[FREELANCE] Still (Part1)

Author                : Nita Yuliani (Noona Flaming Carisma)

Cast                     : All member SHINee

–          Park Hyun Young

–          Choi Jinhya (Hyun Young Best Friend & Lee Jinki Girl Friend)

Length                : Sequel

Genre                  : Romence, Friendship

Rating                 : PG – 15

“Kita akan menyadari betapa pentingnya seseorang setelah kita kehilangan”

Author_

Hyun Young POV

Aku bergegas menyisir rambutku, Minho sudah menungguku dibawah, kami akan pergi kekampus bersama. Minho memang tidak pernah membiarkan aku pergi kemana-mana tanpa dia. Kusematkan jepit berbentuk bintang berwarna biru muda. aku berlari menuju mobilnya.

“Mianhe, lama menunggu ya!!!” ucapku dengan napas tersenggal-senggal

“Gwenchana, aku akan menunggu sampai kapanpun” jawabnya tersenyum kearahku, dia membantuku memasang sabuk pengaman dan mencium keningku.

Minho melajukan mobilnya meninggalkan halaman rumah.

“Oppa~ besok aku akan pergi menghadiri reuni” ucapku memulai pembicaran. Sebenarnya aku agak ragu untuk mengatakan ini padanya, Minho pasti tak akan mengijinkan aku pergi, tapi percuma juga jika aku pergi diam-diam karena Minho pasti tau dimana keberadaanku. Asal kalian tahu ponselku dipasang alat penyadap agar dia tahu kemana saja aku pergi. Dia memang sangat overprotective terhadapku. tapi menurutku itu sangat~ sangat~ berlebihan.

Minho hanya terdiam, dia tetap focus dibalik kemudinya.

“Oppa~ eoteokhe??? Bolehkah aku pergi??” tanyaku sekali lagi, berharap ada keajaiban

“Tidak boleh!!!” jawabnya singkat

“hajiman. . . aku sangat merindukan sahabat-sahabatku waktu SMU, boleh ya Oppa. Jebal!!!!” pintaku agak merengek padanya

Minho menatapku beberapa detik dan kembali focus menyetir, aku terdiam melihat ekspresinya seperti itu. Aku sudah mengerti, itu adalah sebuah isyarat bahwa keputusannya tidak bisa dirubah. Selama perjalanan aku hanya terdiam, aku benar-benar kesal padanya. Dia selalu seperti ini, membatasi semua kegiatanku dan selalu mengaturku.

Kami tiba dikampus, tepatnya halaman parkir. Minho membantuku membuka sabuk pengaman dan membukakan pintu, dan Minho tak pernah sedetikpun melepaskan tangannya dari merangkul bahuku. kami berjalan melewati orang-orang yng menatap kearah kami. Orang yang melihat itu menganggapnya sebagai hal yang romantic,

Aku adalah seorang gadis biasa yang dicintai oleh seorang pangeran tampan dan kaya raya. Seluruh Yeoja dikampus ini merasa iri padaku, sebagian orang melihatku disertai dengan decakan kagum tapi ada juga yang melihatku dengan tatapan yang sinis disertai dengan cibiran. Mungkin yang kedua itu adalah mereka para yeoja yang cintanya dicampakan begitu saja oleh seorang Choi Minho.

Tapi mereka melihatku terlalu sempurna, mereka tidak melihat kelelahanku mengikuti keposesifannya, kelelahanku menuruti peraturannya dan juga masih banyak lagi kelelahan yang aku rasakan selama berhubungan dengannya.

“Park Hyun Young”

Aku seketika menoleh mencari sumber suara yang memanggilku. Ternyata dia adalah seniorku, namanya Kim Jonghyun!

“Ne~ Ada apa mencariku???”

“Ah anniyo~Aku tadi lewat dan tak sengaja melihatmu, jadi kuberanikan untuk menyapamu”

“Oh”

“Hyun Young-ssi kau mau datang keacara reuni besok kan???” Jonghyun Sunbae adalah kakak kelasku waktu SMU. Jadi dia juga akan mengikuti acara reuni besok.

Aku gelagapan, aku tidak tahu harus menjawab apa? Sebenarnya aku ingin sekali pergi tapi itu tidak mungkin

Minho berdehem merasa dirinya tidak dianggap. Aku gelapan dan buru-buru mengenalkannya pada Jonghyun.

“Jonghyun Sunbae kenalkan ini namjachinguku” paparku

“Kim Jonghyun Imnida” ujar Jong  mengulurkan tangannya kepada Minho

Minho bersikap acuh dan tidak membalas uluran tangan Jonghyun,

“Palli kita pergi Chagi!!!” ucap Minho menarik bahuku

“Chakamman~ Hyun Young-ssi kau akan datang keacara reuni besok kan???” seru Jong menahan tanganku.Minho melihat itu, wajahnya merah padam. Minho memang tidak suka jika ada namja lain yang menyentuh yeojachingunya.

“Yaak~ lepaskan tanganmu!!!” suara Minho meninggi

“Hyun Young-ssi kau akan datang kan???” Tanya Jong lagi dengan mengacuhkan Minho

Aku berusaha melepaskan genggaman Jonghyun Sunbae tapi genggamannya terlalu kuat

BUUUUUGGGG

Minho melayangkan tinjunya kewajah Jonghyun, Jonghyun tersungkur dan wajahnya berdarah,

“Jonghyun Sunbae~ gwenchanayo???” tanyaku panik dan berniat berlari kearahnya untuk membantunya berdiri, tapi Minho menahanku.

“Jangan pernah menyentuh pacarku!!!! Arra???” Minho berteriak dan menarik tanganku pergi dari sana, tubuhku terombang-ambing mengikuti langkah Minho yang menderu.

“Oppa kenapa kau bersikap sekasar itu???” tanyaku sambil menahan tangannya.

“DIA MENYENTUHMU DIDEPAN MATAKU TADI”

“Dia kakak kelasku. Tidak masuk akal kalau kau cemburu padanya”

“Kakak kelas??? Kau tidak lihat tadi dia melihat mu seperti apa?? Dia itu suka padamu”

“Huh??? Oppa kau sudah keterlaluan” aku benar-benar kesal, sikap cemburunya semakin tidak masuk akal. Aku melepaskan tanganku dari genggamannya dan berlari pergi menjauh darinya.

@@@

Aku menyusuri kampusku dengan langkah gontai, sahabatku Choi Jinhya hanya mengernyitkan dahinya ketika melihat ku. “Hey kau kenapa???” tanyanya menghampiriku

Aku tersontak kaget karena dia tiba-tiba dia ada disampingku. “Jinhya-ah aku mau curhat” ucapku sambil menangis

“Aigo~ kau kenapa??? Kajja! Kita cari tempat untuk mengobrol” seru Jinhya memapahku menuju kantin kampus

Aku masih sesenggukan saat tiba dikantin sementara Jinhya pergi membeli minuman.

“Malhaebwa~ Apa ini soal Minho lagi???”Tanya Jinhya dengan dua jus ditangannya, aku meraih jus itu dan langsung menegnggak habis isinya.

“Aku ingin putus dengan Minho Oppa” lanjutku

Jinhya tersedak saat mendengar perkataanku “Mworago???” tanyanya tak percaya

“Noerago~ aku ingin putus dengan Choi Minho” jelasku lagi

“Wae???” Tanya Jinhya penuh penasaran

“Aku benar-benar sudah tak tahan dengan sikapnya. Aku merasa kalau aku ini bukan pacarnya melainkan bonekanya” ucapku masih sesenggukan, lalu kuceritakan semuanya pada Jinhya soal kejadian ditempat parkir tadi.

Jinhya menarik napas dalam mengelus rambutku yang dibiarkan terurai panjang. “Kau yakin dengan keputusanmu itu??? Kau taukan Minho tidak akan dengan mudahnya melepasmu begitu saja”

Aku mengangguk, masih terus menangis. “Tapi aku benar-benar sudah tidak tahan. Jinhya-ah maukan kau membantuku” ucapku menarik-narik lengan kemejanya

Dia menatapku sebentar lalu mengangguk.

***

Aku dan Jinhya duduk dibawah  pohon besar ditaman kampus. Kulihat Jinhya masih asik dengan diktat-diktat yang ada dihadapanya, sedangkan aku? Aku masih bolak-balik membaca paragraph ini tapi tak ada satupun kalimat yang menempel diotakku. Aku menghela napas dalam, kututup diktatku aku mendongak ketika daun – daun berguguran mengeni wajahku. Kulihat sepasang burung hinggap dari satu pohon ke pohon lain kemudian terbang bebas dan sangat jauh sehingga mataku tak bisa mengikuti kemana arah mereka terbang.

“Aku rindu kebebasan” desahku pelan tapi masih bisa didengar oleh Jinhya yang duduk disampingku. Jinhya menoleh kearahku, dia tau maksud ucapanku barusan. Jinhya tak mengatakan apapun dia hanya memegang pundakku memberi kekuatan.

Tiba- tiba suasana  menjadi ramai disertai dengan pekikan para Yeoja yang berada disana. Aku dan Jinhya sudah bisa menebak siapa yang datang. keempat namja yang terkenal dengan ketampanan, otak yang cerdas juga kekayaan orang tua yang melimpah. Yap… mereka adalah 4Prince of University (Eitsss tapi ini bukan F4 ya!!! #catet) mereka terdiri dari Lee Jinki, Kim Kibum, Choi Minho mereka bertiga adalah senior kami sedangkan anggota terakhir adalah Lee Taemin dia seangakatan denganku.

Selain pangeran dikampus ini, mereka adalah anak-anak yang terlahir dari keluarga super kaya. Lee bersaudara yaitu Lee Jinki dan Lee Taemin, mereka adalah anak dari Lee So Man pemilik SME.  Kim Kibum, ayahnya adalah seorang sutradara terkenal sedangkan ibunya adalah seorang designer dan yang terakhir Choi Minho, dia anak tunggal dari Choi Hyun Woo pemilik beberapa hotel bintang lima, beberapa resort, dan juga beberapa pusat perbelanjaan di korea Selatan, Ayah Minho juga yang memiliki kampus ini. Lee Jinki adalah kekasih sahabatku Choi Jinhya, sedangkan Choi Minho dia adalah kekasihku.

Keempat namja itu menghampiri kami, Taemin dan Kibum duduk menghadap kearahku dan Jinhya, Jinki duduk disamping Jinhya. Minho duduk disampingku, dia merangkul  dan mencium keningku. Dia memang selalu melakukan ritual itu setiap kali kami bertemu atau sebaliknya, bahkan seisi kampus ini sudah terbiasa melihatnya, dia mengernyitkan keningnya ketika melihat ekspresi wajahku yang terkesan datar.

“Kau sakit???” Tanya Minho membelai rambutku dengan lembut

Aku menggeleng perlahan

“Ya Jinhya kau apakan pacarku???” sungut Minho

“Mwoya????” sahut Jinhya tak terima

“Oppa~ aku – aku… aku ingin putus saja” ucapku terbata-bata. Tanganku bergetar, keringat dingin keluar dari tubuhku. Aku mencari tangan Jinhya, Yap dapat!!! Aku mengenggam tangannya dengan erat, Jinhya tolong aku!!!!

Suasana hening, Kibum dan Taemin saling berpandangan, Jinki menatap Jinhya dalam, tatapannya mengisyaratkan -ada apa ini sebenarnya??? Aku benar-benar takut Minho akan marah dan memukulku. Tapi dia malah tertawa terbahak – bahak,  Aku terkejut. kenapa begini????

Minho berhenti tertawa, kini ekspresi wajahnya berubah menjadi sangat serius. Aku menggenggam tangan  Jinhya lebih erat lagi.

“Ku anggap kau tak pernah mengatakan ini.” Ucapnya menatapku dalam,  ia mencium keningku. Kemudian dia berlalu diikuti Kibum dan Taemin, Jinki mengekor setelah memberi isyarat pada Jinhya bahwa mereka harus bicara.

Aku terkulai lemas, Jinhya mengelus bahuku. eoteokhe????

***

Author POV

Jinki & Jinhya

“Jadi bagaimana????” Tanya Jinhya pada Jinki. Jinki hanya terdiam setelah mendengar cerita Jinhya tentang keinginan Hyun Young yang ingin berpisah dari Minho.

“Entahlah??? Minho tidak akan membiarkan ini” ucap Jinki

“Aku tau itu, tapi sahabatku sangat menderita. Dia benar – benar tak tahan dengan sikap Minho yang begitu overprotective padanya.”

“Minho melakukan semua itu karena menyayangi Hyun Young”

“Iya, Tapi terlalu berlebihan. Siapa yang akan sanggup  jika semua kegiatan kita dibatasi, handpone kita dipasang penyadap agar dia tahu dimana pacarnya berada, dan masih banyak lagi kelakuan Minho yang menurutku tidak masuk akal.” Cerocos Jinhya

Jinki terdiam

“menurutku ini hanya akal-akalan Minho agar ia tidak ketauan selingkuh” celetuk Jinhya

“Hey kau jangan menjelek – jelekan sahabatku seperti itu” sungut Jinki

“Cih~  seisi kampus ini sudah tau kelakuan Minho, berapa kali dia gonta-ganti pacar? Tidak sedikit Yeoja yang mengemis cintanya dan banyak juga yeoja yang patah hati karena Minho mencampakan mereka begitu saja. Kita juga tidak tau berapa wanita yang sudah tidur dengannya?” cerocos Jinhya lagi

“Yaak!!!!” bentak Jinki hampir menjitak yeojachingunya.

Jinhya menghindar dan melindungi kepalanya dengan tangannya yang membentuk huruf X. “Huh? Kenapa membentakku begitu? Kau ini kekasihku atau Minho??” sungut Jinhya kesal

Kini malah mereka yang bertengkar, Jinki hanya menggaruk – garuk kepalanya saat melihat Jinhya yang pergi meninggalkannya. Asssshhhh!!!!

***

Minho cs kini tiba disebuah kelas. Tanpa dikomando semua orang yang berada disana pergi meninggalkan ruangan. Minho menggerutu karena dia kalah bermain game  -dia hampir membanting PSPnya karena kesal., Kibum masih merapikan rambutnya karena tersibak angin, Taemin masih asik dengan MP3 Playernya, Jinki tiba dengan muka masamnya.

“Hyung kau dari mana???” Tanya si dongsaeng tanpa mengalihkan pandangannya dari MP3 Playernya itu

Jinki hanya terdiam, dia melemparkan tubuhnya diatas kursi disamping Kibum. Dan Kibum? dia tetap melanjutkan aktifitasnya yaitu bercermin.

“Aku bertengkar dengan Jinhya” seru Jinki dengan wajah masamnya.

Minho tertawa agak keras sambil berujar “Kasian kau Jinki!!!!”

“Cih~  yang seharusnya kasian itu dirimu, pacarmu sudah minta putus tapi kau tak mau melepaskannya” celetuk Kibum masih dalam posisi bercermin

Minho mendongak, wajahnya merah padam. Suasana hening!

“Sampai kapanpun aku tak akan melepaskan Hyun Young” Minho membanting PSPnya hingga benar-benar hancur dan menendang kursi yang ada didepannya lalu pergi meninggalkan Jinki, Kibum dan Taemin.

“Asssshhhh dasar Kau!!! Suasana hatinya sedang tidak baik kenapa kau malah buat dia tambah marah!!!” Omel Jinki tapi Kibum malah mengangkat kedua bahunya dan mengembungkan kedua pipinya yang putih.

Taemin hanya menengok, mengedip – ngedipkan matanya dan kembali ke MP3 Playernya.

***

Minho menyusuri koridor kampus, dia memasukan tangan kirinya kedalam saku celanya, tangan kanannya memegang tas ransel yang  menempel dibahunya. Ia melihat Hyun Young memasuki ruang perpustakaan. senyuman kecil tersungging dibibirnya. Ia mengubah arahnya menjadi berbelok ke perpustakaan.

Hyun Young menyusuri setiap rak buku yang ada diruangan itu, ia tercekat saat Minho sudah ada dibelakangnya dan memeluknya erat, Hyun Young berusaha melepaskannya tapi Minho malah memperkuat pelukannya.

“Ya Oppa aku mohon lepaskan aku” pinta Hyun Young masih berusaha melepaskan pelukan Minho

“Wae? Disini kan tidak ada orang??”bisiknya ringan

“Lepaskan kataku” nada suara Hyun Young meninggi, Minho langsung melepaskannya

“Aku mohon aku ingin kita putus, biarkan aku pergi! Aku benar-benar sudah tidak tahan dengan sikapmu.”

“Sekeras apapun kau memohon padaku aku tidak ingin putus denganmu. Kau hanya milikku” ucapnya tegas.

“Kau egois!!! Kau selalu memaksakan kehendakmu sendiri.” Ucap Hyun Young lirih

“Aku tidak peduli. itu adalah caraku untuk tetap bersama orang yang aku cintai” sahutnya .

Minho mencium Hyun Young secara paksa, Hyun Young menolak, memukul dan menendangnya tapi dia tak berdaya. Hyun Young runtuh, terkulai lemas. Minho pergi setelah berhasil mendapatkan yang dia inginkan. Dia benar-benar sangat kasar, aku lelah, aku benar-benar ingin semua ini berakhir, Batin Hyun Young. dan kini air matanya menetes membasahi pipinya yang putih.

***

Hyun Young POV

Keinginanku untuk berpisah dengan Minho semakin kuat. Kumantapkan hatiku bahwa hari ini aku harus benar-benar berpisah dengannya, aku tidak peduli dia mau menerimanya atau tidak, Aku tetap ingin berpisah. Aku benar – benar lelah dengan sikap egois dan tempramentnya. Aku juga lelah mengikuti semua keinginannya. Aku harus bisa, Hyun Young-ssi Hwaiting!!!

***

Aku sudah mengirim pesan pada Minho untuk mnemuiku dikampus hari ini. Hari minggu??? Yang benar saja? Aku terpaksa melakukan ini karena aku benar-benar sudah tidak tahan. Bahkan untuk menunggu besok saja aku sudah tidak mau.

“Kau yakin bisa???” Tanya Jinhya, ada segurat kekawatiran disana.

“Meskipun dia bilang tidak mau, aku akan tetap pergi dari sisinya. Jinhya-ssi doakan aku ya”

“Tentu saja!!! Hyun Young-ssi Hwaiting!!!” ujar Jinhya sambil mengepalkan tangannya

“Sebesar itu keinginanmu untuk berpisah denganku???” Tanya Minho yang tiba-tiba sudah ada dibelakangku dan Jinhya. Aku dan Jinhya terperangah

“Ya Sunbaenim kau membuat kami kaget saja” ucap Jinhya

“Diam kau! Ku pastikan kau tidak akan selamat karena mandukung keinginan Hyun Young” ucap Minho menatap Jinhya dengan tajam. Jinhya terlihat sangat ketakutan ini baru pertama kalinya kami melihat ekspresi Minho semarah itu.

“Oppa ini bukan salah Jinhya. Ini murni keinginan ku putus denganmu”

Minho mencengkram bahuku

“Awww… lepaskan aku. kau menyakitiku!!!” ucapku meringis kesakitan

“Jangan pernah kau permainkan aku Hyun Young-ssi. Aku tidak akan membiarkanmu pergi!!!”

Kulihat tatapan matanya sangat tajam, entahlah aku merinding melihat dia dengan ekspresi seperti itu, ini pertama kalinya buatku. Jinhya menendang kaki Minho dan melepaskan cengkraman tangannya dari bahuku “Hyun Young-ssi lariiiiii!!!!” teriak Jinhya.

Aku panik kemana aku harus lari aku melihat Jinhya sekuat tenaga menahan Minho yang ingin berlari mengejarku.

“Minggir kau!!!” Minho berteriak.

Jinhya tak memperdulikan Minho yang sudah sangat marah ia terus berteriak untuk menyuruhku lari. Aku berlari sekencang mungkin, aku tidak tau harus kemana? aku bingung, aku mengikuti langkah kakiku. Aku menyalahkan diriku sendiri kenapa aku tak mendengarkan nasehat Jinhya untuk menunggu besok saja. Kenapa harus sekarang disaat tidak ada orang dikampus. Minho pasti menemukanku dia sangat hapal kampus ini. Jinhya bagaiman keadaanmu disana??? Apa kau terluka??? Aku takut dan panik, wajahku pucat, aku terus menangis.

***

Author POV

“Ya Jinhyaa minggir kataku!!!”

“SIREOH!!!” ucap Jinhya tetap menghalangi langkah Minho

“Minggir atau kau aku cium!!”

Jinhya terkejut dengan perkataan Minho barusan, ia berusaha menutupi ketakutannya. “Kau tidak akan berani Minho-ssi aku kekasih Lee Jinki sahabatmu” ucapnya

Minho tersenyum sinis pada Jinhya “Cih~ berapa kekasih Lee Jinki yang aku rebut dari sisinya?! Itu bukan masalah buatku jika aku harus menciummu” ujar Minho mendekatkan wajahnya kearah Jinhya.

Minho melingkarkan tangannya kepinggang Jinhya dengan erat dan wajah mereka sangat dekat. Jinhya ketakutan ia menampar Minho berkali-kali tapi Minho memegang kedua tangan Jinhya dengan satu tangannya dan tangan yang satunya lagi tetap memeluk pinggang Jinhya. Jinhya menundukan kepalanya, ia menangis, ia sangat takut.

Minho melepaskan pelukannya, Jinhya ambruk ketanah ia terkulai lemas, keringat dingin keluar dari tubuhnya. Minho pergi untuk mencari Hyun Young, Minho berjalan santai menyusuri setiap koridor.

***

Sebuah  mobil diikuti oleh motor sport yang berhenti secara mendadak, jaraknya hanya beberapa meter dari tubuh Jinhya yang terduduk ditanah, remnya terdengar berdecit karena sipengemudi berhenti secara mendadak dan tanpa persiapan.

“Jhagiya gwenchanayo????” Tanya seorang yang turun dari mobil dan suaranya sangat Jinhya kenal

“Oppa~!!!” Jinhya menangis dan berhambur kepelukan Lee Jinki

Kibum mengikuti Jinki keluar dari mobil dan Taemin turun dari motor sportnya.

“Ada apa yeobo??? Apa terjadi sesuatu?? Apa Minho menyakitimu????” Tanya Jinki panik memeluk Jinhya erat

Jinhya hanya terdiam, dia tidak ingin Jinki tahu apa yang baru saja Minho akan lakukan padanya.

“Mana Hyun Young???” Tanya Kibum dan Taemin bersamaan melihat kesekeliling

“Hyun Young?? Dia berlari kedalam kampus sekarang Minho sedang mengejarnya.” Ucapku panik

Key merogoh ponselnya ia mencoba menghubungi Minho tapi sibuk, kali ini ia menghubungi Hyun Young. tidak aktif!!!

“Bagaimana???” Tanya Jinki tetap memeluk Jinhya

Kibum menggeleng lemas. “Taemin kau coba hubungi Minho, dia dekat dengamu???” perintah Kibum, Taemin menurut dan mulai menekan Keypad ponselnya tapi hasilnya sama.

“Aku khawatir pada Hyun Young, Minho orang yang sangat nekat!!!” kata Jinki

Pemaparan Jinki membuat Jinhya takut. “Kita harus mencari Hyun Young sebelum Minho!!!”

“Tidak mungkin berhasil, Minho pasti sudah menemukannya. Seluruh kampus ini dipasang cctv!!!” perkataan Kibum diikuti dengan anggukan dari Taemin

“Kemana kira-kira Minho membawa Hyun Young? Tidak mungkin kerumahnya kan??” Tanya Kibum lagi

“Apa mungkin ke apartementnya?” sahut Jinki menebak

“Kau benar!!! Minho pasti membawa Hyun Young kesana!!!” sahut Taemin

“Cepat kita harus bergegas!!” ajak Kibum

“Aku mengantar Jinhya dulu” Jinki membantu Jinhya berdiri dan memapahnya masuk kemobil.

“sebaiknya Jinhya Taemin saja yang antar, Minho patuh padamu Jinki!!!” ucap Kibum

Minho memang agak lunak terhadap Jinki. Jinhya setuju diantar pulang oleh Taemin. sementara Jinki dan Kibum menuju apartement Minho.

***

Hyun Young mulai lelah, kakinya sudah tidak kuat untuk berlari lagi.. Hyun Young sekarang berada dilantai paling atas, dia memberanikan diri untuk memasuki ruang gudang yang pengap dan gelap. dia terlalu takut dengan Minho. melihat ekspresinya tadi, jelas-jelas Minho sangat marah. Hyun Young benar-benar takut, seluruh tubuhnya menggigil, dia panik, keringatnya terus mengucur dengan deras begitu juga dengan air matanya. Hyun Young benar-benar hapal dengan watak Minho, Minho akan melakukan apapun untuk mencapai semua keinginannya.

Jantung Hyun Young hamper loncat saat pintu gudang terbuka dengan perlahan, Hyun Young mendengar suara langkah mendekatinya, Hyun Young menutup mulutnya dengan kedua tangan. Napas Hyun Young tersenggal-senggal, ia menangis. Suara langkah kaki itu semakin dekat, ia menutup wajahnya dengan kedua tangannya,  dan Hyun Young menjerit saat ada sebuah tangan yang menyentuh wajahnya….

To Be Continued________________

Mian ya kalo ff nya Crispy banget alias Gariiiiiing Gila!!!!

Silahkan tinggalkan komentar~

24 thoughts on “[FREELANCE] Still (Part1)

  1. Allow ak reader bru disini
    ampun thor rada g rela minho dbuat over gt
    tpi critany bagus kok
    kok jonghyun g masukin gengny minho?

  2. Huaaaaaaa, Minho-kuuu kenapa jadi jahat sekali seperti iniiiiii..??? *nangis guling-guling* *digelindingin jauh-jauh sama The Flames se-Indonesia*

    Tapi seru banget ini ceritanya, bisa banget bikin pembacanya ikut deg-degan, penggunaan bahasa dan tanda bacanya juga bagus.🙂

    Lanjut!

    -wc-

  3. Wahhhh keren ini ffnya,,,,minho overprotectif bgt,,,,ckckckkckckc,,,knp sayang bgt ya sm hyunyong???penasaran bgt bgt,,,kasian jinhya,,,pasti takut bgt,,,,hohohohohoho,,,,kayaknya jjong yg nyelamati hyunyong ya???

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s