I’m Hoping You (Part 1)

Author : Choi Jinhya a.k.a Thya

Main Cast : SHINee, IU

Support Cast : Find it by yourself

Genre : Romance, Friendship, School life

Length : Sequel / Chaptered

Rating : General

Disclaimer : SHINee milik shawols, IU milik mallows, dan Plot nya asli milik saya. NO PLAGIAT! NO BASH! FF ini tidak di perkenankan untuk SILENT READER! kalo kamu termasuk siders, GO AWAY! haha~~

A.N : annyeooooong reader~~ ada yang kangen sama tulisan author choi jinhya??? #plaak akhirnya setelah sekian lama hiatus author balik lagi dengan FF baru, maaf banget buat yang nunggu TMYW(Tell Me Your Wish) Part3 nya belum author lanjutin ;___; *pede! padahal gada yang nunggu*. yaah selagi nunggu baca FF yang ini aja dulu wkwk~~

Author POV

“hooaaaaaa.. aku kesiangan!!” seorang yeoja dengan rusuhnya menuju ke kamar mandi setelah ia menggeluti dunia mimpi dan sempat pula membuat sebuah pulau di bantal tidurnya itu selama 10jam.

Cukup membutuhkan waktu lima menit, yeoja itu sudah keluar dari kamar mandi lalu dengan tergesa-gesa ia mencari uniform yang akan ia pakai hari ini.

Kini dirinya sudah berhadapan dengan cermin. Ia mengoleskan bodylotion pada tangan dan kakinya. Tak lupa sedikit bedak ia tempelkan pada wajahnya yang putih itu. Masih dengan keadaan tak tenang ia menyisir rambut coklatnya yang panjang dengan terburu-buru lalu mengikatnya seperti ekor kuda.

Yeoja itu menggambil backpack yang terletak di atas meja belajarnya. Sambil berjalan ke lantai bawah, ia menyemproti tubuhnya dengan parfum beraroma sejuk. Lalu ia berjalan menuju orang-orang yang sedang santai menyantap sarapan pagi di meja makan.

“umma.. kenapa kau tak membangunkan ku” ujar jieun yang tak lain yeoja rusuh tadi. Ia duduk di hadapan ummanya yang sedang mengolesi strawberry jam pada roti tawar.

“umma sudah berkali-kali tapi tetap saja kau tak mau bangun” umma jieun meletakan roti tadi dipiring, lalu diberikannya kepada kepala keluarga di rumah itu.

Jieun hanya mengkerucutkan bibirnya, kemudian ia mengambil satu potong roti tanpa selai dan mulai memasukkan nya ke mulut. Jieun memang lebih suka roti polos alias rasa tawar tanpa di beri selai atau margarine.

“memang kau tak memasang alarm?” tanya appa jieun yang di kursi tengah meja makan dan sedang asik membaca koran ayam hari ini.

Jieun terdiam sejenak, berpikir “heumb, seingatku aku sudah memasang alarm jam 6 kok, tapi entalah tak ada suara alarm yang terdengar” ucap jieun santai

“Yaa, itu sih kau saja yang tuli. Alarm itu berbunyi, aku saja yang berada di sebelah kamarmu bisa mendengarnya. Dasar kebo” sahut seorang anak namja berseragam junior high school yang sedang membersihkan sepatunya.

“aish..” Jieun hanya mendengus kecil lalu melanjutkan kembali sarapannya.

“betul kata adikmu jieun, jika kau membiasakan kebiasaan bangun tidurmu itu yang malas, bagaimana bisa kau dapat pacar” jieun membelalakan mata mendengar ucapan dari ummanya itu. ‘aish, bisa-bisanya umma berkata seperti itu’ dumel jieun dalam hati

“umma, apa hubungannya bangun pagi dengan pacar huh?” ujar jieun sambil mengkerucutkan bibirnya

“dia memang tak laku umma hahaha” ledek taemin yang tak lain adik jieun.

“YA! Kau!” jieun melemparkan gulungan tissue ke arah taemin “enak saja meledekku tak laku, sebenarnya banyak namja yang menyukaiku hanya saja aku masih enggan menerima mereka”

“jinja? Kalo begitu berkencanlah dengan salah satu dari mereka, kau ini sudah 18thn jieun, kapan lagi menikmati masa remaja yang indah penuh dengan ayam cinta” papar appa jieun.

“appa…. bukankah biasanya yang di inginkan orang tua itu prestasi dari anaknya”

“cih alibi”

“YA! LEE TAEMIN”

taemin hanya bisa menjulurkan lidah saat noona nya menatap evil.

“yah itu memang benar. Tapi saat muda, appa dan umma mu ini walau serius dalam belajar tapi kita juga sempat menikmati indahnya cinta remaja. Lee Jinki dan Choi Jinhya, pasangan jenius yang menggemparkan seluruh penghuni sekolah haha, iya kan yeobo?” ujar appa jieun melirik genit ke arah istrinya. Sedangkan jinhya, yang tak lain adalah ibu dari dua anak di keluarga itu hanya menatap ilfeel pada suaminya yang kelewat pede.

“aigoo, appa narsis sekali kau” cibir jieun, taemin yang sudah selesai membersihkan sepatunya menghampiri orang tua dan noonanya di meja makan. Di lihatnya jieun dengan pandangan dari atas sampai bawah oleh mata taemin.

“ckck.. tidak ada yang menarik, pantas saja tak ada namja melirik padamu. Apalagi di tambah sifatmu yang aneh itu” cibir taemin seraya mengambil segelas susu yang terpampang di meja makan lalu meneguknya.

“YA! Apa katamu??!” jieun panas mendengar ucapan taemin dan berdiri hendak menjitaknya. “awas kau lee taemin, bocah tengil” jieun mengejar taemin yang lari ketakutan. Dan sekarang mereka layaknya tom and jerry yang sedang kejar-kejaran mengelilingi meja makan.

“aish mati kau taemin” jieun melempar kipas mainannya ke arah taemin

“umma, toloong aku” taemin bersembunyi dibelakang punggung umma nya.

“Yaa! Kemari kau!” seru jieun menggebu-gebu

“sudah-sudah kalian ini pagi-pagi sudah ribut” umma berusaha meleraikan jieun dan taemin, dan akhirnya jieun menyerah lalu kembali duduk di tempatnya dengan napas yang masih ngos-ngosan.

“habisnya sarapannya, lalu berangkat” ujar appa jieun, yang tak peduli anak-anaknya ribut itu karena situasi rutin di pagi hari dalam keluarga itu.

“aaaaiish.. jinja! Taemin kau benar-benar menyebalkan” dengus jieun seraya meneguk habis susunya “kau pikir kau sendiri laku huh? Mana ada yeoja yang mau pada namja tengil sepertimu”

“kata siapa!” sanggah taemin, umma dan appa serentak

“eh?” Jieun mendelik heran. Ada apa dengan appa, umma dan dongsaeng nya? Kenapa tadi mereka kompak sekali menyangkal itu?

Umma, appa, dan taemin saling bertatapan. Keadaan hening sejenak. Jieun memandang suasana jangkal dalam rumah ini.

“apa tadi kalian bilang? Apa ada suatu hal yang aku tak ketahui?” tanya jieun curiga.

“kau kalah satu langkah dari taemin, jieun” timpal appa jieun seraya meneguk secangkir teh

“MWO??” jieun membelakakan matanya tak percaya, sedangkan taemin menatap tajam appanya.

“taemin memang sudah mempunyai pacar” kini umma membuka mulut.

“YA, umma appa tau darimana!” sahut taemin dengan mukanya yang memerah malu

“taemin-ah benar kau sudah punya pacar?” jieun mendekati adiknya untuk mengetahui penjelasan “sial, aku di dahului bocah ingusan sepertimu” cibir jieun sambil mengkerucutkan bibirnya

“YA! siapa yeoja yang sial itu? apakah dia cantik?” tanya jieun penasaran

Pletaaaaaak..

“sembarangan kau!” taemin menjitak noona nya.

“dia cantik kok” appa berkomentar

“mwo? Memang appa sudah pernah melihatnya?” kini jieun beralih mendekati appa nya.

“aniyo, appa hanya melihat dari fotonya saja” taemin membulatkan mata setelah memdengar ucapan appanya.

“namanya park kyungjin, dia gadis yang baik” kini taemin berbalik menatap ummanya. Sebenarnya tahu dari mana mereka tentang pacar taemin, padahal taemin sendiri merahasiakannya.

Seakan tahu apa yang ada dipikirkan anak namjanya, jinki appa mulai membuka mulutnya lagi “appa tak sengaja menemukan fotonya di kamar mandi” ucapnya santai

“Yaa, appa!”

“umma juga sempat menerima telpon dari kyungjin. Dia anak yang ramah, saat itu dia menanyakan taemin, tapi sayang nya taemin sedang tidak ada” papar umma

“mwo? Aigoo.. ternyata banyak yang tak ku tahu di rumah ini. Aku jadi penasaran dengan kyungjin. Yaa, taemin-ah benar kau membawa foto pacarmu ke kamar mandi? Huahahahaha dasar bocah aneh! Huaahahaa” tawa jieun meledak saat mengejek taemin, sedangkan pipi taemin sudah merah padam seperti kepiting bakar(?) yang siap di santap.

“aish, menyebalkan kalian! Aku berangkat” taemin berlalu meninggalkan orang rumah yang sedang mentertawakannya.

“ahahahahaa.. eh? umma, appa aku juga berangkat dulu. Yaa, taemin.. Chakamman!” jieun memakai bagpack nya dan berlari mengejar taemin.

****

“Taemin-ah, bisa cepat sedikit tidak sih. Kita bisa terlambat kalau kau mengendarai selelet ini!” seru jieun yang kini sedang di bonceng taemin oleh skutter nya. Jieun memang suka nebeng bersama adiknya ketika pergi ke sekolah, menurutnya tak baik membuang-buang uang untuk naik taksi-bus jika masih ada sesuatu yang dapat di manfaatkan. Yah seperti skutter taemin yang di belikan appanya, lagipula sekolah taemin juga melewati sekolah jieun. Dan itu sangat menguntungkan bagi jieun.

“aish, berisik sekali kau! Turun saja jika kau terus berkomplen” omel taemin. Jieun hanya mendesah kecil, tak ada yang bisa jieun lakukan lagi.

“Yaa, taemin kau sungguh-sungguh sudah punya pacar? aigoo, jinja. Kenapa bisa begini” jieun memegang kepalanya seakan seperti orang yang kena migran.

“kau sudah berapa kali bertanya itu huh?” ujar taemin masih tetap fokus pada menyetirnya

“bagaimana bisa itu terjadi? apa kau yang menyatakan cintanya?” jieun bertanya penuh penasaran. Ia sungguh tak percaya adiknya yang masih duduk di kelas 3 JHS sudah mulai puber rupanya, padahal dia sendiri yang sudah menginjak 18th belum pernah merasakan pacaran atau jatuh cinta.

“tentu saja pabo! tidak mungkin jika yeoja duluan yang mengungkapkan nya” jawab taemin ketus menanggapi pertanyaan noona nya yang selalu ingin tahu.

“lalu?”

“lalu apanya?”

“jelaskan secara detail, kenapa kau bisa pacaran dengan siapa? Park yujin? Eh?”

“Park Kyungjin! Dia seangkatan denganku, hanya saja kita beda kelas. Saat aku beberapa kali tampil di pensi dia selalu memperhatikan ku, dia bilang dia sangat suka ketika aku dance. Dan aku pun mulai tertarik olehnya yang polos itu. Tak lama aku menyukainya dan menyatakan perasaanku padanya. Dan sudah 2bulan ini kita jadian” papar taemin panjang

“sudah selama itu? sungguh ini tidak bisa di percaya” jieun menyeringai.

Cekiiiiiit…..

“sudah sampai, turunlah!” titah taemin, jieun pun turun dari skutter taemin.

“nae dongsaeng sudah besar rupanya” jieun mencubit pipi taemin dengan gemas

“Ya, pabo! jangan lakukan ini memalukan saja” taemin mengelus-ngelus pipinya yang di cubit, kemudian menarik paksa helm yang di genggam jieun lalu berlalu meninggalkannya. Jieun hanya bisa menggeleng-geleng melihat tingkah adiknya itu.

****

Jieun memandangi lapangan basket yang ada dibawah. Kelas jieun memang berada di lantai dua, jadi dia bisa melihat siswa-siswa yang bermain basket tepat di lapangan samping sekolahnya.

Mata jieun fokus pada seorang namja tinggi yang sedang mendribble bola dengan lincahnya. Gerak-gerik permainan basket namja itu memang sudah tidak bisa di ragukan lagi. Satu tahun yang lalu saja ia mendapat gelar pemain terbaik di sekolah itu, di tambah lagi jabatannya sebagai mantan kapten basket namja membuatnya semakin di kenal. Yang terpenting lagi, namja itu sangat tampan dan mempunyai banyak fans yeoja di sekolah ini.

Jieun POV

“Yaa, jieun-ah!”

aku tersontak kaget saat hyeri menepuk bahuku. Jung hyeri, dia adalah teman terdekatku di sekolah ini. 3tahun berturut-turut kita sekelas, kita juga mempunyai hobi sama yaitu bernyanyi. Itu yang membuatku semakin klop berteman dengannya.

“eoh? Apa ada Shin seonsaengnim?” tanyaku seraya melirik ke arah pintu kelas

“aniyo, Shin seonsaengnim sedang mengurusi murid baru. Dia bilang akan masuk pada jam kedua” ucap hyeri sambil duduk di sebelahku. “kau kenapa? kulihat tadi kau melamum saja huh?”

“nan? A-aniyo..” sanggahku, kulihat hyeri melirik ke bawah lapangan basket. Aish, jangan sampai dia bertanya macam-macam.

“aah.. aku tahu. eottae? Apa yang terjadi kemarin sore?”

damn! Dia bertanya juga soal itu. Huft, mungkin aku memang harus bercerita pada hyeri dan meminta solusinya.

Sekilas aku memandang lagi ke bawah, dan aku sangat terkejut saat ku dapati orang itu juga menatapku sambil tersenyum. Segera saja dengan cepat ku alihkan padanganku ke arah hyeri.

“hyeri-ah, nan..”

flashback~~

Minho mengajak ku ke taman belakang sekolah. Ada apa dia? Tidak biasa dia ingin berbicara padaku. Yeah , ini adalah pertama kalinya aku di ajak bicara empat mata oleh minho, sang kapten basket di sekolahku. Ah aniyo, maksudku mantan kapten basket karena jabatannya sudah lepas sejak kita menaiki kelas tiga. Biasanya kita hanya berbincang dalam suatu organisasi.

Aku mengikuti jejak langkahnya dari belakang. Lalu kita duduk di bangku taman.

“igeo” dia menyodorkan satu kaleng coffe padaku.

“gomawo” aku menerimanya dengan canggung. Sungguh, aku tak mengerti maksudnya. Ada apa dia mengajakku ke tempat sepi ini. Sepi, karena para siswa sudah pulang sejak setengah jam yang lalu.

Kulihat minho meneguk coffe nya, matanya memandang lurus ke depan. Dan tiba-tiba saja ia menoleh ke arahku, sontak aku langsung memalingkan mataku ke lain arah.

“jieun-ah”

“nde?” aku menoleh ke arahnya saat minho memanggilku. Dan tiba-tiba saja, oh tidak sekarang minho memegang kedua tangganku. Eh, aku jadi salah tingkah begini. aku tidak nervous, tapi ini serasa canggung. Tingkah minho padaku hari ini benar-benar aneh.

“joahae~”

deg! Apa yang dia katakan tadi? ‘joahae’ ? aniyo! aku salah dengar. Ne, aku pasti salah!

“joahae, jieun-ah” omo! Dia berkata itu lagi. Aku masih terdiam beku menatapnya.

“jieun-ah, jadilah yeojachingu ku”

aku membelalakan mataku. Aigoo.. aku benar-benar terkejut. Apa minho salah makan hari ini? kenapa tiba-tiba ia bilang suka padaku? bahkan memintaku untuk menjadi yeojachingu nya. Bahkan sebelumnya kita tidak dekat sama sekali.

Minho menggerakan tanganku yang di genggam nya. Aku tahu maksudnya dia memintaku untuk menjawabnya.

“eottae jieun-ah?”

aish, aku jadi bingung sendiri. Apa harus aku menerima minho? Minho adalah namja pertama yang menyatakan cintanya padaku. Yeah, aku memang belum pernah pacaran sebelumnya.

“minho-ah..” ucapku ragu, aduh.. aku harus jawab apa? eottokhae? Disisi lain aku ingin merasakan yang namanya punya pacar, tapi di sisi lain aku hanya menganggap minho sebagai teman saja.
“emmpt..” lagi-lagi aku tidak bisa mengeluarkan kata-kata. Paras muka minho kini semakin penasaran menanti jawabanku.

“lee jieun, be my girlfriend please..” minho mendekatkan wajahnya ke arahku.

Eh? Mau apa dia? Ya! Ya! jangan bilang kalau dia mau merebut ciuman pertamaku andwaeee!

Kulihat wajah minho semakin dekat ke arahku, dia memejamkan mata dan memiringkan kepalanya.

5cm..
4cm..
3cm..
2cm..

“ah Yaa….” dengan refleks aku berdiri lalu merentangkan tanganku dan berlari di tempat. “ehehe tiba-tiba serasa panas ya?” ucapku bodoh di sertai kekehan yang di paksakan.

Paboya jieun! Kenapa kau jadi aneh begini huh?

Minho menatapku aneh, dia menaikan alis kanan nya. Dan aku? Masih jogging-jogging tak jelas di tempat sambil mengatur pernafasan yang terasa panas ini.

“eeng.. Aku pulang dulu ya, annyeong..” Aku hendak berlalu meninggalkan minho untuk menghindarinya, tapi baru selangkah dia sudah menahanku.

“berikan dulu jawabnya” ujar minho dengan nada pelan, aku kembali menoleh ke arahnya.

“ohehe, nanti akan ku beri tahu lewat telpon eottae? annyeong..” dengan segera ku berlari meninggalkan minho yang masih duduk di bangku taman sekolah. Ya Tuhan, aku ini sebenarnya kenapa? padahal minho hanya menyatakan cintanya padaku? apa aku grogi? atau canggung karena ini pertama kalinya moment langka untukku? Mollaso~

flashback end~

Pletaaaaak….

“aigoo! jeongmal paboya jieun-ah” seru hyeri sambil menjitak kepalaku.

“YA!” bentakku kesal.

“kau ini memang yeoja aneh, kenapa tak langsung terima?! payah! jarang-jarang namja tampan seperti minho menyatakan cintanya pada yeoja biasa sepertimu” ucap hyeri meledekku, bisa-bisanya dia bilang seperti itu! Eh tapi iya sih aku hanya yeoja biasa #galau

“aku bingung hyeri..” ucapku seraya mengkerucutkan bibirku, kulihat hyeri menggeleng-gelengkan kepalanya seperti orang ayan.

“ne arra, tapi tidak seharusnya kau bertingkah aneh di depan minho. Sungguh memalukan” hyeri menggeleng-gelengkan kepalanya. “keundae, apa kau bertanya padanya kenapa dia menyukaimu?”

Aku menggeleng. Jangan kan untuk bertanya, bicara pun aku sangat bingung harus berkata apa.

“lalu apa kau menyukainya?” hyeri bertanya lagi

“menyukainya? Molla..” jawabku

“Yaa! kenapa tidak tahu?” hyeri menjitak kepalaku lagi. Aish anak ini hobi sekali melakukan itu.

“Yaa, appo!” seruku seraya mengusap-ngusap kepalaku yang di jitak oleh hyeri “hyeri-ah, emmpt..”

“Mwoya?”

“emmpt.. jatuh cinta itu seperti apa?” aku bertanya dengan ragu

“nde?” hyeri menaikkan alisnya. Yeah, mungkin dia heran kenapa aku tiba-tiba bertanya seperti itu. Karena biasanya aku tidak pernah bertanya soal cinta atau sebangsanya.

“hmm.. Jatuh cinta” hyeri mengetuk-ngetuk dagu dengan jarinya “jatuh cinta itu indah. Orang yang sedang jatuh cinta itu terlihat seperti orang gila. Karena rasanya itu berbunga-bunga, membuat orang tidak sadarkan diri. Apalagi jika kita sudah mabuk asmara. sungguh menyenangkah” hyeri menjelaskan seraya membinar-binarkan matanya.

Ah kurasa dia mengderkripsinya secara berlebihan. Masa iya orang yang sedang jatuh cinta di samakan dengan orang gila? Dasar hyeri aneh.

“benarkah seperti itu? Lalu apa tanda-tanda jika seseorang sedang jatuh cinta?” tanyaku lagi pada hyeri. Yeah, dia pasti tahu jawaban nya. Karena dia sudah beberapa kali pacaran, sedangkan aku? Tidak ada pengalaman sama sekali u__u

“tanda-tanda orang jatuh cinta itu, kadang kita selalu senyum sendiri saat membayangkan orang yang di cintai, selalu nyaman berada di dekatnya, selalu merindukannya, dan yang terpenting..” Hyeri menggantungkan ucapannya lalu menarik tanganku dan meletakan di dada nya. “jantung selalu berdebar kencang saat kita berada dekat dengan orang yang kita cinta!”

Aku hanya membuka mulutku membentuk hurup O. Sepertinya itu hal menarik. Tapi apakah aku sudah merasakan itu sebelumnya?

Otakku mulai berpikir mengulang kejadian masa lalu. Barang kali saja aku mengingat kalau aku sudah pernah jatuh cinta. Tapi walaupun aku berusaha mengingat kejadian lalu, tak ada satu pun tanda-tanda jatuh cinta yang seperti hyeri ceritakan tadi.

“yaa, jieun-ah!” hyeri membuyarkan lamunanku

“ouh, nde?”

“apa saat kau berada di dekat minho jantungmu berdebar kencang?” tanya hyeri antusias

“minho?” aku kembali melihat lagi ke bawah lapangan. Ternyata anak basket masih latihan, dan terlihat saat itu juga minho sedang menshooting bolanya ke ring. Tentu saja masuk, dia memang ahli soal basket. “aku rasa tidak” jawabku menoleh ke arah hyeri.

“jinja? Jadi kau tak merasakan itu?”

“ne.. aku hanya menganggap minho sebagai teman. Tak ada debaran apapun saat di dekatnya. Mungkin aku hanya merasa sedikit canggung dan malu karena sikapnya yang tiba-tiba mengatakan dia menyukaiku”

“hmm, kalau begitu kau memang tidak menyukainya. Aish.. Jieun pabo, kau menyianyiakan itu!” ujar hyeri frustasi seraya mengacak-ngacak rambutku. Dan catatan, dia bukan mengacak-ngacak rambutku layaknya orang mengelus kepala anjingnya, tapi dia merusak tatanan rambutku ini. Jinja!

“YA! Hentikan!” aku membalas dengan mengacak-ngacak rambutnya. Dan hyeri pun tak mau kalah, dia mengacak-ngacak kembali rambutku hingga dia melepas kuncir kuda ku.

“Jung hyeri! Rambutku! Aish neo!”

Dia berlari dan menjulurkan lidah. Aku mengejarnya mengelilingi kelas. Sedangkan teman-teman sekelasku menatap heran, kenapa ada 2bocah TK yang masuk sekolah SMA. aku dan hyeri memang sudah biasa melakukan ini. Kejar-kejaran di kelas walau ini hanya dalam motif bercanda. Persahabatan kita memang sudah erat, sehingga jika berlaku kasarpun itu kita anggap bisa.

Hyeri kembali duduk di bangku tempatnya. Dia menelengkupkan wajahnya pada meja.

“Yaa, hyeri-ah. Kau sedang berakting kan? Jangan pura-pura menangis haha” seruku sambil mengambil bando yang menempel di rambutnya itu.

Hyeri tetap diam pada posisinya. Aish anak ini pasti ada sesuatu yang di rencanakan.

“hyeri-ah gwaenchana?” aku menggerak-gerakan badan hyeri.

“hmmpt…ha..hmmpt..”

Eh? Dia kenapa?

“hahahahahaaa….” hyeri tertawa keras sambil menatapku. Anak ini kenapa? Aneh sekali. “lihat itu jieun, rambutmu aneh sekali! huahahaa” ujar hyeri, tangannya menunjuk ke arah rambutku. Aku menyiritkan dahi, ada apa dengan rambutku memang?

Hyeri menyodorkan cermin kepadaku dalam posisinya yang masih tertawa meledak. Saat ku dapati pantulan diriku di cermin, ada beberapa potongan kertas kecil menempel di rambutku.

“MWO? YA! JUNG HYERI NAPPEUN!” aku memulai kembali mengacak-ngacak rambutnya yang panjang. Dan kulemparkan potongan kertas yang tadi menempel di rambutku ke arah hyeri.

“haha kau seperti orang gila jieun”

“kau juga harus menjadi orang gila hyeri” aku menyeringai. Hingga kita bergantian saling mengacak-ngacak rambut. Tapi tiba-tiba..

CEKLEEEEEKK….

Suara pintu kelas terbuka. Dan Shin seonsaengnim mendapati aku yang sedang mengacak rambut hyeri, begitu juga hyeri yang sedang memegang rambutku dengan kedua tangannya.

Oh ouw, aku tahu setelah melihat ini pasti Shin seonsaengnim berpikiran macam-macam.

“LEE JIEUN, JUNG HYERI APA YANG KALIAN LAKUKAN?!” teriak Shin seonsaem, dengan refleks aku dan hyeri melepaskan tangan yang menempel pada rambut masing-masing.

Seonsaengnim mendekat ke arah kami dengan tampang seram nya.

“kalian ini tidak pantas di panggil yeoja kita saling berkelahi” omel seonsaem

aku dan hyeri saling menatap heran. Heuh, kurasa seonsaem salah pengertian.

“apa yang kalian ributkan sampai berkelahi seperti ini? Namja huh?”

“MWO???” seru ku dan hyeri terkejut. Bagaimana bisa Shin Seonsaem menafsirkan itu? Tsk.

“aniyo seonsaem, sepertinya kau salah paham, kita…” aku berusaha menyanggah tapi Shin seonsaengnim malah memotong ucapanku.

“Yasudah, pokoknya jam istirahat kalian harus menemui saya di ruang guru” ujar seonsaengnim sambil kembali ke depan. Sedangkan aku dan hyeri hanya bisa menunduk pasrah.

Kulihat kearah hyeri yang sedang merapihkan rambutnya sambil mengkerucutkan bibir. Seperti sekarang rambutku tak kalah berantakan dengan hyeri.

“hyeri-ah, ayo kita ke toilet” bisikku pelan

“kau saja jieun, dia takan mengijinkan kita ke toilet bersama” sahut hyeri dengan matanya yang menunjuk ke arah seonsaengnim.

Iya juga sih, jika aku ke toilet bersama hyeri, pasti shin seonsaem mengira kalo kita akan melanjutkan aktivitas tadi.

“huft..” aku meniup poni ku. Sepertinya memang aku saja yang ke toilet. Aku tak nyaman jika harus merapihkan penampilan kusutku disini.

“Seonsaengnim, chogi aku ijin ke…” baru saja aku berdiri untuk meminta ijin, tapi seonsaem mulai menyela ucapanku lagi.

“Yaa, lee jieun. Duduk ditempat!” perintah shin seonsaem.

“huh” desisku pelan. Galak sekali seonsaem yang satu ini.

“yasudah nanti saja” ucap hyeri berbisik.

Dengan terpaksa aku duduk kembali. Heran, mengapa aku punya seonsaengnim yang lebay seperti ini? Aku dan hyeri kan hanya bercanda. Aaaarrgz, rasanya ingin ku jitak kepalanya yang botak itu.

“baiklah sebelum kita memulai pelajaran, hari ini kalian kedatangan murid baru”

‘cih, peduli apa dengan murid baru’ dengusku pelan sambil memutarkan mata

“Yaa kau yang diluar, kemarilah!”

Terlihat seorang namja masuk kedalam kelasku. Rambut pirang, badan kurus dan postur tubuh yang lumayan tinggi itu berhasil membuatku tercengang. Ia menggoreskan sebuah senyuman sekilas. Tatapan matanya yang sipit terlihat tajam mampu membuatku terhipnotis.

Aku tak tahu mengapa mataku tak bisa lepas oleh pandangan di depan. Diam membeku sambil menatapnya lurus ke arahnya.

“annyeonghaseyo, choneun…”

Suaranya.. terdengar cempreng nanum agak berat tapi ini mampu membuatku membuka kedua bibirku membentuk kue donat(?)

DEG!

Dia menatapku balik!

DEG.. DEG.. DEG.. !

Aigoo, kenapa jantungku ini? Kenapa berdetak cepat sekali. Lalu kenapa juga rasanya aku keabisan oksigen? Apa dia menghirup 10x lipat sehingga aku tak kebagian oksigen untuk bernapas?

“choneun…” dia menggantungkan kalimatnya sambil menatapku kembali, tatapan itu.. aku tak bisa menghindarinya, kenapa aku terpedaya seperti ini? Bahkan sekarang makin menatap lekap pada namja yang berdiri di depan itu.

DEG! DEG!

apakah ini yang di namakan jatuh cinta??

———————————————–—TBC-—————————————————–

eottae?? ada yang tau anak baru itu siapa? aah udah keliatan jelas, gampang di tebak kkk~~ jangan lupa komen ya readers yang baaiiiikk.. yang komen author doain di lamar sama biasnya, wkwkwkwk.. :p

42 thoughts on “I’m Hoping You (Part 1)

  1. anyyeong.. Aku reader baru unnie . Ceritanya gokil abis . IU & taemin keluarga yg lucu walaupun suka ribut . Hahaha next cepet yah un. Hwaiting .
    Daebak unnie .🙂

  2. hmm aku fkir itu pasti key oppa.
    author : alasannya ?
    aku : soalnya onew oppa,udah jdi appa nya jieun,taemin jd namsaengnya n minho udh dtolak .
    apa lg dia bkan murid bru ,brarti antra jongppa ma keyppa ,tp dri deskripsi author ttg murid bru itu bkn jongppa bgt (sok tw akut)
    jd aku plih nebak itu keyppa .
    author : kmu ykn?
    aku : yakin ,deal .
    author : araso ,saya kunci jwban kmu .
    (brasa lg ikutan kuis wants to be a millionaire, keykeykey :D)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s