Hey,, I am Kim Kibum!! [PART 3]

Author : –  Thya

                 –  Arien

Main Cast : Kim Kibum (Key), Lee Jieun (IU)

Support Cast : SHINee, Lee Donghae, Choi Haerin, Choi Jinhya.

Length : Sequel

Genre : Romance, Friendship, Humor

Rating : PG-15

 

Jieun POV

Dilapangan basket tadi Haerin dan taemin membawaku ke kelas, agar sedikit membuatku tenang. ku letakkan tubuh ku dikursi yang menjadi tempat duduk ku sehari-hari.

“apa aku tadi sudah keterlaluan? ” tanyaku dengan suara sendu.

“…….” hening

“apa aku keterlaluan?” tanyaku lagi kini dengan suara isakan.

“engg… menurutku sih itu memang keterlaluan jieun~ah, kau menolak mentah-mentah pernyataan cinta key. bahkan membentak key di depan umum, itu pasti membuat hatinya terluka. mungkin key selama ini melakukan semua ini karna dia benar-benar mencintaimu, dia ingin semua orang tau kalau dia menyangimu. Dan dari apa yang aku liat selama ini , key benar-benar tulus dan serius dengan apa yang dia katakan jieun~ah. Kenapa kau tak memberinya kesempatan” tutur haerin yang akhirnya membuka mulutnya untuk menjawab pertanyaanku

“ssttt.. sudah diam, ocehanmu itu bisa membuat jieun semakin merasa bersalah” bisik taemin pada haerin yang masih terdengar oleh telingaku.

Aku hanya bisamenundukkan kepalaku, memikirkan kejadian yang beberapa menit lalu terjadi. Entah mengapa aku sangat menyesali kata-kata yang telah keluar dari mulutku.

****

Ring Ding Dong Ring Ding Dong

 

hah akhirnya bel tanda pelajaran berakhir berdering juga. Aku ingin cepat-cepat pulang rasanya untuk menenangkan diri.

“fiuuh..” ku meniup poni yang tergerai di keningku. “haerin~ah , taemin~ah , aku pulang dulu yah. byee..” pamitku kepada 2 chinguku itu seraya melambaikan tangan.

Aku berjalan melewati lorong sekolah, semua anak memandangku dengan pandangan yang tak biasa seraya mencibir. Hah, ternyata semua anak di sekolah ini masih membicarakan kejadian dilapangan basket tadi.

“Huh” ku berhenti dan ku pejamkan mata sejenak kemudian mengambil nafas.
“fiuh..” setidaknya ini bisa membuatku sedikit lebih tenang. Setelah merasa lebih baik, perlahan ku membuka mataku dan..

DEEGG

Yang ku lihat pertama kali adalah KEY! Orang yang beberapa jam lalu hatinya
tersakiti karena ku. Mata kami bertemu. Tapi sedetik kemudian dia memalingkan pandangannya dan berjalan melewatiku.

Sebegitu marahkah dia?

Aku menunduk dan kembali berjalan, tapi langkahku berhenti ketika sebuah suara memanggil namaku.

“jieun~ah ” segera kuedarkan pandangan mencari pemilik suara itu.

“ah, donghae sunbae ” ucapku shock ketika melihat sesosok donghae sunbae. Dia hanya membalas dengan senyumanan manisnya. “ada apa sunbae?” tanyaku

“ah ani, aku hanya ingin mengajakmu membeli ice cream, apa kau tidak keberatan?” tanyanya mengajakku, aigoo sopan sekali dia.

“aniyo, gwaenchana. aku mau kok sunbae” jawabku semangat. aku yakin semburat merah telah menghiasi pipiku saat ini ><

“kalau begitu kajja”

Mataku terbelakak ketika donghae sunbae tiba-tiba menarik tanganku. Aku benar-benar terkejut oleh apa yang dia lakukan. hmm.. Tapi setidaknya tanpa kusadari aku telah sedikit melupakan kejadian yang tak mengenakan tadi.

****

Setelah beberapa jam menghabiskan waktu dikedai ice cream, donghae sunbae mengantarku
pulang.

“gomawo sunbae, sudah mengajakku jalan-jalan hari ini” ucapku tersenyum pada donghae sunbae.

“ne cheonman. lagi pula hanya ke kedai ice cream saja hehe.. kapan-kapan kita jalan-jalan lagi,
ottae?”

“nde? Ah ne, geurae sunbae”

“ah ya satu lagi, stop memanggil ku sunbae, waktu itu kan aku sudah bilang kau harus memanggil ku O.P.P.A arra?” errr.. ucapannya membuatku shock kesekian kalinya. aish kenapa dia hobi sekali membuatku spot jantung.

“ne sun.. ah ani maksudku, ne oppa” kataku disertai kekehan karena belum terbiasa memanggilnya dengan sebutan oppa.

Lalu aku pun keluar dari audi putih milik donghae oppa. Ah.. oppa? Rasanya asing sekali aku memanggilnya dengan sebutan itu.

“sekali lagi gomapseumnida oppa” ucapku seraya membungkukkan sedikit badanku

“ne, yasudah aku pulang dulu jieun~ah, dan kau cepatlah masuk, sampai bertemu besok.
annyeong!” pamit donghae oppa seraya mengkerlingkan mata. OMO! Jantungku tiba-tiba saja berdegup kencang melihat hal itu.

“n-ne annyeong.. hati-hati oppa” aku menahan rasa gugup sambil melambaikan tangan. Setelah mobilnya telah hilang dari pandangan mataku, aku pun bergegas masuk ke dalam rumah. Aah, senang sekali aku bisa menghabiskan waktu bersama donghae oppa, seorang namja yang sudah kukagumi selama 2 tahun in. Hmm,, aku berharap ini pertanda baik untuk kedepannya hihi..

***

still JIEUN POV

Sekarang sudah 2 minggu sejak kejadian key menembakku saat final basket itu. Dan kini dia benar-benar menepati janjinya. Dia tak pernah membuatku malu lagi, dia selalu menghindariku dan menjauhiku. Err.. aku jadi merasa tidak enak padanya. Hajiman, ini adalah keputusanku sendiri dan aku tidak boleh menyesalinya. Huh? Lagi pula kenapa aku ini? YA Jieun-ah! kau tak usah peduli dengannya. yeah anggap saja key itu tidak ada, sama seperti dia belum pindah ke sekolah ini. Sudah lupakan! Lebih baik aku pikirkan donghae oppa saja~ eh ngomong-ngomong soal donghae oppa.. Omo, Aku lupa dia mengajakku makan bersama dikantin !

Aku bergegas lari menuju kantin. Ya, sekarang memang hampir setiap hari ketika istirahat aku
makan bersama dengan donghae oppa. Kita semakin dekat. Aku tak tahu perhatiannya itu hanya sekedar mengganggapku sebagai dongsaeng atau sebagai yeoja spesial untuknya?

“ah kau sudah datang, ayo duduk” kata donghae oppa menyambutku. Akupun duduk dihadapannya sambil tersenyum.

“kau sudah menunggu lama oppa?” tanyaku. Donghae oppa hanya menggeleng dan
tersenyum padaku. OMO!! senyumnya hampir membuatku pingsan, selalu saja begitu. hihi

Key POV

“Ya.. jadi itu alasannya selama ini menolakmu?” minho menyiku tanganku yang daritadi memandang ke arah Jieun dan Donghae hyung yang sedang makan bersama. “apakah dia tak mengingatmu sedikitpun?” kini pertanyaan minho membuatku menoleh kearahnya.

“mollaso~” jawabku parau

Aku juga tak mengerti, apa jieun sudah benar-benar lupa padaku? Kim kibum yang menjadi sahabat kecilnya. Tak ku pungkiri, secara fisik aku berubah 180 derajat. Kim kibum yang dulu hanya seorang namja kecil gendut, culun, dan bahkan lebih pendek dari jieun. Aku ingat kejadian kecil ketika teman-teman TK ku menjahili jieun sampai dia menangis dan aku berusaha untuk menjadi pahlawan kesiangan (?). sejak itu aku dan dia selalu bermain bersama, hingga suatu saat yang mengharuskan ku pindah ke Amerika dan meninggalkan Jieun. Setelah kembali betapa senangnya ternyata aku satu sekolah dengan jieun, dan aku berusaha untuk mendekatinya.

Memang konyol saat itu aku langsung menembaknya, karena tujuanku adalah jika jieun menerima cintaku, aku akan mengatakan padanya kalau aku ini kim kibum yang dulu ia kenal. Tapi sepertinya itu sudah berakhir, aku berusaha untuk menepati ucapan yang ia katakan terakhir ketika di lapang basket itu. Aku menjauhi jieun dan tidak membuatnya malu lagi. Yaah, itu kulakukan agar dia bahagia. Meskipun dalam hati tak bisa kupungkiri bahwa aku masih mencintainya.

“sebaiknya kita kembali ke kelas key, pemandangan ini tidak baik untukmu” ajak minho seraya menarikku pergi dari kantin. Sekali lagi aku menatap punggung jieun kemudian berlalu menuju kelas.

****

Author POV


ring ding dong ring ding dong

Bel pulang berbunyi, semua siswa chun-ha berhamburan keluar kelas. tak terkecuali
Jieun, Taemin, dan Haerin yang masih sibuk merapikan buku mereka masing- masing.

“hari ini jadikan kita mencari buku yang ditugaskan oleh Lee seonsengnim?” Tanya haerin pada jieun dan taemin.

“ne, kajja kita berangkat” jieun berdiri dan memakai tas punggungnya.

“hmm.. mianhae aku sepertinya tidak bisa ikut” ujar taemin. Jieun dan haerin pun
menatap aneh kearah taemin.

“wae?” tanya jieun sambil menaikan alis kanannya.

“a..aku ada janji dengan ummaku. Yah! aku harus mengantarnya ke supermarket! kekeke~” jawab taemin sedikit gugup.

“jinja?” tanya haerin ragu, taemin hanya mengangguk dan berlalu meninggalkan jieun dan haerin dengan kilat.

“apa kau tak merasa aneh?” tanya jieun pada haerin.

“hu’ump, belakangan ini taemin agak aneh, dia sudah jarang jalan bareng kita” tanggap haerin sambil melipatkan kedua tangannya.

“aku curiga padanya, besok kita cari tahu! sekarang kita harus segera ke toko buku nanti keburu sore” sahut jieun, haerin mengangguk dan mereka pun pergi ke keluar meninggalkan kelas untuk menuju toko buku.

***

“aish.. sudah dua jam kita mencari-cari bukunya tapi tak ada” runtuk haerin seraya mendengus kecil.

“uugh..”

Bruug..

Tanpa sengaja Jieun menyenggol buku yang ada di sampingnya. Ia mengambilnya dan mengembalikan buku itu ke tempatnya.

“eh?”

“hmmp?”

“Ya haerin-ah, igeo! yeah.. akhirnya ketemu juga” sahut jieun girang karena dia menemukan buku tugas yang dicarinya. Buku itu terselip di belakang buku yang tadi ia jatuhkan.

“jinja?? Aah syukurlah, ayo kita ke kasir langsung. Lalu pulang, hari sudah hampir malam” haerin pun menyeret jieun menuju kasir.

***

“aigoo.. jieun kenapa malam cepat tiba, hhh..umma pasti memarahiku” gerutu haerin ketika ia dan jieun menuju dalam perjalanan pulang.

“Ya! Kau sendiri yang mengajak makan ramyeon dulu” balas jieun sambil mendesah. Setelah mencari buku tugas itu memang mereka tak langsung pulang, tapi mereka mampir ke restoran ramyeon karena lapar.

“huh? mana jalanan sepi lagi” dengus haerin “Kau tahu seoul itu berbahaya di malam hari!” ujarnya membuat jieun bergidik ngeri.

“aish, kau jangan menakutiku..” timpal jieun sebal karena haerin membuatnya was-was.

Akhirnya mereka berdua melangkahkan kakinya dengan cepat. Namun ketika mereka hendak berbelok ke arah gang, tiba-tiba saja ada 3 orang pemuda yang terlihat seperti genk ster menghalangi jalan mereka.

“hei,, malam nona-nona cantik” kata salah satu namja bertubuh gempal dan bertato. “kemarilah jangan takut” lanjut kata namja itu sambil menyeringai. Jieun dan haerin membulatkan matanya kaget.

“MAU APA kalian?!” teriak jieun, sementara haerin hanya bisa bisu menggenggam erat tangan jieun karena ketakutan.

“Ya! Tak usah takut” ketiga namja itu semakin mendekati jieun dan haerin. “kita tak kan menyakiti kalian, asal.. kalian menyerahkan barang-barang berharga kepada kami, hahaha” sahut namja kedua bertubuh ceking disebelahnya.

“jieun-ah, eottokhae?” bisik haerin pada jieun.

“Ya! Menjauh kalian!” teriak jieun mencoba melawan, ia mencopot sepatunya dan melemparkan ke arah 3 namja itu, tapi sayangnya lemparan itu meleset.

“HAHAHA.. rupanya kalian mencoba main-main dengan kita,”  namja terakhir yang berambut botak menyentuh dagu jieun tapi dengan cepat jieun langsung menepisnya.

“kau mau ini??” namja bertubuh gempal itu mulai membuka kancing bajunya. Jieun dan haerin pun gemetar ketakutanan. Pikiran dua yeoja ini berkecamuk, bagaimana jika akhirnya 3 namja ini melakukan hal mesum pada mereka?

“andwaaaae.. kita akan menyerahkan semua isi dompet kita!” sahut haerin pasrah. Dia tak mau jika keperawanannya berakhir pada hari ini, apalagi oleh namja-namja menyeramkan dihadapanya kini.

“Ya haerin!” seru jieun, dalam hatinya menolak jika ia harus menyerahakan barang-barang berhagannya, tapi disisi lain ia juga ketakutan.

“tak ada jalan lagi jieun..” haerin melemas, meminta persetujuan  jieun agar lebeh mereka menyerahkan barang-barang berharganya saja.

“HAHAHAHAAA…” ketiga namja itu tertawa evil ketika dua yeoja itu pasrah kepadanya.

Bruug..

Jieun melemparkan lagi sisa sepatunya(?) tepat pada muka namja yang berada di tengah. namja itupun terhilat sangat marah.

“Grrrrr….”

Bruuk!! Di bantingnya sepatu jieun ke tanah oleh namja itu. Jieun dan haerin terlonjak kaget. Aigoo.. sepertinya apa yang jieun lakukan tadi salah. Itu malah makin membuat tiga namja itu semakin liar karena emosinya

“MENJAUH KALIAN!!” teriak jieun masih dengan tampang sok berani-nya.

“Ya! Liat mereka benar-benar ingin kita santap, hahaha” ketiga namja itu mulai memutari jieun dan haerin.

“andwaeeee..UMMAAA” jerit haerin pada puncak ketakukan dan kini air matanya jatuh.

“hahaha.. ayo kita segera beraksi! Hahaha”

BUG! PLAAK!! PLETAK!!

Sebuah bola basket dan kaleng minuman melayang mengenai kepala ketiga namja itu. Ketika 3 namja genk ster itu menoleh kebelakang mereka mendapati dua orang namja muda berpakaian seragam sekolah yang sama seperti jieun dan haerin.

***

Key POV

“Ya.. tadi-tadi kita tak usah menunggu jika perbaikan motormu selesainya besok” gerutu minho, Ia menedang-nendang batu sepanjang jalan sambil terus mendengus.

“aish kau bawel sekali” timpalku bosan mendengar dengusannya.

“grrr.. mana tak ada taksi lagi, dan akhirnya kita jalan kaki” tambahnya lagi, kini ia mengacak-ngacak rambutnya seperti orang frustasi. Errr.. lebay sekali dia.

“aish.. ponselku mati. Sini pinjam punyamu, aku akan menghubungi supirku untuk menjemput kita!” pintaku pada minho. Minho hanya mendercak. Hari ini aku memang mengajaknya ke bengkel untuk memperbaiki motorku yang rusak. Awalnya montir bengkel itu bilang akan terselesaikan selama satu jam saja, tapi ternyata empat jam menunggu perbaikan motorku tak kelar-kelar juga. sampai akhirnya montir itu bilang baru bisa di selesaikan besok. Aish, sungguh aku kesal dan terlebih lagi minho yang sekarang ikut menanggung kesialan ini(?)

“iish.. igeo” minho menyerahkan ponselnya padaku. Dengan segera aku menekan nomor
telepon rumahku dan menunggu jawaban dari sana.

“key-ah, ada apa disana?” sahut minho tiba-tiba, ia menunjuk ke arah beberapa orang namja yang sepertinya.. sedang menggoda yeoja. Lalu mataku terbelakak ketika melihat yeoja yang sedang dikerumuni oleh tiga orang namja.

“Ya! Itu jieun dan haerin!” seruku terkejut, segera ku menghampir mereka dan disusul oleh minho juga.

Ku lemparkan minuman kaleng yang belum habis kuminum tadi kearah tiga namja yang menyerang jieun dan haerin. Minho pun ikut melemparkan minumannya dan bola basket yang sedari tadi di pegangnya.

“hey!! kalian mencoba jadi pahlawan kesiangan hah?” sahut namja bertubuh gempal yang terkena bola basket minho. Aish, aku tahu mereka pasti sangat marah terlihat dari muka mereka yang bertampang evil itu.

Well, kali ini aku tak bisa berkelahi untuk melawan para namja yang bisa di bilang genkster. Lalu aku menengok kearah jieun dan haerin mencoba untuk memberi kode, mereka mengangguk dan sepertinya mengerti apa yang ingin kusampaikan. Oke, yang bisa kulakukan hanyalah memakai otak bukan tenaga, dan its start to play..

Ketiga namja itu mendekati aku dan minho, mereka mengepal-ngepal tanganya seraya menyeringai, hmm sepertinya mereka akan menghajar kami. Saat para namja itu sudah satu meter dihadapan kita, dengan cepat aku dan minho menerobos ketiga namja genk ster itu.

“kabuuuuuuuuurrr!”

“YA! Tangkap mereka!!!”

Aku menarik tangan jieun dan berlari secepat mungkin. Begitu juga dengan minho dan haerin.
kita berlari dari kejaran para genk ster itu. Yeh inilah cara yang kupunya. Kulihat kearah minho yang telah lari lebih dulu, aku dan jieun pun berusaha untuk berlari cepat agar tak tertangkap oleh para namja genkster itu. Namun ketika sampai di persimpangan jalan tiba-tiba  jieun terjatuh.

“aaaww..”

“jieun-ah”

“jieun..”

“jieun.. gwaechana?” tanyaku khawatir.

“ne gwaenchana..” jawabnya seraya meringis, lalu ia bangkit dari jatuhnya.

ketiga namja genk ster itu pun semakin mendekat kearah kami.

“ya! Minho, kau ke kiri, aku ke kanan!” ujarku pada minho, dan minhopun mengangguk bahwa ia mengerti apa yang aku isyaratkan.

Aku menggenggam erat tangan jieun dan kembali berlari lagi berusaha menjauh dari namja genkster tadi. Setelah berlari agak jauh, aku menarik jieun ke sebuah bangunan tinggi.

“key..”

“sssstt..” aku membekap mulut jieun dan mengendap-ngendap bersembunyi dibalik tembok besar.

“aish kemana dua bocah itu??!!” terdengar suara dibalik tembok persembunyianku. Aku yakin pemilik suara itu dalah namja-namja genkster tadi.

“mungkin mereka lari kesana bos!” sahut namja yang satu lagi.

“aaaarrrgz.. kajja!”

Tak lama kemudian namja-namja itu sepertinya sudah berlalu. huftt.. aku dan jieun bernapas lega, yeah akhirnya bebas juga.

***

Author POV

sepanjang perjalanan key dan jieun saling diam dan tenggelam di pikiran masing-masing. Entah
kenapa keduanya saling canggung. Key melihat kearah kaki jieun yang ternyata tak mengenakan sepatu. Lalu diapun melepas sepatunya.

“igeo, pakailah..” ucap key.

“ani,,” jieun menolak sepatu key.

“ya! Ku tau kakimu sakit, apalagi tadi kita habis berlari2an”

Akhirnya dengan ragu jieun pun menerima sepatu key dan memakainya. Kini giliran key yang tak mengenakan sepatu.

“gomawo” ucap jieun pelan, nyaris tak terdengar

“nde?”

“gomawo telah menyelamatkanku” jieun tertunduk ia tak berani menatap key.
“kau pulang saja, sekarang sudah aman”

“ani,, aku akan mengantarmu sampai rumah” ucap key. Jieun tak bisa menolak, karena sebenarnya dia masih takut kalau-kalau ada lagi genk ster yang mengganggunya.

‘aaaaaww..issh. .’ jieun menggigit bibir bawahnya, ia menahan perih luka di lututnya. ‘sakiit..’ gumannya dalam hati.

Key yang sedari tadi memperhatikannya merasa khawatir dengan keadaan jieun setelah jatuh tadi.

“gwaenchana?” tanya key pelan.

“ah ne, gwaenchana” ucap jieun berbohong.

“aauw..” rintih jieun lagi.

“yaa! Lepaskan sepatuku!” sahut key.

Jieun mendelik bingung kearah key, ‘eh?baru saja dia meminjami sepatunya dan sekarang memintaku untuk melepaskannya?Huh? apa-apaan!‘ pekik jieun kesal tapi ia berlagak cuek didepan key. Lalu key pun memakai sepatunya kembali dan berjongkok di hadapan jieun.

“naiklah ke punggung ku..”

“eh?”

“palli!”

Mau tak mau jieun pun menuruti apa yang dipinta oleh key. Dengan canggung ia menaiki punggung key dan tersenyum kecil.

***

Sementara ditemapat lain..

hoouuus.. oohuuuss….

Minho mendengus lelah setelah olahraga malam alias melarikan diri dari
kejaran genk ster itu sampai akhirnya dapat lolos juga. Tanpa sadar minho masih menggenggam tangan haerin tapi setelah berhenti dari larinya ia dengan replek melepaskan tangan haerin.

“aaa..minho-ssi gomawo. Sepertinya sudah aman. Aku pulang dulu” kata haerin sambil
membungkukan badan dan berjalan meninggalkan minho.

‘Aaaakh..dimana ini? Aku tak tau jalan pulang. Sebaiknya ku telpon orang rumah untuk menjemputku.’ Tanya minho dalam hati

Minho merogoh sakunya untuk mengambil ponsel. Tapi Chakkaman,, AIGOO! Ternyata ponselnya ada pada key sebelum adegan olahraga malam itu. ada pada key. Minho berpikir, dan ia harus mencari key sekarang untuk mengambil ponselnya, ia tahu kalau sekarang pasti key sedang mengantarkan jieun pulang, Ya! Itu artinya minho harus kerumah jieun agar bertemu dengan key.

“haerin-ssi chakkaman!” haerin yang sudah berjalan beberapa meter menoleh kearah minho.
“kau tau rumah jieun?”

haerin mengangguk

“antarkan aku!”

“eh?”

Tanpa menjelaskan apapun, minho menarik (lagi) tangan haerin.

****

Jieun masih berada di atas punggung key. Tapi kenapa jieun menjadi kikuk? Ini pertama kalinya seorang namja menggendong jieun.

‘uh! apa dia tak lelah menggendong badanku yang tak ringan ini? Mana rumahku masih jauh lagi. Kenapa dia melakukan ini padaku? Padahal jelas-jelas dulu aku sering menyakiti hatinyakata jieun dalam hati

Jieun menelan ludah, memorinya teringat kejadian ketika final basket itu. Sebenarnya dia jadi merasa bersalah pada key, padahal key sudah sangat baik padanya. Tapi sedetik kemudian jieun menggelengkan kepanya dengan cepat. ‘Aish apa yang kau pikirkan jieun!! Kenapa aku seperti ini? Kau harus konsisten pada keputusanmu dulu huh?! Eh tapi, bagaimana dengan haerin anyway ? apa dia dan minho baik-baik saja?? hmm kemana mereka?ketika jieun sedang melamun, tiba-tiba ia terlonjak oleh tingkah key.

“Yaa.. ponsel minho!” key teriak mengagetkan jieun

“mwo?” Tanya jieun bingung.

“ponselnya ada padaku” sahut key memperlihatkan ponsel minho yang ada padany, sedangkan jieun hanya mengangguk-ngangguk.

“yayaya.. key, sudah turunkan aku!” jieun tepuk-tepuk bahu key meminta turun dari gendongannya.

“shireo, kau masih sakit. Aku akan turunkan kau jika sudah sampai rumahmu” ujar key menolak.

“ya! Aku sudah baikan, palli turunkan aku” key pun akhirnya menuruti keinginan jieun, ia menurunkan jieun dengan hati-hati dari punggungnya. Sebenarnya alasan jieun bukan karena lukanya sudah sembuh, tetapi karena ia tak tega padanya,  dia rasa dia pasti lelah menggendong ku sejauh ini.

***

“Yaa.. haerin-ssi, masih jauh??” Minho mulai lelah karena tak sampai-sampai menuju rumah jieun, padahal tadi ia baru saja berlari-larian tapi demi mengambil ponselnya ia rela jalan kaki kerumah jieun bersama haerin yang mengantarkannya.

“aaa.. sebentar lagi, di belokan itu” haerin menunjuk kearah ujung jalan yang ada tikungan tersebut.

*hening*

“hmm apa kau suka laruku?” Tanya minho memulai pembicaraan

“ne,, neomu joahae.. Neo?”

“nado” jawab minho singkat.

*hening lagi*

“eengg.. kau sudah menemukan kaset laruku. Mianhae waktu ituu..” haerin tak meneruskan kata-katanya karena minho langsung memotongnya.

“sudah,, besoknya aku langsung mencarinya lagi” sahut minho masih dengan tampang datarnya

“ooh..baguslah” kata haerin sambil tersenyum kecil.

Minho menoleh kearah yeoja disebelahnya, ia memperhatikan yeoja itu yang sedang memangdang kedepan. hmm, manis juga. mwo? minho-ya apa yang kau katakan?! Ingat jinhya! Lagi pula haerin hanya yeoja biasa. Uh

“yang mana rumah jieun” Tanya kembali, ia mencoba menghilangkan pikirannya yang tidak beres tadi.

“itu..” tunjuk haerin pada rumah modern classic bertembok bata.

“omo!?” tiba-tiba saja haerin tersontak kaget, dan minho menoleh kearahnya yang lalu haerin langsung menarik tangan minho dan bersembunyi di balik tiang.

“chakkaman, kita jangan kesana!” bisiknya.

“nde?”

“sepertinya, ini bukan waktu yang tepat, lihat itu! Aigoo, Jinki oppa sedang…. aah siapa yeoja itu? apa itu yeojachingunya?” ujar haerin dengan nada pelan.

Minho melirik kearah yang dilihat oleh haerin. Dan dia mendapati dua orang yang tengah asik berciuman. Namjanya adalah jinki yang tak lain adalah oppa dari Jieun alias sunbae kakak kelas mereka. Dan yeoja nya… terlihat samar. Minho tidak dapat melihat wajah yeoja yang sedang bersama jinki karena berlawanan arah.

Ketika mereka menghentikan aktivitas itu, yeoja yang bersama jinki itu berbalik sehingga sekarang minho bisa dengan jelas melihat wajahnya, ya sangat jelas dan itu JINHYA??!

Langkah minho bergerak cepat menghampiri mereka. kini emosinya benar-benar tak bisa di control, dia melihat choi jinhya bersama namja lain dan melakukan hal yang tidak pernah dibayangkan. Jinhya.. berkhianat?

“minho?” ucap jinhya yang sepertinya kaget atas kedatangan minho, mata minho menatap kedua pasangan itu dengan penuh emosi.

BUUGH..!!

Minho melayangkan sebuah kepalan tangan ke arah muka jinki.

BUUUGG..BUUUGG. .!!

Kini dengan sekuat tenaga minho meninju kearah perut jinki.

“MINHO ! STOP ! ! ” teriak jinhya. Tapi minho tak mempedulikannya, dia terus meninju berkali-kali dengan marahnya.

“MINHO! HENTIKAN!!”

Jinhya masih berteiak histeris, lalu minho cengkram kerah baju namja brengsek yang telah mengambil dan bahkan mencium yeojachingu-nya di depan matanya sendiri.

“YA! HYUNG , APA YANG KAU LAKUKAN PADA JINHYA HAH??!” emosi minho semakin mengebu-gebu

BUUUUUGG…!!

Kini minho metinju pipi kirinya. Jinki tak membalas, dia masih diam saja. ‘Cih, namja lemah!pikir minho

BUUUGG..BUUUGG. .!!

“CHOI MINHO ! JEBAL BERHENTI! Hiks..” terdengar isakan suara jinhya, kini dengan perlahan minho melepaskan cengkramannya dan menjatuhkan jinki di tanah.

Huuuh.. huuuhh….

“ooppaaaaa, apa yang terjadi?” teriak jieun kaget yang baru tiba disusul oleh key dibelakangnya.

“ingat urusan kita belum selesai!” ucap minho pada jinki. Segera minho berlalu meninggalkan semua yang berada di tempat kejadian peristiwa itu.

****


#keesokan harinya#

@ kelas

“hmm.. jadi begitu ceritanya, sudah kuduga dari awal memang aku agak kurang suka dengan
jinhya eonni” kata Jieun setelah mendengar cerita haerin tentang kejadian tadi malam antara minho dan jinki.

“kenapa jinhya noona begitu ya? padahal kan dia yeoja yang baik” kata taemin berkomentar.

“Yaa! kau jangan tertipu dengan muka polosnya!” tambah jieun sambil menepuk bahu taemin dengan keras, taemin hanya meringis ketika jieun memukul menepuk.

“apa oppamu tak pernah cerita tentang dia dan yeoja itu?” tanya haerin pada jieun.

“ani, dulu dia bilang hanya berteman saja dengan jinhya eonni. soal tadi malam pun jinki oppa hanya diam saja ketika aku mengobati lukanya” sahut jieun menggembungkan pipi.

“heumb..” haerin mengangguk-ngangguk

“ah perutku lapar, ayo kita ke kantin” seru jieun mengajak haerin dan taemin.

“aku juga!” haerin mulai siap berdiri

“aa..aah, aku harus ke perpus dulu. kalian duluan saja” kata taemin yang langsung berlalu meninggalkan Jieun dan Haerin.

Kedua yeoja itu memincingkan matanya. Mereka bertambah curiga dengan sahabat yang satu-satunya namja itu kini tingkahnya agak berubah. Jieun dan haerin pun membuntuti taemin dari belakang. Ketika sampai diperpus taemin masuk dan diikuti kedua sahabatnya tanpa sepengetahuannya.

“haerin, dia memang ke perpus. sepertinya kita terlalu curiga padanya” ujar jieun berbisik.

“ne, sebaiknya kita ke kantin saja!” haerin menarik tangan jieun keluar dari perpus.

“eh,, chakkaman, lihat itu! Taemin.. dengan siapa dia?” jieun menahan haerin yang hendak pergi. Mereka berdua melihat taemin yang sedang asik bercanda bersama seorang yeoja.

“ooh jadi ini jawabannya, well taemin harus kita sidang!” kata jieun seraya menyeringai.

“heumb, pantas saja dia sering menghindar. Kita tahan dia sepulang sekolah!” timpal haerin dengan mata evilnya.

Jieun dan haerin pun keluar dari perpus. Dan ketika itu pula mereka berpapasan dengan key yang hendak memasuki perpus. Sepintas key menatap jieun lalu ia memalingkan pandangannya, tak memperdulikan jieun dan haerin.

‘huh? kenapa dia?’ guman jieun dalam hati.

“jieun-ah, kenapa ekspresinya datar begitu??” bisik haerin pada jieun.

“molla, sepertinya dia masih ingat janjinya padaku” kata jieun cuek.

Padahal sebenarnya jieun mengharapkan senyuman dari key. Walaupun ia tak menyukai key, tapi ia ingin bisa berteman dengannya. Itu karena setelah kejadian tadi malam ketika key menolongnya membuat jieun tak enak hati pada key.

“sudahlah, tak usah bicarakan dia. Kajja kita ke kantin, perutku sudah lapar” ucap jieun menarik tangan haerin.

***

Ring ding dong Ring ding dong

“aku duluan..” seru taemin pada kedua sahabatnya.

“taemin-ah, chakkaman…” tahan jieun.

“nde?”

“ada yang harus kita bicarakan!” ujar haerin membuat taemin memiringkan kepalanya.

“mwo??” taemin melongo tak mengerti.

Haerin menyeret taemin untuk kembali duduk ditempat duduknya. Sementara jieun berdiri dengan melipatkan kedua tangannya di hadapan taemin.

“apa kau tak menganggap kita sebagai sahabatmu lagi??” tanya jieun pada taemin, mencoba akting marah.

“nde? Apa maksudmu?” taemin bertanya balik.

“ne, sepertinya ada yang kau rahasiakan dari kita” kini haerin yang berbicara.

“mwo? aku tak mengerti ini” jawab taemin polos.

“yaa,, taemin-ah..”

“mwoya jieun-ah?”

“huh? aku dan haerin melihatmu dengan seorang yeoja di perpus, sepertinya kalian akrab sekali” sindir jieun, dengan sontak taemin  membelalakan matanya.

“eh??” taemin kikuk, kenapa kedua temannya itu bisa tahu tentang rahasia dia.

“apa dia yeojachingu mu??” goda haerin yang kini membuat taemin salah tingkah.

“ayolah taem, mengaku saja..” jieun pun ikut mengoda.

“err.. baiklah. aku akan mengaku, dia.. memang yeojachinguku” kata taemin denagn suara pelan, menatap ngeri kearah kedua temannya.

Sejenak suasana jadi hening, namun tiba-tiba suara tawa jieun dan haerin meledak di dalam kelas. Mereka tak percaya sahabatnya Lee taemin seorang namja yang polos dan cuek pada yeoja kini punya yeojachingu.

“YA! YA! kenapa kalian tertawa?!”

“haha mianhae,, haha” ucap jieun diselingi tawa terbahaknya. “kenapa kau tak pernah cerita sih??” lanjutnya kini mulai serius bertanya.

“kalo aku cerita kalian akan meledek ku seperti sekarang. Huh?” papar taemin membela dirinya sambil mengkerucutkan bibirnya yang imut itu

“haha.. mian taem kita hanya bercanda. siapa yeojachingu mu itu? bagaimana bisa kalian pacaran?”  haerin mengintrogasi taemin

“namanya kim hyesung anak 1.3 , adik dari jonghyun sunbae. Aku mengenalnya di toko buku beberapa bulan yang lalu, setelah itu kami berteman dan aku menembaknya” jelas taemin panjang, mukanya benar-benar memancarkan senyum bahagianya pertanda kalo ia memang sedang jatuh cinta.

“ooooowh..” jieun dan haerin mengangguk serempak

“dia benar-benar yeoja yang manis juga polos!” tambah taemin memuji yeojachingunya.

“bwahahahahaa” tawa jieun dan haerin makin meledak lagi ketika mendengar pernyataan taemin. Keduanya menganggap apa yang dikatakan taemin barusan adalah hal tentang dirinya juga.

“Annyeong” Sebuah suara menghentikan tawa jieun dan haerin. saat mereka menoleh ke sumber suara , seketika pemilik suara itu berhasil membuat jieun jadi terpaku.

——————————TBC————————-

35 thoughts on “Hey,, I am Kim Kibum!! [PART 3]

  1. aigoo tega banget si Jieun ngomong kayak gitu
    Ikut sedih T.T
    Kyaaaa Minho kenapa mukulin Jinki-ku .
    Seharusnya yg digampar itu si Jinhya ><

    Si Jieun uda mulai ada perasaan nih ama si Key

    Kereen ! DAEBAK ^O^

  2. hayoloh jieun… nyesel kan nyesel kan.. hahaha
    tp key jg sih… malu2in .. eh bukn slh jieun n key.. tp slh authornya.. wakKakkakaka

    cie cie taemin…hahahaha jatuh.cinta… cengengesan dah tuh.. hahahaha

  3. hikss… g seru deh klo key gak bikin aksi norak nembak si jieun…. 😦
    donghae suka sama IU ya??? jgn sama donghae.. jieun.. jebal…

    sukkaaaaaaa bgt bagian key nolongin jieun…
    gentle bgt… yah.. walopun key gak bales dengan mukul.. tapi itu bagus kan.. anti kekerasan.. kekekekke…

    ayolah jieun.. kenapa gak minta maaf sama key…. bilang nado saranghae…. #gemes…

    haaa??? itu si jinhya lagi ciuman sama onew??? andweeeyoo… Onew oppa milikku (lho?)

    itu pada akhirnya jinhya putus kan yahh sama onew?? *i hope so*

  4. hikss… g seru deh klo key gak bikin aksi norak nembak si jieun…. 😦
    donghae suka sama IU ya??? jgn sama donghae.. jieun.. jebal~

    sukkaaaaaaa bgt bagian key nolongin jieun…
    gentle bgt… yah.. walopun key gak bales dengan mukul.. tapi itu bagus kan.. anti kekerasan.. kekekekke…

    ayolah jieun.. kenapa gak minta maaf sama key…. bilang nado saranghae…. #gemes…

    haaa??? itu si jinhya lagi ciuman sama onew??? andweeeyoo… Onew oppa milikku (lho?)
    ehhh.. tapi kenapa onew yg dipukul… hah~ minhooo kau tega bgt sama onew oppa…😥
    itu pada akhirnya jinhya putus kan yahh sama onew?? *i hope so*

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s