangtaenya” papar Haerin panjang. Jinhya membeku, baru kali ini dia ketinggalan info terbaru tentang shinee. Ini jauh yang dikira, ia seperti tak tahu apa-apa lagi. Dan.. apa tadi kata Haerin? Onew menghilang? Onew eodisso?

“Ah Jinhya-ah, nanti ku telpon lagi ya, annyeong

Haerin memutuskan sambungannya. Jinhya masih terdiam dengan ponsel di telingannya. Pikirannya terpaku oleh sosok idolanya. Onew menghilang hampir dua bulan, semua kegiatan shinee dilakukan tanpa sang leader? Saat 8 februari lalu Jonghyun memberitahu pada semuanya bahwa Onew sedang mengalami cidera kaki. Tapi berita resminya tidak keluar dari SM. Ini membuat Jinhya ragu, ya mungkin saja ada sesuatu yang harus dilakukan oleh Onew tanpa sepengetahuan penggemarnya.

Setelah beberapa menit, Jinhya memasukan lagi ponselnya ke saku lalu kembali berjalan. Tentang Haerin, ia jadi mengingat kejadian tadi pagi saat berkenalan dengan sunbaenya yang ternyata shawol juga. Mungkin Jinhya akan menanyakan hal itu pada Jihyun nanti.

Tiba-tiba saja terbesit di otak Jinhya, apa ia coba saja untuk menguntit ke dorm shinee? Aigoo.. seperti sasaeng saja! Walaupun Jinhya pernah ke sana sebelumnya namun ia agak lupa juga, saat Onew membawanya ke dorm hari itu malam dan Jinhya tak ingat di mana apartement itu berada, ditambah lagi Jinhya yang pingsan setelah melihat shinee benar-benar ada di depannya. Sialnya setelah Jinhya sadar, dirinya sudah berada di rumahnya sendiri bukan dorm shinee. Hal itu membuatnya berpikir kalau kejadian yang dialaminya hanya seperti mimpi.

“Huft…” Jinhya menghela nafas. Diliriknya ke sebrang jalan. Sepertinya ia akan membeli ayam goreng dulu sebelum ia pulang.

Jinhya menyebrang mendekati stan jajanan ayam goreng di pinggir jalan. Perutnya memang terasa lapar, karena dari tadi pagi ia hanya sempat sarapan sedikit. Gadis itu menelan air liurnya saat melihat ayam goreng yang kebetulan tinggal satu potong lagi. Baru saja ia akan membuka mulutnya untuk memesan ayam itu, tapi tiba-tiba..

Ahjumma ayam gorengnya satu” seru suara di samping Jinhya. Jinhya menoleh dan mendapati seorang namja bermasker sedang menatap mupeng pada ayam goreng yang tinggal satu-satunya. Tadinya Jinhya ingin protes karena ayamnya direbut oleh namja itu, tapi matanya tiba-tiba terbelakak ketika ia yakin mengenali paras namja itu.

Ekspresi kaget masih terpampang di muka Jinhya dan mulutnya menganga lebar. “Bagaimana mungkin?” gumannya dalam hati

Ahjumma penjual itu menyerahkan ayamnya kepada namja di samping Jinhya lalu diterima oleh namja itu yang ditukar oleh beberapa lembar won. Jinhya tak sempat mengerjap saat namja itu menoleh sekilas ke arahnya dengan tatapan bingung. Kemudian namja itu berjalan meninggalkan Jinhya yang masih tak sadarkan diri dari keterpakuannya.

Agassi, mau pesan apa?” suara ahjumma penjual ayam membuyarkan lamunan Jinhya. Untuk sekejap Jinhya menggelang sadar. Ia menempelkan kedua tangannya pada pipinya.

“Benarkah yang tadi itu Onew?” kata Jinhya seperti orang bodoh. Sedetik kemudian Jinhya berlari mengabaikan pertanyaan ahjumma penjual ayam dan mengejar namja tadi yang ia lihat seperti Onew. Ya, Jinhya yakin itu Onew! Kali ini dia sadar mengenali namja itu Onew, ini tidak seperti desember lalu saat Jinhya tak mengenali Onew yang bermasker. Mata sipit dan alis tebal namja tadi itu adalah milik Onew!

Setelah berlari cukup jauh Jinhya bisa melihat sosok namja tadi sedang mengenakan sepeda dengan santainya. Haahh.. untung saja namja itu tidak mengayuh kencang.

Jinhya membuntuti Onew secara sembunyi-sembunyi. Baru saja ia memikirkan tentang namja itu, eh tidak disangka bisa bertemu di tempat yang tak terduga.

Graaaaap..

Sebuah tangan menarik Jinhya secara tiba-tiba, jelas Jinhya sangat kaget. Seorang gadis yang menarik Jinhya membawanya ke sebuah gedung bertembok tinggi, ia meletakan telunjuk di bibirnya. Mereka bersembunyi mengintip Onew yang berhenti di sebuah kafe.

Walaupun Jinhya bingung apa maksud dari gadis cantik di sampingnnya, dia mengikuti arah pandang gadis itu. Matanya menangkap Onew, dia sedikit kaget, namja itu bersama seorang gadis yang tak Jinhya ketahui.

‘Onew dengan siapa dia?’ tanya Jinhya dalam hati

“Ah, dia dengan yeoja itu lagi” dengus pelan gadis di samping Jinhya. Raut wajahnya menampakan kekecewaan. Jinhya menoleh, sebenarnya siapa orang ini? Kenapa menarik Jinhya sesukanya?

Chogi, nuguya?” tanya Jinhya

Gadis di samping Jinhya menoleh “Aku Park Michan, kau Choi Jinhya kan?” tanyanya

Jinhya menyirit, dari mana gadis ini tahu namanya? “Ne, kau..”

“Aku master dari Jinki-STYLE! Kau tahu kan?”

Mulut Jinhya terbuka, jadi gadis yang ada di sampingnya sekarang adalah master Jinki-STYLE? Salah satu fansite besar Onew? Lalu kenapa dia bisa mengenali Jinhya?

E-eonni Jinki-STYLE?” Jinhya seakan tak percaya, gadis itu pun mengangguk cepat “Eonni.. bagaimana kau bisa tahu namaku?” tanya Jinhya lagi

“Tentu saja aku tahu! Kau waktu itu pernah dibawa Jinki lari kan? lalu naik bianglala bersama?”

Jinhya terbelakak lagi, bahkan gadis yang bernama Michan itu tahu kejadian desember lalu.

Omo.. omo..! ah, Jinki-a.. kenapa dia selalu tersenyum jika bersama gadis itu? Aish, apakah benar yang dikatakan kalau dia kekasihnya? Aigoo.. hiks” ujar Michan kini memperhatikan Onew lagi, terdapat raut muka kecewa di wajahnya saat melihat Onew yang sedang bergurau dengan seorang gadis di kafe sana. Sedangkan Jinhya tampak kaget setelah mendengar ucapan Michan, gadis itu kekasih Onew? Tiba-tiba saja hatinya mencelos. Kabar yang beredar selama ini di layar tivi adalah bahwa semua member shinee tidak mempunyai kekasih. Tapi siapa yang tahu jika kenyataan bisa sebaliknya.

Di sana terlihat gadis yang bersama Onew menggenggam tangan namja itu, dan memeluknya. Keduanya terlihat akrab dan tidak canggung. Baru kali ini Onew terlihat dekat dengan seorang yeoja, dan yeoja itu sepertinya bukan dari kalangan artis. Michan yang melihat itu mengkerucutkan bibirnya, ia tampak tidak senang kalau gadis itu adalah kekasih Onew.

Andwaeyo..” Michan memukul-mukul dadanya yang terasa sesak. Cemburu rasanya melihat pemandangan ini.

Jinhya hanya bisa terdiam, ia bingung. Setelah itu terlihat Onew dan gadis itu berlalu dengan sepedanya. Michan terduduk lemas dibalik tembok persembunyiannya.

“Jinhya-ssi, sepertinya aku akan berhenti” Michan menatap Jinhya dengan mata berair. Gadis itu terbawa perasaan rupanya. “Aku tidak sanggup melihat Jinki sudah mempunyai kekasih hiks.. aaaaa andwaeyo! Jinki nappeun! Hiks..”

E-eonni, kau bilang apa? Sebenarnya siapa yeoja yang bersama Onew tadi?” tanya Jinhya

Michan berhenti dari tangisnya, dia mengerjapkan matanya lalu menatap Jinhya “Kau tidak tahu dia?”

Jinhya menggeleng polos

Aigoo, aku pikir kau tahu”

Jinhya lagi-lagi dibuat bingung, dia memang sudah bingung sejak pertama seorang master fansite besar Onew menariknya secara tiba-tiba.

“Bukankah kau sasaeng Jinki?”

Mwo???” Jinhya membulatkan matanya. Bagaimana bisa Michan mengira kalau Jinhya sesaeng ckck “A-aniyo! Aku bukan sasaeng eonni!”

Mwoya? Lantas waktu lalu Jinki bisa menangkapmu? Itu berarti dia memergokimu saat menguntitnya kan? tsk rupanya aku salah” jelas Michan seraya menepuk jidatnya

“Eh? Aku memang onsooni, tetapi bukan sasaeng. Dan saat kejadian Jinki menarikku bahkan aku tidak mengenalinya. Aku..”

“ah arraseo.. arraseo..”  Michan menghela napas sebentar “sebenarnya ini hanya diketahui oleh orang-orang tertentu saja, tapi berhubung kau sudah terlanjur melihat Onew dengan yeoja tadi, akan ku jelaskan”

Jinhya memasang wajah penasaran dan ikut berjongkok di balik tembok bersama Michan.

Yeoja yang tadi itu adalah Shin Minkyun. Aku dengar dia adalah teman dekat Jinki sejak sekolah menengah, beberapa master fansite besar Jinki pun sudah mengetahuinya. Dan kabar terakhir saat dua bulan lalu, aku bertemu dengan sasaeng yang menguntit Jinki! Awalnya aku ingin menghakimi dia karena sudah melewati batas, namun mendengar ceritanya membuatku mengurungkan niat”

“Dia bilang setelah menguntit Jinki selama 3 tahun banyak mendapatkan informasi. Shin Minkyun sahabat yeoja Jinki, mereka sangat dekat. Kau tahu kenapa alasan Jinki dekat dengan Lee Joon?”

Jinhya hanya menggeleng sambil terus memperhatikan cerita Michan.

“Lee Joon adalah sepupu Minkyun, maka dari itu Jinki sangat dekat dengan Joon! Dan.. ketika awal debut.. ternyata Jinki mengikat hubungan dengan Minkyun hiks, aku benar-benar tak percaya ini, bahkan jika kita liat kedekatan mereka tadi, sepertinya mereka masih berpacaran. Jinki tak sepolos yang kita kenal di balik layar, dia.. sudah ada yang memiliki hiks”

Jeda sebentar

“Salah satu sasaeng bahkan ada yang hampir mencelakai Minkyun, mengetahui kalau dia kekasih Jinki. Ada juga yang mengancam pada orangtua Jinki, sampai akhirnya Jinki mengetahui dan marah besar pada sasaeng fans beberapa bulan lalu. Itu mengapa Jinki sempat hiatus dari shinee, dia menyelesaikan beberapa permasalahan. Kami para master mencoba menutupi agar shawols lain tidak mengetahui hal ini, terutama shawols luar”

Jinhya menutup mulutnya. Sulit dipercaya, ia mencoba melihat celah kebohongan dari Michan, tapi mata gadis cantik di sampingnya sama sekali tak menampakan itu. Hanya air mata yang terus mengalir di wajahnya.

“Aku tidak tahu harus bagaimana, aku merasa tak berguna lagi untuk Jinki,” ucap Michan menghapus tangisannya “huft.. Aku benar-benar harus berhenti”

Andwae eonni! Jangan berhenti! Bukankan kau sudah lama mengagumi SHINee dan Onew? Bagaimana kalau onsooni lainnya kecewa karena keputusanmu?” Jinhya mencoba mencegah Michan

Aniyo Jinhya-ssi, hatiku terlalu sakit. Rasa cintaku pada Jinki memang berlebihan, maka dari itu aku sulit menerima Minkyun. Lagipula aku dengar Jinki juga akan berhenti dari SHINee..”

M-mwo?” Jinhya terbelakak lebar, tiba-tiba hatinya serasa ditusuk-tusuk. Onew akan keluar dari shinee? Jinja, apa Michan sedang membual?

“Kau jangan bercanda eonni!” pekik Jinhya tak percaya

Michan menggeleng pelan, dia menatap Jinhya dengan serius “Dia punya beberapa alasan yang aku juga entah tidak tahu kenapa. Jinki pernah mendapati sasaeng yang datang ke rumah orangtuanya, lalu di sana Jinki bilang dia akan berhenti sebagai shinee”

Tenggorokan Jinhya serasa kering. Tak diinginkan juga satu tetes airmatanya mengalir. Ia sungguh tidak ingin Onew mengundurkan diri dari shinee. Aniyo! bahkan semua fans pun akan tidak setuju dengan keputusan Onew. Sudah beberapa kali memang shinee tampil tanpa Onew, apakah Onew benar-benar ingin keluar? Andwae! Itu tidak boleh terjadi. Jinhya ingin shinee tetap berlima untuk selamanya.

“Maafkan aku, karena aku bukan fans yang baik untuk Jinki. Aku akan tetap mendukungnya walau bukan sebagai onsooni lagi” kata Michan sendu

Eonni-ga, jika alasanmu hanya karena Minkyun mungkin perlahan kau bisa merelakan mereka. Bukankah seharusnya kita juga senang jika Jinki bahagia dengan pilihannya? Bagaimanapun kita hanya fansnya dan tidak berhak menghakiminya” ujar Jinhya berusaha membujuk Michan, ia tahu Michan tidak rela dan mungkin beberapa fans jika mengetahui Onew sudah memiliki kekasih pasti tidak rela juga. Tapi Jinhya lebih tidak rela jika Onew keluar dari shinee!

“Justru itu, lebih baik aku meninggalkan Jinki untuk merelakannya bersama Minkyun dari pada egois! Kau tenang saja, aku sudah punya alasan lain sebelum mempublish pernyataanku ini. Fandom move on, yah aku akan memakai alasan itu! Dan satu lagi, aku harap kau tak akan menyebarkan ini kepada siapapun”

Jinhya hanya bisa menatap sendu Michan. Rasanya keputusan Michan sudah bulat untuk meninggalkan diri sebagai onsooni.

****

“Minkyun-a gomawo atas hari ini” Onew tersenyum pada seorang gadis di hadapannya. Kali ini mereka ada di depan apartement shinee.

“Sama-sama Jinki-a, aku senang dengan keputusanmu. Apapun yang terjadi aku yakin kau bisa melewatinya, tak perlu mengkhawatirkanku” ucap gadis bernama Minkyun, dia membalas senyum Onew seraya menepuk-nepuk bahu namja itu

Bibir Onew terkulum lagi, dia menarik tubuh Minkyun dalam pelukannya.

“Terima kasih Minkyun, terima kasih. Kau memang sahabatku yang paling baik”

Minkyun hanya bisa menganggukan kepala, ia tahu benar sahabatnya sedang butuh sandaran. Onew yang dikenal di depan kamera memang berbeda dengan Onew yang Minkyun kenal selama 10 tahun ini. Onew bisa saja memperlihatkan senyuman dengan kesedihan yang ia tutupi, tak banyak orang tahu sisi lain dibalik sangtae Onew.

Setelah setengah menit berlalu Onew melepaskan pelukannya.

“Percayalah semuanya akan baik-baik saja. Jinki-a hwaiting!” seru Minkyun dengan ulasan senyum yang tak pernah lepas dari bibirnya, lalu Onew mengacak-ngacak rambut gadis itu. “kalau begitu aku pulang dulu, annyeong~”

Onew berjalan memasuki gedung apartement setelah Minkyun benar-benar menghilang. Hari ini memang dia baru saja menemui sahabat lamanya, atau lebih tepatnya mantan kekasihnya. Tak banyak yang tahu karena Minkyun bukan teman seprofesi Onew. Hanya member shinee yang mengetahui dan beberapa teman dekat. Sejak 2008 Onew berpacaran dengan Minkyun, namun keduanya memutuskan untuk menjadi sahabat saja saat 2010 tepat saat Onew menciptakan lagu ‘Your Name’ untuk album kedua shinee. Tidak ada yang salah dengan hubungan mereka, hanya saja Onew berpikir ia jarang mempunyai waktu untuk Minkyun. Semakin hari semakin diperhatikan bahwa perasaan sayangnya pada Minkyun adalah hanya perasaan sayang sahabat, begitu pula Minkyung berpikir sama.

Minkyun sangat tahu benar Onew, dan dia bisa mengerti Onew layak adik pada kakaknya. Kesalahpahaman beberapa fans sempat membuatnya terusik. Apalagi sampai ada sesaeng yang mengancam orang tua Onew, mengancam bahwa orangtua Onew tidak berhak merestui Minkyun. Onew tak habis pikir, bagaimana bisa mereka tahu hubungannya dengan Minkyun? Lagipula tanggapan mereka salah besar yang mengira bahwa Onew dan Minkyun masih berpacaran. Dia hanya bersahabat dengan gadis itu. Apakah salah seorang artis dekat dengan lawan jenis? Apakah harus selalu fans terikat dengan idolanya? Oh ayolah, idol juga butuh privasi.

TING

Lift terbuka, Onew masuk ke dalam lift. Tak ada orang, dia menekan tombol angka pada benda bergerak itu.

8

Pikiran Onew masih bergelut. Teringang-ngiang ucapan-ucapan Minkyun serta orang tuanya, serta penggemarnya yang selalu mendukungnya. Ia sedikit gugup untuk kembali, walau itu sudah dilakukannya sejak dua hari lalu tapi tetap saja perasaan canggung masih hinggap. Hampir empat tahun sudah bersama, berjuang, membimbing adik-adiknya, berkarya, membuat penggemar tersenyum, bukankah itu yang Onew inginkan sejak dulu? Jadi untuk apa mengakhiri secara cuma-cuma?

TING

Lift berbunyi lagi, Onew melangkah menuju apartement bernomor 527. Ia menekan password pada pintu apartement itu. Setelah terbuka, Onew berjalan masuk ke dalam. Ia sempat menghela napas, ragu.

Ketika melewati ruang tengah ia berpapasan dengan Jonghyun. Main vocal shinee itu tampak menatap Onew sekilas lalu kemudian membuang muka acuh. Sepertinya Jonghyun masih marah dengan kejadian sebulan lalu, pikir Onew.

Ketika melirik ke ruang tivi, Onew melihat Key yang sedang berbaring malas. Tak heran, hari ini jadwal shinee kosong sebelum akhirnya 4 minggu lagi akan comeback dengan mini album baru.

Onew berjalan lagi menuju kamarnya dan saat itu terlihat Taemin dari arah dapur sedang membuka kulkas mengambil banana milk.

“O’ hyung? Kau sudah pulang?” tanya sang maknae

Onew menoleh lalu hanya mengangguk dan tersenyum tipis pada Taemin, lalu masuk ke kamarnya.

“Huft…” direbahkannya tubuh itu pada tempat tidur empuk. Onew menatap langit-langit, semua member ada di dorm, yang tak terlihat Minho. Bisa dipastikan namja jangkung itu memanfaatkan waktu kosongnya untuk tidur.

Onew kembali berpikir, sekilas terlintas bayangan Jonghyun menghinggapinya. Ia tahu, diantara empat member Jonghyun lah yang paling merasa kecewa atas Onew. Onew bahkan berpikir kalau Jonghyun sudah membenci dirinya. Sakit memang rasanya, apalagi mengingat Jonghyun adalah member yang paling perhatian, menghormati Onew sebagai kakak tertua. Sayangnya Onew sudah terlanjur membuatnya kecewa atas kejadian sebulan lalu, saat Onew mengeluarkan keputusan bodohnya.

“Aku akan berhenti,” Onew terduduk lemas bersender pada dinding kaca ruang latihan. Peluh mengucur dari dahinya, hari ini baru saja usai latihan koreo untuk persiapan comeback yang akan dilaksanakan akhir maret nanti.

Mwo?” ucapan bingung Minho mewakili ketiga member lainnya. Mereka menatap Onew dengan beberapa tanda tanya di pikiran masing-masing.

“Aku berhenti, aku.. memutuskan untuk keluar dari shinee”

Jonghyun, Key, Minho, dan Taemin terbelakak mendengar ucapan Onew. Tak mengerti apa yang sedang diucapkan sang leader.

“Apa kau sedang bergurau? Jinja sangtae!” ujar Key yang seakan tak percaya.

Onew tidak membalas tatapan adik-adiknya, ia hanya tersenyum kecut sambil menatap lurus dengan pandangan kosong.

“Aku sudah tidak pantas lagi menjadi shinee, kalian berempat akan lebih baik tanpa aku” Onew berucap dengan suara berat. Suasana di ruang latihan itu tampak sepi, hanya ada anggota shinee. Pelatih koreo serta backdancer tidak sedang ada di sana. “aku tak berguna, shinee bisa lebih baik jika Jonghyun yang memimpin, bukan aku”

Merasa disebutkan Jonghyun menatap tajam Onew. Bagaimana bisa Onew berkata seperti itu? Padahal ia kagum kerja keras Onew selama 4 tahun belakangan ini.

Onew berdiri hendak meninggalkan ruangan itu, namun Jonghyun menahannya. Jonghyun berjalan mendekati Onew, rahangnya mengeras. Entah mengapa seperti dia emosi dalam keadaan ini.

“Lee Jinki, jangan bertindak bodoh! jika kau ada masalah seharusnya kau berbagi pada kita, kau menganggap member apa hah? Kita ini sudah berteman selama 6tahun, apakah kau masih tidak mempercayai kita?!” Jonghyun mencengram kedua bahu Onew

Mata sipit itu menatap balik Jonghyun, ia melepaskan tangan Jonghyun di bahunya. “Keputusanku sudah bulat Jonghyun-a. Kau bisa menggantikan ku”

DUG

Hyung..” seruan Minho, Key, Taemin keluar bersamaan ketika Jonghyun mencengkram baju tak berkerah milik Onew dan mendorongnya ke tembok. Jonghyun semakin geram mendengar ucapan Onew.

Mianhae,” ucap Onew, tapi Jonghyun masih tak melepaskan cengkramannya. “aku sudah gagal membimbing kalian, aku bahkan tidak bisa menjadi leader yang baik, aku tahu aku diangkat menjadi leader hanya karena umurku yang tertua. Aku sering melakukan kesalahan dan menimbulkan masalah”

Onew menarik napas, ia yakin keputasannya ini tak salah. Keadaan semakin buruk jika ia tetap bertahan. Ini sudah ia rasakan sejak akhir tahun lalu. Banyak mendapatkan beberapa masalah serta teguran. Dia bahkan pernah mengecewakan fansnya dengan kesalahan fatalnya, membentak fans dengan emosi tak terkendali karena fans tersebut telah mengancam orang tua Onew. Membuat sahabatnya Minkyun terlibat karena dirinya, membuat member hanya tampil berempat karena Onew hiatus untuk menyelesaikan permasalahnya. Bukan kah itu termasuk membebani orang sekitar? Ah ya, ditambah lagi Onew bukan member terbaik. Wajar jika ia sering ditegur, Onew yang ceroboh saat di panggung, Onew tidak bisa menjadi juru bicara yang baik, onew yang sangtaenya semakin garing. Alasan itu cukup rasanya untuk Onew mengundurkan diri.

“Apa kau sudah gila hyung?! Apa kau tak mengingat perjuangan kita? Apa kau tak mengingat ribuan bahkan jutaan shawol yang sudah mendukung kita sejak debut? Kau mau menghancurkan mereka hah? Kau pengecut hyung!” Jonghyun melepaskan cengkramannya membuat Onew jatuh terkulai, kemudian Jonghyun berlalu meninggalkan Key, Minho, dan Taemin yang sedari tadi bungkam hanya menyaksikan.

“Sebaiknya kau pikirkan lagi keputusanmu hyung” ujar Key yang akhirnya berjalan keluar diikuti Minho dan Taemin.

Kini keadaan hening, hanya Onew yang tertinggal. Perkataan Jonghyun sempat membuat hatinya mencelos. Suara-suara riuh serta teriakan shawol tiba-tiba menggentayangi otaknya. Apakah ia harus benar-benar keluar lalu membuat shawol kecewa?

“Onew hyung, makan malam sudah siap. Ada kiriman ayam dari tetangga baru” pintu kamar terbuka, panggilan Minho membuyarkan lamunan Onew. Ia bergegas bangun dari baringannya.

Sebelum Onew beranjak dari kamar, ia mengulaskan senyuman. Ternyata member masih peduli walaupun Onew sudah membuatnya kecewa. Tak sia-sia keputusannya untuk kembali pada shinee dua hari lalu. Ia tahu Jonghyun masih kecewa dan ini membuat situasi keduanya menjadi awkward, tapi dibalik itu Jonghyun senang atas keputusan akhir Onew. Mungkin perlahan keadaan akan kembali seperti semula. Onew juga tidak ingin membuat shinee world hancur hanya karena tindakan bodohnya. Ia berjanji untuk membuat semuanya bahagia karena dirinya.

****

Jinhya berjalan menuju apartement barunya. Hari sudah malam, ia tadi sempat tersesat setelah membuntuti Onew serta bertemu dengan salah satu master fansite besar Onew. Pikirannya masih dipenuhi tanda tanya, apalagi kalau bukan Onew. Bahkan mata Jinhya sudah sembab karena terlalu lama menangis di bus dalam perjalanan. Ia sangat tak rela mengetahui kalau Onew akan keluar dari shinee.

CLEEK

Pintu apartement Jinhya terbuka bahkan sebelum ia menekan password. Terlihat seorang anak laki-laki menatap Jinhya dengan heran. Jinhya mengabaikan adiknya dan langsung masuk ke dalam apartement nya.

Aigoo, Jinhya-a. Darimana saja kau? Bukankah daftar ulang sudah selesai sejak siang tadi?” tanya umma Jinhya, ia menghampiri anaknya yang berjalan lemas tanpa semangat

“Paling dia lupa kembali jalan pulang umma” celetuk Jino, adik Jinhya. Jinhya yang mendengar itu hanya acuh, ia sedang malas meladeni adiknya yang bawel itu.

“Tadi aku pergi bersama Haerin dulu umma” jawab Jinhya berbohong

“Huumm. Eoh? Matamu kenapa? Apa kau baik-baik saja chagi?” umma Jinhya memegang kening anaknya, tiba-tiba khawatir melihat Jinhya yang tak seperti biasa.

Gwaenchana, umma” kata Jinhya sambil tersenyum malas. Ummanya memang kadang berlebihan, Jinhya bahkan masih terus diperhatikan seperti anak kecil. Termasuk hari pertama di apartement barunya, semuanya diatur oleh umma.

Umma, hoaaam.. nuna sudah pulang. Lebih baik kita pulang” seru Jino sambil mengucek matanya yang mengantuk

“Yaa, ini hari pertama kakak mu tinggal di sini! Kita menginap sampai kakakmu masuk kuliah. Umma akan mempersiapkan untuk keperluan pertama Jinhya masuk universitas, termasuk bekal-bekal makanan sehat, arra?”

Jinhya mendesah melihat sikap ummanya yang terlalu protective, bukankah Jinhya pindah untuk belajar mandiri? Lalu kenapa ummanya juga ikut tinggal di sini “Umma, aku baik-baik saja. Lagipula bukankah Jino besok sekolah? Jebal.. aku bisa sendiri umma

Aish, anak ini. Yasudah, jika ada apa-apa cepat hubungi umma!” titah umma Jinhya

Arraseo

Jinhya merebahkan dirinya di sofa ruang tivi. Cukup lelah untuk hari ini, padahal hanya daftar ulang saja. Ah ya, yang membuatnya lelah berlari-larian mengejar Onew saat menguntit.

TING TONG

Bel berbunyi, dengan terpaksa Jinhya bangun untuk membukakan pintu. ‘Aish, siapa sih? Baru saja aku ingin istirahat’ gerutunya dalam hati

Umma dan Jino terlihat di balik pintu apartement “Jinhya-a, umma sudah membuatkan ayam goreng di lemari dapur. Kau jangan telat makan, arraseo?”

Aigoo, umma aku bukan anak kecil -_-” keluh Jinhya

Ya!! Kau ini kan pelupa, bahkan untuk makan sekalipun, nanti kalau kau sakit bagaimana? Di sini tidak ada yang mengurusi” celoteh umma Jinhya

Arra, Arra, umma. Aku ingat semua pesan umma

“Baiklah kalau begitu, umma dan Jino pulang dulu”

Jinhya menutup pintu setelah umma dan adiknya berlalu, namun baru beberapa langkah Jinhya berjalan, suara bel terdengar lagi. Jinhya memutarkan bola mata, dengan terpaksa ia melangkah berbalik. Ia yakin itu ummanya kembali untuk berceloteh lagi. Dengan malas Jinhya memutar kenop pintu.

Annyeonghaseyo, aku ingin mengembalikan mangkuk. Gamsahamnida ahjumma, ayamnya enak, kami semua suka! Eoh?”  seorang namja dengan perawakan sedang berbungkuk di depan Jinhya. Tapi saat ia kembali tegak, namja itu terbengong melihat seorang gadis di depannya sedang terpaku sambil menganga lebar. Bukankah penghuni apartement baru ini adalah seorang ahjumma? Pikir namja itu

Jinhya terlonjak, namja berkaos singlet hitam yang memperlihatkan otot kekarnya itu membuat Jinhya kaget setengah mati. Namja di depannya kenapa mirip sekali main vokal shinee? Mata puppy itu seperti punya Jonghyun! Seharian ini memang Jinhya memikirkan shinee. Astaga, apa mungkin Jinhya sedang berkhayal?

“Kim.. Jonghyun..” guman Jinhya tanpa sadar

“Ah ne, Kim Jonghyun imnida. Kau pasti putri Choi ahjumma? Terima kasih atas pemberiannya, bangapseumnida” ucap namja itu semakin membuat Jinhya melebarkan matanya.

Dalam beberapa detik Jinhya merasa pandangannya memudar, ia melihat wajah Jonghyun menjadi blur, kemudian semuanya gelap, dan Jinhya pingsan..

Yaaaaaggashi!!”

——————————————END————————————

Bweheheehee~ Itulah yang ada dipikiranku selama Onew hiatus. Aku sempet diskusi(?) sama beberapa onsooni pas onew ngilang ditelan bumi -_- aku kira dia mau keluar dari shinee >////< abis hiatusnya kelamaan TT____TT ceritanya aku mau bikin story never end alias chronicles tentang Jinhya dan SHINee. Oyia nama fansite onew di atas sengaja diganti, dan Shin Minkyun, ada yang tahu dia siapa???

Baiklah yang udah baca, silakan komen~~~ ^^

42 thoughts on “[FF/ONESHOT] What Happens During Onew Hiatus??

  1. jinhyaaaaaa~ssi…
    waeyooo… kenapaa tiap ketemu SHINee selalu pingsan?? aigooo #tepok jidat… ckckckckck

    tapi bener deh emg pas onew sempet hiatus itu.. bikin aku khawatir, ada kbr kalo Onew sakit… T^T

    aku masih penasaran sama sasaeng yg namanya Minhkyun ini.. hahahahha.. gimana ceritanya dia bisa kenal Jinhya?😄 asliii.. dia peramal kali yah???

    fiiuuuuhhh… syukur deh kalo adiknya Lee joon ini udah gak pacaran sama Onew lagi.. :*
    aku harap.. onew gak bener2 ngerasa minder sama dirinya sendiri… andweee.. gak bisa bayangin SHINee tanpa onew.. SHINee ya memang harus ada Onew, key, Jonghyun, minho, n taemin…

  2. kocaaaaakkkkkkkkkkk..ngakaaaakkk abiz deh pkok’a…wkwkkwkkwkw
    annyeong..im new reader..riezka imnida 90lines jd aq satu line sm key n jjong..hmm..bner gak??*sotoy*

  3. thya ssi~ ak sengaja ngubek2 list ffmu di ffindo, eng ing eng nemu chicken music box, trus bingung nyari sequelnya, eh nemu di my juliette 4, dan ini apa kenapa pingsan mulu -_-
    ak bener2 lupa moment shinee tanpa onew, trus mikir keinget kata2 temen kalo pas it SM ngumumin onew sakit, tp ada kabar dari sasaeng kalo onew pulang ke rumah gara2 ga terima sama keputusan SM, mian ga bisa kasih tau itu apa kita liat aja ntar apa yg bakal terjadi.
    nah yg ak mau tanya ini ada sequel lg kah?

  4. Sy sangat tau klo ini hanya ff g nyata..tp koq nyesek yaa huks apalgi dg kejadian akhir2 ini..aigo😦
    Dan endingnya, INI KENAPA HARUS PINGSAN LAGI SIHH? -_- *capslock jebol keinjek comme des😄
    Uhhh masih gantung ahhh~ knp hrs ada kata END disitu? knp g TBC aja biar ada lanjutannya? buat sequelnya lg dong! *ni reader banyak bgt maunya -_-

  5. Sy sangat tau klo ini hanya ff g nyata..tp koq nyesek yaa huks apalgi dg kejadian akhir2 ini..aigo😦
    Dan endingnya, INI KENAPA HARUS PINGSAN LAGI SIHH? -_- *capslock jebol keinjek comme des😄
    Uhhh masih gantung ahhh~ knp hrs ada kata END disitu? knp g TBC aja biar ada lanjutannya? buat sequelnya lg dong! *ni reader banyak bgt maunya -_-
    Overall ini seru..trus berkarya yaa!!^^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s