[FREELANCE] My Juliette (Part 1)

Author              : Nita Yuliani a.k.a Nam Hyun Young

Main Cast        : Kim Jonghyun, Lee Sohee.

Support Cast  : Kim Kibum (Key), IU

Length              : Sequel

Genre               : Romance, Marriage Life

Rating                : PG – 15

A.N                     : Poster covered by IU as Sohee

 

Annyeong~ (dadah dadah ala Miss Universe!!!! *weeeeekkkksssss)

Author balik lagi ni…. Para readers jangan kaget kalau ngerasa cerita ini tuch pasaran. Yupz… soalnya idenya tuch dari mana – mana. Ada dari sinetron, drama asia, novel bahkan kejadian nyata dari orang – orang ada disekitar Author lho. (Maklum Author yang satu ini masih Amatir tir tir!!!!

OK dech kayanya saya kebanyakan ngebacot kaya kompor meleduk. Silahkan RCL. Saya ngucapin makasih banyak buat kalian yang mau coment atau kritik (No Bashing tentunya!!!)

Happy Reading!!!!

Author POV

Sohee duduk sendiri di bangku pojok nightclub.  Ia sudah mulai tidak nyaman berada di sini. asap rokok dan bau alkohol yang menyeruak ke berbagai penjuru ruangan membuatnya sulit bernapas, belum lagi music Dj yang begitu menggema terasa memekakkan telinga.

Malam ini adalah pesta ulang tahun Hyoora, teman satu kampus yang baru dikenalnya. Sebenarnya sejak awal ia malas untuk datang kepesta seperti ini, tapi karena merasa tidak enak ia akhirnya datang juga.

Sohee melirik arlojionya, pukul Sembilan malam. Ia berniat untuk permisi pulang namun diurungkannya ketika melihat Hyoora sedang dikelilingi begitu banyak namja.

“Baiklah tunggu sebentar lagi” Batinnya dalam hati sambil mengaduk jusnya pelan dan menyeruput habis isinya yang tinggal setengah itu.

 Sohee sangat gugup ketika seorang namja duduk disampingnya dan menawarinya untuk minum segelas wishky.

“A-aku tidak minum. Terima kasih” ucapnya menutupi kegugupannya.

“Ini hanya anggur biasa kau tidak akan mabuk hanya dengan meminum ini” tersembur bau alkohol dari mulut namja itu.

Soohe hanya menunduk, dia heran kenapa namja itu berbohong padahal jelas sekali kalau gelas yang dipegannya itu berisi whisky.

Namja itu semakin lancang dan menyodorkan gelas itu mendekati mulut Sohee, dengan gugup Sohee menepis gelas itu.

“Hei berhenti mengganggunya. Kau mabuk. Pergi sana” ucap seorang namja dan menghampiri Sohee yang masih tertunduk.

“Bersediakah kau berdansa denganku” ucapnya lagi dengan mengulurkan lengannya kearah Sohee.

Sohee diam sejenak. Dia pikir tidak ada salahnya jika ia menerima tawaran namja itu untuk berdansa, daripada ia harus meladeni namja mabuk yang terus menawarinya minum. Lagipula namja ini sangat tampan. Sohee menerima tangan namja itu dan mulai turun ke dance floor.

Irama music berubah menjadi mellow. Namja itu menuntun Sohee untuk meletakkan tangan ke pundaknya dan dia langsung menarik tubuh Sohee mendekat kearahnya. Sohee sedikit kikuk dengan perlakuan namja yang bahkan ia sendiri belum tahu siapa namanya.

“Aku tidak bisa berdansa” ucap Sohee berusaha melepaskan diri. Tapi namja itu malah mengangkat tubuh Sohee dan meletakkannya tepas diatas kakinya.

“Gwenchana. Injak kakiku dan ikuti” sahutnya terus memandang wajah Sohee.

“Siapa namamu???” desis namja itu kebawah, kewajah Sohee.

Sohee hanya tertunduk, ia pura – pura tidak mendengar. Jantungnya berdetak cepat saat merasakan hembusan napas namja itu menjalar ke seluruh wajahnya.

“Maaf aku harus segera pulang, ini sudah malam” ucap Sohee melepaskan diri.

“Dimana rumahmu?? Biar kuantar. Tidak baik seorang gadis pulang malam – malam sendirian”

“Gwenchana~ aku bisa pulang sendiri”

“Sudahlah. Jangan terlalu sungkan. Kajja aku akan mengantarmu” ucapnya menarik lengan Sohee pergi meninggalkan dance floor.

Sohee mengikuti langkah namja itu menuju keluar club, tepatnya menuju parkiran. Tiba – tiba namja itu berbalik dan membekap mulut Sohee dengan sapu tangan. Tak butuh waktu lama akhirnya Sohee pingsan.

^ ^ ^

Sohee membuka matanya secara perlahan. Kesadarannya mulai berkumpul sedikit demi sedikit. Keadaan sekelilingnya gelap gulita. Ia baru ingat. Tadi dia masih bersama dengan namja yang mengajaknya dansa. Tunggu!!!! namja itu yang membekap mulutnya. Apa yang namja itu inginkan darinya???

Sohee bangkit dari tempat tidur. Ia berdiri kaku ketika menyadari ada orang lain dikamar itu. Seketika seluruh tubuh Sohee bergetar hebat. ia menutup mulutnya ketika mendengar deru napas mendekat kearahnya. Sohee mendengarkan dengan seksama, kini jantungnya berdebar – debar. Ia amat ketakutan dan menjerit. Sebuah tangan yang besar mendarat dan membekap mulutnya. Sohee menendang dan menampar tapi orang itu dengan mudah mengunci kedua tangan Sohee dan menjatuhkannya keatas tempat tidur.

Kini orang itu sudah menindih tubuhnya. Menciumi wajah dan juga lehernya dengan kasar. Sohee sangat ketakutan ia terus berontak menampar dan menendang.

“Diam kau!!!” teriak orang itu sengit. Sohee mengenali suara itu, suara namja yang mengajaknya berdansa tadi.

Sohee menangis dia menjerit. Dia benar – benar takut. Dia sadar bahaya yang mengancamnya saat ini. dia terus menendang dengan membabi buta. Orang itu kesal dan akhirnya mengikat kaki dan juga tangan Sohee dengan tali.

Sohee terus berontak. Kemudia orang itu menyalakan lampu yang berada disamping tempat tidur. Kini Sohee bisa dengan jelas melihat wajah orang itu. ternyata benar dugaannya dia namja yang mengajaknya berdansa.

Namja itu memandangi Sohee yang terus berontak, dia tersenyum menyeringai. Pertama – tama dia membuka jasnya, kemudia kemejanya. Dan dia mendekat kearah Sohee dan …………..

SKIIIIPPP

(Hayoh mulai yadong hehehe… author gagz bikin narasi yang NC 17+. Intinya Sohee diperkosa jadi para readers jangan menghayal yang berlebihan ya!!! bagi yang muslim cepat ucap Astagfirullah al adzim *ala Wali) Lanjuuuuuuuuttt

***

Sohee POV

Begitu sampai rumah aku langsung berlari menuju kamar mandi. Kubersihkan tubuhku yang kotor ini. kunyalakan shower besar – besar. Aku terduduk dilantai, bajuku basah kuyup. Aku tak peduli betapa dinginnya malam ini. Aku terus menangis meratapi nasibku yang sangat pahit ini. sekarang aku kotor. Siapa laki – laki yang mau tulus mencintaiku setelah mengetahui keadaanku seperti ini??? Oh tuhan kenapa ini mesti menimpaku??? Apa dosaku dimasa lalu sehingga kau menghukumku dengan cara seperti ini??

Bagaimana jika aku hamil??? Kemana aku harus meminta pertanggung jawaban??? Bahkan aku sendiri tidak tahu siapa namanya. Tidak!!! Aku tak akan pernah mencari tahu siapa bajingan itu. seujung kukupun aku tak akan pernah ingin tahu. Oh Tuhan???

Appa~ Maafkan aku. kau pasti kecewa di surga sana. Eomma~ maaf aku sudah mengecewakanmu!!! Bagaimana aku harus menceritakan semua ini padanya. Aku tidak sanggup melihat wajah Eomma setelah tahu apa yang terjadi padaku.

Air mataku tumpah. Tangisku kembali menyeruah.

IU POV

Aku melangkahkan kakiku keluar kamar. Sepertinya aku mendengar suara pintu terbuka. Apa Sohee Eonni sudah pulang?? Tapi kenapa malam sekali. tidak biasanya Eonni pulang semalam ini. aku memasuki kamarnya secara perlahan.

“Eonni… apa kau baik – baik saja??” tanyaku dari balik pintu kamar mandi.

Showernya menyala. Apa Eonni sedang mandi?? Malam – malam begini???

“Eonni…  gwenchanayo???” tanyaku lagi memastikan bahwa keadaannya baik – baik saja.

“Ne~ nan gwencahana” suara Eonni terdengar bergetar. Ada apa sebenarnya??? Baiklah aku tunggu saja disini.

Beberapa menit kemudian Eonni keluar dengan baju basah kuyup. Apa Eonni mandi tanpa melepas pakaian?? Ada apa sebenarnya?

“Eonni~ kau kenapa??? kenapa basah – basahan begini??” tanyaku yang langsung berlari menghampirinya.

“Aku tidak apa – apa. kau keluarlah, aku ingin istirahat” suaranya masih bergetar. Aku lihat matanya sembab. Apa Eonni habis menangis?? tapi kenapa?? apa ini ada kaitannya dengan pesta itu??

aku tak berani bertanya lebih jauh lagi, aku takut dia akan marah. Baiklah nanti akan kutanyakan lagi setelah keadaan Sohee Eonni lebih tenang. aku melangkah keluar dari kamarnya dan menutup pintu perlahan.

***

Still IU POV

Pagi ini wajah Eonni sangat pucat. Apa dia sakit?? Aku tak berani bertanya apalagi mengadukan ini pada Eomma. Aku takut Eomma akan khawatir.

“Chagiya~ cepat habiskan makanmu. Kau akan sekolah kan?” pertanyaan Eommaku sukses membuatku jantungan.

“Ah Ye Eomma, sebentar lagi” ucapku gemetar dan melahap nasiku yang tinggal sedikit..

Eomma memperhatikan Sohee Eonni yang hanya memainkan nasinya. Sepertinya Eomma juga memperhatikan perbedaan yang terjadi pada Eonni – ku.

“Chagiya~ kenapa kau tidak makan? Apa kau sakit?” tanya Eomma.

Sohee Eonni mengangkat kepalanya “Anniyo Eomma~ hanya sedang tidak enak badan” sahutnya kembali menunduk memandangi mangkuk nasinya.

“Aku sudah selesai. Aku akan kekamar.” Ucap Eonniku dan pergi meninggalkan meja makan. Kulihat nasinya masih utuh. Eonni sama sekali tidak memakan sarapannya.

Ada apa sebenarnya? Tidak biasanya Eonni diam seperti itu?

“Chagy~ kau tahu kenapa dengan kakakmu??” bisik Eomma setelah Sohee Eonni menghilang dibalik tangga.

“Aku juga tidak tahu Eomma~” sahutku. Aku tidak mungkin mengatakan ini pada Eomma. Aku takut dia khawatir.

“Eomma~ aku berangkat dulu” lanjutku mencium kening Eomma dan melangkah pergi.

“Ne~ hati – hati dijalan”

***

Author POV

Seorang namja tidur terlentang didalam kamarnya. Tangannya diangkat keatas untuk menopang kepalanya. Matanya memandang kelangit – langit kamar. Pikirannya masih tentang gadis itu. gadis yang baru ia temui di pesta Hyoora. Sepertinya ia mulai menyukai gadis itu. ah sebenarnya sejak pertama melihatnya ia sudah menyukainya. ia sangat menyukai  senyumnya yang begitu angkuh, Yaah bukan itu saja tapi semuanya, ia menyukai semua yang ada dalam diri gadis itu. Meskipun saat itu mereka baru bertemu.

Namja itu mendesah. Entah itu untuk keberapa kalinya. ia menarik napas dalam. Namja itu mengangkat poselnya tinggi – tinggi dan melihat walpapernya. Photo gadis yang sedang terduduk sendiri di pojok bangku nightclub sambil meminum jusnya. Dia mengambil photo itu secara diam – diam.

Kemudian namja itu menggigil mengingat apa yang telah dilakukannya pada gadis itu. Dia benar – benar tidak menyangka dirinya sebejad itu. dia sudah menghancurkan kehidupan  dan juga masa depan yang bahkan dia sendiri tidak tahu siapa nama gadis itu.

“Aku tidak boleh diam saja. aku harus cari tahu siapa gadis itu dan meminta maaf”

Namja itu bangkit dari tempat tidurnya. Dan menekan beberapa nomor dalam ponselnya. Beberapa detik kemudian sambungan teleponnya sudah terhubung.

“Yoboseo~. Ne` ini aku. cari tahu identitas seorang gadis, dia teman satu kampus Hyoora. Ne. akan kukirimkan photonya. Aku tunggu kabar darimu. Jangan menelponku jika belum tahu siapa gadis itu. Ne”

Pliiiippp

***

Seorang namja memarkirkan mobilnya tepat berada didepan pintu gerbang. Namja itu meneliti rumah Sohee. sangat sederhana, berbagai jenis bunga tumbuh menghiasi tamannya yang kecil namun tertata rapih. Ia kembali memperhatikan tulisan dalam secarik kertas yang terdapat dalam genggaman tangannya. Ia memastikan bahwa dirinya tidak salah mendatangi rumah.

Namja itu menarik nafas dalam dan keluar dari dalam mobilnya. Tangannya bergetar dan mulai menekan bel. Tak berapa lama seorang gadis cantik keluar dan tersenyum kearahnya.

“Nuguseyo???” tanyanya memandangi namja itu dari atas hingga bawah

“Ng…..anu….Sohee ada???”

“Oh temannya Sohee Eonni ya???”

Namja itu mengangguk

“Masuklah” ucapnya. Dan namja itu mengikuti langkah sang gadis masuk kedalam dan duduk di ruang tamu.

IU, adik Sohee mendekati sang Eomma yang sedang asik menyulam taplak meja dan menyentuh bahunya pelan. “Eomma ada temannya Sohee Eonni”

“Nugu???” tanya sang Eomma sambil menautkan kedua alisnya.

IU hanya mengangkat kedua bahunya. Dan sang Eomma meninggalkan pekerjaannya dan berjalan menuju ruang tamu.

“Ehem…” sang Eomma berdehem ketika melihat seorang namja duduk diruang tamu sambil menundukan kepalanya.

Namja itu terperanjat ketika ada seseorang yang membuyarkan lamunannya.

“Apa kau pacar anakku???”

“Nde???” namja itu diam sejenak “Ah Ne Ahjumma. Naega Kim Jonghyun Imnida” sahutnya dengan suara yang gemetar.

“OMO~ kau tampan sekali!!! aku baru tahu kalau anakku mempunyai namjachingu setampan dirimu”

Jonghyun hanya tersenyum kecil mendengar perkataan ahjumma barusan.

“Ahjumma apa Sohee baik – baik saja? Aku mencari Sohee dikampus tapi teman – temannya bilang sudah beberapa hari ini ia tak masuk???”

“Ah kau perhatian sekali. hanya sedang tidak enak badan. Apa kau mau menemuinya??? Dia sedang tidur. Kau masuk saja”

“Nde??? Apa tidak apa – apa???” tanya Jonghyun sedikit ragu – ragu.

“Tentu saja kau kan pacarnya. Melihat dari wajahmu aku yakin kau bukan orang jahat”

“Kau terlalu berlebihan ahjumma. Keunde khamsahamnida!!!!”

“Wah kau benar – benar tampan. Beruntung sekali anakku memiliki pacar setampan dirimu. Oya kau masuk saja kedalam. Kamar Sohee ada dilantai atas sebelah kiri. Aku dan adiknya Sohee akan pergi berbelanja dulu. Tolong jaga dia ya”

“Ah Ye Ahjumma”

Jonghyun POV

“Apa kau pacar anakku???”

DEG

Ahjumma ini bertanya apakah aku namjachingu anaknya??? lantas aku harus menjawab apa??? Tidak mungkin kan aku memberitahu bahwa akulah yang sudah memperkosa anaknya. Tapi bagaimana jika dia membunuhku atau menyeretku ke penjara. Bagaimana dengan nasib perusahaan ayahku??? Ah egois sekali aku ini. Jika aku dipenjara mungkin hanya reputasi perusahaan kami yang rusak. tapi bagaimana dengan Sohee??? Hidupnya sudah kuhancurkan. Aku sudah merenggut hal yang sangat berharga dalam dirinya.

Aku memasuki kamarnya perlahan. Kamar yang tertata rapi dan semerbak wangi lavender menyeruak ke seluruh ruangan. Berbeda sekali dengan kamarku yang berantakan. Poster U2 dan beberapa wanita telanjang menempel tak beraturan di dinding kamarku. Belum lagi majalah playboy dan dvd porno yang berserakan dilantai. Gitar, playstation, tv, semunya tak beraturan.

Jantungku berdetak cepat saat kupandangi wajahnya yang sedang tertidur. Begitu cantik dan juga mempesona. Dia benar – benar gadis suci dan wajahnya polos seperti malaikat. Kenapa aku harus menghancurkan hidupnya. Bagaimana jika dia dicampakkan pacarnya??? Keunde apa Sohee punya pacar??? Jika memang begitu keadaannya aku akan bertanggung jawab dan menebus semua kesalahanku padanya. Ah kenapa bodyguardku tidak memberikan informasi secara lengkap mengenai Sohee. Aku tidak tahu apakah Sohee punya pacar atau tidak.

Ya Tuhan kenapa aku sebejad ini??? kenapa aku tega melakukan hal ini padanya??? Dia begitu suci dan juga polos. Dia berbeda dengan gadis – gadis yang kukenal seperti Shin Sae Kyung, Yoori dan juga Luna. Mereka rela tidur denganku kapan saja asal aku membelikan semua barang bermerk untuk mereka. dan itu bukan hal sulit, melihat keadaan keluargaku yang terbilang sangat kaya.

Kenapa kau harus pergi kesana Sohee?? Kenapa kau tidak diam saja dirumah berkutat dengan buku dan juga diktat mu. Kenapa kita harus bertemu dan kenapa kau mau berdansa denganku??? Kenapa kau begitu manis dan juga sangat angkuh. dan kenapa juga aku harus merasa tertantang untuk menaklukanmu ketika kulihat kau menolak mentah – mentah wishky yang diberikan sikeparat Eunhyuk itu. Keangkuhanmu membuatku kehilangan akal sehat dan berpikir bahwa dengan mengambil sesuatu yang berharga dari dirimu akan memudahkanku untuk menjadikanmu milikku. Mianhe Sohee~ jeongmal Mianhe. Aku sungguh menyesal!!!!

Author POV

Sohee membuka matanya secara perlahan. Ia benar – benar terkejut mendapati laki – laki yang sudah memperkosanya ada didalam kamarnya.

“Neo??? Sedang apa disini?? Pergi kau!!! Eomma~ Eomma~” teriak Sohee panik dan mulai melempar seluruh barang yang ada didekatnya kearah Jonghyun.

“Aku mohon tenanglah. Aku tak ada niat jahat padamu. Percayalah padaku.”

“Andwwaaeeeeeeee. Pergi kataku” Sohee menjerit

“Sohee aku mohon tenanglah” Jonghyun berusaha menahan tangan Sohee yang tengah siap melemparnya dengan hiasan kaca yang ada disamping tempat tidur.

“Eomma~ IU~ tolong aku!!!” teriak Sohee mulai berontak saat tangan Jonghyun mengunci kedua tangannya.

“Lepaskan aku” ujar Sohee sengit

Jonghyun berangsut dan melepaskan tangannya dan menjauh . “Aku mohon maafkan aku Sohee. Sungguh aku sangat menyesal”

“Pergi kau. Pergi!!!!!!!!!”

IU POV

Siapa namja itu?? tampan sekali. kenapa Sohee Eonni tidak cerita kalau dia mempunyai namjachingu??? Ahhh jadi karena itu alasannya. Hanya karena sedang bertengkar dengan namjachingunya Sohee Eonni sampai –sampai tidak enak badan. Ckckck

“Chagiya~ jika kau mempunyai namjachingu, cari seperti namjachingu kakakmu. Sepertinya dia anak baik dan terpelajar. Ahh dia juga sangat tampan. Apa kau lihat kulitnya juga sangat halus??” ujar Eommaku.

“Ne~ Eomma. Nanti aku akan mendapatkan namja yang lebih baik dari namjachingu Sohee Eonni” sahutku sambil tertawa pelan.

Sebenarnya aku ingin sekali berbincang dan mengenal lebih dekat seperti apa namjachingu Sohee Eonni, tapi karena aku harus menemani Eomma belanja aku jadi tidak bisa mengobrol dengannya. Ahh calon kakak iparku tampan sekali. beruntung sekali Sohee Eonni.

Drrrrrrrrrrrtttt Drrrrrrrrrrttt

Heh?? ada apa Hyun Young menelponku??

“Yoboseo~ Ne Hyun Youngah  waeyo??? Hah??? Jinja?? Ne Arraso!!!”

Pliiiiippp

Astaga. Bagaimana ini?? kenapa tugas kelompoknya hari ini?? aku kan sedang menemani Eomma belanja.

“Eomma aku harus segera pergi. teman – teman sudah menungguku. Eomma tidak apa – apakan aku tinggal??”

“Pergilah. Eomma tidak apa – apa”

“Mian Eomma~ aku akan pulang cepat. Aku pergi ya!!!”

“Ne hati – hati dijalan. Makan malam di rumah ya”

“Ne~”

***

Sohee POV

“Soheeah~ Kenapa kau tidak cerita kalau mempunyai namjachingu setampan dia. hah dia benar – benar tampan. kulitnya halus sekali”

Aku hanya tertunduk memainkan nasiku dengan sendok. Aku tak berselera menjawab pertanyaan Eomma. Bajingan itu telah berhasil menipu Eomma. Berani sekali dia datang kemari dan mengaku sebagai pacarku. Cih~ sekali bajingan tetap saja bajingan!!!

“Keunde~ apa kalian masih bertengkar??”

Aku hanya terdiam dan masih tertunduk. Entahlah? sepertinya memandangi mangkuk nasi lebih menarik daripada menjawab pertanyaan Eomma tentang bajingan itu.

“Kalian boleh saja bertengkar tapi jangan terlalu lama begitu. Menurut Eomma dia namja yang baik. Oya Eomma lupa lagi siapa namanya. Kim … Kim Jonghyun kan????”

Oh jadi bajingan itu bernama Jonghyun. Cih~ Namja baik??? Jika memang dia namja baik tentu ia tak akan mem….. Oh Eomma andai saja kau tahu namja itu sudah menghancurkan hidupku. Sungguh aku sangat membencinya.

“Assshhh adikmu kemana perginya. Kenapa jam segini dia belum pulang”

“Eomma~ aku sudah selesai. Aku pergi tidur” ucapku meninggalkan Eomma di meja makan.

“Soheeah~ kenapa makan malam mu tak kau habiskan??”

“Aku tidak lapar Eomma” sahutku sambil melangkah pergi.

***

Author POV

IU mempercepat langkahnya menuju rumah. Ia tidak ingin Eommanya khawatir karena ia pulang terlambat.

Tiba2 ada sekelompok berandalan yang menghampirinya dan menggodanya, ia merasa sesuatu yang buruk akan terjadi. IU mencoba melindungi diri dengan sebisa mungkin, ia melempar semua benda yang ia temui entah itu batu, pasir atau apa saja yang bisa digunakan untuk senjata.

“Ya~ pergi kalian! menjauh dariku” teriak IU. tapi para berandalan itu hanya tertawa evil. IU benar – benar ketakutan, ia berlari sekuat tenaga. Langkahnya terhenti saat ada motor sport berhenti dihadapannya.

“Aku mohon tolong aku. mereka menggangguku” ucap IU dengan napas tersengal – senggal.

“Cepat naik” ujar pria itu tanpa melepas helm-nya.

IU melihat kebelakang dan para gerombolan itu hampir dekat. Dan tanpa pikir panjang IU naik kemotor itu dan dalam beberapa detik,

WUUUUUZZZZ

pria itu langsung menancap gas. IU memeluk pria itu kuat – kuat. Ia benar – benar takut karena pria yang menolongnya membawanya pergi entah kemana.

“Hey… ini sudah sampai.  sampai kapan kau akan memelukku???” ucap pria itu yang melihat IU masih memeluknya erat.

Dengan sempoyongan IU turun dari motor dan

Hueekkkksss

IU memuntahkan seluruh isi perutnya. Kepalanya terasa pusing. Dan ia merasa benda – benda yang ada disekitarnya tengah berputar – putar.

“Apa kau baik – baik saja??” tanya pria itu panik dan menepuk – nepuk punggung IU.

“Key hyung~ kau menang lagi” seru seorang namja jangkung menghampiri dan menyerahkan sebuah bungkusan coklat berisi uang.

“Gomawo~ Minho-ssi. Kau bawa saja uang ini ke tempat biasa” ucap Key kembali melempar bungkusan itu.

“Apa kau sudah baikan??” tanya Key lagi.

“Key hyung~ nugu???” tanya Minho setengah berbisik dan Key hanya mengangkat kedua bahunya.

IU terduduk lemas ditanah. Kepalanya benar – benar terasa pusing.

“Mianhamida~ kau pasti kaget. tadi aku sedang balapan, tapi karena kau tiba – tiba ada di hadapanku jadi aku membawamu.” Lanjutnya.

“Nan gwenchana. Aku hanya kaget” sahut IU yang mengelap bagian bawah bibirnya dari sisa muntahan.

“Ayo kuantar kau pulang! Dimana rumahmu???” tanya Key yang berjongkok di hadapannya.

“Aku tinggal di komplek Yakjeon”

“Benarkah??? Arra, kuantar kau kesana” Key melepas jaket kulit-nya dan memakaikannya di punggung IU dan memapah IU mendekat ke motornya.

“Minho-ssi aku pergi dulu. Nanti kususul”

“Ne~ Key hyung~ kalian hati – hati”

Setelah IU naik ke atas motornya. Key mulai men-star motornya dan perlahan – lahan meninggalkan Minho dan juga arena balapan liar.

***

Sohee berjalan gontai menuju perpustakaan. Ia benar – benar tidak bersemangat. Sebenarnya ia malas untuk masuk kuliah hanya saja ia teringat dengan ujiannya. Sohee menjatuhkan tubuhnya dikursi perpustakaan dan mulai membuka diktat penyakit jantung.

“Soheeah~”

Gadis itu memutar tubuhnya ketika ada seseorang yang menyebut namanya lembut sekali. tapi seketika wajah manisnya berubah menjadi merah padam ketika dilihatnya siapa yang memanggilnya dengan lembut tadi.

“Mau apa kau kemari???” pekik Sohee. Ia tak ingin berteriak di perpustakaan karena tak ingin penjaga perpusatakaan yang galak itu memakinya.

“Bisakah kita bicara sebentar. Aku mohon” pinta Jonghyun setengah berbisik.

Sohee menutup diktatnya dengan kasar dan berlari keluar perpustakaan. Matanya sudah berkaca – kaca menahan tangis.

“Soheeah tunggu. Aku mohon maafkan aku” Jonghyun menahan lengan Sohee namun Sohee menepisnya dengan kasar.

“Jangan menyentuhku. Sebaiknya kau pergi” Sohee memandang Jonghyun dengan penuh kebencian dan kemarahan.

“Soheeah~. Aku benar – benar menyesal. Aku mohon maafkan aku”

“Pergi!!! atau aku akan berteriak” Air mata yang sedari tadi ditahan itu akhirnya keluar juga. Jonghyun semakin merasa bersalah melihat Sohee yang seperti ini.

“Soheeah~”

“PERGIIII!!!!” teriak Sohee dan berlari.

***

Sohee POV

“Sayank~ Apa kalian masih bertengkar???” pertanyaan Eomma membuat selera makan malam ku hilang seketika.

“Anniyo Eomma~” sahutku menyeruput sup kaki sapi yang tinggal sedikit itu.

“Kalau memang begitu. Kenapa kau selalu menolak jika Jonghyun datang kemari. Sudah sering kau mengacuhkannya. Dan dia tetap sabar menunggumu meskipun akhirnya ia pulang dengan kecewa karena sama sekali kau tak menemuinya”

Aku menghela napas dalam. Kenapa kepalaku pusing??? Dan perutku??? perutku terasa mual.

Huweeeeeeeekkkk

Kenapa ini??? kenapa mendadak aku ingin muntah.

Huweeeeeeeekkkkss

Aku buru – buru berlari kekamar mandi. Aku tak ingin seluruh isi perutku keluar disini.

“Chagiya~ kau kenapa???” kudengar Eomma berlari menyusulku kekamar mandi.

Aku mengeluarkan isi perutku semuanya dan sepertinya tak ada sisa. Kenapa denganku??? Pasti aku hanya masuk angin. Ya pasti hanya masuk angin. Tapi tunggu tanggal berapa sekarang???

“Apa kau sakit?? Sebaiknya kita kedokter. Akhir – akhir ini makanmu tidak teratur” tanya Eomma. Dia terlihat begitu khawatir dan meletakkan punggung tangannya didahiku.

“Anniyo Eomma. Aku akan baik – baik saja kau tidak usah khawatir. Aku akan segera minum obat” sergahku. Aku langsung berlari kedalam kamar dan meraih kalender kecil disamping tempat tidurku.

Ini sudah dua bulan sejak peristiwa terkutuk itu. dan seharusnya aku sudah dapat haid. Tapi kenapa aku belum haid juga??? Ya Tuhan aku mohon jangan!!!!!!!!!

***

Author POV

Dua garis merah. Positif!!!

Sohee ambruk, tubuhnya menggigil. Keringat dingin membasahi seluruh tubuhnya. Ia menggenggam erat alat tes kehamilannya. Air matanya tumpah.

“Andwweeeeeee~ kenapa ini harus terjadi padaku??? Tuhan kenapa ini harus terjadi??? ANDWWEEEEEEEEEEEEEEE”

“Aku tidak mau hamil. Bagaimana dengan kuliahku??? Bagaimana dengan masa depanku??? Oh Tuhan kenapa ini harus terjadi padaku???”

Sohee terduduk di dalam kamar mandi. Bajunya basah. Ia tak henti – hentinya bertanya kepada Tuhan kenapa ini harus terjadi padanya. Tiba – tiba seluruh pandangannya menjadi nanar dan ia pingsan…

To Be Continued____

35 thoughts on “[FREELANCE] My Juliette (Part 1)

  1. kok dilindungi kata sandi sih?pdhl critanya bagus,kirim ke email dong kata sandinya,tptisa@gmail.com >.= gomawo!

  2. huaaaaa
    jjong bad boy banget disini
    untung dia cepet sadar
    tapi soheenya udah keburu hamil itu
    kasihan
    semoga jong mau tanggung jawab

    KeyU!!
    Bakalan jadi couple kayaknya nih mereka
    hihi

    aku baca part ini di ffindo
    tapi komennya disini aja
    nemu wp ini tadi pas googling nyari part 2nya
    hehe

  3. Huh dari tadi aku mau komen susah bgt, entah itu hpnya yg udah mulai abal atau emang sinyalnya yg errr,,,,, entah lah yg jelas aku penasaran dan aku mau lari ke part selanjutnya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s