[FREELANCE] Secret (Part 8)

Title              : Secret – Part 8

Author                   : Kim Nara a.k.a Nandits

Main Cast       : Kim Jonghyun, Han Yunji (OC)

Support Cast  : Lee Jinki (Onew), Kim Kibum (Key), Choi Minho, Lee Taemin, Yoon Insa

Length                   : Sequel

Genre              : Life, Romance, Friendship

Rating             : PG-15

Thanks To       : Neni as my Beta-Reader

                          Galih karena sudah memberikan inspirasi untuk scene Onew-Insa

A/N                  : Annyeonghaseyo.. Berhubung ini FF pertamaku dan karena masih dalam tahap belajar, FF ini masih ter-influenced dari mana-mana: ada dari novel-novelnya Mbak Sitta Karina, ada sari FF lain, ada dari drama, bahkan ada juga dari kehidupan nyata. Kritik dan saran yang membangun diterima banget lho. Happy reading🙂

SECRET – Part 8

Kim Nara©2011 93Lines Blog, Freelance Author


Jangan terlalu erat Noona. Sakit.”

Entah kenapa bisikan Jonghyun seperti menyayat hati Insa, terasa sakit dan memprihatinkan. Jonghyun merasakan Insa mengangguk sekilas, kemudian yeoja itu melepaskan pelukannya dan segera mengontrol ekspresinya.

Insa menepuk pundak Jonghyun kemudian tersenyum dan menatap mata Jonghyun lekat-lekat. “Bagaimana kabarmu, Jonghyun-ah?”

Dibalik pertanyaan Insa yang kasual, Jonghyun dapat menangkap makna sebenarnya. Jika diterjemahkan lebih jauh, kira-kira pertanyaan Insa seperti ini: Apa yang terjadi padamu? Mengapa ekspresimu terlihat kesakitan seperti itu? Apakah Jongmin melukaimu lagi?

“Baik. Baik sekali, Noona.” Jonghyun balas menatap mata Insa yang sedikit khawatir meski terlihat dengan samar. Kedua sahabat yang sudah seperti saudara kandung ini berkomunikasi lewat tatapan mata mereka.

Yunji yang saat ini terlalu senang dengan Jonghyun yang sudah kembali ceria, tidak menyadari perubahan ekspresi Insa yang memang hanya sekilas. Yunji menggamit jemari Jonghyun kemudian berkata dengan ceria. “Ayo Oppa dan Eonni, kita ke dalam.”

“Tidakkah kau ingin menceritakan kepadaku apa yang sedang kita rayakan?” Jonghyun melepas tautan jemarinya dengan Yunji namun sebagai gantinya ia merangkul Yunji dan mengusap-usap lengan gadisnya ini. Ekspresi wajahnya terlihat lebih cerah.

Yunji agak terkejut dengan sikap Jonghyun, tetapi kemudian ia tersenyum lega. Jonghyun Oppa sudah kembali.. Yunji menggelengkan kepalanya sekilas. “Ani, ani, lihat saja nanti. Yang jelas ada sesuatu yang spesial buat Oppa.”

Mereka bertiga memasuki ruang makan. Meja makan telah penuh oleh berbagai macam makanan yang dimasak sendiri oleh Key, dibantu oleh Minho dan Onew. Si maknae Taemin hanya bertugas untuk mencicipi saja karena Key tidak mengizinkan Taemin untuk memegang pisau, takut Taemin terluka katanya.

“Ini… dalam rangka apa kalian memasak banyak makanan seperti ini? Tidak ada yang ulang tahun kan?” Jonghyun memandang bingung ke arah teman-temannya.

“Tidak ada yang spesial. Kami memang sengaja merencanakannya. Jarang sekali kan kita makan malam bersama seperti ini? Ada Yunji dan Insa juga lagi.” ujar Onew antusias.

“Kenapa hanya aku yang tidak tahu, Hyung?”

Yunji melirik Jonghyun yang berada di sampingnya, ekpresi namja itu masih terlihat bingung. “Kami semua mencoba mengatakan sesuatu kepadamu, Oppa.”

Jonghyun menolehkan kepalanya ke arah Yunji. “Apa?”

Yunji berjinjit, mendekatkan bibirnya ke telinga Jonghyun kemudian berbisik. “Himnae Oppa. We love you.” Dan pernyataan manis itu ditutup dengan kecupan lembut Yunji di pipinya.

Wajah Jonghyun memerah, bukan karena malu tetapi lebih karena terharu. Matanya sudah memanas tapi ia tidak ingin menangis. Maka ia tersenyum sambil memandang satu per satu wajah orang-orang yang tersenyum di hadapannya, yang selalu berada di sampingnya dan menyemangatinya untuk melewati semua permasalahan hidup yang rumit. “Kalian… Gomawo, jeongmal gomawo.” Ujarnya tulus.

“Nah. Ayo makaaaan!” Taemin memecahkan suasana sentimentil itu dengan teriakannya yang mengundang tawa dari para Hyung dan Noonanya.

Setelah selesai makan, mereka pindah ke ruang TV yang tidak jauh dari ruang makan. Minho dan Taemin sedang asyik main winning eleven, Key terlihat serius membaca majalah fashion, Onew hanya memperhatikan Minho dan Taemin, Insa sedang di dapur untuk menyiapkan desert, sedangkan Jonghyun dan Yunji hanya duduk saja berdua sambil mengobrol.

Yunji menyandarkan kepalanya di bahu Jonghyun, jemari mereka bertautan. Tiba-tiba Jonghyun berbisik kepada Yunji. “Chagi, lihat deh Onew Hyung.”

“Hm?” Yunji pun melihat Onew yang sedang menatap ke suatu tempat dengan ekspresi yang damai.

Onew mengamati Insa yang sedang berkutat di dapur untuk menyiapkan desert. Entah kenapa ia selalu berpikir bahwa punggung seorang wanita yang bekerja keras itu indah dipandang. Membuatnya ingin memeluk Insa dari belakang saat ini juga. Tapi bukan Onew namanya kalau ia terlalu frontal menunjukkan kemesraannya. Ia tidak terlalu suka melakukan skinship yang berlebihan di depan orang banyak. Maka Onew pun menghampiri Insa, berdiri di sebelah wanita itu sambil memandanginya intens.

“Wae?” Insa tidak hanya merasakan kehadiran Onew di sampingnya tapi juga tahu bahwa namja itu sedang memandanginya, meski Insa tidak mengalihkan pandangannya sedikit pun dari buah strawberry yang sedang dibersihkannya.

“Ani..” Onew masih memandanginya, kali ini sambil tersenyum lembut.

Insa mengangkat bahunya. Tiba-tiba ia menyodorkan sebuah strawberry yang baru saja dibersihkan. “Aaaaa..” Insa meminta Onew untuk membuka mulutnya agar ia bisa menyuapinya langsung dengan tangan lentiknya.

“Cieeeeeee…” terdengar suara yang sangat ramai ketika buah strawberry itu masuk ke mulut Onew. Semua dongsaengnya melihat ke arah mereka dan mulai menggodanya.

“Jarang-jarang nih lihat Onew Hyung dan Insa Noona mesra-mesraan begini.” Taemin mengusap-usap tangannya, excited, yang justru mendapat jitakan dari Key.

“Ih anak kecil belum waktunya melihat hal seperti itu.” Key menjitak pelan kepala Taemin. Sedangkan yang dijitak hanya mengerucutkan bibir sambil mengusap-usap kepalanya.

“Hal seperti apa sih? Kan wajar sepasang kekasih feed each other begitu.” Jonghyun memberikan tatapan aneh kepada Key karena ucapannya kepada Taemin tadi.

Key mendelik ke arah Jonghyun dan merangkul Taemin seperti merangkul anaknya sendiri. “Tapi kan Taemin belum mengerti, Hyung.”

Taemin menggeser tangan Key yang bertengger di pundaknya dengan gusar. “Arayoooo, aku sudah besar Hyung dan aku sudah mengerti.”

Onew dan Insa tidak ambil pusing dengan perdebatan antara dongsaeng-dongsaengnya itu. Insa membawa satu piring besar berisi strawberry, tangerines, dan pisang. Sedangkan Onew membawa nampan yang penuh dengan gelas kosong dan dua botol jus jeruk.

“Makanya cepatlah kau mencari yeojachingu, Key. Maka kau akan tahu bagaimana rasanya.” Onew berkata enteng sambil meletakkan nampan itu di meja ruang TV.

“Huh kau pikir aku tidak punya?” Key berkata pelan tapi cukup jelas terdengar.

“EH????” Taemin dan Minho menoleh cepat ke arah Key yang langsung berbalik dan berjalan menuju lemari es, menghindari enam pasang mata yang menatapnya curiga.

***

Waktu menunjukkan pukul 9 malam dan Yunji sepertinya belum berniat untuk pulang. Ternyata dia ketagihan main winning eleven setelah diajarkan oleh Minho dan Taemin. Sekarang dia sedang bermain dengan Minho, sungguh suaranya berisik sekali. Onew, Key dan Taemin hanya menonton Yunji dan Minho yang asyik bermain sambil sesekali berkomentar.

Jonghyun dan Insa mengobrol di kursi yang berada di beranda luar tak jauh dari ruang TV. Insa memperhatikan Jonghyun yang terlihat sedang menerawang sambil memainkan cangkir kopi yang sedang dipegangnya. Entah apa yang ada di pikiran namja ini tapi Insa tahu bahwa sebelum pulang telah terjadi sesuatu pada Jonghyun.

“Kenapa dengan punggungmu?” Merasa tidak perlu lagi berbasa-basi, maka Insa langsung saja menanyakan hal itu kepada Jonghyun.

“Eh?” Jonghyun memandang takjub ke yeoja yang lebih tua satu tahun darinya ini, kemudian tersenyum pasrah. “Aku memang tidak bisa berpura-pura di depan Noona.”

Insa masih memandang Jonghyun, tanpa kata namun penuh arti. Jonghyun menggaruk tengkuknya yang tidak gatal, kemudian akhirnya angkat bicara. “Tenang saja Noona, aku tidak apa-apa. Bukan Jongmin Hyung yang melakukannya. Tadi sudah diobati kok.”

“Jadi kau berkelahi dengan orang lain? Ya! Apa masalahmu masih kurang berat? Kenapa mencari masalah lagi?” Kata-kata yang seharusnya dikatakan dengan nada tinggi, Insa mengatakannya dengan berbisik. Tentu saja untuk menjaga agar orang lain tidak mendengar pembicaraan yang super sensitive ini.

“Anieyo Noona, bukan aku yang mencari masalah. Mereka itu teman-temannya Jongmin Hyung yang dendam karena beberapa waktu lalu aku sempat membuat mereka babak belur. Tapi sepertinya Jongmin Hyung tidak tahu menahu tentang itu….”

“Tidak tahu tentang apa?”

“OMO!” Insa terlonjak kaget mendengar suara itu diikuti oleh genggaman tangan dibahunya dari belakang. Ia pun langsung balik badan dan menatap Onew tajam. “Kau mengejutkanku. Kau seperti hantu, tiba-tiba udah di belakang aku saja

“HYUNG! Bikin kaget saja sih?!” Jonghyun juga tidak kalah terkejutnya dengan kehadiran Onew yang tiba-tiba. Jantungnya berdetak tidak karuan. Mudah-mudahan Onew Hyung tidak mendengar banyak pembicaraan tadi, doa Jonghyun dalam hati.

Onew menatap Insa dan Jonghyun bergantian dengan heran. Kemudian ia mengangkat bahu dan duduk di kursi sebelah Jonghyun. “Bagaimana hari ini? Jaemi? (menyenangkan?)” kemudian menepuk punggung Jonghyun berkali-kali.

Punggung Jonghyun terasa nyeri karena sentuhan Onew, namun ia tidak boleh memperlihatkannya. Ia pun menggigit bibirnya keras untuk mengalihkan rasa sakitnya. Insa yang melihat perlakuan Onew terhadap Jonghyun pun harus menahan keinginannya setengah mati untuk mencegah Onew. (bayangin tokoh Yoon Sung yang diperanin Lee Min Ho di City Hunter pas lagi nahan sakit karena luka tembak yang dia sembunyiin tiba-tiba digaplok orang dari belakang)

Onew, Insa dan Jonghyun berbincang-bincang mengenai banyak hal. Lebih banyak Onew dan Insa yang bercerita, Jonghyun cukup menjadi pendengar yang setia. Sesekali Jonghyun dan Insa tertawa keras karena lelucon yang dilontarkan Onew. Tidak terasa sudah hampir satu jam mereka menghabiskan waktu di beranda. Jonghyun pun meninggalkan Onew dan Insa yang masih asyik berbincang kemudian masuk ke ruang TV di mana kekasihnya masih asyik bermain satu jam yang lalu.

Jonghyun menganga melihat pemandangan di ruang TV yang sudah tidak karuan. Taemin dan Key tertidur di sofa dengan kepala Taemin yang berada di paha Key. Minho dan Yunji tertidur di karpet dengan posisi yang berantakan. Untung saja Yunji tertidur cukup jauh dari ketiga dongsaengnya itu. Kalau tidak, mungkin Jonghyun sudah melayangkan tendangan maut ke tubuh dongsaengnya.

Jonghyun beranjak dari tempatnya kemudian menghampiri Yunji. Ia memperhatikan wajah polos kekasihnya yang sedang tidur selama beberapa saat “Yunji-ah..” panggilnya pelan namun tidak mendapat reaksi apa pun dari Yunji. Ia mendengar suara napas Yunji yang teratur dan melambat menandakan yeoja ini sudah tertidur pulas.

Ia tidak mungkin memindahkan Yunji ke kamarnya, tidak dengan kondisi punggungnya yang masih nyeri. Jonghyun terlihat berpikir sebentar, kemudian akhirnya berbaring di samping Yunji. Jonghyun menarik tubuh Yunji pelan, menyelipkan lengannya yang lain ke leher Yunji. Jonghyun lebih ingin Yunji menggunakan lengannya daripada bantal yang empuk, agar Jonghyun bisa memeluknya lebih lama.

Yunji menggeliat pelan dalam tidurnya, membuat Jonghyun membeku untuk sesaat. Tapi kemudian Yunji merapatkan dirinya ke dada bidang Jonghyun yang sekarang sedang tersenyum lembut. Ia mencium kening kekasih mungilnya, mendekapnya, kemudian ikut memejamkan matanya.

***

Onew dan Insa masih menikmati quality time mereka di beranda yang sepi dan hanya dilatarbelakangi suara rintik halus gerimis yang jatuh. Masing-masing di tangan Onew dan Insa terdapat secangkir kopi yang masih sedikit mengepul. Mereka tidak habis-habisnya tertawa, dan Onew tidak sekalipun melepaskan tangannya yang melingkar di pinggang Insa yang duduk di sebelahnya.

Onew banyak bercerita tentang pengalamannya menjalani masa co-ass dan juga kelakuan aneh yang dilakukan oleh dongsaeng-dongsaengnya. Insa mendengarkan sambil sesekali tertawa dan menutup mulutnya dengan punggung tangan. Entah kenapa Onew sangat banyak bicara ketika bersama Insa. Berbeda dengan Onew yang berwibawa dan terlihat bijaksana di depan dongsaengnya.

Tiba-tiba ekspresi Onew berubah lebih serius, kemudian berdehem sedikit. “Apa Jonghyun menceritakan kepadamu tentang hubungan Yunji dan kematian orang tuanya?”

Insa menoleh cepat dan memandang Onew. “Ani, ajik.. (belum). Musun soriya? (Apa maksudmu?)”

Onew menghela napas kemudian meletakkan cangkir kopinya di meja. “Yunji.. yang menyebabkan orang tua Jonghyun meninggal…” Onew pun menceritakan semuanya kepada Insa.

“Ya Tuhan..” Insa menempatkan tangan lentiknya di depan mulutnya, tak sanggup lagi berkata-kata. Takdir seperti apa ini? Kenapa Jonghyun begitu banyak mengalami penderitaan? Insa tak hentinya bertanya-tanya dalam hati.

Insa terlihat terguncang. Onew bisa mengerti dengan reaksi Insa saat ini, karena Insa sudah 9 tahun mengenal Jonghyun dan ia telah menganggap Jonghyun sebagai keluarganya sendiri.

“Geokjeongma.. Masalah itu sudah selesai dan Jonghyun sudah ikhlas menerima kenyataan.” Digenggamnya jemari Insa yang sedikit bergetar, sekedar ingin memberikan kekuatan kepada kekasihnya.

Insa mengangguk kemudian menghela napas berat. “Anak itu… malang sekali.”

Onew mengangguk pengertian.”Ya, kita harus selalu menyemangatinya.” Onew terdiam sebentar kemudian teringat sesuatu yang kini malah mengganggu pikirannya. “Oh iya, bagaimana kabar Eomeonim?” (tulisannya gmn sih?)

Insa bangun dari duduknya kemudian berdiri tak jauh dari tempat mereka duduk sambil menatap langit yang bertabur bintang. “Hmm.. Gwaenchanha. Kemarin Eomma baru menjalani cuci darah dan keadaannya mulai membaik.”

Insa merasakan semilir angin yang mulai menghampiri dirinya. Onew menyadari sesuatu, tubuh gadis itu sedikit menggigil. Laki-laki itu pun tertawa kecil, “Kau kedinginan?” tanya Onew. Insa menggeleng namun tangannya masih mengusap-usap lengannya.

Tiba-tiba ada tangan kokoh yang melingkar di sekitar bahu dan pinggang Insa. Onew mendekapnya dari belakang dan meletakkan dagunya di pundak Insa. Saat Insa melirik Onew, mata namja itu terpejam. Tubuhnya yang tadi mengigil kedinginan seketika menghangat.

Insa mengangkat tangannya dan menyentuh lengan Onew yang melingkar di sekitar bahunya. “Aku takut..”

Onew membuka matanya kemudian melirik yeoja itu dari sudut matanya. “Takut apa?”

“Eomma.. Aku ingin dia sembuh. Aku tak ingin sendiri.” bisik Insa pelan.

Onew semakin mengeratkan dekapannya. “Kau tidak akan sendiri. Kau memiliki aku di sini dan Eomeonim pasti akan sembuh.”

Tiba-tiba bibir lembut yeoja di sampingnya menyentuh pipi Onew yang dingin. “Gomawo.”

Onew melepaskan pelukannya perlahan lalu berjalan ke hadapan Insa. Ia menatap mata Insa lekat-lekat sambil tersenyum hangat. Senyum yang mengembang di bibir Onew begitu tulus dan penuh dukungan, membuat Insa ingin melebur dengannya. Dikecupnya kening yeoja itu kemudian ia menarik Insa ke dalam pelukannya. Insa mendekapnya begitu erat seolah tidak ingin melepaskannya.

***

“Ini minumnya Agassi.” Seorang waiter tiba-tiba menaruh gelas di hadapannya.

Yunji menatap gelas jangkung dengan sedotan berwarna hitam itu dengan tatapan bingung. Tapi kemudian ia tersenyum kecil. Sudah pasti namjachingunya yang memesankan minuman ini.

Yunji menyesapnya sedikit untuk mencoba minuman apa yang dipesankan oleh Jonghyun. Ia menaikkan sebelah alisnya, ekspresinya terlihat sedang berpikir. Senyuman kembali melengkung sempurna di bibirnya yang manis. “Hmm.. blueberry milkshake?”

Sekelompok yeoja di sudut ruangan tiba-tiba bertepuk tangan dengan ramai. Yunji hanya menoleh sebentar ke arah mereka kemudian kembali tenggelam dalam pikirannya sendiri, sampai sebuah suara yang familiar membuatnya mengangkat kepala dan melihat ke arah panggung.

“Annyeonghaseyo. Bertemu lagi dengan saya malam ini. Semoga tidak bosan ya…”

Belum selesai Jonghyun mengucapkan seluruh kalimat pembukanya, ada beberapa yeoja yang berteriak “ANIEYO OPPAAAA” hingga Jonghyun tersenyum grogi sambil melirik ke arah yeoja-yeoja itu.

“Hmm.. seperti biasa malam ini saya akan menyanyikan lagu yang sudah direquest oleh pengunjung yang beruntung.” Jonghyun duduk di depan piano dan membaca tulisan di kertas kecil yang dipegangnya. “Lagu ini direquest oleh Choi Jinhya-ssi, lagu yang kebetulan saya sukai juga, Brown Eyed Soul – Promise You. Enjoy.”

Jonghyun menekan tuts piano perlahan kemudian mulai bernyanyi. Yunji sudah sering mendengar Jonghyun bersenandung kecil tapi ia belum pernah mendengarnya bernyanyi dengan serius. Dan sekarang ia benar-benar tersihir! Suara khas Jonghyun yang powerful dan penuh skill namun di saat yang bersamaan terdengar lembut dan juga emosional itu mengalir ke telinga Yunji kemudian menelusup ke celah hatinya. Bukan hanya Yunji, para pengunjung café pun sepertinya juga hanyut dalam petikan gitar dan alunan suara Jonghyun.

Yunji memandangi wajah kekasihnya yang terlihat sangat menghayati lagu yang sedang dibawakannya. Yunji pun tenggelam dalam pikirannya sendiri kemudian ia teringat kejadian beberapa hari yang lalu, her only secret

*Flashback*

Yunji membuka sedikit matanya yang terasa berat karena masih sangat mengantuk. Entah mengapa tiba-tiba ia terbangun di tengah tidurnya yang pulas. Tak sanggup menahan rasa kantuknya, Yunji bersiap untuk kembali ke alam mimpinya, namun wangi tubuh khas yang sangat familiar menggelitik indera penciumannya.

Yunji masih menikmati wangi khas yang sangat disukainya dan membuatnya nyaman, tiba-tiba ada sesuatu –ani- tangan seseorang yang menarik pinggangnya lembut dan membuat tubuhnya lebih dekat dengan.. sesuatu? Yunji membuka matanya cepat, rasa kantuknya menguap begitu saja.

Ia melihat Jonghyun di sana, berbaring dengan nyaman di samping Yunji. Ia dapat merasakan ada sesuatu yang berada di bawah kepalanya, yang pasti bukan sebuah bantal dan ia yakin itu adalah tangan Jonghyun. Kemudian ia melirik tangan Jonghyun yang lain yang melingkar erat di pinggangnya, tangan kokoh yang selalu membuatnya merasa selalu dilindungi dan merasa aman.

Yunji menatap wajah polos Jonghyun yang tertidur pulas, kemudian ia menyapukan jari-jarinya di garis rahang Jonghyun. Yunji menyentuhnya lembut -tentu saja tidak ingin membuat kekasihnya terbangun- hingga ia sadar betapa indahnya sosok namja di sampingnya ini. Tangan Jonghyun yang mendekapnya dengan erat dan wajahnya yang tampan mampu membuatnya kembali merasakan jutaan kupu-kupu di perutnya. Yunji tersenyum penuh kasih kemudian ia mengangkat kepalanya sedikit, mendekatkan wajahnya dengan wajah Jonghyun yang masih tertidur dengan damai.

CHU~

Yunji mengecup bibir Jonghyun selama tiga detik. Ia menatap Jonghyun dengan was-was, takut Jonghyun tiba-tiba terbangun. Tetapi mata namja itu masih terpejam dengan rileks. Tiba-tiba Jonghyun tersenyum kecil dalam tidurnya. Dan saat itu, Yunji melihat senyum terindah yang pernah ia lihat. Yunji ikut tersenyum, memejamkan matanya dan merapatkan dirinya ke dada bidang Jonghyun.

*Flashback End*

Yunji masih tidak mengerti dengan apa yang telah ia lakukan. Kenapa juga ia harus “mencuri” cium Jonghyun yang sedang tertidur? Wajah Yunji rasanya memanas, mungkin sekarang sudah muncul semburat merah di pipinya. Hanya dengan mengingat hal itu, jantung Yunji dengan sendirinya berdetak lebih cepat dari biasanya.

Riuh tepuk tangan terdengar ramai memenuhi café ini. Rupanya Jonghyun telah selesai menyanyikan lagu pertamanya di segment (?) request ini. Yunji merasa rugi tidak mendengarkannya dengan serius karena ia sibuk melamun sejak tadi. Maka ia pun memutuskan untuk memusatkan perhatiannya pada pertunjukkan Jonghyun.

Tiba-tiba Yunji melihat Jonghyun menatapnya dan tersenyum manis sekali, kemudian Jonghyun mulai berbicara. “Lagu berikutnya ini khusus untuk Agasshi yang di sana. Dia yeojachinguku.” Ia tersenyum kemudian langsung menyanyikan lagunya. Penonton di café sudah bertepuk tangan dengan ramai dan bersorak-sorai sementara Yunji hanya menunduk malu dan salah tingkah di tempat duduknya.

Let me tell you

There will never be another cold and lonely winter night

‘Cause we’re family

And baby our love will last forever

Lagu ini berjudul Forever More yang dinyanyikan oleh James Ingram. Yunji kenal sekali dengan melodi, nada, dan liriknya. Dia memang pernah mengatakan pada Jonghyun bahwa dia sangat menyukai lagu ini karena sangat romantis. Yunji tidak pernah mengira Jonghyun akan menyanyikan lagu ini khusus untuknya, di depan orang banyak pula! Entah Yunji harus bersikap seperti apa, yang jelas saat ini dia merasa amat sangat senang, malu, dan salah tingkah.

Jonghyun menuruni panggung dan berjalan perlahan mendekati Yunji yang duduk di area tengah café ketika sampai di bait terakhir lagu yang dinyanyikannya. Jonghyun menarik tangan Yunji lembut dan membawanya ke atas panggung.

So I’ll say to you

That forever more, I’ll be the one to love you darling

When you need me I’ll be there to make you smile

And forever more I’ll be the one you come to oh I will baby

And that forever more

I’ll be the one to love you when the morning comes

Lagu selesai dan tepuk tangan membahana. Tiba-tiba ia memeluk Yunji dengan erat dan mencium puncak kepalanya. “Terima kasih karena kau selalu berada di sisiku, chagiya.” Bisiknya lembut.

Yunji hanya mampu mengangguk pelan di pelukannya. Sorak sorai penonton tentu saja semakin ramai karena mendapat bonus pertunjukkan. Tak ingin membuat Jonghyun memeluknya seorang diri, Yunji pun membalas pelukan namja itu tak kalah eratnya.

Jonghyun melepas pelukannya perlahan, lalu memandang Yunji lekat-lekat. Yunji seakan tenggelam dalam tatapan mata Jonghyun, membuat jantungnya berdetak cepat sekali dan lututnya melemas. Hampir ia pingsan di tempat.

Lagi. Senyum terindah yang pernah Yunji lihat kembali tersungging di bibir Jonghyun yang sempurna. Dan seketika…

CHU~

Yunji merasakan sesuatu yang hangat dan lembut menempel di bibirnya. Mungkin sekitar lima detik. Karena kejadian itu begitu cepat, Yunji bahkan tidak ingat kapan Jonghyun mulai mendekatkan wajahnya. Otaknya baru memberitahu bahwa Jonghyun mengecupnya tepat di bibir setelah Jonghyun melepaskan ciumannya.

Terdengar desahan “Wow” panjang dari seisi café yang memperhatikan Jonghyun dan Yunji. Jonghyun tersenyum ceria sambil mengusap-usap puncak kepala kekasihnya. Sedangkan Yunji? Masih membeku di tempat dan wajahnya pun memerah.

TBC

#aaaaa mian, ini ga banget. Gue ngerasa feelnya kurang dapet aja gatau kenapa. Iya ga sih? Kok rasanya ga oke gitu huhu. Oh iya, adegan Jonghyun di café itu aku pinjem adegan dari FFnya Liyah a.k.a amelee yang judulnya About You dengan perubahan yang seperlunya🙂

20 thoughts on “[FREELANCE] Secret (Part 8)

  1. wahh !!
    orang pertama yang comment !!
    hahah !!
    wahh ..
    sakitnya jonghyun kpan berakir ? -__-
    trus kakaknya jonghyun tangkep aja dia -_-

    ditunggu yah next chapter nya !!

  2. Waahh daebakk…
    Jongyunji emang couple yg top dah. Hahahaha. I luph u jong. Hahaha.
    Koq bca ff ini ga krasa yah. Cepet bngt beres bca’y. Pngen cepet2 bca lnjutan’y. Duh Bkin pnasaran. Hehehe.
    D tunggu yah lnjutan crta’y.:-)

    • Aku nyebut mereka JiHyun Couple hehe.
      Aaaa dibilang top, jadi terbang nih kekeke.
      Ne~ aku usahakan part selanjutnya da telat yaaa, masih UAS soalnya huhu.
      Makasih udah baca dan comment🙂

  3. Huaahh romantis bgt jong !! ngebayangin nahan sakitnya,pngen jdi yunji pas di temenin tidur di peluk erat *omoo
    Aigoo~ ntar key marah .. Mian chagi .wkwkwk
    Suka sama onew-insa..couple mreka namanya apa ?
    Wait next part ya thor🙂
    Daebaaakkkk😀

    • huaaa aku juga mau jadi Yunji (eh?) kekeke~
      Aku belum tau nih nama Onew-Insa couple apaan. OnSa? JinSa? SaKi? SaJin? Huuaaa apa itu aneh-aneh semua haha.
      Makasih ya udah baca dan comment🙂

  4. huueee… jjong bahagia banget punya banyak orang yang mencintainya!
    Onew karakternya pasti selalu lembut sama yeojachingunya, ah dia emang pantes dapet peran itu :*
    kyaaa.. baru aja minta di jadiin ceweknya key, eh kaget tiba2 ada nama (korea) gue jadi cameo wkwk..
    Jihyun sweeeet.. banyak CHU~ nya di part ini.

  5. Thya: Udah ada ide cerita gue tyyy, Insya Allah deh ntar yak pas libur semoga gue produktif menghasilkan FF! Udah banyak inspirasi yang dianggurin T.T

  6. Wahh enak bnget sihh jdi yunji sm insa..
    Mw donk dpet prhatianx jjong ma onew oppa..
    Yunji mulai nakal nih.. Hihi..

    Ini pas baca part yg di cafe jadi inget drakor “heartstring” deh..🙂

    Ditunggu klanjutanx yh saeng..
    Yg smangat UASx..🙂

    • naaaah setelah aku baca lagi juga aku mikir adegannya mirip di Heartstring ternyata, beda di kisseu nya doang :p
      makasiiiih banyak ya Eon🙂

  7. Tiba-tiba ada tangan kokoh yang
    melingkar di sekitar bahu dan
    pinggang Insa. Onew mendekapnya
    dari belakang dan meletakkan
    dagunya di pundak Insa. —– matii.. matii matii… aaaaaaaa maauuuuuuuu

    eh tunggu.. di cafe itu.. d awal prgrf jjong ktnya menekan tuts piano.. trus d akhir knp jd petikan gitar???

    waaaa lagu forever more… onyuuuuuuuuuuuui jd ingt jinki yg nyanyiin lagu ini…

    • wakakakaka eon ngiler ya eon. jangankan eonni, aku juga mau kalo digituin aaaaa.

      OMG! error abis itu hahahaha entar dibenerin deh eon. kesalahan ada pada saya eon bukan pada mata anda :p

      iya! aku juga tau lagu ini gara2 Onew pernah nyanyiin. dalem eon daleeeem hehehe makasih lagi eon untuk koreksinya🙂

  8. selain jonghyun-yunji, onew-insa juga bikin envy >.<

    piano sama gitar nya tuh eon, error. hehe be careful eon next time😉

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s