Hey, I’am Kim Kibum [Part 5]

Author :   – Thya  Ft. Arien

Main Cast : Kim Kibum (Key), Lee Jieun (IU)

Support Cast : SHINee , Choi Haerin , Choi jinhya , Kim minyoung, Yesung

Genre : friendship, romance

Length : Sequel

Rating : Teenager              
KEY POV

“key-ah, ayolah. kau mau kan?” minho memohon padaku ditelpon, dia memintaku menemaninya besok untuk lari pagi

“tak biasanya kau joging ” jawabku ketus.

“Ya! Pokoknya besok pagi aku ke rumahku”

“cih, seorang choi minho yang kebo apakah bisa bangun pagi?”

“aish.. kita lihat saja besok, kalau ternyata aku bisa kau harus mentraktirku!”

tuuutt…..tuuutt….

Huh? aku tak yakin dia bisa melakukan nya. Hari biasa saja dia sering kesiangan apalagi hari libur yang biasanya ia manfaatkan untuk seharian tidur.

****

“Ya! Kim kibum! ireona!” seseorang mencoba menarik tanganku dan mengganggu tidur nyenyakku.  “palli ireona! kita joging!”

Kubuka sedikit kelopak mataku, setika aku tercengang melihat minho yang sudah siap dengan hoodie dan trainingnya. Lalu aku kembali mengambil guling dan menaikan tubuhku untuk kembali tidur namun minho malah menyeret kaki ku.

“aish.. kau ini!” keluhku, minho hanya terkekeh. Dengan terpaksa aku bangun dan menuju kamar mandi untuk cuci muka.

“Ya ! Ada apa dengan mu huh? Kenapa kau jadi rajin bangun pagi untuk jogging, biasa kan kau yang paling malas dengan yang begini beginian ?” tanya ku dengan nada sebal, mungkin efek ku tarik paksa dia tadi

“Ya ! Kau lupa? Aku kan memang hobby olahraga kim kibum sayaang ”

“cih . .alasan, apa kau lupa dengan tidurmu yang seperti orang mati?”

“itu dulu ,sekarang tidak hahaha ”

*****


Jieun POV

“jieun~a kajja” teriak haerin yang berada di kamarku

“ne~ chakkaman” balasku di dalam kamar mandi

CekLEK . .

“YA ! kau tidak sabaran sekali” umpatku pada haerin

“keburu siang jieun~a”

“lagian tumben sekali kau mengajak ku jogging” ? Tanyaku penuh selidik

“eumm. . . aku ingin suasana baru saja” jawabnya kikuk.
@taman kota

“jieun~ah ayo kita kesana ” teriak haerin yang mendahuluiku

“ne~ hosh chakkaman haerin~ah aku capek ” ucapku sempoyongan

DUAAAGG

“AWW” rintihku sambil memegangi pantatku yang terasa cenat cenut (?)

“gwaenchanayo agassi?” tanya seorang namja seraya mengulurkan tangannya membantuku berdiri, ku dongakkan kepalaku dan betapa kagetnya aku melihat namja itu

“KEY ?!”

“JIEUN?! ” seru kami bersamaan

“apa yang sedang kau lakukan disini?” Tanya key

“aku disini menemani haerin jogging, kau sendiri?”

“aku juga menemani minho jogging”

kami berdua reflek mengerutkan dahi, berfikir bahwa ada sesuatu yang tidak biasa

“Ya ! Apa ini memang rencana mereka berdua? ”


Author POV

Key dan jieun duduk di sebelah haerin tanpa sepengetahuan haerin dan minho

“haha jadi kau juga suka slam dunk? Aku sejak smp sudah suka, karena itu aku jadi suka basket!” ucap minho pada haerin, entah mengapa minho merasa banyak sekali persamaan dengan haerin. Yeah kini minho merasa nyaman bersama haerin.

“iya aku suka karakternya, huft tapi aku hanya meminjam dari toko sewa komik” jawab haerin yang tentunya disertai senyum

“ah jika kau mau pinjam saja padaku, aku mengkoleksi slam dunk 1 rak penuh.” tawar minho

“jinja? Ya, aku mau!” terima haerin dengan menggebu gebu (?)

Key dan jieun merasa kesal , bisa-bisanya minho dan haerin tidak sadar bahwa di taman itu bukan cuma mereka.

“ehem ehem..” jieun berdehem seketika tawa minho dan haerin berhenti dan mencari sumber suara

“ah neo! sejak kapan kalian disini?” tanya haerin shock

” Ya! inikah yang dinamakan joging?” umpat jieun sambil melotot kearah haerin dan dibalas haerin dengan ringisannya (?)

“minho-ah, bilang saja kau mau mengajak haerin dating” ganti key mengomeli minho.
minho hanya mengaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal dan muka haerin seketika memerah

“cih, kajja jieun kita pergi!” ajak key seraya menarik tangan jieun. jieun yang kaget hanya bisa mengikuti langkah key

” Ya! Key-ah mau kemana kau?” panggil minho tapi tak di gubris sama sekali oleh key

“ayo kita ikuti mereka.” ajak haerin. tapi ketika haerin mau melangkah, tangan minho menahannya. Reflek haerin menatap minho dengan arti “waeyo?”

“andwae, biarkan saja. Mungkin key ingin bersama jieun” jawab minho seolah mengerti pandangan haerin yang menuntut penjelasan. Sebenarnya dalam hati minho ia yang ingin berdua dengan haerin

“ah arraso” jawab haerin pasrah

“sampai dimana tadi? ”

***

“habis darimana kau?” tanya jinki pada jieun yang baru datang dari joging nya.

“joging”

“tumben sekali kau joging, hihi”

“aish jinja neo! huh?”

Jinki hanya tertawa lalu memberikan sebuah amplop undangan pada jieun.

“igeo mwoya?” tanya jieun menenteng amplop yang diberikan oleh jinki.

“min young mengundang mu ke pesta ulang tahu nya”

“oooh..”

“ingat, kau harus datang!”

“arra..”

****

‘huft..benar saja disini hanya aku angkatan kelas 2 yang datang. Aish, kalo dia bukan teman dekat oppaku aku tak akan datang ke pesta ulang tahun ini’ gerutu jieun dalam hati

Jieun berjalan menuju minyoung yang ada di tempat utama untuk mengucapkan selamat padanya.

“unnie, saengil chukkae..” ucap jieun seraya memelukanya lalu memberikan sebuah kado pada minyoung

“gomawo jieun, silakan dinikmati sajiannya” ucap minyoung.

“ne unnie”

Tak lama kemudian jinki dan jinhya menghampiri jieun dan minyoung. Dan juga jonghyun dengan bawaan kadonya yang besar. Mereka pun asyik berbincang-bincang.

Karena bosan, jieun memutuskan untuk berkeliling arena tempat pesta. Mata jieun pun tertuju pada sebuah meja minuman. Ia mengambil segelas jus melon yang terpampang di meja itu. Namu secara bersama sebuah tangan seseorang hendak mengambil minuman yang diambil oleh jieun. Jieun pun menoleh kearah orang di sampingnya.

‘mwo? Dia lagi? Kenapa selalu saja bertemu dengannya secara tidak sengaja?!’ desis jieun dalam hati.

“Ya! Kenapa kau ada disini?” ucap orang disamping jieun yang tak lain adalah key.

“kau sendiri sendiri sedang apa disini?” tanya balik jieun, key hanya tertawa kecil.

“minyoung itu sepupuku”

‘nde? minyoung unnie sepupu key? kenapa bisa kebetulan sekali’ ucap jieun dalam hati.

“sepertinya hanya kita berdua angkatan kelas 2 yang datang kesini” kata key sambil meneguk air yang diambilnya.

Seketika alunan musik dansa terdengar di ruangan pesta. Beberapa pasangan muda pun memulai nya untuk berdansa.

‘aish ini birthday party atau couple party sih’ dengus jieun yang kini semakin merasa bosan.

Key melirik kearah jieun, lalu dia menariknya keluar dari ruangan pesta dan mengajaknya ke sebuah taman rumah minyoung.

“aku tahu, kau pasti bosan dengan suasana tadi” ujar key

“ne, aku takkan datang jika bukan karena minyoung unnie teman oppaku”

“yasudah, duduk saja disini” kata key sembari menyuruh jieun duduk di sampingnya. Tak ada hal lain yang bisa jieun lakukan. Ia pun duduk di samping key. Lalu mereka menatap langit yang bertaburan dengan banyaknya bintang-bintang.

***
“jieun, palli ireona!!” ujar umma jieun yang sedang membangunkan anak gadisnya.

“umma, aku masih ngantuk” kata jieun kembali menarik selimutnya.

“Ya! Kau lihat ini sudah jam berapa?!” umma jieun menunjukan jam yang ada di depan ranjang jieun. Dengan malas jieun pun membuka sedikit matanya.

“MWO?? JAM 07.15??” jieun terlonjak bangun, tanpa mengacuhkan ummanya yang berceramah ia segera berlari menuju kamar mandi.
****

“omooo! Aku terlambat. aish pasti di hukum oleh guru piket” karena tak mau kena hukuman, dengan mengendap-ngendap jieun masuk melalui pintu belakang sekolah. Tapi naas menimpa jieun, takdir mempertemukannya dengan guru piket hari itu. Dengan terpaksa jieun menuruti hukuman yang di berikan oleh guru piket.

“hah.. sial sekali aku hari ini !” ucap jieun sembari ngos-ngosan karena disuruh lari keliling lapangan oleh guru piket.

“Yaa..kau kesiangan juga?” sahut makhluk yang tiba-tiba berada di samping jieun.

“key?”

“baguslah, aku jadi ada teman untuk lari pagi bersama. Lumayan, untuk menambah energi”

“Ya! Kita sedang di hukum. kenapa kau malah senang?”

“karena ada kau”

“mwo?”

“haha bercanda” mehrong key pada jieun lalu berlari meninggalkannya.

“Ya! Kau! Aish jinja!” jieun mendengus kesal tapi dalam hatinya ia senang karena ada orang lain yang bisa menemaninya dihukum hari ini untuk lari-lari mengelilingi lapangan yang memang sangat panas sekali cuacanya.

****

“sekian pelajaran hari ini, sekarang kalian boleh istirahat” ujar Shin seonsengnim pada anak-anak kelas. “oh iya, bagi kalian yang berminat mengikuti pensi untuk bulan depan, silakan mendaftarkan diri ke Kim Jong Woon kelas 3.4 dia ketua pelaksana pensi tahun ini” tambahnya, kemudian seonsengnim pergi meninggalkan kelas.

****

Jieun, taemin, dan haerin melangkah menuju kantin tapi tiba-tiba mereka berhenti di depan mading dan melihat sebuah brosur pensi yang terpampang di situ.

“Ya! Jieun-ah, kau harus ikut. Suaramu kan bagus! ” ucap haerin semangat

“yeay dan aku harus ikut dance battle!!” kata taemin sambil menjentikan jarinya.

Jieun mengacuhkan kedua temannya. Ia bergegas pergi menuju kantin. Ketika sampai kantin jieun langsung memesan bulgogi dan ramyeon, lalu ia memakannya dengan lahap.

“Ya! Kenapa kau meninggalkan kita?” sahut haerin yang tiba-tiba datang bersama taemin.

“mian, aku lapar. Kau tau kan tadi pagi aku kesiangan dan lupa sarapan” kata jieun yang masih sibuk dengan makanannya.

Taemin dan haerin hanya melihat jieun yang melahap makanannya dengan khusyu (?)

“kau ini seperti anak yang tidak di kasih makan 3 hari oleh ibunya, ckck” kata taemin seraya menggeleng-geleng kan kepalanya.

“Ya! Kau jadi ikutkan acara pensi itu?! hadiahnya menarik liburan ke pulau jeju! Untuk kontes solo singer 1st winner akan mendapatkan dua tiket+voucher, 2nd dua tiket saja, 3rd 1tiket. Dan untuk kontes dance battle mendapatkan 5tiket. waah pasti menyenangkan!!” papar haerin panjang

“kenapa hadiahnya semewah itu?” tanya jieun heran

“karena ini adalah pensi umum. Kurasa, tiket penonton dari luar mungkin dijadikan untuk hadiahnya. Lagipula banyak sponsor dalam acara ini. Yah jadi tak heran jika mereka berani menghadiahkan itu. Jadi kau mau ikut kan?” tanya haerin lagi.

“kenapa tidak kau saja huh?” Tanya jieun balik

“hey.. kau tau aku tidak bisa bernyanyi” haerin mengkerucutkan bibirnya.

“aku tak berminat” ucap jieun cuek

“Ya jieun, kau jangan memendam bakatmu. Aku tahu, saat kau mengcover lagu ‘Gee’ snsd suaramu sangat bagus!” ujar taemin meyakinkan jieun.

“dan audisinya akan diadakan lusa. Kau mau ikut yah?! nanti akan ku bantu mempersiapan segala sesuatunya” ujar haerin sambil memasang puppy eyes nya.

Jieun menghentikan aktivitas makannya. kemudian terdiam dan berpikir sejenak.
“aish..baiklah aku akan ikut”

“kyaa.. keputusan yang bagus!!” sahut haerin girang

‘huh? kenapa jadi haerin yang bersemangat?’ guman jieun dalam hati.

***
Hari audisi pun tiba. Jieun pun lolos dari audisi. Begitu pula dengan taemin. Untuk sebulan kedepan  mereka harus berlatih dengan maximal agar pertunjukannya dapat memukau para juri.

“kyaaa.. selamat kalian lolos!” ucap haerin pada jieun dan taemin.

“hmm,, sepertinya aku harus berlatih keras dan menciptakan gerakan-gerakan dance baru” ucap taemin sambil berjalan mundur ala michael jackson.

“apakah lebih baik aku main akustik saja ya?” tanya jieun meminta pendapat pada kedua temannya.

“ide bagus itu!” ucap taemin dan haerin bersamaan

“oh iya, ku dengar kontes dance perkelompok?” jieun melirik pada taemin

“hu’ump, dan aku ketuanya. Jadi aku berhak memilih yang menjadi anggotaku haha”

“kau pilih siapa saja?” tanya haerin

“key, minho, jonghyun hyung dan jinki hyung”

“minkey??”
“oppa ku ikut??”
tanya jieun dan haerin terkejut, taemin hanya mengangguk.

Tiba-tiba seseorang datang menghampiri mereka bertiga.

****
JIEUN POV

Ketika sedang asik berbincang dengan taemin dan haerin, tiba-tiba yesung sunbae menghampiri ku.

“annyeong, kau lee jieun anak 2.1 kan?” tanyanya padaku

“ne..” jawabku mengangguk

“bisa ikut aku sebentar?”

“nde? nnggg.. memangnya ada apa ya sunbae?”

tanpa menjawab pertanyaanku, yesung sunbae menarik tanganku. Dan dia mengajakku ke ruang seni.

“duduklah” dia mempersilakanku duduk di kursi yang ada di ruang itu.

“hmm.. sebenarnya ada apa sunbae mengajakku kesini?” tanyaku

“aku disini mau membicarakan soal pensi bulan depan. kami selaku panitia sudah memutuskan susunan acara yang nanti akan di tampilkan. Untuk opening akan ada special performance dari siswa. Lalu di lanjutkan dengan kontes dance dan bernyanyi, dan closing dari guest star” ucap yesung sunbae panjang tapi itu membuatku bingung.

“mian sunbae, keu.. apa hubungannya denganku?” tanyaku pelan takut yesung sunbae marah

“rencananya special perform ditampilkan dari kelas 2, kau mau kan jadi perwakilannya?” tawarnya membuatku sedikit kaget

“nde?  naega??” tanyaku tak percaya, yesung sunbae hanya mengangguk.

Kyaaa.. jinja! aku senang karena bisa mendapatkan posisi ini. Tanpa ragu aku menerima tawaran dari ketua pelaksana itu. Setelah selesai aku pun bergegas keluar dari luar ruang seni.

“ah jieun, chakkaman!” ujar yesung sunbae, aku pun kembali menghampirinya lagi. “aku lupa, special perform itu bukan kau saja yang akan tampil. Nanti kau akan duet dengan orang lain. Aku sudah menentukan kim kibum anak 2.3 sebagai rekan duet-mu. Dia akan menjadi rapper ketika kau bernyanyi. Jadi kau sering-seringlah berlatih bersamanya. Arraseo?! geurae, kau boleh pergi sekarang” kata yesung sunbae padaku.

Aku berjalan keluar sambil memikirkan yang tadi di ucapkan oleh yesung sunbae. Aku akan berduet dengan kim kibum anak 2.3 ? chakkaman, apakah kim kibum yang di maksud adalah key??

****

AUTHOR POV

Sepulang sekolah jieun, taemin, dan haerin tidak langsung pulang ke rumah. Karena penat ulangan di jam pelajaran terakhir tadi, akhirnya mereka memutuskan untuk mampir ke kafe dekat sekolah.

Sepanjang jalan haerin terus bergerutu soal ulangan dadakan yang diberikan oleh Park seonsengnim. Sementara Jieun dan Taemin hanya mendengarkan dengan enggan celotehan dari haerin. Mereka pun sampai di tujuan dan masuk ke dalam kafe itu.

“aargh.. sungguh aku kesal pada Park seonsaengnim, mana tadi aku tak sempat belajar lagi” umpat haerin

“Ya! Haerin-ah, sudah jangan bahas itu lagi. Aku pun sama sepertimu!” ujar taemin kesal, sementara haerin hanya menggembungkan pipinya.

Jieun, taemin, dan haerin duduk di meja no 3 dekat chasier. lalu mereka memesan minuman. tak lama kemudian seorang waitress membawakan pesanannya dan mereka menyantap minuman dan makanan yang sudah tersaji di meja
“hmm,, ngomong-ngomong istirahat tadi apa yang yesung sunbae bicarakan bersamamu?” tanya taemin pada jieun

“heumb, dia menawariku untuk menjadi special perform di pensi nanti”

“jinja??” tanya taemin dan haerin serempak, jieun pun hanya mengangguk

“DAEBAK!!” seru haerin, jieun hanya tersenyum

“keundae, di special perform itu aku akan duet dengan kim kibum anak 2.3, apa kim kibum yang dimaksud yesung sunbae itu key?”

“bingo! dia memang key” kata minho yang tiba-tiba datang bersama key. “boleh kita bergabung?”

“tentu hyung” jawab taemin, lalu key dan minho pun duduk di kursi yang tersisa(?) pada meja jieun Cs.

“Ya! Taemin-ah, kenapa kau memanggilku dengan sebutan hyung? kita kan seumuran” sahut minho

“wajahku tampak lebih muda darimu, jadi kau pantas aku panggil hyung. kekeke”

PLETAAAAK

sebuah jitakan menghampiri kepala taemin, yang dijitak pun hanya meringis kesakitan.

“tapi memang benar apa yang dikatakan taemin tadi, hihi” timpal key. minho hendak menjitak key, tapi ditepis dengan cepat oleh tangan key

“key hyung, kau juga tak lebih imut dariku” ledek taemin pada key

“aish!” key melempar gulungan kertas yang ia temukan entah darimana kearah taemin, tapi taemin dengan refleks bersembunyi dibalik badan jieun. alhasil jieun lah yang terkena timpukan kertas itu. Key terkejut kaget.

“YA! Kalian seperti anak kecil saja!” dengus jieun kesal

dan semua malah tertawa geli kecuali jieun dan key

“YA! stop memtertawaiku!” ujar jieun sambil mengkerucutkan bibirnya

‘aigo, neomu kyeopta’ guman key dalam hati
Tersadar dari key yang memperhatikannya, jieun pun memalingkan mukanya.

“sudah-sudah kasihan jieun, haha” ujar minho lalu meneguk cappucino yang ada di sampingnya.

“ya! minho-ah, itu punyaku!” seru haerin

“oh punyamu ya chagi? mian aku haus” ucap minho polos membuat semua yang ada di meja itu tercengang

“chagi???” key , jieun, taemin, haerin tersontak kaget

“wae?” tanya minho santai, membuat haerin terpaku dan mengeluarkan semburat merah di pipinya.

“kalian pacaran?” selidik jieun

“ne” jawab minho ringan, lalu ia meneguk lagi cappucino milik haerin.

“Ya! apa yang kau katakan? sejak kapan kita pacaran huh?”

“kau menyukaiku kan? aku juga menyukaimu, yasudah kita resmi pacaran” lagi-lagi minho berkata dengan entengnya dan membuat haerin kaget oleh ucapannya, walaupun sebenarnya haerin ingin apa yang dikatakan minho tadi menjadi kenyataan tapi ia tahu bahwa itu hanya lelucon minho.

“hyung, mudah sekali kau berkata seperti itu pada yeoja” ujar taemin

“itu karena penyakit lamanya kambuh, haha” tambah key, tapi minho tak menghiraukannya ia malah asik memakan cake yang ada di meja

JIEUN POV

Ketika semua sedang asik bergurau tentang minho dan haerin, mataku tak lepas dari pandangan wajah key. Dia tertawa renyah dalam gurauan itu. Aku seperti sudah lama mengenali senyuman bibir itu. Rasanya tak asing lagi di mataku. Dengan sadar key melirik ke arahku, akupun segera mengambil cangkir kopi yang ada di depanku lalu meminumnya. Jangan sampai dia tahu kalau aku tadi memperhatikannya.

“hmm, jieun-ah berarti kau akan duet dengan key?” ucap haerin yang tiba-tiba menganti topik pembicaraan.

“ne, jieun bernyanyi dan key akan menjadi rapper nya” tanpaku balas minho sudah menjawabnya duluan.
Aish, dia tahu darimana?

“ooh begitu kenapa tidak eunhyuk hyung ya? atau kau kan juga bisa ngerapp minho hyung?!” tanya taemin

“eunhyuk hyung itu panitia, dan akuu.. eemmp.. ya! kau tanyakan saja pada yesung hyung!” papar minho gelagapan, kulihat minho berbsik pada haerin. apa yang mereka bicarakan?

“ya! sedang bicara apa kalian?” tanya key curiga pada minho dan haerin

“aniyo..” elak minho

“berarti kalian harus sering latihan bersama!” ujar haerin kepadaku dan key

Sementara aku hanya bisa terdiam, begitu juga dengan key.

“aish, kalian ini masih canggung saja. Bukankah dulu saat kecil kalian sering bermain bersama? lantas…” belum selesai haerin bicara, minho sudah membekap mulutnya.

Chakkaman! apa yang haerin katakan tadi? saat kecil aku dan key sering bermain bersama?? itu berarti..

“neo..” ucapku menggantung, kini suasana malah menjadi hening

“ya! waeyo?” taemin memulai bicara denagn tampang bingungnnya

aku masih menatap key, begitu juga dia yang menatapku. ya tuhan, jadi selama ini key adalah kim kibum sahabat kecilku? kenapa ia tak pernah bilang padaku? Beberapa pertanyaan melayang di otakku saat ini.

“yaa, neo.. kenapa membocorkannya?”

“mian, aku keceplosan minho-ah”

Kulihat kearah minho dan haerin yang sedang berbisik namun masih terdengar jelas oleh telingaku. Sementara taemin yang berada di sampingku masih menampakan wajah bingungnya.

“ne..” ucap key pelan nyaris tak terdengar

Aniyo, aku sungguh tak percaya. Jadi orang yang ada di hadapanku saat ini adalah kim kibum sahabat lamaku, sahabat yang sangat aku rindukan. kenapa aku baru tahu sekarang disaat waktu yang tak tetap ini.

“kenapa kau tak bilang dari dulu?” tanyaku parau

“akuu..akuu.. ya! waktu itu aku coba ingin mengatakannya, tapi rencanaku gagal mengerjaimu haha” ucap key yang membuatku tak mengerti

“mengerjaiku?”

“ne,, saat beberapa kali aku menembakmu sebenarnya itu aku hanya bercanda. Aku pikir kau akan menerimaku tapi nyatanya kau malah menolak, gagal lah rencanaku untuk memberi kejutan padamu. Haha ujung-ujungnya ketahuan juga, kekeke” paparnya, jujur aku kaget atas apa yang dia katakan. jadi selama ini dia menembakku bukan karena dia mencintaiku melainkan untuk mengerjaiku? entah kenapa hati ini merasa kecewa.

“nde? hhh.. yaa! kibum aish jinja neo!” aku memukul bahunya, bermaksud untuk bercanda agar rasa kecewaku tak terlihat olehnya.
END OF JIEUN POV

 

KEY POV

“ne,, saat beberapa kali aku menembakmu sebenarnya itu aku hanya bercanda, aku pikir kau akan menerimaku tapi nyatanya kau malah menolak, gagal lah rencanaku untuk memberi kejutan padamu. Haha ujung-ujungnya ketahuan juga, kekeke” kataku berbohong.

Yeah, aku takut jika aku mengatakan hal yang sebenarnya dia akan membenciku lagi. Sekarang jieun sudah mengingatku, aku ingin dekat dengannya walau hanya sebagai teman.

“nde? hhh.. yaa! kibum aish jinja neo!” dia memukul bahuku, sepertinya dia tidak marah. syukurlah aku senang dia bisa mengajakku bercanda seperti ini.

“yaa.. appo!” ucapku sambil mengelus-ngelus bahuku yang dipukulnya.

“huh, biar saja itu balasan untukmu karena sejak datang di korea kau tak memberitahuku langsung!” sahutnya sambil menjulurkan lidah padaku.

“ooh jadi kalian teman dekat ya” kata taemin yang baru sadar

“iya, dia teman kecilku. Sebagai perayaan pertemuan aku dan kibum lagi sekarang, maka dia akan membayar semua makanan yang kita pesan ini” ujar jieun sambil menjulurkan lidah padaku

“MWO??? aish.. yasudahlah” kataku pasrah

Akhirnya aku setuju untuk membayar semua makanan dan minuman ini. Tak terasa hari sudah mulai petang , karena hanya aku yang membawa mobil, akhirnya aku mengantarkan mereka satu persatu. Mulai dari taemin, haerin, jieun dan terakhir minho yang kebetulan 1 komplek.

“kenapa kau berbohong?”

“mwo?” aku pura-pura tak mengerti apa yang minho tanyakan

“soal tadi di cafe, kenapa kau bilang pada jieun kalo kau hanya mengerjainya?” tanya minho lagi, tapi aku hanya diam dan tak menjawabnya.

“yaa.. kim kibum, aku tahu sifatmu. kau tak bisa membohongi hatimu”

“aku hanya tak ingin dia marah dan menjauhiku lagi” ucapku masih dengan posisi fokus menyetir  “sudah sampai, turunlah..”

“aish..ingat, cepat atau lambat jieun akan mengetahui perasaanmu yang sebenarnya”

Minho keluar dari mobilku. lalu ku lajukan lagi mesin mobil sampai akhirnya kutiba di rumah. Aku langsung melangkah menuju kamarku. Ku rebahkan tubuhku di kasur, dan pikiranku terngiang-ngiang atas ucapan minho yang dia keluarkan beberapa menit tadi.

“huft..apakah jika jieun tahu perasaanku dia akan membenci ku lagi?”

——————————-TBC———————————

36 thoughts on “Hey, I’am Kim Kibum [Part 5]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s