[FREELANCE] Still (Part2)

Author : Nita Yuliani (Noona Flaming Carisma)
Cast : All member SHINee
– Park Hyun Young
– Choi Jinhya (Hyun Young Best Friend & Lee Jinki Girl Friend)
Length : Sequel
Genre : Romence, Friendship
Rating : PG – 15

Minho POV
Aku berjalan santai menaiki setiap tangga untuk menuju lantai paling atas, ku lihat kembali titik merah yang terus bergerak yang berada dilayar ponsel touch Screenku.

Hyun Young tak sadar bahwa ponsel yang dulu kupasang alat penyadap masih ia bawa. Titik merah itu berhenti, dahiku mengernyit, Bukankah itu gudang dilantai atas??? Baiklah aku akan menjemput kekasihku, tidak peduli sekeras apapun kau berlari aku pasti akan menemukanmu, aku tidak akan melepaskanmu.

Ada orang bilang Cinta adalah ketika kita akan merasa bahagia jika melihat orang yang kita cintai bahagia meskipun dia tidak bersama kita. Persetan dengan semua itu apapun yang terjadi aku akan mempertahankan orang yang aku cintai tetap berada disampingku. itulah cinta menurut persepsiku titik.
Aku membuka pintu gudang secara perlahan, kudengar nafas Hyun Young menderu, kuikuti suara itu. Hyun Young duduk dipojok ruangan menutup wajah dengan kedua tangannya.Aku mendekatinya, aku menyentuh rambutnya yang kusut dan sudah basah karena keringat

“Chagiya. . .!!!” bisikku pada yeoja yang sangat aku cintai ini
Dia menjerit, meronta, memukul dan menamparku.
***

Author POV
Hyun Young menjerit, meronta, memukul dan menampar Minho. Air matanya terus mengalir, tubuhnya semakin menggigil. Tapi dia tak berdaya saat tangan Minho yang 2kali lipat lebih besar dari tangannya mencengkram erat kedua tangannya.

“Oppa aku mohon lepaskan aku????” Hyun Young memohon belas kasihan Minho tapi Minho hanya tersenyum licik,
“Tidak akan!!!” jawabnya sambil mencium kening Hyun Young

Hyun Young terus meronta, air matanya tak berhenti mengalir. Ia benar – benar takut Minho akan melakukan hal yang paling ia takuti didunia ini. Harga diri yang selama ini selalu ia jaga sepertinya akan berakhir sampai disini.

~Tuhan selamatkan aku!!!

Minho menyentuh wajah Hyun Young dengan telunjuknya dari kening hidung bibir hingga terus turun kebawah. Ponsel Hyun bergetar, Minho merogoh tas Hyun Young yang tergeletak dilantai, Kibum Calling!!! Ia membongkar ponsel Hyun Young dan kembali meletakkannya ditas.

“Dasar si Kibum itu, selalu mengganggu saja.” Ucapnya sambil tersenyum
“Kau tetap cantik chagi, meskipun wajahmu sembab dan tubuhmu berkeringat” lanjut Minho menyeka keringat diwajah Hyun Young
Hyun Young masih tetap menangis “O – Oppa . . .” ucap Hyun Young lirih

“Ssssssttt berhenti menangis. Aku benci melihatnya, aku merasa itu adalah sebuah penolakan untukku. Dan aku sangat benci ditolak!!!!” bisik Minho dan meletakan telunjuknya dimulut Hyun Young.

Hyun Young berusaha menghentikan tangisannya, meskipun masih terdengar sedikit isakan. bisikan Minho tadi membuatnya sangat merinding dan ketakutan. Ia pasrah saat Minho mengangkat tubuhnya pergi meninggalakan gudang yang gelap dan pengap, sesekali Minho melihat wajah Hyun Young, Hyun Young yang seperti anak kecil yang berada dalam dekapannya, sangat cantik dan suci. Ia begitu mencintai yeoja ini, hatinya benar-benar sakit saat mengetahui dia akan pergi dari sisinya.
***
Hyun Young POV

@Minho Apartement’s
Minho membuka pintu kamarnya, ia mendudukanku didepan cermin meja rias yang berada disebelah tempat tidur.

“Lihat Chagy wajahmu kacau sekali, kau berdandan ya~ aku suka melihatmu berdandan” ucap Minho lembut sambil menyerahkan tasku
Aku meraihnya dengan tanganku yang masih bergetar, aku menyisir rambutku secara perlahan, Minho tersenyum, dia memperhatikanku tanpa mengedipkan matanya. ia beranjak dari tempat duduknya dan menutup pintu, aku terperanjat saat Minho membuka kemejanya kini ia hanya memakai Jeans. Otot sixpacknya terlihat jelas, bulir-bulir keringatnya menetes kebawah.

~Tuhan tolong aku!!!!

“Kita photo bersama ya chagy!!!” ujar Minho, dan tanpa persetujuanku dulu ia langsung mengambil gambar kami, tempat duduk yang hanya muat untuk satu orang kini ia paksakan untuk kami berdua, ia memelukku dari belakang dan aku duduk di pangkuannya. Aku hanya terdiam tubuhku terlalu lemas untuk memberontak, ketakutanku telah menguras tenagaku.

“Chagy senyum donk!!!” pintanya agak merengek
Aku berusaha tersenyum meskipun itu senyum yang sangat aku paksakan tapi Minho seperti tidak peduli dengan ekspresi wajahku yang tertekan, ia asik dengan dunianya sendiri. Aku benar-benar lelah dan tubuhku masih terus bergetar, tatapanku kosong, aku benar-benar pasrah dengan semua perlakuan Minho padaku mungkin sebentar lagi aku akan pingsan!!!

CEKLEK

Aku menoleh saat handle pintu kamar terbuka. Jinki dan Kibum!!!! ~tolong aku

“Mau aku photo-kan???” ujar Jinki menawarkan diri

“Ne tolong ya!!!” ucap Minho menyerahkan camera digitalnya pada Jinki
Jinki tersenyum dan mengambil gambar kami beberapa kali

“Bagaimana bagus tidak???” Tanya Minho yang sama sekali tidak beranjak dari tempat duduknya dan aku masih duduk lemas berada dipangkuannya.
“Lumayan” jawab Jinki memperlihatkan hasil gambar yang ia ambil

“Chagy lihat ~Aegyeo!!!” ucap Minho memperlihatkannya padaku dan mengacak2 rambutku lembut
“Sebaiknya kalian pindah posisi cahayanya kurang bagus!!!” kini Kibum memberi saran disertai anggukan dari Jinki

“Benarkah itu?? Chagy kita pindah ketempat tidur saja” ajak Minho
Tapi tiba- tiba aku terkejut saat Minho lengah Kibum menarik tanganku dan Jinki menahan tubuh Minho “Kibum bawa Hyun Young pergiiii!!!” perintah Jinki
Tanpa ba-bi-bu Kibum langsung menarik tanganku dan berlari sekencang mungkin, dengan kondisiku yang masih lemas tubuhku terombang-ambing mengikutinya, aku melihat kebelakang Minho masih berteriak memanggil namaku

“Cepat Hyun Young” ujar Kibum
Aku berusaha lari secepat mungkin tapi tubuhku terlalu lemas, aku terjatuh dan lututku berdarah. Kupaksakan untuk terus berlari tapi ini terlalu perih. Kibum berhenti dan berjongkok didepanku

“Naiklah kepunggungku!!!”

“Heh???” aku masih mematung menatap punggung Kibum.

“Cepat ~tidak ada waktu” teriakan Kibum membuyarkan lamunanku.
Aku menurut pada Kibum dan naik diatas punggungnya.
***

Jinki POV
Aku dan Kibum memasuki apartement Minho, tidaka ada siapa” diruang ini. Kibum memberiku kode untuk memasuki kamar

CEKLEK

Aku terkejut melihat Hyun Young yang sembab dan juga pucat, tapi Minho???? aku melihat kebalikannya, dia begitu senang. aku melihat ekspresi wajah Minho yang seperti anak kecil saat mendapatkan mainan baru yang selama ini diidam2kan. Hyun Young menoleh padaku matanya seperti meminta tolong pada kami. Aku mencoba mengalihkan perhatian Minho.

“Mau aku photo-kan???” ujarku menawarkan diri

“Ne, tolong ya!!!” ucap Minho menyerahkan camera digitalnya padaku
aku tersenyum dan mengambil gambar mereka beberapa kali

“Bagaimana bagus tidak???” Tanya Minho yang sama sekali tidak beranjak dari tempat duduknya dan Hyun Young masih duduk lemas berada dipangkuannya.

“Lumayan” jawabku memperlihatkan hasil gambar yang ku ambil

“Chagy lihat ~Aegyeo!!!” ucap Minho memperlihatkannya pada Hyun Young dan mengacak2 rambutnya lembut

“Sebaiknya kalian pindah posisi cahayanya kurang bagus!!!” kini Kibum memberi saran disertai anggukan dariku, sebenarnya itu adalah rencana Kibum untuk membuat Minho lengah.

“Benarkah itu?? Chagy kita pindah ketempat tidur saja” ajak Minho
Aku memberi kode pada Kibum, inilah saatnya!!! Saat Minho lengah Kibum langsung menarik tangan Hyun Young, Minho berusaha mengejar tapi kutahan tubuhnya

“Kibum bawa Hyun Young pergiiii!!!” perintahku, Kibum langsung membawa Hyun Young lari.
Minho terus berteriak memanggil nama Hyun Young, aku terkejut saat pipi Minho basah.

Ya ampun benarkah Minho begitu mencintai Hyun Young???? Tak pernah kulihat Minho dengan kondisi yang sangat menyedihkan seperti ini. Minho ambruk dalam pelukanku dia mencengkram tanganku erat tangisnya menyeruah keseluruh ruangan.

“Minho-ssi tenanglah!!!” ucapku sambil terus menahan tubuhnya
Minho menatapku dalam dan
BUUUUUGGGG
Dia mendaratkan pukulannya diwajahku, aku menyeka darah yang ada dihidungku. Pandanganku sedikit kabur.

“Kenapa kau lakukan ini huh???” teriak Minho padaku

“Terserah kau akan membunuhku atau Kibum nanti, tapi kau perlu tau satu hal kau menyakiti Hyun Young”

“Aku mencintainya, aku tak ingin dia pergi dari sisiku. Aku akan melakukan apapun untuk membuat dia tetap berada disisiku” seru Minho dengan napas tersenggal-senggal

“Itu bukan cinta Minho, tapi itu Obsessimu untuk memiliki dia seutuhnya dan itu menyakiti Hyun Young. Cinta itu bukan untuk menyakiti tapi sebaliknya kau harus memberikan rasa aman pada orang yang kau cintai, lepaskan dia jika kau memang mencintainya. Biarkan dia pergi dan bahagia!!!!” #Wadooohhh bahasa Author bikin bingung *Mehrong!!!!
PRAAAAANGGGG
Minho meninju kaca rias dan kini tangannya berlumuran darah
***

Hyun Young POV
Sudah tiga hari aku barada di Rumah Sakit, setelah kejadian itu Kibum langsung membawaku kemari. Lututku berdarah dan aku mengalami shock ringan. Aku memandangi wajahku dicermin, mata yang sembab, lingkaran hitam disekitar mata, rambut yang acak-acakan. itulah kondisiku sekarang!

Kibum masuk keruanganku dan melemparkan senyum yang sangat manis, aku membalas senyumannya. Selama aku dirawat disini Kibum memang tak pernah absen untuk menjagaku. Taemin dan Jinhya juga sesekali datang.

“Sudah siap untuk pulang???” tanyanya menghampiriku
Aku mengangguk perlahan

“Kau ganti baju dulu biar aku yang merapikan barang-barangmu” ucap Kibum sambil mendorongku pelan pergi ketoilet. Aku hanya tersenyum melihat perlakuannya padaku
Aku kembali kekamar dan Kibum telah selesai merapikan semua barang2ku.

“Kibum-ssi Gomawo, jeongmal gomawo!!!” ucapku padanya
Dia hanya tersenyum dan mengacak2 rambutku pelan.

“Kenapa kau menolongku??? Minho itukan sahabatmu???” tanyaku penasaran.
“Entahlah~ aku merasa harus menjagamu saja, dan aku juga harus mempersiapkan diriku jika aku bertemu dengan Minho dia pasti akan membunuhku” ucap Kibum enteng

“Kibum-ssi” ucapku lirih menatapnya lekat

“Aiiisssshhhh, lihat ekspresimu itu??? Kau jangan menganggapku suka padamu ya~ aku melakukan semua ini karena aku menyayangimu seperti adikku sendiri, kau begitu lemah dan rapuh sedangkan kau tak punya siapapun untuk berpegangan, jadi aku merasa bahwa kau harus kulindungi” ucap Kibum

“Oppa~” ucapku lirih. aku begitu terharu mendengar pernyataannya tak terasa air mataku kembali menetes

“Haassshh kau ini mudah sekali menangis ya!!!!” ucapnya sambil menarikku kedalam pelukannya, tiba-tiba dia melepaskan pelukannya dan mendelik kaearahku “Tunggu~ kau bilang apa tadi??? Oppa??? Hemm Baiklah itu tidak buruk!” katanya lagi kembali memelukku.
Aku membenamkan wajahku dipelukan Kibum, air mataku tak mau berhenti. Aku benar2 bahagia! Gomawo~
***

Minho POV
Sudah tiga hari berlalu, hatiku masih belum bisa menerima semua ini. Aku mencoba mengalihkan pikiranku dengan bermain basket, berenang, bermain bola atau melakukan berbagai macam olahraga lainnya. Dan sekarang aku sedang bermain basket bersama Jinki. Jinki selalu berada disampingku, menemani dan memberiku semangat meskipun itu sama sekali tidak membantuku. Tapi setidaknya kuhargai rasa persahabatannya yang begitu besar padaku.

“Minhoya berhenti sebentar aku sudah tidak kuat” ucap Jinki dengan napas ngos2n dan menjatuhkan tubuhnya dilapangan.
Napasku pun tersenggal2, aku mengikuti langkah Jinki, aku menatap langit yang sedikit agak mendung. Sial~ aku melihat wajah Hyun Young disana! aku menutup mataku berusaha melupakannya, tapi tetap tak berhasil.
Sejak kejadian hari itu tak sedetikpun aku berhenti memikirkannya, kemanapun aku pergi dan apapun yang aku lihat seketika berubah menjadi wajah Hyun Young, gadis yang sangat aku cintai.

“Minho-ssi”

Aku membuka mata perlahan dan menoleh kearah suara yang memanggilku, Kibum datang menghampiriku~ Aku terbangun dan duduk disampingnya!

“Mianhe” ucap Kibum singkat

“Tidak apa2. Setidaknya kalian mencegahku berbuat lebih buruk lagi. Bagaiman Hyun Young apa dia baik2 saja???” tanyaku padanya tanpa menoleh

“Heemmmp~ sekarang dia sudah pulang dari Rumah Sakit. Apa kau baik2 saja?” Tanya Kibum

Ada sedikit kekhawatiran dari nada bicaranya. Aku hanya menundukan kepalaku dan tersenyum lirih. Jinki dan Kibum memegang bahuku

“Tidak apa2. Kau sudah melakukan hal yang benar” ucap Jinki memberiku semangat

“Aku bangga padamu~” Kibum menambahkan dan menepuk2 bahuku.
***

Author POV

Hyun Young duduk didepan cermin, pikirannya masih melayang Hyun Young menoleh saat pintu kamarnya terbuka lebar, Jinhya bersandar dipintu dan melipatkan kedua tangannya, ia hanya menggeleng2kan kepala melihat kelakuan sahabatnya yang dari tadi masih menopang dagu didepan cermin dan belum melakukan apapun.

“Ya Park Hyun Young, sudah dari setengah jam yang lalu kau melakukan itu. Mau sampai kapan kau membuatku menunggu???” Umpat Jinhya kesal. Hyun Young hanya tersenyum melihat sahabatanya.

“Ne arraso~ 5menit lagi aku selesai!!!” ucap Hyun Young dan mendorong tubuh Jinhya keluar dari kamarnya.
Hyun Young bergegas membuka lemarinya, pandangannya tertuju pada Dress polkadot berwarna putih. Hemmm boleh juga, sudah lama aku tidak memakai dress!!!Ia teringat saat ia berhubungan dengan Minho tak pernah sekalipun ia menggunakan Dress, rok atau sejenisnya.Aku memakai dress di depan Minho??? Tak akan!!! Yang ada tubuhku akan habis digerayangi oleh namja berotak yadong itu.
Akhirnya selesai~ Hyun Young menggunakan dress polkadot putih dan menggunakan wedges dengan warna yang senada, rambut panjangnya dibiarkan tergerai. Ia mematut bayangannya didepan cermin, ia memutar tubuhnya kekiri dan kekanan. Hemmm not bad!!! Ia mengangguk puas dan mengepalkan tangannya, Hyun Young-ssi Hwaiting!!!
***

Aku berjalan santai menuju ruang kelasku, bibirku komat-kamit berharap tak bertemu dengan Minho. Sial~ aku jadi berjalan sendiri karena Jinhya bertemu dengan kekasihnya, Lee Jinki! Kakiku terhenti saat melihat seorang namja berdiri didepan kelasku, namja yang beberapa hari yang lalu masih menjadi namjachinguku, Minho menghampiriku yang masih mematung menatapnya. Aku ingin sekali berbalik dan pergi tapi kenapa sulit sekali? seperti ada beribu2 rantai yang melilit dikakiku. Tubuhku kembali bergetar dan jantungku juga. Apakah aku masih mencintai namja ini? Namja yang menyakitiku dan membuatku takut.
Sekarang jarak kami hanya terpaut 1meter, dia menatapku dalam, jantungku kembali berdetak cepat. Apakah benar aku masih mencintainya???

“Bisa kita bicara sebentar???” Tanya Minho lirih dan terus menatapku. Jantungku semakin berdetak dengan cepatnya. Aku memalingkan wajah dan melipat kedua tanganku

“Silahkan, tapi disini saja” ucapku sinis padanya. Dia menghela napas dalam, suasana hening sejenak

“Mianhe~ jeongmal Mianhe” ucap Minho dengan suara parau, “Mianhe~ karena cintaku yang kurasa sangat besar ternyata itu menyakitimu. Mungkin maaf saja itu tidak cukup tapi Mianhe jeongmal Mianhe, Jebal!!!!” lanjut Minho menundukan kepalanya.
Mulutku terkunci rapat, entahlah aku bingung apa yang harus aku ucapkan padanya.

“A- aku harus menghadap dosen sekarang, maaf~ permisi!!!” hanya itu yang sanggup aku katakan sekarang, aku merubah arahku berbalik dan meninggalkannya yang masih mematung.
***

Jinhya POV

Aku sekarang berada ditaman kampus menunggu namjachinguku datang, setengah jam yang lalu Jinki meneleponku minta bertemu, itu sebabnya aku berada disini dan meninggalkan Hyun Young sendiri, kuletakkan diktat yang sedang kubaca. kusandarkan tubuhku pada pohon besar dan duduk diantara rerumputan, kuluruskan kakiku dan kurasakan aroma pagi yang begitu menyejukkan, saat aku memejamkan mata aku merasa ada sesuatu menyentuh bibirku. ku buka mata perlahan, ternyata Jinki sedang menciumku! Mata kami saling berpandangan, wajahku memerah. Kudorong tubuh Jinki

“Yaaaak~ “ teriakku sambil memukul dadanya. Dia hanya tertawa melihat wajahku yang memerah

“Morning Kiss baby” ucapnya nakal dan tidur dipangkuanku. Aku hanya mengerucutkan bibirku beberapa centi.

“Ya Oppa~ jadi kau memanggilku kemari hanya untuk tidur dipangkuanku huh???” tanyaku dengan nada kesal

“Hmmmp~ Semalam aku dan Kibum menemani Minho. Dia masih sulit untuk melepaskan Hyun Young. Jadi aku mohon padamu nona manis biarkan aku tidur dipahamu yang empuk ini.” Ucapnya sambil melipat kedua tangannya.

“Assshhh kau ini!” desisku.

“Bagaimana kabar Hyun Young???” Tanya Jinki tanpa membuka matanya

“Baik. Sekarang ia sudah mulai masuk kampus” jawabku tanpa menoleh padanya,
Aku melirik namjachinguku karena ia tak merespon jawabanku barusan, ternyata ia sudah tertidur pulas. Kupandangi wajahnya dan kubelai rambutnya dengan lembut. Aigo~ tampan sekali namjachinguku gumamku dalam hati.
***

Hyun Young POV

Kususuri setiap jalur pertokoan, aku bosan berada dirumah, aku berharap hari ini ada seseorang yang menemaniku meskipun hanya sekedar mengobrol, Jinhya sekarang sedang sibuk dengan Jinki! Aku iri melihat mereka berdua, mereka pasangan yang sangat serasi.
Kalau saja aku masih berhubungan dengan Minho aku pasti akan langsung menghubunginya, dan tanpa menunggu lama dia pasti sudah ada dihadapanku, Minho memang selalu ada kapanpun saat aku butuhkan, dia tak pernah membiarkanku sendiri. Lho kenapa aku ini??? Bukankah ini yang aku inginkan? Ya Hyun Young ada apa denganmu kenapa kau sekarang berubah merindukannya??? Dasar Yeoja Pabo!!!!

BRUUUUKKK

Awwww kepalaku sakit sekali, aku tadi menabrak apa ya??? Ku buka mataku yang masih berkunang2. Apa aku menabrak dinding ini??? Haaasssh aku ini benar2 Pabo!!!

“Noona gwenchanayo???” Tanya seorang namja padaku dan membantuku berdiri. Aku hanya meringis kesakitan.

“Huh??? Park Hyun Young???” aku mendongak, kenapa namja ini tau namaku?? Aku menoleh, kulihat namja itu samar2

“Oh Jonghyun Sunbae???”

“Kau kenapa??? Melamun sampai seperti itu???” tanyanya penuh selidik

“Ah~ anniyo” jawabku cengengesan, aku malu sekali harus bertemu dengannya dengan cara seperti ini

“Kalau kau tidak melamun kenapa dinding setinggi ini kau tabrak???” tanyanya lagi

Assshhh Aku ini benar2 Pabo!!! Umpatku dalam hati

“Tidak apa2 kalau kau tidak mau cerita, mau kutraktir es krim?? Kau suka es krim kan???” Aigoo~ darimana Jonghyun Sunbae tau kesukaanku???

“Kajja! Aku tau kedai es krim yang enak!!” ucapnya sambil menarik tanganku
Kami memasuki kedai es krim, hemmm rasanya memang enak. Kami bercerita banyak sekali hari ini, Jonghyun menceritakan saat kami SMU dulu, dia juga menceritakan cerita2 lucu, perutku sampai sakit karena tak berhenti tertawa. Untunglah aku bertemu dengan Jonghyun Sunbae jadi aku bisa menghilangkan rasa bosanku.
***

“Sunbae gomawo sudah mengantarku pulang dan gomawo juga untuk hari ini” ucapku saat kami tiba didepan rumahku
Tiba-tiba Jonghyun Sunbae memegang kedua tanganku dengan erat

“Sunbae waeyo???” tanyaku penasaran, ekspresi Jonghyun kini berubah menjadi sangat serius selama perjalanan pulang juga dia diam saja. Padahal tadi dia banyak sekali bicara. Apa dia sakit???? Tanyaku dalam hati

“Hyun Young-ssi Sarangheo!!!” ucap Jonghyun lirih

“Mwo?? Jonghyun Sunbae jinjayo?” tanyaku penuh penasaran
Dia hanya mengangguk “Sudah lama aku menyukaimu, sangat lama. Tapi aku tak cukup berani untuk mengatakan semua ini. Maukah kau menjadi yeojachinguku???”
Benarkah dia menyukaiku?? Tapi bagaimana bisa?? Aku masih belum percaya.
Jonghyun menarikku kedalam pelukannya, aku meregang~ aku belum siap untuk melakukan ini!! Dan tiba-tiba

CHUP~

Jonghyun menciumku, mataku terbelalak! Aku merasa waktu berhenti sejenak dan jantungku serasa mau loncat. Aku tersentak saat ada yang menarik kerah baju Jonghyun dan

BUUUUUGGG

Jonghyun tersungkur dan hidungnya berdarah.
Minho??? sejak kapan dia ada disini???
To Be Continued ____________________

29 thoughts on “[FREELANCE] Still (Part2)

  1. Kok agak geli ya pas baca bangian “ia beranjak dari tempat duduknya dan menutup pintu, aku terperanjat saat Minho membuka kemejanya kini ia hanya memakai Jeans. Otot sixpacknya terlihat jelas, bulir-bulir keringatnya menetes kebawah.”
    Ke~ke~ke
    Tapi suka bacanya #PLAK!!
    Bagus thor! LANJUTKAN *ala SBY*

  2. kirain yg nemuin hyunyoung tu jonghyun tyt minho
    wah keren ni cinta segitiga ma jonghyun
    mga endingny ma minho #ngarep
    mga next chap ny adegan taemin dbykin

  3. Huaaaaaa suka bacanya, part 2 tambah seru, tambah bikin deg-degan, banyak banget kejutannya.. Aiiiiihh Minho, ngebayangin dia terkulai tidak berdaya, berjalan gontai dan tundukkan kepala, harus kemana kucari senyummu dan sinar yg ada dimata? *lho kok komentar pake lagu band asal Jogja sih, hehehe😀

    Lanjut, nggak sabar banget nunggu part 3!

    -wc-

  4. gak ngerti sama jalan pikiran Minho. sumpah
    dia udah kaya orang gila pas ngejar Hyun Young, tapi setelah Kibum balik pasca bawa kabur Hyun Young dia malah gak marah lagi sama Kibum. personality disorder kah?

    terus Jonghyun gada angin gada ujan tiba2 bilang suka dan nyium Hyun Young. hmmm kayanya Jonghyun udah suka dari lama ya haha

    oke banget nih

  5. Iri kali deh sm pasangan JJ (jinhyajinki) mesra bangeeet >,<
    Minho kok kasar bangeet😦
    Tp basickli ceritanya seru abiiis lanjut trus ya thor ^_^

  6. Wahhhhh minho hampir bs dblg kayak psikopat yaa???ckckkckkckck,,,untunglah dy punya teman yg baik2,,,kasian hyunyong pasti tertekan,,,ahhh jin2 couple mesra sekali,,,,itu jjong suka ya???pasti minho ngikutin hyunyong terus dehhhh,,,,lanjut baca,,,nice FF

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s