The Story of IU’s Fanboy [Part 1]

Author :

– Choi Haerin a.k.a Arien

– Choi Jinhya a.k.a Thya

– Kim Yuraa a.k.a Dian

Main Cast : IU, Jonghyun, Thunder, Yoseob, Dongho

Length : Sequel/chaptered

Rating : General

Genre : Comedy, Romance, Friendship

Annyeong reader…. *lambai-lambai ala miss miss (?) kkkeee~. Sekarang 3 author “Kpop Imagine lagi mencoba bereksperimen nih, kali ini kita menggabungkan kekuatan kita (?) buat bikin cerita dari fanboy-fanboy IU. Ini terinspirasi dari berita kalo IU punya banyak fanboy dari kalangan selebriti. OnKey , langsung ajah…. checkidot~~~

Happy Reading~~~

***************************************************

Yoseob Story’s


Fiuwit… *adoh bingung mau nulis orang bersiul kaya gimana, anggap ajah bersiul ya #plaakk

Ku tebar pesona ku ke setiap yeoja yang lewat dihadapan ku… yeahhh ini adalah rutinitas ku *rutinitas yang aneh bukan begitu pemirsa? hahaha* yah meskipun aneh tapi itulah rutinatas ku dan geng ku yang terkenal paling ganteng bin keren seantero seoul *lebayy -_-“*.

“haiiii cantik” godaku sambil mengerlingkan mataku, yeoja itu hanya senyum senyum tersipu malu. Hahahaha aku yakin dia sudah terkena pesona ku *pede amat bang #plaakk hahaha*
Dan mataku tertuju pada sosok yeoja yang imut nan mungil. “sttt stttt” ku menyenggol lengan temanku junhyung dan mengadahkan kepalaku ke arah yeoja itu berada “kau tau yeoja itu ?”

“ooohhhh itu,, dia hoobae kita, dia sangat terkenal karena suara merdunya namanya Jieun tapi teman-temannya biasanya memanggil IU.” papar junhyung pada ku yang masih terpaku kecantikan Jieun atau biasa di panggil IU itu.

“jinjayo??” ku tersadar dari lamunanku ketika junhyung mengatakan kalau suara IU sangat merdu“

”ya!!! Kau kemna saja sampe berita yang suadah lama menyebar kau tak tau.. ah payah!!! Bukannya kau juga ikut extra menyanyi ? apa kau tak pernah melihatnya?” oceh junhyung kepada ku dan ku hanya menggaruk-garuk kepala ku yang tak gatal

“kkkkkeee~~~ maklum lah aku kan tidak pernah datang waktu extra karena ku tau tidak adayang bisa menandingi suara dan teknik vocal ku.. ahahahahaa.. hajimanaku jadi penasaran dengan suara yeoja itu,sepertinya mulai sekarang aku akan sering ikut extra menyanyi..kkkk~” ucapku yakin disertai dengan smirk

“Dan NEO !!! kau harus membantuku mendapatkan yeoja itu,, arraseo ??? kalau tidak kau tidak akan dapat jatah uang jajan bulan ini” ancaku pada junhyung *sebenernya lu tuh temennya apa bapaknya junhyung sih cup? Wkwkw* dan entah mengapa ku sangat suka sekali ngjailin teman ku yang satu ini.. ahahahahaa mian junhyung~a

:P
*******
@pulang sekolah

“Ya!! Junhyung~a kaja kita langsung ke ruang extra vocal” ku geret junhyung dengan penuh semangat 45, dia terseok seok karena mengikuti jalan ku yang sangat cepat karena terlalu bersemangat padahal biasanya mah ogah..

“ya !!! geumanhae seobie~a !!! kau ingin membunuhku hah?? Pelan-pelan sedikit nape.. lagian jam segini pasti belum banyak yang datang” dumel junhyung

“diam kau.. jangan menurunkan image ku dihadapan para yeoja yang ada disini tauuuu” ku edarkan sekelilingku dan kulemparkan senyum mautlku kepada setiap yeoja seperti baisa dan melambaikan tangan .. *hahaha lebei amat neh bocah*

******

@extra vocal

“Anyyeongg yoreobun” sapa seongsengnim kepada para murid

“anyyeeongg seongsengnim” jawab para murid serempak *kug jadi kaya anak TK gini yah #plaakkk haha*
Seongsengnim mengedarkan pandangannya dan seketika berhenti ketika melihat sosok ku yang mengikuti extra . seongsengnim memicingkan matanya memastikan kalau dia tidak salah liat

“yoseob???”

“ne~~ seongsemgnim?

“hmmm.. apa yang membuatmu mengikuti extra ini lagi ? bukan kah kau sudah merasa tidak ada ya ng menandingi suara mu itu” seongsengnim menekan kan kata tidak ada ya ng menandingi suara mu itu .. aigoo~

“hhmmmm… tapi sekarang saya menemukan seseorang yang vocalnya menurut saya sangat fantastic so elastic(?) seongsengnim” jelasku sambil melirik IU yang duduknya bersebrangan denganku

“oohhh jinjayo?? Nugu”
“IU” jawabku singkat padat dan jelas . jawabku sontak membuat IU mendongakkan kepalanya yang mungkin shock namanya ku sebut.. kkkk~

“Baiklah…. kita liat siapa yang lebih baik diantara kalian.”

“ne~ seongsengnim ,,, junhyung~a kajja “

“ehemmm ehem test test” ku mengececk microfon

YOSEOB & JUNHYUNG – Thanks To

Nuhaegae kok hagoshipeun hanmadi
Unjaena We always singing just for you
Komawo nul woori geotul jikeojoon
YouYou, It’s you, Thank you
Thank you, For you
Just thank you everybody, Thanks to ma fans
Uhdun malreul haeya nae mami poyeonie dwelji moreulgetjiman
***skip***

“Prok prok prok” suara tepuk tangan menyeruak di dalam ruangan

“hahaha itu pasti karna suara ku memang tak diragukan” senyum ku dalam hati

“Hmmm… sepertinya vocalmu semakin bagus seobie~a” puji seongsengnim kepada ku

“gomawo seongsengnim” kulemparkan senyum terimutku dan menundukan kepalaku

“nah sekarag giliran mu IU”

“ne~ seongsengnim” IU langsung maju ke depan dengan tampang yakin tapi tak menghilangkan sedikitpun aura kecantikan dan keimutannya(?) “neomu yeppeoda” gumamku dalam hati dengan mengulumkan senyumku

“hari ini saya akan menyanyikan ‘good person’’ jelas IU
Alunan lagupun mulai terdengar . semua murid menglayutkan tangan mereka ke atas bak menonton koser wkwkwkwkw
*bayangin IU waktu di immortal song*

IU – Good Person

Oneureun museun irin geoni, ureoteon eolgul gateun geol
Geuga neoye ma eumeul apeuge haeni, naeyegen sesang jelso junghan neo inde
Japangi keopireul nae mireo geu soge gamchwo on nae mameul dama
Gomawo, oppan neomu joheun saramiya geu han madiye nan useul ppun

*skiipppp sebagian*

Semua menikmati dan terhipnotis alunan lagu dan suara IU yang seakan akan bersatu (?) membentuk sebuah kemesan yang luar biasa menurutku. Ku akui suaranya benar-benar merdu, lembut selembut sutra (?)

Niga useumyeon nado joha neon jang nanira haedo
Neol gidaryeoteon nal neol bogo shipdeon bam naegen beokchan haeng bok gadeukhande
Naneun honja yeodo gwaen chanha neol bolsuman itamyeon nan
Neul neoye dwiyeseo neul neol bara boneun geuge naega gajin mokshin geoman gata…

Sontak kelas yang tadi nya sepi sunyi kaya kuburan (?) langsung riuh dengan tepukan tangan dengan raut muka yang menunjukan kekaguman. Tak terkecuali AKU.

“beautiful voice IU” puji seongsengnim dan mengacungkan jempolnya.

“gamsahamnida seongsengnim,ini tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan yoseob sunbae” ucap IU sampil membungkukkan badannya yang langsung kembali ke tempatnya

“ani~~~ ku akui kau lebih baik dariku” sanggahku dan kekeluarkan senyumku terbaik dari yang paling terbaik *ribet amat /plaaak*

“kkk~ gomawo sunbae” jawab IU malu-malu

@pulang extra vocal

“hah… tak pernahku rasakan extra vocal akan seseru ini hahaha, itu semua karena adanya IU” bicaraku dalam hati dengan senyum-senyum tak jelas

“ya!!!! Neo micheoso? Jangan senyum-senyum saja ,buruan sana antar pujaan hatimu pulang sana “ menjitak kepalaku dari belakang.

“Aishh dasar teman tak berperikemanusiaan” sungutku langsung mencepatkan jalanku

“Ya!! Eodiga?” teriak junhyung

“mengejar IU pabooooooooooo” ucapku dengan menekankan kata pabo sekaligus merong ke junhyung hahahahaha.

“Chakaman… chakaman IU~a” langkah IU langsung berhenti dan membalikkan badannya mencari sumber suara

“ohh yoseob sunbae? Waeyo? “ tanya IU kanget ketika mengetahui yang memanggilnya adalah akuh,, yeahhh secara gituu ya dipanggil oleh namja tertampan terimut dan memiliki suara merdu seantero seoul “Yang Yoseob” kekekeke~ . ku berjalan dengan gaya se cool mungkin kearah IU.

“apa kau tidak kebaratan jika ku antar pulang?” tanya ku to the point

“eungg..” IU menimbang-nimbang dan menerka-nerka (?) ajakan ku . dan setelah dia pikir-pikir akhinya IU menjawab iya dengan anggukan dan persipu malu..

“hahahaha,,, apa ku bilang.. tak adayang bisa melawan pesona seorang Yang Yoseob hahaha” ucapku girang yang tentunya di dalam hati.

“kajja” ajakku seraya menggeret tanganya(?)

“cha~ pakai ini” kupakaikan helm pink bermotif not nada ke kepala IU

“gomawo sunbae” lagi lagi IU membungkukkan badannya

“ya ! ya! Sudahlah jangan bersikap seformal itu dengan ku IU~a, mulai sekarang kau harus memanggilku oppa !! ara??? Hum?”

“huummm arasseo oppa” jawab IU malu-malu

“kajja kita pulang sekarang” ajakku seraya langsung menstater motor sport merahku . kupacu motorku dengan kecepatan lumayan tinggi dan sekali-kali measukkan gas dengan agak kasar sehingga membuat IU reflek melingkarkan tangannya ke perutku dan bersandar dipunggungku. dan itu memang tujuan ku hahahaha… romantis bukan ??? seperti di drama-drama gituu *romantis dari hongkong -_-” dasar korban drama #plakkk*

—————————————————————END————————————————————————————-

Thunder Story’s


“Anyeonghaseyo omonim” sapaku sopan kepada ibu IU

‘Omona cheoundung-ah.. Ayo masuk sini! Aigoo, rajin sekali kau pagi-pagi sudah datang. Lihat jieun masih tidur. Tolong bangunkan dia kemudian kita sarapan bersama” ucap ibu IU sambil tetap memasak di dapur.

“Ne omonim” aku mengangguk pelan kemudian menaiki tangga hingga aku berhenti di depan pintu yang dihiasi manik-manik kerang yang cantik.

Kubuka pintu pelan-pelan, aku sedikit tersenyum melihatnya yang sedang tertidur. Sudah kebiasaanku memang membangunkan sleeping princess yang satu ini.

“IU-ah palli irona..” Ucapku sambil duduk di sebelah ranjangnya. Tapi dia tetap diam tak bergerak

“Yaaa!!! Palli irona tukang tidur..” Kini kuguncang tubuhnya sedikit lebih keras

“Eeeuung” dia mengerang sambil menyipitkan matanya melihatku

“Yash, kau selalu mengganggu tidurku thunder” dia meracau sambil menutup mukanya dengan bantal.

“Lihat jam berapa sekarang? Kalau tidak segera bangun aku yakin kau akan keliling lapangan nanti” ucapku santai sambil berjalan keluar dari kamarnya

“Duduklah sini, ayo sarapan dulu” aku tersenyum sambil memakan masalan omonim yang enak. Inilah rutinitasku sejak kecil selalu datang menjemput tuan putri sekaligus membangunkannya.

“Kenapa dia tidak turun juga” tanya omonim sambil mendongal kelantai atas saat mendengar suara gaduh

“Lima menit lagi omonim” ucapku santai sambil mengunyah makanan

Lima menit kemudian

Bruk gedubrak bruk!!! (Suara ape ini?)

“Huwaa!!! Umma, aku telat!!! Ayo cepat berangkat thunder!” Teriak IU sambil sibuk memakai sepatu

“Cheondung-ah tolong jaga IU” ucap ibu IU sambil geleng2 kepala melihat tingkah anaknya

“Ne omonim, aku berangkat dulu. Trimakasih sarapannya, anyeong!” Kuambil sepotong roti sambil melemparkan senyum kearah ibu IU

“Umma, aku berang… Khaahaat!! Uhuk.. Uhuk.. Yaaa!!! Thunder kau selalu menjejalkan mulutku dengan roti! Awas kau ya…” Aku segera berlalu mendahuluinya sebelum jurus jitakan mendarat di kepalaku

***

“Kau tidak pulang?” Aku menghampirinya yang sedang sibuk melatih vokal di diruang music

“Hhh… Aku harus berlatih thunder. Kau tau sendiri beberapa hari lagi aku ikut perlombaan menyanyi” dia mengeluh sambil menggembungkan pipinya

“Lalu? Kenapa kau seperti itu?” Aku tertawa ringan sambil duduk di kursi piano

“Aku takut…” Ucapnya sambil ikut duduk disebelahku, sedangkan kepalanya bersandar dibahuku. Selalu seperti ini, setiap kali dia akan mengikuti sebuah kontes dia akan takut seperti ini. Tapi aku tau cara menyembuhkannya, hanya aku yang tau! Karna aku sudah mengenalnya sejak kecil

Kumainkan piano yang ada di depanku. IU duduk tegak sambil menatapku heran

“Menyanyilah” ucapku sambil tetap memainkan piano. Tidak butuh waktu lama untuk membuatnya sadar, saat itu juga suara indahnya mengalun lembut seirama dengan alunan pianoku

Merdu sekali, aku selalu tersihir setiap kali mendengar suaranya. Dia terlihat semakin cantik saat menyanyi.

Aku suka….

“Kau hebat thunder!” Puji IU saat alunan pianolu berhenti berdentang

“Semua itu tidak ada apa2nya bila tidak digabung dengan suaramu. Kau pasti bisa IU. Percayalah” ucapku sambil membelai rambutnya

***

“Ya Tuhan aku gugup skali” kulihat dia sibuk mondar mandir di backstage

“Sudah, tenanglah…” Bukan pertama kali ini aku melihatnya gugup.

“Lihat penonton diluar sana, mereka mendukungmu. Jadi tunjukanlah yang terbaik untuk mreka. Oke?” Kupegang kedua bahunya mencoba untuk meyakinkannya

“Gomawo thunder. Kau memang sahabatku yang pling baik” dia tersenyum manis kepadaku membuat jantungku berdegup kencang

“Aku selalu ada dibelakangmu. Fighting” dengan percaya diri dia naik keatas panggung

Menawan…
Cantik…
Indah…
Merdu…

Semuanya bergabung menjadi sebuah harmoni yang indah. Semua penonton terkesima melihatnya. Bahkan bulu kudukku selalu berdiri mendengar nada 3 oktafnya. Mataku tak lepas sedetikpun darinya. Dia selalu bersinar seperti matahari, tak heran semua orang selalu hangat bila berada disisinya.

Sama sepertiku, sejak kecil aku selalu bersamanya. Aku selalu merasa nyaman bersamanya. Yah, dialah matahariku. Aku sangat mencintainya. Tapi dia terlalu indah bila kumiliki. Cukup aku mengaguminya seperti ini saja, itu sudah mampu membuatku bahagia

IU saranghae~

—————————————————————————-END—————————————————————————————–

Dongho Story’s


“YA shin dongho! kemari kau!” teriak daniel yang kini sedang mengejar-ngejarku. memang tadi aku mengjahilinya, aku mengambil boxer milik daniel lalu menggantungkan nya di paku whiteboard. Haha suruh siapa dia mebawa boxer segala ke sekolah.

Aku berlari cepat menaiki anak tangga dan menuju ke lantai tiga. Ku tengok daniel yang ada dibelakang. Dia semakin berkoar-koar mengejarku. Kini aku sudah ada di lantai 3 yang tidak lain adalah tempat para sunbaeku, yeah ini adalah wilayah kelas 3. Aku tak memperdulikan pandangan sunbaenim yang heran dan pasti menganggapku dan daniel seperti anak kecil berkejar-kejaran layaknya tom dan jerry.

“ayo kejar aku niel” ujarku saat melihat dari berhenti, mungkin dia lelah mengejarku. Aku berlari mundur sambil menjulurkan lidah ke arah daniel yang mulai mengejarku lagi. Dan tiba-tiba..

BRUUUUK……

aku terjatuh, kulihat ada beberapa buku yang berserakan di lantai. Saat ku menoleh pada seseorang yang bertabrakan denganku, setika pandanganku membeku melihat seorang yeoja di hapadanku. Wajahnya sangat yeppeo, tatapan matanya indah bercahaya. Aku tak bisa berhenti memandangnya, ia merapihkan buku-bukunya dengan sadar aku segera membantu mengambil buku-bukunya yang jatuh. Saat aku hendak mengambil buku yang terakhir tiba-tiba tangan yeoja itu juga menyentuhnya sehingga kita pun saling pandang. Dia langsung menarik tangannya kembali.

“aah, mianhae sunbae gara-gara aku berlarian buku-buku mu jadi jatuh” ucapku dengan nada bersalah

“gwaenchana saengie” ujarnya seraya bangkit, lalu aku juga ikut bangkit dan memberi bukunya yang terakhir tadi aku ambil. Dia menerimanya dan tersenyum kemudian ia berlalu meninggalkan ku. Aku tetap menatap punggungnya yang menjauh.

Noona, hmm apakah aku boleh memanggilnya dengan sebutan noona? kau membuat jantungku berdenyut kencang. Wajahmu yang cantik dan polos mampu merebut hatiku. IU noona, salahkah aku mengagumimu?

“YA! Kena kau!” seru daniel yang tiba-tiba sudah ada di sebelahku sambil menangkap kedua tanganku. Aku menatapnya sejenak dan berpikir.

“YA niel, itu Kang seonsaenim!!” seruku bohong, dia sontak menoleh ke belakang saat ia lengah aku segera kabur berlari dari hadapannya.

“YA! DONGHOOO!!!”

****

Aku berjalan melewati lorong-lorong sekolah. Langkahku terhenti saat mendengar suara merdu melantunkan nada-nada syair yang indah. Karena penasaran aku mencari darimana sumber suara itu datang. Ketika ku menoleh ke sebuah ruangan dimana itu adalah gedung seni, suara itu makin jelas di telingaku. Tanpa di sadari kakiku sudah melangkah masuk ke dalam gedung itu. Terlihat beberapa siswa yang bernotabane anggota club paduan suara sedang berada di panggung gedung ini. Tapi mataku tertuju pada yeoja yang berdiri di tengah panggung. Yeah, aku tahu dia itu penyanyi solo, dia adalah vokal utama sekaligus ketua dari club paduan suara. Kurasa shin seonsaengnim tak salah memilih IU noona. IU noona memang memiliki suara yang sangat bagus, bahkan ku dengar kemampuan vokalnya mampu mencapai 3 oktav. Sungguh daebak bukan?

“Anyeonghaseyo shin seonsaengnim, anda dipanggil kepala sekolah diruangannya” ucapku sopan pada guru vokalku.

“Oh, ne… IU lanjutkan menyanyimu” ucap guruku sambil keluar ruangan

“Ne seonsaengnim” jawab IU sambil tersenyum

YES! Berhasil ! Hahaha… Itu urusan nanti kalo seonsangnim marah-marah padaku karna sudah kutipu. Yang penting sekarang aku bisa mendengarkan IU seunbae menyanyi dan aku juga bisa menatapnya tanpa ada yang mengganggu.

Aaah~ hatiku terasa hangat mendengar suaranya.

PLOK PLOK PLOK

Aku bertepuk tangan saat IU sunbae sudah selesai menyanyi, membuatnya menatapku.
DEG, lagi-lagi dadaku berdesir hebat melihat tatapannya!

“Eh, kau masih disini rupanya…” Ucap IU sunbae sambil tersenyum. Aku menahan nafas melihatnya, tolong jangan seperti itu sunbae. Batinku…

“Ne, suaramu sangat merdu sunbae. Aku menyukainya” ucapku gugup tak mampu lagi menatapnya

“Hahaha… Gomawo saengi” aku tersenyum saat mendengar tawa renyahnya.

“YASSH! DONGHO!” Teriak shin seonsaengnim

“Aaa!!! Mati aku!!! Aku keluar dulu. Anyeong sunbae” aku melambaikan tangan kepadanya dan langsung berlari keluar klas vokal

***

Pagi ini entah mengapa pelajaran olahragaku digabung dengan kelas 3. Ya Tuhan, engkau sedang berbaik hati padaku kan?
Aku melihat kelas IU sunbae memasuki lapangan olahraga. Aigo, IU sunbae semakin cantik memakai pakaian olahraga. Mataku tak henti-hentinya memandang wanita cantik itu.

“Baiklah, olahraga hari ini kita lomba sepak bola saja. Klas 2-A melawan kelas 3-C. Perwakilan silahkan masuk ke lapangan. Dan yang lainnya, menonton saja” ucap guru olahragaku.

Pertandingan berlangsung menegangkan. Tapi walaupun begitu klasku pemenangnya! Hahaha… Tentu saja, kan ada aku sang kapten tim sepak bola

“DONGHO!!! DAEBAK!!!” Teriak teman-teman sekelasku membuat semua orang menatap ke arahku. Termasuk anak-anak klas 3. Tanpa kusengaja IU sunbae juga menatapku. Kemudiang dia tersenyum kepadaku.

HAH??? Aku tidak salah lihat kan???

“Daniel-ah…” Ucapku dengan suara bergetar

“Wae?” Jawabnya malas

“Hhh… Aku sulit bernafas! Hhh… Hhh…”

“Ya… Yaa… Weire? Gwenchana” daniel tampak khawatir melihatku

“Hhh… Kau bisa merasakan degup jantungku?” Kuarahkan tangan daniel kedadaku

“YASH! Apa apan kau ini?!” Seru daniel sambil menjitak kepalaku

“Aku semakin menyukainya! Aaaa!!! Aku menyukainya!!!” Teriakku kencang di tengah lapangan yang kosong. Tinggal aku dan daniel disini.

“Yaaa… Dasar dongho gila” ucap daniel dan meninggalkanku yang sedang tertawa-tertawa sendirian di lapangan.

***

Aku sedang duduk di halte bus sendirian. Hujan rintik-rintik membasahi kota ini menjadi semakin sejuk.

“Waaa… Basah semua” seru seorang wanita sambil merapikan rambutnya yang terkena air hujan. Aku menatapnya dalam diam.

“Dongho-ah, kau juga sedang menunggu bus?”

“Dongho-ah…”

“Dongho-ah…” Kali ini dia menepuk bahuku membuatku tersadar.

“Kau mengenalku sunbae? Kau tau namaku?” Tanyaku tak percaya. IU sunbae malah tertawa mendengarnya.

“Hahaha… Tentu saja kenal, setiap hari kau selalu bertingkah aneh di hadapanku! Hahaha” IU sunbae terus saja tertawa disampingku

“Eh, busnya sudah datang. Kau tidak ikut naik dongho?” Tanya IU sunbae kepadaku

“Err… A.. Anieyo sunbae, aku masih menunggu temanku” jawabku gelagapan

“Oh ya, lain kali jangan memanggilku sunbae. Panggil aku noona saja, IU noona. Oke? Aku pulang dulu. Anyeong dongho-ah” dia melambaikan tangan kepadaku dan segera masuk kedalam bus.
Sampai bus berjalanpun aku tak mampu bernafas, mengedipkan matapun susah sekali rasanya! Ya Tuhan, slama ini aku mencari

perhatian kepadanya tidak sia-sia rupanya. IU noona mengenalku! Dia tahu namaku!!!
Andai saja kalian tahu bagaimana jantungku ini berdegup sangat kencang, melihatnya tersenyum membuatku sulit bernafas, dan saat dia memanggil namaku rasanya perutku tergelitik oleh ribuan kupu-kupu yang ada di dalam perutku!

“YEAAAY!!!! Yuuuhuuuuuu…” Teriakku menerjang hujan di kota ini. Aku tak peduli, aku terlalu bahagia saat ini. IU noona, aku akan semakin mengagumimu….

———————————————————————–END———————————————————————————————–

Jonghyun Story’s

Lee Jieun atau lebih dikenal dengan nama IU yeoja berusia 18th yang mempunyai talenta besar, tak hanya itu dia juga mempunyai paras yang cantik dan imut. Tak salah jika segunung(?) namja yang mencoba untuk merbut hatinya, termasuk aku.

—————————-

16:00 @ tempat les vocal

aku memandang kagum yeoja yang kini sedang menyanyi di depan kelas. Tak terasa aku pun ikut terhanyut dalam lantunan lagu yang di nyanyikan oleh IU. walaupun bisa dibilang IU adalah saingan terberatku, tapi aku tetap mengagumi sosok IU.

Suara tepuk tangan menggema di seluruh sudut kelas memecahkan keheningan setelah IU selesai bernyanyi. aku mengacungkan 2 jempolku dan melempar senyum mautku kearahnya. Dia hanya membalas senyum malu-malu. Lalu IU pun kembali ketempat duduknya.

“vocalmu semakin hari semakin bagus lee jieun, nada oktaf mu juga semakin tinggi(?), pertahankan itu” ucap seonsaengnim pada IU

“gamsahanimda” IU hanya senyum dan memberi hormat kepada seongsengnim

“Ya ! Daebak IU-ah, kau memang saingan terberatku” godaku sambil mengerlingkan mata

“ah kau berlebihan sunbae” IU tersipu malu setelah aku memujinya

Dia kembali fokus kedepan melihat penampilan vokal teman-teman yang lainnya. Tapi mataku tak bisa lepas dari wajah cantik IU. Dia sungguh mengagumkan.

****

Kelas vokal pun selesai. Semua anak sudah tampil untuk pratek hari ini. Termasuk diriku yang amat sangat mencintai musik. Aku sangat suka bernyanyi. Saat SMP banyak orang disekitarku yang menganggap suaraku bagus, dan karena dorongan orang tuaku, aku ingin memantapkan vokalku. Aku sangat berharap jika suatu hari bisa tampil mempertunjukan kelebihan vokalku ini.

Disini, di tempat les vokal, pertama kalinya aku menjumpai sosoknya. Sosok yeoja yang bagiku amat sempurna. Tak tahu apa yang terbesit di otakku, dia sungguh sangat mempesona. Apa ini yang dinamakan cinta? atau hanya sekedar pengaguman saja? Entahlah~

“IU-ah, kau sedang menunggu seseorang?” tanyaku padanya yang sedari tadi berdiri di depan gerbang tempat les.

“ah, aniyo sunbae. Aku hanya menunggu taksi yang melewat” ujarnya sambil tersenyum ke arahku, yeah senyum yang sangat menawan membuatku kecanduan untuk menerima senyumannya.

“mau ikut denganku?” tawarku padanya dia terlihat berpikir sebentar lalu mengangguk dan dia pun menaiki jok belakang sepedaku.

Ku kayuh sepedaku menuju jalanan seoul. Dengan semangat kulajukan dengan cepat sepedaku, badan IU memang mungil jadi aku tidak merasa berat untuk memboncengnya.

“apa kau mau langsung pulang kerumah?” tanyaku dengan posisi yang masih fokus mengayuh(?)

“nde?”

“bagaimana kalau kita jalan-jalan dulu?”

“hmm.. boleh”

Aku tersenyum. Jujur selama mengenal IU baru kali ini aku mengajaknya pergi bersama, aku sangat senang.

Kali ini aku mengajaknya ke pinggiran kota seoul. Disini memang suasananya agak sedikit pedesaan. Roda sepedaku terus berputar mengelilingi daerah sekitar. Sesekali aku dan IU bernyanyi-nyanyi sepanjang jalan. Tampaknya ia juga senang sekarang. Sekilas aku menoleh kearahnya, ia sedang menunjuk burung-burung yang terbang di udara.

Tanpa terasa matahari sudah ada di ufuk barat, dan langitpun berubah menjadi warna orange. Kini saatnya aku mengantar IU pulang, kurasakan kepalanya berseder di punggungku, apa dia tertidur? Aku hanya bisa menarik kedua ujung bibirku membentuk senyuman.

Ciiiiiiiittttt………

Saat aku mengerem sepedaku IU tersontak kaget dan terbangun dari tidurnya.

“sudah sampai..” ujarku membuatnya sadar dan ia turun dari sepedaku.

“oh.. ah, ne~ mian sunbae aku ketiduran hehe” ucapnya terkekeh sambil mengaruk-garuk kepalanya

“gwaenchana, kita memang cukup lama mengelilingi seoul wajar saja jika kau lelah” timpalku tersenyum ke arahnya
seraya mengacak-ngacak rambutnya

“kalo begitu aku masuk dulu, gomawo jonghyun sunbae sudah mengajakku jalan-jalan hari ini” dia membungkukan badannya lalu tersenyum manis

“cheoman IU-ah” ucapku, dia kembali tersenyum dan mulai melangkah memasuki rumahnya. Kulihat bayangannya yang semakin menjauh, IU-ah mengapa kau sangat mengagumkan. You’re different of the other~~

———————————————————– END——————————————–

nah itu baru separo dari cerita fanboy-fanboy IU, next chap kita bakal publish lagi dengan cast yang berbeda. Oyia, ini segaja di bikin gantung. Coba menurut reader cerita mana yang paling asik dan bikin penasaran? Leave comment please~  GamsaHAE *bow


21 thoughts on “The Story of IU’s Fanboy [Part 1]

  1. aq sukaa yg jonghyun ma yoseob..

    qra2 eonni pilih yg mana yahhh..
    44x kerenn..
    Jdi pnasarann…

    bruan lanjuuuut part 2x minn…🙂

  2. ahh snengny para author yg baik hti dsni ngangkat crita ttg fanboy2 ku,gomawo^^ ..

    kdengaranny rada aneh klo IU-ah hhe…

    yg plg seru thunder,sma joghyun!

  3. jiaaahh ~ Annyeoong !! udah lama bacanya tapi baru sempet comment ~ kekekekek
    IUThunder is daeBLAQ :: kekekekekek

    MANA LANJUTANNYA ???? *gannyante* heheheh~

  4. Ak suka banget yg dongho sm jonghyun thor😀
    Lanjut trus ya thor fanboy nya
    Ooh iya kapan2 buat ff tentang yesung dong🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s