Remember [PART 2 -END]

Author : Kim Yuraa

Cast : Choi Yeejin, Onew, Key

Support Cast : Minho, Jonghyun, Taemin

Length : Twoshoot

Genre : Romantic

 

Yeejin POV

Hampir setengah jam aku berlari menyusuri jalan ini malam-malam. Onew oppa berlari mendahuluiku sambil menggendong Key yang terkulai lemah dipunggungnya. Deru nafas onew oppa terdengar bersama dengan tangisnya. Air mataku juga tak bisa berhenti mengalir sejak melihat tubuh Key yang tergelatak tak berdaya di jalan.

Flashback

“lama sekali… Key kemana sih?” ucapku kesal sambil mengaduk-aduk pasta.

“sebentar, biar aku yang mencari Key, kau lanjutkan saja memasaknya” ucap Onew sambil tersenyum kepadaku. beberapa saat setelah onew oppa keluar dari rumah entah mengapa aku menjadi gelisah. Perasaanku tiba-tiba tidak enak. Kuputuskan saja mengikuti onew oppa. dan benar saja, saat aku baru keluar dari rumah susun ini. aku melihat onew oppa sedang memeluk key yang tergeletak dijalan.

Aku berlari mendekati mereka. mataku terbelalak saat melihat darah segar menggenang di aspal jalan. Wajah Key sudah penuh dengan lebam, sedangkan kepalanya tak henti-hentinya mengeluarkan darah. Kubekap mulutku kuat-kuat, pandanganku buram tertutup air mata yang hendak tumpah.

“hhh…. Ke… KEY!!!” tubuhku terduduk lemas di jalan. Kuguncang-guncangkan bahu onew oppa yang sedang memeluk Key dengan erat. bahkan onew oppa menangis lebih parah dariku

“Oppa… katakan oppa, apa yang terjadi dengan Key? kenapa Key bisa seperti ini oppa? katakan padaku… huuuhuhu” tanyaku sambil menggenggam erat tangan Key yang sudah dingin membuat hatiku semakin pilu.

“cepat bawa Key kerumah sakit oppa! PALLI!!!” kusadarkan onew oppa yang masih terlarut dalam kesedihannya itu. seperti tersentak, onew oppa bergegas menggendong Key keatas punggungnya dan berlari sekuat tenaga. sebelum aku ikut menyusulnya, mataku menangkap sebuah lampu kecil yang berkedip-kedip di sebelah tong sampah.

Ya Tuhan, handycam milik Key! batinku dan mengambilnya. Dengan segera kumasukkan handycam itu kedalam tas dan berlari menyusul onew oppa

Flashback end

Onew oppa berlari semakin kencang saat melihat rumah sakit sudah tidak jauh darinya. Kupaksakan kakiku yang sudah terasa sakit memasuki rumah sakit itu.

“tolong selamatkan adik saya dokter! Kumohon…” tangis onew pecah lagi saat ruang UGD sudah tertutup. Aku melangkah gontai mendekatinya. Onew oppa benar-benar kacau. Raut mukanya penuh dengan kecemasan, pelipisnya penuh dengan keringat, tangan dan bajunya juga terlihat merah terkena darah Key.

aku duduk disebelah onew oppa yang sedang menangis histeris. Kedua tangannya menutupi wajahnya mencoba menyembunyikan tangisnya. Bahunya berguncang, isaknya membahana di koridor rumah sakit ini.

air mataku keluar semakin deras melihat semua ini. tidak pernah sekalipun aku melihat onew oppa sesedih ini sebelumnya. Jujur saja aku terenyuh melihatnya. bila aku diposisinyapun aku tak tahu apa lagi yang aku lakukan selain menangis dan berdoa.

tanganku bergetar membelai rambut onew oppa dengan lembut.

“tenanglah oppa… tenang…” bisikku tepat di telinganya. Hanya ini yang bisa kulakukan, mencoba menangkan pikirannya yang sedang cemas memikirkan Key. kutarik tubuhnya kedalam dekapanku. Dan benar saja, Onew oppa semakin menangis kencang sambil menggenggam tanganku erat.

“jangan menangis oppa… uljima…” bisikku menghiburnya, tapi aku bahkan tidak bisa menyembunyikan isak tangisku sendiri

“semua akan baik-baik saja… percayalah… key akan baik-baik saja”

***

Onew POV

“bagaimana keadaan adik saya dokter?” tanyaku terburu-buru saat melihat seorang dokter keluar dari ruang UGD

“kami sudah mengobati luka luarnya saja. belum pasti keadaan adik anda bagaimana, luka di kepalanya sangat parah. Lebih baik kita menunggu hasil rongennya saja dulu. Bersabarlah…” jelas dokter itu sambil memegang bahuku pelan

“ne dokter, gamsahamnida…” ucapku lemah. Yeejin menyandarkan kepalanya dibahuku. Aku mengehembuskan nafas berat, mencoba menghilangkan rasa sesak dihati. Tapi tetap saja ini seperti bom besar di batinku. Dan siap meledak kapan saja bila aku mendengar sesuatu yang buruk menimpa Key. menahannya saja membuatku sesak seperti ini.

“jagiya… lebih baik kau pulang saja” ucapku lembut sambil melirik yeoja disampingku ini. sayangnya dia malah memeluk lenganku semakin erat. jujur saja, aku sangat membutuhkannya sekarang. Hanya dia kekuatanku sekarang. Tapi aku tidak ingin dia dimarahi appanya hanya karna menemaniku disini seharian.

“shirro… aku ingin menemanimu oppa. aku sangat khawatir pada Key” ucapnya dengan suara bergetar, diusapnya dengan kasar air mata yang kembali keluar dari matanya itu.

“ini sudah malam, aku tidak ingin kau dimarahi appamu. Lagian besok kau bisa kesini lagi kan… huum? Jebal…” ku genggam tangannya kuat-kuat mencoba memberikan kekuatan padanya

“hhh… baiklah aku akan pulang. Tapi janji bila ada apa-apa dengan Key segera hubungi aku” Yeejin menatapku sayu, terlihat sekali dia sangat menghawatirkan Key.

“pasti” kebelai rambut Yeejin dengan sayang dia memeluk tubuhku sebentar, mati-matian kutahan agar air mataku tak keluar. aku tak ingin terlihat lemah dihadapannya!

“uhmmm… apa kita tidak melaporkannya kepada polisi saja oppa?” mendengar pertanyaannya membuat tubuhku tegang seketika. Kualihkan pandangaku darinya, aku tak tahan menatap matanya.

“tidak perlu” jawabku singkat. Kukepalkan tanganku kuat-kuat menyembunyikan suara parauku.

“aku benar-benar tidak akan memaafkan orang yang membuat Key seperti ini!” ucapnya penuh amarah. Hatiku miris melihatnya

“sudahlah, cepatlah pulang jagiya. Maaf aku tidak bisa mengantarmu”

“gwenchana oppa. aku pulang, anyeong…” kupaksakan bibirku ini menyunggingkan senyum. Mataku mengabur saat melihat punggungnya yang semakin menjuhiku. Saat dia berbelok dari koridor kubiarkan tangisku pecah untuk kesekian kalinya.

Bagaimana kalau sampai Yeejin tau kalau semua ini perbuatan appanya? Dia pasti tidak akan memaafkan dirinya sendiri. batinku sambil menelungkupkan tangan meredam suara tangisku.

Tidak ada yang dendam pada kami selain Choi Minho. Pasti dia sudah mengetahui bahwa Yeejin menjadi kekasihku, dan dia berniat untuk menghabisiku! Tapi kenapa malah key yang jadi korbannya… batinku penuh penyesalan.

Kenapa jadi seperti ini? seharusnya aku yang dihajar habis-habisan oleh mafia berengsek itu! bukan Key… dia tidak salah apa-apa. Ya Tuhan, bagaimana kalau terjadi hal buruk yang terjadi pada Key. hanya dia yang kumiliki di dunia ini. air mataku semakin deras keluar saat membayangkan Key.

Key, maafkan hyungmu ini yang tidak bisa melindungimu. Aku tau, bukan kau yang diincarnya. Maafkan hyungmu yang membuat situasi menjadi lebih rumit lagi. Dari awal, tidak seharusnya aku bersam Yeejin. Tidak seharusnya aku membiarkan hatiku ini jatuh pada Yeejin lebih dalam. Mianhae Key, jeongmal mianhae….

“umma… appa… othoke? Othoke?” gumamku putus asa

***

Author POV

“nona, anda dipanggil tuan di ruangannya” ucap seorang pelayan dengan sopan kepada Yeejin yang sedang menyisir rambut dikamar.

Yeejin terdiam di meja rias beberapa saat dan tidak menghiraukan pelayannya yang keluar dari kamarnya itu. walaupun diam tapi gadis itu terlihat heran mendengar ucapan pelayannya barusan. Mencariku? Untuk apa? Tidak biasanya appa seperti ini? batin Yeejin dalam hati. Walaupun begitu Yeejin tetap pergi menemui appanya.

Langkahnya berhenti sesaat di depan pintu ruangan yang megah. Dia sedikit menelan ludah saat tangan mungilnya memegang gagang pintu. jujur saja, dia tidak pernah masuk sini! Tidak akan pernah! Karena dia tahu ditempat itu appanya selalu merencanakan niat buruk untuk mencelakai orang-orang yang berhutang padanya.

“appa…” ucap Yeejin acuh sambil memalingkan wajah dari Choi Minho, appa Yeejin.

“duduklah” jawab Minho dingin sambil menyuruh Yeejin duduk dihadapannya. Dengan santai Minho menaruh Koran yang tadi dibacanya ke meja, kemudian menatap Yeejin dengan dingin. Membuat gadis cantik itu tak berani menatap appanya sendiri.

“ada apa memanggilku appa?”

“apa yang kau lakukan akhir-akhir ini? kenapa selalu pulang larut malam?” tanya Minho sambil melipat tangannya.

“a… aku, hanya bermain-main keliling kota” jawab Yeejin gugup, tanpa Minho sadari keringan dingin mulai muncul di dahi Yeejin.

“oh ya? haha… jangan berbohong Yeejin, appa sudah tau semuanya” Yeejin tersentak kaget, firasat buruknya terjawab sudah. Minho menatap anak semata wayangnya itu dengan sorot mata tajam membuat lidah Yeejin kelu untuk berkata.

“apa hubunganmu dengan Onew?” Yeejin masih tak sanggup untuk menjawabnya. Ini masalah besar, appa tidak akan main-main bila menyangkut dengan kehidupanku! Batin Yeejin was-was.

“JAWAB YEEJIN!!!” bentak Minho melihat Yeejin yang tak kunjung menjawab pertanyaannya. Tubuh Yeejin menegang seketika. Dia terlalu takut mengatakan yang sebenarnya, dia takut terjadi hal buruk pada Onew.

“baiklah, appa akan memaksamu untuk menjawab pertanyaan appa! Taemin, bawa dia masuk!” ucap Minho menggelegar di ruangan ini, dia terlihat tidak main-main sekarang.

Taemin dan Jonghyun, anak buah Minho sedang menyeret Onew dengan kasar masuk kedalam ruangan. Onew mencoba berontak, tapi nihil. Usahanya tak sebanding dengan dua orang disebelahnya itu! Minho tersenyum puas saat melihat Onew datang. Mata Yeejin sontak membesar saat melihat kekasihnya diperlakukan seperti itu.

“Onew oppa! ba… bagaimana bisa…” gumam Yeejin tak percaya

“aku bisa menemukan orang ini dengan mudah nona” ucap Taemin kemudian disusul seringai licik dari Jonghyun. Membuat Yeejin geram melihatnya! dia hendak berjalan mendekati Onew tapi langsung ditahan oleh Minho.

“apa hubunganmu dengan bocah ini?” tanya Minho sekali lagi sambil mencekal tangan Yeejin kuat.

“appa, lepaskan dia!” bentak Yeejin, matanya tak bisa lepas menatap Onew yang sedang kesakitan karena cengkraman tangan Taemin dan Jonghyun.

“tidak akan, sebelum kau mengakuinya” ucap Minho enteng sambil mengusap dagunya pelan.

“dia… dia kekasihku” jawab Yeejin dengan suara bergetar, air matanya mulai jatuh perlahan di pipinya yang putih. Dia tak habis pikir ternyata appanya benar-benar tega kepadanya!

“ternyata anak appa sudah mengenal cinta rupanya… tapi sayangnya kau masuk dalam kisah cinta yang rumit Yeejin” ucap Minho tepat di telinga Yeejin, membuat gadis itu menatap appanya dengan heran.

“kau tau, bocah itu termasuk dalam daftar orang yang berhutang kepada appa. Dulu hidupnya memang kaya tapi tidak setelah kematian appanya. perusahaan appanya bangkrut dan ibunya meninggal setelah itu. sekarang dia hanya tinggal dengan adiknya. kau pasti mengenalnya kan Yeejin” wajah Yeejin berubah pucat pasi, pandangan matanya kosong.

“Kau yang merampas perusahaan appaku, kau yang mengambil semua saham dengan paksa, semua itu tak sebanding dengan hutang appaku kepadamu! Kau menghancurkan kehidupanku! GARA-GARA KAU UMMAKU MENINGGAL!!!!” ucap Onew dengan berang membuat Taemin dan Jonghyun semakin mengeratkan cengkraman tangannya di lengan Onew.

“Aku tidak peduli dengan hal itu, yang pasti kau hanya memanfaatkan Yeejin kan atas kematian Ummamu?” tanya Minho sambil mendekati Onew, sedangkan Yeejin sedang bersandar pada kursi, menopang tubuhnya yang lemas. dia hanya diam saja, tak peduli dengan dua orang yang sedang bersi tegang disebelahnya.

“TIDAK! aku tidak pernah berniat menyakiti Yeejin sedikitpun!” bentak Onew menggelegar

“Kau harus percaya padaku Yeejin-ah…” ucap Onew lemah membuat Yeejin tersadar dari lamunannya dan hendak mendekati Onew, tapi Minho lagi-lagi menahannya.

“kau tau kan apa kesalahanmu? Lebih baik kau pergi dari kehidupan Yeejin sebelum kau kuhabisi seperti adikmu yang polos itu” Yeejin kembali tersentak kaget dengan ucapan appanya sendiri. Rasa bersalah langsung menyelimuti batinnya. Dia sama sekali tak menyangka bila APPAnya sendiri yang menyelakai Key!

“MWO??? Jadi appa yang melukai Key?!?” tanya Yeejin disela-sela tangisnya yang kembali pecah. Minho hanya diam saja tanpa menjawab pertanyaan dari Yeejin. Tapi semakin appanya itu diam, Yeejin semakin yakin bahwa itu semua, BENAR!

Yeejin semakin tertunduk lemas sambil memegang dadanya yang begitu sesak. “kau pasti sudah mengetahuinya kan?” tanya Minho sambil menatap Onew tajam. Onew hanya diam saja. bukan karena dia tidak marah kepada Minho yang sudah mengahajar Key tapi Onew lebih khawatir kepada Yeejin yang terlihat sangat terpuruk sekarang.

“jahat… appa benar-benar JAHAT!!!” racau Yeejin seperti orang kesetanan sambil memukul-mukul tubuh appanya.

Ingin sekali Onew menghajar orang dihadapannya ini habis-habisan. Melampiaskan amarahnya yang selama ini dia pendam. Tapi tidak bisa, bagaimanapun juga itu adalah appa Yeejin. Di tahannya rasa itu mati-matian.

“bagaimana? Kalau kau mau melepaskan Yeejin aku akan membiarkanmu pergi dan tidak akan mengejar-ngejarmu lagi” ujar Minho bernegosiasi, tapi Onew tak mempedulikannya. Matanya tak bisa lepas menatap Yeejin yang sedang terduduk dilantai sambil menangis hebat. walaupun begitu Minho tak tergugah sama sekali hatinya melihat anaknya menangis. Appa macam apa dia? Batin Onew miris.

“bagaimana hmm?” tanya minho sekali lagi, Onew hanya menatap Minho dengan tajam tanpa menjawab satu katapun!

“kau memang keparat bocah! Kau bosan hidup ya? kau sudah menyia-nyiakan kesempatanmu! Habisi saja dia!” seperti dikomando Taemin dan Jonghyun langsung menhajar Onew.

“sudah appa!!! Lepaskan Onew oppa jebal!!!” pinta Yeejin sambil memeluk lutut appanya. Minho hanya diam dan tetap menatap pertunjukan hebat dihadapannya. Matanya seperti menyunggingkan senyum kemenangan melihat Onew berteriak kesakitan.

“appa… jangan sakiti Onew oppa kumohon! Jangan appa! Jebal…” mohon Yeejin sambil menunduk, tak tahan melihat Onew dihajar dihadapannya sendiri. sedangkan dia tak bisa berbuat apa-apa untuk kekasihnya itu.

“lihat Yeejin, lihat lah dia yang sedang kesakitan!” Minho memaksa Yeejin menatap Taemin dan Jonghyun yang sedang menghajar Onew dengan kasar. Hati Yeejin sakit! Sangat sakit! Yeejin semakin menangis kencang, suara isakannya menjadi satu dengan teriakan kesakitan Onew.

“sudah appa… aku akan melupakannya, tolong jangan sakiti Onew oppa lagi” bisik Yeejin dengan sisa-sisa tenaganya. Suaranya sudah habis untuk menangis dari tadi. Minho kembali tersenyum mendengar keputusan anaknya.

“stop! Biarkan dia pergi!” ucap Minho tegas sambil menggendong Yeejin yang pingsan kemudian keluar dari ruangan.

***

Onew POV

Aku berjalan gontai memasuki ruangan ICU. Tubuhku penuh dengan plester dan perban yang tadi sempat di obati oleh suster di rumah sakit ini. kubuka pintu khusus ruangan penderita penyakit berat dengan nelangsa.

Mataku terpaku pada sosok lelaki yang sedang terbaring tak berdaya dengan selang dimana-mana. Rambut tebalnya kini sudah tak terlihat lagi digantikan dengan perban yang menutupi luka bekas jahitan. Senyum hangat tak lagi muncul diwajah tampannya. Ya Tuhan, dia adikku…

Kuseret kakiku mendekatinya, walaupun tubuhku kini terasa remuk gara-gara dihajar habis-habisan oleh mafia brengsek tadi!

“hei bodoh… kenapa kau suka tidur akhir-akhir ini huh? Kau tidak mau menemaniku berkerja di supermarket lagi?” ucapku sambil menatapnya penuh sayang

“lihatlah, tubuhku penuh dengan luka, bukankah kau selalu mengobatiku saat aku sedang kesakitan seperti ini?” kuhirup nafas dalam-dalam menyadari tak ada satupun jawaban yang keluar dari bibir mungilnya.

Yah aku tau semua itu tak akan terjadi mengingat fonis dokter mengatakan dia sedang koma sekarang. Pukulan di kepala Key membuat beberapa syaraf yang terhubung dengan sum-sum tulang belakangnya terputus, membuat keadaan Key semakin buruk. Hanya keajaiban yang membuatnya sadar. Bahkan kalaupun dia sadar mungkin keadaan Key akan lumpuh total bahkan terkena amnesia!

Hancur sudah! Katakan saja aku seperti mayat hidup sekarang. Tak ada lagi jiwa di dalam ragaku ini. semua sudah lebur menjadi serpihan tak berarti menyadari aku tak bisa berbuat apa-apa untuk adikku sendiri.

“kau tahu…” ucapku sedikit terisak

“aku benci harus makan ramyun sendirian dirumah! Aku benci harus bekerja sendirian di supermarket! Aku benci tidak bisa mendengar omelanmu lagi! Aku benci harus menonton bola sendirian di sofa! Bahkan aku benci tidak mendengar suara dengkuranmu saat tidur! AKU BENCI SEMUANYA! AKU BENCI!!!” bentakku pada adikku satu-satunya ini. satu persatu air mataku mulai tumpah ruah, membasahi tangan Key yang sedang kupeluk erat kedalam dadaku. Berharap dia mengetahui isi hatiku yang sebenarnya.

“bangun bodoh!!! jangan biarkan aku melakukan semua itu sendirian… jangan tinggalkan aku Key, kumohon… aku takut… aku takut kehilanganmu Key… bangunlah… jebal…” kubenamkan mukaku di ranjang tempat tidur Key, mencoba meredam suara isak tangisku sendiri. tak bisa lagi kutahan rasa sesak di hatiku ini.

Semuanya terjadi begitu saja, seperti mimpi buruk bagiku. aku takut tak bisa melihat orang-orang yang kusayangi lagi. Aku takut tak bisa melihat Key, aku takut tak bisa melihat Yeejin lagi. Hanya mereka yang selalu mengisi hari-hariku selama ini. Tolong Tuhan, buat mereka kembali padaku, tak ada artinya aku ada di dunia ini tanpa kehadiran mereka.

Kumohon Tuhan, aku tak bisa hidup sendiri di sini… kumohon…

***

Author POV

Sudah satu jam yang lalu gadis cantik itu diam melihat kearah luar jendela. Rambut panjangnya yang dulu selalu tergerai indah kini dibiarkan kusut. Mata lentiknya tak seindah dulu yang selalu memancarkan kehangatan, sekarang yang dia lakukan hanya menangis, menangis dan menangis. tatapan matanya kosong seperti memiliki dunia sendiri yang orang lainpun tak bisa menjangkaunya.

“ini sarapan untuk nona, tolong makanlah. Dari kemarin nona belum makan sama sekali” ucap pelayan wanita sambil menaruh nampan berisi sandwich di atas meja kamar Yeejin.

“keluar” pelayan itu tetap diam tak menggubris perintah majikannya

“KELUAR!!!” bentak Yeejin garang membuat pelayan itu dengan berat hati keluar dari kamar Yeejin dan mengunci kembali pintu kamar Yeejin.

Gadis itu kembali menangis mendengar suara pintu terkunci dari luar. Dari kemarin dia sudah dikurung disini. Berkali-kali dia mencoba mendobrak pintu tak tak berhasil juga. bahkan Yeejin nekat mengikat pelayan yang sedang mengirimkan makan malam di kamar Yeejin tapi naas, di luar kamar Yeejin juga terdapat beberapa bodyguard yang sedang berjaga. Semua itu membuat Yeejin semakin frustasi.

Tiba-tiba Yeejin beranjak dari ranjangnya dan berhenti tepat di pintu kamarnya. Nafasnya menderu, matanya memandang sengit pintu kamar yang selalu terkunci dari kemarin.

“BUKA PINTUNYAAAAA!!!!” teriak Yeejin keras sekali

BRAK

Tendangan kaki Yeejin pada pintu itu menimbulkan suara yang sangat keras. dia mencoba memutar kenop pintu berkali-kali tapi tetap pintu itu tetap tertutup rapat.

“AKU TAU KALIAN BISA MENDENGARKU! APA KALIAN TULI HUH? KUBILANG BUKA PINTUNYA!!!” bentak Yeejin geram

“maaf nona ini perintah Tuan Minho” Yeejin mendengar dengan jelas sekali jawaban bodyguard dari luar pintu.

Yeejin terdiam beberapa saat, tangannya mengepal menahan amarah, air matanya mulai jatuh perlahan membasahi pipinya. Ditendangnya pintu kamar dengan kalap berkali-kali, mengeluarkan emosinya yang sedari tadi terpendam.

“kenapa appa melakukan ini semua kepadaku? wae? WAE?!?” ucap Yeejin. kakinya tak berhenti menendangi pintu kamarnya sendiri. Walaupun kakinya terasa panas dan sangat sakit tapi dia tak peduli.

“Appaaa…” Yeejin terduduk lemah sambil menyandarkan dirinya dipintu. dipeluknya lututnya sendiri dan menunduk dalam-dalam.

“kenapa appa jahat sekali padaku…” gumam Yeejin dengan suara parau, bahunya kembali berguncang menangisi hidupnya yang terkekang ini.

“kenapa appa selalu melukai teman-temanku, selalu melukai orang yang kusayangi?” Yeejin memukul dadanya sendiri yang terasa sangat sesak.

Tangisnya semakin kencang bila teringat pada Key dan Onew oppa. Yeejin ingat bagaimana kondisi Key yang penuh luka dan tergeletak tak berdaya di jalan, Yeejin ingat erangan kesakitan Onew oppa saat dihajar habis-habisan oleh anak buah appanya. Hati Yeejin sakit melihat orang-orang yag disayanginya menderita karenanya.

“aku membencimu appa! Aku sangat membencimu!” desis Yeejin penuh amarah, tiba-tiba matanya menatap nampan yang ada di atas meja. Bukannya tergugah dengan sandwichnya tapi mata Yeejin tertuju pada pisau makan yang ada di atas nampan itu juga.

Dengan langkah pasti Yeejin mengambil pisau itu. tangannya sedikit gemetar saat mengambilnya.

“aakkkh…” erang Yeejin saat pisau itu menyayat pergelangan Yeejin. Darah segar mengucur deras membasahi karpet bulu yang berwarna putih di kamar Yeejin. Semkain lama wajahnya menjadi pucat bahkan bibirnya yang merah menjadi biru keunguan. Matanya mulai berat, dan kemudian… putih

***

Yeejin POV

Yeejin-ah…

Yeejin-ah…

“HAAAAAHHHH!!!!” teriakku sambil membelalakkan mata seketika. Jantungku berdetak kencang, deru nafasku tak beraturan, tubuhku basah penuh dengan keringat. Ya Tuhan, mimpi apa tadi? Batinku sambil menghirup nafas dalam-dalam. Tiba-tiba aku merasa tangan kiriku yang dibungkus perban terasa ngilu sekali.

Aku teringat tindakanku kemarin. Kenapa aku masih belum mati juga? Tuhan, kenapa kau tak kunjung mencabut nyawaku? Aku sudah lelah… batinku sedih

Kukerjapkan mataku beberapa saat.  semakin mengingat semua kejadian buruk yang terjadi membuat kepalaku semakin terasa sakit.

Pusing….

“aaakkkh” erangku kesakitan sambil memegang kepalaku.

“Yeejin kau sudah sadar?” ucap seseorang dengan suara berat. nafasku semakin sesak saat mendapati appa ada disebelah ranjang kamarku. Sontak kupalingkan wajahku kearah lain, sungguh aku tak ingin melihat wajahnya.

“Yeejin-ah…” panggil appa saat melihat reaksiku. Appa mencoba menggenggam tangan kananku dengan perlahan tapi langsung ku hentakkan.

“aku tidak ingin melihatmu” ucapku menahan tangis

“Yeejin, aku ini appamu. Kenapa kau berkata seperti itu?” tanya appa dengan nada kecewa. Aku hanya mendengus kesal saat mendengarnya.

“kau bukan appaku lagi” jawabku acuh dan memunggunginya. Demi Tuhan, sakit sekali mengatakan hal itu! walaupun juga dia appaku. Tapi aku tak bisa memungkiri betapa sakitnya hatiku saat ini karena perbuatan appa!

“apa yang kau ucapkan Yeejin-ah!?” kepejamkan mataku saat mendengar appa membentakku.

“Aku yakin kau bahkan tak tahu kapan tanggal lahirku. iya kan?” ucapku parau, aku tak dapat menahan air mataku lagi. Hatiku sakit sekali, tenggorokanku tercekat bila menahan amarahku yang semakin membuncah.

“kau tidak tahu sejak TK aku selalu diolok teman-temanku karena tidak punya ibu, kau tidak tahu bagaimana perasaanku saat melihat teman-temanku diantar sekolah oleh orang tuanya, kau tidak tahu apa makanan kesukaanku, kau tidak tahu kalau aku benci dengan serangga, kau tidak tahu aku tidak bisa tidur kalau mendengar suara petir, kau tidak tahu kalau tiap malam… aku selalu menangis saat melihat foto umma. kau tidak tahu apa-apa tentangku. Kau bukan appaku… huhuhuhuuuu… kau bukan appaku”racauku sambil menangis kencang.

“apakah yang kau lakukan selama ini pantas disebut appa?”

“kenapa appa tidak membunuhku saja kalau setiap saat appa selalu membuatku tersiksa? Membuatku sakit hati? Membuatku menderita? BIARKAN AKU MATI SAJA!!!” teriakku histeris sambil menjambak rambutku sendiri. tiba-tiba appa menarikku kedalam pelukannya. Dia memelukku sangat erat, sampai-sampai aku tak bisa bergerak sedikitpun.

“jangan Yeejin, jangan tinggalkan appa sendiri…” Yeejin terdiam saat merasakan punggungnya basah.

“tentu saja appa ingat kapan tanggal lahirmu Yeejin-ah, bagaimana bisa appa melupakan tanggal kematian ummamu juga hummm?” ucapan appaku terdengar bisikan tertekan. Tubuhnya sedikit bergetar mengatakan hal itu.

“appa sudah trauma dengan kematian ummamu. Jangan berniat meninggalkan appa Yeejin-ah… kumohon” ucap appa terisak sambil membelai rambutku perlahan.

“dari awal appa yang salah, appa terlalu sedih dengan kematian ummamu. bahkan appa rela bekerja sepanjang waktu agar tidak teringat dengan ummamu! appa juga sadar kalau pekerjaan appa benar-benar keji, tapi hanya itu yang bisa appa lakukan. selama ini appa selalu terbawa emosi. appa melakukan itu semua hanya untuk melampiaskan penyesalan appa atas kematian ummamu Yeejin-a! Jangan pernah berniat untuk meninggalkan appa, jangan pernah! Appa menyesal, maafkan appa Yeejin-ah… maafkan appa…” hatiku terenyuh mendengar semua penjelasannya. Aku bahkan tak pernah memikirkan hal ini sebelumnya. Tak terfikir olehku sedikitpun bahwa appa terpuruk karena kematian umma!

perlahan kubalas pelukan appa, kubelai punggungnya yang masih terisak. “appaaa…” ucapku dengan suara bergetar, aku ikut menangis bersamanya. Ini yang kuinginkan dari dulu, dipeluk oleh seorang appa.

aku bisa merasakan tubuh bidangnya yang bisa melindungiku setiap saat, aku bisa merasakan aroma parfumnya yang bisa membuatku merindukannya setiap saat, aku bisa merasakan hangat peluknya yang bisa menenangkan hatiku kapanpun aku sedih. Aku rindu appaku…

“maafkan appa Yeejin-ah…” aku mengangguk pelan saat mendengar bisikan appa

“maafkan Yeejin juga, selama ini Yeejin selalu berfikiran buruk tentang appa…” kulepas pelukan appa dan menghapus air mata yang menggenang di pelupuk matanya. Hatiku terasa hangat saat sorot mata appa tak lagi setajam dulu, kini appa menatapku dengan lembut membuatku merasa nyaman.

“mulai saat ini, jangan pendam peraaan appa sendirian. Ingat, appa punya Yeejin di sini. Dan lagi, jangan pernah merasa bersalah kepada umma. semua ini sudah takdir Tuhan, Yeejin yakin umma pasti sudah bahagia di surga sana” appa kembali meneteskan air mata saat aku tersenyum padanya.

“gomawo Yeejin-ah… appa berjanji akan membuatmu bahagia nak” kupeluk tubuh appa lagi dengan perasaan bahagia.

“hhh, sangat melegakan. Aku menyayangimu Yeejin kecil…” ucap appa sambil tersenyum manis. Aku ingin menangis lagi rasanya mendengar ucapan lembut appa.

“aku juga sangat menyayangimu appa” senyum appa semakin merekah lebar mendengar balasanku

“baiklah, kau istirahat saja dulu. Tubuhmu masih sangat lemah” dikecupnya keningku sebelum appa meninggalkan kamarku. kuhembuskan nafas lega, sambil sesekali tersenyum. Kucubit pipiku pelan, yaaah… ini bukan mimpi! Semua ini kenyataan, umma… kau bisa lihat kan? Appa sudah kembali seperti dulu lagi. Batinku sambil menatap foto umma.

Tiba-tiba pandanganku jatuh pada tas silver yang berada di meja belajar.

Ada yang mengganjal dihatiku!

Ya Tuhan handycam milik Key!

Dengan cepat kuraih tas itu dan membukanya dengan kasar. handycam miliki key terjatuh di atas selimutku, dengan tergesa-gesa kunyalakan handycam itu. kubuka galerinya dan kumainkan rekaman video yang terbaru. Tentu saja itu saat Key dihajar oleh anak buah appaku.

Tubuhku menegang melihatnya, kulihat Key sedang meringkuk kesakitan saat Taemin menginjak-injak tubuhnya dengan kasar.

“hhhaaah!!!” Kubekap mulutku kuat-kuat saat melihat Taemin memukul kepala Key dengan balok kayu. Darah mengucur deras dari kepala Key, bahkan mulutnya juga menyemburkan darah.

“Keeey…” ucapku lirih sambil mengelus layar datar handycam itu. kulihat dia tetap menatap handycam sambil menangis. “hyung… biyane” ucap Key terbata-bata membuat tangisku pecah seketika. Aku tetap melihatnya sampai dia menutup matanya perlahan. Kupeluk handycam itu sambil menangis sesenggukan.

Hatiku sakit sekali membayangkan kejadian yang menimpa Key!

Tanganku sedikit bergetar saat membuka galerinya lagi. Kulihat banyak sekali rekamanku dulu bersama Onew oppa. tiba tiba aku menemukan beberapa rekaman lainnya, rekaman milik Key!

***

Author POV

Tangan mungil Yeejin kembali menekan tombol yang ada di handycam milik Key. beberapa file rekaman tersimpan banyak di dalamnya. dahi Yeejin mengernyit heran saat menemukan beberapa rekaman yang bukan miliknya. Saat menekan tombol Play, Yeejin sadar itu rekaman milik Key!

#scane1

PIP

“ini bagaimana? Oh sudah nyala!” seru Key girang di depan handycamnya sendiri.

“aku harus bicara apa ya?” gumamnya menunduk malu sambil menggaruk kepalanya.

“okeee… namaku Key, uhm… aku masih 17 tahun, aku tinggal di rumah ini (Key mengarahkan kameranya pada sudut-sudut rumahnya) bersama hyungku! Tapi dia sedang bekerja sekarang” ucap Key sambil tertawa renyah

“dan yah, yang terpenting akhirnya aku bisa mendapat handycam ini setelah sekian lama aku mengidamkannya! Aku rela bekerja dua bulan penuh demi medapatkan benda ini. hehehe, keren kan? Aku yakin kalau hyung tau dia pasti akan ngomel karna aku sudah membuang uang demi barang tak berguna seperti ini. Hyung, hyung… (Key menggeleng-gelengkan kepala sambil memutar bola matanya) tapi….” Key menunduk lesu, raut wajahnya berubah tak ceria lagi.

“aku sedikit bersalah pada yeoja tadi. Apa aku egois kalau tidak mengalah pada seorang wanita? Kau tau dia menginginkan handycam ini! dan nyatanya handycam ini tinggal satu! Iya, S-A-T-U!!! dan aku yang mengambilnya duluan. Aku tak menghiraukannya yang sedang memohon padaku agar memberikan handycam itu padanya. sampai akhirnya benda ini menjadi milikku!” Key memasang muka cemberut. Bibir mungilnya mengerucut seperti sedang mengingat sesuatu.

“hhhh… jangan tanyakan bagaimana nasib yeoja tadi! Aku langsung pulang setelah membayar handycam ini di kasir. Bagaimana kalau posisi kalian sama denganku? Ingat, kalian sudah mengorbankan DUA BULAN penuh (key menekankan suaranya) untuk membeli handycam ini. apa kalian rela memberikannya pada orang lain?”

“apa aku egois?” Key bertanya lagi dengan muka bersalah. Dia menghembuskan nafas berat.

“aku sudah tau kalau kalian akan mengatakan IYA! Haaaah, othoke? Kenapa perasaanku menjadi buruk seperti ini? demi Tuhan, aku masih ingat tatapan mata memelasnya itu! Key bodoh seharusnya kau memberikan handycam ini tadi! Pabo, pabo, pabo!!!” Key memukul kepalanya sendiri sambil mengerang kesakitan. Tiba-tiba Key mendekatkan wajahnya kearah handycam

“untuk yeoja tadi. Jeongmal mianhae…” ucap Key pelan

PIP

Yeejin terdiam beberapa saat, pandangannya tak pernah lepas dari handycam itu. bahkan gadis itu beberapa kali menitikkan air mata saat melihat Key tersenyum lepas. Dia sangat merindukan senyuman Key!

Yeejin seperti mengalami de’javu tapi entah bayangan-bayangan itu masih seperti puzzle di otak Yeejin. Tanpa pikir panjang Yeejin kembali menekan tombol play di handycam itu.

#scene2

PIP

“hhhh… Okey! Ini sudah 2 minggu sejak insiden kebodohanku itu! dan kalian tau? Aku masih memikirkan yeoja itu (key berbisik kearah handycam)! GILA kan?” seru Key emosi. Dia terdiam beberapa saat, kemudian dia tertawa-tawa sendiri. dia diam lagi, kemudian tertawa lagi.

“wajahnya cantik, kulitnya putih bersih, aku ingat senyum malu-malunya itu saat dia meminta handycamnya padaku! Dan aku juga ingat wajah sedihnya saat aku menolak permintaannya itu… hhh, merasa bersalah lagi” desah Key sambil memegang kepalanya.

“hahaha… aku hampir sesak nafas saat dia berjalan menghampiriku. senyumnya itu, hhh… membuatku terpesona! Aku bahkan hampir takhluk dibuatnya, tapi aku kembali ingat perjuanganku kerja part time. Aku jadi tak ingin mengalah padanya! yaassh… kau memang pengecut Key!” ucap Key kesal sampai-sampai mengumpat dirinya sendiri.

“aku tak bisa berhenti memikirkannya, jantungku berdebar melebihi saat aku membaca puisi di depan kelas saat aku teringat wajahnya! Hhhh… bahkan hyung sering mengataiku gila karena sering mendapatiku sedang tersenyum-senyum sendiri! saat aku menceritakan kepadanya, dia malah tertawa terbahak-bahak dan bilang kalo aku jatuh cinta!!! Oh my… aku malu mengatakannya. Tapi, tapi, tapi aku belum pernah merasakan jatuh cinta!!! Huaaaaaaahhhhh” teriak Key sambil mengacak-acak rambutnya sendiri

“hhhhh… molla” ucap Key sambil menatap handycam dengan melas

“mungkin memang benar aku jatuh cinta padanya… andai aku bisa bertemu dengannya lagi” gumam Key pelan sambil tersenyum manis

PIP

Kening Yeejin berkerut, dia memandang handycam yang dibawanya dengan heran. Perlahan-lahan bayangan masa lalunya muncul satu persatu. Matanya, alisnya, tingginya, semua yang dimiliki Key seperti familiar di mata Yeejin. Sambil berfikir Yeejin kembali menekan handycam yang dipegangnya.

#scene3

PIP

“hhh…” Key menghembuskan nafas berat.

“seharusnya aku senang bisa bertemu denganmu tapi kenapa hatiku sakit seperti ini?” Key kembali menyeka air matanya yang jatuh dengan kasar.

“ternyata dunia ini begitu sempit ya… bagaimana bisa kalau kau itu… (Key menunduk dan terisak pelan) kau anak Choi Minho. Hhh, mendengar nama mafia brengsek itu saja membuatku sangat muak! Kalau aku menceritakan tentang pria kejam itu pasti tidak akan ada habisnya! Intinya, dia penghancur kehidupanku! Apakah aku kena karma? Aku mencintai musuhku sendiri. what the fuck!” telapak tangan Key menelungkup, menutup wajah tampannya yang kini merah padam karena amarah.

“tapi kenapa aku tak membencimu? Padahal appamu itu sudah merusak kehidupanku. Kenapa aku masih tak bisa menghilangkan bayanganmu dari pikiranku? Hhh… ini sungguh membuatku gila!” Key menjambak rambutnya sendiri dengan frustasi

“yang lebih gila lagi aku semakin sering memikirkanmu saat aku sudah tau namamu. Tapi kenapa kau tak mengenaliku Choi Yeejin?” ucap Key lirih dengan mata berkaca-kaca

PIP

“hhhh… tidak mungkin!” ucap Yeejin tak percaya

“Key? bagaimana mungkin…” mata Yeejin terpejam erat. kepalanya tiba-tiba pusing, saat otaknya memaksa untuk mengingat sesuatu.

Toko elektronik…

Cameron HDC-700…

Laki-laki berseragam…

Satu persatu ingatan itu muncul membuat Yeejin semakain ingin tau yang sebenarnya. Dia tidak menyangka bahwa Key sudah mengenalnya dari dulu. Tapi… tak satupun ingatan Yeejin yang mengenal sosok Key. tidak pernah…

Dia menekan tombol di handycam itu lagi.

#scene4

PIP

“ini buruk…” erang Key sambil memeluk lututnya

“hahaha… bagaimana bisa kalian… ohhh, SHIT! damn it!!!” teriak Key sambil mengepalkan tangan

“noona, aku yang mencintaimu duluan bukan hyungku. Kenapa kalian melakukan ini padaku? wae?” rintih Key dengan suara bergetar. Key menatap langit-langit kamarnya dengan nafas berat. Matanya terlihat merah menahan bendungan air mata yang hendak tumpah.

“bisa-bisanya kalian tertawa di hadapanku, berpelukan, bersenang-senang, sedangkan aku? aku hanya bisa menahan air mataku di balik handycam ini! Hhh… kau tau noona? sakit! SAKIT!!!” teriak Key sambil memukul dadanya sendiri. dia teringat kejadian tadi pagi saat Onew meminta untuk merekamnya dengan Yeejin. Perlahan air mata Key tumpah satu persatu.

“demi Tuhan, baru pertama kali ini aku begitu mencintai seorang wanita. Hampir setiap hari aku memikirkanmu, ingin rasanya bertemu denganmu dan sekarang saat kita bisa bertemu lagi kau bahkan tak mengenalku noona. malah… (suara Key tercekat) kau mau menjadi kekasih Onew hyung. dia hyungku sendiri noona. kenapa harus seperti ini?” Key menggeleng pelan, isak tangisnya semakin terdengar jelas.

“seharusnya aku tak mengenal cinta, ini benar-benar menyakitkan…” gumam Key sambil menjulurkan tangannya kearah handycam

PIP

Key mencintaiku? Batin Yeejin tak percaya

“dia pasti bercanda… haha, tidak mungkin…” racau Yeejin sambil menggelengkan kepalanya kuat-kuat. Tapi dia sendiri tidak bisa membohongi hatinya bahwa yang dilihatnya ini kenyataan! pikirannya terlalu kacau, perasaannya kalut membayangkan bagaimana rasa sakit hati Key. dia kembali menekan tombol di handycam milik Key itu.

#scene5

PIP

“anyeong… sudah lama kita tidak bertemu. Hmm… biasa aku selalu berembunyi di balik kamera, merekam hyungku dan Yeejin noona. pekerjaan baruku, menjadi cameramen… hahaha… jangan tanya bagaimana perasaanku saat ini…” Key mendesah pelan sambil tersenyum datar.

“ini terlalu rumit…” gumam Key sambil meraba dadanya sendiri

“aku tak bisa berbuat apapun selain menyembunyikan perasaanku sendiri. sulit memang tapi bagaimana lagi… bahkan ini mungkin saat-saat tersulit bagiku untuk menjadi Key yang lain dihadapan mereka! Key yang slalu ikut tersenyum melihat hyung dan Yeejin noona bercanda, Key yang slalu bahagia melihat hyung dan Yeejin noona bermesraan… benar-benar sulit menjadi Key yang seperti itu… ini menyakitkan” perlahan namja tampan itu menangis lagi. Hanya pada handycam itu dia slalu menunjukkan isi hatinya, menunjukkan bahwa dia tak slamanya menjadi namja yang kuat.

“demi hyungku… aku rela melakukan apapun… aku merelakan Yeejin noona bersamamu hyung, demi Tuhan kalian benar-benar serasi! Aku bahkan mengakuinya… Yeejin noona bisa tertawa bersamamu, dia slalu bahagia bersamamu hyung. kau memang namja yang disayanginya… bukan aku” ucap Key disela tangisnya. Dia terlihat sangat rapuh sekarang.

“Aku tidak akan mengganggu hubungan kalian. aku terlalu menyayangi kalian. sangat menyayangi kalian! biarlah aku yang merasakan ini semua…” ucap Key sungguh-sungguh sambil menyeka air matanya.

“Yeejin noona…”

“mulai sekarang, aku akan mencoba melupakanmu! Tetaplah menjadi kekasih hyungku, sayangi dia seperti aku menyayangimu tiada habisnya! Aku juga yakin kau juga bahagia bersama hyungku bukan? Biar aku mengubur semua kenangan kita dulu saat kita bertemu pertama kali, kamera ini dan semua tentangmu. Tentang cinta pertamaku…”

“akan lebih baik kalau kau takkan pernah mengingatku bukan? Humm?” tanya Key sambil menyunggingkan senyum mirisnya

“hahaha… munafik! Kau ini munafik Key! kau buruk sekali dalam hal berbohong!” gumam Key sambil tertawa sendiri. kemudian dia terdiam dan memandang kamera dengan serius.

“tak masalah bila aku merasakan sakit ini sendirian. Tapi… dalam hati kecilku aku masih berharap kau masih mengenalku noona. masih mengingatku, hanya itu! apakah sulit?” ucap Key dengan suara bergetar. Cepat-cepat diusapnya air mata yang kembali menetes.

“entahlah, hari ini aku benar-benar kalut. Hatiku tak pernah tenang… aku merasa akan berpisah dengan handycam ini. haha, konyol memang! Walaupun kenyataannya aku tak pernah lepas dari hyungku, Yeejin noona, dan menjadi cameramen!” ucap Key sambil tertawa pelan

“Tapi kali ini berbeda… aku tak bisa menjelaskannya… aku hanya merasa takkan bisa merekam kalian lagi” ucapnya dengan serius

“hhh, molla. Yang penting aku akan selalu memberikan yang terbaik untuk kalian. saranghae” kedua tangan Key melengkung membentuk hati. senyum tulusnya terpancar membuatnya mirip seperti malaikat. Dia melambaikan tangannya kemudian mematikan rekaman.

PIP

Tubuh Yeejin bergetar, dadanya terasa sesak sekali, bahkan pandangan matanya kabur karena air matanya tak pernah mengering dari tadi! Tangannya dengan cekatan menekan-nekan tombol di handycam itu berulang-ulang, tapi ternyata tak ada lagi rekaman yang tersisa. Itu rekaman Key yang terakhir!

Yeejin memejamkan mata sebentar. Dia merasa mengingat sesuatu, semua yang diucapkan Key di rekaman itu berkumpul di otak Yeejin menjadi satu dengan memori masa lalunya. Dengan usaha keras Yeejin menyusun satu persatu ingatannya itu, sampai akhirnya berhasil!

“ya Tuhan, Key!!!” seru Yeejin sambil bangkit dari ranjangnya. dia berjalan gontai menuju lantai bawah. Tubuhnya masih lemah tapi dia memaksakan kakinya untuk berjalan, pikirannya penuh dengan Key. dia ingin sekali bertemu dengan Key!

“Yeejin kau mau kemana?” tanya Minho khawatir melihat anaknya seperti orang ling lung hendak keluar dari rumah.

“aku harus kerumah sakit! Aku ingin melihat Key! kumohon appa” pinta Yeejin

“baiklah… appa akan menyuruh sopir untuk mengantarmu. Tananglah…” ucap Minho menenangkan anaknya yang terlihat ketakutan, walaupun Minho sendiri tak tahu apa yang sebenarnya terjadi.

***

Yeejin POV

“oppa…” panggilku saat memasuki ruang rawat inap.

“Yeejin-ah, kenapa kau bisa disini?” tanya Onew oppa kaget saat melihatku

“nanti aku jelaskan. Oppa gwenchana?” tanyaku sambil menyentuh wajahnya yang masih menyisakan sedikit lebam

“oh, gwenchana…” jawabnya sambil tersenyum manis. Aku terpaku melihatnya, aku merindukan senyumnya itu.

“mianhae oppa…” bisikku sambil memeluknya erat. kurasakan onew oppa juga balas memelukku

“gwenchana jagi, sudah jangan ungkit masalah itu lagi… bogosippeo”

“nado oppa” ucapku sambil merenggangkan pelukannya. Kutatap matanya sejenak.

“oppa, bisakah oppa meninggalkanku disini sendirian. aku ingin berdua dengan Key sebentar” ucapku setenang mungkin

“tentu saja, aku akan menunggu di luar. Mungkin dia akan senang bila dijenguk olehmu” ucapnya sambil tetap tersenyum kemudian keluar dari ruangan ini dan membiarkanku sendirian dengan Key.

Sunyi…

Aku masih menatap pintu tanpa berani menoleh kearah Key. yang kudengar hanya bunyi alat medis yang mendeteksi detak jantung Key. hal itu membuatku semakin merasa tegang!

“hhh…” kuhirup nafas dalam-dalam sambil memutar badan.

Aku terdiam beberapa saat…

Hatiku miris melihat sosok namja yang yang sedang terbaring koma itu.

Aku mendekatinya perlahan, semakin dekat semakin membuatku ingin menangis. tapi sebisa mungkin kutahan.

“Hai Key…” sapaku sambil duduk di kursi yang berada di sebelah ranjangnya.

Kuperhatikan sejenak tubuh Key yang ada di hadapanku ini. begitu kurus, pipinya semakin tirus dan kulitnya semakin pucat. Ya Tuhan, ternyata separah ini kah kondisinya? Batinku sedih.

Tanganku bergetar saat memegang tangannya yang terasa dingin.

“Key, aku datang…” ucapku setenang mungkin sambil mengarahkan tangannya ke pipiku.

“jeongmal bogoshipo…” bisikku dengan suara bergetar

“kau tidur huh? Kau tak ingin melihatku? Apa kau tak merindukanku juga?” tanyaku bertubi-tubi sambil menatapnya lekat-lekat.

“bahkan kau juga tak menjawab pertanyaanku. Haha, dasar… kau berani sekali padaku Key” ucapku sambil mencoba tertawa. Tapi nyatanya terdengar sangat mengenaskan tawaku ini. kurebahkan kepalaku disisi ranjang sambil terus memegang tangannya dengan erat.

“kau bilang kau akan mengajakku ke taman bermain, kau bilang kau mau menunjukkan bukit bintang padaku, kau bilang kau mau memasakkan jajangmyun untukku, kakau bilang… kau bilang akan slalu ada disampingku, tapi kenapa kau tak menemaniku sampai detik ini? kumohon sadarlah…” ucapku sambil menangis. perlahan aku bangkit dan menatapnya lagi.

“aku ingin menceritakan sesuatu padamu…” kuusap pipiku yang terasa basah ini. dan mencoba berbicara setenang mungkin.

“tahun lalu, aku pernah bertemu dengan seorang anak laki-laki. Uhm, sebenarnya aku sudah sering memerhatikannya. Namja itu selalu berdiri di depan toko elektronik, memakai pakaian seragam sekolah, dengan jaket tebal, syal panjang dan topi bulu. Tentu saja saat itu musim salju. Sepertinya namja itu ingin membeli sesuatu, tapi entahlah aku tidak tau apa yang sebenarnya diinginkannya.” Kutarik nafas panjang dan melanjutkan ceritaku

“sampai suatu hari aku ingin sekali membeli sebuah handycam, aku pergi ke toko elektronik tadi. Dan ternyata aku berjumpa lagi dengannya! Kini dia tak lagi berdiri di depan toko elektronik itu. tapi dia sedang membawa sebuah handycam yang ingin sekali kubeli. Haha, konyol bukan. Aku dan dia sama-sama ingin membeli handycam, di hari yang sama dan jam yang sama! Sialnya handycam itu tinggal satu” kuusap tangan Key dengan Lembut sambil menatapnya dengan hampa

“dia masih memakai pakaian itu, seragam sekolah, jaket tebal, syal panjang dan topi bulunya. Sungguh aku hampir tidak bisa melihat wajahnya secara utuh! Aku hanya bisa melihat matanya… dengan keberanian aku meminta agar handycam itu diberikan padaku saja. tapi, nyatanya namja itu tak peduli padaku dan langsung membayarnya di kasir. Baru kali ini aku bertemu dengan seorang namja yang tak mau mengalah dengan wanita! Hahaha” aku tertawa datar membayang masa laluku

“ingin marah rasanya tapi tidak bisa. Karena aku tau dia yang menginginkan handycam itu sejak awal. Aku tak berhak melarangnya. Sejak saat itu aku sudah tak pernah mempermasalahkannya lagi. dan aku baru menyadari sesuatu… kalian memiliki mata yang sama” ujarku sambil memandang wajahnya lekat-lekat. “hhhh…” desahku sambil megusap air mataku yang mulai jatuh. aku mendekati Key dan memeluk tubuhnya yang lemah itu.

“maaf, noona baru mengingatmu sekarang…” bisikku tepat di telinga Key dan meredam tangisku di bahunya.

“aku tak menyangka bisa bertemu denganmu Key, pertemuan yang sangat singkat tapi mampu membuatmu banyak menderita karenaku. Maafkan aku Key…” kucengkeram bahunya saat merasakan dadaku terasa sesak.

“ini yang kau inginkan bukan?” tanyaku sambil menangis di dadanya yang masih mengeluarkan suara degup jantungnya.

“aku sudah mengingatmu tapi kenapa kau tidak sadar juga?” tanyaku sesenggukan sambil memeluk tubuhnya.

“aku ingin sekali mengomelimu karena tidak pernah mengatakan yang sesungguhnya kepadaku, aku ingin memujimu karena kau sudah berusaha keras membuatku bahagia, dan… aku ingin memelukmu karena aku sayang padamu Key” kupeluk tubuhnya erat seakan aku tak akan membiarkannya jauh sedikitpun dariku.

“aku tidak ingin kehilanganmu… kumohon, jangan tinggalkan aku dan Onew oppa. kami semua menyayangimu Key” ucapku parau, baju rumah sakit yang dikenakan Key terasa basah terkena air mataku. Tapi aku tak peduli, aku tak tahan lagi untuk memendam perasaanku sendirian. bagaimanapun juga, aku harus membuat key sadar. Ini semua karenaku, aku tak akan pernah memaafkan diriku sendiri bila terjadi hal buruk padanya.

TIIIIIIIT

Aku terbelalak kaget mendengar bunyi nyaring itu. alat pendeteksi detak jantung Key hanya menunjukkan garis lurus, kudekatkan telingaku di dada Key.

Hening,  tak terdengar apapun disana.

Dengan segera kutekan tombol merah di dekat ranjangnya itu. tubuhku terasa kaku seketika melihat Key yang sedang terpejam. Entah mengapa kali ini aku merasa lain, dia tidak hanya sekedar memejamkan matanya. Wajahnya terlihat tenang sekali, tak seperti tadi.

Tiba-tiba aku melihat ada yang aneh. aku bisa melihat buliran air mata keluar dari ujung matanya. Ini nyata! Ya Tuhan, dia mendengarkan semua ucapanku…

“Key, kau bisa mendengarku bukan? Key, kumohon kali ini dengarkan aku! aku sudah mengingatmu Key! aku benar-benar akan marah bila kau sungguh meninggalkanku! Kita bisa lebih akrab lagi nantinya, kalau begitu ingat hyungmu! Demi Tuhan dia sangat menyayangimu Key. tolong bertahanlah untuknya! Kami menyayangimu Key, jangan pergi! Kumohon sadarlah Key! Jebaaal… huhuhuu”

“maaf, tolong menyingkir sebentar” ucap beberapa suster menggeretku pergi menjauh dari Key. seorang dokter dengan sigap memeriksa keadaan Key.

“ada apa ini?” tanya Onew oppa yang tiba-tiba masuk kedalam kamar inap. Tanpa mendengar jawabanpun Onew oppa sepertinya tahu apa yang sebenarnya terjadi. Dia mematung di pintu kamar sambil menatap keributan yang ada dihadapannya dengan sedih.

Berkali-kali dokter itu menghentakkan tubuh Key dengan alat pacu jantung tapi tetap saja bunyi nyaring itu masih terdengar jelas di telingaku! Sampai akhirnya dokter itu menghentikan tindakannya.

“catat jamnya” ucap dokter itu pelan kepada seorang suster kemudian menutup tubuh Key dengan selimut. Jantungku berhenti berdetak rasanya, kubekap mulutku yang ingin menjerit kencang.

“maaf, kami tidak bisa menolong saudara anda” ucap dokter itu sambil menepuk pundak Onew oppa pelan kemudian keluar ruangan bersama para suster.

Sunyi…

Aku masih menatap tubuh Key dengan shock tanpa bisa mengucapkan sepatah katapun!

Onew oppa berjalan kaku menuju ranjang, aku bisa melihat tubuhnya bergetar. Dibukanya perlahan selimut yang menutupi muka Key. dipandangnya tubuh Key lekat-lekat. Onew oppa bahkan terlihat sulit bernafas saat melihat wajah Key yang pucat. Kulangkahkan kakiku ikut berdiri disamping Onew oppa.

Tak ada lagi selang-selang menyakitkan yang menancap di tubuhnya. Wajahnya terlihat pucat tapi sanggup mengeluarkan aura kedamaian. Tak ada lagi hembusan nafas hangatnya yang bisa kurasakan. Dia benar-benar tidur pulas saat ini. sangat pulas, sampai-sampai aku tak sanggup untuk membangunkannya lagi, batinku pedih.

“tenanglah disana… aku menyayangimu” bisikku Onew oppa parau sambil mencium kedua pipi Key dan kening Key dengan penuh sayang. Kemudian direngkuhnya tubuh adik kesayangannya itu untuk terakhir kalinya.

Tak ada air mata yang keluar dari mata Onew oppa, itu membuatku semakin miris melihatnya.

“oppa…” panggilku sambil menariknya kedalam pelukanku. kurasakan tangannya bergetar membalas pelukanku. dia membenamkan kepalanya kedalam bahuku dan manangis kencang. aku sangat tahu bagaimana perasaan Onew oppa saat ini, dia tidak akan pernah mau memperlihatkan keterpurukkannya di hadapan Key. karna dia sangat menyayangi adiknya itu.

Tuhan berikanlah tempat terindah untuknya… aku sangat menyayanginya…

***

Onew POV

Kulihat pandangan di sekelilingku ini yang bernuansa putih. Bunga lily bermekaran indah menghiasi ruangan yang megah ini. para tamu undangan sepertinya sudah banyak yang datang.

Kurang 3 menit lagi…

Kuhirup nafas perlahan mencoba menenangkan jantungku yang hampir meledak rasanya. aku terlalu bahagia!

“hadirin sekalian diharap berdiri, pengantin perempuan akan segera memasuki ruangan” ucap pemandu acara. Aku memandang lurus kedepan, menanti seseorang…

DEG

DEG

DEG

Datang! Batinku sambil tersenyum manis padanya.

Yeejin terlihat sangat cantik dengan gaun pengantin yang indah itu. hatiku terasa hangat saat melihatnya sedang tersenyum padaku. disampingnya ada appanya yang menggandeng Yeejin dengan gagah. Yah, Choi Minho, dia akan menjadi mertuaku sebentar lagi. tak ada rasa benci padanya sedikitpun. semua masa laluku sudah kubuang jauh-jauh. Aku sudah memaafkannya dan aku tau dia sangat menyesali perbuatannya dulu. Bahkan sekarang dia malah merestui hubunganku dengan Yeejin dan ingin aku menjadi anaknya. Hhh, ini bukan mimpi kan?

Aku mengerjapkan mata beberapa kali dan tetap saja dihadapanku kini ada dua sosok yang akhir-akhir ini selalu memberiku kasih sayang yang melimpah!

Kugenggam tangan Yeejin saat dia sudah berada di sampingku, tak ada keraguan lagi yang terpancar dari matanya. Membuatku semkain merasa lega.

“saudara Onew, apakah anda bersedia menikah dengan Yeejin?”

“ne, saya bersedia” jawabku sungguh-sungguh

“saudari Yeejin, apakah anda bersedia menikah dengan Onew?”

Yeejin melirikku sekilas, kemudian mengangguk mantap.

“Ne, saya bersedia” jawabnya sambil tersenyum senang. Sorak sorai para tamu undangan menggema di ruangan ini. kupandang Yeejin dengan lembut, dia juga balas menatapku. Dengan perlahan kudekatkan wajahku padaya, sampai akhirnya aku mencium bibirnya yang mungil itu. aku tak bisa merasakan apapun! terlalu banyak perasaan berkecamuk dalam hatiku! Antara senang, sedih, bahagia, haru… semuanya bercampur menjadi satu.

Hari ini, hari yang sangat penting di dalam hidupku. dimana aku akan menempuh bahtera hidup dengan istri yang sangat kusayangi. Terima kasih Tuhan, kau telah memberikan kebahagiaan ini padaku!

Dan kau Key, aku yakin kau pasti ada disini sekarang. Yeejin sudah menceritakan semuanya padaku. apa kau bahagia melihatku menikah dengan Yeejin? Aku tau kau masih mencintai Yeejin sampai sekarang. Itu hakmu Key, tidak masalah. Aku berjanji akan menjaga Yeejin dan tidak akan pernah menyakitinya. Bahkan aku akan menjaganya untukmu Key.  saranghae nae dongsaeng…

***

Yeejin’s Dream

“Key… apa itu kau?” ucapku sambil sedikit menutupi mataku yang terasa silau dengan cahaya disekelilingku.

“noona…” jawabnya sambil mendekatiku. Aku sedikit tersenyum saat melihatnya, dan memeluk tubuhnya erat. hangat sekali, terasa damai ada di dalam peluknya.

Entah mengapa air mataku mengalir deras, jujur saja aku takut bila berada disini semdirian. Tidak ada siapa-siapa disini hanya cahaya putih yang menemaniku.

“kenapa noona menangis?” tanya Key sambil mengusap air mataku pelan.

“jangan tinggalkan aku Key. aku takut…” ucapku masih menangis sesenggukan. dia hanya tersenyum manis dan kembali mendekapku.

“Key maafkan aku… kau menderita karena appaku, maafkan aku Key” ucapku terus terang.

“gwenchana noona, tidak ada yang perlu disesalkan, ini semua takdir Tuhan. Aku bahkan merasa senang berada disini” aku hanya mengernyit heran mendengar jawaban Key. aku tak bisa mengerti jalan pikirnya.

“noona, ada sesuatu yang ingin ku katakana padamu…”

“katakanlah…”

“setelah ini, tolong jaga hyungku baik-baik. Temani hyung sampai ajal memisahkan kalian nanti. Sampaikan padanya aku sangat menyayanginya, hhh… tentu saja aku juga menyayangimu noona” kulihat dia tersenyum sambil menitikkan air mata. kugenggam erat tangannya.dia terdiam beberapa saat kemudian melanjutkan ucapannya.

“baiklah, sampai disini saja noona. aku akan pergi” ucap key sambil menyeka air matanya. Senyum manis tetap menghiasi wajahnya yang sangat tampan saat ini. tanpa lebam dan wajahnya terlihat sangat bercahaya.

“kau mau kemana Key?” tanyaku bingung, tapi dia tidak menjawab pertanyaanku. Dia berjalan mundur perlahan, aku semakin menggenggam tangan Key agar tidak pergi meninggalkanku.

“aku tidak kemana-mana noona…” jawabnya tetap berjalan mundur. Walaupun dia tersenyum tapi aku tak bisa menahan sedihku, aku terus saja menangis melihatnya.

“aku ikut denganmu!” ucapku sabil tetap menggenggam erat tangannya

“jangan noona. tempatmu bukan disini, jangan ikuti aku” jawabnya sambil mengeleng pelan

“tidak Key! jangan tinggalkan aku, aku takut…” ucapku parau

“semua akan baik-baik saja, percayalah padaku noona” lagi-lagi dia menunjukkan senyum manisnya itu.

“Key jangan pergi! Key! KEEEY!!!” teriakku keras saat ujung jariku tak lagi menyentuh tangannya. Kulihat samar-samar dia semakin ditelan cahaya putih terang. Dia melambaikan tangannya sambil tersenyum bahagia. Aku bisa melihatnya sedang membisikkan sesuatu. Walaupun aku tak bisa mendengarnya, demi Tuhan aku masih bisa mengerti apa yang dikatakannya…

“Noona, saranghae…”

THE END

21 thoughts on “Remember [PART 2 -END]

  1. Sedih banget eonie ak sampai nangis bacanya sumpah -,-v
    Aah gk tega key nya mati😥
    Tp gk nyangka loh minho bisa baik juga lebih gk nyangka lagi baby taemin bisa bunuh org ckckckkc
    Lanjut trus ya eonie ceritanya bagus buat terharu *nangis bombay ditemenin abg onew😀
    Sukses trus ya eonie dgn cerita2nya😉

    • Author juga ga tega liat key mati..😦
      Aku ngetik aja sambil susut ingus berkali2! Wkwkwk~ #curcol
      Aaah, jadi makin semangat bikin ff baru nih…
      Gomawo nini buat semangatnya😀
      Gomawo juga uda baca *bow

  2. daebak..

    sedih banget endingx..
    ksiann key mninggal..
    minho dah tobat..
    taemin sm jjong gmna?

    onew dn yeejin akhirx nikah..
    kereen..

    dtunggu karya yg lainx thor??

  3. Ceritanyaaa mengharukan sekali… ;(
    akhirnya, minho berubah dr sikap buruknya.
    Sumpah thor, ni ff sedih banget.. Sampe terhanyut dan nangis diriku membaca ff ini.. ;(
    key.. Pengorbananmu sangat berarti buat onew dan yeejin..

  4. y ampun tambahh keren :’)
    suka bgt sama cerita ini… gk nyangka, bisa bikin saya nangis.. huhuh
    two thumbs buat authornya deh :))

  5. aaaah…
    Ini ff’a bner2..
    Bru ajj sya dpt duren jtuh mpe jingkrak2 abis bca ni ff jdi lesu,letih,lemah daah… Nangis pula..
    Itu jga kok si tetem jdi pembunuh gtu?? Andwee..
    But sumpah ni ff yg 1 bkin ane nangis berpuluh2 sya bca ff.. Daebak!!

  6. thor… ak nangis bneran bcany T.T
    pas mutar rekman key.. it bner” bkin bkin air trun dr mata n dr hidung(?)#tissu mna tissuee
    kereenn thor^^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s