[FF/ONESHOT] A Letter for Taemin’s Future Wife

A Letter for Taemin’s Future Wife

Author : @LIDERONYU

Cast :   –     Lee Taemin

–          Park Hyojin

–          Park Kyungjin

Genre : Life, angst, romance

Rating : G

Length : 7.768 words

Disclaimer : Lee Taemin  is not mine, Park Hyojin salah satu nama ulzzang, dan Park Kyungjin nama Korea milik blog sebelah (pinjem namanya bentar ya /plaak). dan PLOT INI MILIK SAYA ASLI!! selanjutnya baca A.N di ending cerita. Happy reading^^

Author POV

 

April, 2022

Sore itu langit tampak gelap, namun rintikan air hujan masih belum membasahi bumi. Seorang pria dan wanita berjalan menapaki rerumputan menuju sebuah kumpulan batu nisan yang berjajar memadati tempat yang disebut pemakaman itu. Wanita berparas anggun dengan coat putih yang melapisi tubuhnya berjongkok pada salah satu batu nisan yang terukirkan sebuah nama dengan aksara hangul. Pria di sampingnya mengikuti gerak yang dilakukan oleh wanita itu. Ia menaruh sebuah karangan bunga pada makam di hadapannya.

Dua pasang tangan menautkan jemarinya seraya memejamkan mata, sebuah doa dipanjatkan oleh dua manusia di depan batu nisan itu. Beberapa menit berlalu, wanita itu dengan perlahan membukakan mata coklatnya. Ia tersenyum sendu, kemudian tangannya menggapai benda padat hitam yang berdiri kokoh selama  10 tahun.

“Jinnie-ah..” gumanan yang nyaris tak terdengar keluar dari wanita itu. Memori berputar mengingat kejadian masa lalu yang tak pernah dilupakannya.

March, 2011

“Kyungjin-ah..”

Panggilan itu terdengar jelas oleh telinga seorang gadis yang sedang berkutat dengan buku berjilidkan “The Mozart Effect” kesayangannya. Gadis itu menoleh sekejap, ia mendapati seorang gadis yang serupa dengannya kian berlari menuju ke arahnya.

“Hoosshh.. hoosshh…” deruan napas lelah keluar dari gadis yang memanggil tersebut. Ia tampaknya berlari sangat cepat hingga terlihat keringat yang mengucur dari peluhnya. Gadis itu tersenyum, menyamakan posisinya dengan gadis yang tadi sibuk membaca buku tentang musik klasik itu.

Sementara gadis yang diberikan senyuman itu mengkerutkan kening, ia tahu pasti ada sesuatu yang ingin disampaikan oleh gadis di hadapannya ini.

Waeyo?” gadis itu bertanya, ia menutup halaman buku itu, kemudian memfokuskan pandangannya pada seseorang yang bisa dibilang saudara sedarahnya.

Yang ditanya bukannya menjawab tapi ia menggenggam tangan gadis penyuka Mozart itu. Dia tersenyum bahagia, sedangkan yang satunya hanya diam. Kini keduanya berhadapan, mereka nyaris miris bagaikan bercermin satu sama lain. Hanya saja salah satu diantara mereka memakai benda padat bening berbentuk persegi yang bertengger di wajahnya.

“Dia..” gadis itu semakin mempererat genggamannya pada saudara kembarnya itu “dia akan pindah ke sekolah kita Kyungjin!!” serunya girang, pancaran kebahagiaan terukir jelas di wajah gadis cantik tanpa kacamata itu. Kyungjin-saudara kembarnya, gadis penyuka Mozart itu hanya ikut tersenyum meski ia tak tahu jelas apa yang dimaksud oleh gadis manis di hadapannya, tapi ia yakin bahwa hal itu tak jauh mengenai lelaki yang dipujanya.

Mwoya?” hanya kalimat itu yang Kyungjin bisa keluarkan untuk meminta penjelasan dari saudara kembarnya.

“Aku tahu kabar itu dari Gyeongsik oppa, ah sungguh serasa mimpi!” seru gadis itu, perlahan ia melepaskan genggaman tangannya lalu menggantikanya sebagai penompang dagu.

“Hyojin-ah, apa yang terjadi?” Kyungjin bersuara lagi melihat tingkah aneh saudara kembarnya. Hyojin, gadis yang terlihat bahagia itu kembali menatap saudara kembarnya dengan senyuman yang tak lepas dari wajahnya.

“Lee Taemin, akan mutasi ke sekolah kita! Aaaaaaa what a good news! Dengan begitu aku tak perlu mengintainya lagi ke Chungdam” Hyojin bercerita dengan semangat, sedangkan Kyungjin sebenarnya tak berminat mendengar itu. Kerap kali ia sudah bosan mendengar cerita Lee Taemin dari Hyojin. Ia tahu saudara kembarnya itu sangat mengagumi lelaki yang menyandang gelar artis, yang namanya sudah dikenal banyak orang. Lee Taemin, salah satu member dari boyband terkenal yang sudah ada sejak 2008, SHINee.

Hyojin menggilai Lee Taemin sejak awal debut, sekitar tiga tahun silam. Sejak itu Hyojin selalu mengorbankan apapun untuk SHINee terutama Taemin. Seperti pada umumnya fangirl, ia menghabiskan seluruh uangnya hanya untuk membeli barang-barang berbau Taemin, ia rela menyita waktu liburannya untuk mencari keberadaan Taemin atau mencari informasi semua tentang Taemin. Segalanya ia lakukan hanya untuk Lee Taemin seorang.

Berbeda dengan Kyungjin, saudara kembar dari Park Hyojin itu. Meski mereka berparas serupa namun sifat keduanya berlawanan. Hyojin yang terkenal aktif dan modis, sering menghabiskan seluruh waktunya untuk Taemin, sedangkan Kyungjin lebih memilih untuk berkutat pada buku-buku tebal berbau klasik, ia termasuk gadis pendiam yang tidak terlalu peduli tentang modernisasi. Namun hubungan keduanya baik, mereka hidup layak karena orang tua mereka termasuk salah satu pengusaha terkenal di Korea Selatan. Tidak heran jika kedua anak itu dapat memenuhi semua yang mereka inginkan.

Geurae, aku akan sangat senang jika Taemin masih mengingatku” mau tak mau Kyungjin ikut tersenyum pada saudaranya, selama itu masih dalam batas normal ia senang melihat kakaknya yang bahagia.

****

Kajja! Aku akan mengajakmu keliling sekolah ini!”

Nde?”

Hyojin menarik paksa lengan Taemin dengan semangat. Hari ini adalah hari pertama Taemin masuk sekolah barunya. Jadwal SHINee yang padat membuatnya harus bermutasi ke sekolah yang bisa menerima absen muridnya lebih dari 3 selama seminggu. Baru-baru ini SHINee mengadakan debut di Jepang, oleh karena itu manajemen memilih Seoul-Art High School sebagai perpindahan Taemin. Mereka tahu bahwa sekolah itu mengijinkan muridnya untuk tidak menghadiri kelas jika alasannya adalah tentang kesibukan profesi. Sebagai artis yang dibimbing oleh suatu manajemen, Taemin hanya bisa pasrah jika dirinya harus berganti sekolah dari tempat lamanya yaitu Chungdam High School. Seoul-Art High School merupakan sekolah yang akan menghasilnya lulusan muridnya dengan gelar entertainer, musisi dan semacamnya.

“YA! Nuguya?” Taemin berusaha melepaskan tangannya dari genggaman gadis yang menariknya secara tiba-tiba. Gadis itu menghentikan langkahnya membuat Taemin ikut pula berhenti.

Hyojin memamerkan sederetan gigi putihnya, kemudian ia menunjukan benda persegi panjang dengan bertuliskan nama dirinya, yang menghiasi seragam sekolah di bagian kanan dadanya.

“Park- Hyo-Jin” Taemin mengeja name tag gadis di hadapanya, ia mengkerutkan kening, untuk apa gadis ini memamerkan namanya? Ah, atau mungkin gadis ini adalah fansnya?

“Kau tak mengingatku?” Hyojin berpura-pura kecewa, gadis itu mengkerucutkan bibir mungilnya. Taemin tak bereaksi, ia berpikir apa sebelumnya ia pernah bertemu dengan gadis ini? Terlalu banyak gadis yang ia temui selama menjadi orang terkenal. Banyak penggemar yang mengaguminya membuatnya tak mengingat wajah mereka satu per satu.

Taemin menyilangkan kedua tangannya menghadap ke arah gadis itu. Ini hari pertama yang seharusnya ia masuk kelas, sebab jarang-jarang ia bisa masuk sekolah dikarenakan jadwalnya yang sangat padat, tapi gadis ini malah seenak kemauannya menarik lengan Taemin untuk mengajak berkeliling.

“Ya, apa kau mau menculikku?” gurauan Taemin sukses membuat gadis di hadapannya menepuk jidat.

Aigoo.. kenapa bias-ku seperti ini” desis gadis itu membuat Taemin membulatkan matanya. Benar saja, ternyata gadis ini adalah fansnya.

“Kau.. fans ku?” dengan percaya diri taemin bertanya.

“Taemin-ah, ingatanmu buruk. Aku ini Park Hyojin! Kau pernah membawaku ke dorm-mu saat Desember lalu” jelas Hyojin seraya menggerak-gerakan lengan Taemin.

Kali ini Taemin membuka beberapa senti mulutnya, ia cukup tercengang bisa bertemu gadis ini lagi, bahkan sekarang satu sekolah dengannya. Well, kini Taemin mengingat bahwa gadis ini yang pernah ditemuinya di dorm SHINee pada Desember tahun lalu. Ia tahu saat itu ia dan Kai, salah satu member EXO yang waktu itu belum debut, tengah berjalan-jalan disekitar kantor SM. Memang banyak mata mengarah pada mereka, apalagi Taemin yang menggunakan masker membuat mereka yang melihatnya memprediksi bahwa ada seorang artis tengah berkeliling jalanan umum. Tak terkecuali Park Hyojin, dikenal sebagai fans yang sangat fanatik tidak mau ketinggalan sedikitpun berita dari Taemin. Beruntungnya saat itu ia bisa menangkap orang bermasker tersebut adalah Taemin. Hanya dengan melihat lekuk badannya serta rambut pirang yang keluar sedikit dari topi sulam, ia yakin sekali bahwa itu adalah Lee Taemin.

Taemin kini ingat jelas dengan kejadian itu. Bagaimana tidak, Hyojin ialah satu-satunya fans yang pernah ia bawa ke dorm-nya saat tengah malam itu. Ia tak menyangka ada seorang gadis yang menguntitnya sampai dorm bahkan ditengah salju turun saat senja tiba. Ketika itu Taemin dan Kai menyadari bahwa ada beberapa yang mengikuti mereka. Tapi Taemin tak mengira sampai sejauh itu, ada seorang gadis berbalutkan cardigan coklat tengah membidiknya ketika ia sedang menikmati coklat hangat di dekat jendela dorm yang mengarah keluar. Saat itu pula Taemin menangkap orang itu, kemudian ia langsung beranjak keluar dorm.

“Sedang apa kau disitu?”

Hyojin yang sedang asik bersembunyi dibalik pohon seketika tersentak kaget melihat sosok Taemin yang tiba-tiba ada dibelakangnya. Ia menyembunyikan kamera SLR-nya kebelakang punggung.

“Kau paparazzi? Atau,, sesaeng?” Taemin mengguncangkan lengan gadis itu, Hyojin menggeleng cepat dengan raut wajah yang sedikit ketakutan. Sedetik kemudian gadis bermata coklat itu terduduk lemas di hadapan Taemin membuat lelaki itu kaget dan cemas.

“Yaa! Yaa!!” Taemin menepuk kedua pipi gadis itu yang sekarang sudah memerah karena kedinginan. Dilihatnya kesekeliling yang tak ada satupun orang berlalu-lalang. Matahari sudah mulai meninggalkan bumi, sementara salju semakin banyak turun pada hari itu. Gadis itu tak bergeming dan matanya tertutup. Taemin tidak bisa berpikir lagi selain membawanya ke dorm. Tanpa babibu ia menggendong gadis itu menuju sebuah bangunan tempat ia singgah bersama empat hyung lainnya.

“Kau.. membuntutiku lagi?” terka Taemin, ia menunjuk Hyojin, gadis bermata coklat yang kini malah mendesah. Hyojin menangkap telunjuk Taemin yang mengarah padanya, gadis itu menggeleng-gelengkan kepalanya seraya berdecak.

Well, aku senang kau bisa mengingatku. Tapi aku tidak membuntutimu Taemin, ini sekolahku!” serunya dengan nada menggemaskan, sedetik kemudian ia memeluk lelaki bertubuh tinggi kurus yang ada di hadapannya “kita jodoh Lee Taemin,” guman gadis itu yang membuat Taemin tidak bisa berkutik saking bingungnya.

*****

Ini adalah minggu kedua dan hari ketiga saat Taemin memasuki sekolah barunya. Minggu lalu ia hanya sempat masuk dua hari karena tuntutan profesi. Sejujurnya Taemin ingin menghabiskan banyak waktu di sekolah. Karena tahun ini adalah tahun terakhir ia akan meninggalkan Senior High School. Namun lagi-lagi karena profesinya itu ia tidak bisa sesering mungkin masuk sekolah.

Taemin berjalan menuju kelasnya yang berada pada lantai dua. Meskipun lelah karena subuh tadi ia baru tiba dari Jepang, namun ia tetap harus melaksanakan kewajibannya sebagai pelajar. Ia mengetuk tengkuknya yang sedikit terasa pegal sebelum memasuki kelas. Saat tiba di mejanya, ia menemukan beberapa bingkisan yang kemungkinan besar adalah hadiah dari fansnya. Itu terlihat biasa, bahkan saat ia masih berada di Chungdam pun hal sama seperti ini sudah terjadi.

Beberapa dari itu ia masukan ke dalam tasnya. Ia sangat menghargai apapun pemberian fansnya. Taemin membuka satu dari itu yang terlihat seperti kotak makan. Dan benar saja, saat ia membuka ada nasi goreng yang ditata dengan cantik membentuk sebuah wajah. Secarik kertas pink terselip diatas nasi itu. Taemin mengambil kertas itu lalu membacanya.

‘Sudah ku pastikan hari ini jadwal SHINee kosong, dan kau akan masuk sekolah. Maka dari itu aku membuatkanmu ini. Kau pasti lapar setelah bekerja keras selama di Jepang. Makanlah yang banyak. Saranghaeyo❤ ~Park Hyojin~’

“Hhh..” Taemin tertawa kecil memandangi hadiah di hadapannya. Bagaimana bisa ia membuka acak dan ini pemberian dari Hyojin, fans fanatiknya yang selalu ingin mencari perhatian pada dirinya. Fans memang aneh, mereka bahkan seperti peramal yang selalu tahu dimana keberadaan idolanya.

Lima belas menit lagi pelajaran pertama akan dimulai. Masih ada waktu untuk menghabiskan nasi goreng pemberian Hyojin. Taemin memakannya dengan lahap karena secara kebetulan tadi pagi Taemin tak sempat sarapan. Ia beruntung memiliki orang-orang yang baik di sekitarnya.

*****

KLIK..

Taemin menutup matanya ketika beberapa blitz kamera menyilaukan alat indera penglihatannya. Bukan, itu bukan paparazzi. Mereka hanyalah segerombolan teman sekolah Taemin, atau lebih tepatnya disebut fans. Bagaimanapun Taemin adalah artis terkenal, kesempatan ini tidak dilewati begitu saja untuk beberapa orang yang ingin mengambil gambar ketampanan seorang Lee Taemin.

Pria jangkung kurus itu terus berjalan melewati beberapa orang yang kebanyakan adalah para gadis dengan kamera masing-masing di tangan mereka. Cukup risih dengan itu, namun Taemin tidak bisa berbuat apa-apa selain menundukan wajah. Gyeongsik sang manajer tidak melindunginya, tentu saja itu karena dia tidak ada disini – di sekolah Taemin. Bukannya sombong Taemin tak menatap balik para fansnya, tapi karena dia juga butuh privasi dan tak seharusnya beberapa diantara mereka mengambil gambar dirinya lalu menyebarkanya ke internet. Itu bukan suatu hal yang menyenangkan, sepintas Taemin berpikir ia juga ingin hidup biasa seperti siswa sekolah lainnya. Namun kembali pada kenyataan bahwa dirinya tak mampu menghindari fakta.

YA!! STOP!”

Tiba-tiba saja seorang gadis merentangkan tangannya di depan Taemin menghadap ke arah pada paparazzi gadungan itu. Dan entah mengapa semua dari mereka menghentikan aktivitasnya – mengambil gambar Taemin. Gadis itu menatap satu-satu makhluk berseragam sama seperti dirinya lalu berkata dengan lantang.

“Tidak bisakah kalian memberi sedikit kebebasan pada Taemin?”  semua membisu lalu satu persatu mereka pergi dari tempat itu. Gadis itu berbalik menghadap ke arah Taemin dan tersenyum.

Taemin menatapnya, gadis ini lagi, gumannya dalam hati. Ia mengangkat sudut bibirnya sekilas lalu melanjutkan langkahnya yang sempat tertunda menuju pintu keluar sekolah.  Gadis yang tadi, hanya menggembungkan pipinya, lalu berlari kecil ke arah Taemin mensejajarkan langkahnya dengan lelaki idolanya itu.

Yaa~ kau tidak mengucapkan sepatah kata pun untukku huh?” rujuk gadis itu. Taemin berhenti sejenak lalu mengangkat satu alisnya keatas. Apa yang harus dia katakan untuk gadis itu? Gadis itu kan hanya mengembalikan hak Taemin untuk bebas di sekolah ini.

“Aku harus segera pulang” ucapnya acuh lalu meninggalkan gadis yang sudah menolongnya dari keramaian tadi.

Aigoo, uri Taeminie sudah dewasa dan suka menjaga image sekarang” gadis itu tak menyerah, malah sekarang ia yang terus mengikuti Taemin. Dua kuncir kudanya bergoyang saat ia berjalan mundur berhadapan dengan Taemin. Matanya asik menatap laki-laki tampan itu. Ia tidak pernah bosan untuk memandangnya. Bahkan sampai gerbang sekolah pun gadis itu masih sama dengan aktivitasnya sedari tadi.

“Huft..” Taemin meniup udara kosong di depannya “Hyojin-ah, kau akan mengikutiku sampai rumah?”

Gadis itu tersentak namun kemudian ia tersenyum lebar seperti biasa. Yeah, kebiasaan yang selalu ia tunjukan pada Taemin. Dan Taemin tidak memungkiri, kalo fansnya yang satu itu lumayan cute. “Eoh? Ku masih mengingatku? Ah, tenang saja aku juga akan pulang hehehe” timpalnya diiringi kekehan. “enngg.. kau akan pulang ke rumahmu? Ah maksudku, bukan kah hari ini ada jadwal latihan di SM?”

Well, mungkin Hyojin sudah melihat jadwal shinee untuk hari ini, maka dari itu ia tahu. Taemin menyipitkan mata ke arah gadis itu. Ia memang risih dengan segerombolan orang yang menggambil gambarnya, tapi malah penggantinya gadis ini yang selalu mengikuti Taemin. Namun Taemin tidak bisa menyalahkan karena Hyojin hanya seorang stalker yang tidak sembunyi-sembunyi(?) dan setidaknya bersikap baik.

“A-aa.. mianhae, kalo begitu ini untukmu!”  Hyojin mengambil satu botol banana milk dari tasnya sebelum akhirnya ia berikan kepada Taemin. Taemin mengerjapkan matanya ke arah banana milk yang ada di tangannya sekarang, lalu beralih pada si pemberi yang kini sudah berlari menjauh sambil melambaikan tangan ke arahnya sebelum kemudian ia mendengar samar-samar kata ‘annyeong’ dari mulut gadis itu.

*****

Sudah hampir tiga puluh menit Taemin menunggu jemputan, namun manajernya belum juga datang. Kedua kaki Taemin melangkah mondar-mandir di depan gerbang sekolah. Ia cukup bosan karena menunggu. Beberapa menit yang lalu Taemin sudah menghubungi manajernya, Gyeongsik bilang ia sedang berada di jalan menuju sekolah Taemin. Sebenarnya bisa saja Taemin pulang sendiri dengan taksi atau bus, namun para hyung dan manajer menyuruhnya agar lebih baik ia dijemput saja, dan Taemin pun hanya bisa menurut.

Aish..” Taemin mendengus sambil menendang batu kecil yang ada di bawahnya.  Ia kembali melihat lagi jam tangannya, waktu sudah menunjukan 17.00 seharusnya ini adalah jadwal latihan koreo bersama member lain. Sekolah memang sudah terlihat sepi, namun ada beberapa diantaranya yang masih sibuk praktek di dalam gedung aula sekolah. “huft..” Taemin membuang napas berat. Seketika matanya menangkap sosok gadis yang terlihat sedang bermain dengan seekor kucing di sebrang jalan.

Entah kenapa indera penglihatanya tertarik untuk terus memperhatikan apa yang sedang dilakukan oleh gadis itu. Walaupun jaraknya cukup jauh namun Taemin dapat melihat jelas bahwa gadis itu mengenakan seragam sama dengannya dan ada sebuah kacamata bulat yang bertengger di wajahnya. Gadis itu menggendong kucing yang tadi berjalan sendiri di tanah, ia mengelus-ngelus bulu indah kucing itu. Tanpa memperhatikan sekitar, gadis itu melangkahkan kakinya hendak menyebrang jalan sambil membawa kucing yang tadi ia ambil. Taemin terus memandang gadis itu, sampai ia sadar bahwa tak jauh dari situ ada sebuah mobil yang hendak melintas dan semakin mendekati gadis itu.

“Awaasss..!!” teriak Taemin mengangkat tangannya ke udara, mencoba memberitahu gadis itu. Namun waktu begitu cepat, gadis itu sudah tersungkur ke pinggir jalan dan kucing yang ia bawa tadi malah berlari jauh meninggalkannya.

Taemin yang melihat kejadian itu dengan cepat menghampiri gadis yang kini sedang terlihat meringis. Ia berjongkok mensejajarkan posisinya dengan gadis yang baru saja terserempet mobil. Gadis itu memegang siku lengannya yang mengeluarkan darah dan seketika ia sadar bahwa ada orang di hadapannya sekarang. Ia melihat ke arah laki-laki yang kini menatapnya, dan pandangan mereka bertemu.

Sejenak keadaan menjadi hening, namun ketika gadis itu mulai mengerjapkan matanya Taemin jadi tersadar. “Gwaenchana?” tanya Taemin pada gadis itu.

Gadis itu sedikit tersentak, ia kemudian berusaha bangun dari jatuhnya. Taemin pun segera membantu gadis itu bangun dan memapahnya ke bangku halte. Ya, memang di depan sekolah Taemin ada sebuah halte bus. Kini jarak keduanya sangat dekat membuat gadis itu agak sedikit gugup atas perlakuan Taemin. Dia memang tahu yang sedang menolongnya sekarang adalah seorang artis terkenal, dan tak dipungkiri bahwa wajah Taemin jika dilihat dari dekat sangatlah tampan.

Taemin mendudukan gadis itu di bangku halte. Gadis manis berkepang itu masih juga tak bergeming. Wajah gadis itu sepertinya familiar di mata Taemin, namun ia lupa pernah melihatnya dimana. “gwaenchana?” tanya lagi Taemin

“O’ nan gwaenchana” ucap gadis itu akhirnya. Untung saja tadi ia hanya terserempet dan belum sepenuhnya tertabrak. Luka di tangannya masih mengeluarkan darah walaupun hanya sedikit, ketika itu pula Taemin melihat itu. Taemin hendak membuka mulutnya lagi sebelum ada suara yang memanggil namanya terdengar dengan lantang.

“Taemin-ah!” teriak manajer Gyeongsik yang terlihat bersebrangan dari tempat Taemin berada.

“Eoh?” Taemin menoleh ke arahnya, ia baru saja akan bangun, namun teringat akan gadis yang ada di sebelahnya. Tidak setega itu ia meninggalkan gadis yang sedang terlihat lemah, namun disisi lain ia harus menghampiri Gyeongsik untuk pulang.

Taemin tahu gadis itu masih meringis kecil walau tak bersuara, terlihat bahwa gadis itu menggigit bibir bawahnya sambil menyipitkan mata elipsnya. Tiba-tiba terlintas di otak Taemin, ia ingat bahwa sepertinya ia membawa plester. Dengan segera Taemin merogoh tas hitamnya, lalu mengeluarkan benda kotak yang di dalamnya berisikan beberapa plester. Taemin mengambil satu plester lalu menempelkannya pada siku gadis itu. Lagi-lagi gadis itu kaget atas perlakuan Taemin namun ia memilih untuk tak berucap.

“Kau bisa pulang sendiri kan? Mianhae” setelah berucap itu, Taemin langsung berlari menuju Gyeongsik, namun ia sempat menoleh ke belakang-ke arah gadis itu.

Dalam pikiran gadis itu terbesit beberapa pertanyaan. Salah satunya adalah kenapa Taemin minta maaf? Bukankah seharusnya ia yang berucap terima kasih? Gadis itu menatap plester yang kini menempel erat di sikunya. Sedetik kemudian ia menarik kedua sudut bibirnya membentuk sebuah senyuman yang memperlihatkan lesung pipi kirinya.

*****

May, 2011

Ujian nasional hanya tinggal dua bulan lagi. Namun jadwal SHINee malah semakin padat. Taemin hanya dapat masuk sekolah beberapa kali dalam bulan ini. Dan itu pula yang membuatnya mengejar pelajaran yang tertinggal. Walaupun sekolah seni, Seoul Art High School masih menetapkan ujian tertulis.

Kantung mata Taemin terlihat jelas hitam, itu akibat dirinya kurang tidur. Kalau saja sekolahnya memperbolehkan memakai sunglass pasti Taemin sudah memakainya untuk menutup mata pandanya itu.

Taemin berjalan menuju perpustakaan sambil meneguk kopi yang tadi ia beli di kantin. Sekarang ini Taemin harus menyelesaikan beberapa tugas materi yang belum sempat ia kerjakan dari bulan lalu. Taemin memilih perpustakaan agar mendapatkan posisi nyaman dan ia juga bisa mendapatkan materi yang tertinggal dari buku-buku di sana.

Taemin mengambil posisi duduk dekat jendela setelah sebelumnya ia mengambil beberapa buku materi yang diperlukan. Untuk sesaat Taemin fokus pada tugas-tugasnya. Ia tak begitu kesulitan untuk mengerjakannya dalam beberapa, karena Taemin termasuk siswa yang cepat tangkap dan pelajaran pun tak jauh mengenai musik.

Aish..”

Suara dengusan terdengar di telinga Taemin. Ia menoleh kebelakang dan mendapati seseorang yang sedang berjinjit kesusahan mengambil buku yang ada pada salah satu rak buku. Taemin bangun dari duduknya dan melangkah menghampiri orang itu. Tangan Taemin menggapai buku yang dimaksud oleh orang di sebelahnya kini.

“Hmm” Taemin memberikan buku itu kepada orang di sampingnya dan ternyata dia gadis yang tempo hari Taemin lihat, gadis berkacamata yang terserempet mobil.

“Eoh? Neo?” ujar Taemin agak terkejut, gadis itu juga menatap kaget. Lagi-lagi Taemin merasa tak asing dengan wajah ini. Gadis itu masih sama seperti kemarin ini, dia mengenakan kacamata dan rambutnya dikuncir kepang.

Gamsahamnida” sahut gadis itu sambil mendekapkan buku yang tadi diambil oleh Taemin. Taemin menatap buku itu yang telihat seperti buku tentang musik klasik, lalu ia hanya tersenyum kecil ke arah gadis itu.

Baru saja gadis itu mulai melangkah pergi setelah berbungkuk pada lelaki yang menolongnya tadi, namun entah kenapa Taemin bersuara menghentikan gadis itu.

Chakkaman!” seru Taemin membuat gadis itu berbalik. “bisakah kau membantuku?”

Gadis itu mengkerutkan kening.

*****

“Maaf sudah merepotkan, maklum aku kurang paham tentang musik klasik hehe” ujar Taemin sambil menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal. Ia memang meminta bantuan pada gadis yang kesulitan mengambil buku tentang musik klasik tadi. Entah kenapa Taemin sepertinya melihat bahwa gadis itu tahu banyak tentang musik klasik, dan kebetulan ada beberapa tugas mengenai musik klasik yang kurang dipahami nya. Ternyata dugaan Taemin benar, gadis itu tahu banyak tentang musik klasik. Dan ia pun bisa menyelesaikan tugasnya dengan dibantu oleh gadis berkacamata itu.

“Itu bukan masalah besar” timpal gadis itu seraya tersenyum. Manis, pikir Taemin.

Keadaan hening sejenak, mereka saling terdiam dan tenggelam pada pikiran masing-masing. Gadis itu memalingkan pandangan ke arah jendela. Ternyata hari sudah sore, terlihat dari langit yang sudah berganti menjadi oranye.

“Uhm, namamu siapa?” tanya Taemin, sejak tadi memang mereka belum berkenalan.

“Eoh?” gadis itu terkejut kecil “Park Kyungjin imnida

“Aku Lee Taemin, murid baru sekolah ini” kata Taemin seraya mengulurkan tangan pada gadis di hadapannya.

Balo algo” timpal kyungjin sambil terkikik kecil.

“TAEMIN-AH!!” tiba-tiba saja terdengar suara lantang dari arah pintu masuk perpustakaan. Lantas semua penghuni ruang berkumpulnya buku-buku itu menoleh kearahnya seraya memberi tatapan tajam. Orang itu, gadis dengan bando pink yang menempel di kepalanya hanya mengangkat kedua jarinya membentuk sebuah huruf ‘V’ ditambah kekehan tanpa suara.

Gadis itu berjalan mendekati Taemin dan Kyungjin yang duduk dekat jendela. “Eoh? Kyungjin-ah, kau disini juga? Ah, apakah kalian sudah saling kenal?” tanya gadis itu sambil menatap bergantian ke arah Taemin dan Kyungjin.

“Hyojin-ah..” ujar Kyungjin yang tak lain adalah saudara kembarnya. Sebelumnya Kyungjin memang tak memberitahu Hyojin soal kejadian terserempet itu, ketika Taemin menolongnya. Karena ia merasa itu bukan sesuatu yang terlalu penting untuk diceritakan.

Taemin sempat membuka mulutnya, ternyata dua gadis di hadapannya ini saling kenal. Kenapa bisa kebetulan sekali? Dan.. kalau dilihat-lihat wajah keduanya mirip, yeah sangat mirip! Kenapa Taemin baru sadar sekarang? Baru saja Taemin hendak bicara, namun Hyojin menyelanya.

“Waah..Taemin-ah, rambut barumu keren sekali!” seru Hyojin histeris melihat rambut Taemin yang kini berwarna merah, bukan blond lagi. Lagi-lagi Hyojin lupa situasi, ia segera membekap mulutnya sendiri.

“Kalian..” Taemin bersuara seraya menunjuk dua gadis berparas mirip itu.

“Ah ye, ini saudara kembarku Park Kyungjin!” ujar Hyojin merangkul gadis berkacamata di sampingnya. Kyungjin hanya diam, bingung apa yang harus ia ucapkan.

“Kembar?” guman Taemin, pada akhirnya Taemin sadar kenapa mereka berdua begitu mirip. Hyojin yang melihat ekspresi bingung Taemin hanya tertawa kecil. Ia merasa begitu menggemaskannya Taemin ketika mukanya seperti itu.

Sesaat Hyojin melihat ke arah meja Taemin dan mendapati buku-buku serta bolpoin. Hyojin berpikir sesuatu, sepertinya ada yang sedang Taemin kerjakan. ”Kau sedang mengerjakan tugas eoh?” Hyojin mengambil salah satu buku Taemin.

“Ah, tadi aku kesulitan tugas tentang musik klasik, lalu aku melihat Kyungjin yang terlihat mengambil bukumusik  klasik juga, jadi ku pikir dia bisa membantuku” jelas Taemin membuat Hyojin ber’oh’ria seraya mengangguk-angguk sementara Kyungjin hanya tersenyum, senyum yang entah kenapa membuat Taemin senang melihatnya.

“Hmm, aku paham karena kau jarang masuk pasti kau mendapatkan tugas banyak. Baiklah, aku dan Kyungjin siap membantumu, iya kan jinnie?”

“Eoh? Ne..” jawab Kyungjin sekenanya.

Dan setelah kejadian itu hampir setiap hari (ketika Taemin  masuk sekolah), mereka bertiga belajar bersama di perpustakaan, tempat yang paling aman karena memang tidak banyak siswa yang berkunjung. Taemin dan dua gadis kembar itu semakin dekat, sebagai teman. Entah apa yang dirasakan, Hyojin dan Kyungjin merupakan teman baru yang baik untuk Taemin. Walaupun salah satu diantara mereka adalah fansnya, namun justru Taemin menganggap bahwa Hyojin sebagai temannya bukan penggemarnya.

Hyojin memang beda dengan fansnya yang lain. Taemin tahu kalau Hyojin masih histeris atau sekedar terkesima olehnya, melakukan hal aneh seperti rutin memberikan banana milk atau makanan, memotret secara diam-diam ketika belajar bersama di perpus, namun gadis itu tak menyebarkannya ke khalayak umum, dan setidaknya itu membuat Taemin nyaman berteman dengan mereka berdua. Hingga juli pun tiba, mereka mempersiapkan ujiannya dan berakhir dengan lancar.

*****

November, 2011

Sudah beberapa bulan sejak ujian akhir sekolah berakhir, itu berarti siswa-siswi tidak lagi harus datang ke sekolah. Beberapa diantaranya sibuk mempersiapkan suneung (ujian masuk perguruan tinggi). Tak terkecuali Hyojin dan Kyungjin, mereka pun belajar dengan tekun untuk melanjutnya menuntut ilmu.

Hari itu sore, Kyungjin masih sibuk berkutat dengan buku di meja belajarnya. Sedangkan Hyojin menyamankan posisinya tengkurap di atas kasur empuk milik adik kembarnya sambil menompangkan dagu.

“Aku rindu Taemin” guman Hyojin, sekilas Kyungjin menoleh ke arahnya kemudian bergeleng. Hyojin memandang ponselnya yang ber-wallpaper-kan gambar Taemin. “Huft, kenapa dia tidak ada kabar” dengusnya seraya memajukan bibir mungilnya. Bukan, Hyojin sebenarnya tahu bulan ini SHINee semakin sibuk dalam proses persiapan album Jepang nya. Hyojin juga tahu Taemin tidak akan mengikuti suneung tahun ini. Hanya saja Taemin tidak pernah menghubunginya.

Menghubunginya? Sebelumnya memang Taemin belum pernah menghubungi Hyojin duluan, ia hanya sekedar membalas singkat pesan yang dikirim dari gadis itu. Hyojin tahu, dirinya tak boleh memaksakan diri apalagi sampai mengganggu waktu Taemin, setidaknya ia sedikit lega mendengar berita dari J-shawol kalau Taemin terlihat baik-baik saja.

“Sepertinya rasa sukaku semakin besar pada Taemin,” imbuh gadis yang sudah menggilai main dancer SHINee itu.

Ne, arra” seperti biasa, Kyungjin hanya menimpali dengan singkat. Walau sebenarnya ia juga merindukan Taemin, temannya yang baru dikenalnya beberapa bulan lalu. Laki-laki tampan dengan paras polos dan tatapan lembut yang entah kenapa Kyungjin tidak bisa menampiknya sejak pertama bertemu langsung. Mereka sudah lama tidak bertemu, Hyojin juga, Taemin memang benar-benar sibuk.

“Dia mencintai penggemarnya, dia selalu bekerja keras untuk menampilkan yang terbaik” Hyojin terus mengoceh memuji Taemin, “Andaikan aku punya kesempatan lebih”

Kyungjin menyirit mendengar kalimat terakhir Hyojin, kesempatan? pikirnya. Sebenarnya ada suatu hal yang tak Hyojin ketahui dari Kyungjin. Tak jauh beberapa lama ini hampir setiap minggu Taemin selalu mengirimkan pesan pada Kyungjin, entah itu hanya sekedar menanyakan sedang apa, atau sudah makan belum dan yah walaupun hanya sesekali Kyungjin menanggapinya. Dia sendiri heran kenapa yang dikirimi pesan oleh Taemin bukan Hyojin, namun malah dirinya? Entahlah, dan Kyungjin hanya menganggap itu hal kecil, ia sengaja tak memberitahu Hyojin, kali-kali sang kembarannya itu salah menanggapi tentang hal itu.

*****

Angin berhembus agak kencang, butiran es mulai turun sedikit demi sedikit. Tengah malam ini Seoul tidak terlalu ramai, hanya beberapa orang berlalu lalang melewati jajaran toko di pinggir jalan. Tanggal akhir di bulan november, Kyungjin melangkahkan kakinya menuju sebuah mini market yang buka 24 jam. Entah kenapa ia tidak bisa tidur dan memutuskan untuk berjalan-jalan keluar untuk sekedar mencari udara segar atau mungkin sekalian membeli ramen karena perutnya kini mulai berbunyi.

Sesampainya di mini market kyungjin mengambil 1 bungkus ramen dan 1 cup coffee hangat. Ia baru saja akan melangkahkan lagi kakinya sebelum ada seseorang yang menepuk bahunya dari belakang. Dengan refleks Kyungjin menoleh pada orang itu.

Kyungjin memiringkan kepalanya ketika melihat orang bermasker yang tak dikenal. Orang itu tiba-tiba membuka maskernya membuat Kyungjin ternganga. Lee Taemin? Guman gadis itu, kemudian orang yang ada di depannya kini hanya menyunggingkan sebuah senyuman.

*****

Keadaan hening ketika dua manusia itu duduk terdiam di bangku taman. Bahkan ramen yang tadi Kyungjin seduh belum sama sekali menyentuh indera perasanya. Suasana yang kikuk menyelimuti, keduanya sibuk dalam pikiran masing-masing. Taemin sendiri tidak tahu mengapa merasa ada sesuatu yang beda ketika dekat dengan teman sekolahnya yang satu ini.

“Jadwal Jepang mu sudah selesai?” pada akhirnya Kyungjin memulai pembicaraan. Taemin menoleh pada gadis di sampingnya.

Ani, hanya ada 2 hari untuk kembali kesini lalu kita akan kembali lagi untuk melakukan promo disana” sahut Taemin, ia kemudian meneguk coffee yang tadi ia beli juga di mini market. “Kenapa tidak dimakan ramennya?”

“Eoh?” Kyungjin langsung saja menyuapkan ramen ke mulutnya, membuat Taemin terkikik lucu melihat tingkah gadis itu.

“Bagaimana kabarmu?” tanya Taemin

“Baik, kau sendiri?” tanya balik Kyungjin disela-sela makannya

“Baik juga, haaah.. sebenarnya aku ingin lama-lama di Seoul, namun aku harus profesional pada pekerjaanku”

Kyungjin melihat wajah Taemin dari samping, laki-laki itu sedang menatap lurus ke depan. Ada semburat lelah di wajahnya, itu pasti dia bekerja keras di Jepang untuk para fansnya. Saat Taemin menoleh, dengan kontan Kyungjin mengalihkan pandangan. Taemin memandang gadis itu, sebenarnya ia ingin mengatakan bahwa ia merindukan Kyungjin, namun apakah pantas Taemin mengatakannya?

Perasaan aneh sudah muncul ketika pertama kali Taemin bertemu dengan Kyungjin. Sesuatu yang beda ketika dia menatap gadis itu dibanding yang lainnya. Taemin sendiri tidak tahu kenapa itu bisa terjadi pada dirinya, yang pasti saat ini dia senang jika berada dekat dengan gadis manis bermata elips itu, ia merasakan suasana yang nyaman di hatinya.

Dua jam berlalu mereka lalui dengan perbincangan kecil. Dan tak terasa saat ini sudah menunjukan pukul 2 pagi, keduanya memutuskan untuk pulang ke rumah masing-masing. Taemin mengatarkan Kyungjin sebelum ia kembali ke dorm-nya. Awalnya Kyungjin menolak, namun karena Taemin memaksa dan membuat Kyungjin menurut saja. Taemin bilang ia khawatir jika seorang gadis pulang sendirian di tengah malam, padahal sebelumnya ia tahu bahwa ketika menuju mini market pun Kyungjin pergi sendiri.

“Jadi ini rumahmu?” Taemin memandang rumah dengan artistektur mediteranian modern di depannya, dan Kyungjin hanya mengangguk.

“Bolehkah aku main suatu hari nanti?” pertanyaan Taemin membuat Kyungjin membulatkan matanya. Lagi-lagi Taemin terkekeh, kenapa gadis di depannya ini sering sekali menunjukan ekspresi polosnya. Tangan Taemin menggapai puncak kepala Kyungjin lalu mengacak rambut gadis itu.

“Aku pulang dulu” Taemin baru saja akan melangkah, namun ia menoleh kembali saat Kyungjin memanggilnya.

“Taemin-ah.. bisakah kau menelpon Hyojin besok?”

Taemin menaikan sebelah alisnya. “Mwo?”

“Hyojin merindukanmu, dia.. ah maksudku dia ingin mendengar suaramu. Kita bertiga memang sudah lama tidak bertemu. Err sebenarnya jika bertemu langsung itu lebih baik, tapi mengingat ini sudah tengah malam, jadi kurasa..”

“Ah ye, arraseo. Aku akan menghubungi Hyojin besok” Taemin berucap sambil tersenyum kemudian berlalu. Kyungjin yang mendengar itu ikut pula menarik kedua bibirnya. Ia menatap punggung Taemin yang semakin menjauh. Dalam hatinya ia senang bertemu dengan laki-laki itu, Kyungjin juga tidak tahu kenapa bisa bertemu Taemin di tengah malam ini. Apa itu takdir?

*****

February, 2012

Kyungjin mengedarkan pandangannya, banyak orang di ruangan itu. Hari ini minggu pertama di bulan februari, tepatnya tanggal 8 yang mana hampir seluruh siswa kelas 3 tingkat atas di Korea mengadakan Graduate School.

“Kau sedang mencari siapa?” tiba-tiba Hyojin menepuk bahu Kyungjin, sontak Kyungjin pun terkaget.

Ani,” jawab Kyungjin dengan linglung

“Huft.. sayang sekali Taemin tidak bisa hadir di perpisahan ini” ujar Hyojin membuat Kyungjin yang sebenarnya mencari orang yang baru saja disebut namanya terheran. “Dia harus mengahadiri Music Bank di Paris”

“Oh..”

“Kau tahu jinnie, aku semakin merindukannya. Sejak Taemin menghubungiku waktu lalu, aku merasa sesuatu bergetar di hatiku” Hyojin tersenyum dikala ceritanya “Aku kira aku menyukainya. Ah ani, aku sudah mulai mencintainya. Ini bukan perasaan cinta penggemar pada idolanya, tapi.. kau tahu kan jinnie apa yang ku maksud?”

Kyungjin tediam mendengar cerita Hyojin. Sebenarnya wajar saja jika Hyojin berkata seperti itu. Kyungjin sering melihat tingkah aneh Hyojin dikala ia sedang berbicara dengan Taemin. Kembarannya itu terlihat bahagia saat tahu Taemin menghubunginya duluan. Dan sepertinya perasaan itu larut menjadi sebuah titik-titik cinta. Bisakah Kyungjin mengatakan bahwa perasaannya kini sama seperti yang Hyojin rasakan?

“Setelah dia kembali ke Korea, aku akan menyatakan perasaanku padanya!”

******

“Bisakah kau menemuiku di belakang gedung sekolah? Ne sekarang, baiklah aku menunggumu!”

PLIP

Taemin menutup ponselnya. Perasaan gugup muncul saat ini. Sebentar lagi ia akan menyatakan perasaannya pada seseorang yang baru saja di hubunginya. Taemin rasa, ini waktu yang tepat dimana ia kini punya waktu luang lebih untuk orang itu. Tak mau lagi memendam, maka Taemin akan mengungkapkannya pada seseorang yang disukainya sejak lama.

Dua puluh menit menunggu, muncul seorang gadis yang mengenakan dress coklat selutut serta balutan sweater pink soft yang melapisi tubuh  mungilnya. Gadis itu berlari kecil ke arah Taemin. Jantung Taemin semakin dibuat tak karuan ketika jarak diantaranya semakin dekat.

waegeurae?” tanya gadis itu langsung, ia sempat membenarkan kacamatanya yang agak merosot.

Taemin memandang gadis yang ada di depannya kini. Seperti biasa cantik, guman Taemin. Dengan ragu Taemin langsung menggenggam tangan gadis itu.

“Kyungjin-ah, ada sesuatu yang ingin ku sampaikan padamu” ucap Taemin langsung, gadis itu agak kaget saat Taemin melakukakn skin ship dengannya. “saranghae..”

DEG

Kyungjin tersontak kaget, ia terdiam shock. Cukup lama Kyungjin terbelakak, namun mata Taemin masih menatap lekat padanya. “Ta-taemin-ah apa yang kau katakan,” Kyungjin melepaskan tangannya dari genggaman Taemin. Ia gugup, namun ia takut kalau-kalau Taemin hanya mengerjainya.

“Aku rasa aku menyukaimu Park Kyungjin, maukah kau menjadi kekasihku?”

A-aniyo Taemin, kau tidak boleh melakukan ini!” Kyungjin berucap cepat sambil menggeleng, dan itu membuat Taemin mengkerutkan dahinya. “Kau tahu kan bahwa saudara kembarku menyukaimu?”

Ne, aku tahu Hyojin menyukaiku karena dia penggemarku”

Ani! Dia menyukaimu bukan sebagai idola, tapi dia mencintaimu seperti layaknya seorang yeoja menyukai seorang namja!”

Taemin tersontak dengan apa yang dipaparkan Kyungjin.

“Apa kau tidak peka? Hyojin mengharapkanmu Taemin!”

“Tapi aku mengharapkanmu Kyungjin!”

Seketika hati Kyungjin mencelos. Bisa saja ia menerima saat ini juga permintaan hati Taemin. Tapi disisi lain ia tidak boleh egois, ia tahu bahwa Hyojin menyukai Taemin lebih dulu darinya. Kebahagian saudara kembarnya adalah kebahagian dirinya juga, sekalipun hatinya menjadi sakit.

Mianhae, aku tidak bisa Taemin” dengan suara bergetar Kyungjin berucap.

Waeyo?” Taemin menatap nanar gadis yang dicintainya

“Kenapa katamu? Kau itu lebih pantas bersama Hyojin, Taemin! Kau harus melihat hatinya yang begitu mencintaimu dan kau pasti mencintainya juga kan? Iya kan?! Sadarlah!” napas Kyungjin memburu, emosinya hampir tak terkendali.

Taemin semakin bingung dengan sikap Kyungjin, kenapa dia begitu memaksanya.

“Aku mencintai kau dan Hyojin, mencintai kau sebagai yeoja, dan mencintai Hyojin sebagai sahabat. Dan itu perasaan yang berbeda, dengar ini!” Taemin menarik telapak tangan Kyungjin dan meletakkannya di dada kirinya. Saat itu juga Kyungjin merasakan suatu yang berdetak cepat disana. Tiba-tiba satu tetes cairan bening keluar dari pelupuk mata gadis itu.

Uljimayo,” Taemin menghapus airmata Kyungjin dengan ibu jarinya, kemudian didekapnya gadis itu. Ia cukup tahu dengan tangisan Kyungjin, Taemin dapat melihat jawaban yang berbeda atas penolakannya tadi. Ia bisa merasa kalau Kyungjin juga punya perasaan yang sama sepertinya.

Taemin mengelus rambut panjang Kyungjin, menumpukan dagunya di bahu gadis yang masih menangis itu. Tanpa mereka sadari ada sepasang mata yang dari tadi tengah menyaksikan adegan itu. Mata orang itu memanas begitu pula hatinya, ia hendak berbalik meninggalkan sepasang makhluk yang diketahui saling mencintai itu. Namun kakinya tak sengaja menginjak ranting kering yang menimbulkan suara dalam keheningan.

Taemin dan Kyungjin menyadari suara itu, dan mereka mendapati sesosok gadis yang sedang membelakangi mereka. Kyungjin tahu jelas kalau itu adalah kembarannya.

“Hyojin..” panggil Kyunjin dengan lirih, orang itu menoleh dan dapat dilihat tatapan sendu dari Hyojin begitu pula air mata yang mulai turun di wajahnya.

Hyojin malu, tidak seharusnya ia menangis di depan mereka. Sedetik kemudian Hyojin berlari meninggalkan mereka berdua. Kyungjin yang melihat itu dengan segera mengejar Hyojin begitu pula Taemin yang ikut menyusul.

Hyojin terus berlari sambil mengusap airmatanya. Ia tak mempedulikan teriakan Kyungjin dan Taemin dari belakang. Saat ini ia hanya ingin jauh dari mereka, menghilangkan rasa sakit hatinya walau ia tak menepis bahwa itu akan sangat sulit.

“Hyojin-ah tunggu, aku bisa menjelaskannya” tanpa peduli apapun Kyungjin terus berteriak agar Hyojin dapat mendengarnya, ia tahu pasti tadi Hyojin sudah melihat semuanya dan ia tahu bahwa Hyojin merasa sakit atas itu. Ini tak boleh terjadi, Kyungjin tidak ingin menyakiti saudaranya sendiri, lebih baik ia kehilangan Taemin daripada Hyojin menjadi sakit.

Taemin ikut mengejar juga, dan meneriaki nama dua gadis itu. Jarak mereka masing-masing lumayan jauh. Ia tak menyangka akan menjadi seperti ini. Bagaimanapun ini adalah salahnya yang membuat kedua gadis itu telah jatuh hati padanya, walau hati Taemin hanya bisa berlabuh salah satu diantara keduanya.

“Hyojin-ah.. jinnie..” dengan tangisan juga Kyungjin mendapati Hyojin yang sudah ada di tepi jalan. Ketika Kyungjin juga mulai menyebrang, ia tak mempedulikan apapun termasuk ia juga tak sadar juga saat itu ada mobil melintas di depannya.

Klakson mobil itu sudah terdengar namun waktu begitu cepat sehingga Kyungjin tidak bisa menghindarinya.

Cekiiiiiiiiiiiiiittttttt…..

“KYUNGJIN-AH!”

“KYUNGJIN!”

Dalam waktu yang bersamaan Taemin dan Hyojin yang sempat menoleh berteriak kaget. Mereka mendapati tubuh Kyungjin yang tergeletak di tengah jalan dengan darah yang mengucur dari pelipisnya.

*****

Back to April, 2022

Wanita dengan balutan coat putih itu mulai meneteskan airmatanya. Kini ia tak memakai kacamata lagi seperti sepuluh tahun silam. Wajahnya tetap terlihat cantik dan muda walau kini umurnya sudah meninjak 29 tahun. Ia mengusap nisan di depannya lagi, nisan milik saudara kembarnya- Park Hyojin yang meninggal sepuluh tahun lalu.

Pria yang ada di sampingnya mengelus punggung sang istri, teman hidup yang sangat di cintainya. Ia tahu sang istri sangat mencintai saudara kembarnya itu, begitu pula dengan dirinya yang sudah menganggap Hyojin sebagai sahabat terbaiknya sekaligus kakak iparnya.

Cinta segitiga diantara mereka membuat takdir berkata lain. Saat itu Kyungjin memang mengalami kecelakaan yang lumayan parah. Pada waktu yang sama Taemin dan Hyojin segera membawa Kyungjin ke Rumah Sakit. Hyojin merasa bersalah atas sikap egoisnya. Harusnya waktu itu dia tak berlari, dan mungkin kecelakaan itu tidak terjadi.

Seminggu Kyungjin tinggal di Rumah Sakit untuk menjalani perawatan setelah melakukan operasi. Dengan setia Hyojin dan Taemin menunggunya walaupun Kyungjin belum sadarkan diri. Meski Hyojin merasa canggung pada Taemin, tapi Taemin memberikan ketegaran dan kenyaman pada Hyojin. Ia tahu gadis itu sangat sedih dengan semua ini. Dan sialnya perlakuan Taemin malah membuat rasa cinta Hyojin semakin besar.

“Jinnie, sudahlah jangan menangis. Aku yakin Kyungjin akan segera sadar” Taemin mendekap Hyojin yang terus mengeluarkan air mata setiap hari. Namun tiba-tiba Hyojin merasa nyeri di kepalanya.

“Aaaaaaaaaarrrrgg….” Hyojin menjerit memegang kepala dengan kedua tangannya. Taemin yang melihat itu seketika panik.

“Hyojin-ah, kau kenapa??” tanya Taemin dengan raut muka yang cemas. Hyojin tak menjawab karena tak sanggup untuk berbicara dan detik itu juga ia tak sadarkan diri.

Setelah diperiksa oleh dokter, Taemin sangat shock mengetahui bahwa ada sebuah tumor pada otak Hyojin. Taemin menangis, saat ini kedua orang yang dicintainya, sahabat serta gadisnya berbaring di Rumah Sakit dalam keadaan tak berdaya.

Hampir setiap hari setelah selesai latihan untuk comeback SHINee, Taemin selalu berkunjung ke Rumah Sakit. Terkadang bergantian menjenguk Kyungjin, lalu beralih ke ruang Hyojin. Keadaan Kyungjin sekarang memang mulai membaik, namun sebaliknya dengan Hyojin.

Saat itu Taemin menatap gadis yang terbaring lemah, ruang Kyungjin di rawat. Ini sudah dua minggu sejak kejadian kecelakaan itu. Tiba-tiba Taemin merasa jari-jari Kyungjin bergerak saat ia menggenggamnya.

“Hyojian-ah” Gadis itu mengingau, perlahan matanya terbuka.

“Kyungjin, kau sudah sadar?” wajah Taemin berseri ketika melihat Kyungjin mulai siuman.

Kyungjin mengedarkan pandangannya, di ruangan yang serba putih itu ia hanya mendapati dirinya dengan Taemin. Kemana Hyojin? Pikirnya.

“Hyojin tidak ada disini? Apa dia masih marah padaku?” Kyungjin bertanya dengan suara yang pelan karena masih belum stabil dari pemulihannya.

Seketika tatapan Taemin menjadi sendu. Kyungjin pun heran kenapa Taemin tiba-biba sedih?

“Katakan padaku Taemin, jebal!” airmata Kyungjin jatuh, sebenarnya Taemin tak ingin mengatakan sekarang. Namun Kyungjin terus mengucurkan airmata dan terus menarik-narik kerah baju Taemin untuk menanyakan kemana saudara kembarnya itu.

Dan saat itu pula Kyungjin dibawa oleh Taemin ke ruang inap Hyojin. Kyungjin terbelakak melihat sosok sesamanya terbaring lemah di ranjang putih. Ia mendekat.

“Hyojin-ah..” Kyungjin mulai menangis lagi. Ia tak tahu apa yang terjadi pada Hyojin, dan Taemin sama sekali belum bercerita.

Entah karena ikatan batin atau apa, Hyojin membuka matanya dan tersadar. Ia tersenyum ketika orang yang dilihatnya pertama kali adalah Kyungjin, lalu Taemin ada dibelakangnya.

“Kau, kenapa bisa seperti ini eonni?” ini pertama kalinya Kyungjin memanggil Hyojin dengan sebutan eonni.

“Mianhae,” ucap Hyojin sangat pelan “selama ini aku menyembunyikan penyakit ini darimu serta appa dan umma”

Kyungjin tercengang saat Hyojin berkata.

“Dokter bilang aku terkena Tumor otak sejak dua tahun lalu. Aku pun baru mengetahui itu sejak tahun lalu. Saat itu kepalaku terasa sangat sakit, aku memeriksakan ke dokter tanpa sepengetahuan siapapun”

“Aku rasa aku bisa menjalani semua ini karena aku percaya aku akan sembuh. Aku menutupi semua ini dengan senyumku. Aku tak ingin orang-orang yang kusayangi menjadi sedih hanya karena aku” Hyojin masih bisa tersenyum saat dia bercerita, walau tatapan matanya sangat berkata sebaliknya.  “namun sepertinya semakin hari penyakit ini malah semakin parah, aku kira berapa banyak obat pun tak akan bisa menghilangkan ini”

“Hyojin-ah..” Kyungjin memanggilnya lagi kini dengan nada bergetar

“Taemin kau mau berjanji padaku?”

Taemin yang merasa terpanggil mendekat ke arah Hyojin, gadis itu membuatnya ingin mengeluarkan airmata. Sakit rasanya melihat Hyojin lemah seperti ini. Bagaimana pun Hyojin membuat hari-harinya berbeda, kedua gadis itu maksudnya.

“Berjanjilah padaku untuk selalu menjaga adikku selamanya”

Taemin terbelakak begitu pula dengan Kyungjin yang kini matanya sangat memanas.

“Andwae! Kau ini bicara apa Hyojin?! Kau tidak boleh berkata seperti itu!” Kyungjin menggeleng sambil menangis

“Hyojin, percayalah kalau kau akan segera sembuh!” ujar Taemin berusaha menyemangati Hyojin.

Hyojin menggeleng pelan kemudian tersenyum “Aniyo, aku rasa waktuku sebentar lagi tiba. Tolonglah jaga kepercayaanku Taemin” Hyojin menyatukan tangan Kyungjin dan Taemin. “Aku ingin kalian bahagia bersama dan aku pun akan ikut bahagia” lagi-lagi Hyojin tersenyum, kali ini gadis itu terlihat seperti malaikat yang suci. Hyojin yakin dia tidak akan salah pada ucapannya, ia melihat Taemin mengangguk kecil walau ia tahu jelas ada semburat kesedihan.

Airmata Kyungjin semakin deras, dan Taemin hanya menangis dalam diam.

“Dan kau Kyungjin, sampaikan salamku untuk appa dan umma, kalau aku sangat mencintai mereka, juga kalian”

Sedetik setelah Hyojin berucap kata terakhirnya, matanya tertutup secara perlahan. Hingga sebuah arwah yang tak bisa dilihat oleh manusia itu keluar dari tubuh Hyojin. Deruan napas tak keluar lagi dari hidung Hyojin. Gadis itu telah meninggalkan dunia untuk selama-lamanya.

Bahu Kyungjin bergetar mengingat kejadian itu. Pertemuan akhir dengan saudara kembarnya. Ia bukan mau mengingkari janji dengan Hyojin kalau ia akan selalu bahagia tanpa saudara kembarnya yang sudah tenang di alam sana. Namun sedih tetap menyelimuti kala ia mengingat itu.

Kyungjin merasakan sebuah tangan merangkul bahunya. Ia tahu benar bahwa suaminya sangat mencintainya, sangat menjaganya selama ini, dan ia sangat beruntung mempunyai suami bernama Lee Taemin.

Taemin mengusap airmata Kyungjin, wajah wanita itu masih sama seperti dulu ketika pertama mereka bertemu.  Kyungjin tiba-tiba mengeluarkan secarik kertas dari saku coat-nya. Ia sudah beberapa kali membaca rangkaian kata pada kertas itu. Namun Kyungjin tak pernah bosan untuk membacanya kembali. Sebuah surat yang ditemukan Kyungjin pada selipan buku diary milik Hyojin.

“To his Taemin’s future wife…
Sometime in the mid 2020’s.

09/02/2012

Seoul, South Korea

Untuk Mrs. Lee Taemin,

Annyeong. Aku akan meminta satu ini untukmu. Tolonglah… luangkan waktumu untuk membaca ini. Aku berjanji bahwa ini tidak akan mebuang waktu berhargamu.

Aku hanya ingin memberitahukan bahwa kau adalah wanita paling beruntung di dunia. Aku tahu bahwa banyak orang telah mengatakan hal ini, tapi aku akan memberitahukan lagi. Sebab, meskipun semua wanita lain rela mati demi Taemin, tapi ia memilih untuk menghabiskan sisa hidupnya denganmu. Taemin memiliki ribuan pilihan, dan dia memilih untuk memberikan hati dan jiwanya kepadamu. Kau beruntung! ^^

Tolong jalani hidup dengannya setiap hari sampai akhirr hidupmu. Tolong buat dia merasa orang paling beruntung juga. Aku tahu bahwa dia memilihmu karena dia tahu bahwa dia tidak akan terluka dengan pilihannya, bahwa kau sangat mencintainya, dan bahwa kau adalah orang sempurna yang dia inginkan untuk menghabiskan hari-hari terakhirnya denganmu.

Aku tahu bahwa ia akan menjadi ayah yang hebat untuk anak-anakmu. Ia tidak akan membiarkan keluargamu goyah, karena dia adalah pekerja keras. Aku tahu, karena aku melihat betapa ia bekerja dan belajar pada saat yang sama, dan ia masih berhasil dalam membuat itu.

Dia akan menjadi ayah yang hebat karena dia tahu apa arti pengorbanan. Aku tahu, karena di tahun-tahun terakhir ini, ia telah rela mengorbankan beberapa peristiwa paling penting dalam hidupnya, seperti lulus SMA, hanya untuk menemui fansnya di Paris saat acara Music Bank Paris. Dia telah menunjukkan kasih sayangnya kepada para penggemarnya dan sekarang, dia akan menunjukan cintanya yang besar kepadamu dan anak-anakmu.

Dia mungkin memiliki ketidaksempurnaan dan kekurangan, tapi jangan khawatir. Kau masih beruntung karena dia adalah seseorang yang mencoba suatu hal yang paling sulit, dan untuk menjadi seseorang yang lebih baik. Kemudian untuk membuktikan sesuatu yang lebih darinya. Sama seperti bagaimana dia meningkatkan keterampilan dalam tahun terakhir, dan telah membuktikan dirinya kepada para penggemarnya, sehingga ia berusaha bagaimana ia akan mencoba yang terbaik untuk menjadi suami dan ayah terbaik saat nanti, untukmu dan anak-anakmu.

Dan aku memintamu ini. Jika kau bisa, jangan membuatnya menangis. Aku harap kau tak akan menyakiti perasaannya. Dia telah melalui banyak hal… dan aku yakin bahwa dia layak bahagia. Tumbuhlah menjadi keluarga bahagia yang bisa kau miliki dengannya. Tetap bersamanya sampai napas terakhirmu, karena kau adalah wanita paling istimewa baginya, selain ibunya. Kau satu-satunya bunga matahari, dan kau orang yang membuat detak jantungnya bekerja dengan cara lain, yang tidak ada satupun wanita lain bisa melakukannya.

Ketika kau melihat jari manismu, dan mengingat kata-kata yang kau ucapkan kepadanya di hari paling istimewa dalam hidupmu sebagai seorang wanita, aku berharap kau ingat itu dan selalu untuk menghargai semua momen yang telah dijalani, dan kau akan menghabiskan itu dengannya .. karena saat-saat itu akan menjadi moments yang terbaik yang pernah kau alami.

Tetaplah selalu memakai cincin itu, karena itu menandakan cintanya untukmu. Bahwa kau selamanya untuk Taemin, dan bahwa dia selamanya milikmu.

Tolong habiskan hidupmu dengan kasih sayang. Aku berharap kau hal terbaik dalam hidupnya. Terima kasih untuk membuatnya bahagia. Dan tolong katakan kepadanya bahwa aku mengucapkan terima kasih kepadanya, sudah berkarya tentang musik yang dimainkannya selama hidupku, dan sepanjang hidup fangirls lainnya juga. Take care~

Dengan ketulusan dan cinta,

Park Hyojin ^^ (penulis asli : intaertwined.tumblr.com)

Kyungjin memeluk kertas itu. Ia tak menyangka Hyojin bisa berkata seperti itu. Sangat mengharukan. Dan mungkin karena takdirlah yang membawanya mendapatkan surat itu.

Taemin mendekapkan Kyungjin dalam pelukannya. Membiarkan istrinya terisak membasahi kemejanya. Dengan lembut dielusnya rambut Kyungjin.

“Kau sudah menepati permintaan Hyojin pada surat itu sayang,” ucap Taemin dengan nada lembut, lalu dilepaskannya pelukan itu. Taemin memegang kedua pipi putih Kyungjin sambil menatap dalam. “Kau telah menjadi wanita terbaik di sisiku. Kau telah memberikan kasihmu sepenuhnya, kau adalah kebahagiannku, dan aku mencintamu” dikecupnya lembut kening Kyungjin. Kyungjin kali ini menangis haru, ia lalu memeluk suaminya dengan erat, suami yang dicintainya amat sangat untuk selamanya.

Appa.. umma..!” suara mungil itu mengalihkan pandangan Taemin dan Kyungjin. Seketika anak laki-laki berumur tiga tahun berlari kecil menghampiri mereka. Taemin menggendong anak itu dengan sambutan senyuman hangat.

Aigoo uri Taejin, appa kira badanmu bertambah berat” seru Taemin sambil mencubit kecil hidung anaknya. Sedangkan Kyungjin mengusap puncak kepala Taejin.

Appa, apakah Hyojin ahjumma secantik uri umma?”

Pertanyaan Taejin membuat Taemin dan Kyungjin terkekeh.

Ne, dia sama cantiknya seperti umma-mu” timpal Taemin, kini Taejin beralih pada umma-nya. Kyungjin menggendong anak itu lalu mencium pipi chubby Taejin.

“Kau menunggu lama Taejin?” tanya Kyungjin, Taejin hanya mengangguk kecil seraya memajukan bibirnya yang mungil. “apa kau mau es krim?” kali ini Taejin mengangguk semangat.

Kajja!” Kyungjin menurunkan Taejin. Digandengnya tangan kanan Taejin oleh Kyungjin, sementara tangan kirinya digenggam erat oleh sang appa.

Keluarga kecil itu berjalan meninggalkan area pemakaman. Sesosok mahkluk tembus pandang yang berbeda dari manusia tersenyum damai melihat orang-orang yang dicintainya kini sangat berbahagia. Park Hyojin, gadis itu masih terlihat sama seperti dulu manis dan cantik, hanya saja kini parasnya pucat karena dia bukan lagi manusia. Ia senang karena Taemin dan Kyungjin menepati janji untuknya. Tak lama kemudian sosok Hyojin yang berbalutkan dress putih itu hilang secara perlahan.

———————————END—————————–

Huweeeeee…. akhirnya kelar juga ni FF dari jaman batu. Salah satu FF konsepan-ku dari bulan februari Haha dan kebetulan selesai bertepatan dengan ultah Taemin. HAPPY BDAY MAGNAE!! FF yang aku buat ini terinspirasi dari surat yang dibikin Taemints (intaertwined.tumblr.com). Isi aslinya pake bahasa inggris, cuman aku terjemahin ke bahasa indo . Terakhir silakan tinggalkan komen jika kalian sudah membaca ini~ Be a Good Readers leh^^

22 thoughts on “[FF/ONESHOT] A Letter for Taemin’s Future Wife

  1. Akhirnya jadi juga, pas banget lagi sama ulang tahunnya Taemin.
    Gue suka ceritanya, mengalir dan alurnya pas banget. Gak kecepetan dan gak kelambatan juga. Gaya menulis lo juga udah berkembang dan lebih baik menurut gue. Pemilihan diksinya juga oke. Ada sih beberapa kalimat yang masih kurang ekfektif atau typo, tapi gue gak mau nyorotin itu deh🙂
    Oh ya, gue melihat lo juga sepertinya melakukan cukup riset untuk FF ini. Keren lah ty ^^ Untuk yang suratnya ty, coba diperhalus lagi. Gak usah kata perkata terjemahinnya, yang penting disesuaikan aja biar enak dibaca kalo diterjemahin ke bahasa Indonesia. Tapi gak fatal juga sih ty.
    Semangat menulis ya, jangan bosan untuk terus mengembangkan diri🙂

    • bwehehehe ini emang udah menjamur banget, rahmi eon jadi saksi ketika gue niat bikin ini sejak kapan xD
      soal kalimat tidak efektif gue sadar kok, itu karena gue bingung milih2 kata yang pas. ada juga kalimat gak nyambung atau terlalu banyak mengulang kata, ini sisi kurang gue. soal typo iya emang masih ada ya, tadi edit cuman sekali pas sebelum magrib. kaget aja gue kemaren malem udah tanggal 17, padahal gue pengen nerbitin ini pas hari H Taemin, makanya asal publish dengan sekali edit (belom jeli bgt kkk)

      Riset? justru gue gak melakukan riset kekeke. seinget gue yang gue aja tau tentang shinee waktu itu, separonya ngarang abis hahaha kayak contoh nama sekolah baru taem yang gak gatau aslinya apa, asal aja itu nama sekolah musik. wkwk

      untuk suratnya ntar gue coba revisi, terimakasih atas masuknya, makasih juga sudah membaca^^

      • gak riset? berarti lo mengingat apa yang lo pernah baca kali ya? kaya istilah suneung untuk ujian masuk perguruan tinggi itu, sama nama sekolah Taemin yang dulu. kalo pun lo nanya-nanya ke orang juga udah masuk riset kok sebenernya. yoyoyo sama-sama😀

      • iya, dari ilmu2(?) yang gue dapet aja selama ini makanya gue masukin ke dalam FF. kayak istilah suneung, dulu ada fanbase yang nyebar tentang fakta2 di korea. suneung dilaksanakan pada bulan nov. tapi ujian akhirnya gue ngarang pas bulan juli wakakak..
        makasih ya, kalo ada tambahan boleh kok sarannya lagi^^

  2. waaaaaaaaaaaa ini ff yg dulu itu… mksdnya yg dari dulu pengen dibuat.. hehehe

    inilah efek klo bc ff lewat PC.. bakal laammmaaaaaaaaa….

    oh.. park kyungjin.. aku sempet mikir itu cowo -__-a

    Sedetik kemudian ia menarik kedua sudut bibirnya membentuk sebuah senyuman yang memperlihatkan lesung pipi kirinya. >> inget key aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa

    Dan.. kalau dilihat-lihat wajah keduanya mirip, yeah sangat mirip! Kenapa Taemin baru sadar sekarang? >> nah.. baru aja td pas bc mau tanya.. kok taemin gak ngeh klo cewe itu mirip..

    heemmm sdkit ketebak klo konfliknya si taemin malah suka sm kyungjin.. hehehe

    Klakson mobil itu sudah terdengar namun waktu begitu cepat sehingga Kyungjin dari bisa menghindarinya. >> dari bisa menghindarinya? hehehe ‘tidak bisa menghindarinya’?

    wooooooooooooo yg meninggal hyojin?? wew.. aku kira kyungjin..

    huaaaaaaaaaaaaaaa intinya.. aku … aku…. terhuraaaaaaa…..

    setuju kata nandit😀
    penulisannya semakin bagus

    • iya eonni ini FF yang ngebangke itu yang waktu itu kita bicarain, punya eon mana katanya mau bikin juga???😀

      emang aku buat reader biar sengaja nebak kalo taemin suka kyungjin, karena pas awal mereka ketemu juga udah ada clue kalo dia suka kyungjin. nama kyungjin punya orang sebelah hehe..

      wah iya itu typo, bakal aku perbaiki. terimakasih eon atas pengkoreksiannya, dan makasih juga sudah baca^^

  3. eon, kau sukses membuat diriku nangis bombay u,u ~ alur crta.a pas bgt dah smkin kerasa pas baca ^^
    ciyee tambah jago aja nih ngdeskripsi’in stiap kata2 :p

  4. Asli ini kereeenn >,<
    Aaaaa gila puasa2 nangis bacain ginian, waktu Hyojin meninggal trus isi suratnyaaa astagaaa daebak :")
    Tenang aja bakal aku tepatin janjinya *eh .__.V
    Ehh aku kok rasanya gak nyangka ya kita 29thn di tahun 2022 itu masih jauh banget gelaaa xD
    Aaaaaaa happy birthday uri lovely maknae, my beloved nampyeon :* chu~
    Long life happily with those people who he loved and cherishes :")
    Daebak nyu ^^ batal dah gue -,-

  5. aku datang!! *telat* *yak aku emang pelupa*
    langsung aja.. tadinya aku pikir kyungjin yang dinistain di sini T^T
    kirain kyungjin yg mati yg di awal2 itu.. abisnya awal2 si kembar yg satunya lagi cuma manggil2 “jinnie”.. abis jinnie nickname(?)ny kyungjin .-.
    pas baca kisah hidup mereka bertiga ini,, aku gak berhenti cekikian dikit2..
    abisnya lucu aja ngebayangin karakter kyungjin yg (tumben) bagusan xD
    dan taemin.. kau terlalu pede nak -..- mentang2 artis -..-
    oiya pas adegan taemin-nembak-kyungjin itu,, sumfah ane ngakak sendiri..
    gak bisa ngebayangin.. rada awkward dan absurd abis.. xD xD *guling2*
    yah mungkin aku emang orang yg gabisa di pairingin ama bias..
    jadinya malah salting2 gajelas sendiri.. dan ujung2nya pasti aku ngakak lagi..
    tapi,, endingnya miris bener.. tak kirain (lagi2) aku yg mati ditabrak mobil..
    ternyata hyojin sakit toh.. kasian.. u_u *pukpuk*
    dan finally,, taekyung happily ever after.. *nyanyibarengexo* *dancing sherlock*
    ahh curious abis.. aku kasi semua jempolku deh.. ^^b
    dan btw,, trailernya kece gilaaaa..
    aku pengen deh ni ff difilmin.. trailernya ngena banget.. ;__;
    oiya satu lagi,, aku hampir aja ngebanting layar laptop pas baca endingnya..
    apa2an taemin-kyungjin punya anak.. bahahahahahhahaaaa.. absurd LOL #fangawaras
    #diamankansatpolpp

  6. eon, FFnya bagus, tp kyknya bkal lbih seru kalo awal” taemin ketemu kyungjin, eonni g ngasih clue kalo taemin bakal suka ma kyungjin, biar bacanya deg”an + g sabaran,,,,,

  7. eonni tega ihhh….
    sedih tau😥 *hiks*
    apalagi ps baca suratnya TT__TT
    tisuku udh abis buat ngelap air mta #lebaykumat
    ceritanya sru eonn..
    feel nya dpt bgt..
    aku suka…suka..suka..
    i like it..like it..like it *ngedancebarengB1A4*

  8. hiks,, hiks,, hiks,, *1 litre of tears* -plakk-
    baguss bgt ffnya, sukses deh *ancol*
    kaget aku, kirain kyungjin yg mati.. huhuhu T.T ternyata hyojin.. meski bgtu sedih juga sih..
    huaaaa…….
    keep writing yah thor,, hwaiting!!!!!!😀

  9. yaoloooooh kurang ajar sedih bangeteeeeeee ahhhhhhhh cryyyyyy tanggung jawab loeeeeeeeeeee hiksssss hikssssssss

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s