[FREELANCE] Still (Part3)

Author : Nita Yuliani (Noona Flaming Carisma)

Cast : All member SHINee

– Park Hyun Young

– Choi Jinhya (Hyun Young Best Friend & Lee Jinki Girl Friend)

Length : Sequel

Genre : Romence, Friendship

Rating : PG – 15

Hyun Young POV

CHUP~

Jonghyun menciumku, mataku terbelalak! Aku merasa waktu berhenti sejenak dan jantungku serasa mau loncat. Aku tersentak saat ada yang menarik kerah baju Jonghyun dan

BUUUUUGGG

Jonghyun tersungkur dan hidungnya berdarah.

Minho??? sejak kapan dia ada disini???

“MENJAUH DARI PACARKU” Minho berteriak dan terus memukuli Jonghyun

“Minho hentikan!” aku berteriak minta dia untuk berhenti, tapi Minho tak mendengarku ia terus memukuli Jonghyun “CHOI MINHO HENTIKAN, KAU BISA MEMBUNUHNYA!!!!” teriakku sambil melepaskan cengkraman tangannya dari kerah baju Jonghyun.

Minho melepaskan Jonghyun dia menatapku dalam, dia menangis. Ya Tuhan Minho menangis!!!

“Aku mohon cukup. Aku membencimu Minho, aku sangat membencimu. Aku tidak ingin melihatmu lagi” ucapku lirih, air mataku kini keluar,

Minho masih terdiam terus menatapku, kemudian dia pergi tanpa mengucapkan sepatah katapun. Aku menatap kepergiannya, ada rasa yang sakit dihatiku melihat dia pergi dengan cara seperti itu. Aku tersentak saat Jonghyun memanggil namaku, aku berlari kearahnya, wajahnya penuh dengan luka. Aku memapahnya memasuki rumah untuk kuobati.

Flashback

Minho POV

Aku benar – benar sudah tidak tahan, aku sangat merindukannya, ini membuatku gila. Tak pernah sedetikpun aku berhenti memikirkan Hyun Young. Baiklah hanya kali ini saja, aku juga tidak akan menemuinya, aku hanya ingin melihatnya saja, itu sudah cukup bagiku.

Kupacu mobilku menuju tempat tinggal Hyun Young, aku memarkirkan mobilku agak jauh agar Hyun Young tak menyadari keberadaanku, kulihat dia keluar rumah, mau kemana dia??? Aku khawatir jadi kuputuskan untuk mengikutinya saja.

Hyun Young menyusuri setiap jalur pertokoan yang hanya boleh dilintasi oleh pejalan kaki, aku susah mengikutinya jika aku berada dalam mobil, aku keluar dari mobilku dengan menggunakan penyamaran agar Hyun Young tidak mengetahui bahwa aku mengikutinya, kugunakan kaca mata hitam, topi juga syal yang menutupi sebagian wajahku.

Hyun Young kau sepertinya melamun, ada apa chagy??? Jika kau menelfonku, aku akan berada dihadapanmu sekarang juga. Chagy awassss!!! Uwwww pasti sakit sekali menabrak dinding itu.

Replek kakiku melangkah berhambur kearahnya, entahlah hatiku selalu memaksaku untuk melindunginya, tapi siapa namja itu??? Siapa namja yang menolongmu??? Bukankah dia kakak kelasmu yang kupukul dulu??? Hey kalian akrab sekali??? mau kemana kalian???

Karena hatiku tak tenang kuputuskan untuk mengikutimu bersama dengan namja sialan itu, hatiku sakit melihatmu tertawa lepas dengan namja sialan itu, kau sepertinya bahagia tanpa aku, sedangkan aku??? Aku benar2 hampir gila karena kehilanganmu.

Baguslah, setidaknya dia namja yang bertanggung jawab karena mengantarmu pulang. Aku harus belajar melepasmu bersama dengan namja sialan itu meskipun hatiku sakit. Aku harus bisa, aku ingin melihatmu bahagia meskipun itu bukan denganku.

Apa-apaan namja itu?? Apa yang dia lakukan?? Kenapa dia memegang tanganmu?? Di – dia menciummu???

“MENJAUH DARI PACARKU” aku berteriak pada namja sialan itu dan menarik kerah bajunya.

Aku tak bisa menahan emosiku, kupukul dia beberapa kali, aku tak bisa berhenti meski Hyun Young terus berteriak memintaku untuk berhenti, seperti ada dorongan dari dalam diriku untuk membunuhnya, membunuh namja sialan yang sudah menyentuh yeoja yang sangat aku cintai. Aku merasa puas melihat wajahnya yang sudah berdarah – darah. Tapi ia tak membalas pukulanku, apakah dia selemah ini???

“Minho hentikan! CHOI MINHO HENTIKAN, KAU BISA MEMBUNUHNYA!!!!” Hyun Young berteriak padaku sambil menangis.

Aku tersadar dan berhenti memukulnya, aku mendengar Hyun Young menangis. Benarkah kau memperdulikan namja sialan ini??? Kenapa hatiku sakit sekali melihatmu menangis demi dia. Dan sekarang akupun mengeluarkan cairan yang sama dengan cairan yang kau keluarkan dari dalam matamu.

“Aku mohon cukup. Aku membencimu Minho, aku sangat membencimu. Aku tidak ingin melihatmu lagi” ucapnya lirih menatap sangat tajam padaku.

Tubuhku bagai terserang beribu-ribu volt aliran listrik, benarkah kau sungguh-sungguh mengucapkannya untukku??? Sebenci itukah dirimu padaku???

Baik~ jika itu yang kau inginkan, aku pergi!!!

Aku terseok2 melangkah meninggalkan tempat ini, kakiku seperti tidak menapak pada bumi lagi, pipiku basah, cairan ini tidak berhenti keluar malah semakin deras.

Flashback End

Hyun Young POV

Aku merebahkan tubuh Jonghyun di sofa ruang tamu, untung Eomma sedang pergi ke Busan dan masih beberapa hari lagi disana, jadi aku tidak perlu menjawab rentetan pertanyaannya karena aku membawa namja yang mukanya babak belur pulang kerumah. Aku melesat kedapur untuk mengambil air hangat dan kotak P3K, kubersihkan wajah Jonghyun dan kuoleskan anti septic agar lukanya tak infeksi.

“Gomawo Hyun Young-ssi” ucap Jonghyun lirih

“Anniyo, Mianhe Oppa!! Karena aku kau jadi begini”

“Minho sangat mencintaimu, dia tidak rela melepasmu makanya dia melakukan hal semacam ini”

“Tapi aku tetap tak bisa memafkannya, dia selalu bersikap seperti ini.”

Suasana hening sejenak

“Hyun Young – ah sarangheo” bisik Jonghyun, dia menyentuh wajahku lembut, mendekatkan wajahnya berniat menciumku tapi bayangan Minho terlintas diotakku, aku memalingkan wajahku.

“Oppa apa kau mau makan sesuatu???” tanyaku mengalihkan pembicaraan“Ku buatkan bubur ya!!!” lanjutku. dan tanpa mendengar pendapatnya aku langsung berlari kedapur.

Author POV

Minho benar2 merasa terpukul dengan perkataan Hyun Young, Minho sekarang berada di Nightclub dia sudah menghabiskan beberapa botol minuman, berharap ia bisa melupakannya tapi percuma otaknya masih dipenuhi dengan Hyun Young dia sama sekali tidak bisa melupakannya.

Minho pergi meninggalkan Nightclub dengan langkah yang sudah oleng, sesekali ia terjatuh dan berguling beberapa kali. Minho melangkah tanpa tujuan.

BRUUUUK

Minho bertabrakan dengan seorang yang tak dikenal, namja dengan rambut sebahu dan memiliki tato ular cobra di tangan sebelah kiri!

“Kau Choi Minho kan???” Tanyanya memegang kerah baju Minho.

Minho hanya menyeringai dan jeng jeng eng ing eng

Hueeeeks Hueeeekkss Haaaaaaaaaakkkksss Cuuuuuaaaahhh ohok ohok ~

Minho muntah, pria bertato itu marah ketika melihat pakaiannya tak selamat, wajahnya merah padam.

“Hey kau cari mati ya???” sungutnya dan langsung memukul wajah Minho, Minho tersungkur, hidungnya berdarah, tapi dia kembali berdiri dan balik menyerang, dia bisa melawan dengan kesadaran dan kekuatan yang masih tersisa. Tiba – tiba pria bertato itu mengeluarkan pisau dari kantung celananya dan

JLEEEEB

Pria bertato itu menusuk perut Minho, Minho roboh dengan wajah yang penuh luka dan darah menganak sungai di perutnya. Pria bertato itu pergi setelah mengambil barang berharga milik Minho. Minho tergeletak dan tak sadarkan diri

Taemin POV

Kenapa aku terus memikirkan Minho Hyung ya??? Apa terjadi sesuatu padanya??? Perasaanku tidak enak!!!

Aku dan Minho hyung memang tidak memiliki hubungan darah, tapi aku dekat dengannya -lebih dekat jika dibandingkan dengan Jinki Hyung, Minho Hyung selalu mengajarkanku berbagai hal, bahkan dia yang turun tangan saat aku di bully disekolahku. Dia selalu berkelahi karena membelaku, aku yang lemah dan penakut tapi Minho hyung selalu membelaku dan melindungiku.

Kucoba untuk menghubunginya tapi tak ada jawaban, sumpah aku semakin khawatir. Apalagi dia sedang mengalami masa sulit bersama Hyun Young.

Kuraih kunci motorku, kuputuskan untuk mencari Minho Hyung. Kudatangi setiap tempat yang mungkin dikunjunginya, aku tidak menghubungi teman2 nya karena hanya kami bertiga teman Minho hyung. Saat aku mendatangi Nightclub ada beberapa orang yang melihatnya, aku mencari disekitar nightclub, aku berpikir Minho hyung tidak mungkin jauh dari sini karena ia tidak membawa mobil, aku hampir putus asa, dia belum juga kutemukan. Aku menjambak rambutku sendiri “Hyung kau dimana???”

Aku berniat untuk pulang, tapi ada apa disana??? Kenapa ramai sekali???

“Ajusshi ada apa???” tanyaku pada seorang ajusshi yang baru saja keluar dari kerumunan orang-orang.

“Ada pemuda yang tidak sadarkan diri, mukanya babak belur dan ada luka tusukan juga. Kami tak bisa menghubungi keluarganya karena tidak ada kartu identitas. Tapi kami sudah menghubungi ambulance sebentar lagi datang” papar ajusshi itu

Mungkinkah itu Minho Hyung??? Aku menerobos kerumunan orang2 untuk menjawab rasa penasaranku. Aku shock ternyata dia benar Minho Hyung, dia tak sadarkan diri dan kulihat darah segar terus mengalir dari perutnya, aku berhambur kearahnya dan mengangkat kepalanya kepangkuanku

“Hyung apa yang terjadi hyung???” aku mengguncang-guncang tubuhnya tapi Minho hyung tak menjawab tak berapa lama kudengar suara ambulance yang semakin mendekat.

“Hyung bertahanlah” bisikku padanya

Author POV

Jinki dan Kibum menuju Rumah Sakit setelah mendapat kabar dari Taemin,

“Apa yang terjadi???” Tanya Kibum panik saat bertemu Jinki di Loby

“Mollaso, Taemin tak menjelaskannya padaku” jawab Jinki singkat

Mereka berdua berlari menuju ruang operasi, disana sudah ada Taemin yang bajunya sudah penuh dengan darah.

“Taemini apa yang terjadi??? Kenapa Minho bisa seperti ini??” Tanya Kibum panik sambil menguncang2 tubuh Taemin

“Entahlah~ aku menemukan Minho Hyung yang sudah tidak sadarkan diri, dia kehabisan banyak darah Hyung, barang-barangnya juga hilang. bagaimana kalo dia tidak selamat dan…” Taemin tak melanjutkan kata – katanya air matanya tumpah membasahi pipinya, Jinki dan Kibum memeluk Taemin.

Suasana hening, Taemin sudah berhenti menangis, ia terus memeluk syal Minho yang sudah berubah warna menjadi merah darah. tak ada satupun yang mengeluarkan suara, hanya sesekali terdengar desahan napas ketiganya.

“Bagaimana ini??? Apa kita harus menghubungi Appa dan Eommanya Minho hyung?? Tanya Taemin meminta pendapat kedua Hyungnya.

“Jangan~ suasana akan semakin kacau, apalagi Eommanya Minho punya serangan jantung!!!” larang Jinki

“Lagipula sekarang mereka sedang ke Indonesia untuk peresmian pabrik baru” sahut Kibum menambahkan

“Apa Hyung sudah menghubungi Jinhya??” Tanya Taemin pada Jinki

Jinki mengangguk, ketiganya menoleh ketika ada suara langkah kaki mendekati ruang operasi.

“Oppa apa yang terjadi?? Bagaimana keadaan Minho sunbae???” Jinhya datang menghampiri dan duduk disamping Jinki

Semuanya hanya terdiam, Jinhya tau dengan kondisi seperti ini -pasti tidak baik. Jinhya memegang tangan Jinki dengan erat mencoba untuk menenangkan kekasihnya.

Semuanya bangkit setelah sang dokter keluar dari ruang operasi, syukurlah Minho berhasil diselamatkan dia sudah melewati masa kritisnya, kini tinggal menunggu dia sadar saja.

Kini Minho dipindahkan keruang rawat, semuanya tersontak kaget saat mendengar Minho bergumam pelan tapi masih bisa didengar dengan jelas.

“Hyun Young-ah” Minho mengigau memanggil nama Hyun Young. Semuanya saling berpandangan, Minho memang tak pernah berhenti mengigau menyebut nama Hyun Young semenjak diruang operasi.

“Aku akan mencoba menghubungi Hyun Young” Kibum meraih ponselnya dan menekan beberapa nomor. Semuanya menatap kearah Kibum.

“Bagaimana??” Tanya Jinki

Kibum menggeleng “Tidak diangkat”

Ketiganya kembali menarik napas, Jinki menjambak rambutnya beberapa kali.

“Yeobo coba kau hubungi Hyun Young sekali lagi” pinta Jinki, Jinhya menurut dan menekan nomor mencoba menghubungi Hyun Young, beberapa saat sambungan telepon terhubung

“Yoboseo/ Hyun Young-ah Minho Sunbae ditusuk orang yang tak dikenal, bisakah kau kerumah sakit seka. . .tuuuutttt tuuuuuttt Yoboseo~ yoboseo~ Hyun Young ah???”

“Bagaimana???” Tanya ketiganya secara bersamaan

Jinhya menggeleng dan setelah dicoba kembali ternyata ponsel Hyun Young tidak aktif.

***

BRAAAKKKSSS

Jinhya membuka pintu kamar Hyun Young dengan kasar, Hyun Young beranjak dari tempat tidurnya

“Dangsin – eun mwohaneungeoya???” Tanya Hyun Young penuh emosi

“Yaak~ Hyun Young-ssi ada apa denganmu? Kenapa kau berbuat seperti ini???”

“Mwo?? Apa maksudmu huh??”

“Asal kau tahu kemarin Minho sunbae …”

“Dengarkan aku Jinhya, aku sudah tidak peduli dengan Minho. terserah apapun yang kau katakan aku benar – benar sangat membencinya.”

“Kenapa kau seperti ini Hyun Young??? Bukankah dulu kau pernah sangat mencintainya???”

“Itu dulu, kau tidak perlu senaif itu Jinhya. Perasaan seseorang bisa saja berubah”

“Aku benar – benar tidak mengerti dengan sikapmu ini, kau sudah berubah”

Jinhya pergi dengan membanting pintu kamar Hyun Young,

“Cih~ dia itu kenapa sih??? Dia kan yang mendukungku saat aku ingin berpisah dari Minho, kenapa dia jadi membela Minho seperti itu? Dasar Aneh!!!!!” umpat Hyun Young kesal

***

Kibum dan Taemin sekarang sedang berada di cafeteria dekat Rumah Sakit, Jinki dan Jinhya sedang menjaga Minho yang masih belum sadar.

“Apa pelakunya sudah ditemukan Hyung???” Tanya Taemin yang menyeruput banana milknya

“Bodyguard Minho belum memberi kabar, sebaiknya kita tunggu saja” sahut Kibum memainkan ujung cangkirnya. Kibum memang langsung memerintah salah satu bodyguard Minho untuk mencari tahu siapa pelaku penusukan itu.

“Kenapa Minho hyung sampai ditusuk orang, apa dia punya musuh???”

“Justru kalo si bajingan Minho tidak memiliki musuh itu aneh namanya, dia itukan pembuat onar.”

“Kau benar hyung, tapi aku kecewa dengan Hyun Young kenapa dia bisa setega itu pada Minho hyung??? Dia sama sekali tidak datang untuk menjenguk.”

Kibum hanya terdiam, dia masih menatap cangkir yang ada dihadapannya. Dia memalingkan pandangannya keluar kaca jendela cafeteria

Drrrrrrttt drrrrrrrrttt

“Yoboseo~ Ne hyung kami sedang di cafetaria dekat Rumah Sakit/ mwo??? Minho hyung sadar?? Ne, Arrasso kami segera kesana”

Pliiiip

“Ada apa???” Tanya Kibum panik

“Minho hyung sudah sadar” sahut Taemin bangkit dari tempat duduknya dan diikuti Kibum meninggalkan cafeteria.

Minho POV

aku membuka mata perlahan, kuedarkan pandanganku kesekeliling. Aku sudah tahu ini dimana, aku tidak suka dengan baunya, bau Rumah Sakit.

“Minhoya gwenchana???”

Aku menoleh kesumber suara, aku melihat Jinki dan ada Jinhya disampingnya. Aku mencari kesekeliling berharap Hyun Young juga ada disini, tapi aku harus menelan kekecewaanku karena yeoja yang aku cintai ternyata tidak ada.

“Kau sudah sadar?? Apa mau kupanggilkan dokter??” Tanya Jinki lagi, aku hanya terdiam berusaha mengingat apa yang terjadi padaku.

Aku menoleh saat handle pintu terbuka, aku sangat berharap itu adalah Hyun Young tapi aku kembali menelan kekecewaanku ternyata itu adalah Taemin dan Kibum.

“Hyung~ “ taemin berlari kearahku dan memelukku sambil menangis

“Syukurlah kau sudah sadar” ujar Kibum yang berdiri dibelakang Taemin, aku hanya tersenyum lirih. Perutku sakit sekali.

“Jangan dulu banyak bergerak, kau baru melakukan operasi” ucap Jinki

Nde? Operasi? kenapa aku melakukan operasi? Apa aku separah itu??

“Kau ditusuk oleh orang yang tak dikenal, memangnya apa yang terjadi sampai dia menusukmu??” Tanya Kibum penuh selidik

Aku mencoba mengingat kembali kejadian itu, Yaa sekarang aku baru ingat dia marah karena aku memuntahi bajunya dan dia memukulku beberapa kali dan seperti ada benda tajam yang mengenai perutku setelah itu aku tidak mengingat apa-apa lagi.

“Sudah~ tidak apa-apa kalau tidak ingat, sebaiknya kau istirahat saja” ucap Jinki.

Aku tidak menjawabnya lagi, mataku menerawang kelangit –langit. Aku berharap Hyun Young ada disini, aku mohon datanglah!!!!!

***

Author POV

Hari ini Minho sudah keluar dari Rumah Sakit, tapi ia masih harus melakukan cek – up secara rutin untuk memeriksakan bekas luka tusuknya. Minho terbaring lemas diatas tempat tidurnya, sesekali ia meringis kesakitan karena bekas jahitan yang belum kering benar.

“Jangan banyak bergerak dulu, nanti bekas lukamu bisa terbuka lagi” sungut Kibum membetulkan letak bantal Minho

“Badanku sakit tidur terus seperti ini”

“Lalu kau mau apa??? Main basket???” celetuk Jinki yang masuk membawa setumpuk cemilan, Taemin yang dari tadi sibuk bermain PS menyerbu

“Yaak~ kalau mau, ambil sendiri. ini punyaku” Jinki merebut kembali Snack yang hampir masuk kemulut Taemin.

“Yaak~ Hyung kau ini pelit sekali, cih~ “ umpat Taemin, Jinki tersenyum menang dan mehrong kearah dongsaengnya yang tengah kesal

Drrrrrrtttt drrrrrrrrrrrtt

Ponsel Kibum bergetar “Yoboseo~ jinja??? Hemmm arraso!!!”

Pliiip

Kibum menutup telponnya, kemudian dia memberi kode kepada Jinki dan Taemin untuk keluar dari kamar.

“Ada apa hyung???” Tanya Taemin menutup pintu kamar Minho

“Bodyguard Minho sudah menemukan siapa pelaku penusukan itu”

“Jinja???” sahut keduanya secara bersamaan

“Siapa orangnya???” Tanya Jinki dengan ekspresi wajah serius

“Aku juga belum tahu pasti, yang terpenting kita harus segera menemukannya sebelum dia kabur” sahut Kibum

“Kajja~ kita pergi, aku akan menelepon Jinhya untuk menjaga Minho” Jinki meraih ponselnya dan menghubungi Jinhya, Kibum dan Taemin mengikuti langkah Jinki keluar dari apartement Minho.

Jinhya POV

Jinki Oppa memintaku untuk menemani Minho, igeo eotheokhe??? Semenjak peristiwa itu aku belum pernah bertemu denganya lagi, meskipun bertemu itu juga saat aku sedang bersama Jinki Oppa. Bagaimana kalau Minho masih dendam padaku dan dia akan membunuhku?? Haaassshhh Jinhya babo apa yang kau pikirkan huh???

Beberapa saat kemudian taksi yang aku tumpangi berhenti didepan gedung apartement mewah, aku menelan ludahku, kakiku bergetar, keringat dingin keluar dari tubuhku. Aku memasuki lift dan naik kelantai 24. kakiku berhenti di pintu no 307. Kutekan beberapa nomor password rumah ini

CEKLEK

Pintu rumah ini terbuka, aku kembali menelan ludahku. Sempat terlintas diotakku untuk tidak jadi masuk.

Uh! You gave me, you gave me a heart break!come on

Seuchyuhganda murujyuganda numoo jogahaettdun geunyuhga

Jantungku hampir loncat saat ponselku berdering ringtone Graze, aku segera meraihnya dari hand bagku, ada sms!!!!

1message received

From : Jinki Oppa

Chagy, kau sudah sampai?? Maaf ya merepotkanmu!!!

Fighting

Haaassshhh aku tidak bisa berbuat apa –apa jika Jinki Oppa yang meminta, baiklah aku akan masuk. Jika Minho membunuhku itu urusan nanti!!!

Kulangkahkan kakiku menuju kamar Minho, kubuka pintunya perlahan. Ternyata Minho sedang tertidur, aku berniat menutup pintunya kembali tapi,

“Jinhya-ah”

Jantungku hampir loncat saat Minho memanggil namaku “Nde??? Apa kau butuh sesuatu??” tanyaku pura-pura bersikap setenang mungkin.

“Mau apa kau kemari??”

“Aku diminta Jinki Oppa untuk menemanimu karena dia ada sedikit urusan”

“Heeemmm mau menemaniku ngobrol???”

“Nde???”

“Masuklah~ tenang saja aku tidak akan membunuhmu. Aku tidak ingin Jinki membenciku karena aku membunuh yeoja yang ia cintai” ucapnya sedikit melucu

Haaaasssshhh tapi aku merasa leluconnya sangat tidak lucu, aku memasuki kamarnya, kutarik kursi dan duduk disampingnya

“Hyun Young??? Apa dia tau kondisiku??”

Mati aku!!! apa yang harus aku katakan pada Minho? tidak mungkin aku mengatakan hal yang sebenarnya kalau ternyata Hyun Young sudah tidak peduli lagi padanya.

“Tidak apa – apa katakan saja!!!”

“Sunbae~ sebenarnya – itu – aku …”

Kudengar Minho menarik nafas dalam dan mendesah “Mungkin memang aku harus melepaskannya, dia sepertinya bahagia dengan namja sialan itu”

Namja sialan??? Siapa itu??? Kenapa aku baru tahu?? #YAIYALAH lawong kerjaanmu mojok terus sama si mas Jinki kok *PLETAK -digetok Jinhya x/////x*

“Aku harus melepaskannya, aku ingin melihat Hyun Young bahagia!!!”

Kulihat Minho menangis, aku memberikan tissue yang ada dimeja samping tempat tidur.

Ya Tuhan Minho benar-benar mencintai hyun Young, aku merasa bersalah karena aku termasuk orang yang membantu Hyun Young pergi dari sisinya “Minho Sunbae~ Mianhe”

Kulihat Minho tersenyum dan menganggukan kepalanya “Aku juga minta maaf karena waktu itu aku hampir menciummu, tapi sungguh aku hanya ingin membuatmu takut. Kau harus selalu bersama dengan Jinki apapun yang terjadi, kalian harus hidup bahagia” #dengerin tuh thya *PLAK

“Gomawo Minho Sunbae!!!”

Kulihat hari ini Minho berbeda dari Minho yang kukenal, dia sudah berubah. Aku berharap suatu saat nanti Hyun Young menyadari betapa besar cinta Minho untuknya. Semoga~

***

Author POV

Sudah satu jam Hyun Young menunggu Jonghyun direstoran. Ia meneguk minumannya, ini sudah gelas yang ke-5.

“Boleh aku minta airnya lagi!!!!” pintanya pada seorang waitress, waitress itu mengangguk dan melesat kearah dapur untuk mengambil air.

Hyun Young mengutak-ngatik ponselnya, ia berniat menghubungi Jonghyun tapi ia urungkan karena Jonghyun sudah ada dihadapannya.

“Mian aku terlambat” ucap Jonghyun yang mengambil posisi duduk disampingnya.

“Yaak~ Oppa kenapa lama sekali???” umpat Hyun Young sambil mengerucutkan bibirnya

“Mian tadi aku ada sedikit urusan” ucapnya singkat, Hyun Young mendengus sebal

“Mianhe~ jeongmal Mianhe My Princess” Jonghyun memasang muka penuh penyesalan, Hyun Young mengangguk sambil tersenyum manis.

“Hari ini kita kemana Oppa???” Tanya Hyun Young yang melingkarkan tangannya ke tangan Jonghyun keluar dari restoran

“Kemanapun yang kau inginkan princess”

“Baiklah~ hari ini aku ingin sekali makan es krim”

“Jinja??? Hanya es krim???”

Hyun Young mengangguk lagi,

“Kajja kita pergi” ucap Jonghyun memasuki mobilnya tanpa membukakan pintu untuk Hyun Young

Sesaat Hyun Young tercengang, dia terlalu terbiasa dibukakan pintu oleh Minho. tapi sekarang ia sedang bersama Jonghyun bukan Minho.

‘baiklah~ mungkin dia lupa’ batin Hyun Young dan mengikuti Jonghyun memasuki mobil.

***

Beberapa mobil berhenti disebuah gudang yang tak terpakai. Jinki, Kibum dan Taemin keluar dari dalam mobil diikuti oleh bodyguard yang sedari tadi mengawal mereka dari mobil yang berbeda.

“Tuan, ini dia tempatnya” ujar seorang pria bertubuh atletis yang memakai jas hitam, dia salah satu bodyguard Minho, Appanya Minho memiliki komplotan mapia terbesar dikorea selatan.

“Kita masuk” perintah Kibum,

Pintu gudang dibuka secara paksa, ternyata itu adalah tempat judi dan juga tempat lokalisasi. Kibum berada dibarisan utama diikuti Jinki kemudian Taemin. Sedangkan para bodyguard setia melindungi mereka dari berbagai sudut.

“Cepat temukan orangnya!!!!” perintah Taemin #Ciiieeeee Taem akhirnya kebagian peran manly juga hihihi.

Dan setengah dari para bodyguard langsung berpencar menggeledah tempat tersebut mencari pelaku penusukan, sedangkan yang sisanya tetap melindungi Kibum, Jinki dan Taemin. Suasana kacau seketika, para bodyguard mencari kesetiap ruangan. Terdengar jeritan dari para yeoja karena kamarnya didobrak secara paksa. Para bodyguard tak segan – segan untuk memberikan pukulan kepada siapa saja yang menghalangi langkahnya, sangat sadis!!!!

Seorang pria tinggi besar yang memiliki tato naga disekujur tubuh diikuti oleh beberapa anak buahnya keluar dari sebuah ruangan saat mendengar ada keributan.

“Siapa kau??? Berani sekali mengacaukan tempatku huh!!!!” ucap pria bertato

“kami sedang melakukan petak umpet dan sialnya kami yang jaga ” sahut Jinki konyol dengan gaya sok coolnya,

“Cih~ dasar bedebah!!! Pergi dari sini atau kalian tidak akan pulang dengan selamat”

“Kami tidak akan pulang sebelum menemukan orang yang kami cari” sahut Kibum sambil memainkan jari – jari kukunya yang lentik

“Kurang ajar” umpat pria itu kesal

“Sebaiknya kalian mengalah saja, aku sedang tidak berselera meladeni cecunguk – cecunguk macam kalian lagipula hanya mengotori baju kami saja” ucap Taemin meremehkan

Pria bertato naga itu sangat marah, mukanya merah padam. Setelah mendengar komando dari pemimpinnya mereka langsung menyerang. Kibum, Jinki dan Taemin langsung mengambil posisi. Terjadi petarungan yang sangat sengit. Mereka menyerang menggunakan senjata tajam, berbekal ilmu beladiri taekwondo akhirnya Kibum, Jinki, dan Taemin berhasil melumpuhkan mereka. Tanpa mengeluarkan keringat seluruh tempat berhasil dikuasai.

“Sebenarnya siapa kalian??” Tanya pria bertato yang tengah tersungkur dengan wajah penuh darah.

“Kau tau kelompok Mapia FC???” Taemin memasukkan tangannya kedalam kantong celana.

Tanpa berkutik mereka langsung menyerah setelah mendengar kata mapia FC “Benarkah kalian dari kelompok Flaming Charisma??? Maafkan aku, aku mohon silahkan kalian lakukan apapun asal jangan tutup tempat ini aku mohon!!!!” pemilik tempat itu mengiba dan bersujud dihadapan Kibum, Jinki dan Taemin #nama gank’y enggak banget masa mapia namanya Flaming Charisma ckckck*

“Dasar payah” seru Kibum sambil menyeringai

salah satu bodyguard menghampiri Kibum “Tuan kami menemukan orangnya” bisiknya

Kibum, Jinki dan Taemin langsung mengikuti bodyguard yang sudah menemukan pelaku penusukan, mereka memasuki sebuah ruangan, disana ada pria dengan rambut sebahu dan tato ular di tangan kirinya tengah terikat diatas kursi.

Tanpa ba bi bu Taemin langsung menghajar pria itu.

“Dasar Kurang Ajar, kau hampir membunuh temanku” teriak Taemin yang terus memukuli pria itu, Jinki dan Kibum langsung mengendalikan Taemin

“Sudah Taemin, kau akan membunuhnya!!!!” sergah Jinki terus memegangi Taemin

“Ampuni aku!!! aku hanya menjalankan perintah”

Ketiganya saling berpandangan

“Siapa yang memerintahmu?” Kibum menarik kerah baju pria itu

“Dia – dia “

“Cepat katakana siapa???” Jinki yang sedari tadi tenang kini kehilangan kesabaran, dia mencengkram leher pria bertato ular itu

“Dia adalah bossku, namanya . . . .”

Jeng Jeng

Eng Ing Eng

To Be Continued________

Wadoooooooooooh kira – kira siapa ya yang udah nusuk Minho??? Heeemmmm Hyun Young bakal milih Minho apa Jonghyun ya??? tunggu kelanjutannya ya!!!! part4 akan dipublish tergantung dari banyaknya yang RCL

Ayo jangan sungkan untuk memberikan kritik dan saran. Gomawo sebelumnya!!!!

20 thoughts on “[FREELANCE] Still (Part3)

  1. Ahhhh minho sudah nerubah???syukurlah,,,kayaknya jjong dsini agak aneh deh,,,itu org bertato dsuruh jjong g yaaa???hohoohohohoh,,,lanjut baca

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s