The Secret Story [PART 1]

THE SECRET STORY

(PART1)

Author: Deelockey

Main Cast: Lee Jinki, Key, Park Chaerin

Support Cast: The other members of SHINee

Genre: Romantic

Length: Two Shoot

 

Chaerin POV

Nee gin saeng meori nan hwanghol hae

Nal seuchyeogal ddae ajjil han geol nan

Geureol ddaemada nan nee yeppeun eereumeul

Bulleobogo shipeo eereok hae

Jantungku berdegup kencang tiap mendengar suaranya yang indah ini. senyumku tak pernah lepas saat melihatnya menyanyi. Sesekali dia melemparkan senyum mautnya kearahku membuatku semakin melayang. Huh, mungkin tak hanya aku saja yang merasa senang tapi semua yeoja disini berteriak histeris saat melihat malaikatku tersenyum.

“SHINEE!!!!!!!”

 

***

Kulangkahkan kakiku menuju backstage. Tanpa IDcardpun aku bisa bebas masuk sini kapan saja. Walaupun ragu-ragu aku tetap saja berjalan lurus. Setiap orang melihatku aneh tapi kemudian mereka akan tersenyum ke arahku. Membuatku semakin salah tingkah. Kulangkahkan kakiku semakin cepat menuju pintu yang akan kutuju.

SHINee’s Room

Fiuuuh, kuhembuskan nafasku dengan perlahan untuk menghilangkan rasa nervousku. Ya Tuhan, jantungku hampir meledak rasanya! Kubuka pintu itu dengan perlahan.

“annyeong” ucapku pelan, tapi mampu membuat seisi ruangan menoleh kearahku.

“waaa! Anyeong noona!” seru taemin girang kemudian memeluk lenganku dengan manja.

“Noona, nan jeongmal bogoshipeoso…” rengek taemin sambil menarikku kearah sofa.

“hahaha… nado taemin-ah” jawabku sambil mengelus rambutnya yang lembut itu. anak ini memang pintar mencairkan suasana hatiku.

“Noona, kau terlalu memanjakannya” protes minho yang duduk di sebelahku

“huh! Bilang aja hyung iri! Week!” ujar taemin sambil menjulurkan lidahnya

“Cieee, yang lagi seneng punya umma baru nih” goda joonghyun malah membuat taemin mengeratkan pelukannya. Aku jadi  tersipu malu mendengarnya.

“Yaaa, taemin! Lihat umma aslimu ngambek tuh. Dari tadi cemberut aja” komentar minho, sontak aku langsung melirik key yang duduk menjauh dari kami bereempat.

“lagi PMS kali!” celetuk taemin membuat key semankin memanyunkan bibirnya.

“ya, tae-ah… aku bisa dibunuh ummamu kalau kau seperti ini terus” ucapku sambil tertawa

Cklek, pintu ruangan ini terbuka

“omo, rupanya kau sudah disini yeobo” ucap jinki sambil tersenyum manis kearahku. Aaah, lagi-lagi aku melayang saat melihat senyum mautnya itu. sadarkan aku Tuhan!!!

“maaf sudah membuatmu menunggu” kecupan singkat kurasakan di pipi kananku.

“wooo, mesranya” seru taemin, minho dan joonghyun kompak. Aku hanya bisa menunduk malu.

“Ne, gwenchana” jawabku dengan suara bergetar. Sudah kupastikan jantungku beneran meledak saat ini!

“ayo pulang!” jinki menarik tanganku pelan.

“Yaaah, hyung! jangan ambil noona!” rengek taemin seperti anak kecil

“lain kali aku akan menemanimu tae-ah, noona pulang dulu ya” taemin hanya mengangguk sambil memelukku lagi.

“aigooo, manja sekali sih! ckckck” jinki hanya bisa geleng-geleng kepala melihat tingkah taemin

“kami pulang dulu, anyeong” kulambaikan tanganku kearah mereka. sekilas aku tersenyum kearah key, dia malah membuang muka. Jinki semakin menarik tanganku.

Semua mata tertuju kepadaku dan jinki. Bisa kurasakan Jinki semakin mengeratkan pelukannya di pinggangku, membuat jantungku semakin berdebar-debar tak karuan. Pasti semua orang menganggap kami pasangan yang paling mesra. Sebenarnya itu yang kuharapkan, tapi sayangnya ini hanya sandiwara saja.

Saat kami sudah sampai dimobil, kemasaraan itu langsung sirna seketika. Malah keheningan yang menyelimuti kami. Ini memang yang harus kuterima bila menikah karena perjodohan. Jangan pernah berpikir aku mau menikahinya karena dia seorang idola! Sampai sekarangpun aku selalu mencintainya karena dia seorang Lee Jinki, bukan Onew sang leader SHINee. Tapi sayangnya cintaku bertepuk sebelah tangan.

Drrtt ddrrtt

“yoboseyo?” jawab jinki sambil memakai earphonenya.

“ini aku lagi di jalan, kau tidak pulang?” ucapnya lagi

“aaah… kure” dengan hati-hati aku meliriknya, tampak kelembutan diwajah jinki.

“kau juga hati-hati di jalan”

“bye”

Keheningan kembali menyelimuti kami. entah kenapa suasana ini membuatku semakin merasa tertekan. Hatiku semakin terasa sakit menerima semua kenyataan ini. bukan ini yang kuinginkan! Aku tidak bisa terima bila jinki bukan milikku seorang, walaupun status kami sudah menikah. Menyakitkan!

***

“noona! Apa kau tidak merasa lelah jika seperti ini terus?” omel key yang sedang duduk di sofa apartemenku dan jinki. Tentu saja dalam keadaan jinki tidak ada di apartemen, dia sedang ada acara di salah satu stasiun TV.  Aku menghembuskan nafas berat saat mendengar ucapan key.

“aku terlalu sayang padanya key” jawabku sambil membersihkan dapur.

“Arrrgghhh! Kau tidak tau yang sebenarnya noona! Aku tidak bisa melihatmu diperlakukan seperti ini!” kali ini key sudah mondar mandir, sesekali dia mengacak acak rambutnya sendiri karena kesal.

“aku sudah tau semuanya key” jawabku enteng walaupun hatiku ini terasa sakit sekali

“hahaha… Good! Bahkan noona lebih memilih tersakiti hanya untuk mencintai namja yang tidak pernah mencintaimu?” kali ini nada bicara key semakin meninggi.

“sepertinya begitu” jawabku lemah. tiba-tiba tangan key menyusup dari belakang dan memelukku erat hingga tidak ada jarak diantara kami. bahkan aku bisa mendengarkan deru nafasnya yang berat.

“aku tidak tahan melihatmu menderita seperti ini noona” ucapnya lembut.

“key lepaskan aku” pintaku putus asa, tubuhku tidak dapat bergerak sedikitpun.

“Shirro!”

“nanti jinki lihat bagaimana?” tanyaku pada key

“itu lebih baik!” jawabnya tegas. Aku hanya bisa menghela nafas menanggapi sikapnya ini. dari dulu aku tidak akan bisa menang melawannya.

“kau harus ingat, masih ada aku disini yang selalu mencintaimu noona…” ucapnya tulus. Key semakin merapatkan kepalanya hingga pipiku dan pipinya bersentuhan. Sudah berkali-kali aku mendengar pernyataannya ini.

“kau tau kan jawabanku apa…” key mengendurkan pelukannya setelah mendengar ucapanku. Aku berbalik dan menatap wajahnya yang murung. Kutatap matanya lekat-lekat.

“kau sudah kuanggap sahabatku sendiri key, jangan membuatku menjadi serba salah” kubelai pipinya yang lembut itu.

“aku tidak peduli noona…” jawabnya sambil mengecup tanganku lembut. Hhh, permainan apa lagi ini?

***

Kurebahkan tubuhku di sofa ruang tamu. Baru saja key pulang karna sudah di telfon berkali-kali oleh managernya. Kalau tidak begitu dia bakal betah tinggal disini. Kupejamkan mataku sesaat.

Segala macam pikiran menyeruak di otakku. Tak pernah kubayangkan kisah cintaku serumit ini, sesakit ini. sudah hampir dua bulan aku menjalani kehidupan menjadi istri jinki. Dua bulan pula aku sangat dekat dengan key.

GILA memang! Tapi entah mengapa aku juga merasa nyaman disampingnya. Walaupun dihatiku hanya ada jinki seorang, tapi tak dapat dipungkiri kalau aku juga butuh seorang sahabat, aku butuh teman untuk berbagi isi hatiku. Dari awal ini salahku, aku selalu tergantung pada key. Sampai akhirnya dia malah jatuh hati padaku. Bagaimana ini?

***

“kau sudah pulang…” sapaku lemah, aku terbangun saat jinki membuka pintu kamar. jinki hanya tersenyum ke arahku dan segera masuk kamar mandi. Kulirik jam dinding kamarku menunjukkan pukul dua pagi.

“apa perlu kubuatkan makan malam?” tanyaku saat mendapatinya sudah memakai piyama dan merebahkan tubuhnya disampingku.

“tidak perlu, aku sudah makan malam” jawabnya sambil menatapku. Membuat jantungku berdetak tak karuan.

“ooh… kuresseo”

“aku tidur ya, good night” jinki mulai menutup matanya. Lagi-lagi seperti ini. Hampir setiap malam selalu seperti ini. Ingin rasanya aku bisa mengobrol dengannya lebih lama seperti pasangan suami istri lainnya. Tapi itu sepertinya mustahil untuk pasangan sepertiku dan jinki. Yang dapat kulakukan hanyalah menatapnya dalam diam.

***

Sepertinya pagi ini dewi fortuna sedang memihak kepadaku, entah sudah sekian lama aku dan jinki tidak pernah sarapan pagi bersama. Dia terlalu sibuk dengan aktivitasnya, dan membiarkanku sarapan sendirian dirumah.

“kenapa senyum terus dari tadi? Apa ada yang aneh denganku?” Tanya jinki sambil mengernyitkan dahinya.

“ani… anieyo… lanjutkan saja sarapanmu” ucapku dengan riang.

“kau tidak makan?” tanyanya lagi sambil melahap makanannya

“aku sudah makan tadi” jelas saja aku bohong! Melihatnya makan di depanku saja membuatku merasa kenyang. Hehehe😀

“apa kau tidak ada acara hari ini?”

“uhm, sepertinya tidak ada. Wae?” jawabku sambil membereskan meja makan.

“ikut aku ke SME, dari kemarin taemin merengek terus ingin bertemu denganmu” ujarnya dengan kesal

“hahaha… ada apa lagi dengan anak manja itu? baiklah aku ganti pakaian dulu” setelah mengganti pakaian aku segera menghampiri jinki. Hanya berjalan di belakangnya saja membuat jantungku berdengup kencang. Andai saja aku bisa meraih tangannya dan menggenggamnya, mustahil.

***

Lagi-lagi seperti ini. Saat kami sudah sampai di SME jinki langsung menggandengku sesekali mengecup kepalaku, membuat orang-orang lainnya menatap iri kearah kami. Dan entah kenapa aku selalu terhanyut dengan sandiwara ini.

“eh, yang lainnya kemana?” Tanya jinki saat kami sudah sampai di ruangan SHINee.

“oh mereka sedang ada acara, lebih baik kau siap-siap juga setelah ini kau harus tampil di KBS” jelas manager SHINee.

“Ok boss! Kau disini sendirian tidak apa-apa kan?” Tanya jinki padaku.

“hey, I’m not a child again” jawabku sambil menggembungkan pipiku

“hehehe, baiklah. Aku tinggal dulu” jinki mengampiriku dan mencium keningku

“noona aku titip istriku yaaa….” seru jinki pada coordi eonni (stylist shinee) kemudian keluar dari ruangan. Aku membeku untuk beberapa saat. Bagaimana bisa jinki mengucapkan kalimat itu dengan mudahnya.

“aigooo, kalian ini memang mesra sekali ya? benar-benar best couple deh” ujar coordi eonni sambil mengacungkan kedua ibu jarinya. Aku hanya bisa tersenyum menjawab komentar coordi eonni. Seharusnya aku bahagia mendengarkannya, tapi kenapa malah lidahku kelu untuk menjawab semua itu.

“waaaaa! Ada chaerin noonaaaaa!!!!!” seru taemin girang saat mengetahui aku ada di ruangan SHINee. Taemin segera berlari kearahku dan memelukku erat.

“noonaaaa…” sapa joonghyun dan minho

“anyeong” sapaku pada mereka, tak begitu lama key juga datang. Dia tampak sedikit shock saat melihatku ada disini, tapi kemudian dia tersenyum manis ke arahku.

“aaah, aku lapar..” keluh minho sambil mengelus-elus perutnya dengan melas, kasihan sekali dia.

“bagaimana kalau kita makan di resto depan gedung ini?” usul joonghyun dan langsung dijawab anggukan mantap oleh minho, taemin dan key.

“noona ikut yah…” rengek taemin sambil menarik-narik tanganku.

“baiklah anak manja..” jawabku sambil mengelus rambut taemin, entah kenapa aku tidak akan pernah bisa menolak permintaan anak ini. Dengan polosnya taemin bergelayut manja di lenganku.

“Taemin jangan merajuk seperti itu, nanti kalau shawol liat bagaimana? Bisa hancur reputasi chaerin noona sebagai istri onew hyung gara-gara masalah sepele seperti ini” protes joonghyun.

“noonaa…” rengek taemin yang hampir menangis saat ditarik dari lenganku oleh minho.

“ssst… aku masih disini tae-ah…” ujarku padanya. Terkadang aku masih tidak percaya kalau umurnya sudah 18 tahun. Padahal aku selalu menganggapnya sebagai anak-anak, dia masih terlalu polos.

“itu akibat perbuatanmu noona. Kau terlalu memanjakan taemin” bisik key yang ternyata sudah ada di sampingku, sedangkan minho dan joonghyun sibuk menggandeng taemin.

“huh, seperti aku tidak pernah memanjakanmu saja” jawabku sambil tersenyum kecil, kemudian kami masuk ke dalam lift untuk turun ke lantai dasar. Saat Taemin, minho dan joonghyun sedang sibuk berbincang-bincang tiba-tiba tanpa kuduga key mencium pipiku. Aku segera menoleh ke arahnya tapi sialnya malah bibirku menempel pada bibirnya.

TING

Pintu lift terbuka, saat itu juga key menarik bibirnya dan keluar dengan santainya. Aku melangkah dengan gontai mencoba menenangkan jantungku yang hampir meledak karena serangan dadakan oleh key tadi. Untung saja tidak ada yang melihat. Key sialan! Dia selalu mengambil kesempatan dalam kesempitan, gerutuku dalam hati.

***

“waah, masista!” seru minho dan menyantap makanannya dengan sangat lahap. Sepertinya dia beneran kelaperan deh.

“tae-ah kamu mau makan apa? Sini noona ambilin” dengan semangat taemin menunjuk makanan yang dia suka.

“sudah-sudah, sini biar aku yang ambilin. Kamu makan aja noona!” key langsung mengambil piring taemin dan mengambil makanan yang disukainya.

“kok hyung sih yang ngambilin? Aaah, gak seru!” ujar taemin sebal sambil mengerucutkan bibirnya.

“uda jangan cerewet. Cepat makan!” ucap key tak mau kalah

“noona suapin?” pinta taemin manja membuat joonghyun dan minho tersedak, key semakin melotot kearah taemin.

“baiklah, sini ayo aaaa….” Dan lagi-lagi key mengambil sendok makanan taemin.

“biar aku saja yang nyuapin. Ayo buka mulutmu taemin!”

“Shirro!!!! Lebih baik aku makan sendiri. huh, hyung jahat! Aku gak mau punya umma kayak hyung! week!” taemin menjulurkan lidah kearah key. Aku tertawa melihat tingkah mereka berdua.

“MWO?! Kau bilang apa tadi?” kali ini key menatap taemin dengan tajam

“eh, ralat! Hyung memang ummaku yang paling baik. Hehehehe” taemin tersenyum hambar.

“great! Anak pintar!” key mengelus-elus rambut taemin dengan senyum devilnya. Membuat taemin semakin begidik ngeri.

“kau keterlaluan key!” ujarku padanya

“so what? Kapan mandirinya dia kalau dimanjain terus” ucapan key memang benar sih. setelah itu kulanjutkan memakan makananku. Tunggu sebentar, sepertinya ada yang aneh dengan pencernaanku…

“aku ke toilet sebentar” dengan langkah cepat aku masuk toilet itu.

“hhoooek, hhhoooeeek….” Kumuntahkan seluruh isi perutku

“aahh.. sakit..” ujarku pelan. kubersihkan mulutku dan kembali ke meja makan. susah payah aku menahan agar terlihat baik-baik saja. Saat aku minum mocca floatku tiba-tiba aku ingin muntah lagi.

“sebentar…” aku segera berlari ke toilet dan lagi-lagi mengeluarkan isi perutku.

“noona gwenchana?” Tanya taemin yang terlihat sangat cemas saat melihatku. Tapi sepertinya bukan taemin saja tapi joonghyun, minho dan tentu saja key menatapku dengan khawatir.

“aah… gwenchana hanya tidak enak badan saja” jawabku sambil mencoba tersenyum.

“kita kembali ke ruangan saja… ayo noona” ucap key sambil membantu memapahku

***

Author POV

“onew hyung noona sakit…” rengek taemin saat jinki masuk ke dalam ruangan SHINee

“hah?! Jinja???” dengan segera jinki menghampiri chaerin

“gwenchana?” Tanya jinki sambil meletakkan tangannya ke dahi chaerin. Sesekali membelai pipi istrinya itu dengan sayang.

“hu um…” chaerin mengangguk lemah pipinya merona merah karena perlakuan jinki itu

“joong, aku pulang duluan ya. tolong beritahu hyung (manager) kalau chaerin sakit” jinki segera memakaikan jaketnya ke tubuh chaerin. Dan memapah tubuh istrinya dengan perlahan.

“hyung jaga chaerin noona…” komentar minho

“ne… arasseo!”

“noona, cepat sembuh…” ucap taemin lembut, chaerin hanya membalasnya dengan senyuman

“anyeong…” ucap chaerin yang terdengar seperti bisikan lemah. key menatap kepergian chaerin dan jinki dengan amarah.

***

Chaerin POV

Kubuka mataku yang terasa berat dengan perlahan

“aarrgghh…” kepalaku pusing sekali rasanya.setelah beberapa saat denyutan di kepalaku sudah mulai menghilang. kuambil ponselku yang tergeletak di meja. Baru saja ponselku kunyalakan sudah muncul berpuluh-puluh sms, sebagian dari taemin, joonghyun, minho dan sebagian besarnya jelas dari key.

Drrrtt… drrttt…

“yoboseyo…”

“hhhh… akhirnya diangkat juga… bagaimana keadaanmu jagi?” keningku semakin berkerut mendengar ucapannya, hah… masa bodo lah!

“semakin membaik” jawabku singkat

“onew hyung ada di rumah kan?” kuedarkan pandanganku dan menemukan ponsel jinki ada di meja.

“tentu saja ada… wae?” kudengar hembusan nafas key yang berat

“baguslah, cepat sembuh noona. Saranghae…”

Tuuut… tuuut…

Kepalaku kembali pening memikirkan semua ini. key, sampai kapan dia akan memperlakukanku seperti ini terus. aku takut terbuai dengan perhatiannya itu. andai jinki seperti key…. Batinku dalam hati

Cklek

“hei, bagaimana keadaanmu?” jinki medekatiku sambil membawakan nampan besar.

“uhm, gwenchana” kutegakkan tubuhku dan membiarkan dia duduk disebelahku

“ini, makanlah… dari tadi siang kau belum makan kan?”Tanya jinki sambil menata makanan yang mungkin dibuatnya sendiri

“biar kusuapi saja” kata jinki saat aku hendak mengambil salih sendok yang ada di genggamannya.

“eh…” aku menatapnya heran

“ayo, aaa….” Mukaku memanas. Ah, baru pertama kali ini jinki bersikap seperti ini di luar public.

Kumakan makanan itu dengan lahap, tak peduli bagaimana rasanya, asal jinki yang membuatkannya pasti terasa nikmat. Tatapan jinki serasa membiusku, tak perlu banyak berbicara tapi sanggup membuatku ingin meleleh. Ah, sepertinya malam ini aku adalah istri terbahagia di muka bumi ini.

***

Kehidupanku kembali seperti semula lagi. Setelah kejadian malam itu hubunganku dan jinki tetap sama seperti hari-hari sebelumnya. Apa dia tidak bosan memainkan sandiwara ini? selalu berbohong dihadapan public, memamerkan kemesraan denganku tapi kalau di apartemen dia bahkan lupa kalau punya istri. Mungkin karena aku sangat menyayanginya aku bisa bertahan hingga sejauh ini, bahkan rela mencintai jinki yang jelas-jelas tidak mencintaiku. Kuhela nafas panjang mencoba menghilangkan segala sesal dihati.

TING TONG

Aku beranjak dari sofa dan membukakan pintu apartemen.

“anyeong chaerin-ssi…” aku terdiam terpaku beberapa saat

“eh… anyeong silahkan masuk” kupersilakan dia masuk dan menyuruhnya duduk di sofa

“uhm, mau minum apa?” tawarku padanya

“tidak perlu, aku tidak akan lama disini jadwalku sungguh padat…” jawabnya angkuh

“ada keperluan apa kemari Jessica-ssi?” tanyaku gugup. Baru pertama kali ini aku berhadapan langsung dengan yeoja yang sangat disayangi jinki. Melihatnya saja membuat hatiku sangat sakit. Dia tersenyum ke arahku kemudian berkata dengan tenang.

“kau tau kan bagaimana hubunganku dengan onew?” tanyanya to the point. Aku menjadi gelagapan sendiri, tubuhku tiba-tiba terasa dingin.

“tentu saja hubungan diluar pekerjaan, semua orang juga tau dia partner vokalku. Dia sering berduet denganku” jelasnya lagi. Jessica menatapku lekat-lekat menunggu jawaban dariku

“ne… aku tau” jawabku pelan sambil terus saja menunduk

“baguslah! Aku yakin kau sangat mencintai jinki. Hahaha, yeoja mana yang tidak mau di tunangkan dengan onew sang leader shinee?! tujuanku kesini hanya ingin mengingatkanmu, bila yang dicintai jinki itu bukan kau tapi AKU. Jadi, bisakah kau menceraikan jinki? Aku sudah muak dengan semua ini!!!!” cerca Jessica dengan amarah. Dia segera berdiri dan hendak meninggalkanku tapi kucekal tangannya.

“chakanman! Tidak seperti itu Jessica-ssi, saat tunangan aku bahkan tidak tau bahwa calon tunanganku adalah jinki. Aku sungguh mencintainya sebagai namja biasa” jelasku dengan suara parau. Airmataku ini terus saja mengalir.

“Cih!!!! Dengar, aku tidak peduli dengan pertunangan konyol ini. andai saja bukan karena jabatan orang tua kalian mungkin aku yang sudah menjadi istri jinki!!!! Kau memang pengganggu!” bentak Jessica dan mendorong tubuhku kuat-kuat. Aku terjungkal kebelakang sangat keras. Berdiripun rasanya tak sanggup, perkataan Jessica ternging-ngiang di kepalaku.

“aku akan merebut jinki darimu bagaimanapun caranya!” ucapnya sinis kemudian menjauh dari hadapanku.

BLAM

Setelah kepergian Jessica aku menangis sejadi jadinya. ketakutanku selama ini datang juga!

Drrrt… ddrrttt…

From: 088XXXX

Jangan beritau onew kalau aku menemuimu.  Arasseo? Jessica

Apa yang harus kulakukan? Aku tidak bisa melepaskan jinki begitu saja, aku sangat mencintainya! Otthoke???

***

Author POV

Jam sudah menunjukkan pukul 11 malam. Seharusnya jam segini semua orang pasti terlelap tidur, tapi tidak untuk chaerin. Malam ini seperti malam penyiksaan baginya.

“aaaarrgghhh, sakit! Huhuhuhu….” Tak henti-hentinya chaerin menangis keras sambil berguling guling di atas ranjangnya. Chaerin terus memegangi perutnya yang sangat sakit. Tidak ada yang menolongnya, dia sendirian dirumah.

“jinkiiii… huhuhuuuuu…. Appo(sakit)” rintih chaerin pilu tubuhnya bergetar hebat, berkali-kali dia berteriak kesakitan. Tubuhnya bergetar hebat merasakan rasa sakit yang dirasakannya. Berkali kali chaerin mencoba menghubungi suaminya itu tapi nihil, ponsel jinki tidak aktif. Hal itu semakin membuat chaerin putus asa.

“eomma sakit… aaarrrgghhh!!!!” tangannya menekan angka 2 untuk speed dial.

“yoboseyo…” jawab seseorang

“key…. Tolong aku key… sakit key… aaarrgggh! Sakit key… huhuhu” chaerin menangis mendengarkan suara namja di seberang

“ya! noona waegurae? Aku kesana sekarang… jangan tutup telfonnya. Ya tuhaaan” ucap key cemas. tapi chaerin sudah tak tahan lagi. Pandangannya semakin kabur yang dia lakukan hanya memanggil nama key berkali kali.

“nooonaaaa!!!!! Kau masih mendengarkanku kan????” teriak key frustasi dia semakin mengencangkan laju mobilnya yang dia dengar hanya nafas chaerin yang semakin menderu.

***

Chaerin POV

Dimana ini? kenapa semua serba putih? Kuedarkan pandanganku setelah siuman dari pingsanku. Semuanya masih kabur, tapi beberapa saat kemudian pandanganku mulai jelas dan perhatianku jatuh pada sosok namja yang sedang menggenggam tanganku dengan erat. dia tersenyum hangat kearahku. Senyum kesedihan menurutku.

“kau sudah sadar?” tanyanya sambil mengelus pipiku lembut.

“aku dimana key?” Tanyaku heran

“kau di rumah sakit sayang…” jawabnya dan lagi-lagi menunjukkan senyum sedihnya itu. aku benci melihatnya!

“sebenarnya aku kenapa key? Apa magku kambuh? Kenapa sampai sesakit itu ya…” gumamku sambil menatap key meminta penjelasan

“uhm, aku memberitau dokter dulu ya kalau noona sudah siuman” ujar key kemudian keluar dari ruang inapku. Beberapa menit kemudian key kembali dengan seorang dokter.

“anyeong chaerin-ssi…” sapa dokter itu ramah, aku hanya membalasnya dengan senyuman kemudian dokter itu memeriksa tubuhku

“sebenarnya aku kenapa dok?” tanyaku penasaran. Dokter itu mentap ke arah key dengan ragu-ragu

“hhh… jelaskan semuanya dok” ucap key lemah dan membenamkan wajahnya ke talapak tangannya. Ada apa ini?

TBC

21 thoughts on “The Secret Story [PART 1]

  1. 어머 O.O
    sumpah jinki gak berperasaan amat
    #dgorokJinki
    huwaaaaaa
    my key jgan cium2 chaerin eonni ㅠ.ㅠ
    aaaaaaaaa
    omo omo
    chaerin sakit apa
    hey! sicca
    errrr rsanya pngen q jtak kplanya tuh
    kkkkkk

  2. 어머 O.O
    sumpah jinki gak berperasaan amat
    #dgorokJinki
    huwaaaaaa
    my key jgan cium2 chaerin eonni ㅠ.ㅠ
    aaaaaaaaa
    omo omo
    chaerin sakit apa
    hey! sicca
    errrr rsanya pngen q jtak kplanya tuh
    kkkkkk

    aaaa
    tpi kasihan bget laki aye
    #tepok2bahuKey

  3. jinki kamu bener2 gak punya hati

    huhuhu kasian chaerin😦

    chaerin sma key aja biarin jinki sendirian, istri sakit kok d’tinggalin (emosi tingkat dewa)

  4. eon, sory baru komen, td mw komen modemku minta dibanting,
    FFnya bagus eon, aku gak bisa komen lagi, “bagus” cuma kata itu doang yang pas menurut aku, *cih, gombal #dikit, hehe
    sory, komen geje banget,

  5. Setelah ubek2 mbah gugel mencari epep si onew, nemuin blog ini…^^
    Keren banget><
    Btw, ini ada lanjutannya gak thor??
    Kok aku cari gak ada???

  6. Ya ampun jinki,…..
    tega bener sama istri sendiri,,

    Key??O_o
    km nyium istri hyung’mu sendiri,,,

    chaerin sakit apa??
    jinki smp km g mencintai chaerin,saya trpaksa setuju key ngrebut chaerin dr km,,,, ≧﹏≦

    ff ini udh lama bnget ya? bru nemu Wp’ny,,, (^ム^)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s