[FREELANCE] Still (Part7)

Author : Nita Yuliani a.k.a Nam Hyun Young
Cast : All member SHINee
– Nam Hyun Young
– Choi Jinhya (Hyun Young Best Friend & Lee Jinki Girl Friend)
– Kwon Yoori
– SM the Ballad
Length : Sequel
Genre : Romence, Friendship.
Rating : PG – 15

Author POV

Minho Cs sudah siap dengan seragam kebesaran mereka, sebagai kapten Minho berdiri dibarisan paling depan. Diseberang lapangan Kim Jonghyun beserta antek – anteknya pun sudah siap. Mata mereka saling menatap seperti mengeluarkan sinar api yang saling terus mendorong beradu kekuatan.

“Jadi kau yang menantangku??? Tidak kusangka berani sekali kau!!!” ucap Minho menyeringai.


Sebenarnya ia dan yang lain sedikit ketar-ketir mendapat tantangan seperti ini, Kim Jonghyun memiliki Kyu Hyun, Jay dan juga Jino yang notabene pemain basket professional, mereka semua sempat mendapat tawaran dari NBA untuk bergabung tapi mereka menolak mentah – mentah tawaran itu.

“Aku hanya ingin sedikit bermain dengan kalian, sepertinya menarik sekali, kita bisa bermain tapi juga bia mendapat barang taruhan bagi yang menang!!!” sahut Jonghyun

“Memangnya apa yang kalian inginkan???”

“Aku ingin Hyun Young”

Sontak Minho sangat marah mendengar ucapan Jonghyun barusan, wajahnya merah padam. dia menerjang hendak memukul Jonghyun, tapi ditahan oleh Taemin.

“Tenanglah Hyung, dia hanya sedang mempermainkanmu!!!” bisik Taemin

“Baik~ jika itu yang kau inginkan. Tapi jika kau kalah berhenti mengganggu Hyun Young” sahut Minho menyetujui.

“Yaak pabo~ kau gila!!! Kau tidak lihat siapa yang dibelakang Kim Jonghyun? Kalau kau kalah bagaimana???” bisik Kibum panik.

“Kita pasti menang!!!”

“Iya tapi kalau kalah bagaimana??? Kau tidak boleh egois, pikirkan Hyun Young jika kau kalah” kali ini Jinki angkat bicara disertai anggukan adiknya dan juga Kibum.

“Pokoknya harus menang!!!”

Mereka bertiga pasrah melihat Minho mentapanya dengan tatapan berapi – api, sudah tidak ada lagi yang bisa mereka lakukan jika Minho sudah mengeluarkan tatapan matanya itu.

“Aku setuju!!! Tapi jika kau kalah Hyun Young harus jadi milikku dan kau harus menyerahkan sebagian bodyguardmu padaku. bagaimana???”

Minho POV

“Aku setuju!!! Tapi jika kau kalah Hyun Young harus jadi milikku dan kau harus menyerahkan sebagian bodyguardmu padaku. bagaimana???”

Cih~ jangankan hanya separuh, seluruh bodyguard pun akan aku berikan padamu. Tapi Hyun Young??? Aku menelan ludahku, otaku terus berfikir apakah aku harus menjawab ia atau tidak. Teman – temanku benar, aku tidak boleh egois. Bagaimana jika aku kalah dan Hyun Young menjadi milik bajingan itu. tapi bagaimana dengan harga diriku??? Sayangnya harga diriku tidak mengijinkanku untuk mundur dan menjadi pecundang seperti ini. lebih baik aku mati daripada harus memilih mundur. Tidak aku harus menang, aku pasti menang. Hwaiting!!!

Aku menarik nafas dalam dan mengumpulkan seluruh tenagaku untuk menjawab tantangan mereka.

“Ok~ kita mulai sekarang!!!”

Kulihat mereka menyeringai sedangkan teman – temanku membelalakan matanya tak percaya dengan keputusanku.

“Guys~ bantu aku untuk memenangkan pertandingan ini” ucapku sambil mengulurkan tangan untuk melakukan five.

“Kami akan berusaha!!!” sahut mereka bersamaan.

Meraka meletakkan tangannya diatas punggung tanganku dan kami mengangkatnya secara bersama – sama sambil berteriak HWAITING!!!!

Jinhya POV

Aku mengurungkan niatku untuk memberikan air mineral kepada namjachinguku, apa yang sedang mereka bicarakan??? Aku menajamkan pendengaranku, aku termangu sejenak. Mwo??? Kim Jonghyun menantang Minho untuk mendapatkan Hyun Young??? andweeeeeeee

Aku harus segera memberitahu Hyun Young.

Aku meraih ponsel dri back-pack ku dan mencari nama Hyun Young dalam phonebook ku.

“Yaak~ Hyun Young-ssi cepat kelapangan basket sekarang juga! cepat ya ini darurat”

Pliiipp

Aduh bagaimana ini??? kalau mereka kalah bagaimana??? Aku pesimis melihat lawan mereka yang sangat ahli dalam bermain basket. Ya Tuhan aku mohon bantu mereka!!!

Hyun Young POV

“Mwo???” aku membelalakan mataku tak percaya, benarkah apa yang dikatakan Jinhya barusan??? Andweeeee ,,, aku tidak mau jika aku harus menjadi milik Kim Jonghyun si bajingan itu.

“Haaassshhh Jinhya-ah eotheokhe???”

“Aku juga tidak tahu sebaiknya kita berdo’a saja agar mereka menang ya!!!”

Aku mengangguk, dan mulut kami mulai berkomat – kamit ria sibuk berdoa. Jantungku berpacu sangat cepat, seperti jet choster yang siap meluncur dengan kecepatan penuh. Aku memegang tangan Jinhya dengan erat.

Kulihat permainan dikuasai oleh Kim Jonghyun beserta antek – anteknya. Permainan Kyu Hyun sangat aktif, begitu juga Jey dan Jino. Ayo Oppa kau harus bisa, aku tidak mau jika aku harus menjadi milik bajingan itu!!!!

Author POV

Skor sementara adalah 60 – 65, permainan berhasil dikuasai oleh tim Kim Jonghyun. Minho mulai panik dengan keadaan ini, emosinya mulai tak terkendali, dan ini justru menjadi peluang bagi Jonghyun untuk terus mencuri point.

“Yaak~ Lee Taemin kenapa meleset? Seharusnya kau lempar kepadaku. Dasar pabo!!!”

“Yaak~ Kim Kibum berhenti merapikan rambutmu seperti itu!!!”

“Lee Jinki bisakah kau berlari lebih cepat lagi? kau ini seperti ayam saja!!!”

“Assshhh dasar anak itu, kalau aku tidak kasihan padanya kutinggalkan dia sendiri melawan si Kim Jonghyun itu” umpat Kibum setengah berbisik.

“Sudah maklumi saja, dia benar – benar sedang takut sekarang!!!” sahut Jinki mencoba memberi pengertian pada Kibum.

“Iya Jinki hyung benar, pasti sekarang Minho hyung sedang ketakutan luar biasa. Jadi sabar ya Kibum hyung!!!” Taemin ikut – ikutan.
Kibum hanya mengerucutkan bibirnya pasrah.

Sementara sorak sorai penonton memadati lapangan, kedudukan mereka seimbang sekarang. Ini saatnya babak penentuan.

Minho mendrible bola dan mencari siapa yang mempunyai peluang untuk memasukan bola kedalam keranjang. Jinki tengah dikunci oleh Kyu Hyun, Taemin oleh Jey, dan Kibum oleh Jino. Sekarang hanya dirinya dan Kim Jonghyun saling berhadapan. Ia benar – benar harus waspada karena bisa saja tiba – tiba Jonghyun berhasil merebut bola darinya.

Minho POV

Aku mencari sosok gadis itu, kulihat dia sedang berdiri disudut lapangan, tangannya terus mengepal seperti sedang berdo’a. Honey aku mohon doakan aku!!!

Baiklah aku mencoba peruntunganku sekarang, aku akan memasukkan bola ini sendiri kedalam ring. Jarak dari tubuhku ke ring hanya sekitar 7 atau 9 meter. Kulihat Jonghyun sudah mulai menghampiriku untuk merebut bola, aku melakukan trik yang kubaca dalam komik slam dunk, mudah – mudahan ini akan berhasil. Honey doakan aku!!!
Keringat terus mengucur dari seluruh tubuhku, mataku tetap focus pada ring. Aku berlari sambil terus mendrible bola, saat Jonghyun hendak merebut bola ku kecoh dia dengan gerakan memutar tubuh. aku melempar bola itu dan

SHUUUUTT

Bola sempat memutari sisi – sisi ring dan

PLUUUUNG

Bola mendarat dengan sempurna

PRIIIIIIITTTTTTTT

Wasit telah membunyikan peluitnya tanda permainan telah selesai. #Eh tu wasit nongol dari mana??GUBRAKS!!!) skor 70 – 72. Sorak – sorai penonton menyambut kemenangan kami. Jinki, Kibum dan Taemin berhambur memelukku, kulihat Jonghyun tengah kesal dan meninggalkan lapangan. Lihatlah betapa pengecutnya bajingan itu!!!

Aku langsung berlari kesudut lapangan -berhambur kearah Hyun Young -mengangkat tubuh kecilnya dan berputar – putar.

Hyun Young POV

Napasku lega sekarang akhirnya Minho Oppa berhasil menang, aku dan Jinhya langsung berpelukan. Kami sama – sama menangis. Tiba – tiba Minho Oppa sudah ada disampingku, dia memelukku erat sekali kemudian dia mengangkat tubuhku dan berputar.

“Oppa~ sudah turunkan aku!!!” pintaku

Dia berangsut menurunkan tubuhku, kupeluk tubuhnya erat sekali. aku tidak peduli meskipun kini dia basah karena keringat aku terus memeluknya. Aku melingkarkan kedua lenganku di leher Minho, Karena tubuhku yang tidak terlalu tinggi aku sampai menjijit.

“Gomawo Oppa” ucapku lirih

Kurasakan dia mencium keningku, hangat sekali!!!

Author POV

“Yaak~ sampai kapan kalian akan berpelukan seperti itu??? kalian ini benar – benar tidak mengaggap keberadaan kami” umpat Kibum, Hyun Young langsung blushing dan melepaskan pelukannya dari tubuh Minho.

“Hehe Mianhe~. Gomawo karena kalian kita bisa menang, Mian karena tadi aku sempat cerewet. Aku benar – benar panik tadi” ujar Minho melingkarkan tangannya dibahu Hyun young.

“Hyung tadi kau menyebalkan sekali. kau lebih cerewet dari Kibum Hyung!!!” Taemin mulai mengeluarkan isi hatinya.

Kibum mendesis, dan Minho hanya terkekeh mendengarnya.

“Baiklah~ mana hadiah untuk kami yang sudah membantumu Minho” ujar Jinki memeluk bahu Jinhya.

“Mwo?? Hadiah???”

“Tentu saja kau pikir kami sukarela melakukan ini padamu????” kali ini Kibum

“Yaak~ aku pikir kalian adalah temanku. Jadi kalian ingin hadiah. Baiklah cepat katakan kalian ingin apa???”

“Bagaimana kalau kita semua berlibur, keluargamu kan baru beli villa di puncak. Kita kesana saja hyung” rengek Taemin

“Haasshhh kalian ini benar – benar. Baiklah besok kita pergi kesana!!!”

Yeeeeeeeeeeeeee, it’s time to holiday!!!!!!

***

Jonghyun POV

Kurang ajar, aku gagal lagi!!! Apa yang harus aku lakukan??? Apa kelemahan anak itu?? dia selalu menjadi nomor satu. Aku yakin kelemahannya saat ini hanya Hyun Young, dia sangat mencintai yeoja itu jadi jika aku berhasil melukai kekasihnya dia pasti akan merasa terpukul sekali!!!

Baiklah noona aku akan membalas rasa sakit hatimu, aku akan membuat Minho kehilangan Hyun Young selama – lamanya seperti aku kehilanganmu.

Drrrrttt drrrrtttt

“Yoboseo / jinja??? / hemmm arrasso, ne aku tahu itu, ne, OK!!!”

Pliiiiip

Ini saatnya Choi Minho, aku pastikan ini tidak akan gagal lagi!!!

***

Author POV

Hyun Young membuka jendela villa kamarnya, udaranya begitu sejuk dan juga sangat tenang. Dia duduk di balkon kecil sambil bersandar kedinding, diperhatikannya sekelilingnya, pemandangan puncak gunung yang tertutup kabut, daun – daun yang basah karena embun, tercium olehnya keharuman bunga mawar dari halaman yang terbawa angin sore.
Hyun Young menarik napas dalam – dalam dan menghembuskannya dengan lembut, dia terus melakukannya berulang – ulang. Pikirnya, jarang sekali ia mendapatkan udara seperti ini di Seoul.

Ia tersenyum menang karena tadi begitu tiba di villa, ia langsung berebut dengan Kibum untuk menempati kamar paling besar di villa ini. tentu saja aku yang menang, aku kan calon nyonya pemilik villa ini, katanya dalam hati.

Villa ini hanya memiliki tiga kamar dilantai atas, dua kamar disebelah kiri dan satu kamar disebelah kanan -itulah kamar yang paling besar. dan Hyun Young -si calon nyonya- berhasil menempati kamar ini, bersama Jinhya tentunya. Jelas – jelas ia menolak jika harus sekamar dengan Minho, mereka kan belum menikah jadi tidak ada alasan untuk satu kamar, dia masih cukup waras untuk tidak melakukan hal itu.

Kamar disebelah kiri –satu kamar ditempati Minho dan Jinki dan satunya lagi ditempati Kibum dan Taemin. Dan kamar yang ditempati Hyun Young dan juga Jinhya ini begitu luas dan juga bisa melihat lebih jelas pemandangan puncak gunung, pantas saja Kibum bersikeras ingin menempati kamar ini.

Dibawah sedikit gaduh. Hyun Young mengintip dari lantai atas. Ia tercekat saat ada seorang yeoja yang tengah dikelilingi oleh pangeran – pangeran tampan itu.

Hyun Young POV

Yoori??? Untuk apa dia kemari? Apa dia kesini untuk menyusul Minho? oh aku tidak boleh berprasangka buruk, waktu itu kan Yoori sudah menolongku? aku tersontak kaget saat ada seseorang yang menyenggol lenganku.

“Si Rubah itu di ajak oleh Kibum” ucap Jinhya seakan – akan tahu apa yang ada di otakku saat ini

“Oh” sahutku singkat

Untuk apa Kibum membawanya kemari?? Apa mereka pacaran?? Kuperhatikan dengan seksama. Kibum tak pernah berhenti memperhatikan gerak – gerik Yoori, apakah si cerewet Kibum menyukai Yoori?? Ah peduli sekali aku ini, tapi baguslah jika memang Kibum menyukai Yoori setidaknya aku bisa bernapas lega karena tidak ada lagi yang menganggu Minho-ku.

“Cepat kau turun. Jangan sampai si rubah itu membawa kabur pacarmu” ucap Jinhya yang membuatku terkekeh. Aku lupa cerita padanya tentang kejadian ditoilet bersama Yoori waktu itu jadi pantas saja jika Jinhya masih menganggap Yoori sebagai sainganku.

Aku dan Jinhya menuruni anak tangga memegangi terali, lantai yang terbuat dari kayu itu sangat hangat meskipun tidak mengenakan alas kaki. aku tersenyum dan menyapa Yoori semanis mungkin.

“Anyyeong Eonni, kapan sampai?”

“Oh Annyeong hyun young-ssi, baru saja.”

Suasana menjadi aneh, semua orang termasuk Jinhya kaget melihatku dan Yoori menjadi sangat akrab padahal beberapa hari yang lalu kami masih seperti singa betina yang saling bertarung memperebutkan daerah kekuasaan.

“Mian ya~ aku merusak liburan kalian, aku sudah menolak untuk ikut tapi Kibum memaksaku untuk datang kemari.”

Aku melihat senyuman tersungging dari bibir Kibum, jelas sekali terlihat kalau Kibum menyukai Yoori. Haha Kibum –ssi ketahuan kau ya!!!

“Ah gwenchana Eonni, semakin ramai semakin seru” sahutku ramah

“Annyeong Jinhya~ mian ya soal kejadian tempo hari”

Jinhya membelalakan matanya tak percaya. Sejenak ia terpaku, dan aku menyenggol lengannya sambil berbisik “Dia menolongku waktu aku ditindas oleh beberapa yeoja di toilet, dia sudah menyerahkan Minho padaku”

Setelah mendengar cerita singkatku Jinhya langsung menjawab meskipun terdengar sedikit gelagapan ditelingaku.“Gwencahan Eonni, maafkan aku juga ya!!!” sahutnya cengengesan.

“Sudahlah berhenti basa – basi aku sudah lapar!!!” ujar Jinki merusak suasana.

Kibum Oppa akhirnya memasak makan malam untuk kami, sedangkan aku dan Jinhya mengantar Yoori menuju kamar kami.

***

Keesokan harinya…

Author POV

Kibum menggelar kain berwarna merah dibawah pohon besar yang sangat rindang, dan Yoori mulai mengeluarkan beberapa makanan dan cemilan dari dalam keranjang yang ia bawa dari Villa dan mulai menatanya diatas kain itu. Meskipun waktu sudah menunjukan pukul 11 siang, tapi karena tertutup kabut jadi cuaca seperti mendung.

Hyun Young duduk diatas rumput yang sangat hijau itu, ia tengah asik dengan buku karangan Agatha Christie-nya -meskipun Minho masih terus mengganggunya. Minho tidur dipangkuan Hyun Young, ia merasa kesal karena sejak tadi Hyun Young terus mengacuhkannya.

“Honey~ jangan acuhkan aku seperti ini, kau lebih mencintai bukumu itu ya dari pada aku?” goda Minho sambil menggelitik leher Hyun Young. Hyun Young menepis lengan Minho lembut, membenarkan letak kaca mata bacanya dan kembali focus pada bukunya.

Hyun Young memang suka sekali dengan buku – buku tua seperti seri detektif Perry Mason, M’sieur Poirot, Dostoyevsky dan Truman Capote. Pernah suatu hari Hyun Young menjelaskan panjang lebar tentang penulis Aghata Christie yang selalu membuat kisah – kisahnya tampak misterius dan Gardner yang selalu menampilkan tokoh – tokoh pembunuh yang tidak terduga sebelumnya. Dan Minho hanya mendengarkan sambil manggut – manggut meskipun sebenarnya ia sama sekali tidak mengerti dengan apa yang dikatakan Hyun Young. Minho selalu complain dengan kesukaan kekasihnya ini, katanya Hyun Young suka lupa waktu dan juga akan mencampakkannya jika sudah membaca buku seperti itu.

Taemin bersandar pada pohon pinus merkusi sambil mendengarkan MP3 Playernya, sesekali ia menggumamkan lagu yang tengah ia dengar.

Sedangkan Jinhya dan Jinki masih asik bermain ayunan yang terpasang pada pohon besar dan juga rindang.

“Ayo semuanya saatnya makan!!!” teriak Kibum

Semuanya langsung berhambur mengambil makanan kesukaan masing – masing. Jinki menyambar ayam madu lada hitam, Hyun Young dan Jinhya mengambil fruit salad, Taemin meraih sandwich chese yang dibagi dua bersama Minho -tentu saja dengan Banana milknya, Kibum mulai mengupas buah apel yang ia siapkan untuk semua orang. Sedangkan Yoori mengambil selai kacang untuk dioleskan diatas biscuit. Heh?? sedikit aneh memang tapi itulah makanan kesukaannya. Yoori kwalahan membuka tutup selai, tiba – tiba Kibum merebut selai itu dan membukakannya.

“Igeo…” ujar Kibum menyerahkan botol selai yang telah terbuka.

“Khamsahamnida!!!” sahutnya mengambil botol selai dari tangan Kibum.

Semuanya saling berpandangan. melihat kejadian ini, Minho memberi kode kepada Jinki untuk meninggalkan mereka berdua dan Jinki mengangguk mengerti.

“Honey~ kita ke danau, aku akan mengajakmu naik perahu” ujar Minho menarik Hyun Young pergi.

“Yeobo~ kajja kita juga pergi” bisik Jinki memberi kode pada Jinhya, dan Jinhya langsung mengerti dengan maksud namjachingunya itu.

“Taemini, kajja kita pergi!!!” lanjut Jinki menarik lengan Taemin yang masih asik dengan sandwich chesse nya.

“Yaak~ hyung aku sedang makan, Kalian berdua pergi saja. aku tidak mau menjadi keledai bodoh yang melihat kalian asik pacaran” sahut Taemin polos,

“Taeminie, kemarin aku melihat pohon mangga yang buahnya matang – matang. Kajja kita kesana!!!”bujuk Jinhya.

Taemin mengernyitkan dahinya, ekspresi mukanya seolah – olah bertanya apa kau mengajakku untuk mencuri mangga??? Jinki berusaha memberi kode dengan memainkan matanya tapi si pabo Taemin malah bingung tak mengerti sambil bertanya “Hyung kenapa dengan matamu?? Apa kau sakit???” GUBRAKS!!!

Akhirnya Taemin nginyem pasrah saat Jinki dan Jinhya menyeretnya pergi meninggalkan Yoori dan Kibum berdua.
Sepeninggalnya mereka Kibum dan Yoori masih saling terdiam, tiba – tiba suasana menjadi sedikit panas. Yoori mengipas – ngipaskan tangannya, keringat sebesar bulir jagung menetes dari dahinya.

“Apa kau kepanasan?? Disini kan sejuk!!!” ujar Kibum mengelap keringat Yoori dengan tangannya.

Yoori POV

Aigooo~ apa yang Kibum barusan lakukan?? Membuatku semakin tegang saja.

“Noona kenapa diam saja??” tanyanya

Aku sedikit gelagapan menjawab pertanyaan Kibum, aduuuhh kenapa jadi kikuk begini sih??? Tenang Yoori~ inikan bukan pertama kalinya kau jatuh cinta. Mwo??? apa yang kukatakan tadi? jatuh cinta? Jinja? Apa aku benar – benar menyukai Kibum? Hassshhh dasar bodoh!!! Tidak – tidak ini pasti salah.

“Noona waeyo???”

Aku tercekat saat tangan Kibum menguncang bahuku pelan

“Ah anniyo~”

“Noona apa kau masih mengingat Minho???”

“Nde??”

Minho?? kenapa Kibum bertanya soal Minho?? benarkah aku masih mengingat namja kecil itu? namja yang selalu mengikuti kemanapun aku pergi. Ah anni, dia tidak lagi namja kecil, sekarang dia sudah menjadi namja dewasa yang tampan.

Tapi saat Minho bersama Hyun Young aku tidak merasakan apapun. Apakah ini artinya aku sudah tidak mencintai Minho lagi atau memang dari awal aku tidak pernah mencintainya? hanya sifat tamakku yang tidak rela Minho meninggalkanku dan pindah kesisi Hyun Young. Tapi saat aku bersama Minho aku tidak pernah merasa segugup ini??? Hassshhh Kwon Yoori apa yang terjadi denganmu??

“Sudahlah~ sampai kapan kau akan terus mengingat Minho???”

“Anniyo~ aku hanya sedang berfikir benarkah aku mencintai Minho?”

Kibum POV

Aku masih memperhatikan gadis yang kini ada dihadapanku, kenapa dia diam saja? Apa dia tidak nyaman berada disampingku? atau mungkin dia masih mengingat Minho??? aku coba menguncang tubuhnya pelan, dia menoleh dan tersenyum. Sangat manis!!!

“Noona apa kau masih mengingat Minho???”

“Nde??”

“Sudahlah~ sampai kapan kau akan terus mengingat Minho???”

“Anniyo~ aku hanya sedang berfikir benarkah aku mencintai Minho?”

Heh?? apa maksudnya??

“Aku tidak tahu apakah ini cinta atau hanya perasaan ingin memiliki saja, aku terlalu terbiasa dengan Minho yang selalu mengikuti kemanapun aku pergi. saat aku kembali ternyata Minho sudah bersama dengan orang yang ia cintai, aku sempat kaget karena Minho memandang Hyun Young sama seperti ia memandangku dulu. Ada perasaan tidak terima dan juga iri, aku tidak mau Minho memandang gadis lain seperti dia memandangku dulu, tatapan itu hanya milikku. Aku serakah kan???” lanjutnya

Aku tersenyum padanya tanpa menjawab sepatah katapun.

“Aku tidak pernah merasakan jantungku berdebar kencang saat dekat dengan Minho, aku hanya merasa dia adalah namdongsaeng kecilku yang sekarang sudah menemukan cinta sejatinya” lanjutnya

“Lantas apa yang kau rasakan jika berada di dekatku???”

NG!!! Kim Kibum~ apa yang kau katakan barusan?? Kenapa begitu terus terang? Kalau Yoori Noona merasa tidak nyaman dan menghindar darimu selama – lamanya bagaimana?? Dasar pabo~ jeongmal pabo.

“Mollaso~ yang jelas aku merasa nyaman jika didekatmu, kau begitu hangat Kibum. Tidak pernah aku merasakan ini sebelumnya. Gomawo!!!”

“Apa jantungmu berdetak cepat seperti ini???” aku meraih tangannya dan meletakannya tepat di dadaku. “Jantungku selalu berdetak sangat cepat jika berada disampingmu, aku selalu ingin melindungi dan juga membuatmu bahagia. aku tidak rela jika kau menangis, rasanya aku juga ingin ikut menangis bersamamu. Entahlah tapi jujur inilah perasaanku sesungguhnya” lanjutku.

Kulihat dia hanya menatapku dalam, kemudian bulir – bulir air mata keluar dari kelopak matanya. Aku meraihnya kedalam pelukanku “Mian kalau kau merasa terkejut dan tidak leluasa”

“Anniyo Kibum-ah, aku merasa bahagia saja. Ternyata kita mempunyai perasaan yang sama, gomawo!!!”

Benarkah itu?? terima kasih tuhan!!! Aku semakin memeluknya erat, dan mencium keningnya lembut.

(Mian banget buat Key, nasibmu saya bikin buruk, seburuk buruknya karena harus bersanding dengan siluman rubah Yoori hehe -____-V)

***

Author POV

Diatas perahu Hyun Young duduk membelakangi Minho, ia meluruskan kakinya dan bersandar pada dada Minho yang atletis, Hyun Young menyibakkan air danau yang begitu sejuk, airnya yang jernih membuat semua yang ada didalamnya tampak terlihat jelas, pepohonan rindang merunduk mengitari disekitar danau, daun – daun yang mulai mengering berjatuhan kedalam air.

“Kau menyukainya???” tanya Minho yang saat itu tengah mendayung.

Hyun Young mengangguk tersenyum. “Ini indah sekali!!!” sahutnya masih terus memainkan air.

Saat perahu sudah berada ditengah, Minho berhenti mendayung, dia memeluk dan meletakkan dagunya diatas bahu Hyun Young.

“Ahhh disini dingin sekali!!!” ucap Minho semakin mempererat pelukannya. Hyun Young hanya tersenyum manis.

“Honey, aku punya sesuatu untukmu” ucap Minho melepaskan pelukannya dan meraih sebuah kotak dari dalam saku celananya.

“Igeo mwoya???” Hyun Young meraih kotak itu dan membukanya, ternyata itu adalah sebuah kalung dengan liontin berlian yang berbentuk lingkaran.

“Lihat ini, jika kau sedang dalam bahaya kau tekan liontin bagian tengahnya, ini adalah alat sensor yang akan terhubung dengan ponselku.”

“Oppa jangan mulai lagi”

“Aku mohon Hyun Young!!! aku takut Jonghyun mencelakaimu, aku mempunyai firasat buruk dengan bajingan itu.”

“Tapi….”

“Aku mohon, setidaknya aku akan merasa tenang jika kau memakainya”

Hyun Young mengangguk dan pasrah saat Minho memakaikan kalung itu dilehernya.

Aroma tubuh Hyun Young membuat Minho tidak bisa menahan hasratnya untuk tidak menciumi dan menjilati setiap jengkal leher yang putih nan jenjang itu.

“Nghhhhhhh…Oppa hentikan!!!” desah Hyun Young dan menjauhkan wajah Minho dari lehernya.

“Mianhe~” sahut Minho menghentikan aktifitasnya dan kembali memeluk Hyun Young erat.

Sementara itu Kim Jonghyun berdiri dibalik pohon besar yang berada didalam hutan tak jauh dari danau, Ia tengah memperhatikan mereka dengan seksama. Giginya gemeletuk dan tangannya mengepal sangat kuat.

“Kebahagian kalian akan berakhir malam ini!!!” gumamnya menyeringai

***

To Be Continued _______

15 thoughts on “[FREELANCE] Still (Part7)

  1. Huaaaahhhhhh :'((((((
    Saya cemburu sama hyun young ituloh yang nempel mulu sama minho ,,, Aigooo ,,
    Next part (protEct) aku minta PWnya yah eon

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s