Remember [PART 1]

Author : Kim Yuraa

Cast : Choi Yeejin, Onew, Key

Support Cast : Minho, Jonghyun, Taemin

Length : Twoshoot

Genre : Romantic

 

Key POV

“hhaahhh…”

“hhhh…”

Kuhirup oksigen sebanyak mungkin. bajuku basah penuh dengan keringat. Jantungku berdegup berkali-kali lipat. Bahkan hampir meledak rasanya! kupukuli dadaku yang terasa sesak ini.

“hosh, hosh… hyung… hhh… apa mereka masih mengejar kita?” tanyaku tersengal-sengal

Kulirik hyungku yang ada disamping juga keadaannya sama sepertiku. Wajahnya sangat merah terkena terik matahari. Tubuhnya penuh dengan keringat.

“hhhh… tidak ada! Mereka tidak menemukan kita” ujarnya sambil menengok ke arah bawah. Aku tersenyum mendengarnya.

“yeaaah… kita berhasil!!!” teriak hyungku sambil tertawa keras. aku menghela nafas lega dan ikut tertawa bersamanya. Membayangkan kejadian tadi begitu memicu adrenalinku. Sekelompok orang mengejar kami dengan membabi buta. Yah, mereka mengejar kami dari kota seoul sampai di pinggiran kota. Dan akhirnya kami bisa lolos juga. dan disinilah kami sekarang, sebuah rumah susun yang kumuh dan tak terawat. Dan dsini pula aku tinggal bersama hyungku.

Angin semilir di atap gedung ini membuat tubuhku terasa lebih segar. Tubuhku tak lagi berkeringat seperti tadi. Nafasku juga sudah teratur kembali. Mataku menatap setiap sudut kota kecil ini dari atap gedung. Langit mulai memunculkan semburat kemerahan, tapi aku dan hyung masih tetap disini sambil menatap hamparan lautan bintang yang indah. Walaupun terlihat kumuh tapi dari atap gedung yang tinggi ini kau bisa melihat kota seoul yang berkelap-kelip seperti bintang! inilah basecamp favoritku dan hyung.

“eh…” gumamku saat mataku tak sengaja menangkap sesosok wanita yang ada di sebelah gedungku. Kenapa wanita itu hampir malam begini berada disitu? Bukankah itu gedung kosong? Tanyaku dalam hati. Walaupun begitu mataku tetap memperhatikan setiap gerak-geriknya.

“HYUNG! palli irona!!! Lihat yeoja itu! PALLI!!!” seruku sambil mengguncang-guncangkan tubuhnya yang sedang tiduran di atas meja.

“ya!!! weire??? Kau ini mengganggu ti… HAH??? Apa yang akan dia lakukan?!!” seru hyungku terkejut saat aku menunjuk sosok wanita yang sejak tadi kuperhatikan.

***

Yeejin POV

Kenapa hidupku seperti ini? wae? WAE???

“huhuhu…. Hiks hiks”

Umma, kenapa kau meninggalkanku sendirian disini? Kenapa kau tega membiarkan anakmu menderita seperti ini?

“huhuhuuuuu…”

Umma tau, semua teman-temanku menjauhiku! Aku tidak punya siapa-siapa lagi di dunia ini umma…

“huuhuuuuu… ummaaaa” isakku semakin keras

Semuanya memusuhiku, aku tidak bisa hidup seperti ini umma…

“hiks… hiks… umma…” tubuhku berguncang hebat menahan isakan tangisku yang makin menjadi-jadi

Aku lelah diperlakukan seperti ini! aku terkekang! Aku ingin bersama umma, aku sangat merindukan umma…

“umma… appo… appoyo umma” teriakku sambil memukul dadaku yang sangat sakit ini.

Aku benci dengan kehidupanku seperti ini. untuk apa aku hidup di dunia ini bila tidak ada yang mempedulikanku lagi? Aku tidak tahan lagi umma…

“huhuhu… umma, hiks… hiks… mianhae” ucapku parau sambil melangkahkan kakiku dengan kaku. Yah, satu langkah lagi dan semuanya akan berakhir. Satu langkah lagi kau akan merasakan kedamaian Choi Yeejin. Kututup mataku rapat-rapat. Kubiarkan rambut panjangku diterpa angin sore.

SRET

“hhhh… hhhh…”

Apa aku sudah mati?

“HYUNG!!!” teriak seorang namja di belakangku. kubuka mataku perlahan. Kenapa aku masih ada di atap gedung ini? yah, aku bisa bernafas seperti biasa. Mwo? Aku tidak jadi mati?

“hhhhh… hahhh”

Deru nafas seseorang terdengar jelas di telingaku, dan aku baru menyadari bahwa sepasang tangan sedang merengkuh tubuhku dengan sangat erat! aku mencoba menoleh kebelakang.

“hhh… gwe… gwenchana?” tanyanya sambil mengatur nafas, pasti dia lelah berlari menaiki tangga 7 lantai.

“Hyung! hosh… hosh… aku tidak bisa bernafas! Huaaaah… kau berlari kencang sekali! eh… neo gwenchana?” tanya seorang namja lagi kepadaku.

Lidahku masih kelu untuk menjawab pertanyaan kedua namja ini. tubuhku bergetar hebat, membayangkan kalau saja tidak ada mereka berdua pasti tubuhku sudah remuk tak bernyawa di tanah. Tuhan, apa Engkau menakdirkan ini semua untukku? Tubuhku kembali berguncang menangisi kebodohanku ini.

***

Onew POV

Kuhempaskan tubuhku di ranjang dengan lelah, kulirik Key yang sudah tertidur pulas di sampingku. Pasti dia kelelahan, biyane Key… kubelai rambutnya pelan. kupejamkan mataku, kemudian kuhirup nafas dalam-dalam. Tapi semakin aku memejamkan mataku, seluruh kejadian hari ini semakin terngiang di otakku. semuanya bergabung menjadi satu, dan anehnya ini semua saling terkait satu sama lain. Apakah semua ini hanya kebetulan saja? tiba-tiba aku teringat gadis yang kuselamatkan tadi…

Flashback

“aku akan membuatkan minuman hyung” ucap Key sambil berjalan menuju dapur.

“duduklah…” kupapah tubuhnya yang lemah di kursi sofa. Sedari tadi dia hanya menangis, tanpa berkata sedikitpun kepadaku.

“ini minumlah” key meletakkan segelas teh hangat di meja kecil. tapi dia diam saja, key melirikku sambil mengedikkan bahu, sepertinya dia menyerah menghadapi wanita ini. Kuambil gelas tadi dan menyodorkan kepadanya.

“minumlah, ini akan membuatmu sedikit tenang” ujarku sehalus mungkin. dan bereaksi, dia melirik gelas yang kusodorkan dan mengambilnya. Hanya satu tegukan, tapi membuatku bisa bernafas lega.

“gwenchana?” tanyaku lagi dan kali ini dia mengangguk pelan. key tersenyum melihatnya.

“kalau kau sudah tenang, akan ku antar kerumahmu” ucapku halus. Dia menggeleng keras.

“andwe! Biarkan aku disini sebentar saja” serunya lantang membuatku dan key sedikit kaget.

“oh… ne” jawab Key kaku sambil tersenyum datar. Hampir satu jam wanita itu diam saja, pandangannya kosong. Seakan dia punya dunia sendiri yang tidak bisa dimasuki oleh siapappun.

“siapa kalian?” ucapnya pelan. dia menatapku dan Key secara bergantian.

“oh, aku Onew dan dia Key, dongsaengku” key manggut-manggut mendengar ucapanku

“trimakasih sudah menyelamatkanku” ucapnya lemah, bahkan seakan dia berbisik kepada kami. dia bahkan seperti orang tertekan. Jujur saja, aku tak tega melihatnya.

“tidak masalah” jawabku sambil tersenyum lebar, mencoba menghiburnya

“dimana rumahmu?” tanya key membuka pembicaraan

“di Apgujong” jawabnya singkat

“lalu untuk apa kau kemari?” tanya key hati-hati takut menyakiti perasaan wanita itu

“sebenarnya aku kesini untuk mengunjungi makam ummaku, tapi entah kenapa aku malah…” dia menghentikan ucapannya dan menyeka air matanya yang kembali mengalir.

“sshhh… gwenchana, gwenchana” ucapku sambil mengusap pundaknya yang berguncang.

“tenanglah… kalau kau mau, kau bisa menceritakan masalahmu kepada kami. anggap saja kami ini temanmu atau sahabatmu. jangan ragu, kami akan membantumu” ucap Key lembut tapi mampu membuat gadis itu mendongak menatap key dengan nanar.

“teman? Kalau aku mengatakan aku adalah anak Choi Minho ketua mafia di kota ini apa kau tetap mau menjadi temanku?” ucapnya parau, air matanya jatuh semakin deras.

DEG! Rasanya jantungku berhenti berdetak. Tenggorokanku tercekat, menahan air mataku yang akan keluar. Hah, bagaimana bisa seperti ini?

“aku tidak tahan hidup di dunia ini!”

“aku benci appaku! Aku benci diperlakukan seperti seorang putri yang hidup di neraka! Semuanya membenciku, tak ada yang mau berteman denganku! Untuk apa aku hidup di dunia ini, kalau tidak ada yang menganggapku ada. Bahkan appa juga tidak pernah ada untukku. Aku sudah tidak tahan lagi… huhuhu” dia meracau sambil menangis sesenggukan. Bahkan sampai saat ini key masih menatap gadis itu dengan mata terbelalak.

Sampai akhirnya Key berjalan gontai ke arah kamar. entah apa yang dia lakukan, tapi aku sangat tau bagaimana perasaaanya!

“kau tidak boleh mengatakan seperti ini. bagaimanapun juga dia appamu. Dia pasti menyayangimu” ucapku dengan suara bergetar, mencoba untuk menenangkannya. Tapi… hatiku semakin sakit mengatakan semua itu!

Dia tidak mencawab pertanyaanku, beberapa saat kemudian dia berhenti menangis dan menatapku lekat-lekat.

“hhh… semoga saja ucapanmu itu benar. aku akan pulang” ucapnya lemah sambil menepuk mukanya pelan, mengeringkan sisa-sisa air matanya.

“biar aku antar” ucapku seraya berdiri dari sofa

“tidak perlu, aku akan naik taksi saja” jawabnya sambil menahan tubuhku

“baiklah…” kubukakan pintu rumah untuknya, saat berada di depan pintu dia berbalik kearahku

“terimakasih atas semuanya. Entah apa yang akan terjadi padaku bila tidak ada kalian. hhh… dan lebih baik aku tidak mengenal kalian, aku tidak ingin terjadi sesuatu yang buruk pada kalian” ucapnya mencoba tersenyum walaupun aku tau hatinya sakit mengucapkan itu semua, kemudian kembali berjalan keluar rumah.

“Ani… aku tidak peduli kau anak dari seorang mafia atau apapun itu, aku mau berteman denganmu. Ingat itu, kau tidak sendirian di dunia ini” dia berhenti saat mendengar ucapanku

“gomawo Onew oppa…” ucapnya sambil tersenyum tulus. Hatiku bergetar melihatnya. semua ketakutanku padanya hilang seketika.

“hati-hati… jangan melakukan hal bodoh lagi” ucapku sambil membalas senyumnya

“ne oppa, yakso! Anyeong” dia melambaikan tangannya padaku.

Flashback end

Kuusap mata sembab Key yang terpejam. sejak dia masuk kamar dia tidak keluar sama sekali, aku yakin dia pasti menangis. kutatap wajah Key dalam diam, mengamati setiap inchi wajahnya membuat kenangan masalalu menyeruak di dalam otakku. menyakitkan!

“ini pasti akan lebih sulit lagi Key, bertahanlah” ucapku dengan suara tercekat. Kututup mataku dengan lengan kananku, dan tumpah sudah air mata yang sedari tadi kutahan mati-matian.

Aku teringat kehidupan masa laluku. Hidup dengan keluarga yang sangat kucintai. Hidup mewah dengan penuh kebahagiaan. Tapi semua itu hilang dalam sekejab, saat appa meninggal karena kecelakaan pesawat. Perusahaan appa langsung bangkrut karena kematian appa. Umma tidak bisa menerima semua ini begitu saja, kehilangan suaminya, kehilangan kehidupannya sampai akhirnya umma benar-benar depresi. Tidak lama kemudian umma juga menyusul appa. Umma meninggal karena serangan jantung. Dan tinggal aku dan key yang mencoba sekuat tenaga menyusun kembali kehidupan kami.

Dengan uang yang sangat minim aku menyewa sebuah rumah kumuh ini. aku juga berhenti sekolah, walaupun guru-guruku sangat menyayangkan tindakanku ini. tapi aku rela, asal Key tetap bersekolah. Aku rela bekerja di pom, menjadi loper Koran, dan sebagainya asal aku bisa menghidupi kebutuhan kami. Aku tidak akan tahan melihat key menangis setiap saat bila dia mengingat kembali kejadian masa lalu. aku tidak bisa melihatnya menderita karna hanya dia yang kupunya di dunia ini. hanya dia alasanku bertahan di dunia ini.

Walaupun begitu, para penagih hutang tetap saja mengejar-ngejarku. Menagih hutang appa yang belum terlunasi. Seperti tadi siang, mereka melihatku dan key yang sedang ada di seoul. Tanpa dikomando lagi, mereka akan mengejar kami. Setiap saat hidupku dan key selalu dihantui oleh para mafia itu. yah, mafia yang di ketuai oleh Choi Minho! Tidak puas dengan mengambil saham appaku dia juga masih menagih hutang kepadaku. dia juga yang mengambil semua kekayaan keluargaku. Mengambil semuanya tanpa sisa! Bahkan dia juga yang merenggut nyawa umma, gara-gara tindakannya yang biadap itu!

Dulu appaku pernah berhutang pada choi minho, karena dialah asset para pengusaha di korea. Kekayaannya yang melimpah ruah membuatnya menjadi orang yang terpandang, sekaligus orang yang paling mematikan! bila seseorang tidak bisa melunasi hutangnya, jangan harap hidupnya bisa tenang.

Tapi bagaimana bisa aku dipertemukan dengan anaknya? Kenapa tidak kubunuh saja anaknya biar si brengsek Choi Minho itu menderita?! Biar dia mengerti bagaimana rasanya KEHILANGAN!!! Biar dia mengerti bagaimana rasanya SAKIT HATI!!! Biar dia mengenal apa itu PENDERITAAN!!!

Tapi…

Tapi kenapa aku tidak bisa melakukan itu semua? KENAPA?

Yah… karena gadis itu sama menderitanya sepertiku! Sama-sama menderita karena Choi Minho!!! Bagaimana bisa aku tega melakukan hal yang sekeji itu bila hidupnya juga kesusahan? Melihatnya menangis tadi sudah membuat hatiku luluh lantak!

“biyane umma… biyane appa…” bisikku parau

***

Author POV

“anyeong oppa…” sapa seseorang membuat onew dan key kaget.

“kenapa ada disini?” tanya onew bingung sedangkan key masih menatap wanita yang ada dihadapannya dengan pandangan tak percaya

“kebetulan aku lewat sini dan melihat oppa sedang bekerja di supermarket. Jadi kuputuskan untuk menunggu oppa sampai pulang. Lagian aku juga ingin bertemu dengan kalian” wanita itu tersenyum senang

“ada apa mencari kami?” tanya onew penasaran, sesekali dia membenahi bajunya yang sedikit terlipat.

“aku belum mengenalkan namaku kepada kalian. aku Yeejin, Choi Yeejin” wanita itu menyodorkan tangan kerah onew. Beberapa saat dua namja itu terdiam, tapi kemudian onew tertawa. Membuat key menatapnya dingin.

“aigooo… bodoh sekali kemarin aku tidak menanyakan namamu Yeejin-ah” onew menjabat tangan yeejin. Kemudian yeejin menyodorkan tangan kearah Key tapi dia diam saja. key menatap Yeejin dengan pandangan kosong, sampai akhirnya Onew menepuk lengannya.

“oh… ne” ucap Key sambil tersenyum sambil menjabat tangan yeejin yang hangat.

“bangapseumnida …” seru Yeejin senang seperti anak kecil yang baru memiliki teman baru

“dan ini sebagai ucapan trimakasihku, ayo kita makan bersama!” Yeejin mengangkat sekantung box makanan yang cukup besar.

“woaaah… pesta! Sebentar aku beli minuman dulu. Tunggu disini” dengan segera onew berlari kembali kedalam supermarket tempatnya dan key bekerja jika sore hari.

“siapa namamu?” tanya Yeejin pada Key

“kau tidak mengenalku?” Key balik bertanya sambil menatap yeejin lekat-lekat

“kemarin onew oppa sudah mengatakannya tapi aku lupa” ucapnya pelan sambil menepuk kepalanya pelan

“kau sungguh tak mengingatku?” tanya key lagi

“aaah, mianhae…” dia menunduk

“Key” jawab key datar sambil memalingkan wajah

“aaah… iya Key! maaf, aku lupa namamu” ucapnya sambil mengerucutkan bibirnya

“aku dataaaang! Ayo kita kembali ke rumah!” dengan semangat Yeejin berjalan beriringan dengan onew. Sedangkan Key berjalan sendiri di belakang, dan memandang sosok wanita yang ada di depannya dengan kecewa.

***

Yeejin POV

Baru kali ini aku merasa senang hidup di dunia ini. aku merasa seperti hidup kembali!

Onew oppa, Key…

Merekalah yang memberiku kekuatan, memberiku lembaran baru, memberiku semangat untuk menjalani hidup ini. mereka adalah temanku sekaligus orang yang sangat berpengaruh dalam hidupku. aku sangat menyayangi mereka. sangat….

Tapi entahlah akhir-akhir ini perasaanku mulai berubah. Aku tak bisa menahan senyumku bila sedang menatapnya, aku tak bisa mengendalikan degup jantungku bila melihatnya tersenyum, bahkan aku tak bisa bernafas dengan tenang bila dia mulai menggenggam tanganku.

Ini seperti candu bagiku! aku bahkan tidak bisa berhenti memikirkannya!

Onew oppa, salahkah kalau aku mencintaimu?

***

“waaah… sudah lama aku tidak kesini!” seruku senang sambil berlari lari kecil di tepi sungai han

“jangan seperti itu nanti jatuh” teriak onew oppa mengingatkanku. Aku hanya tersenyum sambil melambaikan tanganku, menyuruhnya mendekatiku. Onew oppa menuntun sepedanya yang biasa dia gunakan untuk bekerja menjadi loper Koran.

“gomawo oppa sudah membawaku kemari!”

“kau senang?” tanyanya sambil tersenyum manis kearahku

“tentu saja! huaaah… indah sekali! udaranya sejuk! Aku senaaaang!!!” seruku lantang membuat onew oppa tertawa melihat tingkahku.

“Yeejin-ah kemarilah…” ucap onew oppa sambil duduk di kursi taman.

Aku ikut duduk disebelah onew oppa. kami terdiam beberapa saat menikmati pemandangan indah yang terhampar dihadapan kami. aku melirik onew oppa yang sedang memejamkan matanya. Tampan, batinku dalam hati.

Lama sekali aku menatap onew oppa yang masih memejamkan matanya. Kudekat kan wajahku…

CUP

Aku mencium pipi onew oppa yang terasa halus. Dan saat itu juga onew oppa membuka matanya dan langsung menatapku. Yah, ini saatnya! Kau harus mengatakannya Choi Yeejin!

“oppa… saranghae” ucapku gugup

Hening

“hahaha… tentu saja aku juga menyayangimu yeejin-ah, kau sudah kuanggap adikku sendiri!” onew oppa tertawa sambil melingkarkan lengannya dibahuku.

Tidak! bukan seperti ini yang kuharapkan!

“aku sungguh mencintaimu oppa! bukan sebagai oppa, melainkan aku mencintaimu sebagai namja!” kali ini air mataku tak bisa lagi kubendung. Onew oppa menatapku tak percaya.

“andai oppa tau bagaimana perasaanku yang sesungguhnya! Aku tak bisa bila tidak melihatmu oppa, aku tidak bisa bila tidak ada disampingmu! Aku selalu memikirkanmu, selalu ingin bertemu denganmu, selalu berdebar bila sedang ada disampingmu! Bukankah itu cinta oppa? aku sungguh-sungguh mencintaimu oppa!” seruku sambil menangis kencang. Emosiku meluap begitu saja. aku tak bisa menahan air mataku. Tiba-tiba onew oppa menarik tubuhku kedalam pelukannya.

“aku tau bagaimana perasaanmu. Sangat tahu yeejin-ah! Karena aku juga merasakan hal yang sama sepertimu. Nado saranghae…” ucap onew oppa lembut tepat di telingaku. Onew oppa memelukku semakin erat. bukannya berhenti menangis, air mataku ini malah keluar semakin deras. Aku tidak pernah merasakan sebahagia ini sebelumnya. gomawo oppa, batinku sambil membalas pelukannya.

***

Onew POV

Sampai pukul 2 pagi aku masih ada di atap gedung ini. menatap hamparan bintang di langit, walaupun dingin tapi tak masalah. Asal aku bisa melihat bintang terang itu. kata orang-orang bila ada bintang yang bersinar paling terang itu adalah sosok orang yang kita sayangi.

“umma… appa…” gumamku sambil mengangkat tanganku, seperti meraih bintang.

“aku jatuh cinta. Aku sangat menyayanginya… apa aku salah?” gumamku lagi dengan suara bergetar. Kurasakan sebutir cairan hangat keluar dari mataku. Menetes pelan tanpa perintah.

“aku tak bisa menahan perasaan ini lebih lama lagi… aku tak bisa”

“apa aku salah sudah menyukai musuh kita?”

“apa aku salah bila menjalin cinta dengannya?”

“maaf mengecewakan kalian umma… appa… maafkan anakmu” saat itu juga tangisku pecah ditemani dengan sunyinya malam.

***

Author POV

“Key, palli irona!!! Palli…” Yeejin mengguncang tubuh Key dengan keras

“eeung… noona, apa yang kau lakukan sepagi ini?” tanya Key heran melihat Yeejin sudah ada dirumahnya, biasanya dia datang saat sore atau malam hari.

“tentu saja membuatkan kalian sarapan! Lihatlah hyungmu sudah bangun! Palli irona pemalas!!!” dengan semangat Yeejin mencabut bulu kaki Key dengan keras

“AAAAWWW!!! Yaaasssh, jinjja! Baiklah, ini aku bangun! Puas?” dengan kesal Key bangun dan berjalan keluar kamar. tapi sayangnya dia tidak berjalan dengan benar akhirnya malah terbentur pintu kamar membuat Yeejin semakin tertawa keras.

“senang kau? Senang kau hah?” seru Key galak dengan mata terpejam. Yeejin berjalan ke arah dapur sambil memegangi perutnya yang keram karena terlalu banyak tertawa.

“kau apakan Key?” tanya Onew yang sedang menyiapkan nasi di meja makan

“hanya mencabut sedikit bulu kakinya! hahaha” Yeejin tertawa lagi

“yash, kau ini! nakal sekali yaaa…” onew mejepit kepala Yeejin dengan lengan kanannya

Key terdiam beberapa saat ketika melihat pemandangan mesra yang ada dihadapannya. Cukup lama hingga akhirnya yeejin menyadarkannya

“Key, kemarilah. Ayo sarapan”

“oh… ne” dengan kaku Key berjalan kea rah meja makan

“sebentar, bisa kau ambilkan handycam mu?” key mngernyitkan alis heran tapi dia tetap menuruti perintah hyungnya

“Waaaah!!! Kau punya Cameroon HDC-700 Key? Ini yang ingin kubeli dulu” rengek Yeejin saat melihat key membawa handycamya.

“kau tau Yeejin-ah, Key bahkan dua bulan penuh kerja part time hanya untuk membeli barang macam itu! saat dia sudah membeli handycam itu dia hanya menaruhnya di dalam lemari dan tidak dipakai sama sekali. makadari itu, mulai sekarang kau harus menggunakannya key! ayo kita membuat film bersama! Ottae?” ucap Onew menggebu-gebu sambil mengacung-acungkan sendoknya

“baiklah, aku saja yang jadi cameramen. Kalian bicaralah” ujar Key sambil bersiap-siap menyuting mereka

“hana, dul, set… action!” mendengar itu sontak onew dan Yeejin tertawa

“hahaha… oke, oke! Anyeonghaseyo yorobun aku onew dan ini pujaan hatiku, Yeejin! Sebenarnya ada satu orang lagi yang ada di balik layar. Dia bekerja sebagai cameramen. Apa perlu kukenalkan? Uhmm… sebaiknya tidak perlu, karena dia tidak penting!” Yeejin tertawa mendengar ucapan Onew.

“yaaa… yaa… jangan mencubitku! Baiklah, baiklah… walaupun tidak akan muncul di film ini tapi dia berperan penting dalam syuting ini. ini dia cameramen handal kami… jeng jeng! KEEEY!!! Yeeaaaay…” sorak Onew dan Yeejin bersamaan, sangat kompak!

“hari ini, hari yang sangat special untukku” ucap Onew serius sambil menatap Yeejin

“hari pertama kita menjalani hari-hari kita bersama. Melewati semua rintangan bersama, melewati suka duka bersama” ucap Onew sambil tersenyum manis

“jagiya… ucapanmu seperti kita akan menikah saja” ucap Yeejin sambil tersipu malu

“aaaah… benar juga. sudahlah yang penting hari ini hari yang special untukku, karena aku mempunyai kekasih yang sangat, sangat, sangaaaat baik dan cantik!” seru Onew sambil memeluk pundak Yeejin, Yeejin tersenyum manis sambil terus menatap mata onew lekat-lekat.

“yaaa… Key, kau ini handal atau tidak sih? kulihat dari tadi kau selalu tidak focus saat menyuting” omel onew

“hahaha… biyane hyung, aku tidak terbiasa dengan handycam ini”

“sudah, sudah… lebih baik kita makan saja. aku sudah memasak makanan enak untuk kalian” sela Yeejin

“baiklah kita makan dulu anyeooong…”

PIP

“jadi kau memasak makanan segini banyaknya untuk perayaan jadian kalian?” tanya Key sambil meletakkan handycam kembali kedalam tasnya.

“tentu saja! hahaha” Yeejin tertawa puas

“Makan, makan… makan ayaaam…” seru onew seperti anak kecil

“selalu ayaaaam….” Ucapku dan Yeejin bersamaan. Kemudian kami bertiga tertawa bersama-sama.

***

Onew POV

“anyeong… kembali lagi dengan Love Story On-Yee couple! Sekarang kita berada di Namsan Tower. Huwaaah, pemandangan dari atas sini indah bukan?” ucapku antusias sambil menunjuk pemandangan kota seoul yang indah dibawah sana. Sedangkan Yeejin semakin mengeratkan pelukannya di lenganku.

“kalian pasti sudah tau tentang Love Lock? Hahaha… benar sekali! gembok cinta!!! Inilah yang selalu dilakukan pasangan untuk memohon agar hubungannya awet sampai tua! Benar kan jagi?”

“Ne, tentu saja! lihat gembok kita sudah ada nama kita masing-masing. Sekarang ayo pasangkan onew oppa!” seru Yeejin senang sambil bertepuk tangan.

Kupasangkan gembok kami dengan hati-hati. Lagi-lagi aku tak tahan untuk tertawa melihat gembokku dan Yeejin yang paling aneh daripada gembok-gembok lainnya.

“yaaa hyung! apa maksudmu memasangkan rantai pagar segala pada gembokmu? Kau pikir itu akan semakin memperawet hubunganmu dengan Yeejin huh?” protes Key sambil tetap merekam. Sedangkan Yeejin, dia malah terduduk sambil tertawa terbahak-bahak melihat tingkahku

“nah, selesai! lihatlah, keren kan gembok kita? Bwahahaha”

“oppa! kau ini ada-ada saja!” ucap Yeejin sambil memukul dadaku pelan, kucekal pergelangan tangannya kemudian menariknya mendekat kearahku.

“biarlah, aku hanya ingin hubungan kita bertahan selamanya” ucapku serius sambil mengecup kening Yeejin. Senyum manis Yeejin mengembang, aaah… aku suka melihat pipinya merona merah seperti ini. nomu yeppo jagiya.

“yaaasssh, jinja” omel Key

“hahaha, kau iri kan? Kau iri kan? Makannya cepat punya pacar sana!” ledekku sambil mengacak-acak rambut Key

“HYUNG!!!” bentak key kesal aku semakin tertawa melihat reaksinya

“terus ikuti perjalanan kami. lihat, cameramen kita sudah naik pitam rupanya! Hahaha… Anyeeeong!!!” aku dan yeejin melambai riang di depan kamera

PIP

“awas kau hyuuuuung!!!!!!!!” teriak key sambil berlari mengejarku. Terimakasih Tuhan, malam ini benar-benar menyenangkan!

***

Yeejin POV

“oppa, kita akan kemana?” kupegang erat tangan onew oppa yang mencoba menutup mataku.

“tenang saja, ikuti aku” bisiknya dari belakang tubuhku

Aku terus saja berjalan mengikuti aba-aba onew oppa. terus berjalan, hingga…

“SURPRISE!!! Happy birthday Yeejin-ah!!!” aku terdiam ditempat, SHOCK!

“ayo, ditiup dulu lilinnya!” seru onew oppa menuntunku maju ke depan meja kecil.

Kutatap kue ulang tahun itu tak percaya. ternyata sekarang ulang tahunku! ini sudah sangat lama sekali, sejak kematian umma tidak pernah ada yang memberiku ucapan selamat ulang tahun. Bahkan appa juga tidak pernah mengucapkannya…

Kutiup lilin itu dengan perlahan

“yeeaaay!!! Saengil chukka hamnida jagiya!” onew memelukku erat

“yaaa… waegurae? Apa ada yang salah? Kau kenapa?” tanyanya khawatir saat mendapatiku sedang menangis. aku hanya menggeleng lemah sambil berusaha tersenyum

“anieyo. Aku hanya terharu. Kau sudah melakukan dengan baik jagiya… gomawo”

“jinja?” tanyanya lagi sambil mengahapus air mataku dengan ibujarinya. Aku mengangguk pelan.

“waaah, tempat ini indah sekali!!!” seruku mengalihkan perhatian onew. Tapi sungguh aku tidak pura-pura, tempat ini sangat mengagumkan! Atap gedung tempat tinggal onew dirubah menjadi tempat pesta yang indah. hiasan lampu kecil dimana-mana, lilin-lilin kecil yang membentuk bentuk love. Semuanya terlihat sangat romantis

“bagaimana, kau menyukainya?”

“aku sangat menyukainya. Terikamasih jagiya!”

“dan ini… tadaaa! Kado untukmu” onew oppa mengeluarkan kotak dari sakunya. Ukurannya sedang, tidak kecil, tidak besar juga.

“igae mwoya?” tanyaku penasaran kemudian membuka kotak itu pelan. lagi-lagi aku dibuat speechless!

“oppa…” aku menatap onew oppa tak percaya

“sini kupasangkan” onew oppa berpindah ke belakang tubuhku dan memasangkan kalung pemberiannya itu

“waaah, kau semakin cantik jagiya, aku tak salah pilih rupanya”

“gomawo oppa, jeongmal gomapta” kukecup pipinya pelan, dia semkain mengeratkan pelukannya di pundakku.

“hey, noona kau melupakanku? Aku juga membantu membuat ini semua!” ucap Key kesal

“hahaha, gomawo Key…” kupeluk tubuh key juga tapi dia diam tak membalas pelukanku, tangannya sibuk memegang handycam.

“sudah jagiya, jangan lama-lama!” ucap onew sambil tertawa ringan, aku tahu dia hanya bercanda. Kulepaskan pelukanku dan kembali memeluk lengan onew.

“kau boleh mengungkapkan perasaanmu noona! Special birthday party!” seru key mengarahkan handycamnya kearahku

“hhh… aku bingung mau bicara apa. Hahaa… yang pasti terimakasih untuk namjachinguku yang sudah merencanakan semua ini untukku. Kau berhasil membuatku terkesima jagiya! Well… aku semakin menyayangimu oppa! Hahaha… dan kau Key, terimakasih atas surprise ini! ini adalah ulang tahun terindah sepanjang hidupku. terimakasih semuanya… happy birthday to me! Anyeong” aku tersenyum senang.

PIP

“ayo kita main kembang api! Aku sudah membelinya tadi!” ucap onew antusias

“asiiik… kembang api!!!” aku meloncat-loncat kegirangan

“siap-siap noona! Hana… dul… set…”

DOR PYAAAAR

DOR PYAAAAR

Aku mendongak menatap kembang api yang meletus dengan indah, pecah menjadi percikan api-api kecil yang berwarna-warni. Kututup mataku perlahan, hanya satu doaku Tuhan, berkatilah orang-orang yang kusanyangi ini. mulai sekarang aku tidak akan pernah menyesal sudah ada didunia ini. karna aku sudah memiliki mereka berdua yang menghidupkan hari-hariku. Umma, terimakasih sudah melahirkanku di dunia ini. saranghae…

***

Author POV

“Yeejin-ah… tunggu aku” seru onew yang melihat kekasihnya berlari semakin menjauhinya.

“hahahaa… ayo tangkap aku, tangkap aku! Bweee” Yeejin menjulurkan lidah ke arah Onew kemudian berlari semakin kencang

“awas yaaa… kutangkap kau jagiya!!!” mereka berdua berlarian di tepi pantai. Tertawa bersama, saling berkejaran.

“huwaaaa” teriak Yeejin saat kakinya menyentuk riak-riak gelombang pantai

“kena kau! Hahahaha” onew memeluk tubuh Yeejin dari belakang

“KYAAAA!!! OPPA TURUNKAN AKU!!! HAHAAA…”

“andwe! Lalala…” onew menggendong tubuh Yeejin semakin kencang. Terkadang memutar-mutarkan tubuhnya membuat Yeejin semakin berteriak kencang.

“sudah, sudah oppa! aku lelah! Hahaha” dengan perlahan onew menurunkan kembali tubuh Yeejin

“ku belikan minum dulu ya…” Yeejin mengangguk sambil mengatur nafasnya yang tak teratur.

Saat onew menghilang dari pandangannya, Yeejin berjalan mendekati Key yang sedang duduk di pasir sambil merekam kejadian tadi.

“kau tidak bermain-main Key?” tanya Yeeijn, key hanya menggeleng pelan sambil tetap mengarahkan handycamnya kearah Yeejin.

“sini, kemarikan handycammu!” dengan paksa Yeejin menarik handycam dari tangan Key dan berhasil!

“hahaha… ini dia cameramen kita, Key!!! yeaaaay” Yeejin bersorak riang, sedangkan Key semakin menundukkan wajahnya dalam-dalam

“hey ayo bicaralah. Jangan menunduk seperti itu” perintah Yeejin

“hhh… dasar evil noona! anyeonghaseyo choneun Key imnida” ucap Key akhirnya membuat Yeejin tertawa puas

“lihatlah, sebenarnya cameramen kita ini lumayan cakep juga! ayo perhatikan baik-baik…” Yeejin mendekatkan handycam ke wajah Key

“yaaa, noona! jangan seperti ini!” ucap Key malu sambil menutup wajahnya dengan telapak tangannya

“hahaha… Kyopta!!! lihatlah dia semakin imut kan kalau sedang malu? Hey Key, siapa yeoja chingumu?” mendengar pertanyaan Yeejin mata Key sontak terbelalak kaget

“kenapa jadi membahas hal ini?” tanya Key bingung

“ayolah… malhebwa!” desak Yeejin semangat

“eopsso!” jawab Key sambil menyilangkan tangannya

“hah… Jinja? jinjjayo?” mata Yeejin terbelalak tak percaya

“melihat kalian pacaran itu sudah membuatku kenyang noona. aku jadi berfikir memiliki kekasih itu sangat merepotkan…” jawab Key sambil tertawa renyah, Yeejin menutup mulutnya agar tawanya tak meledak

“hahaha… lalu bagaimana kriteria wanita yang kau idamkan?” tanya Yeejin sambil menyipitkan matanya

“uhmm… aku suka wanita yang memiliki mata indah. karena itu bisa meneduhkan hatiku” jawab Key sambil tersenyum manis

“waah, kau seperti Onew oppa rupanya, dia juga sering memujiku seperti itu” key hanya tersenyum mendengar jawaban Yeejin

“kata Onew oppa kau jago menyanyi? Benarkah?” tanya Yeejin tiba-tiba

“bohong! Onew hyung yang jago menyanyi. Bukan aku!” Key menggeleng-gelengkan kepalanya

“ayolah Key, aku ingin mendengar ka menyanyi! jebal… ya, ya, ya…” Yeejin mengeluarkan puppy eyesnya yang biasa dia gunakan untuk merayu onew

“yassh… jangan memasang muka seperti itu noona! baiklah, baiklah… hanya sedikit saja!” Yeejin mengangguk senang sambil meluruskan duduknya dan mengarahkan handycam dengan serius kearah Key.

Uri gadeuk damgin chuwok hanjan beorigo (I throw away a page filled with our memories)

Dashi dajim handa oneul neol jiwundago (and I make a promise again that I’ll erase you today)

Beoreu cheoreom andwae saengak cheoreom andwae (I can’t do it, it’s like a habit, I can’t do it like I thought I could)

Salsu eobseo salsu eobseo gaseum gadeuk love pain (I can’t live, I can’t live, my heart is filled with love pain)

Mam shipeun gosen chuwok mani namaseo (since there are memories left in thoughtful places)

Neol dashi chaneunda you, you, love pain (I’m searching for you again, you, you, love pain)

“waaah… suaramu bagus Key” puji Yeejin membuat Key tersipu malu

“hosh, hosh… maaf menunggu lama! Ini untukmu jagi” Onew menyodorkan minuman pada yeejin, Yeejin menerimanya dengan senang hati.

“punyaku mana?” Key menyodorkan tangan kepada onew

“kau ingin minum juga key?” tanya Onew sambil mengangkat sebelah alisnya.

“yaassh! jinjaaa… kau jahat sekali hyung!” ucap Key sewot membuat onew dan Yeejin tertawa melihatnya

“aku akan memberimu minuman, tapi ada syaratnya” onew mengacungkan telunjuk kanannya

“cepat katakan, aku haus sekali!”

“ucapkan, aku menyayangimu hyung” ucap onew santai, sedangkan Yeejin tetap mengarahkan handycam kerah kakak beradik itu.

“yaaa… hyung! kenapa harus seperti itu?!?” bentak Key tidak terima

“sudahlah, kau inggin minum tidak?” goda onew sambil mengarahkan minuman dingin di depan mata Key, membuatnya menelan ludah.

“ne, ne… aku menyayangimu hyung! PUAS?” onew dan Yeejin tertawa puas melihatnya

“ini minumlah” onew menyodorkan kaleng minuman kepada Key

“HYUNG!!! ini kan minuman bekasmu tadi???”

“memang… bweee”

“HYUUUUUNG!!!!!!!!!!!!!!!!!!” teriak Key kesal sambil mengejar hyungnya yang sudah berlari mendahuluinya. Dengan susah payah Yeejin mengarahkan handycam kearah mereka, tapi tubuhnya tetap saja berguncang karena menahan tawa.

“hahaha… sekian dulu acara liburan kali ini. tetap nantikan kelanjutan cerita on-yee couple! Anyeong…” ucap Yeejin sambil mengarahkan handycam kearahnya sendiri.

PIP

“KEY!!! AYOOOO, KEJAR ONEW OPPA!!!” teriak Yeejin riang sambil berlari kearah dua namja yang sedang berkejar-kejaran.

***

Onew POV

“jagi, tolong cuci jamur ini! key kau bisa merebus pasta ini kan?” ucap Yeejin sambil sibuk dengan bahan makanan yang ada di hadapannya.

“ne, chef!” jawabku dan key kompak membuat yeejin tertawa. Malam ini Yeejin akan membuat spaghetti. Walaupun aku lebih menyukai ayam, tapi asal itu yang membuat Yeejin pasti akan nikmat rasanya.

“yaaah… saosnya habis” keluh Yeejin

“baiklah, aku akan membelinya” kubersihkan tanganku yang basah dan bersiap untuk pergi ke supermarket

“biar aku saja hyung yang membelinya. Kau temani noona saja hyung” ujar key sambil mengambil jaketnya dan memasukkan handycam kedalam saku celananya yang besar.

“aku pergi dulu” seru key sambil tersenyum kearah kami. tiba-tiba hatiku bergetar melihatnya.

“Key”panggilku membuatnya menoleh kearahku

“hati-hati ya…” ucapku lembut

“hahaha, tenang saja hyung. lagian supermarketnya kan tidak jauh dari sini. Aku pergi, anyeong” dia melambaikan tangannya dengan riang.

BLAM

Sosok Key sudah hilang dari hadapanku, tapi entah mengapa mataku tak bisa lepas menatap pintu rumahku. Jantungku tiba-tiba berdegup dengan kencang. Ada apa ini? batinku

“oppa, waegure?” tanya Yeejin heran melihatku

“oh… ani, gwenchana” jawabku sambil tersenyum menenangkannya

“apa yang bisa kubantu lagi chef?” tanyaku sambil menggodanya

“tolong iris jamur ini. kau bisa kan?”

“oke, serahkan saja padaku. aaah, aku jadi tidak sabar makan spaghetti ini” Yeejin tersenyum manis kerahku. Semua akan baik-baik saja onew, tenang saja. hiburku dalam hati.

***

Author POV

Key berjalan santai keluar dari supermarket. Diayunkannya plastic putih berisi saos yang di belinya tadi dengan riang. Walaupun jalan yang dilewatinya sangat sepi, sepertinya itu tidak membuatnya takut sedikitpun. langkah Key semakin cepat saat dia akan tiba di gang rumah susunnya.

CKIIIIT

Langkah Key berhenti saat mendengar suara decitan ban mobil yang di rem mendadak. Dengan reflek dia bersembunyi di balik tembok rumah yang sudah tak terawat. Dengan perlahan dia menengok kearah mobil tadi. Dan disana sudah ada lima orang yang memakai pakaian serba hitam yang berkeliaran di jalan gang rumahnya.

Key semakin was-was saat mengenali wajah orang-orang itu. tubuhnya terasa membeku dan keringat dingin mucul di dahinya yang putih itu. yah, mereka adalah mafia suruhan Choi Minho! Key sangat hafal dengan wajah mereka.

Dengan tangan bergetar Key menyalakan handycamnya dan mengarahkan kearah para mafia itu secara diam-diam.

“Jonghyun, yang mana rumanhnya?” tanya salah satu orang dengan rambut blondenya yang berwarna pirang

“entahlah Taemin, aku hanya mendapat informasi kalau rumah mereka ada disekitar sini” jawab jonghyun

“aaah, payah sekali kau ini!” seru orang yang bernama taemin

BLUK

Karena tidak hati-hati, plastic yang tadi dibwa Key jatuh dan membuat kelima orang itu menoleh kearahnya. Sontak wajah Key menjadi pucat pasi, tubuhya juga terasa kaku untuk digerakkan.

“siapa disana???”

Mendengar suara itu key langsung berlari sekuat tenaga, tapi keberuntungan sedang tidak memihak padanya. kelima orang itu berhasil menyamai langkah kaki Key, kemudian berjalan mengelilingi Key. Key menatap kelima pria itu dengan penuh amarah. Ingin sekali dia memukuli kelima orang itu, tapi tidak mungkin. dia pasti akan kalah telak!

“hahaha… kau rupanya! Dimana hyungmu hah!?!” bentak salah satu dari mereka sambil mengangkat kerah baju Key. Key hanya diam saja, sedangkan tangan kanannya berusaha menyembunyikan handycam di balik jaketnya.

“CEPAT KATAKAN DIAMANA HYUNGMU???” lagi-lagi Key hanya diam saja dan menatap wajah Taemin dengan tajam. Hal itu semkain membuat Taemin berang.

BUGH

Dihantamnya wajah Key dengan keras hingga Key terpelantig ke aspal. Handycam yang disimpannya tadi ikut jatuh di dekat tong sampah.

“jawab pertanyaanku! DIMANA HYUNGMU???” ucap Taemin sambil mencengkeram dagu Key dengan keras. melihat Key yang masih bungkam membuat amarahnya membuncah.

“BRENGSEK!!!”

BUGH

“aaakkkhhh!!” teriak Key merasakan perutnya yang terasa perih karena tendangan Taemin yang sangat keras.

“kau mau main-main denganku hah? Dasar anak kecil! bersyukurlah dulu aku selalu membiarkanmu dan hyungmu yang bodoh itu lolos! Walaupun kau bersembunyi dimanapun aku tetap akan menemukanmu! Tapi sekarang aku mencarimu bukan untuk menagih hutang, tapi… AKU INGIN MEMBUNUH HYUNGMU!!!”

“ANDWE!!! Jangan menyentuh hyungku!!!” teriak Key sambil menggelengkan kepalanya lemah.

“waeyo? Kau tau apa kesalahan hyungmu hah??? Hyungmu itu sudah memanfaatkan nona Yeejin untuk balas dendam kepada tuan Choi Minho karena kematian ibumu! IYA KAN????” bentak Taemin kalap.

BUGH

Dua pukulan keras diterima Key di pelipis kanan dan kiri Key membuat wajahnya sudh tak berbentu lagi. Wajahnya penuh dengan lebam dan darah mengucur dari hidung, mata dan bibirnya yang sobek.

“siapun orang yang berniat balas dendam kepada tuan Minho tidak akan di beri ampun! Apalagi dengan memanfaatkan nona Yeejin! AKU BENAR-BENAR AKAN MEMBUNUH HYUNGMU!!!!” teriak Taemin tepat di telinga Key

“cepat cari rumahnya!” suruh Taemin kepada anak buahnya.

“jangan… kumohon… jangan lukai hyungku” dengan susah payah diseretnya tubuh Key yang terasa remuk itu untuk mencekal kaki Taemin. Di peluknya kaki kanan Taemin dengan erat. air matanya Key tumpah membayangkan apa yang akan dipebuat Taemin bila menemukan onew.

“ini semua hanya salah paham! Hyung tidak pernah memanfaatkan Yeejin noona! mereka sungguh saling mencintai! Hyungku tidak sejahat itu…” jelas Key sambil terisak pelan

“mworagu?” Taemin menyentakkan kakinya yang dicekal Key tadi, membuat tubuh key terpental dan kepalanya membentur aspal. Dengan amarah dijambaknya rambut Key dengan keras.

“apa katamu bocah tengik? Mereka saling mencintai?!? Hahaha… kau tau dalam hidupku tak pernah ada kata cinta! Dan itu bukan alasan yang logis untuk menahanku agar tidak membunuh hyungmu!!!” saat Taemin hendak melangkah lagi-lagi Key mencoba mencekal kakinya untuk tidakpergi. Dengan sekuat tenaga key mencekal kaki itu.

“YAAASSSH!!! KAU INI… LEPASKAN KAKIKU!!!” key diam saja, tangannya semakin memeluk kaki Taemin dengan erat.

“KAU INGIN MATI HAH?!????” Key terjungkal saat Taemin menyentaknya sekuat tenaga

“KAU! DASAR BOCAH SIALAN!!!” Taemin memukuli tibuh Key dengan kalap. Menedangi tubuh key dengan sekuat tenaga. Key hanya bisa meringkuk tak berdaya, air matanya keluar setiap merasakan pukulan yang diterima dari Taemin.

“ukkhh…” mata Key terbelalak saat merasakan kepalanya seperti mau pecah karena terbentur benda keras. darah keluar dari mulut Key dan dari kepala Key sampai menggenang di aspal jalan.

“YAAA!!! LEE TAEMIN!!! APA YANG KAU LAKUKAN HAH?!?” bentak jonghyun melihat temannya itu memukul kepala Key dengan balok kayu

“kau bisa membunuhnya! Bukan dia target kita!!! Yaasssh… kau ini! sudah kita pulang saja! bisa gawat kalau ada orang yang tau!” Jonghyun menyeret tubuh Taemin masuk kedalam mobil. kemudian dua mobil BMW hitam itu meninggalkan Key yang sudah terbujur kaku di jalan.

Mendengar deru mobil yang semakin menjauh darinya, key membuka kedua matanya dengan sisa-sisa tenaganya yang ada. Key melihat handycamnya tetap berada di sebelah tong sampah dan mengarah padanya. lampu hijau masih terpancar dari handycam itu, dan key tau persis handycam itu masih dalam keadaan merekam!

Key memaksa tangan kanannya mengambil handycam itu, tapi tidak bisa. Tubuh Key sudah tidak kuat lagi, bahkan tangannya gemetar hebat bila digerakkan. Key hanya bisa menatap handycam itu. air matanya kembali menetes berbaur menjadi satu dengan darah yang sudah melumuri tubuhnya. mulut Key terbuka, hendak berucap tapi tak bisa. Rahangnya terasa ngilu sekali. bahkan matanya sudah sangat berat untuk terbuka, semuanya terasa kabur di mata Key. dengan sekuat tenaga key menggerakkan rahangnya dan memaksa matanya agar tidak terpejam.

“hyung…. biyane”

TBC

Huaaaaaah…. Ini termasuk No Children gak ya??? agak keras emang FF nya… Mianhae

jangan kaget ya liat Taemin jadi kejem gitu, Hahaha.. author sendiri juga gak nyangka bikin karakter taemin jadi kayak gitu! Hehe >,<v belom kelar nyelesein FF we got married malah bikin FF lainnya! Aaaaa… kabur (dikejar kyuna!) tenang FF ini cuma two shoot kok, dan uda kelar! Hahaha.. jadi sekarang author bisa konsen nyelesein we got marriednya

Jangan lupa komen ya semuanya! Kalo ga komen admin jadi males ngasih part yang selanjutnya! Jadi inget, HARUS KOMEN! Oke??? Gamsahamnida🙂

12 thoughts on “Remember [PART 1]

  1. hiihii..
    taemin yg unyu jdix kejam bgitu.. atut dehh..

    Pnsrn mw liat key oppa mukax babak belur gitu gmna y..
    kasiiiann bnget oppa…

    Lanjuut minn..🙂

  2. tenang yura, aku ngga bakal ngejar kamu kok, soalnya ffnya asik! seru banget! hehe
    lanjutannya kapan nih? penasaran >,<
    taemin ku, kok beda banget sih? ngga takut yah ntar dijewer sama key umma? kekeke~~

  3. alamak… Pas lgi dngrin lgu quasimodo di end’a..
    Ya amplop!! Itu si tetem… Aduh..itu si umma…. Istigfar lah autornya..
    #KIDDING🙂
    tpi bgus bgttt

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s