[FREELANCE] Still (Part6)

Author                : Nita Yuliani a.k.a Nam Hyun Young

Cast                     : All member SHINee

–          Nam Hyun Young

–          Choi Jinhya (Hyun Young Best Friend & Lee Jinki Girl Friend)

–          Kwon Yoori

Length                 : Sequel

Genre                  : Romence, Friendship

Rating                 : PG – 15

 

Author POV

Sementara itu Minho membawa Yoori pergi ke apartementnya, Yoori masih terus mengoceh tentang asal mula kenapa dia dikeroyok Hyun Young juga Jinhya. Minho masih terus terdiam.

“Awwww”

Yoori pura-pura kesakitan untuk mencari perhatian Minho.

“Noona gwencahanayo???” Minho menopang tubuh Yoori yang pura – pura akan pingsan.

“Kepalaku sakit sekali, mungkin karena tadi Hyun Young menjambakku terlalu keras. Ya ampun gadis itu tenaganya besar sekali? Aku sampai tidak bisa melawannya!!!”

“Sudahlah kita masuk, kita obati lukamu!!!”

Minho memapah tubuh Yoori memasuki apartementnya.

Minho POV

Aku memapah Yoori memasuki apartementku, kurebahkan dia disofa ruang tamu. Aku segera melesat mengambil kotak P3K.

“Minho-ssi gomawo” ucapnya lirih

“Diamlah~ tubuhmu banyak luka”

Aku mengolesi lukanya dengan antiseftic, apa yang Jinhya dan Hyun Young lakukan sebenarnya? Kenapa begitu banyak sekali luka ditubuh Yoori? Hyun Young? Apa kau baik – baik saja? Apa kau juga terluka sama seperti Yoori saat ini?

Dia pasti membenciku sekarang, kenapa aku harus menyalahkannya tadi? Hyun Young maafkan aku!!

“Aku senang kau membelaku seperti tadi. gomawo!!!” ucapnya, Aku tekejut saat Yoori mendekatkan wajahnya padaku, jarak kami begitu dekat lalu

CHUP~

Yoori menciumku!!! kejadiannya begitu cepat, aku tidak bisa menghindarinya.

PRAAAAANNNNNGGG

Aku tersontak kaget saat guci yang kuletakkan di meja dekat pintu masuk telah pecah, aku menoleh. Oh tidak~ Hyun Young mematung menatap kearahku, dia pasti melihat kejadian barusan.

Aku beranjak dari tempat dudukku untuk mengejar Hyun Young, tapi Yoori menggenggam tanganku erat.

“Jangan pergi, aku mohon!!!”

Aku menepis tangan itu dengan kasar, aku sudah tidak peduli lagi dengan Yoori, sekarang yang ada diotakku hanya Hyun Young.

Hyun Young POV

Seluruh sendi – sendiku melunglai, luluh lantah…

Mataku nanar melihatmu sedang berciuman bersama yeoja itu, cinta pertamamu.

Benarkah yang kulihat? Apakah aku mimpi? Aku berharap ini adalah mimpi. Tapi sayangnya ini adalah nyata.

Tubuhku lemas seketika, aku berniat mencari sesuatu untuk menopang tubuhku

PRAAAANGGG

Aku tidak sengaja menyenggol guci yang ada di meja dekat pintu masuk. Aku berlari meningalkan mereka yang masih shock melihat kedatanganku, hatiku terlalu sakit untuk melihat semua itu. air mataku tumpah, tangisku meruah.

Ini memang salahku, wajar jika kau kembali padanya. Dasar bodoh kenapa aku harus menangis, kenapa air mata ini tidak mau berhenti?

Author POV

Hyun Young terus berlari meninggalakan apartement, air matanya terus mengalir. Hyun Young terhenti saat ada seseorang yang menahan langkahnya.

“Minho Oppa???”

“Tunggu Hyun Young-ssi aku mohon jangan salah paham!!!”

“Aku tidak ada hak untuk salah paham!!!”

“Lantas kenapa kau menangis sekarang??”

Hyun Young terdiam

“Katakan Hyun Young-ssi kalau kau cemburu, iya kan??? Katakan padaku!!!” minho mencengkram tubuh Hyun Young sambil berteriak.

“IYA AKU CEMBURU, AKU MARAH, AKU MARAH KENAPA KAU MALAH MENGKHAWATIRKAN YOORI DAN BUKAN AKU, AKU MARAH KENAPA KAU TAK MENGEJARKU MALAH MENATAPKU SEAKAN – AKAN AKU YANG SALAH, AKU TIDAK TERIMA KAU BERSIKAP SEPERTI INI PADAKU. AKU….”

Belum sempat Hyun Young melanjutkan kata-katanya, Minho sudah mendaratkan bibirnya di bibir Hyun Young, Hyun Young tidak berontak saat Minho melumat habis bibirnya. dia hanya diam mematung merasakan seluruh sendinya benar – benar lunglai sekarang. Minho menopang tubuh Hyun Young dengan satu tangannya sedangkan tangan yang lainnya memegang belakang kepala Hyun Young.

Tiba – tiba hujan turun membasahi tubuh mereka, Minho menghentikan aktifitasnya dan menarik tubuh kecil Hyun Young kedalam pelukannya. Hyun Young tergugu dalam pelukan Minho.

“Mianhe jeongmal Mianhe” ucap Minho lirih.

Hyun Young masih terus menangis dan membenamkan wajahnya dipelukan Minho.

“Dasar bodoh~ kenapa tidak katakan dari awal kalau kau cemburu?”

“Yaak~ aku tidak cukup berani melakukannya”

“Gengsimu itu besar sekali” minho menjitak kepala Hyun young pelan dan kembali menarik tubuh Hyun Young kedalam pelukannya

“sudahlah!!! Kajja~ kita masuk” lanjutnya dan memapah tubuh Hyun Young memasuki apartementnya.

Yoori POV

Pandanganku menerawang keluar jendela 91cafe, aku mendesah untuk yang kesekian kalinya. Airmataku menetes deras sederas hujan malam ini.

Aku kehilanganmu sekarang, sejak pertama melihat Hyun Young aku sudah tahu aku benar – benar kehilanganmu. aku tidak rela kau begitu mencintai Hyun Young, maaf karena aku begitu serakah.

Sekarang aku hanya bisa meratapi kebodohanku dimasa lalu, mungkin jika dulu aku menerima cintamu kita pasti hidup bahagia. Minho~

Aku menoleh saat ada seseorang yang memberikan sapu tangannya untuk menyeka air mataku.

“Kibum-ssi???”

Pria itu melempar senyum dan duduk dihadapanku.

“Sudahlah~ saatnya kau merelakan Minho, dia sudah menemukan cinta sejatinya sekarang”

“Hyun Yong???”

Kibum mengangguk

“Kau benar, mungki sekarang aku harus mulai mencari kekasih yang benar – benar mencintaiku dan berhenti mengganggu Minho” #Ho-oh sonoh deh lue pegi keneraka hus-hus-hus!!!!

“Hwaiting noona” kibum memberiku semangat sambil mengepalkan tangannya.

“Hey~ lalu kau sendiri bagaimana? Berhenti mengurusi mereka. saatnya kau mengurus masalah pribadimu!!!”

Kibum hanya nyengir kuda mendengar perkataanku barusan, Yeah dia memang paling dewasa diantara keempat pria itu, dia selalu tampil paling depan dalam membereskan masalah ketiga sahabatnya. Dia selalu peduli bahkan terlalu peduli. Aku kagum padamu Kibum, kau begitu menyayangi mereka dengan tulus.

“Baiklah sepertinya misiku untuk menghiburmu telah berhasil. Saatnya aku pergi. ingat ya noona jangan melakukan hal yang bodoh. Aku tidak mau repot mengurusnya nanti!!!!”

“Ne arraso~ Khamsahamnida!!!”

Dia tersenyum dan melambaikan tangannya padaku, aku terus memandangi punggung Kibum yang perlahan menghilang dari pandanganku.

Jinhya POV

Hyun Young kau dimana?? Kenapa ponselmu tidak aktif?? aku benar – benar mengkhawatirkannya. Apalagi hujan deras sekali. Asshhh dasar Yoori sialan!!! Dia keras sekali menamparku, darah dari bibirku sampai tidak mau berhenti seperti ini. wanita itu benar – benar siluman rubah, bisa – bisanya dia memfitnah Hyun Young yang melakukan ini terlebih dahulu. Awas kau ya kalau aku bertemu lagi dengamu, mati kau Kwon Yoori!!!!

“Yeobo hentikan~ kalau terus memainkannya seperti itu, nanti lukamu tidak akan kering” sergah Jinki Oppa yang melihatku terus memegangi sudut bibirku yang terus berdarah.

“Darahnya tidak mau berhenti Oppa!!!”

“Eh hentikan!!!” Jinki Oppa menahan tanganku.

“Mau ku buat agar darahnya berhenti?” lanjutnya

“Caranya???”

CHU~

Jinki Oppa mendaratkan bibirnya dan menghisap darah yang terus keluar dari sudut bibirku. Aku tersontak kaget, dan kurasakan Jinki Oppa menghisap bagian bibirku yang lainya juga. aku mendorong tubuhnya pelan untuk menghentikan aktifitasnya padaku. Dasar~ masih sempat – sempatnya dia melakukan ini padaku!!!

“Yaak~” teriakku.

Dia hanya nyengir kuda dan mengelap bibirnya yang sedikit ada bercak darah dari bibirku.

Minho POV

Malam ini hujan deras sekali, sampai – sampai baju kami basah kuyup seperti ini. aku tercekat saat Hyun Young keluar dari dalam kamar dengan memainkan rambutnya yang masih basah, dia menggunakan hotpan dan kemeja bigsize ku. jantungku berdetak cepat mataku tak pernah berhenti memandanginya. Oh~ Tuhan aku mohon jangan biarkan aku berbuat kurang ajar padanya.

“Oppa apa kau lapar??” tanyanya mendekat kearahku.

Jantungku semakin berdetak sangat cepat, kenapa aku ini??? kenapa jadi gugup melihatnya berpakaian seperti itu. tenanglah Minho jaga hasratmu!!!

“Apa kau lapar??” tanyaku balik.

Dia mengangguk sambil memegangi perutnya. “Dikulkas ada bahan makanan kan? Biar aku yang memasak” ucapnya melesat kearah dapur.

Fuuuuiiiiihhh aku menyeka keringat yang keluar dari dahiku, aku harus jaga jarak dengannya. Aku tidak mau malam ini kami melakukan hal yang fatal. Untung saja Hyun Young segera pergi dari hadapanku, kalau tidak aku tidak yakin bisa menjaga hasratku untuk tidak mencium habis tubuhnya.

Hyun Young POV

OMO~ kenapa dengan jantungku? Melihatnya dengan rambut basah seperti itu jantungku hampir loncat dari tempatnya. Tenang Hyun Young kau seorang yeoja, jaga harga dirimu!!!

focus Hyun Young tetap focus OK!!!

Dikulkas hanya ada beberapa telur dan sayuran, aku akan memasak yang ringan – ringan saja, lagipula Minho Oppa suka semua makanan yang aku buat jadi tidak perlu repot – repot. Tapi dimana peralatannya ya? kenapa posisinya berubah?

Aku meraih mangkuk yang berada dilaci paling atas, karena tubuhku tidak terlalu tinggi, aku menjinjit agar tanganku sampai, aku tersentak kaget saat Minho sudah ada dibelakangku dan membantu mengambil mangkuk yang berada dilaci paling atas. Tangan kami saling bersentuhan dan kurasakan tangan Minho Oppa yang satunya memegang pinggangku, aku spontan menoleh kearahnya, mata kami saling bertemu. Oh tidak~ sepertinya jantungku benar- benar akan loncat sekarang. Kyaaaaaaaaa~

“Ada lagi yang perlu kuambilkan??” bisiknya lembut, aku merinding merasakan hembusan napasnya menjalar keseluruh telinga dan wajahku.

“Anniyo Oppa~ gomawo” sahutku pelan.

Minho kemudian duduk dimeja makan, aku merasa tidak nyaman karena aku merasa diawasi oleh sepasang mata bulat –Minho- itu.

Author POV

Makam malam selesai dengan suasana yang sangat hening dan juga kaku, Minho berubah menjadi pendiam begitu juga dengan Hyun Young. mereka tengah duduk disofa ruang tamu dengan jarak yaaah lumayan jauh.

Diluar sana hujan masih cukup deras, Minho sampai kaget berkali – kali karena petir yang menyambar cukup memekakkan telinga.

“Sudah malam kau tidurlah!!!” ujar Minho menatap Hyun Young lekat – lekat.

“Lalu Oppa???”

“Aku tidur disini saja, kau tidak usah khawatir”

“Baiklah~ selamat malam” Hyun Young berlalu.

Minho merebahkan tubuhnya disofa, sangat tidak nyaman memang karena tubuhnya yang besar serasa memakan semua tempat. Ia mencoba mencari posisi enak untuk tertidur, dan mulai memejamkan matanya. Tiba – tiba aliran listrik mati dan seluruh ruangan menjadi gelap.

“Aaaaaaaaaaaaaa”

Minho berhambur berlari kearah kamar, Hyun Young sangat takut gelap.

“Hyun Young-ssi gwenchanayo???”

“Oppa aku takut”

“Aku tahu, tenanglah!!!”

Minho mencari lilin disetiap laci yang ada dikamarnya, tapi nihil.

“Sial~ lilinnya habis!! Hyun Young-ssi tidak apa – apakan?? Aku yakin ini hanya sebentar”

“Ne”

“Sekarang tidurlah. Aku akan berada disini sampai lampunya kembali hidup”

Hyun Young kembali berbaring, dan menutup seluruh tubuhnya dengan selimut.

“Oppa boleh kupegang tanganmu???”

“Hey kau takut aku meninggalkanmu ya?? tapi baiklah!!!”

Minho memegang tangan Hyun Young erat dan Hyun Young kembali memejamkan matanya.

Minho POV

Aku tidak percaya Hyun Young memintaku untuk memegang tangannya, dia memegang tanganku erat sekali. Dia masih Hyun Young yang dulu, Hyun Youngku yang takut dengan gelap. Kulihat samar – samar wajahnya dari kilatan petir yang masuk dari kaca jendela kamarku. Aku memang selalu suka memperhatikannya saat tertidur.

Dia tertidur sangat tenang, begitu menarik dan juga mempesona, bibirnya yang merah itu terkatup sangat erat. Kusibakkan anak rambut yang tergerai acak menutupi wajahnya. Ternyata aku masih sangat menyukainya, sejak pertama kali melihatnya aku memang sudah menyukainya.

Sepertinya aku harus berterima kasih pada Jinki, karena dia aku jadi bertemu dengan Hyun Young. Jinki meninggalkanku dijalan tanpa uang se-sen pun, sampai akhirnya aku bertemu dengan Hyun Young. gadis ini menyangka aku adalah namja miskin yang tidak sanggup membayar taksi. dia membayar ongkos taksiku sebesar 30.000won dan juga mentraktirku makan dipinggir jalan.

Aku langsung terpesona dengan kebaikan hatinya, Hyun Young begitu tulus dan juga polos. Dia berbeda dengan gadis – gadis yang selalu mengejarku, mereka mendekatiku karena melihat harta yang keluarga kami miliki saat ini.

Oh~ sepertinya aku mulai mengantuk sekarang. Hoooaaaaaammmm!!!!

Aku merebahkan tubuhku disamping Hyun young dengan hati – hati, kuangkat kepalanya dan kuletakkan diatas lenganku, aku sempat kaget karena Hyun Young mengerang kemudian memelukku. Hehehe

***

Author POV

Hyun Young membuka matanya saat sinar matahari berangsut masuk melalui kaca jendela apartement, karena semalam mati lampu jadi tirai jendela sengaja tidak ditutup. Ia melihat sekeliling mengumpulkan sedikit demi sedikit kesadarannya.

Hyun Young tercekat, ternyata ia meniduri lengan Minho yang atletis itu. Ia memperhatikan lekat – lekat wajah namja yang tertidur disampingnya, begitu tenang dan juga TAMPAN!!!

Minho membuka matanya perlahan, ia merasakan lengannya kaku dan juga sakit.

“Oppa Mianhe~ tanganmu pasti sakit sekali ya???” Hyun Young segera bangkit karena melihat Minho yang meringis kesakitan sambil memegangi sebelah lengannya.

“Kepalamu kecil tapi kenapa berat sekali???”

“Yaak~ aku kan tidak memintamu untuk melakukannya” umpat Hyun Young

“Hey~ kau tidak sadar? Semalam kau tidak mau melepaskan tanganku jadi aku terpaksa tidur disampingmu!!!”

“Hehe Mianhe~ Oppa!!!”

“Ah dasar kau ini!!!” minho mengucek rambut Hyun Young lembut “Aku lapar. Buatkan aku sarapan!!!”

“Dikulkas tidak ada apa – apa, kita harus belanja dulu!!!”

“Kajja~ kita pergi!!!”

Kibum POV

Hoaammm mataku masih sangat mengantuk sebenarnya, tapi si Taemin pagi – pagi sudah membangunkanku dan mengajakku untuk pergi berbelanja. Sebenarnya yang menjadi  abangnya itu aku atau si sarap Jinki sich???

“Yaak~ Taemini kau membangunkanku sepagi ini hanya karena ingin pergi berbelanja huh???”

“Mian hyung, selain dirimu aku tidak tahu harus mengajak siapa”

“Haassshh dasar kau ini!!! cepat pilih barang yang benar – benar kau perlukan tidak usah membeli barang yang tidak jelas, perekonomian sedang sulit sekarang kita harus benar – benar menghemat” omelku padanya

Dia hanya mengerucutkan bibirnya dan mulai mengambil barang-barang.

“Hyung~ bukannya itu Minho hyung???”

Aku seketika mengikuti arah lengan Taemin.

“Benar itu Minho, dia bersama Hyun Young???”

“Apa mereka baikan hyung?”

“Mollaso, tapi dilihat dari sikap mereka berdua sepertinya mereka memang baikan”

“Ayo hyung kita kesana!!!” taemin menarik lenganku untuk menghampiri Minho

“Andweo~ biarkan saja jangan ganggu mereka arrachi???”

“Wae?? aku kan ingin menyapa mereka!!!”

“Kubilang jangan ya jangan, nanti saja menyapanya. Kajja kita pergi!!!”

Aku menarik lengan Taemin pergi dari supermarket. Aku bisa bernapas lega sekarang, Minho sudah kembali bersama dengan yeoja yang ia cintai. Setidaknya aku tidak perlu lagi bangun tengah malam karena harus mendengarkan dia mengoceh hanya karena merindukan Hyun Young, orang waras mana yang bertamu tengah malam buta hanya karena ingin curhat. Sempat aku sangat marah padanya, dia terus mengoceh sampai – sampai aku harus terjaga semalaman, dan paginya ada lingkaran hitam disekitar mataku. terpaksa aku harus memakai kaca mata hitam selama dikampus.

Mungkin akupun akan melakukan hal yang sama seperti apa yang Minho lakukan jika aku kehilangan orang yang aku cintai, tapi aku sangat berharap itu tak pernah terjadi padaku. aku tidak sekuat Minho dan aku tak bisa membayangkan jika orang yang aku cintai pergi dari sisiku.  Tapi akukan tidak mempunyai yeojachingu???? ckckck

Author POV

Selesai berbelanja ke supermarket Minho dan Hyun Young langsung membuat sarapan untuk mereka berdua. Hyun Young tidak terlalu pandai memasak, ia hanya bisa memasak yang sederhana saja, tapi untungnya Minho bukan jenis lelaki yang selalu memilih makanan. Tidak ada makanan yang tidak disukai Minho dan Hyun Young selalu berpikir ini akan mempermudahnya jika mereka sudah menikah nanti.

Selesai sarapan Hyun Young berdiri di balkon apartement Minho, ia memandangi setiap sudut kota Seoul. dulu ini adalah tempat favoritnya, dan ternyata ia masih sangat menyukai tempat ini. Hyun Young merasakan angin pagi yang begitu menyejukkan menerpa wajahnya dan membuat sedikit rambut panjangnya bergerak pelan.

“Apa kau merindukan tempat ini???”

“Heemmmm!!!” Hyun Young mengangguk pelan

“Kau tahu, setiap malam aku sering terjaga karena merindukanmu, rasanya sakit sekali mengetahui kau sudah bersama dengan namja lain. Untuk mengobati rasa rindu yang setiap hari semakin parah aku sering melakukan hal yang sama seperti yang  kau lakukan jika sedang berada disini.”

“Mianhe~ jeongmal Mianhe” ucap Hyun Young lirih, dia menundukan kepalanya dan sekarang air matanya telah mengalir.

“Anni, aku yang salah Hyun Young. Aku terlalu mengekangmu, tapi sungguh aku melakukan itu karena teramat sangat takut kehilanganmu. Mianhe~”

“Oppa~ Disaat aku sedang tidak bersamamu, aku sadar ternyata aku sangat bergantung padamu. Aku terlalu terbiasa dengan perlakuan yang selama ini kau berikan. Mian karena aku terlambat menyadarinya”

Minho meraih tubuh Hyun Young kedalam pelukannya, mereka berdua kini sama – sama menangis. Hyun Young membenamkan wajahnya dipelukan orang yang selama ini sangat ia rindukan.

Minho POV

Aku meraih tubuh kecilnya kedalam pelukanku, kini kami sama – sama menangis, kuangkat dagunya dan dia menatapku dalam, aku meraba pipinya dengan jemariku –sungguh sudah lama sekali aku merindukan saat – saat ini. kudekatkan wajahku untuk mencium bibirnya, kulihat dia memejamkan matanya, dia tak menolak ketika bibirku sudah mendarat dibibirnya, dia malah membalas ciumanku. Cukup lama aku melakukan ini padanya, sungguh aku sangat merindukannya. Aku menghentikan aktifitasku dan kembali memeluknya dengan erat.

“Yaak~ Oppa aku tidak bernapas” ujarnya berusaha melepaskan pelukanku.

“Anni!!! Aku hanya tidak ingin kau lari lagi dariku” sahutku semakin mempererat pelukanku,

“Oppa~” dia menjerit pelan sambil tertawa.

Sungguh aku sangat bahagia, terima kasih karena mau kembali lagi padaku, terima kasih Hyun Young.

***

Author POV

“Noona bagaimana keadaanmu? Maaf aku jarang menjengukmu, aku sibuk sekali sekarang, bisnis keluarga kita sedang mengalami masalah. Tapi kau jangan khawatir semuanya akan baik – baik saja”

“Noona aku membawakan bunga kesukaanmu, bunga krisan kuning dan juga putih. Oya kemarin aku bertemu dengan beberapa temanmu, kau tahu mereka sudah menikah sekarang. Alangkah bahagianya jika kau juga sama seperti mereka. Aku pasti akan bahagia menyaksikan kau menikah dan punya anak. Tapi kenapa kau melakukan hal bodoh hanya untuk seorang Choi Minho??”

“Noona aku bersumpah. Aku tidak akan membuat Minho bahagia, aku akan membuat dia merasakan apa yang kau rasakan sekarang. Aku bersumpah noona!!!!”

“Mian Noona~ aku tidak bisa berlama – lama karena ada sedikit urusan, aku pergi dulu!!!”

Sebelum pergi Jonghyun meletakkan karangan bunga itu diatas gundukan tanah yang sudah mengering dan mencium batu nisan yang bertuliskan

Rest in Peace

Kim Yoora

1987 – 2010

***

Pagi ini kampus dihebohkan oleh pemandangan yang tidak biasa. Pangeran Minho tiba didampingi tuan putrinya, Yaap dialah Hyun Young. semua mata –yeoja-  menatap tidak percaya. Mereka sudah sangat antusias mengetahui Minho telah sendiri dan itu artinya mereka mempunyai kesempatan yang besar untuk mendapatkan seorang Choi Minho, tapi sepetinya impian mereka itu harus dibuang jauh – jauh karena Hyun young sudah kembali kesisi Minho.

Mereka bilang Hyun Young membawa perubahan drastic bagi seorang Choi Minho, namja brengsek yang selalu berganti kekasih hanya dalam hitungan hari itu kini berubah menjadi anak baik dan juga sangat manis. Minho seperti kehilangan selera pada para yeoja yang begitu agresif menggodanya.

Minho mempererat genggaman tangannya, dan menerobos ratusan tatapan mata yang siap menelan mereka hidup – hidup.

“Oppa~ bisakah kau lepaskan tanganku? Aku merasa tidak nyaman. Mereka sepertinya tidak suka melihat kita seperti ini” ucap Hyun Young melihat sekeliling dengan perasaan ngeri.

“Sireoh!!! Aku tidak mau kau lari lagi dariku!!!” Minho malah semakin mempereratnya.

Tersungging senyuman yang sangat manis dari bibir Hyun Young, dalam hatinya ia merasa sangat senang, sepertinya hari ini ia adalah yeoja paling bahagia di planet ini.

“Yaak~ berhenti kalian!!!”

Sontak Minho dan Hyun Young menoleh pada sumber suara.

“Oh Kibum-ssi waeyo???”

“Aigooo~ kalian memang benar – benar sedang dimabuk asmara. Yaak~ pabo, aku memanggil namamu dari tadi” umpat Kibum kesal

“Yaak~ berhenti memanggilku pabo jika sedang didepan Hyun Young. memangnya ada apa kau mencariku??”

“Anak – anak mengajak taruhan basket!!!”

“Jinja? Baiklah kita kesana!!! Hyun Young aku pergi dulu ya”

Minho mencium kening Hyun Young dan berlalu bersama Kibum.

***

Hyun Young POV

Dasar~ sampai kapan mereka akan berhenti bertaruh seperti itu? setiap mereka bersama apapun selalu dijadikan bahan taruhan, tapi untunglah aku tidak menjadi korban. Aku akan membencinya seumur hidupku jika aku dijadikan bahan taruhan seperti itu!!!

Aku tersontak kaget saat ada seseorang yang membekap mulutku dan dan menyeretku ke toilet. Siapa yang berani melakukan ini padaku? pengecut sekali!!!

Sudah kuduga, mereka sekomplotan yeoja. Mereka adalah barisan sakit hati yang melihatku kembali dengan Minho. jumlah mereka ada tiga orang, dua orang mengunci tanganku kebelakang dan satu orang lagi kulihat matanya sudah berkilat – kilat dan siap menelanku hidup – hidup.

“DASAR TIDAK TAHU MALU!! SUDAH MENCAMPAKKAN MINHO, SEKARANG KAU MENGEMIS INGIN KEMBALI PADANYA. DASAR PEREMPUAN JALANG!!!” ujar yeoja yang ada dihadapanku, dia menjambak rambutku tanpa ampun membuatku meringis kesakitan. aku masih berusaha menahan. Kubiarkan mereka meluapkan emosinya padaku.

“sudah berikan pelajaran yang lebih menyakitkan lagi!!!” ujar yeoja yang ada disampingku

 “Hentikan~”

Aku mendengar ada seseorang yang berteriak, apa dia sedang membelaku? Aku mendongak. Aku ingin tahu siapa dia??? Yoori??? Benarkah yeoja yang berteriak tadi adalah Yoori?? Tapi apa dia tengah membelaku??

 “Pengecut sekali kalian?? Beraninya main keroyokan. Kalau berani hadapi aku!!!” lanjutnya menantang ketiga yeoja yang sedang memukuliku.

“Siapa kau?? Jangan ikut campur!!!”

“Jinja??? Kalian tahu betapa menjijikannya diri kalian itu. lepaskan dia dan hadapi aku sekarang juga!!!” Yoori semakin meninggikan nada bicaranya.

Ketiga yeoja itu langsung melepaskanku dan menyerang Yoori, kulihat mereka saling tarik menarik rambut, Yoori menerjang dan mencakar wajah mereka. aku tidak boleh diam saja, aku harus membantunya. Dengan sisa tenagaku ku tarik rambut salah satu yeoja itu, ku lempar hingga dia tersungkur.

Akhirnya aku dan Yoori yang menang, mereka pergi dengan bersumpah serapah akan membuat perhitungan.

“Gomawo Eonni!!!” ucapku lirih

Dia menoleh saat sedang merapikan rambutnya yang tengah acak-acakan.

“Tidak usah berterima kasih padaku, aku hanya tidak ingin Minho menuduhku yang melakukan ini padamu!!!”

“Tapi aku benar – benar berterima kasih padamu”

“Berhenti mengatakan itu padaku, kau harus melawan jika ada yang menindasmu, Minho tidak selalu ada disampingmu untuk menjagamu, jadi kau harus bisa menjaga dirimu sendiri. Arrachi??”

“Ne Arraso Eonni. Sekali lagi terima kasih”

“Sudahlah~ cepat bersihkan dirimu. Kau tidak ingin kan Minho tahu apa yang terjadi padamu dan membunuh ketiga yeoja itu??”

“Ah Ne”

Yoori pergi keluar dari toilet “Aku mohon tolong bahagiakan Minho!!!” ucapnya tanpa melihatku dan berlalu pergi tanpa mendengar jawabanku terlebih dahulu.

‘Aku pasti akan selalu membahagiakan Minho, pasti!!!’

To Be Continued__________

14 thoughts on “[FREELANCE] Still (Part6)

  1. Huaaaaaaaa… eonni kenapa bisa bikin ff kayak gini? banyak kissue..😮
    yeay.. Minho Hyunyoung bersatu lagi!
    kyaaaaaa…. asik jinhya di cium lagi sama jinki :*
    wakakakak… ngenes ya si key jomblo, pov nya kasian banget wkwk.. pasangin aja sama jieun kalo gak yuraa! eh? kim yoora udah masuk cast ya? tapi jadi kakak.a jjong yang udah mati .-.
    Nah loh jjong mulai muncul lagi di part ini, hmm tambah penasaran…. x)

  2. ituuu…. pas ngambil mangkok!
    langsung keinget City Hunter aaaaa emang unyu deh

    tapi aku ngerasa ini cepet banget ya alurnya keke

  3. Akhirnyaa mereka berdua bersatu lagi kkk~ selamat untuk minho yg telah mendapatkan wanita yang dicintainya *dlmhatisihgaktrma*
    Yoori.. Sadar juga akan perbuatannya… Hahaha
    waah bakal ada konflik baru nih, ditunggu thor lanjutannya🙂

  4. yah aku kira udah mau selesai, eh ternyata jjong dateng lagi -_-
    apalagi sih yg bakal dilakuin jjong nanti, dasar deh ngga kapok kapok!
    lanjut nextpart nya ditunggu thor :))

  5. Sumpah keren kali ff nya thor, bacanya tu buat deg2ser🙂
    Itu si jjong kok muncul lagi pasti mau buat masalah lagi deh ckckck bertaubatlah jjong seperti yoori
    Lanju trus ya cerita nya thor keren (y)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s