[FREELANCE] Still (After Story)

Author                : Nita Yuliani a.k.a Nam Hyun Young

Cast                     : All member SHINee

–          Nam Hyun Young (Minho’s Wife)

–          Choi Jinhya (Hyun Young Best Friend & Lee Jinki’s Wife)

Length                 : Sequel, Marriage life

Genre                  : Romance,

Rating                 : PG – 15

 

Annyeong~

Maaf buat para readers yang merasa gak puas dengan Still Part Ending. Sebagai gantinya aku bikin Still After Story nya. Maaf kalau FF ini terlalu banyak tipu. Readers bacanya di bikin happening aja ya. namanya juga Fun Fiction kekeke~

So Let’s Cekidot…

Author POV

Jonghyun berdiri dibalkon sebuah apartement. Tatapannya kosong dan ada segurat kesedihan disana. Ia merapatkan cardigannya ketika rintik hujan mulai membasahi sedikit  demi sedikit kota Seoul malam hari.

Jonghyun masuk kedalam setelah dirasanya hujan semakin besar disertai kilat yang menyambar – nyambar. Ia menatap nanar ruangan yang penuh debu dan tak terawat ini. Jonghyun menyentuh setiap benda dengan jemarinya. Kakinya terhenti disebuah kamar. Kamar yang memiliki kenangan yang paling menyakitkan untuknya. Kamar yang menjadi saksi bisu kematian kakak perempuannya.

Jonghyun bergetar sebelum akhirnya ia memutuskan untuk masuk. Ini adalah kali pertama ia memasuki kamar ini setelah peristiwa satu tahun lalu. Tangannya bergetar saat meraih handle pintu dan membukanya secara perlahan. Hawa dingin terasa menusuk kulit dan membuat bulu kuduknya berdiri. Jonghyun merasa ada hal yang sangat aneh disini. Matanya mengedar memandangi setiap hal yang ada didalam kamar itu. pandangannya terhenti pada sebuah tempat tidur dengan seprei berwarna jingga. Memorinya kembali terbang ke masa lalu. Satu tahun lalu. Dimana ia menemukan kakak perempuannya terbaring ditempat tidur dengan mulut berbusa. tangannya masih menggenggam erat botol racun serangga.

Kini Jonghyun tak kuasa menahan air matanya. Ia terduduk dilantai memeluk lututnya dan matanya terus menatapi tempat dimana kakaknya tengah meregang nyawa.

Diatas tempat tidur tergantung sebuah photo Yoora. Jonghyun bangkit dan mengambil photo itu. namun ia terkejut ketika dilihatnya ada sesuatu yang mencurigakan. Sebuah berangkas berukuran kecil menempel pada dinding. Ia memutar otaknya mengingat kembali angka berapa yang kemungkinan akan digunakan Yoora sebagai password. Ia mencoba mengingat kapan tanggal kelahiran Yoora dan setelah dicoba akhirnya pintu berangkas itu terbuka secara perlahan.

Ada beberapa kotak perhiasan dan uang tunai. Jonghyun mengeluarkan seluruh isi lemari besi tersebut, mata Jonghyun menangkap secarik kertas yang warnanya sudah memudar. Jonghyun meraih kertas itu dan membukanya secara perlahan. Ia hapal betul bahwa didalam kertas itu adalah tulisan tangan Yoora, kakak perempuannya.

Jantungnya berdetak cepat. Tubuhnya bergetar. Untuk sesaat ia merasa sesak dan tak bisa bernapas. Jonghyun menatap kembali surat itu, membacanya berkali – kali tapi tak ada yang berubah. pandangannya serasa nanar. kemudian tangisnya pecah membelah seisi ruangan.

“Andwaeeeeeeeeeeee~ Noonaaaaaaaa~” teriak Jonghyun meremas kertas itu dan mendekapnya erat – erat.

 

One Year Later…

Hyun Young POV

Selesai berbelanja bahan makanan,  kupercepat langkah kakiku menuju rumah  kami. Yaa, aku sudah menikah dengan namja yang kucintai dua bulan lalu. Butuh waktu lama bagi kami untuk mengambil keputusan ini. terlebih Minho Oppa memilih ingin hidup mandiri tanpa bergantung kepada orang tuanya. Dan aku bangga pada suamiku. Meskipun ia berasal dari keluarga kaya tapi ia tak mau meneruskan perusahaan ayahnya. Ia tetap bersikeras untuk bekerja pada perusahaan lain sesuai dengan keahliannya. Dan kemarin ditengah menyusun skripsinya Minho Oppa mendapat tawaran untuk bergabung dengan perusahaan otomotif dimana ia sebagai desain grafisnya (SUMPAH AUTHOR NGARANG ABIS).

Kuletakkan beberapa keranjang belanjaanku karena harus membuka pagar rumah. Minho Oppa membeli rumah kecil ini dari hasil penjualan apartement mewahnya yang berada di daerah kangnam. Sebenarnya Ayah mertuaku sudah menyiapkan sebuah rumah yang tak kalah mewahnya namun suamiku menolak dan Ayahnya tak bisa berkata  apa – apa jika anak tunggalnya sudah mempunyai keinginan.

KLEK

Pintu pagar terbuka dengan sempurna. Kuraih kembali keranjang yang berisi belanjaan dan masuk melalui pintu belakang. Belanjaan kuletakkan di meja dapur. Kulirik arlojiku. Pukul 6.30. astaga dia pasti belum bangun.

Aku berlari kecil menuju kamar. Saat ku buka pintu Minho Oppa masih memejamkan matanya. Sebenarnya aku tidak tega karena harus membangunkannya sepagi ini. dia pasti lelah karena semalam ia harus menyelesaikan karya tulisnya. Tapi aku harus tetap membangunkannya karena hari ini adalah hari pertama Minho Oppa bekerja. Dan aku tak mau perusahaan menganggapnya tidak serius karena dia datang terlambat.

Aku menyibakkan gorden dan membiarkan seluruh sinar matahari memasuki kamar. Kulihat suamiku malah menarik selimutnya menutupi seluruh tubuhnya.

“Oppa~ ireonna. Yaak Oppa!!!” aku mencoba menarik selimutnya namun tenaganya besar sekali. Aissshhhh!!!

“Honey biarkan aku tidur lima menit lagi” ucapnya dari dalam selimut.

“Andwaeo~ kau harus bangun. Oppa palli ierona!!!” setelah selimutnya berhasil ku tarik kini aku menarik lengannya dan memdudukannya ditempat tidur. OMO~ berat sekali dia!!!

Aku meletakkan handuk berwarna putih dipangkuannya. “Cepat mandi kusiapkan bajumu” ucapku mencium pipinya kilat dan segera membuka lemari menyiapkan baju yang akan dipakainya nanti kekantor.

Minho Oppa berjalan gontai menuju kamar mandi, dan dalam beberapa detik sudah terdengar gemericik air dari shower membasahi tubuhnya.

Aku memilih satu stel jas hitam dengan kemeja putih. Kuletakkan diatas tempat tidur yang sebelumnya  telah kubereskan. Aku berlari menuju dapur, aku harus menyiapkan sarapan. Harus kupastikan suamiku makan sesuatu sebelum melangkahkan kakinya keluar rumah.

Hari ini kami sarapan dengan roti saja, tak ada waktu untuk memasak. Biar makan siang nanti aku akan mengantarkannya ke kantor.  Aku menuangkan susu murni kedalam gelas milik Minho Oppa kemudian ke gelas milikku dan mengolesi setungkup roti dengan selai kacang kesukaan Minho Oppa (?)

“HONEY~ DIMANA DASIKU???” teriak Minho Oppa dari lantai atas.

“ADA DILEMARI SEBELAH KANAN.” Sahutku tak kalah nyaring.

“DIMANA??? AKU TAK MENEMUKANNYA” teriaknya lagi.

Aissshhh dasar laki – laki. Selalu menaruh barang sembarangan dan disaat kacau seperti ini baru menanyakan kepada asissten dimana diletakannya barang miliknya itu.

Aku berlari menuju kamar. Benar – benar pagi yang sibuk.

“Oppa~ jangan diaduk seperti itu. aku malas harus membereskannya lagi” protesku yang melihat Minho Oppa sedang mengaduk – ngaduk isi lemari.

“Minggir. Pantas saja tidak ketemu. Dasi bukan disini tempatnya. Tapi disini” ucapku membuka laci lemari khusus tempat menyimpan dasi – dasi miliknya. Ia hanya menggaruk kepalanya yang tak gatal itu.

“Mau pakai yang mana???” tanyaku memperlihatkan dua pilihan dasi berwarna senada dengan jas yang tadi kupilih.

“Yang ini” ucapnya memilih dasi berwarna hitam dengan salur biru menyilang.

“Yang ini saja” ucapku memilih yang satunya lagi, dasi berwarna hitam polos.

“Baiklah terserah nyonya saja” ucapnya mencium bibirku kilat. Aiiisshhh…

Aku membantunya memasangkan dasi, karena tubuhnya yang tinggi aku sampai berjinjit. Setelah dasi itu terpasang dengan sempurna, aku mengambil tas dan juga jasnya. Kami turun untuk sarapan.

“Honey~ aku sudah terlambat. Aku pergi ya” ucap Minho Oppa yang meminum habis susu murninya.

“Sebentar. Makan ini dimobil” aku menyerahkan satu kotak makanan berisi sandwich dan membantunya mengenakan jas. aku membawakan tasnya dan mengantarnya hingga kedepan.

“Gomawo~ aku pergi. I Love You” Minho Oppa meraih tasnya dan mencium bibirku hangat sekali.

(KYaaaaaaaaaaaaaa~ Na Do suamiku. Jeongmal Sarangheo!!!! Popo Minong 1000x *PLAK #Abaikan)

“Me too~ hati – hati dijalan ya. Oppa hwaiting”

“Ne~” sahutnya mengucek rambutku pelan dan memasuki mobilnya.

Saat mobil bergerak pelan meninggalkan halaman rumah aku melambaikan tanganku dan suamiku hanya membalas dengan membunyikan klakson. Aku tidak akan masuk kedalam rumah jika mobil suamiku belum menghilang dari pandanganku. Yaah inilah aktivitas baruku di pagi hari sebagai Nyonya Choi. Dan aku menyukainya.

***

Author POV

Hyun Young tengah mengecek hasil penjualan online-nya. karena outletnya selalu sepi pembeli akhirnya ia dan juga Jinhya memutuskan untuk melakukan penjualan secara Online. Yaa ini adalah usaha yang dirintisnya bersama Jinhya satu tahun lalu. Sebuah outlet pakaian remaja dimana mereka sendiri yang mendisainnya. Sebenarnya pemilik saham utama adalah Key dan Yoori, tapi karena mereka melanjutkan studynya ke Paris otomatis usaha ini Hyun Young dan Jinhya yang mengambil alih. (Mimpi author buka bisnis bareng nae dongsaeng *PLAK #Author CurCol)

Hyun Young menoleh saat pintu tokonya terbuka. Seorang yeoja cantik dengan perut gendut berjalan menghampirinya. Suaminya yang sedari tadi berjalan disebelahnya terus menggenggam tangannya erat.

“Annyeong~” sapa yeoja itu genit diringi senyuman khas dari namja yang disebelahnya.

“Oh annyeong~ bagaimana hasilnya??? Calon keponakanku sehat kan???” tanya Hyun Young penuh antusias.

“Heumb~” yeoja itu mengangguk semangat.

“Kau tahu. Hasilnya sudah diketahui. Dan kata dokter jenis kelaminnya perempuan” suaminya menambahkan dengan mata yang berbinar.

“Jinja??? Waaahhh Chukae~ aku senang mendengarnya!!!”

“Lantas kalian kapan menyusul???”

Seketika wajah Hyun Young memerah. Candaan namja itu sukses membuat wajah Hyun Young seperti tomat yang sudah matang dengan sempurna.

“Lihat Oppa pengantin baru itu masih malu – malu” lanjut yeoja itu dan namja yang disebelahnya tertawa berderai – derai.

“Yaak~ hentikan kalian. Jinki Sunbae~cepat pergi sana. Kalau kau datang terlambat Soo Man Ajusshi akan memecatmu” hardik Hyun Young mencoba mengalihkan perhatian.

“Ho ho ho ayahku tak mungkin memecatku. apalagi istriku tengah hamil. Bahkan dia akan memberikan seluruh hartanya padaku” celetuknya. Hyun Young hanya terkekeh mendengar pernyataan Sunbaenya barusan. Dan Jinhya hanya menggeleng – gelengkan kepala sambil mengelus perut gendutnya.

“Hey~ ingat kalian masih mempunyai Taemin. Harta Soman ajusshi tidak mungkin habis untuk kalian. Oya Sunbae~ kemarin Minho Oppa mendapat email dari Taemin. Katanya dia akan pulang dalam waktu dekat”

“Aiissshhh anak itu. yang jadi hyung nya itu kan aku kenapa memberi kabar pada Minho”

“Sudah ketahuan kalau Taemin lebih mencintai suamiku daripada kakak kandungnya sendiri” ledek Hyun Young

“Sudah satu tahun dia pergi. aku sangat merindukan anak itu. hah kenapa juga dia harus jauh – jauh ke London hanya untuk sekolah. Memangnya di Korea tidak ada sekolah yang bagus” gerutu Jinhya

“Tidak ada yang bisa menentang keinginan anak itu” sahut Jinki yang disertai anggukan dari Jinhya juga Hyun Young.

“Oya Sabtu malam kalian datang kerumahku ya. kita makan malam bersama” ucap Hyun Young kembali berkutat dengan laptopnya.

“Party???” tanya Jinki

“Anny~ hanya sebuah perayaan. Hari ini Minho Oppa pertama masuk kerja”

“Di Perusaah otomotif itu???” tanya Jinki lagi

Hyun Young mengangguk

“Tentu. kami akan datang” kini Jinhya yang menjawab.

“Baiklah aku pergi. aku tak ingin ayahku bertambah botak karena stress memikirkan anak sulungnya yang tak pernah serius bekerja. yoebo~ kau jangan terlalu lelah ya. kerjakan pekerjaan yang ringan – ringan saja” pinta Jinki mengelus puncak kepala istrinya.

“Ne Oppa. Arraso!!!”

“Yaak~ Hyun Youngssi jangan buat istriku terlalu lelah. Mengerti???” ucap Jinki memasang tampang galaknya.

“Ne~ arra” sahut Hyun Young terkekeh.

Jinki pergi setelah sebelumnya mencium istri dan juga calon anaknya. Setelah mengantarkan suaminya kedepan Jinhya kembali masuk dan langsung menghampiri pengunjung pertama di hari ini.

***

Sebuah mobil memasuki halaman rumah secara perlahan. Minho membantu istrinya membuka seat – belt dan keluar terlebih dahulu untuk membukakannya pintu. Di teras seseorang yang tengah duduk langsung bangkit ketika menyadari si tuan rumah telah tiba.

“Kim Jonghyun???” Hyun Young memegang tangan suaminya erat. Ketakutannya satu tahun terakhir itu kini muncul kembali. Laki – laki yang hampir membunuh Minho kini ada di hadapannya.

“Mau apa kau kemari???” Minho mengepalkan tangannya. Dia sudah bersiap jika saja Jonghyun tiba – tiba akan menyerangnya.

“Maaf aku datang secara tiba – tiba. Kalian pasti terkejut. Minho-ssi bisa kita bicara sebentar” ucap Jonhyun dengan suara bergetar.

Suasana hening. Minho mencoba menangkap sesuatu yang mencurigakan dari mata Jonghyun tapi ia tak menemukannya. ia hanya melihat ada kesedihan yang mendalam disana.

“Honey~ aku pergi dulu. Kau masuk lah” ucap Minho setengah berbisik.

“Andwae Oppa. Kau tidak boleh ikut dengannya.”

“Hanya sebentar. Aku yakin tidak akan terjadi apa – apa. Percayalah” ucap Minho yang mencoba meyakinkan istrinya.

Hyun Young mengangguk dengan ragu. “Telpon polisi jika dalam 1 jam aku tak kembali” ucap Minho mencium istrinya lembut dan mengikuti langkah kaki Jonghyun meninggalkan halaman rumah.

***

Kedua namja itu berjalan menuju taman. Jonghyun masih terdiam, kedua tangannya di masukkan kedalam saku celananya. Hanya sesekali keluar desahan napasnya yang terdengar sangat berat. Minho memandang laki – laki disampingnya itu. ia masih belum bisa menerka apa yang membuat Jonghyun tiba – tiba ingin berbicara dengannya, padahal satu tahun lalu laki – laki ini masih begitu semangat untuk mencelakainya dan juga Hyun Young.

Minho mengikuti Jonghyun yang duduk di bangku taman.

“Kau pasti terkejut kan??” tanya Jonghyun datar memandang ke langit.

Minho hanya tersenyum sambil ikut memandangi Langit. Entahlah meskipun malam ini tak ada bintang tapi langit terlihat sangat indah. Ada bulan sepasi disana.

Tiba – tiba Jonghyun menyerahkan secarik kertas yang kusut dengan warna yang sudah hampir pudar. Minho meraih kertas itu tanpa berkata – kata.

14 April 2010

Jonghyun…

Hari ini aku sudah memutuskan untuk mengakhiri hidupku. Tidak ada alasan lagi aku hidup di dunia ini. laki – laki yang kucintai pergi meninggalkanku untuk selamanya.

Siwon…

Meskipun kau menolakku tapi aku tahu kau mencintaiku. Kau hanya tak ingin aku menderita. Benar begitu kan???

Aku merasa tuhan tak adil. Kenapa dia selalu membawa orang – orang yang aku cintai??? Eomma dan sekarang kau. Bisakah aku tetap bertahan?? Tidak. Aku tidak sanggup.

Jonghyun…

Mianhe. Jeongmal Mianhe karena  aku sudah membuatmu kecewa. Aku selalu berjanji akan selalu ada disampingmu dan menjagamu. Tapi aku benar – benar tidak sanggup hidup lebih lama lagi. Aku lelah. Aku ingin bersama orang – orang yang aku cintai. Eomma juga Siwon.

Aku dan Eomma menunggumu…

Kakak sangat menyayangimu!!!!

Yoora_

“Benarkah ini tulisan Yoora???” tanya Minho sesaat setelah selesai membaca secarik kertas yang diberikan Jonghyun padanya.

Jonghyun mengangguk. Ada cairan yang luruh dari pelupuk matanya.  “Saat aku ke apartementnya. Aku menemukan surat itu dalam berangkas.” Jonghyun menarik napas dalam mencoba mengumpulkan seluruh kekuatannya. “ Satu bulan sebelum Yoora noona meninggal, aku mendengar dia sedang bicara di telpon, aku penasaran siapa yang Yoora noona telpon sampai – sampai dia menangis memohon agar jangan di tinggalkan. Aku menyangka itu kau karena yang kutahu kakakku sedang menjalin hubungan denganmu.” lanjutnya

“Aku dan Yoora tidak mempunyai perasaan yang mendalam. Kami berpisah sesuai dengan keinginan Yoora. Dan aku tahu saat itu Yoora lebih tertarik dengan orang lain. Dan disaat bersaman aku bertemu dengan gadis yang aku cintai. Wajar saja kalau kau menganggap demikian”

 “Siwon hyung… aku tidak menyangka Noona ku mencintai pria itu. saat kutahu Yoora noona meninggal aku tak berusaha mencari bukti apapun. Pikiranku langsung terpusat untuk membalas dendam padamu. Aku begitu marah saat mendengar gossip kau sudah berkencan dengan yeoja lain. aku begitu terkejut karena yeoja itu adalah adik kelasku saat SMU”

“Lantas dimana dia sekarang?? Apa Siwon tahu Yoora sudah meninggal???”

“Siwon hyung sudah meninggal seminggu sebelum Yoora Noona. Kanker stadium akhir”

“Benarkah???”

“Yaa mungkin itu alasannya kenapa Siwon hyung meninggalkan Yoora Noona”

“Jonghyun. Maaf aku tidak bermaksud untuk…” Minho tak melanjutkan kata – katanya. Ia hanya memegang bahu Jonghyun untuk sekedar memberi kekuatan.

“Anny~ aku yang harus meminta maaf padamu. Mianhe Minho-ssi aku sudah salah paham”

“Gwenchana. Mungkin akupun akan melakukan hal yang sama jika aku ada di posisimu.”

“Gomawo~. Maaf aku tidak datang kepesta pernikahan kalian. Butuh waktu lama mengumpulkan keberanianku untuk menemui kalian. Aku tidak tahu harus berkata apa jika aku bertemu denganmu. Aku takut kau akan membunuhku”

“Sudahlah. Semuanya sudah jelas sekarang.”

“……………”

“……………”

“Oya jika ada waktu aku ingin bermain basket denganmu. Aku masih penasaran. Dan aku yakin kali ini kau yang akan kalah” ucap Jonghyun menyikut bahu Minho

“Jinja?? Aku tidak mungkin kalah. kapan kita bertanding???” Minho membalas dengan meninju dada Jonghyun pelan.

“Hari minggu???”

“Baiklah kita lihat siapa laki – laki sejati disini”

“Tentu saja aku. Kita lihat kali ini kau pasti kalah”

“Anny~ kau akan tetap kalah Kim Jonghyun. dan aku yang menjadi nomor satu”

“Ne~ Ne~ kau memang yang terbaik tuan Choi”

“Ya Ya aku memang yang terbaik dan selalu menjadi yang terbaik”

Kemudian kedua namja itu tertawa bersama – sama. Melupakan dendam dimasa lalu dan memulai sebuah persahatan untuk masa depan yang jauh lebih indah.

Sementara diteras Hyun Young mondar – mandir menunggu kedatangan suaminya. Ia benar – benar khawatir sesuatu yang buruk akan terjadi. ia benar – benar takut Jonghyun akan mencelakai suaminya lagi. Hyun Young kembali melirik arlojinya. ini sudah hampir satu jam tapi suaminya belum kembali juga. ia sudah hendak meraih ponselnya untuk menelpon Jinhya. meminta pendapat untuk mengambil tindakan yang terbaik. Tiba – tiba dari jalan ia melihat suaminya berlari memasuki halaman rumah. Laki – laki itu tersenyum kearah yeoja yang tengah khawatir setengah mati menunggu kedatangannya.

Melihat suaminya datang dengan selamat Hyun Young langsung berlari dan memeluk suaminya erat. “Oppa~ syukurlah kau baik – baik saja” bisik Hyun Young terus memeluk suaminya.

Minho masih mengatur napasnya dan tersenyum mendengar pernyataan istrinya barusan. “Mianhe~ sudah membuatmu khawatir.” Ucapnya membelai rambut istrinya lembut dan mencium bahunya.

“Oppa~ Apa yang dikatakan Jonghyun??” Hyun Young memandang suaminya lekat – lekat menunggu jawaban.

“Dia datang untuk menantangku bermain basket.”

“Itu saja???”

“Ya hanya itu”

Hyun Young memandang suaminya dengan penuh selidik. Ada yang aneh. Tapi biarlah, suaminya sudah pulang dengan selamat itu lebih penting dari apapun juga. kemudian Minho mengangkat tubuh Hyun Young secara tiba – tiba dan membawanya masuk kedalam rumah.

“Yaak~ Oppa apa yang kau lakukan huh???” jerit Hyun Young melingkarkan tangannya di leher suaminya yang kekar itu.

Sedangkan Minho hanya tersenyum nakal sambil mengedipkan sebelah matanya. Ia menutup pintu dengan kakinya. Dan berjalan menuju kamar mereka. Dan selanjutnya biarlah bulan sepasi tersenyum di atas langit menemani mereka menjalin cinta kasih….

The End_________

 

Huaaaaaaaa sekarang benar – benar sudah berakhir….

Gimana??? Suka gak??? Maaf ya kalau penyelesaian soal kematian Yoora gak nyambung or etc soalnya ide saya bener-bener mampet.

Untuk para Readers yang saya cintai silahkan tinggalakan komentar. Saya akan mengucapkan banyak terima kasih kepada para readers yang menyelipkan sedikit support di dalam tulisannya. Khamsahamnida… (Author satu ini banyak banget maunya. *PLAK)

24 thoughts on “[FREELANCE] Still (After Story)

  1. yahh.. sdiih jga STILLx dah tamat..😦

    tp aq suka endingx bgus smwx bahagia..
    minho – hyun young
    onew – jinhya
    key – yoori

    jjong – taemin ma aku aj deh.. *haha poliandri dong.🙂

    daebak, dtnggu karya2 yg lainx saeng.. d(^_^)b

  2. eonni, igeo mwoyaaaa???? Hahahahahahaha… kenapa jadi cerita marriage gini? Huahahahaha si jinhya hamil kapan nikah nye? Wkwkwk
    chukkae~ happy ending buat ff still!
    Ternyata kematian yura bukan karena minho, dan jonghyun jadi protagonis sekarang haha~
    wkwk.. itu curhatan bikin bisnis olshop masuk juga ke ff ini, kekeke~
    nice ff eon!

  3. Huaaahh daebakk author..
    Ini ff keren bgt.aku suka..
    ƗƗɑƗƗɑƗƗɑƗƗɑ”̮ sbnernya ga mau still end.tpi ysudhlah..
    Di tunggu ff keren lainya.. Hehe😀
    klo bisa key yg jadi main cast’y hehe🙂

  4. si Jjong udah bales dendam dan jadi jahat sejahat-jahatnya ternyata salah sasaran -___-
    sini Oppa sama aku aja yuk, kacian #plak
    Minho gampang bener maafinnya, emang berhati mulia kali ya kekeke~

    • 0k aku usaha’n.
      Q mau semedi 7 hari 7 malem bwt nyari inspirasi’y *HalahGUBRAKS!!!*
      Gomawoyo chingu *bungkukbungkuk

  5. Ending yang baguuuss… Semua bahagia dan gak ada lagi yang dendam… Ff still emang daebak banget. Gak bosen meskipun dibaca berkali-kali.. Hehehe🙂
    ditunggu karyanya yang lain…

  6. waaaa keren thor. saya suka sama ceritanya. endingnya mereka hidup bahagia. gak kebayang mereka akan kea gitu, karena mengigat mereka pernh berantem kea di part 2 ato 3 ato 4 *lupa.

    chukkae thor udah nyelesein ff nya ^^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s