[FF/ONESHOT] Kiss Note

Author : @LIDERONYU

Cast : -Sandara Park , -SHINee member

Genre : Romance, Fantasy, Comedy

Length : Oneshot

Rating : PG-16

A.N : Hallo.. aku datang lagi setelah sekian lama hiatus. Kali ini FF yang aku terinspirasi dari CF etude SHINee bareng Dara 2ne1. Sebenernya FF ini udah aku konsep sejak keluarnya teaser Kiss Note (bulan Feb-maret), tapi baru bisa aku selesaikan sekarang. Hehe maklum waktu itu lagi terkena writer block dan schedule sibuk #plaak baiklah langsung saja, maaf kalo ada scene yang melenceng(?) Happy Reading~~

andwaaeeeeeee~”

BRUUKK!

Dara membanting pintu kamarnya lalu menguncinya rapat-rapat. Dia berjalan cepat menuju tempat tidur dan membaringkan diri di atas kasur, diambilnya bantal kemudian ia benamkan di atas kepalanya.

“aaaaaa……… maldo andwae!” teriaknya histeris, sejenak Dara membuka dekapan bantal di wajahnya. Gadis itu mengambil nafas terengap-rengap, ia menggeleng ketakutan membayangkan apa yang akan terjadi untuk kedepannya.

Knock~ Knock~ Knock~

“Ya! Sandara-ah, buka pintunya!” sahut ayah dara dari balik pintu kamarnya.

Dara bangun dari tempat tidur, ia berjalan kearah pintu tapi tidak membukakan untuk ayahnya.

appa.. suruh ahjussi itu pergi, aku tak ingin menikah dengannya!” seru Dara lantang.

“buka dulu pintunya!”

shireo! jangan bilang ahjussi tua itu ada disebelahmu, shireo!”

ani, dia sudah pulang. jadi buka kan pintunya” pinta ayah Dara. Dara mendengus, ia tetap tidak membuka pintu kamarnya itu. Mengerikan jika ahjussi tua yang melamar Dara itu ada dihadapannya lalu menariknya kedepan altar untuk mengikat janji sehidup semati.

“kyaaaaaa…. ANDWAEYOO….” teriak Dara histeris

“Ya! jika tak mau menikah dengan seseorang yang kupilih, cepatlah bawa pasangan yang kau inginkan kehadapanku!” seru ayah Dara, kemudian setelah itu tak ada lagi suara. Gadis itu berjalan kembali ketempat tidurnya sambil bergidik menggelengkan kepala.

Dara duduk bersender dikasur dengan lutut yang dilipat. Sepertinya dia benar-benar takut akan perjodohan dengan ahjussi tua pilihan ayahnya itu. Ayah Dara memang memaksanya untuk menikah muda, sedangkan Dara sendiri belum siap. Jangankan menikah, namjachingu pun tak punya. Tapi Dara tak mau perjodohan itu terjadi, yeah itu berarti dia harus mencari kekasih dalam waktu dekat ini.

“sepertinya kau memang harus mencari namja pilihanmu noona” ujar Thunder yang tiba-tiba ada disebelah Dara

Yaa~ Cheondong-ah, sejak kapan kau disitu?” tanya Dara kaget, Thunder mendekati kakaknya yang sedang menatapnya heran

noona, kau mau solusinya?” ucap Thunder sok serius, sedangkan Dara hanya mengkerutkan keningnya pertanda tak mengerti “lebih baik kau ikuti saranku!”

Pletaaaaaak….

YA! kau ini bicara apa sih?” geram Dara menjitak kepala adiknya, ia bingung apa yang Thunder katakan, sama sekali tak jelas.

aish kenapa kau menjitakku huh?” pekik Thunder seraya mengelus-ngelus kepalanya “aku hanya ingin membantumu noona!”

“bantu apa?” tanya Dara masih tak mengerti, gadis itu menaikan satu alisnya. Thunder semakin mendekat pada noona nya yang terlihat bingung. Namja berumur 22 tahun  itu duduk bersender di kasur sambil melipatkan tangannya lalu berkata

“aku akan membantu mencarikan namja untukmu!”

jinja? apa yang bisa kau lakukan untukku? menjodohkanku dengan teman-temanmu yang berandal huh?” ucap Dara tak yakin dengan adiknya.

aniyo~ aniyo~ maksudku aku akan membantumu menemui orang yang bisa mencarikan namja untukmu!”

Bukannya mengerti, Dara malah semakin bingung apa yang Thunder bicarakan. Kenapa tidak pada intinya saja sih? Pikir dara. Tapi Dara kini tak berkomentar, ia mendengarkan kembali apa yang Thunder katakan.

“kau harus menemui orang itu, dia bisa melakukan segalanya tentang cinta, yeah bisa dibilang dokter cinta” Thunder melompat dari tempat tidur Dara yang tadi ia duduki, kemudian Thunder melanjutkan bicaranya

“kau tahu kan, dulu aku sangatlah cupu dan tak berani untuk mendekati yeoja? Dan berkat dia, sekarang ini aku menjadi namja tampan percaya diri dan dikagumi banyak yeoja hahaha” jelas Thunder berkaca pinggang didepan kakaknya seraya tertawa

aigoo.. jinjayo?” tanya Dara tak percaya, tapi yang Thunder katakan tadi ada benarnya juga. Dulu Park Cheondong adik dari Sandara Park hanya seorang namja yang bisa dibilang nerd, tapi itu berubah sejak setahun yang lalu. Thunder menjadi namja keren dan kece dikalangan para yeoja.

Thunder mengambil note kecil yang ada pada meja samping tempat tidur Dara, lalu menuliskan sesuatu disana. Setelah itu ia merobek satu lembar dari note itu seraya menyerahkan pada noonanya.

~~***~~***~~***~~***~~

 

Dara POV

Aku membuka secarik kertas pemberian Cheondong kemarin sore. Jalan Sherlock, nomor 5. Yah itulah yang tertera pada kertas ini, kakiku melangkah menuju alamat yang disebutkan itu. Ketika menemukan sebuah gedung putih dengan hiasan dinding bergambar ayam, aku terdiam sejenak. Apakah benar ini alamat yang dimaksud Cheondong? Tapi… sepertinya agak aneh. Rumah ini tidak tampak seperti rumah paranormal pada umumnya. Kenapa ada banyak gambar ayam pada setiap dinding?

Aku melihat kembali alamat pada kertas, barangkali saja aku salah. Tapi saat kulihat ini benar, rumah ini bernomorkan 5, dan ini adalah Jalan Sherlock. Dengan ragu aku mulai menekan bel yang ada di depanku. Tak lama pintu rumah ini terbuka. Aku melihat seorang pria bermata sipit mengenakan baju serba putih terliaht seperti malaikat jadi-jadian kini menatap kearahku dengan heran. Errr… siapa dia aneh sekali -_-

a-annyeonghaseyo..” sapaku dengan gugup, pria yang ada di depanku ini bukannya menjawab sapaanku tetapi dia malah menaikan alis kanannya. “aah.. chogi, apakah benar ini rumah Lee Jinki-ssi

ne, nuguya?” pria itu memiringkan kepalanya sambil menatapku

“errr.. choneun Sandara…”

“ah… silakan masuk, Cheondung sudah memberitahuku tadi malam”

mwo?”

Pria itu secara tiba-tiba menarikku masuk kedalam rumahnya. Pandanganku mengarah pada setiap juru rumah dengan pemilik nama Lee Jinki ini, seorang paranormal yang katanya bisa membantu orang-orang dalam masalah percintaan. Sungguh tak masuk akal, apakah masih ada orang yang percaya dijaman yang modern itu dengan hal seperti itu? Lagi-lagi aku menemukan keanehan disini. Sebelumnya yang ku tahu, pada umumnya rumah paranormal itu identik dengan sesuatu yang berbau mistik, tapi aku tak menemukan sama sekali dalam ruangan ini. Disini yang ada hanyalah beberapa gambar ayam. Stiker ayam yang menempel pada dinding, pernak-penik ayam, bahkan sofa yang ada disini juga berbentuk ayam, aigoo.. ini rumah apa perternakan ayam sih?

“silakan duduk dulu, akan ku buatkan minuman” ujar Jinki tersenyum dengan matanya yang hanya tinggal segaris, kemudian ia berlalu.

Eh? Sejak kapan tamu paranormal disuguhi minuman?

Aku duduk di sofa bulat berbentuk ayam ini, terasa empuk memang, tapi errr… aish ini susah diungkapkan dengan kata-kata. Tidak lebih dari satu menit pria itu sudah kembali dengan membawa dua cangkir minuman. Ia lagi-lagi memamerkan senyumnya yang kulihat lumayan manis juga walaupun penampilannya tetap aneh. Aku membalas senyumnya dengan canggung seraya membungkuk kecil.

“silakan diminum, aku baru saja mebuat tofu coffe kekeke”

mwo??” aku terbelakak dengan apa yang dia katakan. Jadi yang ada di hadapanku sekarang ini adalah.. kopi tahu? Pria itu sudah mengambil cangkirnya lalu meneguknya dengan santai. Err.. ada yang salah, kenapa orang ini pantas disebut paranormal dengan tingkahnya yang aneh? Benar-benar mengelirukan.

“hmm diminum dulu” ujarnya kini dengan dingin dan tatapan yang mengerikan. Aigoo kenapa dia berubah jadi menyeramkan ckck

Dengan ragu aku mengambil cangkir kopi itu, hanya dalam sekali teguk aku menghabiskan yang ada di Cangkir itu. Aku menelan ludah setelah beberapa menit terdiam saking shocknya merasakan keganjalan dalam tenggorokanku. Sedangkan pria di hadapanku kini malah memamerkan giginya yang tampak seperti kelinci dengan wajah tanpa dosa.

geurae, sekarang kau boleh menceritakan masalahmu” ucap pria itu, aku masih setengah sadar ini karena reaksi dari minuman aneh itu. Apa sebelumnya Cheondong juga disuguhkan seperti ini?

YA!”

“eh? Jeosonghamnida. Tapi apakah kau bisa membantuku dalam waktu cepat?” tanyaku setelah benar-benar sadar, dan aku kembali meragukan orang aneh ini.

“hmm.. tergantung seberapa berat masalahmu. Ceritakan saja saja dulu”

Aku menurut saja dengan perintahnya. Ku ceritakan semua masalahku termasuk tentang pejodohan bodoh appa dan tentang kebingunganku mencari kekasih yang harus kudapatkan dalam waktu dekat ini. Pria itu, Jinki tampak mengangguk-nganggukan kepalanya sementara aku masih terus bercerita. Seketika pria itu beranjak dari duduknya dan menuju kearah belakang dimana itu ada sebuah guji. Ia mengambil yang ada didalamnya dan kembali menghampiriku. Rupanya yang ada didalam guji tadi ada sebuah box berukuran sedang berwarna pink yang entah itu untuk apa.

“setelah kudengar tentang masalahmu, sepertinya hanya ini solusinya” Jinki menepuk-nepuk benda berbentuk kubus pink yang ada di hadapannya. “kau beruntung karena stok ini tinggal satu lagi” tambahnya sambil memincingkan mata.

keudae, apa yang bisa ku lakukan dengan kotak itu?” tanyaku karena masih tak mengerti untuk apa guna dari box pink itu.

“ini adalah magic box, di dalamnya ada sebuah note dan benda keramat(?) yang bisa kau gunakan untuk masalahmu”

Aku mencoba menyentuh benda yang katanya disebut ‘Magic Box’ itu, tapi pria di depanku ini malah menepis tanganku.

andwae!! Belum saatnya kau membuka ini sekarang!” seru Jinki membuatku sedikit kaget. Aneh-aneh saja huh.

“lalu kapan aku bisa menyentuhnya?”

Jinki hanya menjawab pertanyaanku dengan sebuah deheman. Aku menyirit tak mengerti, lalu ia berdehem lagi untuk kedua kalinya. Ah, aku tahu sekarang! Sepertinya ini butuh transaksi berjalan -_-

Aku mengeluarkan dompetku yang berada di dalam tas, kemudian aku mengambil beberapa lembar kertas berharga, namun ketika aku menyerahkan uang nominal itu..

aniyo! aniyo!” Jinki menyilangkan kedua tangannya, err.. orang ini! “hmmm.. aku hanya butuh paket makanan dari 14045 dan.. tiket Opera Rooster hehehe” ujarnya dengan cengiran sangtae, untuk sesaat aku pingsan di tempat lalu bangun lagi(?) aigooo.. permintaan macam apa itu -_-

Huuuft.. pada akhirnya aku menuruti permintaanya. Daripada aku menjadi gila menanggapi tingkah aneh paranormal ini.

~~***~~***~~***~~***~~

“Yaa.. haksaeng, ireona! Ireonayo!”

“uuuuugh..” Aku memcoba membuka mata, ku edarkan pandangan ke sekeliling. Sedetik kemudian aku melihat seorang ahjussi yang sepertinya tadi membangunkanku. Eh? Aku tertidur? Tapi.. dimana ini?

Setelah benar-benar terlihat jelas, aku baru sadar kalo tadi aku tertidur di.. tengah jalan? YA! Kenapa bisa begini? Setahuku tadi aku ada di rumah seorang paranormal maniak ayam bernama Lee Jinki, namun kenapa sekarang aku malah ada dalam posisi terlengkup di jalan?

Ahjussi itu menggelengkan kepalanya kemudian berlalu. Tak mau dianggap orang gila, aku pun bangun dan membenarkan diriku. Aaahh, kepala ini agak sedikit pening rasanya. Sebenarnya apa yang terjadi huh? Tiba-tiba saja aku melihat di sebelahku ada sebuah box pink, bukankah itu.. box yang diberikan paranormal Jinki?

Aku mengambil box itu. Apa yang ada dalam isinya akupun belum tahu, karena Jinki bilang..

kau tidak boleh membuka box ini sebelum jam 10am. Disana ada sebuah note, dan bacalah petunjuknya sesuai dengan apa yang ditulis! Ingat, sesuatu yang akan menolongmu hanya ada empat, jadi gunakan sebaik mungkin!

Aku masih teringat ucapan terakhir Jinki, lalu setelah itu.. eengg.. setalah itu… aish, aku lupa apa yang terjadi. Namun tiba-tiba ku teringat sesuatu, aku melirik jam yang melingkar ditanganku. Omo! Ternyata sekarang sudah jam 9, aigoo.. aku bisa terlambat ke kampus!

Setelah mengambil box pink yang tergeletak di jalan, aku langsung menuju kampus. Jam pertama adalah kelas Kim seonsaengnim, aku tidak boleh terlambat kyaaa…

~~***~~***~~***~~***~~

Hanja-yo, wae waeyo? Apakah itu lucu? Apakah aku salah?”

Aigoo… Apa yang Kim seonsaengnim bicarakan? Ah, sangat membosankan. Lebih baik aku membuka box pink itu. Hmm.. lagipula ini sudah jam sepuluh, dan itu berarti aku bisa membuka box itu sekarang.

Dengan perlahan aku mengambil box pink yang ada di sampingku. Err.. jangan sampai Kim seongsaengnim tahu. Ya! Aku harus hati-hati pada dosen tampan tapi mengancam(?) itu. Kulirik sekilas ke arah seonsaengnim muda itu, ah tampaknya dia masih fokus memaparkan materi yang aku juga kurang paham tentang apa. Well, ini saat yang tepat!

Setelah membukanya, ternyata benar di dalamnya ada sebuah note pink menyerupai buku diary. Dan 4 buah lipstik?

kisseu note?” aku berguman pelan, kenapa judulnya itu agak aneh? Aku membuka halaman depan note itu dan membaca sesuatu yang ada didalamnya, hmm.. aku kira itu petunjuk.

jika kau menuliskan sebuah nama dengan lipstik yang kau pakai pada note ini, maka seseorang akan memciummu. Dan setiap orang yang telah menciummu, maka dia akan jatuh cinta padamu

Mwo? Hahahaha.. tulisan yang ada di note ini sungguh membuatku tertawa. Tidak bisa dipercaya, mana mungkin hanya dengan memakai lipstik biasa lalu akan ada orang yang memciumku? Maldo andwae!

Hmm.. tapi cukup membuatku penasaran. Kucoba mengambil satu dari empat lipstik yang ada di box itu. Kemudian aku mengoleskannya pada bibirku. Pandanganku mengarah kepenjuru kelas. Siapa orang yang akan ku tulis di note ini, ah kenapa tidak ada yang menarik?

Sesaat kemudian tatapanku mengarah pada seorang namja yang sedang berbicara di depan. Namja berjas cream, dengan kacamata yang bertengger diwajahnya membuat namja itu memang terlihat sangat tampan. Siapakah dia? Bingo~ tentu saja Kim Jonghyun seongsaenim! Seorang dosen termuda dikampusku. Umurnya dibawahku 2 tahun lebih muda, dia memang tergolong namja cerdas sehingga di umurnya yang sekarang ini sudah menjadi dosen. Dia itu tampan walaupun lekuk mukanya tergolong namja dingin. Jika marah, namja itu bisa memasang tampang yang menyeramkan hohoo.

Sepertinya lumayan juga untuk menjadi target pertamaku. Aih, lagipula aku tidak terlalu yakin ini akan bereaksi seperti apa yang pada tulisan di note ini.

“종현 선생님 (Jonghyeon Seonsaengnim)” aku menuliskan nama namja itu dengan lipstik yang tadi dipakai pada note halaman kedua. Haha sungguh ini terlihat sangat bodoh!

“eungggggg……….”

Suara dengungan microphone terdengar menggema di kelasku. Aigoo! Saat ini namja yang baru kutulis namanya di note kiss barusan kini menatap tajam kearahku. Sial! Sepertinya aku terjebak, dari tatapannya dia terlihat marah.

Jonghyun berjalan ke arah tempat dudukku, matanya masih menatap tajam. Aku segera menyembunyikan note kiss ini ke belakang punggung. Jangan sampai dia tahu dengan apa yang kulakukan tadi.

“………………………….”

Tiba-tiba saja suasana kelas menjadi hening, Jonghyun semakin mendekat kearahku hingga akhirnya berada tepat di depanku. Dia menundukan posisinya hingga benar-benar menatapku dengan jarak yang sangat dekat. Sorot matanya benar-benar dingin, aku tak berani menatap balik, hingga yang bisa kulakukan hanya menunduk dan mengalihkan pandanganku dari tatapan itu.

“…………………………..”

Well, sebentar lagi kau akan di keluarkan dari kelas ini Dara!  Beberapa detik kemudian aku merasakan sesuatu yang menempel di keningku…

CHU~~

“hoooooaaaaaaaa……”

DEG! Apa yang terjadi tadi?  O-OMONAAAA?! Jo-jonghyun seongsaengnim mencium.. keningku?

Bagaimana bisa ini terjadi?

Apa.. karena lipstik ini???? Ini sungguh tidak bisa dipercaya!

~~***~~***~~***~~***~~

Tap.. Tap.. Tap..

Aku melangkahkan kakiku menuju lapangan basket. Sepuluh menit yang lalu telah berakhirnya kelas Jonghyun seongsaengnim. Aku menepuk pipi dengan kedua tanganku. Sebenarnya apa yang telah terjadi huh?

Masih dengan membawa box serta note kiss ini, aku duduk di bangku pinggir lapangan basket. Ku buka lagi box pink ini, lalu kuambil note berwarna pink itu.

kisseu note, aish jinja!” ku telusuri note ini, apakah ada keajaiban didalamnya uh? Kemudian ku ambil salah satu benda yang tadi sempat membuatku shock, kejadian tiba-tiba ketika Jonghyun seonsaengnim mencium keningku.

“apa semua tadi karena ini?” aku melihat lipstik yang sedang kupegang. “YA! Apa yang ada dalam duniamu?! Katakan padaku!” aku berteriak pada benda mati ini layaknya orang gila.

“huuuuaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa Key! Key!”

Tiba-tiba saja aku mendengar suara keramaian di sekitar. Saat kualihkan pandangan, segerombolan orang terlihat mulai memasuki lapangan basket dari arah pintu masuk. Aku melihat salah satu diantara mereka yang terlihat menonjol.

Aku berpikir sambil masih menatap orang itu, namja berambut pirang yang sedang tebar pesona kepada yeoja-yeoja yang meneriakinya. Key, dia adalah adik kelasku. Salah satu namja populer di kampus ini. Kulirik sejenak lipstik pemberian paranormal maniak ayam ini.

“apakah boleh aku mencobanya lagi untuk membuktikan keajaiban dari lipstik ini?” gumanku pelan, perlahan aku olesi bibirku dengan lipstik kedua ini. Kemudian aku menulis sebuah nama pada note kiss ini.

“키 (Key)”

Akankah ini bereaksi lagi? ku lirik pandanganku kearah Key, dia tampak melepaskan bola basketnya begitu saja. Sedetik kemudian terdengar suara tapak kaki yang semakin jelas menuju kearahku.

DEG!

CHU~~~

“KYAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA~”

OMO! Ma-maldo andwae! Kejadian tadi begitu cepat! Key yang mendekat kearah ku secara tiba-tiba mencium pipiku? Aigoooooo…..

Aku berlari secepat mungkin dari lapangan basket sebelum para penggemar Key menghantamku. Apa lagi-lagi karena lipstik dan note kiss ini? Sungguh tidak dapat dipercaya! Ini adalah mimpi!

 

~~***~~***~~***~~***~~

“Jonnhy Depp, Jude Law. Oouuuhh Decaprio.. siapa yang akan kupilih? semuanya tampan!” aku membolak balik majalah fashion luar negeri. Disana ada bebapa aktor luar yang sangat tampan. Hihi..

Kali ini aku sedang berada di cafe dekat kampus. Cukup melelahkan setelah tadi aku berlarian menghindari amukan masa penggemarnya Key. Masih terbayang olehku tatapan murka mereka yang seakan ingin membunuhku eerr.. kuambil lipstik ketiga dari box pink ini, aku menatapnya sambil tersenyum.

“selama aku mempunyai ini, semua laki-laki di dunia ini bisa menjadi milikku! kekeke” aku membayangkan lagi semua impianku akan terwujud, dan perjodohan appa itu akan musnah! Hmm.. ternyata paranormal maniak ayam itu tak membohongiku, lipstik ini benar-benar mempunyai keajaiban. Ouh.. tentu saja ini bisa kulakukan untuk….

Hey, Sandara, jangan terjebak oleh pemainan setan itu!

Aku menoleh ke kanan, seperti ada bisikan yang melarangku untuk memakai benda ini lagi. Err.. apa aku salah dengan cara ini?

Tidak! Itu tidak salah! Lipstik itu adalah pemberian malaikat yang akan menolong hidupmu Sandara, jangan ragu untuk memakainya lagi!

Kali ini telinga kiriku yang menerima bisikan berlawanan dari sebelumnya. Bibirku mengembang, sepertinya bisikan sebelah kiri lebih benar. Malaikat hanya mengasihaniku, jadi dia memberikan benda ini melalui paranormal maniak ayam itu kan? Aigoo.. Dara kau beruntung!

Seketika pandanganku teralih pada koran yang ada di hadapanku. Disana terpampang seorang namja berwajah polos dan aigoo kyeopta!

This Month’s Smile Clerk Taemin. Ahh, imut sekali dia!” setelah membaca judul artikel itu, aku menaikan ujung bibir kananku, tersenyum jahil. Sepertinya akan kucoba lagi untuk ketiga kalinya skehehehe.

Kuoleskan lagi benda berwarna merah ke bibirku, lalu kuambil note kiss dan menuliskan sebuah nama namja di koran ini.

“태-민 (Tae-Min)”

DEG! DEG!

Seorang pria berseragam pelayan mulai mendekat ke arahku. Ehm, sepertinya ini langsung bereaksi. Aku duduk dengan anggun sambil menanti kedatangan namja imut itu yang akan menciumku, haha dia terjebak!

Namja itu semakin mendekatkan wajahnya ke arahku, matanya tertutup dan bibirnya membentuk sebuah runcingan(?). Aigoo dia seperti terhipnotis dan terlihat bodoh skahahaha.

Drrtt.. drrtttt..

“eoh” pandanganku teralih karena suara getar ponsel di saku bajuku terdengar.

Panggilan dari Choi Minho? Ah,  jinjayo Minho? Segera aku bangkit dan menjauhkan diri pada namja imut yang akan menciumku ini.

Aku mengusap layar ponsel untuk menerima panggilan yang masuk ini. “ehm.. yoboseyo? Ah minho-ya. Jigeum? Ani gwaenchana. Di taman? Oke baiklah aku akan kesana!”

Aigooo.. benarkah yang dikatakan Minho tadi? Dia memintaku untuk bertemu segera di playground? Aku menatap note kiss dan lipstik terakhir yang ku punya.

Yeah, ini adalah jalan yang benar! Dengan ini aku akan mendapatkan cinta sejatiku. Minho-ya wait me~

Sebelum aku melangkah pergi dari cafe ini, aku melirik sekilas pada namja imut itu. Dan aku terkejut, ternyata sekarang dia sedang mencium jendela dekat aku duduk tadi ckck, lipstik ini memang benar-benar ajaib. Daebak!

~~***~~***~~***~~***~~

Aku berjalan menuju taman tempat dimana aku dan Minho berjanji untuk bertemu hari ini. Huuaaaa.. kenapa aku menjadi gugup seperti ini? Minho adalah namja pertama yang mengajakku bertemu hanya berdua saja. Aku memang sudah mengenal lama Minho, dia adalah adik kelasku. Kita saling kenal dalam suatu organisasi di kampus. Namun biasanya jika kita berbincang, ada orang lain pula yang ikut berkumpul bersama. Minho juga termasuk namja populer di kampusku. Dia sangat tampan, hidungnya yang mancung, matanya yang besar, tubuhnya yang atletis, dan.. aku menyukainya.

Cuaca hari ini agak berawan, angin yang berhembus pun lumayan kencang. Aku merapatkan sweater jingga ku. Ku lihat ke sekeliling, nampaknya Minho belum datang. Aku mencoba menaiki tangga salah satu perosotan yang ada di taman ini. Setelah sampai puncak, ku taruh box pink ini untuk dijadikan tempat duduk.

Huuuuuft…. Baiklah, ini yang terakhir!

Aku mengambil lipstik keempat dan mengoleskan perlahan ke bibirku. Kemudian aku mulai mencoba menulis nama seseorang yang sudah kucintai sejak lama. Mungkin Minho memang tidak menetahui perasaanku, dan hanya dengan cara ini aku bisa mendapatkannya.

“미.. (Mi..)”

Baru saja aku menulis dua huruf pada note ini tapi aku mencoret lagi huruf tersebut. Sesungguhnya aku ragu melakukan ini. Aish.. apakah aku benar-benar harus melakukanya dengan cara ini?

“민.. (Min..)”

Aish.. aku kembali mencoret huruf yang tulis lagi untuk kedua kalinya. Jika aku mendapatkan cinta Minho dengan cara ini, itu berarti sesungguhnya Minho tidak mencintaiku huh? Aku berpikir sejenak, Baiklah Dara, jika kau menginginkan Minho, kau harus menulisnya dengan yakin! hmm, coba lagi..

“민ㅎ..(Minh..)”

Aaaaaaaaaaaaaa aniyooooo! aku tidak bisa melakukannya, dan pada akhirnya ku hapus lagi satu kata yang hampir tertuliskan nama Minho di note ini. Hheeuuuuu….. aku bingung! Eotthokhae? >//<

Pluuuuuuuk(?)

Tanpa disadari lipstik terakhir yang sedari tadi kupegang jatuh tanpa sengaja “andwaee…………………”

Tiba-tiba saja aku merasa ada seseorang menarik tubuhku ketika aku ingin meraih lipstik keempat yang jatuh.

DEG!

Namja ini.. Choi Minho? Pandangan kami bertemu, perlahan Minho mendekatkan wajahnya ke wajahku, semakin dekat dan dekat hingga aku merasakan sesuatu menempel di bibirku. Aku terperanga ketika Minho menautkan bibirnya di bibirku.

DEG!!

Kali ini aku merasa jatungku berdegup lebih cepat ketika Minho menciumku dengan lembut, tangannya memeluk tubuhku, dan aku seakan hilang kendali. Entah kenapa rasanya ini sangat nikmat. Aku bagaikan sedang terbang di udara dan bunga-bunga indah bertebaran disekitarku.

Oh Tuhan, apakah ini karena lipstik ajaib itu? Tapi, bukankah tadi aku sama sekali belum menuliskan nama Minho pada note itu?

“hooooosshh.. hooooosshh…” napasku memburu setelah beberapa menit Minho melepaskan bibirnya dari bibirku. Kini mata kita bertemu lagi, dia juga terlihat mengambil napas setelah kejadian tadi. Sesuatu yang benar-benar mengejutkan secara tiba-tiba.

noona~” panggil Minho membuatku semakin menatapnya “jangan lakukan hal konyol lagi,”

Kalimat yang tidak bisa aku mengerti. Aku tak menjawab, biar saja Minho melajutkan lagi perkataannya.

“dengarkan aku” Minho memegang kedua pundakku seraya menatap lekat, begitu pula aku pun sebaliknya. “aku tahu semuanya tentangmu. Tentang perjodohanmu, tentang lipstik itu, dan..” namja di hadapanku ini menggantungkan kalimatnya, deruan napasnya terasa di wajahku karena jarak kita yang sangat dekat. “..dan tentang perasaanmu padaku”

“jangan berpikir apa yang kulakukan tadi karena efek lipstik yang kau pakai. Aniyo, itu hanya sebuah kebodohan!”

Aku tampak kaget atas ucapannya, bagaimana bisa dia tahu tentang lipstik itu?

“tanpa barang konyol itu pun, kau sudah mendapatkan hatiku. Sandara noona, saranghae..”

DEG!

Saat ini rasanya jantungku mau lepas. Aku tak bisa menahan rasa gugup karena namja ini. Apakah aku sedang berhalusinasi? Atau Tuhan mengirimkan ku sebuah mimpi indah? Namun semuanya kutepis ketika aku sadar ini adalah sebuah kenyataan, aku merasakan lagi bibir Minho meraih bibirku dan mengecupnya dengan manis. Lalu tanpa sadar aku menyelipkan tanganku ke sela-sela rambut Minho. Dia melingkarkan satu tangannya kepinggangku, bibirnya semakin menekankan lebih dalam membatku larut untuk membalas ciumannya.

Pada akhirnya aku yakin ini adalah awal yang baik, ketika dua insan menyatu dua hati dalam sebuah ikatan cinta. Cinta bukanlah sebuah pemainan dimana kau harus mencarinya, namun cinta akan datang dengan sendirinya ketika waktu itu akan tiba.

———————–END———————

SKEHEHEHEHE… berhubung waktu itu Onew gak ikutan CF ini, jadinya aku masukin dia sebagai cast paranormal wkwk. Hmm, tapi aku juga ngerasa ada scene yang kerang dapet feelnya, entah itu karena aku nulis dari sudut pandang orang pertama, atau tulisanku yang kaku gegara kelamaan hiatus. Baiklah buat yang sudah baca, silakan tinggalkan komen~

Terima kasih juga buat silent reader, dosanya ditanggung sendiri(?) *eh

26 thoughts on “[FF/ONESHOT] Kiss Note

  1. kirain si eon mau buat plestan dari kiss note :p oh trnyta tebakanku salah, haha tapi ttp lucu bin konyol sih jln crta.a ~ apalagi peran onyu *ngakak guling2*

  2. astagaa… paranormalnya si Onew???
    demi apa ngakak baca deskripsi ruangannya onew… banyak poster? ayam?
    saya ngebayanginnya banyak poster ayam dengan berbagai macam pose…
    ahhh~ jinjja…
    bahkan wktu dara mau kasi duit…
    jinki bilang mau dikirimin paket ayam ya itu?? kekekekkeke…
    klo dikasi duit kan juga bisa beli ayam, oppa~ =,=”
    ne..
    SHINee berondong bgt emg buat dara eoni…
    dan minho~ uaaa~ kiss kiss kiss… :*

  3. wew…. kali iklanya bener ada scene paranormal Onew pasti bakalan bikin ngakak deh..
    sayang Onew gak gada di iklan itu pengen tau dia bakalan nyium dara disebelah mana *manasih eonni hihihi*
    sumpah ngakak haha…. profesi udah keren keren jadi para normal, rumah udah keren di jalan sherlock, muka udah ganteng eh taunya dinding rumahnya ayam. emang ada 14045 disana wkwkwk…..
    sayang bagian key yang tanganya ke belakang kayak ngacak2 rambut trus muter dengan ekspresi nan gaje itu gak ada, sumpah itu konyol banget gak berhenti ngakak liatnya paling suka scenenya onew haha.
    well. minho is noona killer. haha
    pas adegang itu jadi inget minho sampe ngangkang pas nyium dara bruakkakak tapi so sweet deh. seharusnya dara ngambek dong dipanggil noona hooihoihoi
    keep writing eonni😀

  4. Kirain aku : 1. Tidak lebih dari satu menit pria itu sudah kembali dengan membawa dua cangkir minuman. Ia lagi-lagi memamerkan senyumnya yang kulihat seperti ayam.😀
    2. “hmm diminum dulu” ujarnya kini dengan dingin dan tatapan yang menurutku seperti ayam tiren😀

    Komedinya dapet, eon.. suka… ^ ^

  5. wow.. klau onew oppa bener-bener jadi peramal dan lucu kayak gitu bakalan lebih seru dan rame tuch iklannya. tapi daebak banget nich cerita. aku suka pas bagian minho oppa.. so sweet. trus berkarya. chukae…

  6. bagus ideny.. miss typo jg jarang lewat.. feelny jg dpt.. cm yg wt kurg klimaks adlh, blum ada pnjlsan drmna Minho bs tw ttg smua.. mulai dr prjdohn, mp kiss note itu.. apa ada sequelny? smoga ada ne.. keep writing.. hwaiting!

  7. Annyeong
    Aq reader baru di blog ni..
    Seru oenni ff na… Tp qok onew oppa gak ikut cium ya… Padahal dy kan lebih hoot… Hehehe..

    Aq mw baca ff yg laen ya oenni… Boleh kan, gomawoo

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s