I’m Your Stalker

Author : Choi Jinhya a.k.a Thya

Main cast : Lee Taemin (SHINee) , Jung Eunji (A-Pink)

Support cast : Kim Namjoo (A-Pink)

Genre : Friendship, Romance

Length : Drabble

Rating : PG-16

Disclaimer : Copyright 2011, choi jinhya @ 93lines blog.

A.N : hello~ hello~ apa kabar reader? kali ini author iseng-iseng bikin ff drabble hehe. Author lagi suka sama eunji, main vokalnya a-pink. Jadi kali ini cast utamanya eunji (dia juga 93line kkk~). Dan cast cowonya taemin, karena dia udah lama ngabsen dari dunia perepepan(?). Oyia, untuk bagian awal ada dialog Chat, itu terinspirasi dari Mini ffnya pacar si taemin alias park kyungjin alias dyu. Hehehe.. Langsung aja deh, happy reading~

Eunjiiii_ : mr.lee………. T___T

Lee1807 : waeyo baby?

Eunjiiii_ : aku masih kesal sama kikwang oppa! Jinja dia itu napeun namja! AKU BENCI! AKU BENCI!

Lee1807 : Yaa~ sudah ku bilang dari dulu dia itu namja yang tidak baik

Eunjiiii_ : huh? Sok tau! kau tak mengenalnya juga

Lee1807 : aku tau semuanya, aku kan stalker mu kekeke~ xD

Eunjiiii_ : aish, jangan bercanda!

Lee1807 : aku tak bercanda

Eunjiiii_ : terserah kau saja

Lee1807 : wkwkwk

Eunjiiii_ : …………

Lee1807 : ………….

Eunjiiii_ : .____.

Lee1807 : .____.

Eunjiiii_ : Yaa! Kau menyebalkan mr.lee! >:[

Lee1807 : kkk~ ^^v

Eunjiiii_ : :((((

Lee1807 : jangan cemberut gitu baby, kau jelek

Eunjiiii_ : aish… aku kesal mr.lee! tega-teganya dia menyakitiku T__T

Lee1807 : sudah lupakan, kan ada aku ~.^

Eunjiiii_ : cih, kau siapa?

Lee1807 : namjamu

Eunjiiii_ : sejak kapan kita pacaran huh?

Lee1807 : sejak kita saling mengenal

Eunjiiii_ : aku tak mengenalmu, bahkan aku tak tau wajahmu seperti apa -__-

Lee1807 : kita saling mengenal disini

Eunjiiii_ : zzzzzzzz……

Lee1807 : kekeke~ baby eunji, sepertinya aku harus segera off, kau jangan terlalu memikirkan itu, pikirkan aku saja, ne?

Eunjiiii_ : heeks?? Pede sekali kau -,-

Lee1807 : bye~

Eunjiiii_ : bye~

Lee1807 : [OFFLINE]

Aku meng-sign out akun chat ku setelah dia benar-benar sudah off. Yeah, inilah kebiasaanku di saat aku bosan, berchatting ria dengan orang-orang yang belum aku kenal. Salah satunya dia, Lee1807. Diantara yang lain, dialah yang paling sering chatting denganku. Walaupun aku belum mengenalnya secara langsung, tapi aku merasa cocok mengobrol dengannya. Tak sering aku juga curhat tentang kehidupan pribadiku, termasuk soal aku putus dengan ex-namja chinguku, Lee Kikwang. Aku bercerita pada Lee1807 (ah.. aku tak tahu nama aslinya siapa, dia tak pernah memberitahuku) tentang kikwang yang berselingkuh dengan yeoja lain. Aku melampiaskan kekesalanku pada Lee1807, dan dia menanggapinya dengan sabar, kadang namja itu membuatku senyum tak jelas di depan laptop karena kejayusannya dan seketika itu pula aku melupakan si brengs*k kikwang.

Aku memang jarang curhat pada orang disekitarku, terlalu malu rasanya mengungkapkan isi hati. Jadi dunia maya lah incaranku, toh mereka juga tak mengenal asli diriku. hmm, dan menurutku Lee1807 itu orang yang asik juga aneh haha. Bagaimana tak aneh, dia selalu berbicara (dalam chat) hal-hal yang menyebalkan tapi membuat tertawa. Bahkan dia memanggilku ‘baby’, dia bilang dia itu namjaku, dan dia suka mengestalk ku. Dasar bodoh! kenal saja tidak hah, tapi walaupun begitu aku nyaman berteman dengannya.

Cekleeeeek……

“eonnii….!!”

Kudengar sumber suara yang berasal dari arah pintu, dan terlihat namjoo-sepupuku datang dengan membawa gulungan kertas kartonnya lalu dia menghampiriku.

“Yaa~ ketuk pintu dulu kalo masuk!” sahutku pada namjoo, dan dia hanya terkekeh. “ada apa?”

“eonni, temani aku nonton pertandingan basket jebal~”

“mwo?”

“hari ini ada pertandingan basket di sekolahku, ayo kita melihatnya!” ajak namjoo seraya menarik-narik lenganku

“Yaa, shireo! Hari minggu begini ada pertandingan basket? Lebih baik aku tidur” tolakku mentah-mentah, kulihat namjoo mengkerucutkan bibirnya, aish.. Jangan bilang kalau dia ingin memaksaku.

“eonni, jebal~ aku ingin melihat taemin oppa..” pinta namjoo sambil memasang puppy eyes, grrr.. anak ini benar-benar!

“hhh… kenapa tak mengajak chingumu saja sih?”

“chinguku sudah berangkat duluan, mereka meninggalkanku” papar namjoo, dia makin memajukan bibirnya

“shireo! Aku malas” ucapku tak peduli, aku berbaring di kasur dan menarik selimutku.

“YA! Eonni!”

“apa lagi? Sudah kubilang shireo”

Namjoo melipatkan tangan dan menyipitkan matanya ke arahku “apa kau tak mau pergi karena patah hati oleh kikwang oppa, kau masih mencintainya?”

Aku bangun dan terlonjak kaget oleh pertanyaan namjoo. “YA! apa kau bilang?”

“benar kan?”

mwo? bocah ini seenaknya saja membuat terkaan. Dari mana ia tahu aku dan kikwang putus? Dan satu lagi, dia salah besar kalo bilang aku masih mencintai kikwang, aku ini sudah kesal dan membencinya.

Aku menatap tajam ke arah namjoo, dan dia agak sedikit mundur ketakutkan rupanya.

“katakan sekali lagi apa yang kau bilang tadi?” ujarku evil

“eo-eonni…” ucap namjoo lirih, dan kalo sudah begini akulah yang menyerah, aku tak tega melihat muka melas sepupuku haha. Selama ini memang aku dan namjoo sangat dekat, bahkan aku sudah menganggapnya sebagai nae dongsaeng sendiri.

Lalu aku bangun dan menghampirinya “dasar cengeng, aku hanya bercanda. Geurae, tunggu aku, aku akan ganti baju dulu”

“kau, akan menemaniku? Jinja?” ucap namjoo, aku menganggukan kepala sambil tersenyum kearahnya “kyaaaa… gomawo eunji eonni”

****

Author POV

Suasana lapangan basket mulai riuh oleh teriakan para penonton. Eunji dan Namjoo mencari tempat duduk yang masih kosong. Mereka menemukan 2 bangku kosong paling depan. Pertandingan memang sudah berlangsung sejak 30menit yang lalu. Namjoo mulai membeberkan spanduk yang ia bawa dan melakukan aksinya meneriaki pemain basket, terutama kapten basket sekolahnya itu.

“TAEMIN OPPAAA~ HWAITING!!!!”

Eunji hanya menutup kedua kupingnya ketika Namjoo berteriak dengan lantang. Ia hanya bisa pasrah menerima ajakan sepupunya itu. Datang ke sekolah namjoo untuk menyaksikan pertandingan basket. Mereka memang beda sekolah, makanya eunji agak kurang nyaman berada di sekolah orang lain.

“eonni, wae diam saja? Bantu aku mensupport taemin oppa dong!” seru namjoo membuat eunji membulatkan matanya. Michyoseo! pekik eunji dalam hati.

Sementara namjoo masih sibuk meneriaki taemin, eunji agak penasaran oleh sosok yang di kagum-kagumin oleh sepupunya itu. Eunji pun ikut berdiri dan berbisik ke telinga namjoo.

“namjoo-ah, yang mana sih taemin itu?” tanya eunji penasaran, namjoo menoleh ke eunji yang ada di sebelahnya.

“taemin oppa? ITUU~ YANG TAMPAAAAN!!” teriak namjoo, tangannya menunjuk ke arah namja yang sedang fokus mendribble bola, namja kurus yang mempunyai paras tampan itu sedang asik memainkan bolanya oleh serangan lawan.

Eunji memandang kepada namja itu dengan lekat, hmm.. lumayan juga. Gumannya dalam hati.

“TAEMIN OPPAAA~ KAU PASTI BISA HWAITING!!”

Seketika taemin yang masih fokus pada bolanya sekilas melirik ke arah penonton, dan matanya tertuju pada bangku depan yang di duduki oleh eunji dan namjoo.

“mwo? Taemin oppa tadi melihatku ya? Kyaaaaa… Oppaaa~” teriak namjoo histeris, dan eunji hanya menoleh ke kanan dan kiri, ia berpikir apakah benar tadi taemin melihat ke arahnya dan namjoo? Tapi ia merasa bahwa tadi mata taemin menatap ke arah dirinya.

‘ah iya, mungkin saja dia melihat ke arah namjoo yang meneriakinya’ kata eunji dalam hati, meski sebenarnya ia sempat geer kalau tadi taemin menatap dirinya. Tapi kenapa menatap eunji? Bahkan taemin tak mengenal eunji sama sekali, dan itu tak mungkin.

Mereka kembali fokus menontong pertandingan sampai selesai. Dan akhirnya pun di menangi oleh team sekolah namjoo dengan skor 53-47. Saat itu juga di umumkan bahwa taemin menjadi pemain terbaik dalam pertandingan itu.

“kyaaaa… TAEMIN OPPA DAEBAAAAK!!” seru namjoo girang atas kemenangan team sekolahnya. Sedangkan eunji hanya memutarkan bola matanya melihat tingkah sepupunya yang terlihat berlebihan.

“namjoo-ah, kajja kita pulang, pertandingannya sudah selesaikan?” eunji menarik lengan namjoo dan membawanya keluar dari lapangan basket itu. Beberapa penonton pun mulai berhamburan meninggalkan lapangan, dan ada juga yang menghampiri pemain basket di tengah lapangan untuk sekedar memberi makanan.

“huft.. Akhirnya bebas juga aku dari suara-suara bising di dalam ruangan” ucap eunji lega, dia memang merasa kupingnya panas ketika mendengar para yeoja-yeoja berteriak histeris, termasuk namjoo.

“gomawo eonni untuk hari ini, ah! sebagai balasannya aku akan mentraktirmu. Ayo, kita ke kantin” ucap namjoo seraya menarik eunji, tapi tiba-tiba saja eunji meringis.

“aduu.. duu..duuh..” seru eunji sambil memegang perutnya, namjoo menatapnya bingung.

“waeyo eonni?” tanya namjoo

“namjoo-ah, sepertinya aku kebelet, dimana toilet?”

“eoh? di sebelah sana!” namjoo menunjuk ke arah ujung sekolah

“geurae, kau duluan saja nanti aku nyusul” dengan segera eunji berlari terbirit-birit menuju toilet, sedangkang namjoo hanya bisa geleng-geleng dan berjalan ke arah kantin.

***

“aah.. Leganya” seru eunji setelah keluar dari toilet. Kemudian ia kelirik ke berbagai arah untuk mencari kantin. “kantinnya dimana ya?” guman eunji bingung.

Eunji berjalan lurus mencari kantin tempat namjoo menunggunya. Tapi dia malah tersasar di tempat lain.

“aigoo, dimana sih ini?” dengusnya, tempat itu sepi, tak ada orang sama sekali. Yaah di tambah lagi hari ini hari libur, jadi tak ada siswa berkeliaran kecuali di lapang basket tadi.

Saat eunji menoleh ke kiri dia melihat sebuah kantin yang agak ramai, eunji pun berlari ke arah situ, namun tiba-tiba.

Bruuuuuukk…….

Kaki eunji terselengkat kayu ketika berlari dan dengan ia jatuh ke teras.

“aaaaww..” ringis eunji kesakitan, ia meraba kakinya yang bertubruk(?) dengan kayu ‘aish, siapa sih yang meletakan kayu sembarangan’ dengusnya dalam hati.

Tiba-tiba eunji melihat sebuah tangan mengulur padanya, sontak ia pun menoleh ke pemilik tangan tersebut. Dan eunji begitu terperanga melihat seorang namja berambut merah yang sangat tampan sedang tersenyum megah ke arahnya.

DEG!

‘ta-taemin?’ guman eunji dalam hati

“gwaenchaneyo??” Tanya namja itu yang tak lain adalah taemin

Eunji tidak menjawab karena masih shock, dia menerima uluran tangan taemin dan bangkit dari jatuhnya. Keduanya berhadapan dan saling menatap.

“n-nan gwaenchana” ucap eunji gugup, dia menatap taemin yang masih tersenyum manis. ‘aigoo, ternyata kalo diliat dari dekat namja ini sangat tampan! pantas saja namjoo mengaguminya’ guman eunji dalam hati.

“emmp… kamsahamnida sudah menolongku” ucap eunji seraya berbungkuk dan lalu ia hendak mulai berjalan meninggalkan taemin.

“chakkaman!” seru taemin, ia menghampiri eunji yang sudah berjalan beberapa meter darinya. “hanya kamsahamnida saja?”

“eh?” eunji mendelik bingung, dan taemin semakin mendekat ke arahnya.

“aku sudah menolongmu, berarti kau punya utang padaku”

“mwo??” Eunji masih tak mengerti ucapan taemin

“ehm,” taemin berdehem pelan, lalu menatap lekat ke arah eunji “kau harus membayarnya mrs.jung” ucap taemin seraya menyeringai, eunji semakin terkejut ketika taemin memanggilnya ‘mrs.jung’ dari mana ia tahu nama marga eunji?

Taemin semakin mendekati eunji sambil melayangkan senyum evilnya, eunji berjalan mundur bingung dan panik.

“YA! mau apa kau?” seru eunji setengah membentak

“tentu saja menerima bayaranmu” bisik taemin membuat eunji merinding. Eunji tidak bisa berjalan mundur lagi karena di belakangnya ada tembok, kini jarak mereka hanya beberapa centi saja. Taemin menghimpit badannya dengan eunji.

DEG!

Terasa jantung keduanya saling berdetak kencang, eunji yang seakan terhipnotis oleh taemin pun seketika lulus oleh kegugupannya. Perlahan wajah taemin mendekati eunji, semakin dekat sambil memiringkan kepalanya dan sedetik kemudian bibir mereka menyatu.

Eunji tersontak sangat kaget dan membelalakan matanya lurus tanpa arah, sementara taemin memejamkan matanya dan menikmati manisnya bibir eunji. Dia mencium eunji dengan lembut dan seloooow, membiarkan lidah-lidahnya bermain di sela rongga mulut eunji. Taemin menikmati ciuman itu, ciuman pertamanya dan juga sama bagi eunji. Entah ia punya keberanian darimana sehingga bisa melakukan itu.

Eunji tidak berontak, dan juga tidak membalas ciuman taemin, dia terlalu sulit untuk menyadarkan dirinya dari hipnotis taemin, ia hanya diam tak bergeming membiarkan taemin mempermainkan bibirnya.

‘kenapa sekarang rasanya aku seperti terbang ke awan’ guman eunji bodoh.

Seseaat kemudian mata eunji berkedip, dan ia baru sadar, dengan spontan ia mengkatup bibirnya dan mendorong tubuh taemin.

“YA! apa yang kau lakukan!” bentak eunji marah sekaligus malu, taemin menatap eunji sambil mengelap bibirnya.

“aish dasar namja gila! Seenaknya saja kau menci….” Eunji menggigit bibir bawahnya, ia tak meneruskan kata-katanya, terlalu malu dan canggung untuk mengucapkannya.

“sekarang utangmu sudah lunas kok” dengan wajah tanpa dosa taemin berjalan mendekati eunji.

“YA! maniak! dasar namja kurang ajar” pekik eunji kesal karena taemin telah merebut ciuman pertamanya “kau pikir kau siapa berani sekali melakukan itu padaku huh?”

“neaga?” taemin menunjuk dirinya sendiri, dia lagi-lagi mengeluarkan smile anglenya yang membuat eunji terpesona “aku taemin, lee taemin. Stalker mu”

Eunji memiringkan kepalanya bingung. Stalker? Dia stalker eunji? Jadi selama ini taemin selalu menguntuti eunji? Oh god.. Sungguh ini tak bisa eunji percaya.

“aku…” taemin menggantungkan kalimatnya sambil menatap eunji “aku.. Lee1807”

dies… Dengan sempurna eunji membulatkan matanya dan menganga lebar.

-end-

leave comment pleaseeee~~🙂

34 thoughts on “I’m Your Stalker

  1. hwaaa~ taemin jd stalker,, tp koq berani banget yah, pertama ketemu langsung maen cium2 aja,, hahaaa,,,
    btw FF.a gantung di ending,,, tp tetep daebakk,,, bikin lagi yang main cast.a taemin yah eonn,, hehee,, hwaitiiinngg

  2. lanjut dong lanjut, ini gantung bgt. tp suka ceritamu apalagi yg main itu bias aku semua wkwk suka bgt semua adegannya, dri mulat yg chatting ampe yg terakhir itu. taemin bner2 deh nakal

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s