Chicken Music Box

Author : Choi Jinhya a.k.a Thya

Main Cast : Lee jinki (Onew) , Choi Jinhya

Support Cast : Other SHINee member, Choi Haerin

Genre : gatau ini genre apa, gaje!

Rating : General

Length : Oneshot

Desclaimer : MY  PLOT  FOR SURE~~~~~~~~~~~~~~~~

A.N :  ff ini author persembahkan buat suami tercinta ONEW! SAENGIL CHUKKAE URI LEADER~^^  Kalo ada keanehan atau ketidakmungkinan dalam ff ini harap maklum karena ini hanya fiksi belaka :p

boleh baca , di larang ngintip, di wajibkan komen ! *picture credit as tagged*

Check it out~

Author POV

Jinhya menompangkan dagu pada kedua tangannya. Matanya sayu, bibirnya dikerucutkan seperti bebek. Gadis itu termenung sambil mendengus dalam hati. Sangat gondok jika mengingat kejadian seminggu yang lalu. Ia mengacak-ngacak rambutnya frustasi. Menyesali kenapa waktu itu bukan menjadi hari keberuntungan dia?

Flashback….

“hahahahahaa~ kau yakin akan memberinya ini?” tanya haerin dengan nada meledek.

“ne, waeyo?” jinhya hanya bisa memajukan bibirnya diejek oleh temannya itu.

“jinhya-ah kau terlihat bodoh, benda ini sangat aneh, apalagi suaranya haha” seru haerin dia terbahak-bahak sambil membuka kotak musik bersuarakan ‘ayam’ milik jinhya.

kukuruyuk~ petok~ petok~  terdengarlah suara dari kotak musik itu.

“YA! dia itu suka ayam, pasti juga dia akan menyukai ini” jinhya merebut kotak musiknya dari tangan haerin. Lalu memasukannya ke dalam tas. “seharusnya kau juga memberi bola bentuk kodok untuk minho”

Haerin berhenti tertawa “nde? apa ada benda seperti itu -_-”

“dia kan menyukai bola”

“tapi bukan barang aneh seperti itu, ini lebih baik hehehe” ujar haerin seraya memperlihatkan headphone berwarna biru, jinhya langsung merebutnya.

“nde? Kau memberinya ini? Aah ini terlalu pasaran”

“YA, biar saja” haerin menjulurkan lidahnya “sudahlah, kita bungkus ini sekarang” ajak haerin pada jinhya.

Jinhya dan Haerin menuju kasier untuk membayar barang yang mereka beli. Hari ini mereka memang sengaja pergi ke toko aksesoris untuk membeli kado yang akan diberikan kepada idola mereka Onew dan Minho – member dari SHINee, boyband terkenal di Korea Selatan. Jinhya dan Haerin sangat senang ketika mereka mendapatkan undian 100shawols beruntung yang bisa menghadiri perayaan pesta ulang tahun Minho dan Onew secara langsung di SM building. Minho dan Onew memang lahir pada bulan yang sama, jadi SM memutuskan untuk merayakannya secara bersamaan.

Haerin memutuskan untuk membeli headphone sebagai kado untuk minho. Sedangkan Jinhya, ia memilih kotak musik. sebuah kotak musik yang bersuarakan ayam. Aslinya kotak musik itu adalah kotak musik biasa pada umumnya yang berbunyi lantunan-lantunan piano, namun jinhya mengganti memori musik yang ada di bawah kotak musik itu oleh nada editan yang ia buat sejak lama. Nada lagu ‘Your Name’ yang di sisipkan dengan suara ayam -_- jinhya tahu benar kalo Onew itu sangat menyukai ayam, maka dari itu ia membuat remix musik ‘Your Name’ lagu SHINee ciptaan Onew dengan suara ayam dari game online.

Jinhya dan Haerin keluar dari toko aksesoris. Mereka bersenandung sepanjang jalan. Tidak sabar menantikan malam besok menuju SM building. Ini memang pertama kalinya Jinhya dan Haerin mendapatkan durian runtuh undian beruntung itu. Setelah mengagumi SHINee selama 3tahun, baru kali ini mereka bisa menyaksikan langsung perayaan bias mereka. Dan tentu itu takan di sia-siakan begitu saja.

“Jinhya-ah, besok malam aku akan ke rumahmu. Ingat, jangan telat seperti SWC kemarin arra?” ujar haerin sambil mengacungkan telunjuknya.

“ne, arra.. arra..” jinhya terkekeh pelan, pikirannya tertuju pada acara besok. Ia sungguh tidak sabar untuk melihat onew dari dekat, biasanya ketika nonton konser jinhya hanya bisa melihat SHINee dari kejauhan, ia tak pernah sekalipun melihat SHINee dari jarak dekat, maka itu ia sangat senang sekali ketika mendapatkan undian itu. “haerin-ah, benarkah kita besok akan bertemu SHINee? bertemu Onew, Jjong, Key, Minho, Taemin? Melihat tingkah asli mereka secara langsung?” tanya Jinhya memegang kedua tangan sahabatnya itu, ia masih tak percaya kalo besok malam mimpi indahnya akan terkabul.

“ne, jinhya-ah, ne! kita akan bertemu SHINee! kyaaaaaaaa…..” sahut haerin girang

“KYAAAAAAA… aku akan bertemu suamiku! kyaaaaaa…. ONEW-ssi SARANGHAEYO~”

“aku juga akan bertemu suamiku MINHO! bogoshipo oppa… Kyaaaaaaa….”

Jinhya dan Haerin berseru sangat lantang. Mereka memang suka mengaku-ngaku biasnya sebagai suami mereka sendiri. Walaupun mereka sadar itu sangatlah tidak mungkin. Bagi mereka itu hanya untuk have fun semata, tidak terpikir jauh untuk menjadi kenyataan. Yeah, itulah yang di namakan fangirl. Kadang terlalu berlebihan, tapi itulah pelampiasan dari mimpi indah yang takan pernah terkabul.

Kedua berjingkrak-jingkrakan ria di tengah jalan. Hampir semua mata tertuju pada mereka. Ada beberapa yang mencibir aneh, bahkan ada yang bilang bahwa mereka adalah yeoja-yeoja gila dadakan. Tapi Jinhya dan Haerin tak menghiraukannya, bagi mereka sekarang ini seperti mendapatkan sebuah mobil mewah yang turun dari langit #LEBAY

Setelah kelelahan berjingkrak, akhirnya mereka berhenti sambil mengatur napas yang ngos-ngosan *emang abis lari -_-*

“geurae, aku tunggu kau besok malam. Dan banner ‘HAPPY BDAY’ yang kita buat kemarin jangan lupa ya, annyeong haerin-ah..” Jinhya berjalan ke arah kiri meninggalkan haerin.

“ne, aku pasti ingat. Annyeong.. sampai jumpa besok!” ujar Haerin setengah berteriak dan melambaikan tangan, kemudian ia berjalan ke arah kanan gang. Dan keduanya pun berpisah pulang menuju rumah masing-masing.

****

Keesokan harinya_


@ Jinhya’s House

“kyaaaaa…. umma kenapa mendadak sekali” jerit jinhya, ia duduk di sofa ruang televisi.

“umma juga tidak terpikir kalau Chaerin-ssi akan melahirkan hari ini” sahut umma jinhya sambil mengecek-ngecek barang di dalam tasnya.

“kau ini kenapa jinhya, tidak biasanya kau mengeluh saat kita hendak pergi” kini appa jinhya yang angkat bicara.

Jinhya mendesah, dan mengerak-gerakan kakinya kesal “malam ini aku ada janji dengan tempatku untuk pergi ke SM building” rengek jinhya

“mwo? Mau apa malam-malam kesana? jangan bilang jika kau mau bertingkah bodoh seperti remaja-remaja lainnya menanti idola yang tak pernah menghiraukan kalian! Andwae, umma tak mengijinkan!” omel umma jinhya

“appa juga takan mengijinkan, lagi pula jaga rumah dan adikmu” titah appa menambahkan, sedangkan jinhya berdecik kesal.

“umma, appa kenapa kalian tidak mengajak jino saja huh?” jinhya beranjak dari duduknya lalu menatap sengit pada adik kecilnya yang sedang berkutat dengan buku-buku.

“yaa, kau tahu, adikmu besok akan melaksanakan ujian, tidak mungkin dia ikut bersama kita ke daegu yang jaraknya jauh. Sudahlah, kita pergi dulu. Kajja yeobo” ujar umma jinhya

“ingat, jaga adikmu baik-baik!” perintah appa, lalu umma dan appa jinhya berlalu meninggalkan rumah.

Jinhya melemas dan kembali duduk di sofa tak berdaya. Kepalanya agak pening. Ia melirik ke arah jam dinding yang ada di depannya. Pukul 17.30, pasti sebentar lagi haerin akan tiba untuk menjemputnya.

Menit demi menit(?) pun berlalu, dan sekarang sudah pukul 17.50 sedangkan dari tadi jinhya hanya berdiam diri duduk dengan tatapan kosong. Tiba-tiba jinhya tersadar, dia mengerjapkan mata dan menggeleng-gelengkan kepalanya.

‘paboya jinhya! kenapa kau tidak mencari akal dan malah terbengong seperti orang ayan huh?’ gerutu jinhya dalam hati, ia bangun dan mulai berpikir. Langkahnya mundar-mandir di dalam ruang tivi. Ia mencoba mencari ide agar dapat pergi ke perayaan ulang tahun OnHo.

Pikirannya semakin tak tenang ketika melihat jam sudah menjelang malam. Ia ingin sekali hadir ke acara itu, yang akan mempertemukannya dengan SHINee terutama onew. Acara itu akan di mulai pada pukul 19.00, kemarin jinhya dan haerin sudah berencana akan berangkat pada jam 18.00 dari rumah. Tapi tanpa di duga, orang tua jinhya mendadak pergi ke daegu untuk menjenguk Chaerin Ahjumma yang sedang melahirkan. Dan jinhya bersama adiknya jino yang berumur 7tahun di perintahkan untuk menjaga rumah dan tak perbolehkan keluar.

Itu sangat membuat Jinhya kesal. Karena kesempatan emas ini akan hilang gara-gara ini. Jinhya masih terus berpikir bahkan kalo bisa ia berharap ada ibu peri baik hati yang akan menolongnya hari ini.

“aiiiish…. eottokhae??” Jinhya mengacak rambutnya frustasi sambil menghentak-hentakan kaki.

“YA! Noona, jangan berisik!” sahut jino yang sedang duduk, anak namja itu merasa terganggu belajarnya karena noonanya tak berhenti mengeluh tak jelas.

“aish… neo! ini semua karenamu, aku jadi tak bisa hadir ke pesta ulang tahun onew, eottokhae? eottokhae? hiks..” Jinhya melempar bantal sofa ke arah adiknya.

“YA~ Michyeoso?!” jino melempar balik bantal itu ke arah jinhya.

“hiks.. jino-ah, tidak bisakah kau menjaga rumah ini sendiri? hiks.. aku ingin bertemu dengan onew” jinhya duduk sambil menarik-narik baju adiknya.

“kau tidak dengar apa yang di katakan umma dan appa huh?”

“aish, jinja! kau tidak bisa mengerti perasaan noona mu” geram jinhya seraya menggeplakan(?) kepala jino.

“Yaa~ pabo! appoyo!” dengus jino mengelus-ngelus kepalanya “diamlah, aku mau belajar dan seharusnya kau membimbingku!”

RING DING DONG~ RING DING DONG~

Suara bel rumah jinhya berbunyi. Dengan segera dia bangkit dan menuju ke arah pintu depan. Jinhya yakin itu pasti haerin. Aigoo.. kini jinhya makin panik.

Jinhya membuka pintu, ia mendapati haerin berdiri dan tersenyum lebar dengan membawa tas besar yang isinya tak lain adalah banner serta kado untuk minho.

“annyeong~” sapa haerin, ia melihat jinhya yang sangat kusut dan tak bersemangat “neo, kenapa belum siap-siap?” tanya haerin heran karena jinhya terlihat masih memakai tshirt biasa dan hotpants. Apa jinhya lupa kalo hari ini mereka akan pergi ke acara OnHo bday? Pikir haerin.

“sepertinya aku tak bisa ikut haerin-ah” jinhya tampak menghela napas dan menunduk

“NDE? Waeyo?” tanya lagi haerin

“umma dan appa pergi ke daegu, aku harus menjaga rumah dengan jino”

“ji-jinja? aigoo…” haerin menepuk jidatnya sendiri. “keurom, eottae??”

“nan mollayo~ huaaaa.. aku ingin pergi hiks..” teriak jinhya sambil menangis layaknya anak kecil. “tidak mungkin jika kita harus mengajak jino kesana hiks..”

“mwo?” haerin tampak kaget.

“huhu.. Chakkaman!” jinhya berjalan ke dalam rumah dan meninggalkan haerin yang masih berdiri terbengong ria. Tak lama kemudian jinhya kembali lagi menghampiri haerin sambil berlari.

“igeo..” jinhya menyerahkan bungkusan kecil kearah haerin “sepertinya aku titip itu saja padamu, keadaannya tidak bisa dipaksaan, aku tidak bisa ikut” kata jinhya sedih

“ehmm.. kalo begitu aku juga tidak akan pergi”

“andwae! kau harus tetap pergi! dan berikan kadoku untuk onew”

“gwaenchana??”

Jinhya mengangguk. Dan akhirnya haerin pergi sendiri ke perayaan ulang tahun OnHo. Perasaan jinhya kini campur aduk, sedih, kesal, galau, padahal kemarin dia sudah berangan-angan berkhayal menatap langsung onew. Saat itu juga jinhya lari ke kamarnya dan membaringkan badannya di kasur. Ia menumpukan bantal di atas mukanya, dan berteriak-riak kesal tak jelas.

“aaaaaaa….JINKI-ssi… wanna meet with you……!”

_Flashback end_

Jinhya POV

Hiks.. Hiks.. aku sangat galau ketika mengingat kejadian itu. Moment yang jarang terjadi, moment yang ingin ku lihat langsung seketika memudar. Padahal aku sangat sangat sangat ingin bertemu shinee terutama si sangtae Onew. Besoknya haerin datang kerumah dan bercerita panjang, itu sangat membuatku envy sebenarnya. Harusnya aku juga ikut bahagian dan berhisteris ria bersama haerin di pesta onho minggu kemarin.

Ya tuhan, kenapa aku sungguh sial? Tidak bisakah aku menatap onew dari dekat? Aku ingin tahu sikap aslinya, aku ingin melihat sangtaenya secara langsung. Dia itu idola yang membuatku menyukai ayam lagi. Oke, sebelumnya memang aku tidak suka makan ayam, atau lebih di bilang benci. Selama 12tahun aku hidup tanpa makan ayam. Itu karena ketika aku berumur 6tahun saat aku makan ayam goreng, tiba-tiba saja aku tersendak lalu menelan tulang paha ayam dengan sekali suap. Tenggorokan ku saat, sepertinya tulang ayam itu terselip disitu. Sampai saat itu aku shock dan tidak mau makan ayam lagi. Tapi semenjak 2tahun lalu ketika SHINee membuat sebuah CF yaitu Mexicana, disana aku melihat Onew makan ayam dengan lahapnya. Dan itu membuat air liurku menetes tanpa tersadar. Aku yang saat melihat CF itu kebetulan adikku sedang makan ayam goreng, dengan segera aku merebut dan memakannya, dan kyaaaa… rasanya sangat enak! pantas saja onew memakannya seperti orang kelaparan. Aku merindukan ayam yang tak pernah ku makan selama 12 tahun.

Sejak itu aku semakin menyukai onew. Yeah memang awalnya aku suka SHINee hatiku terjatuh pada si flaming charisma minho. Aku suka sikap minho yang cool. Dulu saat SHINee debut, minho itu jarang sekali bicara. Dia seperti orang yang sedang puasa ngomong, hanya seperlunya ia berbicara. Tapi semakin hari aku malah menyukai si sangtae. Si leader yang ceroboh. Tingkah bodohnya membuatku meleleh(?). Aku baru menemui spesies tampan dan bersuara merdu tapi mempunyai tingkah aneh. Ini sangat langka kan? Tapi aku juga menyukai member lainnya. Bagiku SHINee teteplah berlima yang menerangi dunia shawols.

Itu kenapa aku sangat sedih bin kesal(?) karena tidak dapat hadir ke pesta OnHo. SHINee adalah orang-orang yang kucintai setelah Tuhan, dan keluargaku. Jarang sekali aku mendapat undian itu. Saat ultah taemin sebenarnya aku nyaris dapat, sayang undian itu tidak berlaku untuk shawols yang sedang mengikuti ujian akhir sekolah. Memang saat itu aku salah satunya. Itu tidak terlalu menyakitkan seperti sekarang.

Huft.. belakangan ini aku sudah jarang melihat SHINee show, mereka lebih banyak waktu di Jepang ketimbang di korea. Disaat ada kesempatan, keberuntungan malah tidak berpihak padaku.

“HUUAAAAAA……..” aku kembali meraung(?) melampiaskan kegalauanku. “hiks.. andai waktu bisa terulang” gumanku sedih.

“jinhya-ah! jinhya-ah!” ku dengar umma memanggil namaku. Dengan lemas aku berjalan gontai ke lantai bawah bawah.

“ne, waeyo umma?” sahutku dengan nada malas. Aish, ummaku tidak mengerti sekali anaknya sedang galau.

“Yaa~ jinhya, mukamu masih murung saja? apa karena syaini lagi?”

Aku tak menjawab pertanyaan umma. Kulihat umma jalan ke dapur dan kembali menghampiriku dengan membawa secarik kertas.

“dari pada kerjaanmu
murung saja setiap hari, lebih baik kau belanja” titah umma seraya menyodorkan kertas tadi yang ternyata daftar belanjaan. Aku mengambilnya, yeah.. aku rasa belanja sekalian cari angin lebih baik.

****

@ Dorm SHINee

Jinki POV

Aku, Minho, Jonghyun, dan Taemin sedang duduk di ruang tengah. Tidak ada perbincangan diantara kita. Semuanya terdiam dengan tatapan kosong. Hari ini SHINee memang tidak mempunyai jadwal, jadilah kita hanya bermalas-malasan di dorm. Tapi semua member sepertinya malah tidak tahu apa yang harus di lakukan untuk kekosongan waktu ini.

“dimana key?” ujar jonghyun tiba-tiba

“dia sedang masak di dapur” jawab minho dengan posisi pewe nya yang sedang duduk di kursi sedangkan kakinya mendarat di atas meja.

“hyungdeul, aku bosan” ujar si maknae, tak ada yang menjawab, semuanya kembali terdiam.

“aah, lebih baik aku buka internet dan membalas UFO fans” jonghyun beranjak dari duduk dan berlalu menuju kamarnya.

“taemin, ayo kita maen winning eleven!” ajak minho menarik lengan taemin. Dan aku masih duduk terbengong tak jelas.

“hooaaaam…” aku menguap bosan. Apa yang harus ku lakukan? mendengarkan musik? seharian ini aku sudah mendengarkannya, sampai baterei ipodku habis. Buka internet? ah, aku memang punya akun me2day pribadi tapi aku bingung mau nulis status apa. Balas UFO sudah di ambil alih oleh jonghyun.

Aku bangun dan berjalan menuju ruang tv. Minho dan taemin tampaknya sudah memulai pertandingannya. Kulihat wajah minho yang sangat serius menatap layar tv. Aish, anak itu dalam permainan pun selalu kompetitif.

Langkahku berjalan lagi meninggalkan minho dan taemin. Kini aku menuju dapur, dan ku dapati koki SHINee alias istriku alias key sang Almighty sedang asik memotong-motong sayuran lalu memasukkannya ke dalam panci.

“masak apa key?” tanyaku sambil melirik ke arah panci

“mian hyung, tidak ada ayam!” jawab key ketus. Aish, dia tahu saja apa yang ada di pikiranku.

Huh? membosankan. Aku kembali berjalan keluar dari dapur. Saat ku menoleh ke suatu ruangan, dimana itu adalah gudang kecil tempat singgah(?) barang-barang yang di berikan fans untuk kita, aku berhenti dan membuka pintu gudang itu.

“aigoo.. Ternyata sudah menumpuk seperti gunung ckck” dercak ku setelah melihat hadiah dari fans yang begitu banyak.

Aku melirik ke sebuah kardur yang cukup besar bertuliskan ‘onew’. “Ah, itu sepertinya milikku!”

kucoba untuk mengangkat kardus itu keluar dan membawanya ke kamar. Uh, cukup berat juga ternyata. Ini adalah hadiah bulan desember yang belum ku lihat. Karena hadiah dari fans bulan lalu sudah ku cek semua. Tiap bulan atau bahkan tiap harinya kita pasti selalu mendapatkan hadiah, entah itu berupa makanan atau minuman.

“omo! ternyata ini semua kado ulang tahunku”

Aku mengibas debu yang menempel di atas kardus itu. Satu minggu yang lalu adalah perayaan ulang tahunku yang ke 23, aigoo.. rupanya aku semakin tua saja. Tapi Tuhan memang adil, semakin tua wajahku malah semakin imut.

Aku lupa belum membukanya semua. Setelah pesta bersama para shawols aku sudah kelelahan, dan besoknya pun langsung ada kegiatan lain, sehinggu aku baru sempat membuka hadiah-hadiah ini sekarang. Ku buka bungkus kado yang paling atas.

“mwo? Ipod?”

kubuka kado selanjutnya dan ternyata sebuah hoodie. Berikutnya pun aku membuka kado-kado dari para shawols.

“tas laptop, pants, iphone, mp3, topi, ipod lagi? jam tangan”

aku terus merogoh beberapa hadiah dalam kardus itu. Huft, lumayan banyak ternyata. Ani! ini sangat banyak. Ckck barang-barang ini kebanyakan sangat mewah. Apa mereka tak saying mengeluarkan banyak uang hanya demi aku?

“cardigan, sepatu, headphone, tas, hoodie, aah.. banyak sekali hoodie, ternyata mereka sangat tahu aku hobi memakai hoodie” kataku setelah membuka beberapa kado dari kardus itu.

“ONEW HYUNG! CEPAT KEMARI MAKANAN SUDAH SIAP” terdengar suara key dari luar, member lain sepertinya mulai makan siang.

“SHIREO, TIDAK ADA AYAM HUH?” balasku tak kalah lantang. Sebenarnya aku hanya bercanda, perutku belum terlalu lapar dan aku masih penasaran dengan isi kado-kado ini.

“YA~ DUBU, TIDAK BISAKAH KAU HIDUP TANPA AYAM” jjong berteriak mengejekku. Kekeke~ aku hanya bisa terkekeh, aku memang suka sekali ayam. Tapi mereka rupanya menanggapi serius, huh nanti saja kalo lapar aku akan keluar.

Aku kembali membuka beberapa kado lagi, dan ku temukan sebuah kado yang cukup besar menarik perhatianku.

“omona! album foto?!” Ku buka lembaran album itu, ternyata di dalamnya ada banyak fotoku yang aku tak sadar kapan mereka mengambilnya.

“mwo? kapan ini? Kenapa mereka bisa mengambil ini?” pekikku kaget setelah melihat ternyata ada foto yang aku sedang tertidur di van. Ada juga foto ketika membeli minuman di dekat gedung SM. ckck.. padahal aku sudah melakukan penyamaran, tapi fans masih juga mengenaliku. Mereka memang mengetahui banyak apa yang terjadi.

Tanpa sadar air mataku menetes haru melihat ini semua, perjuangan shawols benar-benar besar untuk kita. Aku berjanji akan selalu melakukan yang terbaik dan memberikan senyuman kepada mereka.

“hah.. masih banyak ternyata yang belum di buka, belum lagi kartu ucapan dan surat-surat” kubuka box khusus surat dari fans yang tak kalah banyak. Isinya bermacam-macam, ada yang merharukan, puitis, dan bahkan ada yang aneh.

‘onew oppa, saengil chukkae hamnida~ kapan kau akan menikahiku?’

‘jinki-ssi, happy bday to you! noona akan selalu memberikan cinta untukmu

Yeah, kurang lebih begitu isi surat dari para shawols. Dan untuk tahun ini ternyata banyak juga surat dari shawols indonesia. Ah, kapan-kapan kita akan kembali lagi kesana.

“waah, bagus sekali ini. Kamera polaroid!” kupotret keadaan kamar yang sekarang berantakan oleh kado-kado yang berserakan.

“Huft, sepertinya ini takan selesai jika di buka semuanya hari ini. Okey, ini yang terakhir” kuambil kado kecil dengan bungkusan keras warna kuning dengan pita ditengah. Setelah kubuka, ternyata isinya kotak musik berbentuk piano.

‘kukuruyuuuuk… petok petok petok~’

“igeo mwoya???”

‘saengil chukkae onew oppa!! eottae? kotak musik nya bagus bukan? Itu aku sendiri lho yang mengedit nadanya. Jika kau lapar dan tak ada makanan, buka saja kotak musik itu makan suara ayam akan terasa keyang di perutmu. Atau jika kau masih lapar, telepon saja 14045 lalu pesan ayam yang kau mau, kekeke~^^ saranghae _choi.jinhya’

mataku terbelalakak setelah membaca note yang terselip di bawah kotak musik itu.

‘kukuruyuuuuk… petok~ petok~’

aku membuka lagi kotak musik itu, dan sekarang mulutku menganga, kotak musik macam apa ini? eh tapi, lanjutan suaranya.. ehm, ah! ini nada piano lagu YOUR NAME! Hajiman, kenapa di awal ada suara ayam? -_-

“HYUNG, SUARA APA ITU?? KAU MEMBAWA AYAM KE KAMAR?” teriakan minho menyadarkanku.

Kulihat minho membuka pintu kamar, dia masuk dan menghampirku. Minho berkaca pinggang sambil menggeleng-gelengkan kepalanya. kenapa anak itu? kena ayan?

“onew hyung, kenapa kamarmu berantakan sekali ckck” minho berjongkok sambil melihat kado-kadoku yang berserakan.

“oh? aku sedang membuka kado dari fans, hehehe” sahutku diiringi tawa sangtae, minho hanya manggut-manggut sambil mengelus dagunya.

“yang tadi itu suara apa hyung? kudengar tadi ada suara ayam dari kamarmu?” tanya minho.

“hmm? oh.. igeo” aku menyodorkan kotak musik tadi ke arah minho. Dia membukanya, lalu terdengarlah lagi suara ayam itu. Kali ini minho malah terbahak-bahak sambil guling-guling setelah mendengar kotak musik itu.

“huahahahahahaa… kotak musik apa ini? kenapa muncul suara ayam? wakakakak..” minho terus tertawa sambil memegang perutnya “huahaha.. pantas saja hyung, kau chicken maniak jadinya shawol memberikan suara ayam huahahaha”

PLETAAAAAAK~

Aku menjitak kepala minho, dan dia pun berhenti tertawa.

“YA! memangnya ada yang salah jika aku sangat suka ayam” aku merebut kotak musik itu dari tangan minho. ‘aish, aku jadi bahan tawa gara-gara kotak musik ini. Huh? Bagaimana bisa ada shawol yang memberiku benda macam ini? Bantal paha ayam lebih baik’ dumelku dalam hati.

“appo hyung!” minho mengelus-ngelus kepalanya yang di jitak olehku “emmpt, tapi shawol yang memberi itu pasti sama sangtaenya seperti hyung wkwk~ sudah ah, aku mau mandi” ledek minho dan berlalu dari kamarku.

‘aish, menyebalkan anak itu!’ dengusku pelan. Tiba-tiba perutku serasa lapar. Ah, lebih baik aku makan saja, dan besok saja ku teruskan membuka kadonya.

Aku bangkit dan mengambil kotak musik ‘ayam’ tadi lalu menyimpannya di bawah bantal. Jangan sampai member lain tahu aku dapat benda aneh itu. Bisa-bisa mereka mentertawai ku seperti minho tadi. Jinja, ada-ada saja shawol yang memberi itu, aneh memang tapi unik juga. Kekeke~

aku melangkah menuju meja makan, disana terlihat taemin yang sedang melahap makanannya.

“ah sepertinya enak, jatahku mana?” seruku, taemin menoleh sambil memberikan ekspresi bingung.

“nde? jatah onew hyung sudah di makan olehku dan jonghyun hyung. Aku kira hyung tak mau makan hehe” papar taemin polos membuatku membulatkan mata.

“YA! siapa yang bilang aku tak mau makan?!”

“tadi hyung bilang kan kalo tak ada ayam takan makan” sahut jonghyun dari arah dapur

“itu aku hanya bercanda!” timpalku berteriak

“salah hyung sendiri, kita mengira itu serius kekeke~” ujar taemin yang kini sudah benar-benar menghabiskan makanannya dan berjalan ke dapur.

Aku mengdesah pelan. Kubuka lemari es, barangkali saja ada sesuatu yang bisa ku makan.

“persedian makanan sudah habis hyung, lebih baik beli saja keluar” ujar key yang sedang ada di ruang tv.

“mwo?? Jadi kalian menghabiskan semuanya?”

“kekeke.. yang sabar ya hyung” sahut jonghyun tiba-tiba di sampingku seraya menepuk-nepuk bahuku.

“aiiiissh jinja… dasar para dongsaeng kurang ajaaaar!!” geramku, dan member lain hanya tertawa.

Huft,, terpaksa! kalo begini caranya aku memang harus keluar untuk membeli sesuatu. Perutku sudah sangat lapar. Yeah, AKU HARUS BELI AYAM GORENG!

****

Author POV

Jinhya berjalan dengan malas-malasan menelusuri pertokoan di pinggir jalan Seoul. Ia hendak menuju supermarket untuk membeli belanjaan yang di suruh ummanya.

Cuaca sore hari ini tidak buruk. Jinhya menghirup udara dingin sambil merentangkan tangannya. Sekarang memang sudah memasuki bulan desember, itu tandanya sebentar lagi salju akan tiba. Kaos berlapis di tambah cardigan, syal serta sepatu boots dan topi sulaman cukup membuat Jinhya hangat hari ini. Baru sekarang lagi dia keluar rumah, memang biasanya tiap minggu jinhya dan haerin selalu jalan-jalan keluar, tapi kali ini haerin sedang liburan bersama keluarganya di Busan. Jadi Jinhya hanya keluar sendiri sambil menjalani perintah ummanya yaitu belanja.

Jinhya melihat jam pada ponselnya. Pukul 16.00. “ah, masih sore. aku mau main-main dulu deh sebelum ke supermarket”

Jinhya berjalan kembali, dan melihat-lihat beberapa toko yang ada. Kemudian dia berhenti di depan sebuah toko video game. Sepertinya itu menarik, pikirnya. Dia memasuki toko video game itu. Jinhya mencoba beberapa permainan video yang ada disitu sampai puas.

Tanpa terasa jinhya mulai melupakan kegalauannya tentang pesta ulang tahun OnHo. Ia tertawa sepuas-puasnya memainkan video game disana. Permainan demi permainan dia coba. Ketika jinhya melihat sebuah photobox, dia penasaran dan mulai mendekati stan itu.

“eoh? ternyata tidak hanya untuk berfoto saja?” jinhya tampak berpikir lalu lampu bohlam ada di atas kepalanya. Ia mengeluarkan ponselnya, kemudian mengutak-ngatik(?) sejalan dengan apa yang ada di otaknya.

Jinhya memasukan koin ke dalam photobox itu. Dia menekan tombol bluetooth yang ada di box itu. Lalu dikirim nya 2buah foto dari ponselnya ke mesin photobox itu. Tak lama foto jinhya dan haerin, serta foto key dan onew tertera di layar photobox itu. (bayangin foto onkey yang pake kacamata item pas di pesawat)

“bwahahahahahaaa.. Aneh sekali dia! huahahahaa” jinhya tertawa terbahak-bahak setiap kali melihat foto onew yang itu. Menurut jinhya, key terlihat keren dan cute difoto itu, tapi saat melihat ke arah foto onew, jinhya merasa onew itu sangat aneh dengan kacamata hitamnya, jarang sekali onew memakai kacamata hitam, dia terlihat seperti tukang pijat keliling wkwk, pikir jinhya.

Lalu jinhya mengarahkan kursor untuk memotong bagian foto haerin dan key #plaak *dijaram haerin sama key* kemudian menyatukan foto dirinya dengan foto onew. Mesin itu pun bekerja dengan sendirinya. Mengedit 2buah foto terpisah menjadi satu layaknya foto sekali jepret(?). Tak lama mesin photobox itu berbunyi dan jinhya menekan tombol OK.

Dreeeett….

Satu lembar foto keluar dari bawah box itu. Jinhya tersenyum puas melihat hasil yang nyari sempurna. Foto dirinya dengan Onew yang menyatu. Seolah-olah mereka berfoto bersama.

“kyaaaaa… hahahaha.. daebak!” seru jinhya girang. Ia berjalan keluar dari toko video game itu seraya menatap foto editannya.

“hahaha.. nyaris sempurna! hah, jinki.. kau terlihat sangat aneh tapi aku suka kyaaaaa….” jinhya mencium-cium foto itu sambil berjingkrak-jingkrakan. “omo! jam berapa ini?” jinhya merogoh ponselnya di saku, matanya terbelalak saat melihat jam menunjukan pukul 17.30.

“aigoo.. aku harus segera ke supermarket!” jinhya terburu-buru memasukan foto dirinya dan onew (FOTO EDITAN) ke dalam dompet. Kemudian ia memasukan dompetnya ke dalam tas.

BRUUUUUUKK……

Tiba-tiba saja seseorang menabrak jinhya dari belakang.

“aaaaww…” ringis jinhya memegang bahunya yang lumayan sakit karena tertabrak tadi. Dia melihat orang yang ada di hadapannya. Orang itu mengenakan masker dan kacamata hitam serta topi, dan dia pun memandang jinhya juga.

Jinhya menatap heran pada orang itu. Namun tiba-tiba, orang itu mengambil syal yang di pakai jinhya lalu memakainya dan berlari menarik lengan jinhya.

“Y-YA! Apa yang kau lakukan?!” tanya Jinhya kaget karena tingkah orang itu, sedangkan orang itu tak mengubris pertanyaan jinhya. Ia membawa jinhya berlari dan bersembunyi di sebuah gang.

Hoossh… Hoossh….

Nafas keduanya ngos-ngosan(?) kecapean. Jinhya memandang orang aneh itu sambil memegang dadanya untuk mengatur nafas yang kelelahan, begitu juga dengan orang itu.

“YA~ hoosh.. hoosh.. Nuguya?” bukannya menjawab pertanyaan jinhya, orang itu malah menukarkan topinya dengan topi jinhya.

“agashi, aku pinjam topimu ya” ucap seseorang itu yang tak lain adalah namja.

“mwo?” jinhya tampak membulatkan matanya. Bagaimana bisa namja itu menukar topinya, juga merebut syalnya.

Namja di hadapan jinhya mengintip ke arah sekitar gang. Lalu dia menarik dan mengajak jinhya lari lagi dari situ.

“oppa.. oppa.. chakkaman! oppa…” Segeromboral wanita berteriak histeris mengejar jinhya dan namja itu.

“aish.. mereka masih mengenaliku rupanya” desis namja itu seraya berlari menerobos orang-orang yang ramai, jinhya hanya mengkerutkan dahinya bingung, ada apa sebenarnya dengan namja ini?

“ah,, kita kesana!” seru namja itu masih menarik lengan jinhya. Kali ini ia membawa jinhya naik ke sebuah bianglala yang ada di pasar malam.

TEENNGG~

Kini bianglala yang mereka naiki mulai berputar. Namja itu menghela napas lega sambil mengelus-ngelus dadanya. Jinhya yang juga kelelahan berlari mengatur nafasnya. Lalu dia menyeringai ke arah namja itu.

“YA~ kenapa kau mengajakku lari huh? siapa kau? ah… jangan-jangan” tanya jinhya curiga kalo namja itu bukan orang baik-baik. Dari pakaian yang ia kenakan saja seperti tampang teroris, kacamata hitam serta masker segala.

“eey, kau tak perlu takut, aku bukan orang jahat” timpal namja itu seraya melambai-lambaikan tangannya di depan jinhya “aku hanya ingin melindungi diri dari kejaran fans” bisiknya

“mwo???” Jinhya kaget “cih, kau pikir kau artis”

“eeng… aah.. nanti akan ku jelaskan” namja itu kelihatan ragu ‘aish, yeoja ini cukup berisik. Kalo aku beberkan identitasku, pasti dia akan terkejut’ kata namja itu dalam hati.

“lalu, kenapa aku jadi korbanmu? seenaknya saja menarikku berlari” ucap jinhya memajukan bibirnya.

“tadi aku tak sengaja menabrakmu, dan kulihat kau memakai syal yang bisa ku manfaatkan untuk penyamaranku” papar namja itu

“aish, dasar namja aneh!” dengus jinhya. Jinhya melihat pemandangan dari bianglala. Ternyata hari sudah mulai petang. Dan gara-gara namja ini jinhya jadi lupa perintah ummanya untuk belanja.

Draaaak… Draaaaak…

Tiba-tiba bianglala yang sedang di naiki jinhya dan namja itu bergoyan dan lalu berhenti di tempat.

“omo! Ada apa ini?” panik jinhya, memegang besi bianglala ini, namja itu pun tampak kaget.

“se-sepertinya bianglala ini rusak”

“MWO??” ucap jinhya kaget “jadi kita terjebak disini. Aigoo.. eomma~ eottokhae?”

“Ya-YAA! tenanglah paling juga sebentar”

“tenang kau bilang? Kalau bianglala ini tak bergerak sampai malam kau mau tanggung jawab huh? eommaaaa~” jinhya mengomel frustasi.

“ish, anak ini kenapa cerewet sekali” guman namja itu pelan

“nde? APA KAU BILANG?”

“a-aniyo~”

keduanya terdiam dalam kecanggungan. 15 menit menunggu akhirnya bianglala itu kembali jalan lagi dan mereka pun turun dari situ.

“aah, akhirnya kita bisa turun juga” ucap namja itu lega

Jinhya mengecek ponselnya, dia ingin menghubungi orang rumah untuk tak mengkhawatirkannya.

“annyeong umma,”

“ya! Jinhya-ah, kenapa saat ini kau belum pulang?” jawab umma jinhya di sebrang sana

“umma, akuu….”

tuut.. tuut.. tuut…

Suara telepon terputus, ternyata ponsel jinhya mati.

“waeyo?” tanya namja itu (masih menggunakan masker dan kacamatanya)

Jinhya mendengus kejam dan melayangkan tatapan tajam ke arah namja itu. “YA! INI SEMUA KARENA ULAHMU PABO!” teriak jinhya kesal, namja itu kaget dan menutup telinganya.

“aigoo.. ini di daerah mana? aku ingin pulang.. aish jinja! Mana hari sudah malam” keluh jinhya

“rumahmu dimana? sebagai pertanggung jawaban akan ku antar, hajiman kau ikut dulu ke tempatku untuk mengambil ponsel dan uang, dompetku jatuh saat kejar-kejaran itu”

“mwo?! Shireo!! Aku bisa pulang sendiri” jinhya berjalan meninggalkan namja itu, tapi ia lupa sesuatu dan kembali ke hadapan namja itu.

“kembalikan syal dan topiku!” pinta jinhya ketus

“shireo! jebal, aku masih membutuhkan nya”

“neo michyeoso?!” Jinhya menghempaskan nafas dengan kesal, lalu kembali berjalan melangkah, tapi lagi-lagi dia berhenti. ‘kemana jalan pulang? aish, eottokhae?’ tanya jinhya dalam hati

Namja itu menghampiri jinhya dan menatapnya bingung. “kenapa tidak pulang?”

“cepat antarkan aku!” seru jinhya

“nde?”

“dimana rumahmu? kita kesana, lalu kau antarkan aku pulang!”

“eoh, geurae.. tidak jauh dari sini. Kajja, ikuti aku!”

Dengan terpaksa jinhya mengikuti langkah namja itu dari belakang. Ia agak sedikit takut kalau-kalau namja itu adalah gengster. Tapi ia menggelengkan kepalanya. Mana mungkin ada gengster aneh semacam ini?

Namja itu membawa jinhya ke sebuah tempat seperti apartemen. Jinhya agak berpikir sepertinya ia kenal dengan tempat ini? Tapi ia juga lupa.

Mereka menaiki lift dan berhenti di lantai 18. Namja itu sesekali menoleh ke arah jinhya yang masih menatapnya kesal. Saat tiba di apartement no.315 namja itu membuka pintu tersebut, jinhya hanya memutarkan bola matanya seraya mengibas-ngibas tangannya.

“annyeoong.. aku pulang” seru namja itu

“Yaa~ hyung, kenapa lama sekali? habis dari mana saja?”

seketika jinhya menoleh ke arah suara itu dan ia terlonjak kaget saat melihat seorang namja tinggi berambut coklat menghampir mereka.

‘ke-kenapa mirip sekali seperti minho?’ batin jinhya terkejut.

“aah, palingan dia menghabiskan semua ayam yang ada di toko itu, hmm.. nuguya?”

Jinhya kembali kaget lagi, memundurkan langkahnya setelah melihat 1 namja lagi yang tiba-tiba muncul dan kini menatapnya.

‘omo! kenapa yang ini mirip jjong?’ kata jinhya dalam hati

“ooh, tadi aku di kejar-kejar fans” namja yang tadi bersama jinhya kini ia membuka masker dan kaca mata hitamnya, “untung saja ada yeoja ini” namja itu menunjuk ke arah jinhya, kali ini jinhya benar-benar membulatkan matanya, karena di hadapannya ada namja yang sangat amat mirip dengan ONEW.

“hyuuuung….. liat apa ini hahaha~” suara lembut terdengar dari tempat itu, kemudian muncul 2 namja blonde kurus berlarian ke arah orang mirip onew.

“Onew, huahaha.. ini apa? kau memang aneh! memelihara benda macam ini haha” namja bermata kucing tertawa meledak sambil membawa kotak musik berbentuk piano.

‘kukuruyuuuuk… petok~ petok~’

“iya! kotak musik yang aneh, masa ada suara ayamnya wkwk. Eh? Itu siapa hyung?” ujar namja pirang berparas cantik(?)

Dan jinhya tambah membelalakan matanya serta menganga kaget melihat kejadian di sekitarnya sekarang. Apa jinhya sedang mimpi? Kenapa ada mahkluk2 yang mirip dengan shinee disini?

“Yaa-kembalikan itu punyaku!” sang pemilik kotak musik itu pun merebutnya dari dua namja blonde. “ehm, mianhae.. kau datang kesini suasananya malah ribut” dia menghampiri jinhya yang mematung di dekat pintu. “kenalkan aku Onew, dan kita SHINee, apa kau mengenal kita” tanya Onew yang tak lain ternyata namja yang seharian bersama Jinhya.

“sya-i-ni? O-nyu?”J inhya shocked, ia tidak bisa berkata apa-apa saking kagetnya. Jinhya speechless, dan tiba-tiba pandangannya kabur, lalu semuanya gelaaap….

————————————————-END—————————————-

mian ya banyak typo, ini author bikin tanpa pengeditan terlebih dahulu. komennya silakan~

33 thoughts on “Chicken Music Box

  1. Lol wkwkwkwk endingnya suram ty xD lu pingsan dan the end wkwk
    Tapi asli gaje xD disuruh belanja malah segala pake acara edit poto wkwk
    Nahluh itu bianglala kenapa bunyinya drak drak (?) Gue kira bakal rubuh ato nggelinding wkwk
    Jadi kapan bikin lanjutannya?😄

  2. luuucuuuuu abiiisss…
    demi apa Thya gak makan ayam selama 12 tahun? kayak program wajib sekolah aja, 12 thn…. kekekekeke..
    dan hasrat akan ayam kembali wktu liat CF mexicana pas onyu makan ayam.. ahhaahahhahaha… yep.. onew mah gak acting, itu asli dia rakus klo makan ayam… ^V^

    kocak bgt… Onew heran ama pemberian fans… bener juga sih, shinee udah kaya, ngapain juga dibeliin ipod ato malah ipad… fans nya kaya abeeess..
    aaaaaku mau juga dong kotak musik suara ayam… cempreng bgt kayaknya tuh ayam.. hahaahahaha.. masa iya minoo ngira onew bawa ayam ke kamar.. =,=
    di endingnya parah… jinhya jadi gagu gara2 ketemu SYAINI….
    omo~
    demi apa, ketemu org tinggi mata gede kaya minoo, trus ntr keluar cowo sedeng badan kekar kaya jjong, trus terakhir liat 2 namja cantik rambut blonde…
    jhinhya kenapa loadingmu lama sekalee…
    padahal pas kejebak di bianglala lumayan lama tuh, kesempatan bgt malah berdua sama onew…
    kocakkk… seruu.. ngebayangin aq berada di dalem dorm SHINee n lngbrol sama mereka secara live…
    ^^

  3. Hahahah😄 ngakak aku thor..
    Tapi beneran bagus n kocak..
    Lanjutin lagi ya thor!!!!
    Pingin punya kotak musiknya onew.. Wkwkwk

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s