[FREELANCE] I Hate Namja! (Part 1)

 Author : Ulie Aya’aya Wae [FB]

Genre  : Angst, Romance

Rate      : PG15

Cast : -Beom
-Choi Minho
-Kyuhyun & Kang Hyori ( Ortu Beom)
-Kim Jae
-Kevin U-Kiss (Cameo)

“NAMJA.. aku sangat BENCI dengan manusia ber-gender namja itu! Aku berharap dikehidupanku mendatang tidak lagi bertemu dengan namja. Namja membuatku MUAK. Seandainya MATI bisa membuatku TENANG, maka aku akan memilih jalan itu untuk HIDUPKU!!”

Beom POV

Hari ini adalah hari bahagiaku, hari di mana aku sangat menantinya. Beberapa jam lagi aku akan mengikat janji sehidup semati di depan altar dengan namja yang sangat aku cintai. Aku dan Kevin sudah berpacaran selama 2 tahun, kami berhubungan jarak jauh tapi aku percaya padanya dan selalu setia menantinya, dan hari inilah jawaban atas penantian panjangku sekaligus BUKTI bahwa aku tepat memilih Kevin untuk hidupku.

Author POV 

Background  serba putih menghiasi tiap ruangan tempat resepsi. Bunga-bunga hidup di pajang di setiap sudut ruangan itu membuat aromanya tercium kemana-mana. tamu-tamu sudah hadir dengan pasangannya masing-masing. Terlihat anak-anak kecil berpakaian seperti peri dengan mahkota di kepalanya mulai menebarkan bunga-bunga di red carpet sebagai tanda calon pengantin perempuan sudah siap menuju altar. Beom melangkah dengan senyuman manisnya di dampingi omma-nya, Kang Hyori. pandangannya mengarah pada tamu-tamu dan berusaha mencari sosok namja yang di carinya. Beom melihat namja itu sedang bersama Kim jae, yoeja yang akhir-akhir ini sedang dekat dengan namja itu. Beom langsung menghampiri namja itu dan menepis tangan omma-nya yang sedari tadi setia menggandengnya. Tiba-tiba Beom meraih lengan namja itu dan menariknya keluar ruangan resepsi tanpa menghiraukan Kim jae dan tamu-tamu lainnya yang tampak shock melihat kejadian tersebut.

Minho POV

Hari yang sangat dia impikan akhirnya terwujud, bersanding dengan namja pilihanya. Walaupun dia tidak mengenal namja itu secara dekat karena long distance tapi dengan bermodalkan cinta dan percaya, akhirnya dia sampai di hari pernikahannya ini. Tiba-tiba semua tamu berdiri menyambut kedatangannya, dia di dampingi oleh omma-nya. Dia sangat cantik dengan balutan gaun pengantin putih yang dikenakannya. Senyumannya sangat manis walaupun agak dipaksakan. Raut wajahnya terlihat cemas, matanya terus menatap para tamu, dan di saat pandangannya berpaut denganku, dia langsung menghampiri dan meraih lenganku lalu menarikku berlari meninggalkan ruangan resepsi. Dia hanya berbisik “Mohon bantu aku”

Author POV 

Flashback..
30 menit sebelumnya

“Yoboseyo..” Beom mengangkat panggilan telepon nya.

“Jagi.. sepertinya aku akan telat” suara di balik telepon itu dengan napas berat dan terengah-engah.

“Oppa.. waeyo??” tanya Beom penasaran.

“Tunggulah.. 3 jam lagi pasti aku akan datang!” jawab Kevin yang langsung menutup panggilan telepon nya.

**

“Ya! Apa yang kau lakukan?” Minho menghepaskan tangannya setelah Beom berhasil menariknya sampai parkiran.

“Pali.. kita pergi!!” Beom menyeret Minho kedalam mobil.
“Eodi..??”
“Apartment Kevin oppa!” ucap Beom.

“Wae..?”

“YA!! Bisa kah kau berhenti bertanya??!!” bentak Beom.

“Kalau kau tidak mau mengantar, biar aku pergi sendiri” Beom mencoba merebut kemudi mobil itu.

“Duduklah dengan baik!” Minho mengibaskan tangan Beom. Minho menancapkan gas mobilnya dengan kecepatan tinggi sesuai perintah Beom, hatinya bertanya-tanya pada apa yang terjadi sebenarnya.

“Beom …??” Minho melirik kearah Beom mencoba bertanya.

“Fokuslah pada kemudi!!” potong Beom tanpa membiarkan pertanyaan Minho selesai. Terlihat Beom sangat cemas, tangan kirinya tak henti memainkan kuku jari-jari kanannya hingga patah, kulit-kulit jarinya terkelupas hingga ujung dari kuku nya berdarah. Tatapannya kosong menerawang jauh entah kemana. Beom takut terjadi sesuatu dengan Kevin, suaranya terdengar berat seperti penyakit asma nya kambuh. Minho hanya bisa diam dan memperhatikan temannya itu dengan tatapan khawatir.

15 menit sudah akhirnya sampai di parkiran apartment Kevin. Beom langsung keluar mobil dan melangkah cepat meninggalkan Minho menuju apartment Kevin yang ada di lantai 2. kedua tangannya memegang pinggiran gaun yang menjulur ke bawah untuk mempermudah langkahnya.

Tok..tok..tok..

Krek..krek.. Beom mencoba membuka kenop pintu kamar No.99 itu, pintunya terkunci rapat dan tidak ada suara di dalam sana. Usahanya nihil karena tidak ada orang yang membuka juga pintu itu. Perasaannya semakin was-was. Minho yang baru sampai menyusul hanya mengernyitkan kening saat Beom berkata “Dobrak pintunya!!”

“Heh..??”

“YA!! DOBRAK PINTUNYA SEBELUM KEVIN OPPA MATI!!” bentak Beom.

“MWOOOO..???” Minho secara otomatis mendobrak pintu itu dengan keras.

BRAAKKK… saat pintu terbuka Beom langsung berlari ke dalam diikuti Minho dari belakang. Terlihat ruangan itu sangat kacau, tempat tidur terlihat kusut dan bantal guling nya jatuh berserakan di lantai. Beom melihat sekeliling ruangan tapi dia tidak menemukan namja yang di carinya.

Krek.. kenop pintu kamar mandi terbuka. Beom dan Minho terbelalak, matanya membulat sangat lebar melihat Kevin dan yeoja yang hanya mengenakan handuk keluar sambil berciuman mesra. Beom terpaku, matanya berkaca dan menggigit keras bibir bagian bawahnya hingga terluka untuk menahan air matanya jatuh. Minho mengepal kedua tangannya menahan amarah sedangkan Kevin dan yoeja itu tak kalah shock karna terpergok

“J.a.g.i.. i.n.i ..” ujar Kevin gagap.

Beom langsung berlari dari apartment itu sambil terisak tanpa
mengenakan alas kaki

BUGKK!

Minho melayangkan pukulan ke wajah Kevin sampai dia tersungkur ke lantai sementara si yoeja hanya berteriak histeris. Minho lalu mengejar Beom keluar yang entah kemana larinya. Beom hanya terus berlari tanpa arah tujuan, dia berlari kejalanan. Kostum nya yang mengenakan gaun pengantin menjadi perhatian orang-orang yang melintas. Banyak orang yang menatapnya heran dan iba. Sesekali tangannya menghapus air mata yang menetes di pipi. Saat ini Beom hanya tahu berlari tanpa merasakan panas dan perih dari telapak kakinya yang terluka. Minho terus mengejar, dia tidak peduli dengan pemikiran orang yang negative, mungkin orang-orang beranggapan bahwa dialah yang menyakiti Beom sampai akhirnya Beom kabur. Akhirnya Minho berhasil mengejar, di raihnya tangan Beom lalu menarik tubuh Beom ke pelukannya. Beom menangis histeris hingga membasahi jas Minho, di belainya rambut belakang Beom sambil mempererat pelukan lalu membawanya ke dalam mobil. Di dalam mobil mereka hanya diam, Beom masih terisak sedangkan Minho tidak tahu harus berbuat apa.

*Dddtttt…Dddtttt…

“Yoboseyo..” Minho merogoh ponsel di saku celana nya.

“Ne..ne.. sekarang dia sedang bersamaku” tambah Minho yang langsung menyodorkan ponselnya pada Beom.

“Omma mu ingin bicara!” ucapnya. Beom terheran karna omma nya menghubungi Minho bukan dirinya. Beom meraba-raba bagian pinggangnya seraya akan merogoh sesuatu, dia baru tersadar memakai gaun pengantin saat tidak menemukan ponsel yang biasa di simpan di saku celana nya. Bahkan dia tidak membawa sesuatu apapun selain pakaian yang di kenakannya. “kabur dengan namja di hari pernikahannya, pasti bakal membuat appa dan omma nya murka” pikir Beom.

“Ye.. omma” Beom mengambil ponsel Minho dan menjawab panggilan omma-nya.

“Pernikahannya BATAL” ucap Beom lirih

“WAE??” suara di sebrang sana yang tanpak shock.

“Kevin oppa, bukan yang terbaik untukku!” Beom terisak.

“Aku akan menjelaskannya nanti omma!” tegas Beom dan langsung memutuskan telepon nya.

“Gomawo..” ucap Beom lirih sambil menyerahkan ponsel pada Minho. Wajahnya menunduk.

“Aku akan mengantarmu pulang” Minho menggenggam tangan Beom erat.

“Antar aku kepantai, bisa kan??” timpal Beom.

“Ye..” Minho melirik lalu memutar arah mobilnya menuju pantai.

Beom langsung beranjak keluar saat mobil tiba di pantai.

“Tunggu.. pakailah ini” Minho menyerahkan jas nya. Beom meraih lalu
memakai jas itu

“Kau tunggulah di mobil!!”

“Heh..?” Minho mengernyitkan kening.

“Aku ingin menangis! Dan aku benci di saat ada orang yang melihatnya!!” mata Beom mulai berkaca-kaca, terlihat di matanya ada
amarah yang terpendam. Minho hanya terdiam dan membiarkan Beom berjalan menuju bibir pantai sendirian. Minho duduk di atas kap mobil sedangkan Beom duduk di pasir dan menenggelamkan wajah di kedua kakinya. Sesekali Minho melihat Beom menutup wajah dengan kedua tangannya. Minho hanya memperhatikan dari jauh, membiarkan Beom menangis sepuasnya. Tiba-tiba Beom berdiri dan berjalan menuju pantai, melangkah lambat tapi pasti sehingga membuat sebagian tubuhnya tenggelam oleh air asin itu. Seolah ada yang menarik, Beom terus berjalan, tanpa sadar air sudah mencapai dada nya.

“BEOM…BEOM…” panggil Minho panik sambil berlari menghampirinya. Larinya sedikit melambat karna air membuat langkah kakinya berat. Minho terus berusaha menggapai Beom, di raihnya lengan Beom lalu menarik paksa menuju tepi pantai. Beom hanya terdiam, tatapannya kosong dan langkahnya mengikuti perintah langkah Minho.

“YA!! APA YANG KAU LAKUKAN??” Minho menyeret Beom masuk kedalam mobil.

“BABO!!” bentaknya yang masih terlihat panik.

Beom hanya diam, matanya berkaca dan menatap Minho dengan pandangan sayu

“Aku lelah..” ucapnya lirih lalu membalik posisinya kesamping dan tertidur. Minho hanya menatap iba, di perhatikannya penampilan Beom dari rambut sampai kaki. Minho melepaskan jasnya yang sedari tadi menempel di tubuh Beom, tubuhnya basah kuyup. Gaun pengantin yang putih, sekarang sudah tak seputih sebelumnya. Rambut yang tadi nya rapi, sekarang sudah acak-acakan. Bahkan wajah yang pagi tadi cantik dan menawan, sekarang tampak sangat pucat. Minho mengambil mantel yang ada di bagasi mobil, di selimutkanya mantel itu ketubuh Beom, di belainya rambut Beom lalu mengecup keningnya dengan lembut. Minho melepaskan kemejanya kemudian di jemur di atas kap mobil. Setelah beberapa menit dan pakaiannya sudah kering, Minho kembali di depan stir, di nyalakannya mesin mobil itu. Terlihat sekilas wajah Beom yang sedang terlelap saat tangan kirinya hendak mengoper gigi mobil. Minho membenarkan posisi duduk nya jadi sedikit menyamping, tangan kiri yang tadi hendak mengoper gigi sekarang sedang membelai wajah Beom. Jempolnya meraba halus bibir Beom sementara jari-jari lainnya mencoba mengangkat dagu Beom kemudian Minho mendekatkan wajahnya dan mencium bibir Beom dengan lembut.

“Seharusnya kau tidak menyusul Kevin, seandainya dia tidak datang maka aku yang akan menggantikan posisinya bersanding denganmu di altar” ucap Minho pelan.

Jam 8 malam Beom tiba di rumah, jalannya di papah Minho karena telapak kakinya terluka. Terlihat appa dan omma-nya sedang menunggunya di ruang tamu. Hyori cemas dan langsung memeluk Beom sementara Kyuhyun menatapnya penuh amarah.

“Kabur dengan namja di hari pernikahan?!” pekik Kyuhyun sinis.

PLAKK!!

“KAU BENAR-BENAR MENCORENG NAMA BAIK KELUARGA!! SHIRO!!” tambahnya dengan nada tinggi sambil menampar pipi Beom tanpa mendengar penjelasannya terlebih dahulu. Kejadian itu membuat Hyori menjerit sedangkan Beom dan Minho menatap tak percaya. Beom memegang pipinya yang terasa panas dan menatap tajam appa nya lalu langsung berlari meninggalkan rumah. Lagi-lagi Beom hanya tahu berlari tanpa menghiraukan kendaraan yang ramai melintas.

Tiiidddd…tiiidddd… bunyi klakson bergemuruh dengan kerasnya tapi Beom terus menembus lalu lalang kendaraan-kendaraan itu. Tiba- tiba…

CKIIITTTT…

“Ya agasshi.. gwenchanayo??” namja itu terlihat panik dan buru-buru keluar saat mobilnya hendak menabrak Beom. Dilihatnya Beom terduduk lemas, matanya membulat lebar karna shock, namja itu lalu membantu
Beom berdiri.

“Gwenchanayo??” tanya namja itu sambil memperhatikan seluruh tubuh Beom. Beom meringis kesakitan saat tangan si namja itu menyentuh sikutnya yang terluka.

“Kita kerumah sakit!” namja itu mencoba menuntun Beom ke dalam mobilnya.

“Jonen …” ucapnya yang hendak memperkenalkan diri.

“Ah wae.. kau tidak membuatku MATI??!!” potong Beom dengan nada tinggi sambil menepis tangan namja itu.

“…..” namja itu menatap tak percaya.

“BEOM..” panggil Minho yang sedang berlari menghampirinya.

“Mianhae hyung..” ucap Minho sambil menundukan sedikit kepalanya saat berada di hadapan si pengemudi mobil itu. Minho mendekap Beom lalu memapahnya ke pinggir jalan sementara si namja itu hanya mengerutkan keningnya heran.

“Heh..? Kawin lari..??” pekik namja itu yang melihat penampilan Minho
dan Beom yang seperti pengantin.

*Continue

“Author butuh READER yang bisa jadi COMENTATOR!! So.. aku harap kamu salah satunya!!

15 thoughts on “[FREELANCE] I Hate Namja! (Part 1)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s