[FREELANCE] My Juliette (Part 2)

Author          : Nita Yuliani

Main Cast      : Kim Jonghyun, Lee Sohee.

Support Cast : Kim Kibum (Key), IU (Lee Jieun)

Other Cast : Lee Hyukjae (Eunhyuk), Jonghyun & Sohee’s Parents

Length           : Sequel

Genre            : Romance, Marriage, Life

Rating           : PG – 15

 

Author POV

Jonghyun berhenti di sebuah kawasan pertokoan. Matanya begitu tertarik pada dress berwarna ungu yang terpajang di etalase sebuah butik terkenal. Ia menghentikan Bugati Veyron berwarna hitam miliknya dan masuk ke dalam butik.

“Ada yang bisa kubantu tuan?” tanya seorang pelayan.

“Ah ne~ aku sedang memilih beberapa gaun” sahut Jonghyun memilih beberapa dress yang terpajang rapih.

“Untuk kekasih anda?”

Nde? Oh ne, ne, untuk kekasihku” sahutnya gelagapan.

“Kim Jonghyun!” teriak seseorang tiba – tiba, Jonghyun menoleh.

“Oh kau,” sahutnya tak semangat dan kembali memilih dress.

“Sudah lama tidak bertemu. Kau kemana saja? Teman-teman di kelab sering menanyakanmu, terutama Soo Jin” bisik Eunhyuk saat menggumamkan nama Soo Jin.

Jonghyun tidak menjawab, ia malah asik memperhatikan dress-dress yang terpajang rapi.

“Bagaimana kalau kita ke nightclub?”ajak Eunhyuk.

Mianhae, aku sibuk” sahut Jonghyun cuek, “Tolong yang ini dibungkus” lanjutnya pada penjaga butik yang sedari tadi ada di belakangnya.

“Hey ayolah, di sana banyak sekali gadis-gadis cantik dan seksi, sayang kalau kau melewatkannya begitu saja!” kata Eunhyuk menyeringai konyol.

Jonghyun tak menjawab, ia berjalan menuju tempat pembayaran, mengeluarkan credit card dan menyerahkannya pada penjaga kasir.

“Tunggu!  jangan bilang kau menjalin hubungan dengan gadis polos di pesta Hyoora?”

Bingo!

Tepat sekali, bahkan lebih dari itu. Jonghyun tersenyum kecil, dan menerima bungkusan dari penjaga butik lalu melangkah pergi. Eunhyuk diam sejenak mencoba mengartikan senyum yang penuh tanda tanya ini, tapi tiba-tiba tawanya pecah, sontak semua pengunjung yang ada dalam butik menoleh ke arahnya. Dia berlari menyusul Jonghyun yang sudah siap akan masuk kedalam mobil.

“Benarkah kau pacaran dengan anak kecil itu?” tanyanya lagi berusaha menahan tawanya.

Mwo? Anak kecil?”

Ne~ apa lagi kalau bukan anak kecil. Kau lihatkan bagaimana ekspresi wajahnya saat menolak wishky dariku. Benar-benar polos” kali ini Eunhyuk menyeringai seperti kuda tertawa.

Jonghyun benar-benar geram, ingin rasanya ia menampar monyet satu ini. Tapi Eunhyuk benar, Sohee amat polos, baginya Sohee seperti bidadari kecil pembawa permen dan cokelat di negeri dongeng.

“Apa obat perangsangnya bekerja dengan baik?”

DEG

Lutut Jonghyun lemas seketika. Ia menutup kembali pintu mobil yang sudah sedikit terbuka itu. Obat perangsang? Jadi itu yang membuatnya tidak terkendali?

Jonghyun mencengkram kerah baju Eunhyuk dan menatap namja itu tajam.

“Apa yang kau lakukan padaku huh? jadi kau menaruh obat perangsang dalam minumanku?” teriak Jonghyun emosi.

“Wowowow tenang kawan, tidak perlu marah seperti itu. Kita kan biasa melakukan itu?” Eunhyuk berusaha melepaskan cengkraman tangan Jonghyun dari bajunya.

Jonghyun melepaskan tangannya dan langsung masuk kedalam mobil meninggalkan Eunhyuk yang masih terheran-heran dengan sikap Jonghyun barusan.

****

Begitu sampai dirumah, Jonghyun langsung masuk kedalam kamar dan menjatuhkan dirinya di atas tempat tidur. Kedua tangannya diletakkan di bawah kepalanya. Dan ia memejamkan matanya.

Kata – kata Eunhyuk tadi kembali terngiang di otaknya.

“Obat perangsang? Jadi malam itu aku berada di bawah kendali obat perangsang? Si monyet itu yang sudah mencampuri minumanku dengan.. Aisshhh dasar si monyet sialan!” erang Jonghyun lalu membalikan tubuhnya ke arah dinding kamarnya.

Sesungguhnya Jonghyun amat lelah, ia ingin sekali tertidur. Ia merasa tenaganya habis karena memikirkan perkataan Eunhyuk, dan tentu saja wajah Sohee terus menghantui dirinya. Wajahnya yang manis serta senyumannya yang angkuh.

 

Jonghyun POV

Sohee? Kenapa kau harus datang kesana? Kenapa kau mau berdansa denganku? Kenapa kau begitu manis dan juga angkuh? membuatku semakin tergila – gila padamu. Tapi aku juga begitu marah padamu, kau adalah gadis pertama yang tidak melihatku. Padahal saat itu begitu banyak gadis yang ingin berdansa denganku, tapi kau? kau pura – pura tidak melihatku. Aku marah! Seorang pria yang selalu dikejar – kejar banyak gadis dipandang sebelah mata olehmu.

Dan si monyet Eunhyuk menertawakanku. Kenapa aku begitu marah saat Eunhyuk menertawakanku? Dan menerima minumannya yang ternyata sudah diberi obat perangsang. Oh pantas saja aku tidak bisa mengendalikan diriku. Aku seperti binatang yang tidak mempunyai rasa kasihan saat Sohee berontak dan menangis, jadi karena obat itu? sialan! What The F*UCK! Kenapa aku harus mengenalnya? Kenapa aku harus bergaul dengan Eunhyuk? mabuk – mabukan, tidur dengan banyak gadis, bahkan aku mengiyakan saat si monyet sialan itu memberi saran untuk membius Sohee. Ya Tuhan, betapa menjijikannya diriku.

Aku membalikkan tubuhku saat handle pintu kamarku terbuka.

“Mau apa kau?” tanyaku pada Key, adikku.

“Pinjam majalah playboy!” sahutnya dan mulai mencari – cari majalah yang berserakan di lantai.

“Kemana Abojji dan Eomma?” tanyaku.

Abojji sedang pergi ke Indonesia mengurus pabrik Garment kita dan Eomma sedang ke pulau Jeju, arisan dengan istri – istri para pejabat” jawab key tanpa menoleh kearahku.

Aku menarik napas dalam. Seharusnya tak perlu ku tanyakan kemana mereka, karena sudah pasti mereka pergi. Ya, selalu pergi. Mereka selalu sibuk dengan urusan mereka masing – masing. Bagiku abojji adalah mesin ATM yang selalu mengisi pundi – pundi uangku, dan Eomma hanyalah mahkluk cantik pelengkap rumah tanpa memenuhi tugasnya sebagai seorang ibu. Haruskah ku salahkan mereka? Kesibukan mereka membuatku muak! Aku selalu melampiaskan kemarahanku dengan bersenang – senang dengan para gadis. Mungkin dengan begitu Eomma dan juga Abojji akan menegurku dan mulai memberiku perhatian. Tapi itu tak berhasil, Eomma tetap sibuk dengan arisannya, dan Abojji semakin gila kerja. Kemarahanku semakin tak terkendali sehingga aku sebejad ini. Sohee.. Aku harus menemuinya lagi? Yaa, sepertinya harus! Sekeras apapun dia menghindariku, aku harus bisa mendapatkan maaf darinya.

Tiba-tiba saja ponselku berbunyi.

Eoh? ada apa Ahjumma menelponku? Buru – buru ku tekan blackberry keypad yang berwarna hijau.

Yoboseo…”

“Kerumah sekarang juga. aku perlu bicara padamu” ujar suara diseberang sana.

“Oh ne~ ahjumma

Ada apa sampai – sampai ahjumma memanggilku seperti ini? apakah ia tahu aku yang memperkosa anaknya? Oh Tuhan, jika memang itu benar aku siap jika mereka menuntutku, aku siap jika aku dipenjara, bahkan aku takkan membiarkan Abojji memberiku pengacara, dan aku takkan membiarkannya mengeluarkan uang sepeserpun hanya untuk mengeluarkanku. Yaah, itu karena aku memang pantas dihukum.

“Mau kemana?” tanya Key saat melihatku bangkit hendak meninggalkan kamar.

“Pergi” sahutku singkat.

Aku langsung meraih kunci mobil dan berlari ke garasi. Namun aku melihat Audi 128 berwarna silver memasuki garasi.

Eomma? Tumben sekali dia sudah pulang. Apakah ia baru ingat jika ia mempunyai dua anak laki – laki yang sangat butuh perhatiannya? atau mungkin dia sudah bosan dengan arisan dan juga kegiatan sosialnya bersama ibu – ibu pejabat itu? ah persetan dengan semua itu, aku tak peduli, terserah Eomma mau pulang atau tidak sekalipun, cih aku tidak peduli.

Chagiya~ mau kemana lagi?” tanyanya saat keluar dari mobil.

“Kerumah Eunhyuk” sahutku sekenanya dan langsung menjalankan Bugati Veyron hitamku, pergi meninggalkan garasi dan juga Eomma.

****

Aku menelan ludahku, dihadapanku kini ahjumma menatap dengan tatapan tajam. Suasana sangat hening, bahkan aku tak berani menarik napas terlalu dalam karena takut mengeluarkan suara dan memecah keheningan.

“Bisa kau jelaskan apa ini?” tanya ahjumma meletakkan benda kecil di meja. Tepat di hadapanku.

Aku tercekat meraih benda itu dan memperhatikan dengan seksama. Itu testpack dengan hasil dua garis merah  “Ahjumma, bukankah ini?”

“Ya,” selanya, ia masih menatapku tajam “itu milik putriku, Lee Sohee” lanjutnya dengan penekanan di kata – kata yang terakhir.

Ini milik Sohee? Berarti Sohee

“Kata dokter usia kandungan Sohee baru dua minggu,” tambahnya pelan namun masih bisa kudengar Ahjumma menarik napas berat.

Benarkah itu? Sohee mengandung.. Anakku?

Entahlah aku tak bisa mengambarkan perasaanku saat ini, bahagia, terharu, sedih semuanya bercampur jadi satu.

“Kau tidak usah khawatir ahjumma, aku akan bertanggung jawab dan segera menikahi Sohee” entah aku dapat kekuatan darimana untuk mengatakan hal ini, tapi memang ini yang harus aku lakukan. Yah, kau mengambil tindakan yang benar Kim Jonghyun, cukup sekali saja kau menjadi pengecut.

“Memang sudah seharusnya kau bertanggung jawab. Kapan kau akan membawa orang tuamu kemari?”

“Besok. Ya, besok!” sahutku dengan yakin

“Baiklah, segera urus pernikahan kalian. Aku tak ingin perut anakku semakin membesar dan dia menjadi cemoohan banyak orang” timpal ahjumma dengan nada dingin

Ne ahjumma, Arraso~”

“Baiklah, sebaiknya kau pulang. Segera bicarakan soal ini pada orang tuamu. Aku tunggu kabar darimu selanjutnya”

Ne ahjumma khamsahamnida. Aku permisi dulu”

Aku berjalan meninggalkan ruang tamu Sohee.

Oh Tuhan, Sohee hamil? Kenapa aku sangat bahagia mendengar berita ini? Eomma, sebentar lagi kau akan menjadi halmeoni dan abojji kau akan menjadi… Oh tunggu, bagaimana aku harus memberitahukan mereka soal ini? Kim Jonghyun kau akan mati!

****

Author POV

Sohee menangis didalam kamarnya. Ia benar – benar takut membayangkan masa depannya kelak. Nyonya Lee  masuk kekamar anaknya dan duduk ditepi ranjang, terdengar desahan napasnya yang sangat berat.

“Aku sudah menghubungi Jonghyun dan dia bilang akan bertanggung jawab”

Sohee mendongak, Ia benar – benar kaget dengan perkataan Eommanya barusan.

Eomma~” ucapnya lirih

“Tidak ada pilihan lain, mau tidak mau kalian harus menikah.”

“Tapi Eomma aku tidak mau menikah dengan bajingan itu!”

M-mwo? kenapa kau menyebutnya bajingan setelah kalian melakukannya huh?”

Eomma pokoknya aku tidak mau. Titik!” suara Sohee semakin meninggi diiringi tangisan yang semakin keras.

Aigoo~ kau ini kenapa? Kau mau anak ini lahir tanpa ayah? Ya Tuhan apa salahku? kenapa aku mempunyai anak yang keras kepala sepertimu?” Nyonya Lee memukuli kepala anaknya sambil menangis.

Sohee hanya terdiam kepalanya menjadi sasaran kemarahan Eommanya. Ia menangis, bukan karena sakit dikepalanya tapi sakit karena melihat Eommanya telah kecewa padanya.

“Apa yang harus aku katakan pada ayahmu bila bertemu dengannya di surga nanti? Apa yang harus aku katakan Sohee? aku sudah gagal mengurusmu, aku gagal menjagamu. Maafkan aku suamiku” tangisan Nyonya Lee semakin keras, ia terus memukuli Sohee.

“Maafkan aku Eomma, aku benar – benar minta maaf” ucap Sohee memeluk ibunya erat.

“Kalau begitu kau harus menikah dengan Jonghyun, Aku tidak mau orang – orang mencemoohmu karena kau melahirkan anak tanpa ayah. Kalau kau berani menolak atau berani kabur, kupastikan kau tidak akan melihatku lagi. Kau mengerti?!” ujar Nyonya Leeterbawa emosi dan pergi meninggalkan anaknya yang masih menangis sesenggukan.

***

Sohee POV

Apa yang harus kulakukan? Aku akan menikah dengan namja yang sudah menghancurkan hidupku? Ya Tuhan, tolong berikan aku jalan.. Kenapa kau tidak membantuku? Bukankah kau Maha Pengasih? Aku mohon kasihanilah aku dan berikan jalan atas kesulitanku saat ini. aku mohon!

Ku benamkan wajahku diatas bantal, samar – samar ku dengar pintu kamarku terbuka. Langkah kecilnya mendekat ke arahku dan ku rasakan sebuah tangan yang hangat menyentuh bahuku pelan.

Eonni, gwenchanayo?” tanya IU dengan nada khawatir

Aku berhambur kearahnya, memeluknya dan menumpahkan semua kesedihanku pada adikku. Kurasakan jemarinya membelai rambutku, aku menceritakan semuanya, kutumpahkan semua yang ada di hatiku saat ini, dan dia ikut menangis lalu semakin memelukku erat.

“Apa yang harus aku lakukan? aku tidak mau menikah dengannya, aku sangat membencinya IU, aku sangat membencinya!” aku merasakan kini dadaku sangat sesak.

“Sudah Eonni, aku mohon tenanglah. Sudah ya,” dia meyeka air mataku dan dia kembali memelukku erat. Aku berharap Eomma juga mengerti dengan keadaanku, aku berharap Eomma juga memelukku sama seperti yang adikku lakukan saat ini. Tapi aku tidak sanggup menceritakan ini pada Eomma. Aku benar – benar tidak sanggup. Eomma, aku mohon maafkan aku.

 

Author POV

Sementara itu Nyonya Lee berdiri di balik pintu mendengar semua ucapan anaknya. Ia menutup mulut dengan kedua tangannya. Ia menangis tersedu, ia tidak percaya nasib buruk telah menimpa anak sulungnya, kemudian ia berlari berhambur memeluk anaknya erat.

“Maafkan eomma sayang, maafkan eomma karena sudah menyalahkanmu. Maafkan eomma..”

Eomma, aku tidak mau menikah dengannya, aku mohon. Dia sudah menghancurkan hidupku eomma. Dia memperkosaku!” jerit Sohee memeluk ibunya semakin erat. Napasnya semakin terengah-engah.

“Aku tahu anakku, api bagaimana dengan nasib anak ini? Kau mau dia tidak mempunyai ayah? Apa yang akan dikatakan teman – temannya nanti jika dia sudah dewasa?” eomma Sohee menyeka airmata anaknya, “Sayang aku mohon kau jangan egois. Biarkan Jonghyun memberikan namanya untuk anak ini. Dia sudah mau bertanggung jawab dan menikahimu. eomma tahu kau sakit, eomma tahu sekali perasaanmu. Tapi eomma mohon pikirkan masa depan anak ini, kau paham kan maksud eomma?”

Eomma benar eonni, dan kulihat sepertinya Jonghyun Oppa sungguh – sungguh mencintaimu” tambah IU disela tangisnya.

Sohee tak menjawab dia terus menangis dalam dekapan ibunya, aan adiknya hanya bisa membelai rambut kakaknya dengan lembut.

***

Jonghyun berjalan menuju pavilion, di sana Ayah dan juga Ibunya tengah duduk santai sambil meminum teh. Ibunya menoleh dan tersenyum ketika mendengar suara langkah kaki kasar dan sembarang milik anak sulungnya itu.

Chagiya, darimana saja kau? eomma sangat merindukanmu! Kemarilah, duduk bersama eomma

Jonghyun mendekat dan menjatuhkan dirinya di atas kursi rotan, berhadapan dengan Ayah dan juga Ibunya.

Ayahnya memalingkan pandangannya sejenak dari Koran yang tengah ia baca.

“Dari mana kau?” tanya sang ayah dengan suara bariton yang terdengar

“Dari.. abojji,” bisik Jonghyun ketakutan “pacarku hamil”

MWO????” seru orangtua Jonghyun bersamaan, bahkan suara ayahnya yang berat terasa membelah seisi ruangan.

Ani, dia bukan pacarku, tapi.. aku, aku sudah memperkosanya” tsuara Jonghyun bergetar ia tertunduk memandangi sepatunya.

“Astaga Jonghyunie apa yang kau katakan huh?” tanya Ibunya tak percaya, wanita paruh baya itu shock mendengan ucapan anaknya

“Iya eomma, aku sudah memperkosa gadis baik – baik dan dia sekarang hamil”

Ayah Jonghyun sangat marah, mukanya merah padam. dia langsung mengambil stick golf yang berada di sudut ruang paviliun dan

BUUUUUGGGGGG…

Jonghyun tersungkur, pelipisnya berdarah karena pukulan stick golf yang diberikan oleh ayahnya sendiri. Ibunya langsung berhambur ke arah Jonghyun dan melindunginya ketika suaminya akan memukul lagi dengan stick golfnya itu.

“Sudah hentikan suamiku, kau bisa membunuhnya!” isak istrinya memeluk anaknya erat.

“LEBIH BAIK AKU MELIHATNYA MATI DARIPADA DIA HIDUP  KERJANYA HANYA MEMBUATKU MALU SAJA, DASAR BEDEBAH!”

Jonghyun hanya terdiam membiarkan ayahnya mengeluarkan semua kemarahannya. Ibunya masih memeluknya erat, dan tak berhenti menangis.

Abojji, aku akan bertanggung jawab, aku akan menikahinya”

“MEMANG SUDAH SEHARUSNYA KAU BERTANGGUNG JAWAB, DASAR BODOH!!!” bentak ayah Jonghyun semakin marah

“Apa gadis itu mau menikah denganmu?” tanya sang Eomma

Jonghyun mengangguk “Tapi Ibu gadis itu tidak tahu aku sudah memperkosa anaknya, ia hanya tahu aku adalah kekasih putrinya”

“AKU YANG AKAN BILANG PADA IBU GADIS ITU BAHWA KAU ADALAH PEMERKOSA PUTRINYA, DAN AKU TIDAK AKAN MARAH JIKA KAU DITUNTUT ATAU DIJEBLOSKAN KE PENJARA, KARENA MEMANG SUDAH SEPANTASNYA KAU DIHUKUM!” kali ini ayah Jonghyun benar-benar terlihat seperti orang kerasukan.

“Suamiku apa yang kau katakan?” ibu Jonghyun menatap takut ke arah suaminya

“Biarkan saja, biar dia tahu rasa!” sahut sang ayah membanting stick golf itu dan berlalu meninggalkan istri dan juga anaknya yang masih terduduk di lantai sambil menangis.

“Jonghyunie, kenapa kau sampai seperti ini huh?” tanya eomma memandang anaknya dengan nanar.

Mianhae eomma~” air mata Jonghyun luruh membasahi pipinya, dia terisak dan membanamkan mukanya dipelukan eommanya.

****

Didalam kamar Nyonya Kim –Ibu Jonghyun– menangis tersedu. Terlihat bahunya yang naik turun dan napasnya yang tak teratur.

Suaminya mendekat dan meraih bahu istrinya kedalam pelukannya.

“Sudahlah jangan menangis lagi” hibur sang suami.

“Salahku! semua ini salahku! jika saja aku tak terlalu sibuk dengan kegiatanku, Jonghyun tak akan serusak ini!” ucap Nyonya Kim disela sedunya.

“Kita berdua salah istriku. Kita terlalu memanjakan mereka dengan uang. Kita tak pernah mendidik mereka. Aku juga terlalu sibuk dengan pekerjaanku. Mianhae~”

“Aku gagal menjadi Ibu yang baik. Aku tidak becus menjaga mereka, maaf aku sudah mengecewakanmu” air mata nyonya Kim semakin mengalir deras

“Sudahlah, semuanya sudah terlanjur terjadi. Semua ini kesalahan anak kita”

Yeobo, apa kau akan mengatakan yang sebenarnya kepada ibu gadis itu?”

“Ya, kita harus mengatakannya. Aku tak ingin mereka merasa ditipu untuk kedua kalinya”

“Tapi bagaimana jika mereka menuntut anak kita?”

“Kita harus menerimanya. Bahkan jika Jonghyun diludahi sekaliipun kita harus menerimanya. Mereka berhak melakukan itu.”

“Oh anakku yang malang..” ucap Nyonya Kim kembali tersedu dan membenamkan wajahnya di dada suaminya.

***

IU POV

Ya Tuhan… Jadi namja itu bukan kekasih eonni, melainkan.. Oh kenapa ini bisa sampai terjadi? Bisa – bisanya aku menganggap dia adalah namja baik. Tapi dia memang namja yang baik. Yah setidaknya, dia tidak lari dari tanggung jawab. Dia bahkan datang ke rumah dan berusaha menemui Sohee eonni, dan sekarang setelah Sohee eonni mengandung dia mau menikahinya.

Tapi aku tahu ini tidak semudah yang kubayangkan. Eonni pasti tidak akan begitu saja menerima Jonghyun oppa. Aku tahu seperti apa sifat eonni jika ia sudah membenci seseorang. Akan sulit baginya melupakan begitu saja perbuatan yang telah dilakukan Jonghyunoppa.

Appa~ kenapa kau pergi begitu cepat? Sohee eonni sedang terluka saat ini, hanya kau yang dibutuhkan Sohee eonni saat ini.

Tak terasa langkah kakiku membawaku ke taman. Taman ini.. adalah tempat dimana aku dan Sohee eonni menumpahkan semua kesedihan dan kekesalan kami. Dan ternyata meskipun pikiranku melayang entah kemana, kakiku tetap membawaku kemari.

Aku duduk di ayunan yang terbuat dari kayu. Aku melepas sandal dan merasakan pasir menyentuh telapak kakiku. Malam ini tak ada bintang, bahkan langit pun mendung. Mungkin mereka juga sedang merasakan kesedihanku. Tak terasa wajahku memanas dan sekarang bulir – bulir air mata luruh membasahi pipiku.

Appa~ bhogosipoyo..

****

Author POV

Key mematikan mesin motor dan membuka helmnya. Seperti biasa, malam ini ia akan balapan liar lagi. Beberapa orang sudah datang membawa pasangan masing – masing.

Key mendesis, kenapa balapan harus membawa yeoja? membuat repot saja, lagipula harus mencari dimana gadis yang dengan sukarela menemaninya balapan?

Entah kenapa ia teringat kembali dengan gadis yang dulu sempat ia tolong. Kemudian ia menepuk jidatnya sendiri sambil bergumam “Kenapa aku tidak tanya namanya? Ahhh bodohnya aku!”

Lalu tiba-tiba suara motor mendekat kearahnya.

“Key hyung!” panggil namja rambut merah memarkirkan motornya di sebelah kiri Key, sedangkan namja satunya lagi memarkirkannya di sebelah kanan.

Mereka berdua adalah saudara sepupu Key – Taemin dan Minho. Selain bersaudara mereka juga bersekolah di sekolah yang sama, bahkan mereka satu kelas,  hanya saja Key lebih tua beberapa bulan di bandingkan mereka.

“Katanya peraturan balapan hari ini harus bersama seorang yeoja, hyung!” ujar Minho sambil membuka helmnya.

“Siapa yang buat peraturan bodoh seperti itu? harus dimana aku mencarinya huh?” Umpat Key kesal. Taemin dan Minho hanya terkekeh mendengar gerutuan hyung – nya.

“Ahh mollaso! mollaso!” Key menggerutu lagi frustasi “Heh Taeminie, aku pinjam yeojamu yah? Bawa kemari sekarang juga! sudah tidak ada waktu lagi” lanjut Key sambil menjentikan jari lentiknya.

Shireo hyung~ andwaeeee! ” sahut Taemin dengan sengit.

Waeyo? Aku kan hanya meminjamnya, kau kan tahu aku tidak mempunyai yeojachingu

“Pinjam yeoja Minho hyung saja” yang disebut namanya langsung mengangkat tangannya hendak memukul kepala Taemin, tapi dengan gesit Taemin menghindarinya.

Mwo?? Aish andwaeyo! Tidak boleh!” sahut Minho dengan tatapan evilnya.

“Aissshhhh kalian ini benar – benar!”

“Cari di jalan saja hyung! atau yeoja yang waktu itu, hyung tau dimana rumahnya kan?” celetuk Minho santai.

“Kenapa harus dia? Aish, aku akan cari dijalan saja” Key langsung men-starter CBR 1100XX miliknya dan WUUUUUUUUZZZZ… motor itu langsung melesat meninggalkan kedua sepupunya di arena balapan liar.

 ****

Key POV

Hah.. harus kemana aku mencari gadis yang mau sukarela menemaniku balapan? Aku sudah berputar – putar tapi aku belum juga menemukannya. Sebenarnya aku bisa saja menghubungi  salah satu yeoja yang ada dalam daftar phonebook ponselku. Hanya saja aku tidak berselera dengan mereka. Pikiranku selalu tertuju pada gadis yang kutolong waktu itu. Semenjak bertemu dengannya, aku selalu memikirkannya. Dia sangat manis, dan sepertinya dia gadis baik – baik. Dia berbeda dengan gadis – gadis yang selalu mengejarku.

Hah kenapa aku tidak kerumahnya saja? lagi pula dari tadi motorku terus berputar – putar di komplek perumahan gadis itu. Astaga ini pertama kalinya aku ingin bertemu dengan seorang gadis. Apakah aku sudah gila? Atau otakku mengalami gangguan? Oh ayolah Key, sepertinya kau harus memeriksakan kesehatanmu.

Saat melewati taman komplek, tiba-tiba saja aku menangkap sosok seseorang.

OMO~ OMO~ siapa itu yang sedang duduk di taman? Bukankah.. dia gadis itu? ah kenapa aku senang sekali bisa bertemu dengannya disini, apakah KAU sudah mengaturnya untukku? Kalau memang begitu sungguh KAU baik sekali, terima kasih Tuhan.

Ku lajukan motorku untuk menghampirinya. Lampu motorku menyorot ke wajah manis gadis itu. Dia mengangkat kepalanya melihat kearahku, kulihat matanya berair. Astaga dia menangis? kenapa dia??

“Sedang menungguku?” godaku sambil membuka helm.

Dia begitu terkejut melihat kedatanganku. Dia membulatkan matanya dan mulutnya terbuka sedikit. Hihi sangat manis.

“Ka-kau!!” ucapnya kaget

Aku hanya tersenyum melihat ekspresinya, dia benar – benar polos. Astaga kenapa dengan jantungku?

“Sedang apa kau disini?” tanyanya bangun dari ayunan yang sedari tadi dia duduki

“Mencarimu” sahutku masih menggodanya.

Mwo???” dia semakin terkejut

Haha lucu sekali gadis ini.

“Sepertinya suasana hatimu sedang tidak baik, mau pergi jalan – jalan denganku?” ajakku langsung. Aku mohon katakan ‘ya’ Jebal… katakan ‘ya’ !

Dia diam sejenak, sepertinya dia sedang berpikir. Ckckck lama sekali berpikirnya.

“Ayolah, kau bisa berteriak saat motorku melaju kencang. Setidaknya itu yang selalu aku lakukan saat aku sedang kesal”

“Emmmm.. Baiklah” ucapnya sambil tersenyum ke arahku.

Yessss… akhirnya dia mengatakan ya. terima kasih Tuhan!!!

“Pakai ini” aku menyerahkan jaket kulit dan helmku padanya.

“Lalu kau?” tanyanya

“Aku tidak apa – apa”

Dengan ragu – ragu gadis itu menerimanya dan segera memakainya. Saat tangannya memeluk pinggangku, jantungku berdetak cepat. Astaga aku harus menemui Dokter Baek besok. Aku tidak mau penyakitku tambah parah.

“Kalau kau takut tutup matamu, kau juga boleh berteriak. Pokoknya keluarkan semuanya. Mengerti?”

Ne arraso!”

Kajja~ Let’s Go!!!!”

***

Author POV

Sebuah pertemuan antara orangtua Jonghyun dan Eommanya Sohee.

“Aku benar – benar minta maaf. Aku telah gagal mendidik putra sulungku” ujar tuan Kim sesaat telah menjelaskan semuanya pada Nyonya Lee –Eommanya Sohee.

Nyonya Lee menarik napas dalam, menatap tajam Jonghyun yang masih tertunduk.

“Maafkan anakku eonni, aku mohon jangan tuntut dia” tambah Nyonya Kim ditengah sedunya memandangi anak sulungnya yang tengah duduk diantara dirinya dan suaminya.

Nyonya Lee menarik napas dan melipat kedua tangannya sebelum ia angkat bicara “Sungguh aku tidak menyangka. Kupikir kau adalah namja baik, ternyata..” eomma Sohee tak melanjutkan kata – katanya, ia menyeka air matanya yang mulai luruh.

Mianhae, ahjumma. Tapi aku benar – benar menyesal” ucap Jonghyun lirih.

“Segera urus pernikahan kalian sebelum perut Sohee semakin membesar, aku tak ingin anakku menjadi cemoohan banyak orang”

“Tentu! Tentu kami akan mengurusnya! Eonni tidak usah khawatir. Terima kasih banyak, terima kasih..” sahut Nyonya Kim menyeka air matanya.

“Bolehkah aku menemui calon menantuku?” lanjutnya

Sohee tengah duduk di balkon kamarnya. Hari sudah sore, ia baru saja mandi. Kamarnya masih tercium aroma sabun dan juga bedak bayi. Ia menopang dagunya di atas terali tepi balkon. Sudah satu jam mobil berwarna hitam itu terparkir rapi di halamanya. Mewah, itulah kesan pertama saat melihatnya. Oh tentu saja mereka keluarga kaya, Sohee masih asik dengan pikirannya yang melayang entah kemana. Ia sama sekali tidak tertarik dengan apa yang terjadi di bawah sana karena sudah pasti bajingan itu ada.

Ia menarik napas dalam sambil memegangi perutnya. Ia teringat kembali dengan ujian yang akan diselenggarakan 3 hari lagi.

‘Semuanya sudah berakhir sekarang. Aku tak mungkin melanjutkan kuliahku dengan perut besar seperti ini. sungguh memalukan. Tapi siapa tahu aku keguguran? Aku tak akan membunuh anak ini, tapi siapa tahu? Engkau Maha Tahu bukan? Engkau tahu aku tidak mengingikan anak ini tapi siapa tahu abortus itu terjadi dengan sendirinya’

Sohee menarik napas dalam dan kembali memegang perutnya.

‘Aku tidak ingin dia mati. Tapi jika ia besar nanti, dia akan menjadi apa? apakah ia akan menjadi sama seperti ayahnya? Menjadi seorang bajingan? Tidak! Aku harus bertahan! Meskipun aku tak menginginkan anak ini tapi aku akan merawatnya. Aku tak ingin dia seperti ayahnya. Tapi bagaimana jika ia bertanya tentang ayahnya? Aku harus menjawab apa? Tidak! Aku tidak mau anakku tidak memiliki ayah. tapi aku juga tidak mau bajingan itu terus menghantui hidupku. Oh Tuhan apa yang harus aku lakukan?’

Tiba – tiba Sohee memutar posisi duduknya ketika ada seseorang yang membuka pintu kamarnya. Seorang wanita paruh baya tapi masih terlihat cantik.

“Nyonya siapa?” tanya Sohee beranjak dari duduknya. Oh sungguh pertanyaan bodoh, sudah tentu dia ibu bajingan itu.

“Kau cantik sekali” wanita itu mendekat dan menyentuh kepala Sohee lembut. Sohee hanya terdiam. Sungguh ia gadis yang baik. Kemarahan pada anaknya tak ia tumpahkan pada wanita yang sangat lembut ini.

“Terima kasih anakku” wanita itu langsung memeluk Sohee. Air matanya kembali tumpah dan Sohee tak kuasa menahan air matanya yang sedari tadi ia tahan. Ia ikut menangis. Menangis didalam pelukan wanita –ibu laki – laki yang sudah menghancurkan hidupnya. Bukan, bukan berarti Sohee sudah memaafkan dan melupakan semuanya, tapi ia hanya terbawa emosi. Sungguh ia paling tidak tahan jika ada seorang ibu menangis dihadapannya. Ia terlalu lembut dan juga baik hati.

To Be continued________

24 thoughts on “[FREELANCE] My Juliette (Part 2)

  1. aq kira ortu.a Jjong bkal gk stuju dg keputusan Jjong untk nikahin sohee, tp syukur deh, trnyata ortu.a setuju.
    Wah, Key rasa2.a naksir ma IU neh, asyik asyik.. Hohoho

  2. appanya Jjong galak bener, tp aku suka, krna dia gk belain anaknya yg salah..
    Bagus dah pokoknya, tp sayang, part lanjud nya di protek jd gk bisa baca deh.. Minta paswordnya boleh?

  3. bagus ceritanya thor.. akhirnya jonghyun bisa ngakuin kesalahannya
    key ada rasa sama iu
    boleh minta password buat part selanjutnya?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s