[FREELANCE] I Hate Namja! (Part 3)

Author : Ulie Aya’aya Wae
Title : I Hate Namja
Genre : Angst, Romance

Cast:
Park LieBeom aka Beom
Choi Minho
Kimjae
Kevin
Kyuhyun & Hyori (Orang Tua Beom)

Beberapa bulan ini nampak perubahan drastis dalam diri Beom, entah apa yang terjadi padanya. Dia menjadi pendiam dan menjadi sosok yang susah untuk di hubungi Minho. Sudah beberapa hari Beom tidak bertemu dengannya, tidak ada masalah apapun diantara mereka. Beom hanya butuh waktu untuk menyendiri dan kesendirian nya itu berdampak negative terhadapnya. Beom mulai mengenal dunia malam, alkohol dan rokok sudah menjadi konsumsi nya setiap hari. Hobi nya menulis dan obsesi nya membuat sebuah novel sudah ia tinggalkan, tidak ada lagi hasrat untuk mencapai itu semua. Hidupnya hampa dan pikirannya hanya di penuhi dengan kebencian.

FLASHBACK

Kevin secara tiba-tiba berkunjung ke rumah Beom. Kyuhyun dan Hyori mempersilahkan Kevin masuk karena ingin mengetahui permasalahannya dengan jelas. Saat itu Beom sedang dalam perjalanan menuju rumah, Beom dihubungi Hyori untuk segera pulang karna ada Kevin yang ingin menemuinya. 30 menit kemudian Beom tiba di rumah dan langsung menarik Kevin ke halaman depan rumah.
“Waeyo..?” Beom menatap penuh amarah
“Jagi.. mianhae, aku hanya ingin memulai nya dari awal!” ucap Kevin tanpa basa-basi, terlihat raut wajahnya penuh penyesalan. Kevin menjelaskan kejadian sebenarnya waktu itu. Malam sebelum pernikahannya, Kevin bersama tenam-teman nya mengadakan bachelor party disalah satu club malam. Kevin terlalu banyak minum alkohol sampai akhir nya tidak sadarkan diri.
“Tiba-tiba saat aku terbangun, yoeja itu sudah ada di sampingku, aku benar tidak tahu apa-apa!” bela Kevin dengan polos nya
“Cih! Apa saat di kamar mandi, kau juga belum sadar?!” tanya Beom dengan sinis. Kevin menunduk malu “Jeongmal mianhae, aku hilaf!!” ucapnya pelan
“SHIRO..!! AKU MUAK MELIHAT WAJAHMU!!” bentak Beom dengan nada yang tinggi kemudian berlalu dari Kevin. Kevin hanya bisa melihat punggung Beom mulai menjauh dari nya.
“Semua ini juga salahmu, Beom!” teriak Kevin sehingga membuat langkah Beom terhenti.
“Kau selalu menolaknya saat aku minta, kau tidak pernah bisa MEMUASKANKU!, kau terlalu MUNAFIK!!” tambahnya dengan lancang. Beom mengepal tangannya, rasanya ingin ia melayangkan tinju nya ke wajah Kevin. Beom mendongak dan melihat Kevin sekilas dengan penuh amarah kemudian pergi meninggalkannya.

END FLASHBACK

Hari ini seperti hari-hari sebelumnya, Beom pulang ke rumah sekitar jam 2 pagi. Langkahnya sempoyongan dan di mulut nya tercium bau alkohol .
*Krek.. Selang beberapa menit pintu depan rumah kembali terbuka.
“Beom-ah..” panggil Kyuhyun yang juga baru tiba di rumah. Beom mendongak sekilas lalu melanjutkan langkahnya kembali menuju kamar tanpa menjawab panggilan Kyuhyun
“LIEBEOM..” panggil Kyuhyun untuk kedua kali nya sambil menahan lengan Beom.
“WAE..?” Beom menipis tangan Kyuhyun
“Dari mana kau..? Aish.. kau mabuk?!” ucap Kyuhyun setelah mencium bau alkohol dari mulutnya.
“Appa sendiri dari mana, jam segini baru pulang?!” Beom malah bertanya balik sambil menunjuk ke wajah Kyuhyun dengan mata yang sedikit teler.
“Apa caramu seperti itu, berbicara dengan orang tua??” nada Kyuhyun sedikit meninggi “Kenapa, kau jadi seperti ini?!!” dia memegang kedua bahu Beom kemudian meng-guncangkannya
“Waeyo..? bukanya appa mencontohkan nya seperti itu?!” ucap Beom sambil tersenyum sinis
“Appa selalu pulang pagi, aku ikutin.. appa slalu membentak, aku ikutin.. harusnya appa BANGGA karna aku telah BERHASIL MENCONTOH PRILAKUMU!” bentak Beom seenaknya
PLAKK!!
Tamparan keras Kyuhyun membuat wajah Beom yang tadi nya tegak menjadi tertunduk. Beom memegang pipi nya, tidak ada tangisan seperti biasanya, hanya tatapan penuh amarah yang di perlihatkan nya.
“CIH! Kau seperti PELACUR!!” maki Kyuhyun dengan geram
“Heh.. pelacur? Beom mengulang perkataan appa nya dan tertawa sinis
“Bukannya appa suka dengan PELACUR?? Bukannya appa pulang pagi setiap hari, demi tidur dengan seorang PELACUR?! HAH..!” Beom berteriak membuat tangan Kyuhyun hampir kembali melayang ke wajah nya.
“ANDWEEEEEE….” Teriak Hyori yang langsung menghampiri pertengkaran suami dan anak nya itu.
“Yaebo, jebal.. maafkan dia!” Hyori mewakili Beom meminta maaf. Kyuhyun meliri geram kearah Hyori dan Beom secara bergantian kemudian membanting pas bunga yang berada di samping nya.
“URUS TUH ANAKMU!!” tunjuk Kyuhyun kemudian berlalu. Hyori langsung memeluk Beom dan mengusap-usap punggung nya.
“Beom-ah mohon jangan seperti itu, bagaimana pun beliau adalah appa mu!” Hyori mencoba menasehatinya. Beom melepas pelukan Hyori dan menatap nya nanar
“Omma.. aku tidak sekuat yang kau kira.. aku tak se-sabar dirimu.. aku tak se-ikhlas dirimu..aku tak sebaik pikirmu..” ucap Beom lirih.
“Aku LELAH! Napasku SESAK! Hatiku SANGAT PERIH, Seperti luka yang slalu di taburkan garam setiap hari nya! Aku benar-benar tidak kuat dengan semua ini, omma!” tambahnya sambil terisak membuat Hyori tak kuasa menahan air mata nya terjatuh. Anak dan ibu itu menangis histeris, mencoba melepas semua beban yang mengganjal di hati nya. Kemudian mereka pergi ke kamar dan tidur bersama dalam pelukan.
Pagi hari nya dengan mata yang masih berbintit, Beom pergi jalan-jalan ke sebuah taman di pusat kota. Dia duduk di bangku yang berada di samping pohon besar, di sekelilingnya di penuhi dengan bunga-bunga yang cantik dan harum. Beom menghela napas nya panjang, mencoba menghirup udara segar untuk masuk ke paru-paru nya. Beom menengadah dan menutup mata nya, membiarkan semilir angin menyibak rambut nya dengan lembut, membiarkan imajinasi nya menerawang jauh tentang keindahan alam ini. Tiba-tiba suara anak kecil menyadarkan Beom dari lamunannya.
“Noona mianhae.. “ ujar seorang anak kecil tampan dengan napas ter engah-engah
“Bolehkah aku meminta airmu.?” tambahnya sambil menunjuk air mineral yang berada di samping Beom. Beom tersenyum lalu mengacak-acak rambut anak kecil itu.
“Gwenchana.. ambil lah..” Beom menyerahkan air mineral nya, anak itu langsung meminum nya sampai habis kemudian membungkuk kan tubuh nya sebagai tanda terima kasih
“Khamsahamnida noona, semoga Tuhan memberkatimu!” anak kecil itu langsung berlari, kepolosannya itu membuat Beom tersenyum renyah.
EHEM!
Seorang namja berkaos oblong dan bercelana pendek duduk di samping Beom
“Apa kau suka dengan anak kecil itu??” tanya nya so akrab sambil menunjuk anak yang yang tadi bersama Beom
“Eh….?” Beom mendongak sambil mengeritkan kening nya.
“Aku perhatikan, kau bisa tersenyum saat bersamanya…”
“Dia anak laki-laki yang sangat manis!” potong Beom menghentikan omongan namja itu
“Aish.. agasshi, apa kau tahu kalau anak itu begitu mengesalkan?! Ketika dirumah dia slalu menggangguku bekerja!” curhat namja itu
“Heh.. kau appa nya??”
“MWO.. setua itu kah wajah ku?!” namja itu menunjuk diri nya sendiri. Beom tertawa kecil melihat nya.
“Agasshi, kau terlihat lebih cantik saat tersenyum dibanding saat kau menangis!” ucap namja itu. Beom menatap tajam, senyuman yang dari tadi berkembang lambat laun memudar karna merasa heran.
Ddddrrrrttt…ddddrrrrtttt…
“Yoboseyo..” Beom merogoh ponsel di saku nya
“Ne.. ne.. aku akan segera pulang!” Beom langsung pergi tergesa-gesa tanpa sempat berpamitan pada namja yang sampingnya, namja itu hanya berdiam diri melihat Beom menjauh dari nya dan hanya mengelengkan kepalanya.
“Apa dia slalu berlari, setiap ada masalah?!” gumam namja itu

Beom segera pulang setelah pembantu di rumah menghubungi nya, Beom langsung melihat keadaan Hyori. Dilihat nya Hyori sedang merapihkan barang-barang, di ruangan itu seperti kapal pecah, barang-barang berserakan dimana-mana. seperti nya sudah terjadi perang maha dasyat antara appa dan omma nya. Beom hanya bisa melihat omma nya menangis tanpa bisa menghiburnya. Beom menghela napas nya panjang, memberika ruang untuk rasa sesak akibat amarah yang tidak bisa di keluarkannya. Beom pergi ke kamar nya, mencoba mengurangi segala beban dengan cara tidur.
Sore hari nya Beom kembali pergi untuk menemui namja yang sangat dia rindukan, namja yang slalu bisa membuat nya tenang.. namja yang slalu memberikannya kehangatan, CHOI MINHO!!
Beom tiba di depan pintu apartment Minho, dia masuk beberapa langkah dan melihat pemandangan yang membuat hati nya shock. Beom keluar kembali dan bersandar di balik pintu.
“Oppa.. Saranghae..” sayup-sayup terdengar suara dari dalam
“Na do saranghae..” balasnya. Seketika mata Beom membulat lebar, tetesan air mata mulai beraksi membasahi wajah pucat nya kemudian Beom pun pergi dari sana.

KimJae POV

Hari ini aku bermain di apartment Minho oppa, kami membuat kimbab bersama-sama. Aku bertugas membuat isiannya sedangkan Minho oppa menyiapkan segala keperluan lainnya. Saat aku mengiris sayuran, jariku menjadi korban ketajaman pisau yang ku pegang. Spontan Minho oppa memasukan jariku ke dalam mulut nya. Minho oppa langsung mengobati lukaku di ruang tengah, rasanya jantungku berdetak kencang saat wajah kami berhadapan sangat dekat, ada hasrat yang membludak saat itu. Minho oppa menyuruhku diam dan biarkan dia yang meneruskan kimbab nya. Setelah mengobati lukaku, Minho oppa beranjak menuju dapur, tapi aku menahan langkahnya.. aku memeluk Minho oppa dari belakang dan menyandarkan kepaku di punggungnya.. aku mengunci tubuhnya dengan pelukannku, sejenak kami terdiam, aku menghela napasku.. mengumpulkan seluruh kekuatan yang tersimpan untuk menyatakan cintaku
“Oppa.. saranghae..” ucapku tanpa basa-basi
“Na do saranghae..” balasnya. Kemudian Minho oppa membalikan tubuhnya jadi menghadapku lalu memegang kedua bahuku
“Tapi, aku hanya menganggapmu sebagai adik.. Mianhae…” tambahnya kemudian yang membuat hatiku sangat kecewa

END POV

Beom berjalan gontai menelusuri keramaian pusat kota, lampu-lampu kota mulai memancarkan cahayanya menggantikan sang surya yang mulai tenggelam ke peraduannya. Beom seperti orang linglung, berkali-kali dia hampir tertabrak karna pandanganya yang tidak pernah fokus melihat jalanan. Beberapa pengemudi menghadiknya kasar, tapi beom tidak memperdulikannya.. dia hanya terus berjalan walaupun tanpa arah tujuan.
Beom merasakan rasa pegal di kedua kakinya. Kakinya lambat laun mulai tak bertenaga hingga tidak kuat menompang tubuhnya lagi.. kemudian Beom duduk untuk istirahat, duduk di trotoar pinggir jalan.. tatapannya kosong, sesekali dia mengusap keringat di dahinya. Beom tidak peduli dengan pandangan orang-orang yang melihatnya dengan tatapan aneh. Dia terpaku membayangkan tiap kejadian yang akhir-akhir ini menimpa-nya.. dia menangis lalu menenggelamkan wajahnya diantara kedua kakinya.
Tiba-tiba sebuah mobil berhenti di dekatnya, seorang namja keluar dari mobil itu kemudian jongkok di hadapan Beom
“Agasshi.. apa dalam hidupmu, kau hanya tahu menangis..?” ucap namja itu sambil menyodorkan sapu tangannya. Beom mendongak kemudian buru-buru menghapus air matanya.
“Apa kau lupa, bagaimana caranya tersenyum seperti tadi pagi..?!” tambah namja itu
“Kau…?” Beom menatap nanar namja itu
“Usaplah.. aku sangat BENCI melihatmu menangis!!” namja itu menyodorkan kembali sapu tanganya. Ucapan namja cute itu membuat Beom kesal
“Apa pedulimu..?” Beom menatap penuh kebencian
“Urus saja urusanmu sendiri!!” tambahnya kasar sambil menepis tangan namja itu sehingga membuat sapu tangannya terhempas. Beom langsung berdiri dan meninggalkan namja itu sendirian
“Agasshi.. aku PERCAYA suatu saat, kau akan TERSENYUM kembali padaku!!” teriak namja itu

Pagi hari di apartment Minho,

Minho terbangun karna mimpi buruk, mimpinya tidak begitu jelas tapi sangat menakutkan, mimpi itu membuat dia mencemaskan Beom. Minho beranjak dari kasur dan duduk di bawah dekat meja, tubuhnya disandarkan ke sofa.. dia mencoba mengingat keras mimpi yang dialaminya.. Minho menengadahkan wajahnya dan meletakan kepalanya di sofa dan mencoba memejamkan matanya, tanganya tanpa sengaja menyentuh sesuatu yang berada di bawah kolong sofa.. Minho mengambilnya dan ternyata itu lipatan kertas yang berisi tulisan Beom waktu itu. Minho mendongak ke bawah kolong sofa.. dia heran karena begitu banyak lembaran-lembaran kertas di bawah sana. Minho kemudian menggeser sofa itu dan dia menemukan buku diary berwarna shappire blue, kemudian membacanya

“Seminggu yang lalu, aku bertemu dengan namja di sebuah toko bunga yang terletak di pinggir jalan. Dia berpakaian serba hitam seperti orang yang sedang berkabung. Namja itu memilih satu ikat bunga yang sama percis denganku. Saat itu aku melihat dia menyodorkan kartu kredit ke pedagangnya, tapi pedagang itu menolaknya kemudian dia menyerahkan kembali bunga yang di pilihnya. Saat dia hendak pergi dan ber pas-pasan denganku, dia melirik bunga yang ku pegang lalu dia mengeluarkan sebuah kartu nama dan menyerahkannya padaku. Setelah itu dia merampas bungaku dan langsung kabur dengan mobilnya.
Saat ini aku sedang berada di apartment si MALING bunga itu, dia meminta maaf dan menjelaskan alasannya, kenapa dia merampas bungaku! Kemudian dia menyerahkan uang ganti untuk bungaku. Si maling bunga itu bernama, CHOI MINHO!”

Minho tersenyum setelah membacanya, lalu membuka lembar berikutnya.

“Tidak di sangka bisa bertemu minho lagi. Emh.. dia terlihat sangat cute dengan rambut pendek nya, dan aku baru sadar ternyata senyumannya sangat manis xixixixi…”

“Hari ini aku mulai bertukar nomor ponsel dengan Minho. Aku harap kita bisa menjadi teman baik. Amin..”

“Akhir-akhir ini aku jadi sering bertemu dengan Minho, kadang-kadang dia juga slalu mengajakku ke apartment nya, tempatnya sangat tenang, membuatku merasa betah berada disana”

“Oh My God… aku mimpi MINHO! Kami sangat mesra di mimpi itu..”

Minho mengeritkan keningnya karna heran dan semakin penasaran dengan lembar-lembar selanjutnya

“Hari ini tepat satu tahun aku mengenal MINHO!”

“Sudah satu minggu aku tidak bertemu dengannya, Choi Minho BOGOSHIPO…”

“Akhir-akhir ini aku sering memikirkan Minho, hampir tiap hari dia hadir di mimpiku. Apa mungkin aku menyukainya??”

“Aku baru sadar tenyata perasaanku terhadap Minho bukan sekedar teman ataupun sahabat! Choi Minho SARANGHAE!!”

Minho terbelalak membacanya,
“Jadi, slama ini.. kita mempunyai perasaan yang sama??!!” gumam Minho dalam hati. Minho jadi ketergantungan membaca diary itu dan membuka lembar-lembar berikutnya.

“Aku tidak boleh mencintai Minho, semua ini tidak adil bagi Kevin. Mulai sekarang aku akan membuang rasa ini jauh-jauh. Aku akan menjadikan Minho sebagai teman terbaikku!”

“Valentine Day yang MENYEBALKAN!! Kevin terlalu sibuk di Negara orang sampai dia tidak bisa dating menemuiku. Untungnya ada Minho yang mengajakku candle light dinner. Huhuhu… So Sweet…”

“Seminggu lagi aku menikah dengan Kevin, tapi kenapa hatiku jadi bimbang??”

“Hari pernikahanku akhirnya tiba. Harusnya, hari ini adalah hari yang membahagiakan untukku, tapi aku salah! Hari ini.. hari yang sangat MENYAKITKAN!!”

“Terima kasih Tuhan karna Engkau slalu menghadirkan Minho untuk menghiburku! Seperti hari ini, dia membawaku ke apartment nya, suasana yang baru dengan cat sky blue”

“Mulai hari ini Minho menyuruhku untuk memanggilnya OPPA!! rasanya terdengar aneh ckckckc… MINHO OPPA!!”

“Waeyo saat bersama Minho oppa hatiku slalu bergetar?? Perasaan yang dulu sempat ada, apa mungkin sekarang kembali lagi?!
Apa mungkin cinta itu datang lagi??

Aiish.. ottoke..??”

“Oops.. Minho Oppa mencium keningku!! Hehe… Rasa nya senang sekali!”

Minho tersenyum mengingat kejadian itu
“Huh.. harusnya kau juga sadar saat aku mencium bibirmu waktu itu, alangkah senangnya kalau kau tahu isi hatiku! Beom.. saranghae!!” ucap Minho dalam hati, Minho membuka lembar-lembar berikutnya

“Akhir-akhir ini hidupku terasa KACAU! Aku sudah tidak betah lagi tinggal di rumah. Appa benar-benar MENGECEWAKANKU!!”

“Lagi-lagi aku harus melihat pertengkaran diantara kedua orang tuaku, dan untuk kesekian kali nya aku harus melihat omma menangis! Appa BENAR-BENAR JAHAT!!
AKU SANGAT-SANGAT MEMBENCINYA!!”

Minho mengeritkan keningnya lalu dengan cepat membuka lembaran-lembaran paling akhir yang di tulis, tertera tanggal penulisan terakhir adalah hari kemarin

“Aku benar-benar LELAH! Rasa nya aku SESAK menjalani hidup ini.. rumahku adalah lingkungan TERBURUK dalam hidupku, tiap hari harus melihar pertengkaran, pemukulan, tangisan, aku benar-benar STRES melihatnya..
Aku benar-benar BENCI hidup ini!
Aku benar-benar MUAK dengan semua ini!”

“Apa mungkin, ini terakhir kali nya aku menulis diary??
Aku harap semuanya bisa HIDUP BAHAGIA!!
OMMA…
OPPA…
SARANGHAE…”

Tulisan terakhir itu membuat Minho shock, tanganya gemetaran dan tiba-tiba diary itu terlepas. Minho langsung meraih ponsel dan menekan tombol nomor 1 untuk menghubungi Beom
“Nomor yang anda hubungi tidak bisa menerima panggilan atau berada di luar jangkauan, mohon coba beberapa saat lagi”
Perasaan Minho semakin was-was dan tidak karuan, dia khawatir terjadi sesuatu pada Beom. Apalagi dia baru sadar kalau akhir-akhir ini Beom agak sedikit aneh, terus kata terakhir yang diucapkannya seolah mengisyaratkan bahwa dia tidak akan bertemu lagi dengan Minho.
“Oppa… seandainya aku tidak ada, jaga dirimu baik-baik yah?!”
SHIT!!
Minho langsung keluar dan di lorong apartment Minho berpas-pasan dengan Kimjae
“Apa kau lihat Beom..?” tanya Minho panik
“Bukannya dia menginap di kamarmu..?”
“Heh…?” Minho mengeritkan dahinya
“Tadi malam aku melihat Beom masuk ke tempatmu, terus tadi pagi-pagi sekali aku melihatnya keluar!”
“Oedi…?” Minho semakin penasaran
“Kesana..” Kimjae menunjuk kearah balkon. Minho langsung berlari dan menaiki anak buah tangga yang berada di sana. Perasaan was-was menyelimuti pikirannya, rasa takut dan cemas bercampur menjadi sesuatu yang susah dicerna akal pikiran. Beberapa menit kemudian Minho tiba di balkon, diperhatikannya sekeliling.. pandangannya menerawang jauh ke tiap sisi dan di ujung sebelah kanan Minho menemukan Beom tergeletak. Minho langsung menghampiri Beom, mengangkat kepalanya dan meletakan dalam pangkuannya.
“LieBeom…LieBeom…” panggilnya sambil mengguncang-guncangkan tubuh Beom. Minho sangat panik karna darah mengalir deras di pergelangan tangan Beom, darah itu hampir membanjiri sekeliling hingga baju yang tadinya putih sudah berubah menjadi kemerahan. Minho mulai berkaca-kaca.. tubuhnya tiba-tiba melemas.. dia menangis dan berteriak histeris
“BEOOOOMMMMMM….”

Beom Diary

Oppa.. mianhae sering menjauhimu, oppa.. saat ini aku hanya ingin sendiri. Aku tahu, kau baik-baik saja. Walaupun akhir-akhir ini kita jarang bertemu, tapi aku slalu melihatmu tiap malam. Aku selalu ketempatmu saat kau sudah terlelap. Tidurmu sangat manis.. membuatku slalu ingin melihatnya. Aku benar-benar tidak sanggup berhadapan denganmu, aku sudah terlalu sering memperlihatkan kesedihanku. Aku tidak ingin berbagi lagi denganmu.. aku sangat LELAH, oppa!.. aku harap kau slalu mengingatku.. aku sengaja menyimpan semua catatan dan diary ku di tempatmu, berharap suatu saat kau tahu isi hatiku…

Beom POV

Kemelut ini membuatku ingin mengakhirinya. Aku berkunjung dipagi buta untuk melihat Minho oppa, aku terpaku cukup lama memperhatikan tidur nya kemudian meninggalkan satu pesan untuknya. Aku pergi ke balkon di gedung itu, aku menghirup udara segar yang membuat tubuhku menggigil kedinginan. Aku memandang pusat kota yang masih diselimuti kabut.. melihat langit.. melihat sang surya yang masih malu-malu untuk merangkak dari peraduannya. Aku mulai duduk dengan manis dan menengadahkan tangan kiriku.. memegang pergelangan tangannya dan meraba halus dengan jari-jari tangan kananku.. mataku berubah sayu, tapi aku masih bisa melihat jelas dan menatap dalam-dalam sekitar telapak tangan kiriku. Tangan kananku mulai merogoh benda kecil tajam dalam sakuku, kemudian memotong kuku jari kiriku dengan silet tajam itu.. beberapa potongan melenceng hingga mengiris kulit disekitar kukunya sampai membuat jariku berdarah.
“AWW…” rasanya perih saat luka itu mulai tertetesi air mataku yang tanpa komando jatuh begitu saja. Aku menghisap jariku, dan kurasakan darah segar masuk dalam tenggorokanku.. aku mengacungkan silet itu, memcoba membersihkan darah yang menempel dengan baju putihku. Aku tersenyum getir dan aku mulai memainkan kembali benda tajam itu, aku memiringkannya kemudian membuat gerakan keatas kebawah seraya meraba lenganku yang halus.. dan disaat silet itu tepat diatas pergelangan urat nadiku.. aku merubah posisi silet itu menjadi tegak berdiri..
*SREEETTT… aku menggoreskannya hingga nadiku terputus, darah langsung mengalir.. sebagian ada yang muncrat mengenai wajahku. Aku melepaskan silet itu dan mengelap asal percikan darah pada wajahku. Tiba-tiba aku merasa lelah.. lengan kiriku seolah mati rasa, aku tidak bisa menggerakan nya sedikitpun. Aku meraba luka goresan itu dengan jari-jari kananku kemudian menekannya kuat hingga darahnya mengalir semakin deras sampai mengotori hampir seluruh bajuku. Aku tergeletak seketika.. mataku lambat laun mulai kabur.. remang-remang aku melihat Minho oppa mendekapku terus mengguncang-guncangkan tubuhku.. aku melihatnya menangis, air matanya jatuh tepat diwajahku dan sayup-sayup aku mendengar dia memanggilku..
“Mianhae oppa.. ini terakhir kali nya aku membuatmu menangis” ujar batinku dan setelah itu aku menyunggingkan senyum termanisku…

“ANDWEEEEE…..”

Message To Minho From Beom

“Oppa.. diary sapphire blue itu mencerminkan hatiku, saat mulutku suah untuk berucap maka diary itulah perantaraku berbicara.. hampir semua isinya bercerita tentang kita, tentang hatiku.. perasaanku dan juga cintaku terhadapmu. Sekarang Oppa tidak perlu menekuk wajah lagi saat aku hanya bilang kau adalah temanku, sebenernya dalam hatiku kau lebih dari sekedar teman.. kau adalah cahaya dalam gelapku.. kau adalah matahari yang slalu menghangatkan tubuhku.. kau adalah segalanya bagiku, Oppa.
Mianhae aku terlalu egois menyatakan cintaku seperti ini, sesungguhnya aku hanya membuatmu terluka, karna aku tidak bisa ada untukmu, mungkin saat Oppa baca pesan ini, aku sudah berada di alam lain. Mianhae.. jeongmal mianhae, Oppa
Berbahagialah karna masih banyak orang yang mencintaimu, jadi hiduplah dengan baik demi mereka.. SARANGHAE…”

Saran dan Kritiknya seperto biasa!!
Tunggu epilog nya yah!!

7 thoughts on “[FREELANCE] I Hate Namja! (Part 3)

  1. astaga~~~
    aku rasa ff ini nyampain pesan ttg akibat buruk pada anak remaja bila orang tua tidak mendidik anak dgn benar…
    neomu appo ngebyangin appa mu sendiri punya selingkuhan dan bahkan anak dari perempuan selain ibumu… T^T

    hikss.. di part ini bener2 kerasa sedihnya….
    authornya daebak!!!!
    yah~ walaupun pada akhirnya beom coba bunuh diri… tapi ini belom metong kan yah???
    dia belum tau kalo Minho juga suka sama Beom…

    pdhal udah seneng krn Minho akhirnya tau perasaannya Beom.. huh~ Minho~ya kau tidak peka sekali… =,=” #cubit idung Minho

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s