The Story of IU’s Fanboy (Part 2)

Title                 : The Story of IU’s Fanboy  (Part 2)

Author            : Choi Haerin a.k.a Arien ——– Choi Jinhya a.k.a Thya

Main Cast      : IU, Wooyoung, Key

Length           : Drabble

Genre              : Romance, Friendship

Rating              : PG-15

A/N                  : Annyeonghaseyo..  The Story of IU’s fanboys kembali lagi setelah sekian lama entah kemana (?) kkk~ okeh deh tanpa basi-basi lagi langsung ajah yah,, et et tapi jangan lupa cekidot J Happy reading ~~~ J

~~~~~~~~~~~~

 

The Story of IU’s Fanboy  (Wooyoung)


“Kyaaaaaaa~ Wooyoung” teriak semua yeoja yang ada di sekolahan saat aku mulai masuk di depan gerbang sekolah . hmmm ini sudah tak asing bagiku, tapi semua ini lama-lama membuatku bosan dan muak dengan semua yeoja yang belomba-lomba mendekati ku hanya untuk mendapatkan perhatian ku. Bukannya aku tak senang, yah aku senang dan bangga, diriku di elu-elukan semua yeoja tak hanya di dalam sekolah tapi juga diluar bukannya sombong sih tapi sedikit congkak hhahahahaha :p. Aku bosan dengan semua perlakuan yang mereka berikan kepada ku, apa mereka tak punya aktifitas lain selain meneriakkan nama ku dan membuntuti ku kemana pun aku pergi, “PARAH” bahkan aku pun bukan seorang artis apalagi kalau aku jadi seorang artis bisa stres mendadak gara-gara kelakuan mereka. Tapi… hanya satu yeoja yang berbeda. Yeah~ dia sangat berbeda dengan yeoja lainnya. Disaat semua yeoja mendekati ku hanya dia yang diam. Berdiam diri dengan semua buku-bukunya, dan bahkan dia mengacuhkannku, errrr atau bahkan tak mengenalku, ooh no!! Tidak mungkin dia tidak mengenal JANG WOOYOUNG yang sangat populer ini -_-“ . dan semua itu membuatku penasaran dengan yeoja itu, dan lama-lama aku tertarik *ah ani~ lebih tepatnya aku menyukai yeoja pendiam itu. Namanya adalah “LEE JIEUN” yeoja itu satu kelas denganku dia jarang mempunyai teman karena dia memang tergolong “nerd” . dia memang tergolong nerd, tapi siapa sangka kalo ternyata dia punya sesuatu yang terduga. Yeah, dia mempunyai suara yang sangat indah. Suatu hari aku pernah tak sengaja mendengarkan dia bernyanyi di taman sekolah belakang. Headset yang terpasang di telinganya seakan dia sangat menikmati lagu yang ia lantunkan. Itulah yang membuat aku tertarik padanya. dan aku putuskan mulai hari ini aku akan mendekatinya “Wooyoung~ fighting” ucapku menyemangati diriku sendiri

“ehemm… apa boleh aku meminjam buku catatan fisika ,aku…” belum selesai aku bicara dia sudah memberikan buku catatan fisikanya, yah akuh tau kalau aku diusir secara halus.

******

Pulang sekolah

“ya ya! Lee Jieun” ku tak peduli tatapan penasaran semua anak-anak disekolah tujuan ku hanya satu jieun J

“wae?” tanyanya ketus

“aku hanya ingin mengembalikan buku catatan”

“o” ucap jieun singkat padat dan jelas dan langsung melanjutkan jalannya

“ya ya ya jieun~a bagaimana kalau kau ku antar pulang ??? sebagai ucpan terimakasih ku karena kau sudah meminjamkan buku catatanmu”

“ndee????” kaget jieun dengan melototkan kedua matanya. Ahhhh kyeopta >.< meskipun kedua matanya ditutupi kaca mata tapi tak menutupi keindahan kedua matanya

“ku antar pulang ya ya ya???” desak ku

“shir…” sebelum jieun meneruskan kalimatnya segera saja ku tarik dia menuju parkiran motor ku, yah aku tau kalau dia akan menolak maka dari itu aku paksa saja dia hahhahaaa

“cha ! ini pakai “ ku berikan helm pada jieun tapi dia hanya melihatnya. Tanpa babibu ku pakai kan helm itu di kepala jieun ,dia memandangku dan tatapan seolah menyiratkatkan tanya “ya! igeo mwoya? Waegurae? “

“sudah ayo cepat naik”

Ku lajukan motorku dengan kecepatan lumayan tinggi. Ku liat dikaca sepion dia berpegangan pada pucuk motorku. Dengan cepat ku tarik tangannya dan menaruhnya di pinggang ku “agar kau tidak jatuh” dan aku tau wajahnya seketika menjadi merah. Ah yeoja ini benar-benar berbeda. Dan aku suka perbedaan itu.

“gomawo wooyoung-ssi” ketika sampai di depan rumahnya

“kau tau nama ku ???”

“nde?” tanyanya tak mengerti

“yah aku pikir kau tak mengenalku, kau kan hanya bergulat dengan buku mu”

“kkk~ tentu saja aku tau kau kan teman sekelas ku mana mungkin aku tak mengetahui teman sekelasku”

Mwo? Dia tersenyum ,ini pertama kali aku melihatnya tersenyum, aisshhhh senyumnya seketika menghentikan waktu

“ya! wooyoung-ssi gwaenchana??” jieun menyadarkanku dengan mengibas-kibaskan tangannya.

“ah gwaenchana~ keurom aku pergi dulu”

Sejak saat itulah aku mulai dekat dengan jieun , yah meskipun semua anak-anak disekolahan sibuk membicarakan aku, kenapa aku bisa berdekatan yeoja cupu seperti jieun aku tak perduli toh lama-lama mereka akan terbiasa. Mereka salah menilai jieun jieun adalah yeoja yang sangat menyenangkan,lucu,bersura merdu dan juga pintar dan tentu saja cantik. Semua orang tak tau bahwa jieun menyimpan wajah yang sangat cantik di balik kacamatanya itu.

“ya! wooyoung~a kenapa kau mengajak ku ke kantin bersama huh ? kau tak liat semua orang disini memberi pandangan membunuh kepada ku”

“tenanglah jieun , aku kan ada disisimu sekarang, jadi tenang saja mereka tak akan macam-macam kepada mu” ucapku sedikit berbisik kepada jieun

Seketika segerombolan yeoja (hoobae) mendekati ku. “oppa~ ayoo makan bersama ku,ayo berkencan dengan ayo bla bla bla” semua ajakan yeoja-yeoja ini membuatku pusing -_-“

Seketika aku tersadar kalau jieun telah memisahkan diri dari ku. Tampa menunggu lagi aku segera ke kelas mencarinya

“ya! kenapa kau meninnggalkan ku sendirian di kantin tadi huh ?”

“….” hening

“heyy~~ jawab kau” desak ku manja dengan mengoyang-goyangkan kedua bahunya”

“sendirian? Hey kau tak sendirian tuan jang wooyoung,jelas-jelas kau dengan para yeoja” jelasnya ketus errrrr kelihatan sedikit cemburu

“eeeerrr… apa aku cemburu dengan yeoja-yeoja itu?

“ya apa kau gila ? mana mungkin??” elaknya

“tapi kenapa kau jadi uring-uringan gini huh? Tanya ku seraya memberi tatapan yang menggoda(?)

“anio~”

“jeongmal???”

“NE~” jawabnya mantap

Segera ku pegang kedua tangan jieun “ya! ya! apa yang kau lakukan huh ?”

“dengarkan aku jieun ……tak peduli sebanyak apapun yeoja yang mengejarku merayu ku, hanya kau satu satunya yeoja yang ada di hati ku”

“ndddddddddddddeeeeeeeeeee??” ucap jieun shock

“SARANGHAE”

“Mwo??” jieun melotot tak percaya

~~~~~

The Story of IU’s Fanboy (Key)


Seperti biasa aku menatapnya, menatap di kala ia bernyanyi sambil memetikan senar gitar, menatap indahnya bola mata yang terpampang di wajahnya, menatap segores senyum yang ia berikan kepada orang-orang sekitar yang sedang mendengarkan nada-nada indahnya.

Tepukan tangan menggema di seluruh ruangan. Dia berbungkuk lalu beranjak dari duduknya ketika ia telah selesai melantunkan sebuah lagu yang dinyanyikan oleh suara merdunya itu. Kakinya melangkah turun menapaki anak tangga panggung kafe. Ku tatapi dirinya yang sedang berbincang dengan seseorang, tak lama ia keluar dari kafe ini.

Kususul langkahnya mengikuti jejak bayangannya. Dia berjalan, sesekali menatap langit hitam yang mendung. Saat hujan mulai menetesi bumi, ia segera bergegas lari menuju sebuah halte, lalu aku terus membuntutinya dari belakang.

Hujan.. yeah, aku selalu bertemu dengannya dikala hujan. Entah kapan aku bertemu pertama kali dengannya, yang ku ingat waktu itu saat turun hujan dia mulai muncul di hadapanku.

Flashback~~

Blaamm…

Kubanting pintu rumahku dengan keras dan bergegas pergi keluar. Muak! itu yang kurasakan sekarang. Untuk apa dulu mereka bersatu kalau pada akhirnya sekarang berkeinginan untuk berpisah.

Yeah, dalam waktu dekat ini orang tuaku akan bercerai. Entah apa yang ada di pikiran mereka. Apakah mereka tidak mengingat ku? Apa mereka tidak peduli pada anak tunggalnya ini? Aku memang sudah bosan melihat mereka yang setiap hari bertengkar, hingga pada akhirnya kata ‘cerai’ pun terdengar olehku hari ini.

Kulajukan motorku dengan kecepatan tinggi. Tak tahu kemana, yang jelas sekarang aku benar-benar tidak ingin ada dirumah. Aku benci situasi ini! Kenapa aku harus menjadi anak yang brokenhome? Kenapa??! Aaaarghz…

Ku parkirkan motorku di tepi sungai han. Lalu aku turun dari motor. Saat ini aku hanya ingin menyendiri untuk menenangkan hati. Memoriku teringat akan kenangan masa kecil yang indah. Ketika umma dan appa masih saling bercinta, ketika mereka masih sangat memperhatikanku, ketika mereka menggenggam tanganku bersama. Aku sangat masih mengingatnya, mereka yang sering mengajakku ke taman ria, menaiki bianglala bersama diiringi tawa canda, tapi kini semuanya sudah pupus dan berakhir begitu saja. Dadaku sangat sesak dengan kenyataan ini. Mereka sudah tidak menyayangiku lagi, DAMN!

Tanpa terasa airmata ku jatuh begitu saja. Memang tidak dapat kupungkiri bahwa ini adalah kenyataan yang pahit dan menyedihkan. Langit sudah berubah menjadi mendung, perlahan tetesan air hujan jatuh membasahi bumi. Yeah, ini lebih baik untuk menghapus air mataku.

Ku dongkakan kepalaku keatas langit, memejamkan mata, menerima jatuhnya air hujan di mukaku, tak peduli keadaanku kini sudah basah kuyup. Hujan yang datang ini agak meredakan emosiku yang tadi sangat memanas.

Tapi tiba-tiba aku merasa hujan tak membasahiku lagi. Kubuka mataku perlahan, aku kaget ketika ada payung yang menghalangiku menerima tetesan air hujan. Saat ku menoleh ke belakang, ku dapati seorang yeoja yang sedang memayungiku(?). Aku menatapnya heran, nuguya?

“sunbaenim, apa yang sedang kau lakukan? kenapa hujan begini kau tak berteduh?” tanyanya dengan suara lembut, aku mengeritkan keningku dan tak menjawab pertanyaannya.

“kau tak membawa payung? Igeo, pakailah.. Kebetulan aku bawa dua” ujarnya memberikan payung yang sekarang sedang ia pakai. “dan ini untukmu” ia menyodorkan sebuah kopi hangat ke tanganku, aku masih terdiam dan menerima pemberiannya. Kemudian ia mengeluarkan sesuatu dari tas nya, ia mengambil payung dan membuka payung itu.

“geurae, aku pamit dulu. Annyeong..” serunya membungkukan badan dan berlalu dari hadapanku.

Aku menatapnya yang pergi sampai sosoknya menghilang. Lalu ku tatap cup kopi yang tadi ia berikan, entah kenapa kedua ujung bibirku tertarik ke atas, yeah kurasa suasana hatiku kini lebih baik berkat yeoja itu.

Flashback end

Ku lihat dia menadahkan tangannya menerima jatuhnya air hujan, dan dia tersenyum. Walau aku menatapnya dari jauh, tapi aku masih bisa melihat jelas senyumnya itu. Entah kenapa aku sangat suka memperhatikan nya dari jauh. Tapi seketika dia menoleh ke arahku, aku terlonjak kaget dan langsung mengalihkan pandanganku.

Omo! Bagaimana kalau dia tahu sedari tadi aku terus memandangnya. Apa sebaiknya aku pergi saja?

Baru satu langkah aku berjalan, ada sebuah suara yang menghentikannya. Dan aku pun menoleh ke belakang. DEG! jantungku, kenapa ini?

“chogi, kau pengunjung yang sering datang ke kafe tempat aku bekerja kan?” tanyanya padaku. chakkaman, dia tahu kalau aku sering ke kafe itu? Apa dia juga sering memperhatikanku?

“n-ne..” jawabku agak gugup, dia memperhatikan ku, menatap wajahku agak lama.

“sepertinya aku pernah melihat selain di kafe? aah.. aku ingat, kau sunbae yang tempo hari ada di sungai han kan?” tanyanya lagi dan kini agak membuatku terkejut. Dia ingat hari itu, ketika pertama kali kita bertemu!

“n-ne..” lagi-lagi aku menjawab itu, aku tak tahu harus berkata apa lagi

“choneun lee jieun imnida, tapi kau boleh memanggil ku IU” ucapnya sambil mengulurkan tangan kepadaku

“ah, nde.. Kim kibum imnida. Panggil key saja” ucapku membalas uluran tangannya, hangat.. itu yang ku rasakan. Lalu ia tersenyum kepadaku, dia benar2 sangat manis!

“bangapseumnida key sunbae” ucapnya sambil tersenyum lagi. Entahlah, sepertinya dia senang sekali mengumbar senyumnya yang manis, tapi aku menyukai itu.

“ne, bangapseumnida IU-ssi~” aku membalas senyumnya walau kini aku sedang menahan jantungku yang sedari tadi meloncat-loncat.

Tiiiiid….Tiiiiiiiid….

“aah, bus nya sudah datang. Kalau begitu aku pamit pulang dulu key sunbae, lain kali kita bertemu lagi. Annyeong” serunya melambaikan tangan padaku, lalu ia masuk ke dalam bus yang menunggunya.

IU, yeah.. hari ini aku bisa mengenalmu. Sungguh membuatku senang. Naega joahae~

-END-

ini seperti part sebelumnya sengaja di bikin gantung. Coba menurut reader cerita mana yang paling asik dan bikin penasaran? Leave comment please~  GamsaHAE *bow

9 thoughts on “The Story of IU’s Fanboy (Part 2)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s