Hey,, I am Kim Kibum!! [PART 2]

Author : Choi jinhya a.k.a Thya

Choi Haerin a.k.a Arien

Main cast: Key, IU

Support cast: SHINee member, haerin, donghae, Jinhya

Genre: School life, frienship, a bit romance and comedy

Rating: General

Length: sequel

HAPPY READING~~~

Author POV

Haerin menelusuri jalanan seoul di siang hari, terik matahari yang menyinari tak menahannya untuk tetap mencari sesuatu yang menurutnya sangat penting. Sekarang memang sedang musim panas di Seoul, dan Haerin kurang suka karena dengan itu cepat membuat tubuhnya berkeringat. Hari ini haerin pergi menuju toko kaset untuk mencari album terbaru dari Laruku. Gadis itu memang suka sekali dengan sesuatu yang berbau jepang terutama Laruku, sebuah band terkenal asal Jepang.

Setelah sampai Haerin memasuki toko kaset, lalu ia menerawangi setiap kaset yang ada di rak cd ‘Jpop’. Ia khawatir kehabisan stok, karena album baru laruku itu sudah sold out 90ribu keping sejak pelirisan minggu lalu. Seandainya minggu lalu bukan ulangan tengah semester, mungkin haerin sudah mencarinya hari itu juga, kini ia hanya bisa berharap agar masih ada stok untuknya.

“kyaaaa.. akhirnya masih ada 1 lagi!!” Spontan haerin berteriak, dan tangannya langsung meraih kaset laruku yang kebetulan tinggal satu-satunya itu. Tapi disaat yang bersamaan seseorang juga menyentuhnya.  ‘aish aku tak boleh kalah’ tekad haerin dalam hati. “Ya! Ini mili…” belum sempat haerin meneruskan protesnya seraya menengok kesebelah ternyata ada seorang namja tinggi bermata besar sukses membuatnya membeku.

“Ya! Aku duluan, ini miliku” ucap namja yang mengambil kaset laruku itu. haerin masih ternganga saat namja itu merebut kasetnya.

DEG! Jantung haerin bedetak kencang. ‘Oh god, kenapa selalu saja begini setiap aku melihatnya, bahkan sekarang semakin kencang karena  dia berada disebelahku’ ucapnya dalam hati.

“YA!!” teriak namja membuyarkan haerin dari lamunannya.

“ah, mianhae~” entah kenapa haerin merelakan kaset laruku yang ia idamkan jatuh ketangan namja itu, padahal sudah lama ia menginginkannya.

“wae geure minho-ya??” seorang yeoja berparas manis dan tinggi tiba-tiba menghampiri mereka.

“aniyo chagi, yeoja ini mau merebut kaset incaranku”

Daaaaaaarrrrrr…….

rasanya seperti ada jarum yang menusuk dada haerin. Sesak sekali setiap dia melihat mereka berdua, sepasang kekasih yang serasi tapi membuat hati haein menjadi sakit.

 

Minho POV             

“wae geure minho-ya??”  jinhya menghampiriku yang sedang berebut kaset dengan seorang yeoja yang err.. samar-samar aku kenal. Hmm tapi siapa ya? ah sudahlah itu tak penting dia siapa.

“aniyo chagi, yeoja ini mau merebut kaset incaranku” ucapku pada jinhya. sebenarnya tangan yeoja itu lebih dulu menyentuh kaset itu, tapi aku tak mau kalah. Aku sudah menunggu album baru laruku selama seminggu dan baru kali ini menemukannya dengan stok 1 lagi.

“sudahlah berikan saja padanya, kau harus mengalah pada yeoja” jinhya tersenyum, menyarankanku untuk memberikan kasetnya pada yeoja yang sedari tadi hanya mematung saja.

“ah ani,, aku bisa mencarinya besok lagi” ucap gadis itu menolak. mwo? Yeoja itu bilang apa? Dia merelakan kaset ini untukku? padahal ketika awal aku merebeut kaset ini darinya dia ingin protes, keundae kenapa sekarang dia mau mengalah huh?

“errr, yasudah ini untukmu saja. Aish chagiya, kalau saja kau tak menahanku, pasti kaset sudah milikku” kataku pada jinhya.

“kau kan bisa mencarinya lagi besok. Oh ya, mianhae minho. Sepertinya aku harus menuju supermarket untuk menemani ummaku belanja. Aku pergi dulu ya”

“aku antar ya chagi”

“andwae,, aku bisa sendiri” jinhya tersenyum dan berlalu meninggalkanku.

Yeah, Choi jinhya adalah yeojachinguku. Dia kakak kelasku, aku sudah 2bulan berpacaran dengannya. Sejak bersamanya, aku jadi sadar dan tak mempermain yeoja lagi. Dulu aku memang terkenal playboy, tapi setelah mengenal jinhya mataku terbuka. Sungguh dia sangat sempurna dimataku. Dia cantik, baik, pintar, tinggi dan aku tak bisa melawan setiap kata-katanyanya. Tapi entah kenapa selama berpacaran dia tak pernah memanggilku chagi, dan hanya memanggil namaku. Padahal aku selalu memanggilnya dengan sebutan ‘chagi’. Dan setiap aku berkencan dengannya ditengah-tengah pasti saja dia berpamitan pergi dengan beberapa alasan. Seperti sekarang ini saat dia menemaniku untuk mencari album baru laruku dia meminta pamit duluan karena ummanya menyuruh untuk menemani belanja. Yah, tapi aku tetap percaya pada jinhya, karena aku mencintainya.

“gomawo, tak apa ini ku ambil?” yeoja itu mengibas-ngibas kecil album laruku di hadapanku.

“ah lupakan” aku berlalu meninggalkan yeoja itu dan album laruku yang kuinginkan huh?

***

Haerin POV

CHOI MINHO! Namja tampan yang selama ini kusukai, yang tak pernah tertarik bahkan melirikku sedikitpun. buktinya dia mengabaikanku begitu saja. Dimatanya hanya ada Jinhya eonni . Choi Jinhya yeojachingu! Uuh.. mengucapkan itu saja sudah membuat hatiku sakit😥

“sudahlah, lebih baik aku membayar ke kasir saja” ucapku menuju kasir setelah minho meninggalkanku begitu saja “huh, andai saja jieun dan taemin ikut bersamaku, pasti lebih menyenangkan, mereka pasti bisa meghiburku setelah ‘pemandangan’ yang tak enak dimata tadi” Keluhku lalu akupun keluar dari toko kaset itu

“hah, gwaenchana yang penting aku mendapatkan album terbaru laruku yang selama ini aku idam-idam kan kyaaaa…..” Kataku girang sambil berjingkrak-berjingkrak ria dan

DUUUGGG !!

“Ya! Neo michyeoso huh? Ditengah jalan seperti ini berjingkrak-berjingkrak seperti itu” Bentak seorang namja yang bertabrakan denganku.

“Mianhae ” kataku lirih dengan kepalaku yang masih menunduk

Ku beranikan mendongakkan kepala dan OMO! Ternyata Minho! Kenapa aku bisa bertemu denganya lagi? Apakah ini pertanda bahwa kita berjodoh eh?

Aish, neo pabboya haerin~ah! Masih sempat-sempatnya kau mempunyai pikiran seperti itu disituasi yang seperti ini’ umpatku dalam hati sambil menjitak-menjitak kepalaku sendri.

MINHO POV

“Ya! Neo michyeoso huh? Ditengah jalan seperti ini berjingkrak-berjingkrak seperti itu” Bentakku pada yeoja yang bertabrakan denganku.

“Mianhae” katanya lirih dengan kepalanya yang masih menunduk lalu yeoja itu mendongakkan kepalanya.

“Neo!” Kataku yang sedikit keras, yah mungkin karena kaget melihatnya. yeoja itu menundukkan kepalanya lagi sambil menjitak-menjitak kepalanya sendiri. “Aish Dasar yeoja gila!” gerutuku dalam hati. “YA! Neo, belum puaskah kau merebut album laruku ku? dan sekarang kau membuatku jatuh. Aish jinja neo!” ucapku geram “hari ini benar-benar sial karna aku bertemu denganmu. dasar yeoja gila!” lanjutku

“Ya ! Siapa yang kau sebut gila huh? Enak saja kau mengatai orang gila, kau pkir kau siapa huh? Dasar namja PABO !! PABO PABO PABO !! ”  Teriak yeoja itu sambil menghentak-hentakan kakinya ditanah .

BUUGG !

MWO?! Dia juga  meninju muka tampanku ini dan lari begitu saja. aarrrgh SIAL!! Jeongmal michyeo yeoja!

***

Jieun POV

 

“umma, haruskah aku pergi belanja? Kenapa tidak jinki oppa saja, huh?”  aku mendengus kesal, di siang bolong seperti ini umma menyuruhku pergi ke swalayan untuk berbelanja, yang benar saja.

“Ya jieun-ah, kau ini kan yeoja, seharusnya ini adalah kegiatan rutinmu di akhir pekan. Lagi pula oppamu sedang keluar” sahut umma padaku.

“mwo? keluar? dengan siapa?” tanyaku pada umma. Tak biasanya oppa keluar dihari yang panas ini, dia kan paling anti panas kalo matahari sedang menyengat seperti ini.

“tadi teman yeojanya mengajaknya, entahlah siapa. Cepetlah kau belanja”

Teman yeoja? aku berpikir sejenak. Jinki oppa dengan seorang yeoja? siapa ya?

***

Author POV

@ swalayan

Jieun memasuki swalayan. Ia melihat daftar belanjaan yang sudah diberikan oleh ibunya.

“aigoo,, banyak sekali yang harus dibeli. Umma mau masak apa sih banyak begini bahannya. Huh?” gerutu jieun. Ia sibuk mencari-cari semua yang ada di daftar belanja itu. Sampai akhirnya dengan langkah gontai ia pun mengambil daftar yang terakhirnya kemudian berlalu menuju kasir.

“akhirnya selesai juga. Haduh, kenapa tenggorokanku kering begini” keluhnya, lalu jieun menuju kedai ice cream yang berada di dekat swalayan. Ia pun memesan banana ice cream dan duduk di meja no 5 dekat jendela.

“jieun?”

“eump?” jieun menoleh ke arah seseorang yang memanggilnya.

‘Aish kenapa orang ini ada disini?’ dercak jieun dalam hati setelah melihat seseorang yang kini ada didepannya.

“Ya.. kita memang jodoh jieun haha” orang itu lalu duduk dihapadan jieun.

“kau membuntutiku key?” tanya jieun sinis, tapi yang ditanya malah tertawa. Yeah, yang ada di hadapan jieun sekarang adalah key. Namja yang tempo hari menyatakan cinta padanya.

“haha kau lucu sekali jieun. walaupun aku suka padamu, tak mungkin aku sampai menjadi stlakermu” key menompangkan dagunya dan menatap kearah jieun dan itu membuat jieun jadi salah tingkah, dengan segera jieun mengalihkan pandangannya keluar kedai.

“rasa pisang? kau tak berubah tsk” guman key membuat jieun heran dengan apa yang barusan dikatakanya. Jieun tetap tak menoleh kearah key, tapi dia memperhatikan apa yang key ucapkan.

‘Eh, Apa maksudnya tadi?’ Pikir jieun dalam hati.

“kibum-ah kau sedang apa? kajja kita pulang” teriak seorang namja dari arah kasir. Key yang merasa terpanggil, menoleh pada seseorang yang memanggilnya.

“hmm, jieun-ah sepertinya aku harus pergi. Kau mau pulang bersamaku?” tawar key pada jieun.

“shireo” jawab jieun singkat masih dalam posisi memalingkan muka.

“ok, gwaenchana. annyeong sweety..” key berjalan ke arah namja yang menunggunya didepan kasir dan  setelah itu ia melambaikan tangannya ke arah jieun.

‘kibum?? aah, mungkin hanya mirip saja. Lagi pula banyak yang punya nama itu. Tak mungkin itu dia’ ucap jieun dalam hati.

***

Jieun POV

Omooo~~ kenapa es krimnya semahal itu? aish!  aku merogoh dompetku dan hasilnya kosong. oettokhae?? uangku habis, lalu bagaimana aku pulang?

Sejenak aku berpikir dan aaha! aku mengambil ponselku yang ada di saku dan segara ku telpon seseorang yang sepertinya bisa menolongku.

“yoboseyo?” terdengar suara di sebrang sana.

“oppa, bisakah kau menjemputku dihalte dekat swalayan? aku kehabisan uang” pintaku pada seseorang disana.

“Ya jieun-ah, aku sedang sibuk. Kau jalan kaki saja”

“mwo? YA! Jinki-ah.. kenapa kau tega pada dongsaengmu sendiri? Kau…”

Tutt..tutt….

“Ya?! yoboseyo??” aish, ponselku mati.

Bagaimana ini? jinki oppa tak mau menjemputku dan haruskah aku jalan kaki sampai ke rumah? Andwaeyo! dia pikir jarak dari sini ke rumah dekat apa. Tapi apa lagi yang bisa aku lakukan, huft.. dengan terpaksa ku melangkahkan kakiku untuk beranjak pergi dari halte. err.. dan kenapa panas sekali cuacanya. Aku menyeka keringat yang menempel di dahi, tapi kemudian baru beberapa langkah aku berjalan, tiba-tiba saja….

‘tidiiiiid….’

Sebuah mobil berwarna hitam berhenti disampingku. Pengemudi mobil itu membuka kaca mobilnya.  Aku memiringkan kepalaku untuk melihat jelas orang yang ada didalam mobil itu.

“jieun? Kau jieun dongsaengnya jinki kan?”

Omo~ orang yang ada di mobil itu ternyata.. Donghae Sunbae! Aku masih terdiam dihadapannya dengan mulut yang terbuka. Oke, ini tindakan yang bodoh memang.

“jieun-ssi?” panggilnya membuyarkan lamunanku.

“ah ne, sunbae” aigoo.. aku jadi salah tingkah dihadapannya hihi.

“kenapa kau berjalan? kau habis belanja??” Dia melihat kearahku yang kebetulan memang membawa belanjaan banyak sekali. Huh, aku pun berat membawanya.

“kau mau pulang? Naiklah..” ajaknya padaku. Omo~~ benarkah dia menawariku untuk pulang bersamanya?? ><

“ah tidak usah sunbae, aku jalan kaki saja”

“eeh,, rumahmu masih jauh kan? palli, naiklah. Lagipula kita kan searah”

Akhirnya aku pun naik ke mobil donghae sunbae. Diperjalanan kita mengobrol banyak. Ternyata donghae sunbae orangnya baik dan supel. Aku jadi semakin menyukainya. Dan yang terpenting dia juga menyuruhku untuk memanggilnya dengan sebutan ‘oppa’ alasanyanya agar tidak canggung. hihi,, ternyata ada baiknya juga umma menyuruhku belanja. Aku bisa jadi dekat dengan donghae oppa, apalagi dia berbaik hati untuk mengantarkanku pulang. Rasanya tak mau hari ini cepat berakhir. Oh donghae oppa, kau begitu membuatku gila..

***

Still Jieun POV

“hwaaaa~~ Jieun-ah ada pertandingan basket ternyata. Pantas saja banyak murid-murid berkumpul di lapangan” ucap haerin semangat kepadaku “Jieun- kajja kita kesana juga!”

“SHIREO! ” tolakku sambil melipatkan tangan

“aah~ ayolah jieun-ah temani aku, aku ingin melihat minho” rengek haerin sambil mengeluarkan puppy eyesnya itu. Aish dasar chinguku satu ini, taemin kemana lagi? Bocah itu belum terlihat batang hidungnya hari ini -_-

“YA ! YA ! hentikan. Ne ne, aku akan menemanimu” spontan haerin mengembangkan senyum kemenangannya

***

“KYAAA~~ MINHO KEREN SEKALI. Sangat Tampan! Minho~ya Hwaiting Hwaiting ” teriak haerin dengan semangat 45 nya .

Aigoo~ ada apa dengan haerin? Kenapa dia jadi ikut-ikutan berteriak seperti yeoja-yeoja yang lain. aku mengedarkan pandangan ke semua pemain basket yang sedang saling merebut bola. Dan tanpa sengaja aku bertatapan dengan mata yang tidak asing bagiku . Yeah mata si kunci pabo -_-

Aish.. kenapa namja menyebalkan itu ikut basket juga sih?! dia pasti berpikiran yang tidak-tidak gara-gara melihatku ada dkerumunan penonton. Dan pasti dia pikir aku disini untuk melihatnya . Aiuyuh.. terlihat sekali dari mukanya yang sok tampan itu.

“Jieun-ah kenapa kau daritadi diam saja? ayo beri key semangat!“ Goda haerin sambil menyenggol lenganku

“MWO? MEMBERI SEMANGAT NAMJA GILA ITU? SHIROE SHIREO ! “

“aish dasar jieun” umpat haerin ketika mendengar jawabanku yang menolak mentah-mentah

semua yeoja besorak ketika key memasukan bola ke dalam ring yang otomatis menambah point untuk tim bola basket sekolah. Sedetik kemudian, key melirik kearahku.

Tiiiiiiinggg~~

Mwo? Apa maksudnya? Apa dia pikir aku akan terpesona. Aish.. jangan harap. Dan OM0 !! Apa yang di lakukan si bodoh key itu? Dia melakukan kiss bye dan mengkerlingkan matan parahnya semua itu ditujukan kepadaku? Errr.. gara-gara kelakuannya itu semua mata tertuju padaku. Aish Jinja.. KEY !! SELALU SAJA MEMBUATKU MALU ! Arrggh MATI KAU KEY!

aku benar-benar tak nyaman di tempat ini. Segera kutarik tangan haerin menuju keluar kerumunan penonton.

”Ya! Jieun-ah mau kemana? pertandingannya belum selesai. Baru saja babak pertama” umpat haerin ketika tangannya ditarik olehku

“sebentar lagi jam pelajaran Shin seonsaengnim di mulai haerin” timpalku mengelak.

”huh, pasti kau tak mau berhadapan dengan key kan? Sampai kapan kau begini jieun, bukankah dia  sangat baik padamu”

”hhh.. kau ini bicara apa? kau sendiri kenapa masih saja menjadi fans fanatik minho? padahal kau bilang sendiri bahwa dia bersikap angkuh padamu saat di toko kaset” Haerin terdiam. Ia menundukan muka nya, sepertinya dia sedih. Ah.. apakah aku telah menyakiti hatinya?

“aah mianhae haerin, bukan maksudku..”

“Ani,,gwaenchana. Kajja, kita ke kelas” katanya tersenyum sedih dan berjalan mendahuluiku.

***

Key POV

Jam ke 5 pelajaran Kang seonsaengnim sedang berlangsung. Aku tak kuat menahan kantuk karena mendengar ocehannya mengenai… yaah aku juga tak mengerti apa yang dia bicarakan. Aku tak suka pelajaran sejarah. Dan sepertinya sama dengan anak-anak lainnya. Kuedarkan pandangan kesekeliling kelas. ada yang menguap, memainkan ponsel, dan ada juga yang hanya mencoret-coret bukunya. Ini memang sangat membosankan huh. Aku menoleh ke teman sebangkuku, minho. Dia juga sepertinya segera menuju alam mimpi.

“minho-ah” panggilku dengan nada pelan.

“nde??” minho tersadar dari kantuknya.

“apa kau punya permen kopi? bukankah tadi kau membelinya dikantin?” tanyaku.

“ah yee, aku lupa” ia mengambil sesuatu dari sakunya. “igeo”

aku mengambil permen kopi pemberian minho. Dan memasuknya ke dalam mulutku secara diam-diam.

“apa kita kabur saja key? aku sangat bosan” ujar minho berbisik padaku.

“ani, aku tak mau mengambil resiko seperti minggu kemarin” jawabku.

Hmm memang seminggu yang lalu aku dan minho bolos pelajaran sejarah. Tapi Kang seonsaengnim menemukan kita di kantin. Alhasil aku dan minho diberi hukuman membersihkan toilet sekolah. Dan hal itu tak mau kuulangi lagi, bisa hancur reputasiku. Sangat tidak keren bukan jika ada kabar ‘seorang almigty chun-ha high school membersikan toilet hanya karena bolos pelajaran’

“well, kita habiskan saja waktu ini untuk mengobrol. anyway aku lihat tadi ada Jieun diantara penonton saat pertandingan kita?” tanya minho masih dengan nada pelan.

“ne, aku sangat senang akhirnya dia mulai memberikan sinyal” jawabku sambil tersenyum. Ini berkat jieun yang membuatku semangat karena dia tadi menonton pertandingan basketku.

“bagus itu, lalu apakah lusa rencanamu jadi?” Tanya minho lagi.

“tentu saja!”

Minho terlihat maggut-manggut, dan ia berpikir sejenak lalu berkata “key-ah, kau tau yeoja yang bersama jieun?”

aku mengkerutkan dahiku, “maksud mu haerin? Aah apa kau menyukainya?”

“nde? mana mungkin! Dia itu yeoja aneh. Huh, dia adalah orang yang merebut kaset laruku yang kuinginkan” sanggah minho.

“yang ku tahu dia adalah sahabatnya jieun. Apa kau tak kenal dengannya?”

“Aku tak begitu memperhatikan yeoja biasa seperti dia”

“ne, ne, arra.. kau hanya memperhatikan yeoja-yeoja yeppeo seperti Jinhya noona kan?”

“KIM KIBUM, CHOI MINHO! APA YANG KALIAN LAKUKAN?”

aku dan minho tersontak kaget. Kang seonsaengnim memergoki kami yang sedang asik mengobrol. Sial!

“sekarang kalian rangkum bab 1 sampai bab 4” ujar Kang Seonsaengnim.

“MWOO??” ucapku dan minho kaget. Aish.. Aku terpaksa melaksanakan perintahnya. Percuma membantah, dia mungkin akan menambahkan hukuman padaku dan minho.

***

Jieun POV

Ah akhirnya sampai rumah . Rasanya ingin cepat-cepat bertemu dengan kasur empukku.

capek sekali hari ini dan tentunya hari yang sangat memalukan gara-gara kelakuan si namja gila bodoh itu.

”aku pulangg…” teriakku semangat ke penghuni rumah

”neo wasseo” ucap jinki oppa yang ternyata sudah sampai rumah lebih dulu. Dan tunggu~  oppa terlihat bersama yeoja

“ne oppa” jawabku sambil menuju ke arah jinki oppa dan yeoja itu. sepertinya mereka sangat dekat

”oppa sedang apa? ” tanyaku

“Ya! Apa kau tak liat aku sedang belajar bersama”

“ehm jinjayo? Tapi menurutku tak terlihat seperti belajar bersama” ledekku dengan evil smirk

“aish kau ini” aku hanya terkekeh ketika mendengar jawaban oppa ku yang imut itu.”oh ya, jieun~ah kenalkan ini yeo.. Ah ini choi jinhya chinguku. Jinhya ini yeodongsaengku” ucap jinki oppa memperkenalkan yeoja yang ada desebelahnya

”annyeong eonni” ucapku dengan senyum yang kupaksakan

“ne annyeong jieun~ah” balasnya dengan senyum sok cantiknya itu. Entah mengapa aku merasa jinhya bukanlah yeoja baik-baik. Ah BINGO! Haerin pernah cerita, kalau minho memacari sunbae yang bernama jinhya. Apa yang dimaksud haerin itu jinhya yeoja yang di hadapanku ini?

“Ya jieun~ah” panggil jinki oppa membuyarkan lamunanku

“ah Ne oppa keke~, keurom aku kekamar dulu” ucapku sambil membungkuk kan sedikit badanku

***

Jinhya POV

“oh ya jieun~ah kenalkan ini yeo.. Ah ini choi jinhya chingu ku. Jinhya ini yeodongsaengku” ucap jinki memperkenalkan ku kepada yeodongsaengnya

“annyeong” sapaku dan jieun bersamaan.

Ehm.. ada apa denganya? sepertinya dia memikirkan sesuatu tentangku, dari tadi dia menatapku dengan tatapan yang tidak biasa hingga jinki menyadarkannya

“Ya jieun~ah”

“ah Ne oppa keke~, keurom aku kekamar dulu” pamitnya sedikit membungkukkan badannya

setelah memastikan dongsaeng jinki benar-benar masuk ke kamarnya, aku mulai membuka pembicaraan dengan jinki

“jinki~ah”

“ehm” jawabnya

“engg.. kenapa kau memperkenalkan ku sebagai chingumu?” tanyaku

“Ya! Apa kau mau hubungan rahasia kita ini diketahui minho huh?“

“ah.. iya juga” jawabku sambil mendengus

“jinki~ah” panggilku lagi sambil menarik-narik sedikit seragamnya

“ne, wae?“

“aku ingin segera memutuskan minho, tapi bagaimana? aku tak tau cara agar dia mau putus denganku, aku lelah harus seperti ini. Aku menyesal mengikuti taruhan dengan teman-temanku harus berpacaran dengan seseorang playboy seperti dia. Aku tak mencintainya jinki-ah”  ucapku seraya menatap dalam mata jinki

jinki menarik ku kedalam pelukkannya

“sshh… kau memang harus selesaikan, tapi ingat kembali misimu dan ingat juga sepupumu jiyeon. Untuk sementara biarkanlah tetap seperti ini, kita akan cari jalan keluarnya bersama-sama” ucap jinki sambil membelai rambut panjangku

***

Author POV

“hmm.. akhirnya hari ini tiba juga. Aku harap jieun datang untuk melihatku bertanding di final. Jika tim-ku menang di pertandingan kali ini aku akan menyatakan cinta lagi pada jieun, aku yakin dengan sinyal yang diberikan sebelumnya dia pasti akan membuka hatinya untukku. Dan, aku juga akan memberitahukan kalo aku adalah kim kibum yang dulu~” key menatap foto yang terpampang di dompetnya, 2 anak kecil berdampingan sedang memamerkan senyum yang sangat ceria.

#FLASHBACK#

“kibum, aku sangat senang sekali!” ujar gadis kecil berumur 6 tahun.

“nde? wae??” tanya namja kecil berkacamata dan bertubuh agak subur(?)

“oppaku!! dia akan kembali ke seoul! Yeaay !” ucap gadis kecil itu semangat.

“oppa mu? jinki hyung??” tanya namja kecil yang tak lain adalah kibum.

“nde,, akhirnya aku bisa kenalin kamu ama oppaku” gadis kecil itu tersenyum megah.

“jinja? Yeyeye.. kapan oppamu tiba??” tanya kibum tak kalah exicted

“minggu depan..”

“MWO?? Mi-minggu depan” kibum tiba-tiba menundukan kepalanya.

“kau kenapa kibum?” tanya gadis kecil itu.

“….” kibum terdiam.

“gwaenchana?? tadi bukannya kau senang?”

“jieun-ah..”

“ne?”

“minggu depaan.. a-aku akan pindah ke new york” ucap kibum pelan.

“nde??” gadis kecil itu yang tak lain adalah jieun membelalakan matanya “berapa lama? kau akan kembali kan?” kini air mata jatuh dipipinya yang putih itu.

“nan mollaso, tapi aku janji akan kembali dan bertemu denganmu lagi” kata kibum lirih.

“kau mau ninggalin aku? dulu kau berjanji kita akan slalu bermain bersama dan kau menjagaku dari anak-anak nakal! Huhu” rengek jieun.

“jieun-ah, walaupun jarak kita jauh aku akan tetap menganggapmu sebagai chingu terbaikku, aku janji!”

“aniyo! Kau jahat.. Kau jahaaat kibum!!” jieun pun berlalu meninggalkan kibum sendian yang menunduk.

#FLASHBACK END#

***

Jieun POV

“ayolaah jieun.. jebaal.. sekali ini lagi”

“shireo!”

lagi-lagi Haerin mengajakku untuk melihat pertandingan basket. Hmm, memang sih hari ini adalah final basket antara sekolahku dengan chungdam high school. Kuakui permainan basket Minho CS memang patut diacungi jempol. Taun lalupun sekolah meraih juara 1, ya walaupun waktu itu minho belum menjadi kaptennya. Apakah taun sekarang mereka akan menang lagi dengan bertambahnya pemain baru yang kata orang-orang kemampuan basketnya tak kalah dengan minho. Yaah, siapa lagi kalo bukan si key pabo. Tapi kalo taun ini tim sekolah kalah, kurasa dia pembawa sial.

“ayo jieun, kita beri semangat kepada mereka!” sahut haerin semangat.

“aah sudahlah haerin, jangan paksa dia. kita saja yang kesana” timpal taemin menyeret haerin keluar meninggalkanku sendiri.

Aish.. mereka itu! Kenapa aku ditinggal sendiri?! Ku edarkan pandanganku di sekitar kelas, tak ada satupun orang. Apa mereka pergi ke lapangan? Huh? Tidak adakah aktifitas lain selain melihat pertandingan basket itu?

***

 

Author POV

Suasana lapangan basket begitu meriah. Penonton bukan hanya dari tuan rumah Chun-ha high school saja tetapi dari pihak rival pun datang untuk mensupport tim nya. Kebanyakan para yeoja berteriak dan bersorak memanggil nama Minho dan Key. Yeah, 2 namja itu memang sangat populer di sekolah. Sehingga tak heran ada beberapa siswa yang menbuat MinKey Fansclub.

Kini babak pertama hampir selesai, tapi point antara ChunHa dan Chungdam sangat jauh. Chungdam lebih unggul dari tuan rumah. Sehingga banyak penonton yang kecewa dengan ini.

“huh? benar kataku. Ada dia pasti tim sekolah kita kalah” ujap jieun yang tiba-tiba datang dan duduk disebelah taemin.

“yaa.. akhirnya kau datang juga jieun” kata haerin girang

“dia datang karena mau mendukung key sepertinya, hihihi” seru taemin menggoda.

“aah benar! ayo jieun, beri key semangat!” sahut haerin, tapi jieun tak meresponnya.

“MINHO, Key HWAITING!! ChunHa HWAITIIIING!!!” teriak haerin menyemangati tim sekolah.

***

Key POV

aigoo key, kenapa kau ini tak konsentrasi sama sekali??!

mataku mencari-cari seseorang yang duduk diantara penonton tapi dia tak ada. Apakah dia tak hadir hari ini?

‘pruuuuuiitt’

chun-ha : 21

chungdam : 35

“Yaa key! Apa yang kau lakukan tadi? Kau diam saja saat lawan merebut bola darimu!” bentak minho padaku.

Err.. aku memang melakukan kesalahan. Ya, aku tak semangat jika jieun tak ada. Sekali lagi kuedarkan pandangan kearah penonton dan chakkaman! apa itu jieun? Kulihat seseorang di sebelah taemin sedang menatapku. Ya! Itu dia! Dia hadir untuk melihatku! Aku tersenyum manis ke arahnya. Ahh.. gomawo jieun-ah

Kini aku mulai berkonsentrasi dalam permainan sekarang. Aku dan minho mulai menggunakan taktik permainan, dengan cepat kami memasukan bola ke ring lawan.

22

23

26

35

Yeah, sekarang kedudukan sama. Waktu tinggal 2 menit. Minho terus mendrible kearah lawan dan aku berlari di belakangnya. Saat tepat berada di dekat ring lawan, minho melemparkan bola kearahku dengan cepat aku menangkapnya daan..

SHOOT!!

‘pruuuuuuuuuiitt”

“yeaaaaaaaaaay…”

Waktu habis, Penonton bersorak ria atas kemenangan tim kita. Kupalingkan wajahku pada seseorang yang sangat menggoda perhatianku. Seperti kemarin, kuberikan kiss bye dari jauh untuknya. Haha aku suka melakukan itu untuknya.

***

Author POV

‘cih, dia lakukan itu lagi’ umpat jieun dalam hati.

“ya..ya.. jieun! Si kunci memberikan kiss bye lagi untukmu dan melakukan wink! Aigo, mata kucingnya itu!!” haerin melirik ke arah jieun dan jieun hanya membalasnya dengan tatapan tajam.

“Ya! Jangan menatapku seperti itu. Menyeramkan” kata haerin bergidik

Sementara taemin yang posisinya di tengah hanya bisa acuh tak acuh saja sambil meminum banana milk kesukaannya.

“haerin-ah, liat itu” taemin kini bersuara. Tangannya menujuk ke arah minho yang mendekati seorang yeoja.

”aku tahu, wajar saja. Jinhya unnie kan yeojachingunya” ucap haerin lesu.

”jadi itu yeoja yang bernama jinhya?” jieun menyiritkan alisnya.

”ne, dia sangat perfect yah sama seperti minho” kata haerin parau,dia menundukan kepalanya ke bawah.

***

“chukkae minho” ucap jinhya.

“hanya itu?” tanya minho tak puas.

“nde?”

Minho menyodorkan pipinya kearah jinhya, Jinhya mengeri lalu menepisn pelan dengan tangannya

“ah ini untukmu. Aku harus segera kembali ke kelas” jinhya menyerahkan air mineral kepada minho dan berlalu meninggalkannya, minho hanya menatap kepergian yeojachingunya itu. Tiba-tiba ada suara memanggilnya.

“minho-ya! cepat kesini bantu aku” minho melirik kearah key yang memanggilnya dari tengah lapan basket. Ia pun berlari menghampiri key.

Piala kejuaraan sudah diraih oleh tim dari ChunHa high school. Tim pun bersorak gembira. Key dan minho saling mengkedipkan mata. Beberapa temannya berlari menuju tempat istirahat dan mereka kembali ke tengah lapang dengan membawa sesuatu tampak seperti kain yang dilipat-lipat.

“gomawo chingudeul” ujar key tersenyum. Minho menyerahkan sebuah microphone kepada key. Key mengangguk mantap lalu berdiri ke tengah lapangan.

“teman-teman semuanya, kami sangat berterima kasih atas dukungan kalian semua, piala ini milik kita bersama” diangkatnya piala itu oleh key, “ini seharusnya di ucapkan oleh kapten kita, minho. Tapi dia memberi kesempatan padaku untuk menyampaikannya. Dan, enngg..” key menggantungkan kata-katanya. “ada sesuatu yang ingin ku sampaikan pada seseorang..”

Tiba-tiba minho dan yang lainnya yang membawa kain lipat yang tak lain adalah spanduk panjang, lalu membeberkannya. Disitu tertulis beser dan sangat jelas “saranghae Lee jieun, Would u be my Girlfriend?key

Jieun yang daritadi menyaksikan itu seperti sudah keluar tanduk di kepalanya. Dia sangat malu apa yang telah dilakukan key didepan orang banyak. Ketika jieun hendak melangkah pergi tiba-tiba tangan key menahannya.

“jieun, saranghaeyo.. Aku serius dengan apa yang kukatakan. Semua ini ku lakukan demi kau, aku sangat menyayangimu. Aku harap kau punya perasaan yang sama padaku” ucap key serius, matanya menatap bola mata jieun.

“YA! apa tak puas kau mempermalukanku?!” bentak jieun.

“jieun-ah, jeongmal saranghae~” Key menggenggam tangan jieun dan mencoba memohon. “kau ingat? aku ini kim..” belum sempat key selesai bicara namun tiba-tiba jieun memotongnya.

“YA! jika kau benar-benar mencintaiku, jebal jangan ganggu aku, Tinggalkan aku! AKU TAK INGIN KAU PERMALUKAN DENGAN TINGKAH BODOHMU ITU KEY!! Kau tahu aku sangat MUAK dengan semua ini!!!”

JEDAAAAAARRRRR………….

Kini seperti ada sebuah petir di siang bolong yang menghantam key. Key tak menyangka Jieun akan berkata tajam seperti itu, matanya mulai memerah tapi ia berusaha untuk tidak mengeluarkan cairan dari matanya itu.

“A-arrasso, jika itu mau mu. geurae aku takan mengganggu mu lagi. Gomawo,,,, jeongmal gomawoyo karena kau telah memperkenalkan indahnya cinta padaku selama ini” ucap key sendu kemudian berlalu meninggalkan jieun dan semuanya yang ada di lapangan. Beberapa temannya meneriakinya tapi ia tak menoleh sedikitpun.

Jieun merasa agak sedikit menyesal setelah apa yang dia katakan tadi kepada key. Ia pun menundukan kepalanya. Orang-orang disekitarnya hanya bisa mencibirnya. Sedangkan haerin dan taemin menghampiri jieun yang dari tadi terdiam diri. Dan mereka mencoba memeluk jieun.

‘apa aku tadi keterlaluan pada key?’ guman jieun dalam hati, tak terasa air mata jatuh mengenai pipinya yang lembut putih itu.

 

—————————-TBC—————————-

23 thoughts on “Hey,, I am Kim Kibum!! [PART 2]

  1. woaaaa… ini jeongmal bagus bgt lanjutannya…
    hah~ ternyata key itu temen kecilnya IU…..
    ne.. ne.. araso…

    ck.. si minho pacaran ama noona…?
    mana itu pacaranya onew lagi… =,=”
    udah lah minho kau putus saja asama jinhya… trus pacaran sama taemin (lho?)

    kekekekeke… cieee…. key lgsg semangat krna liat jieun nonton disana…

    tapi miris key ditolak mentah-mentah sama IU… key kau bersamaku saja🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s