[FREELANCE] Still (Part5)

[FREELANCE] Still

(Part5)

Author                : Nita Yuliani a.k.a Nam Hyun Young (*Evil Laugh)

Cast                     : All member SHINee

–          Nam Hyun Young

–          Choi Jinhya (Hyun Young Best Friend & Lee Jinki Girl Friend)

–          Kwon Yoori

Length                 : Sequel

Genre                  : Romence, Friendship

Rating                 : PG – 15

 

Mian yua_ Part5 lama banget publishnya, author lagi sibuk banget soalnya.

Happy Reading chingudeul. . .

Ralat : Marga tokoh utama Author ganti dari Park menjadi Nam. Terimakasih

 

Author POV

Minho meraih ponselnya dan menghubungi seseorang, Hyun Young terus menangis dan membenamkan wajahnya diatas lututnya.

Minho terus memandangi yeoja yang kini ada dihadapannya. Dalam hatinya ia terus menyalahkan diri sendiri karena ia tak sanggup melindungiyeoja yang ia cintai.

30menit kemudian ponsel Minho berdering,

“Yoboseo, bagaimana? Apa dia mati? Oh ne”

Pliiiiip

Minho menghampiri Hyun Young dan duduk disampingnya.

“Jonghyun tidak mati, dia tidak apa – apa. Tenanglah!!!”

“Jinja???” tanya Hyun Young tak percaya, kini hatinya agak sedikit lega.

Jinhya datang diikuti oleh Jinki, Hyung Young langsung berhambur memeluk Jinhya, dia masih terus menangis.

“Hyung Young apa yang terjadi???? Yaak~ Minho-ssi apa lagi yang aku lakukan huh? kenapa hobimu selalu membuat Hyung Young menangis?” sungut Jinhya menatap Minho sengit.

“Mwoya? Aku?” sahut Minho yang menunjuk pada dirinya sendiri “Haaasss jinja neo!!! Lihat kelakuan pacarmu Jinki.” Lanjut Minho tak terima.

Jinki hanya terkekeh melihat pertengkaran antara sahabat dan juga yeojachingunya.

“Yaak~ kalian pagi – pagi sudah bersama, apa semalam kau menginap dirumah Jinhya??” Tanya Minho sambil mendelik kearah Jinki,  Jinki merasa pertanyaan Minho lebih terjurus sebagai tuduhan.

“Dasar kau, enak saja menuduh orang” sahut Jinki menjitak kepala Minho, alhasil Minho meringis kesakitan dan mengelus – ngelus kepalanya.

Jinhya terkekeh melihat kelakuan dua sahabat itu, Hyun Young tak kuasa menahan tawa akhirnya ia ikut terkekeh bersama Jinhya meskipun kepalanya masih terasa berat.

====================

Hyun Young mencoba bangkit dari tempat tidur, ia merasa kini tubuhnya sudah agak membaik, ia terkejut saat melihat tubuhnya hanya mengenakan hotpan dan kemeja putih bigsize –milik Minho-. Hyun Young menjerit –Minho berhambur kekamar diikuti Jinki dan juga Jinhya.

“Hyun Young-ssi gwencahanayo???” Tanya Minho panik

“Oppa~ siapa yang menggantikan bajuku??” Tanya Hyun Young yang menutup seluruh tubuhnya dengan selimut.

Tanpa dikomando Jinhya dan Jinki mendelik kearah Minho,

“Yaak! Yaak~ aku tidak melakukan apapun kalian jangan salah paham dulu!!! Semalam aku memohon pada ahjuma untuk menggantikan pakaiannya. Baju Hyun Young basah kuyup dan badannya juga panas”

Jinki dan Jinhya masih menatap Minho dengan mata evil mereka.

“Yaak~ kalian harus percaya padaku!!!”

“Cih~ siapa yang akan percaya pada namja bajingan macam dirimu itu” cibir Jinhya diikuti anggukan dari Jinki, dalam hal semacam ini pasangan itu memang selalu kompak.

“Yaak~ terserah kalian mau percaya padaku atau tidak” sungut Minho berlalu meninggalkan kamar.

=============

Minho POV

Dimeja makan suasana hening, hanya terdengar dentingan sendok dan juga sumpit yang beradu dengan mangkuk nasi. Mataku tak pernah lepas dari tubuhnya yang kini hanya terbungkus kemeja transparan milikku. Oh~ aku ingin sekali menariknya kedalam pelukanku dan  mencium habis bibirnya. Tapi aku tak bisa melakukannya, dia bukan milikku lagi.

Haaaasssshhh kenapa Jinki pergi begitu saja, mereka itu benar – benar menyebalkan!!!! sungguh aku merasa tidak nyaman dengan kondisi seperti ini, begitu kaku dan juga hening.

“Oppa~”

Aku tersentak kaget saat Hyun Young memanggil namaku, untung dia tidak menatapku. Bisa ketahuan kalau dari tadi aku memperhatikannya.

“Nde???” sahutku sedikit gelagapan

“Gomawo~ jeongmal gomawo!!!!” ucapnya lirih

“Cheonmaneyo~ kalau sudah selesai makan kuantar kau pulang, aku tidak ingin ahjumma khawatir dan menyangka aku menculik anak gadisnya”

“Nde? Apa kau memberi tahu Eomma aku disini”

“Anni! Aku bilang kau menginap dirumah Jinhya tapi aku sudah berjanji pada Eommamu akan mengantarmu tepat waktu!!!!”

Yaah ahjumma memang tidak tahu hubunganku dengan anaknya sudah berakhir, ahjumma masih menganggapku sebagai kekasih anaknya. Tapi biarlah! aku tidak ingin membuat ahjumma kecewa, ahjumma sangat baik padaku, dia begitu mempercayakan Hyun Young ditanganku. Tapi maafkan aku ahjumma, aku tidak bisa menepati janji untuk menjaga anak kesayanganmu.

***

 

Still Minho POV

Aku memasuki kamar Jinki dengan langkah gontai, kulihat kakak beradik yang tidak waras itu tengah berebut cemilan. Mereka menoleh dan mengernyitkan keningnya melihat wajahku yang sedikit ditekuk.

“Kau sudah mengantar Hyun Young?” tanya Jinki yang merelakan cemilannya diambil Taemin dan duduk disampingku.

Aku mengangguk perlahan

“Hyung bagaimana semalam? apa kalian melakukannya?” Taemin mulai yadong

“Mwo? Kami tidak melakukan apapun semalam”

“Mwo? Lalu tadi pagi?” Jinki ikut – ikutan yadong

“Mwoya?? Pokoknya aku dan Hyun Young tidak melakukan apapun titik”

“Yaak~ siapa yang mengajarkanmu untuk sepabo ini? aku dan Jinhya sengaja pergi agar kau bisa melakukan hal yang bisa memperbaiki hubungan kalian” omel Jinki yang merasa usahanya tengah sia-sia.

“Aku juga tidak mengerti~ mendadak aku tidak bisa melakukan apapun dihadapannya.”

Hue-hue-hue mereka tertawa kompak, menyebalkan sekali!!!

“Kau payah Hyung!” celetuk si sarap Taemin

Aku nginyem pasrah melihat diriku yang ditertawakan oleh kakak beradik yang saklek itu.

***

 

Author POV

Sudah 30menit Hyun Young menunggu bus, dia menghentak-hentakkan kakinya ketanah karena pegal. Sesekali juga ia melirik jam tangan –pemberian Minho- yang melingkar ditangannya.

“Hasssshhh mati aku~ hari ini terlambat lagi. Nam Seosangnim pasti akan membunuhku” umpat Hyun Young. Tiba-tiba sebuah mobil Rolles Royce Phantom berwarna hitam mirip seperti mobil milik David Bechkam itu berhenti dihadapannya, Hyun Young tercekat saat si pengendara menekan power window dan menyembul keluar,

“Minho Oppa~” ucap Hyun Young lirih.

ia masih belum percaya bahwa yang ada dihadapannya kini adalah Minho. Ada perasaan yang sulit ia gambarkan saat ini, yang jelas Hyun Young merasa bahagia.

“Sedang apa disini???” Tanya Minho yang melepas kaca mata hitamnya.

“A-aku sedang menunggu bis”

Minho keluar dari dalam mobil dan membukakan pintu mobil “Masuklah, hari ini mata kuliah Nam seosangnim kan???”

Hyun Young tercengang, ternyata Minho  masih mengingat mata kuliahnya pagi ini.

Hyun Young hanya mengangguk perlahan, Hyun Young menurut dan naik kedalam mobil mewah yang  hanya diproduksi 250 unit didunia, dan Minho salah satu pemiliknya.

Minho membantu Hyun Young memasang seat belt,  jantungnya berdetak sangat cepat. Jantungnya tak pernah seperti ini jika ia sedang bersama Jonghyun, perasaan seperti ini hanya ia rasakan jika ia bersama Minho.

^ ^ ^

Mereka hanya saling terdiam saat berjalan meninggalkan area parkir, suasana begitu kaku. Entahlah mereka seperti kehilangan kata – kata saat ini, tiba – tiba

PLETEK HUUUUFT~

Hak sepatu Hyun Young patah, ia hampir terjatuh tapi untung Minho dengan cepat menangkap tubuh Hyun Young, Mata mereka saling beradu, cukup lama mereka dengan posisi seperti itu. Mereka tersadar setelah mendengar deheman dari orang2 yang sedang berada ditempat parkir.

“Gomawo” ucap Hyun Young, kini wajahnya memerah.

“Apa kakimu baik – baik saja??”

“Ne Oppa”

“Coba kau berjalan, aku takut kakimu terkilir”

Hyun Young menurut dan ia mencoba untuk berjalan, tapi tiba – tiba ada rasa nyeri disekitar pergelangan kakinya.

“Kakimu terkilir, sekarang lepas sepatumu” Minho berjongkok dan berusaha melepaskan sepatu itu dari kaki Hyun Young.

“Nde???” Hyun Young merandek melihat apa yang Minho lakukan.

“Kau tidak mungkin memakai sepatu dengan hak yang patah seperti itukan???”

Hyun Young pasrah saat Minho melepaskan sepatu itu dan mulai menyentuh kakinya, ia kembali dikagetkan dengan perlakuan Minho yang mengangkat tubuhnya keluar dari area parkir.

“Oppa~ apa yang kau lakukan?” Hyun Young mencoba berontak dengan menggerak – gerakkan kakinya.

“Kita keruang kesehatan. Diamlah!!!”

Jantung Hyun Young berdetak cepat, sangat cepat, bahkan lebih cepat lagi!!!! Ia melingkarkan tanganya dileher Minho dan matanya terus memandangi namja yang sekarang sedang mengangkat tubuhnya menuju ruang kesehatan.

 

Hyun Young POV

Minho meletakkan tubuhku diatas tempat tidur ruang kesehatan, dia memijat pergelangan kakiku dengan sangat hati-hati, mungkin ia takut menyakitiku karena tenaganya yang besar.

“Kau tunggu sebentar, aku segera kembali!!!!” ucapnya.

Belum sempat aku menjawab dia sudah melesat dan menghilang dibalik pintu ruang kesehatan.

‘Ya Tuhan dia selalu peduli padaku, kenapa aku begitu bodoh pergi dari sisinya. Sekarang aku hanya bisa meratapi kebodohanku. Kau tidak seharusnya berbuat sampai seperti ini, sungguh aku tak pantas mendapatkan perlakuan seperti ini darimu. Maafkan aku, sungguh aku sangat menyesal!!!!’

Kini air mataku mengalir, aku menyembunyikan tangisku dengan membenamkan wajahku diatas lutut.

‘Aku memang bodoh Minho, seharusnya kau membenciku bukan malah sebaliknya. Ini membuatku semakin  merasa bersalah padamu, setidaknya jika kau membenciku aku akan merasa lega!!!’

 

Author POV

Minho memasuki ruang kesehatan dengan perlahan, Hyun Young tengah tertidur.

‘Kenapa matamu sembab? Apa kau menangis lagi? Apa aku menyakitimu lagi? Oh Hyun Young kenapa aku selalu membuatmu menangis?’ gumamnya perlahan.

Minho meraih sapu tangan dalam saku celananya dan menyeka air mata Hyun Young. Hyun Young tidur sangat tenang, Minho terus memandangi wajah Hyun Young yang sangat manis itu, bibirnya yang kemerah – merahan itu tampak tertutup erat. Minho meraba pipi Hyun Young  perlahan, ia tidak ingin Hyun young terbangun. Minho mendekatkan wajahnya dan

CUP

Minho mencium bibir Hyun Young, cukup lama. Sungguh ia tidak bisa menahan hasratnya. Ia sangat merindukan Hyun Young, sangatttttt~ (Jiaaaaahhh Minho CiCol *Cium Colongan*)

Minho mengangkat wajahnya, ia merasa bersalah mencium Hyung Young dengan cara seperti ini.

Choi Minho kau memang namja brengsek!!!! umpatnya.

Minho masih berdiri mematung memandangi Hyun Young, ia tidak percaya atas apa yang baru saja ia lakukan, Sungguh ia merasa sangat bersalah! Tak berapa lama Hyun Young membuka matanya perlahan.

“Oh Oppa~ kau sudah kembali” ucap Hyun Young bangkit dari posisi tidurnya.

Minho hanya tersenyum dan menyerahkan sebuah dus kepada Hyun Young.

“Igeo mwoya???” Hyun Young meraih dus itu dan membukanya, ternyata isinya adalah platshoes berwarna putih –warna favoritnya.

Minho mengambil platshoes dari tangan Hyun Young dan memasangkannya.

“Pas~” ucap Minho setelah platshoes itu mendarat dikaki Hyun Young “Ternyata ukuran kakimu masih sama, aku sempat khawatir ini tidak akan muat, takut ukuran kakimu bertambah besar” lanjutnya.

Hyun Young kembali tercengang karena Minho masih mengingat baik semua hal tentangnya, warna favoritnya dan juga ukuran kakinya.

“Kajja~ kita kekelas. Kau bisa berjalan kan???” ucap Minho yang membuyarkan lamunanya

Hyun Young mengangguk dan pipinya kembali memerah saat Minho memapahnya menuju kelas.

***

 

Author POV

Siang ini kampus masih sangat ramai, Minho berjalan dibarisan depan diikuti Jinki, Kibum dan Taemin. Suasana canteen tiba – tiba menjadi ramai setelah kedatangan mereka. mereka masih melangkah dengan coolnya, sesekali Taemin melempar senyum kepada para yeoja yang menyapanya. Diantara mereka berempat Taemin memang yang paling ramah!!!!

Mereka berempat duduk disinggasana mereka, bangku kantin paling ujung. seperti ada hukum tertulis yang menyatakan bahwa bangku itu hanya milik mereka, tidak ada satu mahasiswa pun yang berani menduduki bangku itu.

Mereka tengah asik berbincang diselingi tawa, kemudian suasana jadi hening setelah seorang yeoja menghampiri mereka.

“Hy guys!!!!”

Mereka semua saling berpandangan tanpa bicara sepatah katapun, terutama Minho.

“Hey~ kenapa kalian menatapku seperti itu? Seperti melihat hantu saja” umpatnya dan duduk disebelah Minho.

“Noona kenapa kau kembali??” Kibum mulai angkat bicara

“Aku merindukan kalian semua, terutama kau Minho!!!” sahut yeoja itu sambil melingkarkan tangannya pada tangan Minho.

Sementara dari tempat duduk yang tidak begitu jauh Hyun young tengah memperhatikan dengan seksama, dalam hatinya bergelayut beribu-ribu pertanyaan mengenai yeoja yang bergelayut mesra pada kekasihnya –ralat- mantan kekasih.

“Hey kau kenapa??” Jinhya berhasil membuyarkan seluruh lamunanya

“Ah anni” sahut Hyun Young gelagapan

“Ah kau cemburu ya???”

“Mwo?? Anniyo~”

“Jinja?? Tapi kenapa kau mengaduk jusmu seperti sedang mengaduk semen saja” goda Jinhya

“Yaak~ berhenti menggodaku seperti itu”

“Tapi siapa yeoja itu?? kenapa ekspresi Minho seketika langsung berubah??”

DEG

Pertanyaan Jinhya tepat mengenai ulu hatinya, ia sendiri tidak tahu kenapa? Tapi jujur kedatangan yeoja itu sukses membuat hatinya gelisah.

***

 

Minho POV

Aku terperangah pada seorang gadis yang barusan menyapa kami, Yoori??? Oh tidak~ Ini mimpi buruk!!! Untuk apa dia kembali? Apa belum puas dia meluluh lantahkan hatiku? Untuk apa dia kembali setelah aku menemukan cinta sejatiku, Hyun Young. mengapa dia kembali setelah aku dengan terseok – seok menata kembali hati yang sudah porak poranda dengan satu kali sapuan tangannya. Kenapa kau tidak pergi saja keneraka? Atau kau mati karena pesawat yang kau tumpangi jatuh di laut antartika.

Begitu mudahnya dulu kau meninggalkanku hanya karena namja lain, saat itu kau hanya menganggapku sebagai namdongsaengmu tidak lebih. Tapi kenapa kau bilang merindukanku sekarang? kemana saja kau selama ini?  Aaaaarrrrrrrrrrggggggggghhhh!!!!

Flashback

“Noona kau dimana?? Kau jadi datang kan??? baiklah aku akan menunggumu!!!”

Minho menutup telponnya dengan lemas, sudah 3 jam lebih ia menunggu Yoori di Taman Bermain. Ia memandang buket bunga yang mulai layu dan sekontak cincin berlian yang ada ditangannya. Malam ini ia berniat menyatakan cintanya pada Yoori, yeoja yang ia cintai sejak kecil. Cinta pertamanya.

“Minho-ssi”

Minho menoleh saat suara yang saat ini tengah ia tunggu muncul memanggilnya.

“Noona akhirnya kau datang juga” ujar Minho sumringah.

“Kau menunggu lama sekali ya? wajahmu sampai merah begitu.”

Tentu saja merah, menunggu ditengah hujan salju begini.

“Noona aku ingin mengatakan sesuatu padamu”

“Benarkah apa itu???”

“Aku menyukaimu Noona, sangat menyukaimu”

“Minho-ssi benarkah itu?? tapi sejak kapan??”

“Entahlah aku lupa, tapi yang jelas sejak dulu aku sudah menyukaimu”

“Minho-ssi kau tahukan aku hanya menganggapmu sebagai namdongsaengku tidak lebih”

“Tapi noona, aku akan bersabar untuk menunggu sampai kau bisa mencintaiku. Mungkin besok, atau besoknya lagi, jika kau belum bisa mencintaiku juga tahun depan mungkin bisa, atau seumur hidup aku akan menunggumu mencintaiku”

“hentikan Minho, aku tidak mau dengar”

“Noona” Minho menggenggam tangan Yoori, tapi yeoja itu malah menepisnya dengan kasar.

Klakson mobil terus berbunyi dengan kerasnya, Yoori sadar ada seseorang yang tengah menunggunya di dalam mobil BMW berwarna silver itu.

“Aku harus pergi, pacarku sudah menungguku!!!”

Minho memandang nanar kepergian Yoori, bunga dan juga kotak cincin itu jatuh beriringan dengan salju yang semakin deras turun kebumi. #jangan sedih A kan ada Neneng hehehe!!! GUBRAKS~

Flashback End

***

 

Author POV

Kedatangan yeoja itu berhasil membuat Hyun young tidak bisa tidur dengan tenang, bagaimana tidak? Yeoja itu terus berada disekitar Minho. Hyun Young terus memutar otaknya untuk mencari tahu siapa sebenarnya yeoja itu. ia mendesah dan menelungkupkan wajahnya diatas meja diruang perpustakaan.

“Sudah tidak usah dipikirkan” ujar Jinhya memegang bahu Hyun Young.

“Ah anniyo~ aku tidak memikirkan apapun” sahutnya berbohong

“Sudah jangan berbohong padaku, kelihatan jelas diwajahmu itu kau sedang cemburu sekarang!!!”

“Hehe keliahatan ya???”

“Asshhh kau ini!!! ckckckck… Kau sudah mencari tahu siapa siluman rubah itu??”

Hyun Young menggeleng lemas

“Kau sudah tanya Taemin??”

“Apa dia akan memberitahu kita???”

Jinhya tersenyum licik.

^ ^ ^

“Yaak~ apa yang kalian lakukan huh?? kenapa menculiku seperti ini??” Taemin berontak saat dirinya digiring paksa menuju toilet wanita oleh Jinhya juga Hyun young.

“Yaa~ Lee Taemin cepat katakan padaku siapa siluman rubah yang selalu wara – wiri disekitar Minho???” Jinhya menatap Taemin tajam

“Ah~ jadi hanya karena itu!!!” sahut Taemin yang mulai mengerti alasan kenapa ia dibawa kemari.

“Dia adalah Yoori Noona, cinta pertama Minho hyung” lanjutnya

“Mwo???” sahut keduanya secara bersamaan

“Baiklah aku mengerti sekarang!!!” ujar Jinhya dan menarik Hyun Young pergi meninggalkan Taemin didalam toilet wanita.

Taemin bergidik melihat tingkah kekasih hyung nya sangat menakutkan seperti tadi.

“Kyaaaaaaa Taemin” teriak beberapa yeoja yang melihatnya. ia langsung mengambil langkah seribu saat para yeoja akan menyerbunya didalam toilet wanita.

***

 

Hyun Young POV

aku merasa dunia berhenti berputar sekarang, sakit rasanya saat mengetahui masa lalu dari Minho telah kembali. Kepalaku cenat – cenut, Aku begitu lemas dan tak bertenaga. bahkan nampan yang hanya berisi jus dan juga paket makan siangku ini serasa beban yang memiliki bobot berkilo – kilo gram.

Aku kembali mendesah, Jinhya memegang bahuku lembut.

“Sudah jangan terlalu dipikirkan, itukan hanya cinta pertama, lagipula Minho sangat mencintaimu sekarang”

Aku tersenyum pahit, kemudian

BRUUUUUKKK

Nampan yang kubawa beserta isinya tumpah kebaju yeoja yang tak sengaja kutabrak.

“Yaak~ “yeoja itu berteriak sambil meratapi bajunya yang tak selamat.

Aku buru – buru meminta maaf dan membersihkan sisa makanan yang masih menempel di bajunya.

“Haaassshhh apa yang kau lakukan huh???”

“Aku benar – benar minta maaf, aku tidak sengaja. Maafkan aku!!!!”

“Tunggu~ kau Nam Hyun Young kan? Mantan kekasih Choi Minho?”

Aku mendongak. OMO~ dia Yoori!!! Hasssshh stupid Hyun Young!!!

“Oh jadi kau yeoja yang sudah mencampakkan Choi Minho, berani sekali kau melakukannya? Kau pikir siapa dirimu???”

Aku hanya tertunduk diam, benar apa yang dia katakan. Aku memang bukan siapa – siapa untuk mencampakkan seorang Choi Minho. tapi sungguh aku menyesal sekarang!!!

“Mianhe~ aku akan mengganti bajumu dengan yang baru”

“Dasar bodoh~ kau tahu berapa harga baju ini??? SANGAT MAHAL!!!! bahkan aku tidak yakin kau bisa menggantinya”

Dia benar, bajunya sangat mahal. Uang dari mana aku membeli baju semahal itu.

“Yaak~ memang siapa yang peduli dengan harga bajumu itu? lagipula makanan yang tumpah kebajumu itu tidak mengandung bahan yang dapat merusak warna kain. Jadi kau tidak usah berlebihan seperti itu!!!” Jinhya yang sedari tadi diam kini mulai naik pitam.

“Mwo??? Siapa kau???”

“Aku Choi Jinhya kekasih Lee Jinki!!!”

“Mwo??? Aku tidak tahu kenapa selera mereka jadi rendah seperti ini. apa Jinki tidak salah memacari yeoja seperti kau? Tidak tahu aturan!!!”

“Mworago???” Jinhya mulai menaikan nada bicaranya

“Dengar ya~ selera mereka itu sangat tinggi, Mereka memilih kalian hanya karena mereka ingin merasakan bagaimana berpacaran dengan rakyat jelata, mereka hanya sedang bermain – main dengan kalian jadi jangan terlalu menganggapnya sebagai hal yang serius. Mengerti????”

“Mwo???Yaak!!!” Jinhya mulai geram, dia menyiramkan jus kekepala Yoori. Yoori menjerit – jerit melihat rambutnya sudah seperti bebek kecebur got. Yoori menampar Jinhya, dan Jinhya menampar balik Yoori. kini mereka saling menarik rambut. Aku yang sedari tadi berusaha memisahkan sampai kewalahan dibuatnya, aku sampai terhuyung karena terkena pukulan dari Yoori.

 

Author POV

Suasana kantin begitu ramai, terdengar teriakan yang begitu riuh dari orang yang menonton kejadian memalukan ini. para singa betina masih terus saling menerjang dan menjambak rambut.

Minho, Jinki, Kibum dan Taemin merasa tertarik dengan suasana yang sangat gaduh dikantin. Mereka berempat menerobos kerumunan.

Betapa terkejutnya mereka melihat para wanita sedang beradu kekuatan seperti itu, tanpa menunggu lama keempat namja itu langsung berusaha melerai mereka. Taemin berusaha membantu Jinki untuk memegangi Jinhya tapi Taemin malah dijambak rambutnya oleh Yoori dan juga Jinhya, Taemin ikut jejeritan bersama para yeoja itu. Kibum memegangi Hyun Young yang kepalanya tengah cenat-cenut karena pukulan dari Yoori. Yoori langsung berlindung dibelakang punggung Minho ketika Jinhya akan mencengkram lehernya.

“Minho-ssi tolong aku, mereka menggangguku!!!”

Merasa tidak terima dengan pernyataan Yoori barusan Jinhya makin geram dan menerjang Taemin berlari kearah Yoori “Yaak~ siluman rubah jangan asal bicara kau ya! kemari kau biar kujambak habis rambutmu!!!” Jinhya makin jejeritan, Jinki benar-benar kewalahan.

“Yeobo tenanglah!!!”

“Kau lihat sendiri kan Minho. dia dan juga Hyun Young mengeroyokku” ujar Yoori membela diri.

Minho masih terdiam tak berkata sepatah katapun.

“Mwo???” Jinhya dan Hyun Young merasa tidak terima.

“Bicara apa kau ini? jelas – jelas kau memulai duluan!!!” Hyun Young mulai angkat bicara.

“Aku kan hanya menyapamu tadi, tapi kenapa kau malah menumpahkan seluruh makanan kebajuku!!!”

“Mwo???” Hyun Young mulai meninggikan nada bicaranya.

“Sudah hentikan semuanya!! Noona apa kau terluka??”

DUARRRR

Hyun Young bagai terserang ribuan watt, Minho malah mengkhawatirkan Yoori dan bukan dirinya.

Kemudian Yoori bersikap manja dan menunjukan beberapa luka akibat cakaran dari Jinhya.

“Cih~ menjijikan sekali kau. Hyun Young kita pergi dari sini” Jinhya menarik Hyun Young pergi. Jinki, Kibum dan Taemin mengekor meninggalkan Minho dan Yoori dilokasi kejadian.

Yoori tersenyum licik karena berhasil membuat Minho berpihak padanya.

 

Hyun Young POV

DUARRRRRRR

Tubuhku bagai terserang ribuan watt listrik, apa aku tidak salah dengar tadi? Yoori? Minho menanyakan keadaan Yoori? Dan dia malah menatapku sinis. Tatapan itu seperti tatapan menyalahkan dan Oh tidak!!! Kenapa hatiku sakit sekali.

Kau juga tidak mengejarku, aku mohon Minho tinggalkan Yoori dan cari aku. aku mohon!!!

Aku masih tidak percaya atas apa yang aku dengar barusan, napasku sesak, aku merasa sulit sekali bernapas.

Author POV

“Hyun Young-ssi gwenchana?” Kibum mulai panik karena melihat keadaan Hyun Young yang pucat.

“Hyun Young-ssi” kali ini Jinhya yang panik.

Hyun Young masih terdiam dengan tatapan kosong, terdengar samar-samar olehnya Jinhya memaki Minho.

“Kurang ngajar sekali si Choi Minho itu” Jinhya mulai mencak – mencak, matanya berkilat-kilat saking emosinya.

“Yeobo~ sudahlah. Aku sedang mengobati lukamu” Jinki mulai protes melihat kekasihnya yang tidak mau diam itu.

“Andweo Oppa!!! Aku tidak bisa terima Minho bersikap seperti ini pada Hyun Young. Haassshhh siluman rubah itu benar-benar ingin mati rupanya!!!”

“Yaak~ Jinhya berhenti, kau ini berisik sekali!!!” omel Kibum yang mulai terganggu dengan teriakan Jinhya.

“Kau yang diam”

Kibum nginyem pasrah saat Jinhya balik meneriakinya.(haha jarang-jarang si Eomma ada yang ngebentak)

“Kalau memang benar Choi Minho mencintai Hyun Young seharusnya dia mengejar saat Hyun Young kutarik pergi tadi. dan si Choi Minho itu malah diam seperti orang bodoh saja” umpat Jinhya.

Tiba – tiba Hyun Young beranjak dari tempat duduknya dan berlari pergi meninggalkan ruang kesehatan.

 

Hyun Young POV

Aku beranjak dari tempat dudukku dan berlari pergi meninggalkan ruang kesehatan. Meskipun Minho tidak mengejarku, aku yang akan mengejarnya. tidak peduli kau menyalahkanku, tidak peduli kau mengkhawatirkan Yoori, tidak peduli cinta pertamamu telah kembali, dan aku juga tidak peduli jika kau akan menolakku sekarang.  Aku harus mengejarmu, aku harus menyatakan perasaanku saat ini padamu. Aku tidak mau harus memendam perasaan ini selamanya.

Minho aku mencintaimu. Kau harus tahu itu!!!

Aku mempercepat langkahku menuju apartementnya, perasaanku sekarang sedang berkecamuk. Sepertinya aku benar – benar sudah gila sekarang. Kini langkahku sudah tidak teratur lagi, beberapa orang dijalan raya meneriakiku karena aku menyebrang dengan sembarangan, aku sudah tidak peduli lagi. Aku hanya ingin Minho tahu perasaanku sekarang.

To Be Continued__________

 

Don’t forget to leave some COMENT!!! Tks

18 thoughts on “[FREELANCE] Still (Part5)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s