[FREELANCE] Hurts

Author              : Nietha a.k.a Nam Hyun Young

Main Cast        : Nam Hyun Young, Choi Minho, Kim Jonghyun

Length              : Oneshoot

Genre               : Frienship, Sad, Romantic.

Rating                : General

Theme Song   : In My Room, Graze, One for me, Better.

Aku baru saja mandi, tubuhku sedikit lebih segar setelah bersentuhan dengan air hangat. Aku melirik jam weker kororo yang terpajang rapih dimeja belajar samping tempat tidur. Biasanya sahabatku akan datang tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu. Dan tanpa rasa berdosa ia akan langsung tidur disampingku dan mulai mengoceh tentang banyak hal.

Aku menjatuhkan tubuhku yang terasa penat ke atas tempat tidur, aku sudah tidak bisa berontak saat mataku memaksaku untuk menutupnya.

CKLEK

Handle pintu kamarku terbuka dan benar saja sahabatku datang dan langsung ikut menjatuhkan tubuhnya disampingku, aku terpaksa harus berbagi tempat dengannya karena tempat tidurku yang berukuran kecil dan memang dirancang untuk satu orang.

“Dia cantik kan??” ujar Minho yang tiba – tiba menunjukan photo seorang gadis padaku.

“Ne~” sahutku malas dan menenggelamkan kepalaku dibawah bantal.

Yaa dialah sahabatku, Choi Minho. Dia adalah orang pertama yang aku kenal saat aku pertama kalinya menginjakan kaki di kota Seoul. Dan jujur aku mencintainya, tapi ia tak pernah tahu perasaanku. Minho mencintai orang lain, dia adalah Yoo Young Jin. kakak kelas kami. dia cantik, pintar, popular dan juga kaya. sangat sepadan dengan Minho yang juga berasal dari keluarga kaya. sedangkan aku?? aku hanyalah si ugly duckling yang sangat miskin. aku terpaksa berpisah dengan kedua orang tuaku di Incheon karena aku mendapatkan beasiswa. Bahkan untuk kehidupan sehari – hari aku bekerja paruh waktu disebuah toko pakaian.

“Apa aku bicara jujur saja pada Young Jin noona tentang perasaanku?? aku tidak tahan jika setiap hari melihatnya didekati para namja popular disekolah kita. bagaimana menurutmu???” tanya Minho mengguncang tubuhku pelan.

“Hmmmm” sahutku lagi masih dari bawah bantal.

“Hah dia benar – benar gadis yang sempurna. Dia baik, cantik, dan juga pintar. Dia cocok denganku kan?? aku tampan, aku juga tidak bodoh sepertimu. Dan aku adalah kapten basket disekolah”

Cih~ dia terus saja mengoceh disampingku, bahkan tempat tidur yang sangat sempit ini serasa makin sempit mendengar ocehannya. Aku mengangkat bantal yang kutiduri dan langsung melempar kewajahnya.

“Assshhh kau ini benar – benar narsis. Pergi dari kamarku. Aku mengantuk” omelku.

“Yaak~ aku kan masih ingin bercerita soal Young Jin noona. kau ini kenapa sich???”

“Hah aku tidak peduli dengan noona-mu itu. cepat kau pergi dari kamarku. Palli palli~~~~” teriakku dan tanganku sudah siap dengan boneka kororo yang sebentar lagi akan kulempar kewajahnya jika ia masih belum pergi juga.

“Arraseyo~ aku akan pergi. dasar menyebalkan!!!” Minho bangkit dari tempat tidurku dan pergi setelah membanting pintu kamarku.

Telingaku benar – benar panas karena Minho tak pernah berhenti membicarakan yeoja itu. setiap hari bahkan setiap jam Minho tak pernah berhenti membicarakannya dan itu semakin menyayat hatiku….

***

Bulan ini salju mulai turun. Malas sekali harus pergi sekolah dicuaca sedingin ini. syal dan juga jas almamater sekolah masih belum bisa menghilangkan rasa dingin di tubuhku. aku berjalan melewati gang sempit karena memang rumah sewaku berada diujung gang. Kakiku terhenti pada sebuah rumah mewah yang berdiri kokoh menghalangi rumah-rumah yang berada dibelakangnya. Yaah itulah rumah Minho. berbanding terbalik dengan tempat tinggalku yang sangat sempit. tapi meskipun aku sangat miskin, Minho tetap berteman denganku, bahkan ia lebih sering menghabiskan waktunya dirumahku. Dan juga ia sering tertidur dikamarku, kalian bisa membayangkan bagaimana kakinya yang panjang itu terjuntai kebawah karena ukuran ranjangku yang kecil.

Pagar rumahnya masih tertutup, mungkin ia masih belum berangkat. biasanya aku akan menunggunya didepan pintu gerbang. Tapi hari ini aku terus berjalan meninggalkan pintu gerbang besi yang bergaya eropa itu. aku akan membiasakan diriku mulai saat ini. berangkat sekolah tanpa Minho.

“Kenapa tidak menungguku???”

Tiba – tiba Minho menghentikan sepedanya tepat disampingku.

“Aku kira kau sudah berangkat” sahutku berbohong.

“Cepat naik. Hari ini adalah hari terakhirku membawa sepeda kesekolah”

Aku mentautkan kedua alisku dan menatap mata besarnya “Memangnya kenapa??”

“Besok aku akan membawa motor” ucapnya dengan senyuman yang mengembang.

“Jinja??? Ayahmu sudah mengijinkanmu untuk membawa motor ke sekolah??” tanyaku sambil naik dijok belakang sepedanya dan memeluk pinggangnya erat – erat.

“Ne~~~ aku mogok belajar. Aku harus menjaga harga diriku didepan Young Jin noona, aku tak mau kalah dari para namja yang selalu mengejarnya setiap hari. Kau tahu kan para namja yang mendekati Young Jin noona selalu membawa kendaraan mewah”

“Ah jadi karena itu???”

Entah kenapa hatiku sangat sakit mendengar ini.  aku merasa dunia berhenti berputar sekarang, bahkan aku merasa ada ribuan jarum yang menancap dihatiku. Apakah itu berarti mulai sekarang aku tak akan bersamanya lagi jika berangkat kesekolah?? Tak akan lagi mampir di kedai es krim langganan kami?? dan aku tak akan pernah bisa lagi dengan leluasa memeluk pinggangnya seerat yang aku mau?? Benarkah tak akan ada lagi??? Air mataku kembali menetes dan aku semakin mempererat pelukanku dan menyembunyikan tangisku yang semakin deras.

***

Semua siswa berhambur keluar kelas saat bel berdentang tiga kali. Aku harus bergegas, aku tak ingin boss marah – marah lagi karena aku terlambat. Minho yang duduk disampingku terus mempermainkan kotak berwarna merah sambil terus tersenyum.

“Hyun Youngssi. Bagus tidak???” ujar Minho memperlihatkan kalung berbentuk hati padaku.

“Lumayan” sahutku malas dan tanpa menoleh kearahnya.

“Yaak~ kau belum melihat barangnya sudah berkomentar?? Bagus tidak??” sekali lagi Minho memperlihatkan kalung itu.

Hah aku hanya bisa mendengus kesal dan berkata “Ne~ itu bagus”. jika tidak, ia akan terus – terusan bertanya padaku sampai aku menjawab pertanyaannya.

Sebenarnya hatiku sakit melihat ini semua. Minho berniat menyatakan cintanya dengan memberi kalung berbentuk hati pada Young Jin Eonni. sebenarnya Minho memintaku untuk menemaninya, tapi lupakan saja. yeoja mana yang akan sanggup melihat namja yang ia cintai menyatakan cinta pada yeoja lain didepan mata kepalanya sendiri. Benar – benar menyedihkan.

“Minhossi~ maaf aku tidak bisa menemanimu. Aku harus segera ke tempat kerja” ujarku yang memasukkan seluruh buku dengan sembarang kedalam backpack-ku.

“Yaak~ kenapa ingkar janji?? Kau bilang mau menemaniku??”

“Mian~ tapi aku benar – benar terlambat sekarang. Minhossi~ hwaiting” teriakku sambil berlari pergi.

Aku tak akan pernah sanggup melihatnya. lebih baik aku menghilang selama – lamanya daripada harus berdiri seperti orang bodoh yang melihat kejadian yang akan membuatku sakit hati.

“Hyun Youngssi~~” seseorang memanggil namaku dengan suara lembutnya. Namun suara lembut ini adalah suara yang selalu aku hindari. Tapi kali ini aku tak bisa kemana – mana. Suara lembut itu milik Young Jin Eonni, aku menoleh dan dia tersenyum padaku sambil melambaikan tangannya. Kuakui dia adalah yeoja yang baik, sangat baik malah. Aku ingin sekali membencinya tapi tak ada hal dalam dirinya yang mengharuskanku untuk membencinya.

“Kenapa buru – buru sekali??” tanyanya dengan senyuman yang sangat ramah.

“Eonni mianhamnida~ aku takut terlambat ke tempat kerja” sahutku berusaha tersenyum padahal saat ini tangisku tengah meraung dalam hatiku.

“Apa Minho tak mengantarmU???”

Minho memang biasa mengantarku ke tempat kerja, tapi sepertinya kemarin adalah hari terakhir dia mengantarku. Aku tak mungkin bergantung terus padanya, Minho sebentar lagi akan menjadi milik orang lain.

“Annyo~~~ Oya Eonni~ Minho sudah menunggu kau masuk saja. aku pergi dulu. Annyeong” setelah membungkukan badan aku langsung berlari secepat angin. Aku tak ingin air mataku merusak perasaan orang yang sebentar lagi akan saling memilki itu. hatiku sakit. Aku berharap bumi kini menelanku dan membuatku hilang untuk selama – lamanya.

***

Setelah sampai aku langsung mengganti uniformku dengan seragam kerja. Untung saja aku tidak terlambat.

“Bagus sekali. hari ini kau tidak terlambat” ucap Jonghyun Oppa, teman kerjaku.

“Ah Ye~ Oppa”

“Ada apa dengan wajahmu? Apa kau baru saja menangis??” tangannya menyentuh wajahku lembut.

“Annyo~ gwenchana” sahutku yang menepis tangannya dari wajahku.

“Kau sedang tidak berbohong padaku kan???” tanya-nya dengan tatapan penuh selidik.

Binggo!!! Jonghyun Oppa memang selalu tahu isi otakku. terkadang aku selalu berpikir apa dia bisa membaca pikiranku???

“Annyo Oppa. GWENCHANA!!!” tegasku.

“Ah aku tahu kau sedang berbohong. Tapi tidak apa – apa jika kau tak mau cerita. Aku akan menunggu sampai kau sanggup untuk menceritakannya” ujarnya sambil melangkah pergi karena saat itu ada pelanggan yang datang.

Jonghyun Oppa memang selalu peduli padaku. bahkan selama ini dia yang selalu setia mendengarkan semua keluh kesahku. Semenjak Minho menyukai Young Jin Eonni, Jonghyun Oppalah yang menggantikan posisi Minho untuk selalu ada disampingku.

Ah kenapa aku begitu merindukan si bodoh itu. apa sekarang mereka tengah resmi berpacaran?? Nam Hyun Young kenapa kau begitu cengeng?? Kau bisa kuat menghadapi segala cobaan hidup, tapi kenapa jika menyangkut soal Minho aku jadi gampang menangis. Assshhhh paboya!!!!

“Yaak Hyun Youngssi apa yang kau lakukan?? cepat kemari banyak pelanggan yang datang”

Aku kembali dari lamunanku saat Boss membentakku dengan suara yang membahana dan aku langsung berlari  menghampiri pengunjung.

***

Aigoooo~ kakiku benar – benar pegal berdiri seharian. Hari ini banyak sekali pengunjung yang datang. Malam ini salju turun lagi. Langkahku terhenti disebuah taman dekat rumahku. Tempat ini adalah tempat aku dan Minho biasanya bermain jika salju sedang turun. Tapi sepertinya itu tak akan terjadi lagi.

Hah aku hanya bisa menarik napas dalam meratapi nasibku. Aku tak boleh terlalu banyak berharap. Dasar bodoh!!! Kenapa air mataku selalu menetes?

“Bodoh!!! Kau merindukanku ya???” Tiba – tiba seseorang menoyor kepalaku dari belakang. Dan suara itu amat sangat aku kenal.

“Minhossi~ apa yang kau lakukan disini??” tanyaku terbata – bata saat melihatnya tersenyum kearahku.

“Aku tadi menunggu dirumahmu lama sekali. karena kesal jadi aku berjalan – jalan kemari, dan ternyata kau disini??”

Sial!!! Kenapa aku tak bisa menahan air mataku?? Ashhh Hyun Youngssi paboya~~~

“Hey kenapa kau menangis?? Apa kau benar – benar merindukanku?? Tadi siang kita kan bertemu???”

“Yaak~ kau ini benar – benar percaya diri sekali” ujarku yang menoyor kepalanya.

“Kemarilah~ aku juga merindukanmu”

Minho tiba – tiba menarikku kedalam pelukannya. Aku sangat menyukai aroma tubuh ini. aku sangat tenang bila berada disampingnya dan menangis didalam pelukannya.

“Apa hari ini kau membuat masalah lagi??”

“Ye~ tadi boss memarahiku karena melamun saat bekerja”

“Ahhh Hyun Young yang bodoh, kenapa kau suka sekali membuat masalah???”

“Yaak~ aku tidak bodoh!!!” omelku

“Ne~ Arraseyo”

“Oya,,, aku ada berita yang sangat baik untukmu. Mau dengar???” lanjutnya lagi.

Aku melihat wajah Minho yang sangat berseri – seri, wajah polosnya yang amat kusukai itu memancarkan sinarnya malam ini.

“Aku resmi berpacaran dengan Young Jin Noona. aku tidak menyangka ternyata Young Jin Noona juga memiliki perasaan yang sama terhadapku. Ahh aku benar – benar senang hari ini”

DUERRRR

Aku merasa tubuhku bagai tersambar petir, aliran listrik jutaan volt seperti mengalir dalam tubuh yang membuatku lemas seketika, air mataku pun luruh seiring dengan salju yang turun malam ini. jadi itu yang membuatnya bahagia?? Jadi itu yang membuat wajah polosnya berseri – seri?? Jadi karena itu???

“Kenapa kau menangis???”

“Ahh annyo~ aku menangis bahagia. Penantianmu selama ini pada Young Jin Eonni akhirnya terbalas juga. Chukae~~~” sahutku sambil memaksakan  tersenyum kearahnya.

“Hemmm… kau benar Hyun Young. akhirnya penantianku selama ini tak sia – sia. Gomawo karena sudah menemaniku selama ini”

Aku kembali menangis saat ia menarikku kedalam pelukannya.

Tiba – tiba mobil berhenti dan lampunya menyorot kearah kami, aku sampai memicingkan mataku karena silau. Seorang gadis canti keluar. Samar – samar kulihat dan ternyata itu Young Jin Eonni.

“Annyeonghaseyo~” dia menyapa kami tapi matanya melihat kearah Minho, Minho yang saat itu sedang memelukku langsung melepaskannya seketika.

“Noona~ ada apa kemari??” tanya Minho yang langsung berlari kearah Young Jin. Bagus sekali…. sekarang aku benar – benar seperti orang bodoh.

“Aku ingin bicara sebentar boleh??”

“Katakan saja” ujar Minho.

Young Jin Eonni menatap kearahku. Oh aku tahu sekarang. aku tidak diinginkan disini. “Minhossi aku pulang dulu” ujarku yang langsung berlari pergi setelah membungkukan sedikit kepalaku pada Young Jin Eonni.

Silahkan kalian habiskan malam ini berdua tanpa aku!!!!

***

Ashhh sudah jam berapa ini??? semalam Minho  menelpon untuk berangkat kesekolah bersama?? Tapi kenapa ia belum keluar juga. Aku sudah mondar mandir selama satu jam didepan pagar rumahnya. Apa dia terlambat bangun lagi??? Dasar anak itu, kalau sampai aku terlambat… Choi Minho awas kau ya… kupastikan hidupmu tak akan selamat.

Tiba – tiba seorang ahjumma keluar sambil membawa satu kantong plastic sampah, dia adalah pembantu Minho. buru – buru aku menghampiri ahjumma itu.

“Annyeonghaseyo ahjumma~ apa Minho sudah bangun??” tanyaku.

“Tuan muda sudah berangkat pagi – pagi sekali, tadi dia dijemput oleh seorang gadis cantik”

“Nde???”

Minho sudah berangkat dengan seorang gadis?? Apa dia Young Jin?? Aku merasa lututku lemas saat ini, tenagaku hilang seketika. Bahkan aku tak mendengar saat ahjumma pamit pergi kedalam. Minhossi kenapa kau tega sekali padaku??? aku sudah menunggumu selama satu jam tapi kenapa kau pergi dengan Young Jin??? Bahkan kau tak memberikanku kabar??

Yakk Minhossi paboya~~ napeun namja!!!!

Dia benar – benar berubah sekarang. dia bukan lagi Minho-ku. aku tak memilki tenaga sama sekali. Ah Hyun youngssi kemana sarapanmu tadi pagi?? Apa tidak cukup kau menghabiskan dua mangkuk nasi sekaligus?? Kenapa untuk berjalan saja aku tak berdaya seperti ini???

Ciiiiiitttt

Aku menoleh saat suara motor berdecit dihadapanku, namja itu membuka helm-nya dan tersenyum manis kearahku. “Butuh tumpangan noona manis??”

“Oh Jonghyun Oppa~ apa yang kau lakukan disini??” tanya-ku sambil menyusut air mataku kasar dan berlari mendekatinya.

Shit pertanyaan bodoh macam apa ini?? Jonghyun Oppa kan mahasiswa Kwanghee, jadi sudah jelas jika dia lewat sini (Author ngarang).

“Aigooo~ kenapa setiap bertemu denganmu wajahmu selalu seperti itu???” Jonghyun Oppa menyeka air mataku yang masih tersisa. Entah kenapa sentuhan tangannya membuatku merasa tenang.

“Aniyyo Oppa~ nan gwenchana” sahutku sambil tersenyum menyembunyikan kesedihanku.

“Geure~ cepat naik. Sudah tidak ada waktu lagi. Kau bisa terlambat” Jonghyun Oppa melirik G-Sok yang melingkar ditangan kanannya.

“Jinja??? Gomawo~~~”

Aku langsung naik keatas motor karena aku memang benar – benar terlambat sekarang. Jonghyun Oppa~ apakah tuhan mengirimkanmu untukku?? Jika memang begitu?? Aku benar – benar berterima kasih.

30 menit kemudian….

“Bagimana ini?? Kau terlambat Hyun Young” ujar Jonghyun Oppa yang melihat gerbang sekolahku sudah ditutup rapat lengkap dengan rantai dan gembok.

“Hassshhh Eoteokhe???” ujarku yang saat ini hampir menangis. bagaimana tidak?? Hari ini adalah hari penting bagiku. Sekolah mengadakan tes penerima beasiswa untuk tahun depan. Dan jika aku terlambat aku akan kehilangan kesempatan ini. Bodohnya aku!!! kenapa aku bisa lupa ada acara penting hari ini.

Tiba – tiba Jonghyun Oppa menarikku lenganku dan membawaku menuju samping sekolah.

“Hyun Youngssi cepat injak punggungku dan naik”

aku menoleh pada Jonghyun Oppa yang sudah berjongkok membelakangiku.

“Cepat. Lagipula tak ada satpam yang berjaga” lanjutnya lagi.

Aku berpikir sejenak. sepertinya aku memang harus memanjat dinding ini sekarang. Hyun Youngssi hwaiting~~~

“Oppa Mian~ aku harus menginjak punggungmu”

“Tidak apa – apa cepat”

Aku langsung menginjak punggung Jonghyun Oppa, setelah tanganku berhasil memegang dinding Jonghyun Oppa berdiri sedikit tegak agar aku lebih mudah untuk naik. Aku langsung mengangkat kaki kananku dan Haappp aku mendarat dengan sempurna dirumput hijau halaman sekolahku.

“Oppa gomawo~~~” ujarku yang setengah berbisik karena takut tertangkap penjaga sekolah.

“Ne~ Hyun Youngssi hwaiting” sahutnya yang sama berbisik.

“Oppa aku pergi ya. nanti malam ku traktir” ujarku yang melangkah pergi sambil mengendap – ngendap seperti kucing yang takut ketahuan karena mencuri ikan.

Aku langsung berlari ketoilet dan menyimpan tasku disana. aku celingukan melihat kekiri dan kekanan. Baguss lorong sepi, jadi aku bisa langsung buru – buru menuju Aula tempat diadakannya tes untuk beasiswa.

Tesnya sudah dimulai sejak satu jam yang lalu. Bagaimana bisa aku terlambat disaat hari penting seperti ini?? seharusnya aku tak menunggu seperti orang bodoh tadi.

Aku menyembulkan kepalaku dipintu aula, siswa yang mendapat rekomendasi penerima beasiswa sedang berkonsentrasi mengerjakan lembaran soal. Aku berjalan perlahan menghampiri pengawas yang saat itu sedang mengawasi para siswa.

“Annyeonghaseyo seosangnim~ aku terlambat. Jeosonghamnida” ujarku sambil membungkuk.

Pengawas itu memperhatikanku dari balik kaca matanya. aku hampir mati melihat tatapannya yang siap menelanku hidup – hidup. Dia terus memperhatikanku dari atas sampai bawah.

“Kau masih berani datang kemari setelah terlambat satu jam??? Aigooooo~~~” bentaknya.

“Jeosonghamnida. Aku benar – benar menyesal. Tolong beri aku kesempatan sekali ini saja” ujarku yang terus membungkuk.

“Tidak ada kesempatan untuk orang sepertimu. Pergi dari hadapanku sekarang”

“Seosangnim~~ aku mohon padamu” aku berlutut dihadapannya. Aku tak peduli saat semua orang yang ada disini memandang rendah dan juga mencibirku. aku terus berlutut dihadapannya.

“Apa yang kau lakukan??? cepat pergi!!!”

“Seosangnim~~~ aku mohon” aku menggenggam lengan kemejanya tapi dia menepisnya dengan kasar.

Benarkah yang terjadi padaku hari ini?? Benarkah aku benar – benar kehilangan kesempatanku?? Hyun Youngssi kau bodoh. Kau orang terbodoh Nam Hyun young.

Aku berlari keluar aula sambil menangis. aku tak peduli tatapan semua orang yang memandang kearahku saat ini. Aku berlari menuju atap gedung sekolah, karena aku merasa hanya disanalah tempat yang paling nyaman untukku saat ini.

BRUUUUKKKK

Kenapa aku hobi sekali menabrak orang???

“Jeosonghamnida” ucapku tanpa memandang kearah orang yang aku tabrak.

“Hyun Youngssi” dia memanggil namaku dan menahan kepergianku.

Aku menoleh, tapi aku merasa dunia benar – benar runtuh sekarang. orang yang tadi menahanku adalah Minho. dia sedang bersama dengan Young Jin dan aku melihat mereka sedang berpegangan tangan. Oh bagus!!! Hari ini benar – benar sempurna untukku.

“Wae geure??” tanyanya yang masih menahan kepergianku.

“Anniyo~ aku hanya kelilipan. Aku harus kekamar mandi” sahutku sambil membungkuk kearah Minho dan young Jin Eonni secara bergantian.

Aku benar – benar tidak tahan sekarang. Minho masih bertanya aku kenapa? apa dia tidak merasa bersalah karena sudah mengingkari janjinya tadi pagi? Ya Tuhan ini terlalu menyakitkan untukku. Hatiku sakit melihatnya bersama yeoja lain. aku benar – benar sakit.

Aku menyandarkan tubuhku didinding pembatas atap sekolah. Tubuhku merosot kebawah. Aku hanya mampu menyembunyikan wajah dan juga tangisku diatas tanganku. Apakah aku benar – benar kehilangan cinta pertama sekaligus sahabatku?? Bukan itu saja, sekarang aku juga kehilangan beasiswaku untu tahun depan.

Eomma~~~

***

Aku masih mengurung diri didalam kamar. Aku lelah. Aku benar – benar lelah. Jika mengingat kejadian yang menimpaku hari ini, air mataku tak pernah mau berhenti keluar. Seperti saat ini air mataku kembali menetes dan aku hanya menyembunyikan tangisku dibalik bantal.

Aku mendengar pintu kamarku terbuka perlahan dan seseorang duduk diujung tempat tidurku.

“Hyun Youngah~ apa kau sakit???”

Tepat seperti dugaanku, dia adalah Minho. karena hanya dia namja yang begitu bebas masuk kamarku tanpa merasa canggung sedikitpun.

“Hmmmm” sahutku dari balik bantal, aku tak ingin Minho melihat air mataku yang sekarang semakin deras.

“Oya hari ini kami akan berkencan. Kau mau ikut??”

aku menarik napas dalam dan mulai mengatur helaan-nya lalu kubuka bantal yang sedari tadi menutupi wajahku.“Anniyo~ aku ingin istirahat. Kau pergi saja.” sahutku dengan senyum yang sangat kupaksakan.

Sebenarnya aku ingin sekali marah. Menyalahkan atas perlakuannya tadi pagi. tapi aku tak bisa. Inilah aku??? aku lemah, aku lemah padanya…

“Hemmm Geure~~ mau kubawakan sesuatu???” tanyanya lagi.

“Anniyo~ mungkin aku akan tidur cepat. Kau tidak usah mengkhawatirkanku”

“Geure~~~ Aku pergi. kau istirahat saja”

Aku hanya tersenyum kearahnya “bersenang – senanglah” teriakku saat ia sudah ada diambang pintu. Dia hanya melambaikan tangannya dan membalas senyumanku.

Aku menatap nanar kepergiannya. Entah sampai kapan aku akan bertahan sebagai sahabatnya dan menyembunyikan perasaanku. Tak pernah terbersit dalam pikiranku untuk menyatakan cintaku padanya. Siapa aku?? aku hanya itik buruk rupa yang sangat miskin, aku tak pantas mendapatkan cinta Minho. dia sangat sempurna dan aku tak ingin merusak perasaannya yang telah tumbuh sejak lama untuk Young Jin Eonni. Aku tak ingin Minho merasa terbebani dengan perasaanku. Aku juga tak ingin merusak hubungan yang sudah terjalin antara kami selama ini. aku akan menunggu sampai Minho datang padaku. sampai kapan?? Sampai aku benar – benar merasa tidak sanggup lagi untuk berada disampingnya.

Kepalaku benar – benar terasa berat. Sepertinya berjalan – jalan ditengah salju tidak buruk. Aku meraih syal dan juga blazer yang tergantung dibalik pintu dan segera melangkah menuju taman.

Setelah sampai aku duduk disebuah kursi tepat berada ditengah taman. Kursi itu berada dibawah pohon besar dan menghadap air mancur, airnya akan berkelap – kelip karena pantulan dari cahaya lampu yang berada di sekitar taman. Tapi karena turun salju air mancurnya membeku.

Aku merapatkan blazer dan membungkus rapi tanganku kedalam saku blazer. Tiba – tiba seseorang duduk disampingku “Butuh teman untuk mengobrol?”

Aku menoleh dan tersenyum kearahnya “Jonghyun Oppa???”

“Sepertinya aku baru saja mendapat panggilan tugas untuk menghibur seseorang. Apakah orang itu kau??”

“Ne~ kau selalu datang disaat kubutuhkan. Apakah kau superman? atau mungkin spiderman??” godaku menahan tawa.

“Aku tak memiliki jubah seperti superman dan juga jaring macam spiderman” ujarnya sambil menirukan gaya spiderman mengeluarkan jaring dari tangannya “Tapi aku memiliki ketampanan dan juga suara yang akan membuatmu merasa lebih baik” lanjutnya lagi.

“OMONA~~~ kau ini narsis sekali” aku tak kuasa menahan tawa dan memukul bahunya pelan.

“Kau mencintainya??”

Aku terkesiap mendengar pertanyaan yang dilemparkan Jonghyun Oppa padaku. Shiitt apa sebegitu jelasnya perasaanku? Sampai – sampai Jonghyun Oppa saja mengetahui hal ini.

“Kalau kau mencintainya kenapa tidak kau katakana saja??”

“Nde??” tanyaku masih pura – pura tak mengerti.

“Sudahlah~~ aku tahu kau mencintai teman sekolahmu. Namanya Minho kan?”

“Bagaimana Oppa bisa tahu?”

“Astaga~ yang kau ceritakan padaku selalu tentang anak itu. dan matamu selalu bercahaya jika sudah membicarakan tentangnya. Katakan kalau kau memang mencintainya”

“Tapi aku takut dia akan menjauhiku”

“Lalu? Apa kau akan terus memendam perasaanmu selamanya? Apa kau akan bersembunyi dibalik statusmu sebagai sahabatnya? Jika dia memang menolakmu setidaknya kau kan sudah mencoba. Dan kau tak akan menyesalinya suatu saat nanti. Katakanlah…”

Benarkah aku harus mengatakannya? Aku takut Minho akan membenciku dan menjauhiku selamanya.

“Geure~~ silahkan pikirkan perkataanku. Tapi karena ini sudah malam. Kuantar kau pulang” ujar Jonghyun Oppa yang sudah berdiri dan menarik tanganku pergi meninggalkan taman.

Selama perjalanan pulang kami hanya saling terdiam. otakku masih berpikir keras tentang perkataan Jonghyun Oppa tadi? apakah aku berani mengungkapkan perasaanku pada Minho? lalu bagaimana dengan Young Jin Eonni jika mengetahui hal ini. dia sangat baik, aku tak ingin membuatnya merasa tidak nyaman dengan perasaanku ini. Oh Tuhan kenapa aku harus memilki perasaan serumit ini??

Tiba – tiba sebuah mobil AUDI berwarna silver mendahului kami dan berhenti didepan pintu gerbang rumah Minho, entah apa yang menahan langkah kakiku? Aku merasa benar – benar tak bisa menggerakkan kakiku saat ini.

Tak berapa lama aku melihat Minho keluar dari dalam mobil disusul dengan Young Jin Eonni. Sepertinya mereka sedang berbincang tapi …. Astaga~ apa yang kulihat? Young Jin Eonni mencium Minho? dan mereka saling bercumbu.

Aku shock. Air mataku mengalir deras. aku hanya membekap mulutku dengan kedua tangan untuk meredam isakan yang tak bisa kutahan. Dadaku sakit dan aku merasa sangat sulit bernapas. Benarkah yang kulihat ini??? tiba – tiba Jonghyun Oppa berdiri dihadapanku dan menghalangi pemandangan mereka yang masih bercumbu. Aku menggeser posisi tubuhku agak kesamping agar bisa kembali melihat pemandangan yang sangat menyakitkan ini, tapi Jonghyun Oppa kembali menghalanginya.

“Oppa~ apa yang kau lakukan??”

“Jangan lihat”

Aku tak memperdulikan Jonghyun Oppa dan kembali bergeser kesamping, tapi tiba – tiba Jonghyun Oppa memelukku dan membalikan posisi tubuh kami sampai aku benar – benar membelakangi mereka.

“Jangan lihat. Ini akan membuatmu sakit”

Aku menyerah dan menumpahkan tangisku dalam pelukan Jonghyun Oppa.

***

Bis malam semakin jauh membawaku meninggalkan kota Seoul, aku memutuskan untuk kembali ke Incheon, dimana aku bisa berkumpul dengan Orang tuaku. Aku sudah kehilangan beasiswa dan juga cinta pertamaku. Tak ada alasan bagiku untuk tetap tinggal.

Selamat tinggal cinta pertamaku. Kau akan selalu kusimpan rapi dalam ruang hatiku yang paling dalam. Meskipun suatu saat aku memilki cinta lain, tapi tak akan pernah ada yang mampu mengusik tempatmu dihatiku.

Teruntuk calon suamiku…

Siapapun itu dirimu. Sudah kusiapkan tempat khusus yang paling indah dihatiku. Aku akan menunggu sampai kau benar – benar datang dan layak untuk tempat terindah ini.

Bis berhenti disebuah halte dan pintu terbuka menandakan ada penumpang yang masuk. Aku tak memperhatikannya, mataku terus menerawang keluar kaca jendela bis. Tiba – tiba seseorang duduk disampingku “Bolehkah aku duduk disini??”

Aku amat mengenal suara ini. Suara yang selalu menenangkan kegundahan hati dan juga pikiranku “Jonghyun Oppa~”

Dia tersenyum kearahku dan memeluk ransel besar yang ada dipangkuannya “Butuh bahu untuk bersandar??”

Aku menggeleng “Anny~ aku ingin bahagia malam ini. air mataku sudah habis”

“Baiklah. Setidaknya gunakan bahuku untuk tertidur. Perjalanan ke Incheon masih jauh”

Kali ini aku mengangguk setuju dan menyandarkan kepalaku dibahu yang sudah sangat sering kujadikan tempat pelampiasan saat aku sedih, bahu yang kekar namun memberiku rasa hangat. Tapi kenapa Jonghyun Oppa juga melakukan perjalanan ke Incheon??? Biar kutanyakan nanti!!!

Tuhan….

Mungkinkah dia penempat ruang hatiku yang telah kusiapkan????

End___________

11 thoughts on “[FREELANCE] Hurts

  1. huaaa nyesek… pengen nangis.. nyesek thor.. huaaa huaaa
    minho.dasar g tau diri ya *nyentil jidat minho* kasian ank org kehlgn beasiswa.. aishhh

    bkin.sequelnya dong… kkkkkk pngn tau minho nyariin gak… hahaha

  2. Eonni emang lagi suka banget pake cast Jonghyun ya kayanya?
    Btw ini Mary Sue juga eonni ternyata wakakaka

    Dapet Eon feelnya, sedih sedih gimana gitu. Untung ada Jonghyun yang kaya Superman, Spiderman atau Batman apalah itu, yang selalu menghibur.

    Aku juga suka nih pendeskripsian dan bahasa yang Eonni pake, gampang dimnegerti makanya feelnya nyampe. Hmm mungkin untuk tanda baca Eon jangan berlebihan pakenya, kaya tanda tanya dan tanda serunya. Tapi selebihnya oke kok Eon. Hwaiting Eon🙂

  3. aaahh, ga nyangka, ternyata akhirnya sama jjong yaa. Aq kira bakal balik sama minho, aq kira minho bakal sadar si hyunyoung suka sama dy.
    Btw, si hyunyoung ini kisah gw banget. Kasih pada sahabat yg tak sampai *curcol* jadi nyeseknya kerasa u,u
    untung aja ad si jjong, kalo ga ada gimana ntuh jadinya si hyunyoung.
    Ceritanya bagus.
    Like this story =’)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s